Mari mendiskusikan dalam forum diskusi 8 ini, tentang 2 hal di bawah ini ;
1 : Hakikat bimbingan dan konseling di SD.
Apa yang melatar belakangi perlunya bimbingan dan konseling anak di SD.
2 :Pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD
Anda sebagai seorang guru, bagaimana mendeskripsikan pelaksanaan program bimbingan di
sekolak dasar..
1. Apa yang melatar belakangi perlunya bimbingan dan konseling anak di SD?
Bimbingan dan konseling sudah cukup lama dipahami sebagai bagian menyeluruh dari
pendidikan modern. Walaupun sebagai suatu konsep bimbingan dan konseling baru di kenal
pada tahun 60-an, naun sebagai suatu fungsi atau kegiatan pendidikan, bimbingan sudah
dilaksanakan dalam praktik pendidikan sehari – hari sejak munculnya gerakan pendidikan
nasional yang dipelopori Ki Hajar Dewantara.
Rochman Natawidjaja (1987) mengemukakan 5 faktor yang melatarbelakangi perlunya
pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam proses pendidikan di sekolah. Kelima faktor itu
dijelaskan seperti berikut :
a. Kesadaran akan perbedaan individual di antara setiap manusia
Faktor yang pertama ini sangat inti, tidak saja dalam bimbingan, tetapi dalam pendidikan
pada umumnya. Praktik pendidikan kita hingga kini cenderung seragam. sekolah
cenderung memberi perlakuan yang sama kepada setiap siswa. keunikan atau kekhasan,
kelebihan – kelebihan dan kelemahan individual belum begitu diperhatikan.
Dalam kegiatan sehari – hari di sekolah, guru cenderung melihat siswa sebagai objek, hal
ini dapat dibuktikan dengan perlakuan guru yang relatif sama kepada setiap siswa, yang
penting target kurikulum tercapai. Siswa dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan apa
yang dikehendaki oleh guru. Padahal, seharusnya gurulah yang harus menyesuaikan diri
dengan kebutuhan dan karakteristik individual siswa.
b. Kesadaran akan perlunya sistem pelayanan kependidikan lainnya yang berpusat pada
anak.
Faktor kedua ini merupakan dampak lanjutan dari kesadaran akan perbedaan individual.
Faktor kedua ini mengimplikasikan perlunya penataan kembali strategi dan prosedur
pengajarandi kelas yang berpusat pada siswa, baik dalam segi materi maupun metode
penyampaiannya. Biasanya irama dan tempo perkembangan siswa berbeda – beda
sekalipun dia berada dalam suatu kelas atau tingkatan yang sama. Pendidikan yang
berorientasi pada perkembangan siswa akan memperhatikan hal ini. Dengan kata lain
siswa diakui dan dihargai sebagai pribadi yang utuh dan bermartabat.
Guru yang enyadari akan hak – hak anak maka dia kan memperlakukan siswa sebagai
pribadi yang utuh dan unik. Sekalipun ada kendala budaya untuk menerapkan kesadaran
ini, namun guru tetap berupaya untuk tidak menunjukkan sikap dan perilaku yang selalu
otoriter dalam setiap situasi.
c. Kesadaran akan perlunya penerapan konsep demokrasi dalam pendidikan secara tepat.
Pada masa transisi menuju kehidupan yang demokratis ini banyak warga masyarakat
yang keliru menafsirkan kebebasan sebagai sendi dan ciri utama demokrasi. Mereka
cenderung kebablasan, yaitu dengan melakukan apa saja yang diinginkan sendiri, tanpa
menghiraukan hukum dan hak orang lain. Gejala kehidupan sosial yang semena – mena,
pelanggaran hukum secara terang – terangan, pelecehan hak asasi manusia beberapa
tahun terakhir ini sudah sangat mengkhawatirkan. Aparat penegak hukum cenderung
kewalahan dan kurang efektif lagi peranannya. Oleh sebab itu, melalui demokratisasi,
pendidikan yang demokratis dan pendidikan yang demokrasi bagi para siswa di sekolah
dasar diharapkan generasi berikutnya dapat mencapai kehidupan demokrasi yang baik.
d. Kesadaran akan permasalahan yang dihadapi oleh individu dalam kehidupan masyarakat
yang senantiasa berubah dan berkembang.
Sebagaimana masyarakat berkembang, bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada
persoalan dan permasalahan yang serba kritis dan dilematis. Berbagai hal berbah dan
berkembang begitu cepat sehingga masyarakat mengalami apa yang disebut kejutan
budaya. Individu menjadi asing dan bingung dengan lingkungan sosio budaya di
sekitarnya.
Sebelum siswa menghadapi kecenderungan seperti itu maka kita selaku guru harus
membantu siswa untuk menjadi pembuat keputusan yang baik, cepat, dan tepat sekaligus.
Kelak para siswa harus mampu berpacu dalam perubahan yang terjadi dan menangkap
kesempatan dan peluang yang terdapat di lingkungannya.
e. Kesadaran akan persoalan yang dihadapi oleh individu dalam kehdupan modern.
Melalui kemajuan – kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai dalam
kehidupan modern sekarang ini, tidak hanya memberikan kemudahan – kemudahan
tertentu kepada umat manusia, tetapi uga sekaligus menimbulkan permasalahan yang
rumit, kompleks, dan dilematis. Pergeseran nilai dan norma yang sangat cepat, pengaruh
neatif kebudayaan asin pada anak, dan ketidakseimbangan ekonomi masyarakat
menimbulkan konflik – konflik sosial dan konflik kepentingan yang berkepanjangan,
persaingan yang semakin tajam sehingga permasalahan demi permasalahan berakumuasi
dan semakin sulit untuk dapat diselesaikan dengan baik.
Pemecahan masaah yang dihadapi manusia dalam kehidupan modern ini tidak bisa
mangandalkan satu keahlian tertentu, melainkan harus melibatkan sejumlah keahlian
tertentu. Benturan perbedaan pandangan, keyakinan dan budaya, makin menajam dan
terbuka. Implikasinya para guru hendaknya mampu membantu siswa secara sistematis
dan berkelanjutan agar para siswa mampu menyesuaikan diri dengan realitas kehidupan
yang dihadapinya.
Sumber : BMP PDGK4403 Modul 11 Pendidikan Anak di SD
2. Anda sebagai seorang guru, bagaimana mendeskripsikan pelaksanaan program bimbingan di
sekolah dasar?
Sebagaimana telah dipahami, pelaksanaan program bimbinngan di SD sebaiknya
dilaksanakan secara terintegrasi ke dalam kegitan belajar mengajar. Beberapa tujuan, sasaran,
dan materi dasar bimbingan dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tertentu seperti
materi pengembangan kemampuan sosial – pribadi dan perencanaan individual (lanjutan
studi dan karier), naun ada pula layanan – layanan yang harus dilaksanakan tersendiri, seperti
layanan pengumpulan data, konsultasi pribadi dan sebagainya.
Berikut dikemukakan bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SD dan
contoh – contoh konkret yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan
siswa SD :
a. Pengumpulan data
Layanan ini merupakan layanan yang mendasari pelayanan bimbingan lainnya, sehingga
perlu diprioritaskan agar memberi manfaat yang besar bagi pelayanan yang lainnya.
Kegiatan pengumpulan data biasanya dilaksanakan pada setiap tahun ajaran baru. Oleh
sebab itu, berbagai perangkat instrumen pengumpul data harus sudah disiapkan
sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan terhadap setiap siswa, baik siswa baru maupun
siswa lama. Bagi siswa baru salah satu tujuannya adalah identifikasi awal tentang pribadi
siswa yang meliputi identitas, kemampuan, bakat, dan keterbatasan siswa, serta kondisi
ekonomi orang tua siswa. Bagi siswa lama pengumpulan data diarahkan untuk
melengkapi atau memperbarui data agar tetap up to date.
Alat pengumpul data bisa menggunakan yang sudah ada dalam pedoman teknis, hasil
modifikasi atau model baru buatan sendiri. Disarankan membuat sendiri agar lebih sesuai
dengan kebuthan nyata.
Layanan pengumpulan data yang berkenaan biografi siswa, kondisi tempat tinggal siswa
dan kondisi ekonomi orangtua siswa perlu dilaksanakan bersama dengan kegiatan daftar
ulang siswa. Sedangkan data lainnya, seperti karakteristik kebutuhan, masalah dan
kebiasaan belajar dapat dikemudiankan.
b. Layanan orientasi dan pemberian informasi
Layanan ini diprioritaskan bagi siswa baru dan bagi siswa kelas satu karena mereka
belum memiliki pengenalan apa – apa tentang situasi baru yang dimasukinya. Layanan
ini diarahkan agar para siswa baru memiliki pengenalan, pengetahuan dan kesiapan yang
baik untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sekolah.
Dalam kegiatan ini siswa diperkenalkan dengan guru – guru, kelas tempatnya belajar,
ruangan perpustakaan, ruang UKS, WC, dan fasilitas sekolah lainnya, tata tertib sekolah,
cara belajar, dan cara bergaul. Kegiatan ini juga melibatkan peran orang tua dalam
menelaskan kembali kepada anaknya dengan gaya bahasa yang lebih bisa dipahami.
Pelaksanaan pemberian informasi terhadap orangtua selain pada awal semster 1 kelas 1,
juga pada kelas 3, 4, dan 6. Karena pada semester 1 kelas 3 dan 4 terjadi penambahan
mata pelajaran dan wkatu belajar, sementara perhatian orantua cenderung menurun
karena anak dianggap sudah mulai mandiri. Sedangkan pada semester 1 kelas 6
pertemuan dengan orangtua sangat penting dilaksanakan karena siswa akan menghadapi
serangkaian Ujian Akhir Sekolah yang sangat menentukan untuk kelanjutan studi ke
SMP.
c. Layanan penempatan dan penyaluran
Layanan penempatan dan penyauran yang perlu dikembangkan di SD mencakup layanan
penempatan dan penyauran khusus bagi kelas 1, penempatan dan penyaluran dalam
kegiatan ekstrakurikuler, serta penempatan dalam kelas unggulan.
Layanan penenmpatan dan penyaluran kelas 1 ditujukan agar guru mampu
mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuan dan pengalaman prasekolah masing –
masing. Penempatannya bisa berdasarkan perbedaan usia ataupun berdasarkan
kemampuan calistung.
Layanan penempatan dan penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan
cara guru harus diharapkan memahami bakat dan kemampuan anak sehingga mampu
menmpatkan siswa dalam kegiatan yang paling cocok.
Layanan penempatan dan penyaluran dalam kelas unggulan dilakukan dengan cara
merekrut semua siswa yang memenuhi persyratan yang berbeda di lingkungan gugus
tempat diselenggarakan kelas unggulan.
d. Bimbingan pengembangan
Isi bimbingan pengembangan memiliki cakupan dan urutan yang diarahkan untuk
pengembangan kompetensi siswa. layanan diberikan melalui unit – unit kecil siswa atau
kelompok besar (kelas) dengan materi difokuskan pada perubahan aspek afektif (sikap,
perasaan, dan kehendak) siswa. Aspek afektif ini disesuaikan dengan tujuan mata
pelajaran seperti PPKN dan Bahasa Indonesia. Susunan materi bimbingan harus
dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan sumber – sumber materi lain yang
relevan serta menggunakan strategi penilaian yang sesuai.
e. Bimbingan responsif
Layanan resposif diberikan kepada siswa yang membutuhkan bantuan langsung. Untuk
hal ini, guru dapat memberikan layanan konsultasi atau nasihat kepada siswa. Sekalipun
guru pembimbing memberi respon (bantuan) terhadap masalah yang dikemukakan oleh
siswa, namun beberapa topik dapat diantisipasi dan sangat reevan dengan kebutuhan
siswa.
f. Bimbingan perencanaan individual
Perencanaan individual mencakup kegiatan – kegiatan yang disesuaikan dengan usia
perkembangan siswa, peberian informasi yang relevan, akurat, dan diperlukan siswa,
mengoordinasikan prosedur penasihatan untuk memberi kemudahan kepada siswa dalam
menempatkan keputusan yang dibuat oleh siswa dan orangtuanya. Keterlibatan orangtua
sangat penting, misalnya untuk menetapkan priritas.
Bantan perencanaan individual meliputi mengintrepretasikan data hasil tes, aktivitas
perkembangan karier, strategi untuk menfasilitasi siswa yang mengalami transisi dari
kelas tertentu ke kelas berikutnya, membantu menemukan kursus dan latihan yang
diperlukan.
Sumber : BMP PDGK4403 Modul 12 Pendidikan Anak di SD