DESAIN
ALAT PENURUNAN KEASAMAN AIR MENGGUNAKAN
KOMBINASI MEDIA FILTRASI DARI CANGKANG
GONGGONG DAN ARANG AKTIF
OLEH :
ARFANI PO7233321860
AURA FRANITA RUNTUWENE PO7233321861
DEVI UTARI PO7233321863
DITA YULIANA SIREGAR PO7233321864
HELENA BINTANG GUSTIARTA PO7233321870
MUHAMMAD RIZIEQ PO7233321874
NINDA SARTIKA DEWI OKTAVIANI PO7233321875
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
TANJUNGPINANG PROGRAM STUDI DIII SANITASI
2021/2022
DESAIN ALAT PENURUNAN KEASAMAN AIR MENGGUNAKAN
KOMBINASI MEDIA FILTRASI DARI CANGKANG GONGGONG DAN
ARANG AKTIF
A. Pengertian Air
Air merupakan salah satu komponen pembangun lingkungan sehingga
tersedianya air yang berkualitas akan mampu menciptakan suatu lingkungan yang
baik. Dalam kehidupan manusia, air memiliki peranan yang sangat penting seperti
dalam kegiatan pertanian, industri dan rumah tangga. Air yang digunakan
umumnya harus memenuhi syarat baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Secara kualitas, air harus memenuhi syarat kesehatan. Adapun kulitas air dapat
dilihat dari segi fisika, kimia dan biologi (Kusnaedi, 2010).
B. Tahapan Pengolahan Air Menjadi Air Bersih
1. Filtrasi
Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi
dari air melalui media berpori. Penyaringan ini merupakan proses pemisahan
antara padatan atau koloid dengan cairan, dimana prosesnya bisa dijadikan proses
awal karena air olahan yang akan disaring merupakan cairan yang mengandung
butiran halus atau bahan-bahan terlarut yang menghasilkan endapan, maka bahan-
bahan tersebut dapat disaring melalui proses filtrasi (Kusnaedi, 2015).
2. Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan padatan yang terkandung dalam
cairan oleh gaya gravitasi. Biasanya proses sedimentasi dilakukan setelah proses
koagulasi dan flokulasi, hal ini bertujuan untuk memperbesar partikel padatan
agar menjadi lebih berat dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat.
3. Klorinasi
Proses klo rinasi pada air dimaksudkan untuk membunuh kuman, mikroba
patogen yang ada pada air. Tingkat klorin yang tinggi dapat menyebabkan
terjadinya penyakit seperti batuk, sesak napas, iritasi kulit, iritasi mata, dsb.
Namun ketika tingkat klorin diturunkan menjadi 0,5 ppm klorin akan aman.
4. Gonggong
Gonggong merupakan hewan laut khas Kota Tanjungpinang dan juga
merupakan simbol kebanggaan Kota Tanjungpinang. Pemanfaatan limbah kulit
cangkang gonggong dapat menjadi media filtrasi karena kulit cangkang gonggong
mengandung kalsium karbonat yang tinggi dan bersifat basa sehingga dapat
meningkatkan pH air hujan yang bersifat asam.
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam
bentuk penelitian pra-eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest Posttest.
D. Alat Dan Bahan
Alat Bahan
1) Pipa PVC 11) Grenda 1) Sampel Air
2) L Bow 12) Solder 2) Pasir
3) Lem pipa 13) Tabung Klorin 3) Limbah cangkang gonggong
4) Stop Kran 4) Ijuk
5) Isolatif 5) Dakron
6) Dop dan T 6) Arang aktif
7) Ember 7) Kaporit
8) Lem bakar 8) Alat tulis
9) Kain kasa
10) Gergaji
E. Prosedur Pembuatan Alat
1. Siapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan
2. Sambungkan pipa pvc ke tabung klorinator
3. Kemudian pasang stop keran
4. Setelah itu potong pipa 10 inch sepanjang 1 meter
5. Lubangi bagian sisi atas pipa pvc 10 inch dengan diameter 2 inch
6. Kemudian buat bak penampungan untuk proses pengendapan bagian
bawah pipa 10 inch
7. Setelah itu rakit jaringan pipa 2 inch ke pipa 10 inch
8. Selanjutnya masukan media dengan ketebalan cangkang gonggong 50
cm, arang aktif 15 cm, pasir halus 20 cm, ijuk 15 cm
9. Dan kemudian tutup bagian atas mengunakan dop
10. Kemudian pasang pipa pvc untuk bagian outlet
11. Alat siap digunakan.
F. Desain Alat
Desain Alat Sebelum Modifikasi
Setelah di Modifikasi