0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan21 halaman

Proposal Arb

Proposal ini membahas strategi guru dalam pembinaan akhlaq anak di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Hidayah, Bondowoso, untuk tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlaq anak, serta memberikan manfaat teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan Islam. Fokus penelitian mencakup metode yang digunakan guru dan pengaruh lingkungan terhadap pembinaan akhlaq di lembaga non formal tersebut.

Diunggah oleh

Atikur Rohman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan21 halaman

Proposal Arb

Proposal ini membahas strategi guru dalam pembinaan akhlaq anak di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Hidayah, Bondowoso, untuk tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlaq anak, serta memberikan manfaat teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan Islam. Fokus penelitian mencakup metode yang digunakan guru dan pengaruh lingkungan terhadap pembinaan akhlaq di lembaga non formal tersebut.

Diunggah oleh

Atikur Rohman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAQ ANAK DI TAMAN

PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ) NURUL HIDAYAH


DESA PECALONGAN KECAMATAN SUKOSARI
KABUPATEN BONDOWOSO
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

PROPOSAL

Oleh:
ARBI ZAINUR RIDLA
NIM: 202191010011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) AT-TAQWA
BONDOWOSO TAHUN
2024

1
STRATEGI GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAQ ANAK DI TAMAN
PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ) NURUL HIDAYAH
DESA PECALONGAN KECAMATAN SUKOSARI
KABUPATEN BONDOWOSO
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

PROPOSAL

Diajukan kepada :
Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso
Untuk penyusunan Skripsi Program Sarjana
Jurusan Tarbiyah Program Studi
Pendidikan Agama Islam

Oleh:

ARBI ZAINU RIDLA


NIM:202191010011

Telah disetujui oleh:


Pembimbing

Dr. Abdul Hafidz, S.Pd.I, M.Pd.I


NIDN. 2102028102

2
BAGIAN INTI:
A. Judul penelitian
“Strategi Guru Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Taman
Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Hidayah Desa Pecalongan
Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2024-
2025”
B. Konteks penelitian
Pendidikan merupakan usaha membimbing, mengembangkan segenap
potensi dasar anak yang berupa kemampuan dasar dan kemampuan
belajar, sehingga terjadi perubahan dalam kehidupan pribadinya sebagai
makhluk individual dan sosial serta sesuai dalam hubunganya dengan alam
sekitar, sesuai dengan norma-norma syari’ah dan akhlaqul karimah
(Muhammad Irwan H 202: 1-2).
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengenalan diri, kepribadian, kecerdasan, aklaq mulia
(Pristiwanti D & dkk 2022). Pendidikan sebagai hak bagi seluruh warga
negara, membedakan asal usul status ekonomi, hingga keadaan fisik
seseorang. Dalam system Pendidikan nasional yang tercantum dalam
undang-undang nomer 20 tahun 2003 pendidikan dijamin penuh tanpa
adanya dikriminasi dalam bentuk apapun, perihal inilah yang menjadi
urgensi pelaksaan Pendidikan ingklusi tanpa terkecuali disekolah dasar
(Yuwono I & dkk 2021: 4).
Pendidikan adalah hal yang paling utama dalam kehidupan era
sekarang ini. Pendidikan dapat diperoleh melalui jalur Pendidikan formal
atau non formal. Taman Pendidikan Al-Qu’an merupakan lembaga
Pendidikan non formal yang ikut serta dalam memajuukan dan
mencerdaskan anak bangsa, baik Pendidikan moral maupun agama
(Sulfasyah S & dkk 2016: 2).

3
Pendidikan adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk
mengubah manusia dengan segala potensinya agar menjadi lebih baik,
berkualitas, dan bermanfaat (Triono U dkk 2016). Salah satu Pendidikan
non formal dikalangan anak-anak usia dini ialah lembaga TPQ. Dimana
tujuan umum dari lembaga TPQ adalah untuk menjadikan peserta didik
menjadi generasi pecinta Al-Qur’an.
Pendidikan Al-Qur’an pada khususnya bersumberkan nilai-nilai dalam
menanamkan dan membentuk sikap hidup yang dijiwai oleh nilai-nilai
agama Islam, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan
sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melandasinya. Dalam hal ini,
Pendidikan Islam selain berisikan tentang sikap dan tingkah laku peserta
juga berisikan kemampuan dalam ilmu pengetahuan yang sejalan dengan
nilai-nilai Islam yang menjadi dasarnya (Sanusi U & dkk 2018: 8).
Pendidikan Islam merupakan sebuah Pendidikan yang harus dilakukan
secara sadar untuk mencapai tujuan yang jelas melalui syariat Islam.
Pendidikan Islam berlaku universal dan hendaknya diarahkan untuk
menyadarkan manusia bahwa diri mereka adalah hamba tuhan yang
berfungsi menghambakan kepadanya, jadi tujuan Pendidikan Islam adalah
menyadarkan manusia agar dapat mewujudkan penghambaan diri kepada
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala (Alam L 2016: 106).
Menurut Akhmad Mrimba dkk dalam buku Rahman F & dkk (2016)
Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani, berdasarkan hukum-
hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama
menurut ukuran-ukuran agama Islam, dengan pengertian yang lain sering
kali beliau mengatakan kepribadian utama dengan istilah kepribadian
muslim, yaitu kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam.
Pendidikan dalam Islam adalah sarana untuk menuju kearah
penyempurnaan akhlaq. Dengan kata lain, Pendidikan dalam Islam
merupakan fungsi untuk mencapai keluhuran akhlaq, sedangkan lembaga
Pendidikan adalah aspek material untuk menjalankan fungsi tersebut.

4
Akhlaq merupakan sikap yang tertanam dalam jiwa seseorang yang
berakibat timbulnya berbagai perbuatan secara spontan tanpa disertai
pertimbangan. Akhlaq dapat juga diartikan sebagai perangai yang menetap
pada diri seseorang dan merupakan sumber munculnya perbuatan-
perbuatan tertentu dari dirinya secara spontan tanpa adanya pemaksaan.
Dari berbagai pengertian akhlaq dapat ditarik sebuah benang merah bahwa
akhlaq adalah sifat dasar manusia yang dibawa sejak lahir dan tertanam
dalam dirinya (Dedi wahyudi, 2017: 2).
Dalam menanamkan akhlaq pada diri seorang peserta didik tidak
hanya dilakukan di lembaga Pendidikan formal atau in formal akan tetapi
juga dapat diterapkan di lembaga non formal yang ada di masyarakat salah
satunya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) disamping Taman
Pendidikan Al-Qur’an mengajarkan tentang Al-Qur’an, Taman Pendidikan
Al-Qur’an juga mengajarkan tentang ibadah, akidah, dan juga akhlaq
terutama di Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Hidayah.
Akhlaq merupakan perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa
seseorang, sehingga telah menjadi kepribadianya (Nurjaman R A, 2011:
132). Akhlaq Islam dapat dikatakan sebagai akhlaq yang Islami adalah
akhlaq yang bersumber pada ajaran Alloh dan Rasulnya. Akhlaq Islami
merupakan amal perbuatan yang sifatnya terbuka sehingga dapat
menjadikan indikator seseorang apakah seorang muslim yang baik atau
buruk (Makbuloh D 2011: 139).
Hubungan ilmu Pendidikan dengan akhlaq dalam hal teoritik itu
sangat mendasar. Sebab, pengaruh dunia Pendidikan sangat besar sekali
terhadap perilaku seseorang. Pembinaan akhlaq pada anak di pendidikan
itu sangat penting terutama dalam Pendidikan non formal. Oleh karna itu
peneliti tertarik pengajukan penelitian yang berjudul : “Strategi guru dalam
pembinaan akhlaq anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul
Hidayah Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso
Tahun Pelajaran 2024/2025”.

5
C. Fokus penelitian
1. Bagaimana strategi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an dalam
pembinaan akhlaq anak di TPQ Nurul Hidayah Desa Pecalongan
Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran
2024/2025?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi dalam pembinaan akhlaq anak di
TPQ Nurul Hidayah Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten
Bondowoso Tahun Pelajaran 2024/2025?
D. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini, diantaranya:
1. Mendeskripsikan strategi guru dalam pembinaan akhlaq anak di TPQ
Nurul Hidayah Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten
Bondowoso Tahun Pelajaran 2024/2025.
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembinaan
akhlaq anak di TPQ Nurul Hidayah Desa Pecalongan Kecamatan
Sukosari Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2024/2025.
E. Manfaat penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka peneliti berharap dapat
memberikan manfaat kepada para pembaca baik secara teoretis maupun
praktis. Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis,
penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan yang berguna
untuk penelitin selanjutnya dan merupakan salah satu rujukan dalam
mengembangkan ilmu Pendidikan, sekaligus memperkaya gudang
pemikiran di bidang pendidikan Islam
2. Manfaat Praktis
Adapun manfaat praktis dalam penelitian inii adalah sebagai berikut:
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber
informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian lebih
lanjut terkait dengan strategi guru dalam pembinaan akhlaq anak.

6
b. Bagi Lembaga
Semoga hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat
dan masukan bagi lembaga TPQ Nurul Hidayah sebagai bahan
pertimbangan dan evaluasi dalam peningkatan pembinaan akhlaq
anak.
F. Definisi istilah
a. Strategi Guru
Dalam dunia Pendidikan strategi diartikan sebagai a plan, method
or series of activities designed to achieves a partic ular educational (J.
R. David, 1976). Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat
diartikan sebagai perencana yang berisi tentang rangkaian kegiatan
yang di desain untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu (Sanjaya W
:126).
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis besar
Haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah
ditentukan, dengan demikian strategi pada intinya adalah langkah-
langkah terencana yang bermakna luas dan mendalam berdasarkan
pada teori dan pengalaman tertentu (Nata A: 206). Strategi guru yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah langkah-langkah yang dilakukan
guru untuk membina akhlaq anak dengan menggunakan 4 metode
yaitu: metode peniruan atau teladan, metode reward, metode
punishment, metode pengontrolan.
b. Akhlaq Anak
Kata “akhlaq” berasal dari Bahasa arab yaitu jama’ dari kata
“khuluqun” yang secara linguistik diartikan dengan budi pekerti,
perangai, tingkah laku atau tabiat. Kata “akhlak” juga berasal dari
“khalaqa” atau “khalqun” artinya kejadian, serta erat hubungan
dengan “Khaliq” artinya menciptakan Tindakan atau perbuatan,
sebagaimana terdapat kata “al Khaliq” artinya pencipta dan
“makhluq” artinya yang di ciptakan (Syarbini A: 31).

7
Kedudukan akhlaq memiliki posisi yang sangat penting, yaitu
sebagai salah satu rukun agama, akhlaq memberikan manusia peran
yang sangat penting dalam kehidupan, baik yang bersifat individu
maupun bersama-sama (bermasyarakat) (Sari B dkk:14).
Akhlaq anak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkah
laku baik yang telah tertanam pada diri anak tersebut sehingga
menjadi suatu kebiasaan dalam keseharianya.
G. Tinjauan Teoretik
1. Penelitian terdahulu
Beberapa penelitian yang hampir sama dengan penelitian yang
dilakukan oleh peneliti yang menjadikan TPQ sebagai subjek
penelitian. Diantaranya adalah:
a. Hasil Penelitian Rahayu Ningsih (2020-2021)
Penelitian Rahayu Ningsih (2020-2021) yang berjudul
strategi guru TPQ dalam meningkatkan motivasi belajar santri di
TPQ Al-Fattah Durenan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan
merupakan penelitian yang mengunakan metode deskriptif
kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
strategi guru TPQ dalam meningkatkan motivasi belajar santri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan
bahwa,memberitahukan tujuan belajar dan dorongan belajar
kepada anak dapat meningkatkan motivasi belajar,karna semakin
jelas tujuan belajar, maka akan semakin tinggi pula motivasi
dalam belajar.
b. Hasil Penelitian Amilya Nurul Erindha (2021-2022)
Penelitian Amilya Nurul Erindha (2021-20220 yang berjudul
Peran Guru Dalam Membentuk Moral Anak Di TPQ Bani Adnan
Wonocolo Surabaya merupakan penelitian yang menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peran guru, kendala yang dialami, dan solusi yang

8
dilakukan dalam mengajarkan akhlak kepada anak di TPQ Bani
Adnan.
Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran
moral di TPQ Bani Adnan melalui kegiatan sehari-hari yaitu
berdoa sebelum dan sesudah belajar, menghafal surat surat
pendek, membaca jilid Bersama menggunakan metode Tilawati,
dan memberikan contoh akhlaq sehari-hari.
c. Hasil Penelitian Anda Hidayatullah (2019-2020)
Penelitian Anda Hidayatullah (2019-2020) berjudul Strategi
Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Santri di TPQ Al-Karim Kota Bengkulu merupakan penelitian
yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Strategi Guru Dalam Meningkatkan
Kemampuan Membaca Al-Qur’an santri TPQ Al-Karim Kota
Bengkulu
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan
bahwa startegi yang digunakan oleh guru TPQ Al-Karim yaitu
membiasakan budaya antri dengan Menyusun Al-Qur’an atau
Iqra’ diatas meja guru sebelum pembelejaran membaca Al-Qur’an
dimulai.

Tabel 1.1. Penelitian Terdahulu


No Nama/instansi Penelitian Persamaan Perbedaan
Terdahulu
1 Rahayu Stategi Guru TPQ Membahas Membahas
Ningsih Dalam tentang startegi tentang strategi
(2020-2021) Meningkatkan guru dan sama guru dalam
Motivasi Belajar sama pembinaan akhlaq
Santri menjadikan anak di TPQ
TPQ sebagai
subjek

9
penelitian
2 Amilya Nurul Peran Guru Dalam Sama sama Membahas
Erindha membentuk moral menjadikan tentang strategi
(2021-2022) anak di Taman TPQ sebagai guru dalam
prndidikan Al- subjek pembinaan akhlaq
Qur’an penelitian anak di TPQ
3 Anda Strategi guru Membahas Membahas
Hidayatullah dalam tentang Startegi tentang Strategi
(2019-2020) meningkatkan Guru dan sama Guru Dalam
kemampuan sama Pembinaan
membaca Al- Menjadikan Akhlaq di TPQ
Qur’an santri di TPQ Sebagai
TPQ Subjek
Penelitian

2. Kajian Teori Strategi guru dan Taman Pendidikan Al-Qur’an


a. Strategi Guru Taman Pendidikan Al – Qur’an
Istilah strategi berasal dari kata benda dan kata kerja dalam
Bahasa Yunani. Sebagai kata benda strategos merupakan
gabungan dari kata stratos (militer) dengan ago (memimpin).
Sebagai kata kerja, strategos berarti merencanakan (to plan
actions). Menurut (Djamarah S B, 2002:10) strategi merupakan
sebuah cara atau metode, sedangkan secara umum strategi
memiliki pengertian suatu garis besar haluan untuk bertindak
dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sanjaya
(2007) menyebutkan dalam buku Qosim A S strategi diartikan
sebagai perencanaan yang memuat tentang rangkaian kegiatan
dalam pembelajaran yang di desain khusus untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Abd Rahman Assegaf mengemukakan dalam buku ilmu
pendikakan Islam Taman Pendidikan Al – Qur’an adalah lembaga

10
Pendidikan Islam tingkat dasar diluar sekolah, pesertanya secara
umum memang ditujukan pada anak anak usia taman kanak-
kanak, tetapi pada prakteknya sering ditemui anak anak usia SD
atau SLTP bahkan terkadang SLTA yang ingin lancar membaca
Al-Qur’an, jangkauannya sangat luas dari kota-kota besar sampai
kepelosok desa, hampir dapat di pastikan setiap ada masjid atau
musolla disana pasti ada TPQ (Hanafi H dan Dkk :485).
Berdasarkan pendapat Abd Rahman Assegaf dapat
disimpulkan bahwa Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah lembaga
Pendidikan Islam yang berada diluar lembaga Pendidikan sekolah
dan berada dilingkungan masyarakat dimana kegiatan
pendidiknya diperuntukkan bagi anak mulai usia taman kanak-
kanak hingga selanjudnya yang belum memiliki kemampuan
membaca Al-Qur’an dan kurang lancar membaca Al-Qur’an.
b. Materi Pelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an
Materi pelajaran merupakan hal yang sangat penting yang
diberikan pendidik kepada peserta didik untuk memahami
pembelajaran. Didalam materi pembelajaran tentu harus jelas
sumber belajarnya agar tidak melenceng dari tujuan Pendidikan.
Sumber belajar adalah suatu sistem yang terdiri dari
sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja
dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual
(Prastowo A, 2018: 1).
Materi pelajaran yang ada di Taman Pendidikan Al-Qur’an
dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu materi pokok dan materi
penunjang. Materi pokok yang ada di Taman Pendidikan Al-
Qur’an terbagi menjadi dua yaitu menggunakan buku iqro’ dan
Al-Qur’an, materi yang digunakan dalam buku iqro’ dimulai dari
jilid satu sampai jilid enam. Sedangkan untuk Al-Qur’an ada tiga
tingkatan yaitu Marhalah 1 samapi marhalah 3, Sedangkan materi
penunjang merupakan materi yang diberikan untuk bahan

11
tambahan atau pelengkap dari materi pokok yaitu: menulis,
menghafal do’a-do’a dan bacaan ibadah.
3. Kajian Teori Pembinaan Akhlaq Anak
a. Pengertian Pembinaan Akhlaq
Pembinaan merupakan suatu proses yang dilakukan atau
perencanaan tertentu dengan tujuan mempertahankan,
mengembangkan perbuatan, serta langkah-langkah yang telah kita
gapai. Akhlak dapat diartikan dengan sikap yang telah melekat
pada diri seseorang dan secara langsung dapat diwujudkan
didalam tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan didalam
kegiatan sehari hari.
Pembinaan akhlaq pada anak dapat dilakukan oleh berbagai
pihak (orang tua,guru dan sebagainya) (Hiyroh D E, 2022: 21-22).
Dalam Pendidikan Islam kedudukan akhlaq memiliki peran yang
sangat penting sebagaimana Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi
Wassallama Bersabda :

‫َأْكَم ُل اْلُم ْؤ ِمِنْيَن ِإْيَم اًنا َأْح َس ُنُهْم ُخ ُلقًا‬


“Orang mukmin yang paling sempurna keimananya adalah orang
yang sempurna budi pekertinya” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).

b. Konsep Dalam Pembinaan Akhlaq


Berkaitan dengan konsep pembinaan akhlaq dengan metode
yang digunakan oleh pendidik (Pembina) terkait nilai-nilai akhlaq
dibutuhkan ulasan yang mendalam, karna metode yang digunakan
oleh seorang pendidik harus sesuai dengan taraf pertumbuhan
seorang anak karna pengaruh sangat besar terhadap
perkembangan serta pembentukan akhlak anak. Ada beberapa
metode dalam konsep pembinaan akhlaq, diantaranaya:

12
1) Metode Peniruan atau Teladan
Metode peniruan atau keteladanan sebagai strategi
pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan
agama Islam. Dalam penerapan metode ini keteladanan
merupakan tujuan bukan sekedar alat, dengan menjadikan
keteladanan sebagai tujuan, maka guru menjadi target dalam
menerapkan metode ini. Metode keteladan merupakan
metode tertua dan tersulit, walaupun demikian, seorang guru
mempunyai keharusan menerapkan dalam kesehariaanya
(Hamid A. 2021).
2) Metode Reward
Reward merupakan salah satu cara guru dalam
mengapresiasi siswa dalam perbuatannya yang patut di puji,
menurut Mulyasa dalam buku (Zaiful rosyid dkk,8) reward
adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat
meningkatkan kemungkinan terulang kembalinya tingkah
laku tersebut.
3) Metode Punishment
Punishment secara Etimologi adalah hukuman atau
balasan sedangkan secara Terminologi, punishment adalah
sebagai alat Pendidikan yang diberikan kepada peserta didik
Ketika peserta didik melakukan hal-hal yang buruk atau tidak
mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu sehingga
peserta didik menyadari kesalahannya dan tidak akan
mengulangi kesalahan yang sama (Rasyid Z, dkk 2018).
Punishment sebagai metode dalam Pendidikan akan
mengisolasi perkataan dan perbuatan peseta didik kepada
arah yang lebih baik, punishment diberikan kepada seorang
karna melakukan suatu kesalahan.

13
4) Metode Pengontrolan
Pengontrolan sering disebut sebagai pengawasan atau
pengendalian, pengontrolan menjadi salah satu nilai dalam
masyarakat, tujuan dari pengontrolan yaitu untuk menjaga
kualitas dan kuantitas suatu proses.
c. Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pembinaan Akhlaq
1) Faktor Pendukung
a) Orang Tua
Di dalam rumah tangga keteladalan orang tua
merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan
anak-anaknya, baik pada ibu atau ayahnya, seorang anak
cenderung mengidentifikasi dirinya dengan orang
tuanya. Segala yang bertentuk tingkah laku, ucapan, atau
gerak gerik yang dilakukan sehari-hari oleh orang tua
anak cenderung memperhatikan dan diikuti, paling tidak
oleh anaknya akan di kritisi.
Setiap orang tua yang berkeinginan anaknya dapat
mencapai prestasi belajar yang memuaskan disekolah,
harus bersedia memberikan dorongan kepada anak untuk
dapat belajar dirumah sehingga anak akan lebih giat
dalam belajar (Muslim 2020:15).
b) Masyarakat
Di dalam Pendidikan Islam terdapat dua lingkungan
Pendidikan yaitu lingkungan Pendidikan yang berada di
dalam sekolah serta lingkungan yang berada di luar
sekolah. Adapun lingkungan yang berada di luar
sekolah mencakup keluarga serta masyarakat.
Nasution 2010, menyebutkan dalam buku (Abdul
Rahmad 2020) hubungan masyarakat adalah seuatu
usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara

14
berkesenambungan untuk menciptakan saling
pengertian antara sebuah lembaga dengan masyarakat.
2) Faktor Penghambat
a) Internet
Munculnya internet yang dijadikan salah satu
sumber ilmu pengetahuan ternyata dapat juga kesalah
gunaan oleh anak-anak zaman sekarang akibatnya dapat
menyebabkan terjadinya berbagai prilaku yang tidak
diingikan seperti halnya seorang anak yang bermain
game tidak mengetahui batas waktu, sehingga waktu
tersebut malah di manfaatkan untuk bermain, lupa
dengan waktu belajar yang terhabiskan dengan
percuma.
Menurut Soeparno dan Sandra 2011 dalam buku
Mulawarman dkk dunia maya seperti layaknya media
sosial yang merupakan sebuah revolusi besar yang
mampu mengubah prilaku manusia.
b) Teman Sebaya
Pertemanan juga memiliki sisi negatif, selain
pengaruh baik biasanya berteman juga memperoleh
pengaruh yang buruk, dalam hal ini petunjuk bagi
orang tua agar lebih hati-hati dalam memilih teman
untuk anak-anaknya,
Dalam hal ini teman sebaya juga memiliki peran
penting, salah satu peran yang paling penting dari
teman sebaya adalah bahwa mereka memberi anak-
anak kesempatan untuk mendapatkan umpan balik
tentang keterampilan mereka dari sekelompok teman
sebaya.

15
H. Metode penelitian:
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dilihat dari segi cara menganalisnya, penelitian terbagi manjadi
penelitian yang bersifat kualitatif dan yang bersifat kuantitatif.
Dikarnakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
penelitian kualitatif, yaitu: Menurut Denzin dkk (1994) dalam buku
(Anggito A dkk) menyatakan bahwa penelitian kualitatif penelitian
yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan
fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai
metode yang ada.
Sedangkan peneliti dalam penelitian ini mengunakan jenis
penelitian field research. Field research adalah penelitian lapangan,
dimana peneliti terjun langsung ketempat penelitian untuk memperoleh
data.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif, peneliti melakukan penelitian secara
menyeluruh terhadap suatu objek, peneliti menjadi instrument utama
dalam suatu penelitian kualitatif, peneliti wajib hadir dan turun
langsung ke lapangan karna membutuhkan data yang sangat valid yang
diperoleh di lapangan melalui peran informal, peneliti merupakan
tokoh utama dalam lokasi penelitian. Dalam hal ini peneliti akan turun
langsung ke lapangan setelah mendapatkan surat izin peneliti sesuai
dengan waktu yang dijadwalkan.
3. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian kualitatif, yang
mana salah satu sumber utama untuk memperoleh data penelitian,
yaitu data informan. Dalam penelitian ini jumlah informan
InsyaAllohu Ta’ala berjumlah sebanyak 4 informan yang terdiri dari:
1. Kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an
2. Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an
3. Orang tua / wali santri

16
4. Masyarakat sekitar
4. Sumber Data
a. Sumber Data Primer
Sumber data primer dalam penelitian ini InsyaAllohu Ta’ala
adalah semua data yang diperoleh melalui keterangan atau kata
yang diucapkan oleh para guru/ustadzah yang mengikuti
Pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Hidayah.
b. Sumber Data Sekunder
Dalam penelitian ini sumber data sekundernya adalah
wawancara dari orang tua yang memiliki anak yang mengikuti
pembelajaran di TPQ Nurul Hidayah serta masyarakat sekitar,
selain itu, sumber data sekunder insyalloh juga meliputi dokumen.
Dalam hal ini, dokumen yang digunakan insyalloh adalah dokumen
resmi di TPQ Nurul Hidayah Desa Pecalongan Kidul Kali
Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso.
5. Tekhnik Pengumpulan Data
a. Wawancara
Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk
mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti
dengan informan atau subjek penelitian. Dengan kemajuan
tekhnologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja
dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi.
Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk
memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau
tema yang diangkat dalam penelitian. Atau merupakan proses
pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah di
peroleh lewat Teknik yang lain sebelumnya (Suheri, 2017).
Adapun tahapan yang dilakukan oleh peneliti, yakni
mengenalkan diri, menjelaskan maksud kedatangan, menjelaskan
isi wawancara, serta mengajukan beberapa pertanyaan yang

17
berkaitan dengan strategi guru dalam pembinaan akhlaq anak di
Taman Pendidikan Al-Qur’an.
b. Observasi
Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan
panca indra, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk
memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah
penelitian. Hasil observasi berupa aktifitas, kejadian, objek,
kondisi, atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang.
Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran real suatu
peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan (Suheri, 2017).
Dalam hal ini peneliti akan mengamati suasana pembelajaran
dikelas, sarana dan prasarana, keadaan siswa, termasuk kegiatan
pembinaan yang dilakukan oleh para guru di TPQ Nurul Hidayah.
c. Dokumentasi
Selain melalui wawancara dan observasi, informan juga bisa
diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan
harian, arsip foto, hasil rapat, cendra mata, jurnal kegiatan dan
sebagainya. Data berupa dokumen sepertinya bisa dipakai untuk
menggali informasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu
memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen
tersebut sehingga sekedar barang yang tidak bermakna (Suheri,
2017).
Dalam hal ini, dokumentasi yang akan peneliti kumpulkan
InsyaAllohu Ta’ala yaitu latar belakang berdirinya lembaga TPQ,
profil, keadaan siswa, suasana kelas serta guru dan orang tua yang
berperan sangat penting dalam pembinaan anak.
6. Analisis data
Dalam penelitian kualitatif, analisis data merupakan bagian proses
penelitian yang sangat penting, karena manfaat akan nampak dengan
analisis data terutama dalam hal memecahkan masalah penelitian
untuk mencapai tugas akhir penelitian. Dalam penelitian kualitatif

18
Teknik analisis data diarahkan untuk menjawab pertayaan penelitian
yang sudah disediakan.
Dalam penelitian ini data yang diperoleh dari lapangan berupa data
kualitatif, maka Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Teknik dengan model interaktif.
Dalam proses reduksi data kegiatan ini merupakan seleksi data
yang mana dapat didefinisikan sebagai proses pemilihan data,
pemusatan perhatian pada penyederhanaan, membuang yang tidak
perlu kegiatan ini dapat diartikan sebagai proses seleksi data, Setelah
reduksi data, data tersebut menjadi tersusun yang mana bisa
memberikan sebuah kemungkinan adanya penarikan kesimpulan.
Dengan proses penyajian data, peneliti akan mengerti apa yang terjadi
dan proses apa yang harus dilakukan berdasarkan pemahaman tentang
data yang disajikan.
Setelah data disajikan data tersebut kemudian ditarik kesimpulan.
Dalam penarikan kesimpulan, kesimpulan yang diambil ditangani
secara longgar dan tetap terbuka sehingga kesimpulan yang semula
belum menemukan titik jelas meningkat menjadi kuat.
7. Keabsahan Data
Nilai data dalam penelitian ini tergantung pada penggunaan Teknik
trianggulasi sumber dan triangglasi metode. Trianggulasi adalah suatu
Teknik untuk menguji keabsahan data, dengan menggunakan apa yang
ada diluar data sebagai perbandingan. Pada saat yang sama,
trianggulasi sumber melibatkan perbandingan dan pemeriksaan silang
keandalan informasi yang diperoleh dengan menggunakan alat yang
berbeda dan pada waktu yang berbeda.
Dan trianggulasi metode dilakkukan dengan mendapatkan level
kepercayaan dengan melakukan pengecekan Teknik pengumpulan
datanya atau sumber datanya (Suheri, 2017).

19
DAFTAR PUSTAKA

Abdul R (2021). Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Mengelola Partisipasi


Masyarkat Dalam Peningkatan Mutu Sekolah. Yogyakarta: Zahir
Publishing.
Abdul hamid (2021). Penerapan metode keteladanan sebagai strategi
pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan agama
Islam, (Bangkalan).
Abdul majid 20013.perencanaan pembelajaran.bandung:remaja rosda karya,
Abuddin Nata (2009). perspektif Islam tentang strategi pembelajaran,
(jakarta:kencana).
Amirulloh syarbini (2016). Pendidikan karakter berbasis keluarga,
(Yogyakarta:Ar-ruzz media).
As-sijistani,sunan abu daud,kitab:as-sunnah,bab:ad-dalil ala siyadah al imam
wanuqshanih, nomor hadits:4684:at-tirmidzi, sunan at-tirmidzi,
kitab:arrada’. bab;haq almar’ah,ala saujiha,nomor hadits:1162.
Bambang warsita(2008),teknologi pembelajaran,landasan dan aplikasinya,
(Jakarta:rineka cipta,2008).
Dahlia el hiyaroh,2018, strategi pembinaan akhlak santri, bogor; Guepedia
Deden M (2011). Pendidikan Agama Islam,Arah Baru Pengembangan Ilmu Dan
Kepribadian Diperguruan Tinggi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Dedi Wahyudi, (2018). Pengantar akidah akhlak dan pembelajaranya,
Yogyakarta: Lintang Rasi Aksara Books
Densin dan Lincoln, (1994),konsep dasar penelitian kualitatif.
Fahrur R & dkk (2016). Pendidikan Islam Bidang Akhlak. Bogor: Guepedia
Hamzah ya’qub, etika Islam (bandung: dipeonegoro,1996).
Imam Y & dkk (2021). Strategi Pembelajaran Kreatif Dalam Pendidikan Inklusi
Di Jenjang Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu,5,4.
Lukis Alam (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Perguruan
Tinggi Umum Melalui Lembaga Kampus. Jurnal Pendidikan Islam,1,2.

20
Moh zaifur Rosyid, ddk (2018) Reward dan punishment dalam Pendidikan.
(Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi).
M irwan H, (2021). Strategi pembinaan akhlaq pada Taman Pendidikan Al-Qur’an
Anwarul Masalik. Jurnal Pendidikan dan sosial budaya,1,1.
Sanjaya & wina.2007. strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidika. jakarta: kancana prenada media grup.
Sulfasyah S & dkk (2016). Implikasi Pendidikan Non Formal Pada Remaja. Jurnal
Pendidikan,4,2.
Soeparno & Sandra (2011). Problematika pengunaan internet.
Suheri (2017). Teknik-teknik menulis PTK,Skripsi dan Tesis,(Surabaya:imtiyaz)
Urip Triono dkk (2018) bunga rampai Pendidikan. (Yogyakarta: CV Budi
Utama).
Uci Sanusi (2018). Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta. CV Budi Utama

21

Anda mungkin juga menyukai