MENTERI KOPERASI
REPUBLIK INDONESIA
PETUNJUK PELAKSANAAN MENTERI KOPERASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 01 TAHUN 2025
TENTANG
PEMBENTUKAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH
1. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat (1) mengatur bahwa
perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Sesuai dengan
amanat Pasal 33 ayat (1) bahwa salah satu bentuk usaha bersama tersebut diwujudkan dalam bentuk
koperasi. Untuk mewujudkan amanat pasal 33 ayat (1) dan dalam upaya menciptakan perekonomian
nasional yang inklusif dan berkeadilah, Presiden Republik Indonesia,
b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502)sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6856); Tanggal 21 Oktober 1992
c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang Nomor 02 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-undang
Tanggal 13 Maret 2023
d. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021
Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6619);
e. Peraturan Presiden Nomor 197 Tahun 2024 tentang Kementerian Koperasi (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 394);
f. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 9 Tahun 2018 tentang
Penyelenggaraan dan Pembinaan Perkoperasian (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor
833);
g. Peraturan Menteri Koperasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Organisasi Dan Tata
Kerja Kementerian Koperasi Tanggal 24 Desember 2024
h. Intruksi Presiden No 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kel Merah Putih
Tanggal 27 Maret 2025
i. Surat Edaran Menteri Koperasi No 1 Tahun 2025 Tentang Tata cara Pembentukan Koperasi Desa Merah
Putih Tanggal 18 Maret 2025
j. Petunjuk Pelaksaan Menteri Koperasi No 1 Tahun 2025 Tentang Pembentukan Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih Tanggal 12 April 2025
k. Surat Edaran Menteri Desa dan PDT Nomor 6 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Percepatan
Pelaksanaan Pembentukan Kopdes Merah Putih Tanggal 11 April 2025
l. Surat Edaran Dirjen Pembangunan Desa dan perdesaan Kementerian Desa dan PDT RI Nomor :
142/PDP.04.01/v/2025 tentang Pelaksanaan atas kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang
Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan
Tanggal 02 Mei 2025
m. Surat Camat Cipanas Nomor : 500/44/Cpn IV/2025 Tentang Pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus
(Musdesus) Koperasi Merah Putih Tangga; 16 April 2025
n. Surat Edaran Menteri Desa dan PDT Nomor B-143/PDP.04.01/V/2025 tentang Penggunaan Dana Desa
untuk Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Tanggal 06 Mei 2025
o. Surat edaran kementrian dalam negeri Nomor : 500.3/2438/SJ Tentang Percepatan Pembentukan
Koperasi Desa/Keluarahan Merah Putih Tanggal 07 Mei 2025
p. Surat edaran kementrian Keuangan Nomor : S-9/MK/PK/2025 Tentang Penyaluran Dana Desa Tahap
II Tahun Anggaran 2025 Tanggal 14 Mei 2025
Adapun manfaat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai berikut:
a. meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa;
b. menciptakan lapangan kerja;
c. memberikan pelayanan secara sistematis dan cepat;
d. meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi melalui koperasi;
e. modernisasi manajemen sistem perkoperasian;
f. menekan harga di tingkat konsumen;
g. meningkatkan harga di tingkat petani hingga nilai tukar petani (NTP) atau
kesejahteraan petani naik;
h. menekan pergerakan tengkulak;
i. memperpendek rantai pasok;
j. meningkatkan inklusi keuangan;
k. menjadi akselerator, konsolidator, dan agregator usaha mikro, kecil dan
menengah;
l. menekan tingkat kemiskinan ekstrem; dan
m. menekan inflasi.
2. RUANG LINGKUP
pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ruang lingkup Petunjuk
Pelaksanaan ini meliputi:
a. mekanisme pembentukan, penamaan, dan sosialisasi Koperasi Desa/Kelurahan
Merah Putih;
b. pengurus, pengawas, dan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih;
c. pendirian koperasi baru;
d. pengembangan koperasi yang sudah ada;
e. revitalisasi koperasi;
f. tata cara pelaksanaan penggabungan koperasi; dan
g. bidang usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
3. PENGERTIAN UMUM
Pengertian umum, terminologi, dan istilah dalam Petunjuk Pelaksanaan ini dijelaskan
sebagai berikut:
a. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan
hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
b. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah koperasi yang beranggotakan warga
yang berdomisili di desa atau kelurahan yang sama dan dibuktikan dengan kartu
tanda penduduk.
c. Koperasi Aktif adalah Koperasi yang dalam 3 (tiga) tahun terakhir secara berturut-
turut mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) dan melakukan kegiatan usaha
untuk melayani anggota.
d. Koperasi Tidak Aktif adalah koperasi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota
dalam 3 (tiga) tahun berturut-turut dan atau tidak melaksanakan kegiatan usaha.
e. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya
disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah
yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal
usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
f. Kelurahan adalah bagian wilayah dari Kecamatan sebagai perangkat Kecamatan.
g. Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh 2 (dua) atau lebih
badan hukum koperasi untuk menjadi satu badan hukum koperasi berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
h. Kuasa Pendiri adalah beberapa orang, diantara para pendiri yang diberi kuasa oleh
para pendiri untuk menandatangani akta pendirian dan mengurus permohonan
pengesahan akta pendirian Koperasi.
i. Akta Pendirian Koperasi adalah akta perjanjian yang dibuat oleh para pendiri
dalam rangka pembentukan Koperasi, dan memuat anggaran dasar Koperasi.
j. Anggaran Dasar Koperasi adalah aturan dasar tertulis yang memuat ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
tentang Perkoperasian.
k. Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang wajib
dibayarkan kepada Koperasi pada saat masuk menjadi anggota, yang tidak dapat
diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
l. Simpanan Wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang
wajib dibayar anggota kepada Koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu,
yang tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi
anggota.
m. Hibah adalah pemberian dengan sukarela dengan mengalihkan hak atas uang
dan/atau barang kepada Koperasi.
n. Pendiri adalah orang-orang atau beberapa Koperasi yang memenuhi persyaratan
keanggotaan dan menyatakan diri menjadi anggota serta hadir dalam rapat
pendirian Koperasi.
o. Musyawarah Desa Khusus adalah musyawarah antara badan permusyawaratan
desa, pemerintah desa, dan sebanyak mungkin partisipasi masyarakat desa untuk
menyepakati pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
p. Musyawarah Kelurahan Khusus adalah musyawarah antara lembaga musyawarah
kelurahan atau nama lain yang sejenis, pemerintah kelurahan, dan sebanyak
mungkin partisipasi masyarakat kelurahan untuk menyepakati pembentukan
Koperasi Kelurahan Merah Putih.
q. Sistem Administrasi Badan Hukum yang selanjutnya disingkat SABH adalah
perangkat pelayanan jasa teknologi informasi Pengesahan Akta Pendirian Koperasi,
Perubahan Anggaran Dasar, dan Pembubaran Koperasi secara elektronik yang
diselenggarakan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang hukum.
r. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang selanjutnya disebut KBLI adalah
kode klasifikasi yang diatur oleh lembaga pemerintah nonkementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik.
s. Notaris Pembuat Akta Koperasi yang selanjutnya disingkat NPAK adalah Pejabat
Umum yang diangkat berdasarkan peraturan jabatan notaris, yang diberi
kewenangan antara lain untuk membuat Akta Pendirian Koperasi, akta perubahan
anggaran dasar dan akta-akta lainnya yang terkait dengan kegiatan Koperasi.
t. Pengurus adalah anggota Koperasi yang diangkat dan dipilih dalam rapat anggota
untuk mengurus organisasi dan usaha Koperasi.
u. Pengawas adalah anggota Koperasi yang diangkat dan dipilih dalam rapat anggota
untuk mengawasi pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi.
v. Pengelola adalah anggota Koperasi dan/atau pihak ketiga yang diangkat oleh
Pengurus dan diberi wewenang untuk mengelola usaha Koperasi.
w. Keluarga Semenda adalah satu pertalian kekeluargaan karena perkawinan
dan/atau pertalian darah antara salah seorang dari suami isteri dan keluarga
sebagai orang tua, anak, mertua, besan, menantu, suami, isteri, saudara kandung
atau ipar.
x. Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang Koperasi.
y. Dinas adalah dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di
bidang Koperasi.
4. SUSUNAN ACARA MUSDESUS KOPERASI DESA MERAH PUTIH
DURASI AGENDA ACARA
2 menit Pembukaan
5 menit Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
12 menit Sambutan Kepala Desa setempat
Penayangan Video Bapak Presiden terkait dengan
5 menit
Koperasi Desa Merah Putih
3 menit Pembacaan Doa
10 menit Pemilihan Pimpinan Rapat (3 orang)
Pembahasan penjelasan maksud dan tujuan pembentukan Koperasi
15 menit
Desa Merah Putih (Dinas Koperasi/Pendamping)
15 menit Pemilihan Pengurus dan Pengawas
Pembahasan permodalan (menetapkan Simpanan Pokok dan Wajib) serta
15 menit
permodalan lainnya
Pembahasan bidang usaha dan rencana kerja (KBLI, model bisnis,
30 menit
mitigasi risiko, prospektus bisnis)
10 menit Penetapan domisili kantor Koperasi Desa Merah Putih
15 menit Masukan dan saran
10 menit Pembacaan kesimpulan keputusan rapat dan pengesahan rapat
5 menit Penutup
5. MEKANISME PENAMAAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH
a. diawali dengan kata “Koperasi”;
b. dilanjutkan dengan frasa “Desa Merah Putih”
c. diakhiri dengan nama desa setempat; dan
d. dalam hal terdapat kesamaan nama desa maka ditambahkan nama
kecamatan/kabupaten/kota.
CONTOH :
KOPERASI DESA MERAH PUIH CIPANAS KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR
6. PENGURUS KOPERASI DESA MERAH PUTIH
Persyaratan :
a. Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus memenuhi persyaratan:
1) Mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian, jujur, loyal dan berdedikasi
terhadap Koperasi;
2) mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat
kewirausahaan;
3) tidak mempunyTai hubungan keluarga sedarah dan hubungan Keluarga Semenda
sampai derajat kesatu dengan Pengurus lain dan Pengawas; dan
4) tidak berasal dari unsur Pimpinan Desa.
b. Jumlah Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus ganjil dan paling
sedikit 5 (lima) orang, yang terdiri dari ketua, wakil ketua bidang usaha, wakil ketua
bidang keanggotaan, sekretaris, bendahara, dengan memperhatikan keterwakilan
perempuan.
c. Pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk
mengelola usaha.
7. PENGAWAS KOPERASI DESA MERAH PUTIH
Persyaratan :
a. Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus memenuhi persyaratan:
1. mempunyai pengetahuan, keterampilan kerja, jujur dan berdedikasi terhadap
koperasi;
2. tidak pernah menjadi pengawas atau pengurus suatu koperasi atau komisaris
atau direksi suatu perusahaan yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan
koperasi atau perusahaan itu dinyatakan pailit;
3. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan
koperasi, keuangan negara, dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan,
dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan;
4. Ketua Pengawas Koperasi Desa Merah Putih dijabat oleh Kepala Desa sebagai
ex-officio Pengawas Koperasi; dan
5. tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan hubungan Keluarga Semenda
sampai derajat kesatu dengan Pengawas lain dan Pengurus.
b. Jumlah Pengawas Koperasi harus ganjil dan paling sedikit 3 (tiga) orang, yang
terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Pengawas, dan 2 (dua) orang anggota pengawas,
dengan memperhatikan keterwakilan perempuan.
c. Pengelola Koperasi Desa Merah Putih harus memenuhi persyaratan:
1. Pengangkatan pengelola oleh Pengurus disetujui dalam Rapat Anggota
(Musyawarah Desa Khusus); dan
2. Jumlah pengelola disesuaikan dengan kebutuhan koperasi dalam
pengembangan usahanya.
8. PENDIRI KOPERASI DESA MERAH PUTIH
Pendirian koperasi Desa Merah Putih dilakukan dengan mekanisme mendirikan
koperasi baru di desa. Model ini membentuk koperasi dari awal dengan menghimpun
anggota baru, modal awal, dan merintis unit usaha sesuai potensi desa. Adapun
mekanisme pendirian koperasi baru sebagai berikut:
1. Pendirian
a. Calon Pendiri dalam hal ini masyarakat desa bersama Badan Permusyawaratan
Desa atau Lembaga Musyawarah Kelurahan terlebih dahulu melaksanakan
Musyawarah Desa Khusus untuk membahas pembentukan Koperasi Desa
Merah Putih dengan model pendirian koperasi baru untuk Koperasi Desa Merah
Putih yang dihadiri oleh pemerintah desa, masyarakat desa, badan
permusyawaratan desa, unsur tokoh masyarakat, unsur pemuda, kelompok
marginal dan unsur perempuan, serta pada saat yang sama dapat diadakan
penyuluhan tentang perkoperasian oleh Kementerian dan/atau Dinas
kabupaten/kota.
b. Dalam pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus dibahas, tentang rancangan
usaha yang akan diselenggarakan oleh Koperasi Desa Merah Putih, meliputi:
usaha, model bisnis, mitigasi risiko, prospektus bisnis serta kebutuhan modal
dari usaha yang akan diselenggarakan oleh Koperasi Desa Merah Putih.
c. Rancangan usaha sebagaimana dimaksud dalam huruf b berguna untuk:
1) menentukan jenis KBLI;
2) pengurusan perizinan yang dibutuhkan Koperasi ketika akan
mengoperasionalkan usaha; dan
3) merumuskan partisipasi modal yang harus disetor oleh setiap anggota,
sehingga setoran modal dalam bentuk Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib
diturunkan dari prospektus bisnis yang telah disusun, bukan sekedar
ditetapkan karena pertimbangan nominal yang paling terjangkau oleh
anggota.
d. Musyawarah Desa Khusus untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
dengan model pendirian koperasi baru untuk Koperasi Desa Merah Putih
dilaksanakan untuk membahas pokok-pokok materi rancangan Anggaran
Dasar yang meliputi:
1) nama koperasi;
2) nama para Pendiri;
3) alamat tetap atau tempat kedudukan Koperasi;
4) jangka waktu berdiri;
5) maksud dan tujuan;
6) keanggotaan Koperasi;
7) perangkat organisasi Koperasi;
8) modal Koperasi;
9) besarnya jumlah setoran Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib;
10) bidang dan kegiatan usaha Koperasi;
11) mekanisme rapat anggota;
12) pembagian sisa hasil usaha;
13) perubahan Anggaran Dasar;
14) ketentuan mengenai pembubaran dan penyelesaiannya, serta hapusnya
status badan hukum; dan
15) sanksi.
e. Hasil Musyawarah Desa Khusus yang membahas tentang pendirian Koperasi
Desa Merah Putih dibuat dalam notulen rapat dan/atau berita acara rapat
untuk dituangkan dalam rancangan Anggaran Dasar.
f. Notulen rapat dan/atau berita acara rapat sebagaimana dimaksud dalam huruf
g dilengkapi dokumen sebagai berikut:
1) daftar hadir rapat pendirian;
2) fotokopi kartu tanda penduduk para pendiri sesuai daftar hadir; dan
3) surat rekomendasi dari kantor Desa setempat.
g. Dalam hal Musyawarah Desa Khusus tentang Rapat pendirian Koperasi Desa
Merah Putih dapat dihadiri oleh NPAK. Rapat pendirian Koperasi Desa Merah
Putih dihadiri oleh NPAK, NPAK mencatat kesepakatan tentang pokok hasil
pembahasan dalam rapat pendirian untuk dirumuskan dalam Akta Pendirian
Koperasi Desa Merah Putih.
h. Keputusan Rapat Musyawarah Desa Khusus termasuk memuat penunjukan
Kuasa Pendiri untuk mengajukan proses pengesahan Akta Pendirian Koperasi
Desa Merah Putih.
i. Kuasa Pendiri menghadap NPAK untuk mengajukan pembuatan dan
pengesahan Akta Pendirian Koperasi Desa Merah Putih.
2. Mekanisme Pengesahan Akta Pendirian Koperasi
a. NPAK mengajukan nama Koperasi Desa Merah Putih sesuai dengan format
penamaan Koperasi dengan melakukan penginputan pada SABH.
b. NPAK melakukan pengecekan Modal Pendirian Koperasi Desa Merah Putih yang
terdiri atas Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Hibah.
c. NPAK mengajukan permohonan pengesahan Akta Pendirian Koperasi Desa
Merah Putih kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum,
Kementerian Hukum melalui SABH dengan mengisi format pengesahan Akta
Pendirian Koperasi.
d. Dokumen pendirian Koperasi Desa Merah Putih disimpan oleh NPAK meliputi:
1) minuta Akta Pendirian Koperasi beserta berkas pendukung;
2) berita acara rapat pendirian Koperasi, termasuk pemberian kuasa untuk
mengajukan permohonan pengesahan;
3) surat bukti penyetoran modal paling sedikit sebesar Simpanan Pokok,
Simpanan Wajib, dan Hibah; dan
4) rencana kerja Koperasi.
e. Koperasi mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) terdekat.
f. Koperasi Desa Merah Putih membuka rekening bank atas nama badan hukum
Koperasi
g. Koperasi mendaftarkan hak akses pada online single submission (OSS) untuk
memperoleh nomor induk berusaha (NIB) dan mengajukan izin usaha
berdasarkan KBLI sesuai dengan Anggaran Dasar Koperasi Desa Merah Putih.
h. Koperasi wajib memiliki izin usaha dalam melaksanakan operasional.
9. BIDANG USAHA KOPERASI DESA MERAH PUTIH
1. Usaha utama padaKoperasi Desa Merah Putih perlu memperhatikan paling sedikit:
a. kebutuhan anggota;
b. kelayakan usaha;
c. potensi Desa;
d. peluang pasar; dan
e. pengembangan usaha di masa mendatang.
2. Dalam membuka usaha, pengurus Koperasi Desa Merah Putih perlu menyusun
proposal/studi kelayakan usaha yang paling sedikit memuat analisis:
a. aspek pasar dan pemasaran;
b. aspek teknis dan operasional;
c. aspek manajemen dan organisasi;
d. aspek keuangan dan permodalan;
e. aspek legalitas dan perizinan; dan
f. aspek sosial dan lingkungan.
3. Jenis gerai yang mendukung usaha Koperasi Desa Merah Putih meliputi:
a. gerai sembako;
b. gerai obat murah/apotek desa;
c. gerai klinik desa;
d. gerai kantor koperasi;
e. gerai unit simpan pinjam;
f. gerai pergudangan (cold storage/cold chain) dan logistik (distribusi); dan
g. kegiatan usaha lain sesuai penugasan pemerintah, kearifan lokal, dan
kebutuhan masyarakat desa setempat serta karakteristik wilayah.
4. Koperasi Desa Merah Putih agar menggunakan dan mengoptimalkan teknologi
digital dalam usaha dan layanannya.
5. Untuk mendukung ekosistem digital Koperasi, agar Koperasi Desa Merah Putih
memiliki situs dengan domain “kop.id” guna memperkuat identitas dan
keterhubungan dalam ekosistem Koperasi.
6. Perizinan usaha Koperasi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan regulasi lain yang telah ditetapkan oleh
lembaga/otoritas terkait masing-masing sektor usaha.
7. Koperasi Desa Merah Putih menjalankan kegiatan usaha berdasarkan KBLI, yaitu:
1) Gerai Sembako atau perdagangan meliputi :
1.1. 4711. Perdagangan Eceran Berbagai Barang yang Utamanya Makanan,
Minuman Atau Tembakau di Toko;
1.2. 47112 - Perdagangan Eceran Berbagai Barang yang Utamanya Makanan,
Minuman atau Tembakau Bukan Minimarket/Supermarket/Hipermarket
(Tradisional); dan
1.3. 46652 - Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia.
2) Obat-Obatan meliputi :
2.1. 47721 - Perdagangan Eceran Barang Dan Obat Farmasi Untuk Manusia
di Apotik;
2.2. 47722 - Perdagangan Eceran Barang Dan Obat Farmasi Untuk Manusia
Bukan di Apotik;
2.3. 47723 - Perdagangan Eceran Obat Tradisional untuk Manusia;
2.4. 47724 - Perdagangan Eceran Kosmetik Untuk Manusia;
2.5. 4 7 7 2 5 - Perdagangan Eceran Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat
Kesehatan Untuk Manusia;
2.6. 47726 - Perdagangan Eceran Barang Dan Obat Farmasi Untuk Hewan Di
Apotik Dan Bukan Di Apotik;
2.7. 47727 - Perdagangan Eceran Obat Tradisional Untuk Hewan;
2.8. 47728 - Perdagangan Eceran Kosmetik Untuk Hewan; dan
2.9. 47729 - Perdagangan Eceran Khusus Barang Dan Obat Farmasi, Alat
Kedokteran, Parfum Dan Kosmetik Lainnya.
3) Kantor meliputi :
3.1. 47415 - Perdagangan Eceran Mesin Kantor; dan
3.2. 77394 - Aktivitas Penyewaan Dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi
Mesin Kantor Dan Peralatannya.
4) Unit Simpan Pinjam Koperasi :
4.1. 64142 - Unit Simpan Pinjam Koperasi Primer;
5) K l i n i k Desa :
5.1. 86102 - Aktivitas puskesmas;
5.2. 86103 - Aktivitas rumah sakit swasta;
5.3. 86105 - Aktivitas klinik swasta; dan
5.4. 86109 - Aktivitas rumah sakit lainnya.
6) A k t i v i t a s Cold Storage dan Logistik meliputi :
6.1. 52291 - Jasa Pengurusan Transportasi (JPT);
6.2. 52292 - Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi
Angkutan Darat (EMKA & EAD);
6.3. 52293 - Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL);
6.4. 52294 - Aktivitas Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU);
6.5. 52295 - Angkutan Multimoda;
6.6. 52296 - Jasa Penunjang Angkutan Udara;
6.7. 52297 - Jasa Keagenan Kapal/Agen Perkapalan Perusahaan Pelayaran;
dan
6.8. 52102 - Aktivitas Cold Storage.
8. Koperasi Desa Merah Putih dapat melakukan usaha selain kegiatan usaha
sebagaimana dimaksud pada angka 7 sesuai program pemerintah, kearifan lokal,
dan kebutuhan masyarakat desa setempat serta karakteristik wilayah.
ALUR PENDIRIAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH
PENDIRIAN KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH
Musyawarah Desa 1
Khusus
Musyawarah Desa Khusus
dengan agenda Rapat
Pendirian Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih
Penyerahan Dokumen
2
NPAK
Penyerahan Berita
Acara Pendirian dan
Akta Pendirian kepada
Notaris Pembuat Akta
Koperasi (NPAK) 3
Mengunggah ke SABH
NPAK mengunggah berita
acara pendirian dan akta
pendirian pada Sistem
Administrasi Badan Hukum
(SABH)
4 SK Pengesahan AD
Koperasi
SK Pengesahan Akta Desa/Kelurahan Merah
Pendirian Koperasi Putih
dicetak oleh NPAK
Koperasi Desa/Kelurahan
5 Nomor Induk Koperasi 5
Merah Putih
SK Pengesahan anggaran Penerbitan Nomor Induk
dasar dicetak oleh notaris untuk Koperasi (NIK) yang dapat
diserahkan kepada Koperasi diperoleh dari Dinas Koperasi
6 Pengumuman
Kementerian mengumumkan SK Pengesahan
Akta Pendirian Koperasi dalam Berita Negara
Republik Indonesia
SUSUNAN ACARA
MUSDESUS KOPERASI DESA MERAH PUTIH
DESA CIPANAS KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR
Aula Desa Cipanas, 16 Mei 2025
NO WAKTU URAIAN PJA
01 12:30-13:30 Cek In Peserta Aparatur Desa
02. 13:30-13:35 Pembukaan
03. 13:35-13:40 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Operator
04. 13:40-14:00 Pelantikan Direktur BUMDes Panitia
05. 14:00-14:20 Sambutan Kepala Desa Cipanas M. AGUS SAHPUTRA, S.Sy
Penayangan Video bapak Presiden terkait dengan
06. 14:20-14:25 Operator
Koperasi Desa Merah Putih
07. 14:25-14:30 Pembacaan Doa MC
08. 14:30-14:40 Pemilihan Pimpinan Sidang Rapat ( 3 Orang )
09. 14:40-14:50 Pemilihan Pengurus dan Pengawas Pimpinan Sidang
Pembahasan Permodalan (Menetapkan Simpanan
10. 14:50-15:00 Pimpinan Sidang
Pokok dan Wajib) serta Permodalan lainnya
Pembahasan Bidang Usaha dan rencana kerja (KBLI,
11. 15:00-15:10 Pimpianan Sidang
model bisnis, mitigasi risiko, prospektus bisnis
12. 15:10-15:20 Penetapan Domisili Koperasi Desa Merah Putih Pimpinan Sidang
13. 15:20-15:30 Masukan dan saran Pimpinana Sindang
Pembacaan Kesimpulan keputusan rapat dan
14. 15:30-15:40 Pimpinana Sindang
pengesahan rapat
15. 15:40-15:45 Penutup Pimpinana Sindang