0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan7 halaman

Kumpulan Soal - Soal Kompetensi Teknis Sertifikasi Penyuluh KKBPK

Dokumen ini berisi kumpulan soal kompetensi teknis untuk sertifikasi penyuluh KKBPK, mencakup berbagai aspek seperti instrumen pengukuran pembangunan, peraturan perundang-undangan, dan tujuan program Keluarga Berencana. Soal-soal tersebut dirancang untuk menguji pengetahuan tentang pelaksanaan program KKBPK dan peran penyuluh dalam masyarakat. Terdapat juga pertanyaan mengenai advokasi, KIE, dan data yang dihimpun dalam pendataan keluarga.

Diunggah oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan7 halaman

Kumpulan Soal - Soal Kompetensi Teknis Sertifikasi Penyuluh KKBPK

Dokumen ini berisi kumpulan soal kompetensi teknis untuk sertifikasi penyuluh KKBPK, mencakup berbagai aspek seperti instrumen pengukuran pembangunan, peraturan perundang-undangan, dan tujuan program Keluarga Berencana. Soal-soal tersebut dirancang untuk menguji pengetahuan tentang pelaksanaan program KKBPK dan peran penyuluh dalam masyarakat. Terdapat juga pertanyaan mengenai advokasi, KIE, dan data yang dihimpun dalam pendataan keluarga.

Diunggah oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KUMPULAN SOAL - SOAL KOMPETENSI TEKNIS

SERTIFIKASI PENYULUH KKBPK

1. Instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur pelaksanaan pembangunan berwawasan


kependudukan adalah
a. IPM / HDI
b. IPG /GDI
c. IPBK
d. IPKB

2. Pelaksanaan Program KKB–PK diatur dalam;


a. Undang-undang no 52 tahun 2009
b. Undang-undang no 52 tahun 2010
c. Undang-undang no 62 tahun 2009
d. Undang-undang no 62 tahun 2010

3. Visi BKKBN adalah:


a. Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang pada tahun 2015
b. Mewujudkan lembaga KB di seluruh tanah air.
c. Mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan
d. Mewujudkan lembaga yang profesional dan handal dalam mewujudkan penduduk
tumbuh seimbang.

4. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi tidak hanya bertujuan untuk
menurunkan angka kelahiran, melainkan;
a. Menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan
b. Pemenuhan hak-hak reproduksi
c. Menciptakan kesamaan antara laki-laki dan perempuan
d. Menurunkan derajat perempuan

5. Bentuk-bentuk kegiatan dalam program Pembangunan Keluarga adalah;


a. Meningkatkan rata-rata usia kawin pertama pada perempuan.
b. Memperbaharui kondisi sosial ekonomi masyarakat
c. BKB, BKR, BKL, dan UPPKS
d. Membantu memecahkan masalah remaja

6. Salah satu langkah dalam sepuluh langkah PLKB adalah;


a. Conducting a comparative study of the KB program
b. Melakukan persiapan angkakredit
c. Melakukan pendekatan kepada Kepala SKPD/OPD -KB
d. Melakukan pendekatan Tokoh formal dan Informal

7. Advokasi merupakan salah satu kegiatan komunikasi yang berfungsi untuk:


a. Mempromosikan kebijakan/kegiatan program agar mendapat dukungan dari mitra
kerja/pihak lain.
b. Merubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat untuk melaksanakan program yang
dimaksud.
c. Meningkatkan kesadaran, pemahaman bagi masyarakat.
d. Membantu memecahkan permasalahan di antara tokoh masyarakat.

2
8. KIE KB bertujuan untuk:
a. Mendukung suatu masalah atau isu dan mencoba untuk mendapatkan
dukungan dari pihak lain.
b. Merubah pengetahuan, sikap mental, kepercayaan dan nilai-nilai
perilaku individu, kelompok dan masyarakat.
c. Memperbaharui kondisi sosial ekonomi masyarakat.
d. Menggalang kesepakatan diantara tokoh-tokoh masyarakat.

9. Peran dan kedudukan PKB/PLKB dalam Pendataan Keluarga 2015 adalah sebagai:
a. Ketua Tim Pendata
b. Pengawas Pendataan Keluarga 2015 tingkat desa.
c. Manajer Pendataan Keluarga 2015 tingkat desa.
d. Pembina TimPendata

10. Pendataan Keluarga 2015 merupakan bagian dari sistem informasi keluarga yang diatur dalam
a. UU no. 52 tahun 2009
b. UU no. 32 tahun 2014
c. PP no. 48 tahun 2014
d. PP no. 87 tahun 2014

11. Pendekatan pembangunan berwawasan kependudukan mengandung arti;


Menempatkan penduduk sebagai modal pembangunan.
b.Menempatkan penduduk sebagai sentral pembangunan.
c.Menempatkan penduduk dalam birokrasi pemerintahan.
d.Menempatkan penduduk di wilayah-wilayah khusus.

12. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagai cara yang dilakukan PBB untuk mengukur
hasil pembangunan secara luas dan tidak sekadar ukuran pertumbuhan ekonomi, meliputi
tigaa spek penilaian yaitu;
a.Kependudukan, kesehatan dan standar hidup.
b.Kependudukan, pendidikan dan ekonomi.
c.Pendidikan, kesehatan dan standar hidup.
d.Pendidikan, kesehatan dan kebudayaan.

13. Sebagai subsistem pembangunan nasional, program KKB–PK termuat dalam Visi Presiden
Jokowi pada:
a.Nawacita butir5.
b.Nawacita butir6.
c.Nawaksara butir5
d.Nawaksara butir6

3
14. Revitalisasi Program KKB menjadi kebijakan nasional sejak pemerintahan Republik
Indonesia dipegang oleh:
a.Orde Baru
b.Kabinet Persatuan
c.Kabinet IndonesiaBersatu
d.Kabinet Kerja

15. Pendataan Keluarga dilaksanakan setiap 5 (lima tahun) sekali dan dimutakhirkan setiap
tahun secara serentak di seluruh tanah air pada:
a. Bulan April
b. Bulan Mei
c. Bulan Juni
d. Bulan Agustus.

16. Peraturan Pemerintah yang menjadi landasan hukum pelaksanaan pendataan


keluarga adalah;
a. PP Nomor 47 tahun 2014
b. PP Nomor 87 tahun 2014
c. PP Nomor 47 tahun 2013
d. PP Nomor 87 tahun 2013

17. Hasil Pendataan Keluarga 2015 dapat digunakan untuk:


a. Data basis penetapan harga pasar suatu produk.
b. Data dasar untuk mengetahui usia kawin pertama.
c. Data basis untuk mengetahui usia harapan hidup.
d. Data basis untuk mengetahui frekuensi perkawinan per tahun.

18. Dalam Pendataan Keluarga 2015, terdapat tiga aspek data yang dihimpun, meliputi;
a. Data Kependudukan, KB dan Keluarga Sejahtera.
b. Data Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Ketahanan Keluarga.
c. Data Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
d. Data Demografi, Kependudukan dan Keluarga Sejahtera.

19. Dalam Pendataan Keluarga 2015, yang termasuk Pasangan Usia Subur (PUS) adalah:
a.Wanita kawin usia 10–49 tahun
b.Wanita kawin usia 10–54 tahun
c.Wanita kawin usia 15–49 tahun
d.Wanita kawin usia 10–54 tahun

20. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi tidak hanya bertujuan untuk
menurunkan angka kelahiran, melainkan;
a. Menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan
b. Pemenuhan hak-hak reproduksi
c. Menciptakan kesamaan antara laki-laki dan perempuan
Meningkatkan derajat perempuan

4
21. Kelembagaan POKTAN TRIBINA dalam operasional Program Pembangunan Keluarga
adalah
a. PPKS, UPPKS, Poktan.
b. BKB, BKR, BLK
c. BKB, BKR, BKL.
d. UPPKS, PPKBD, PIK–R/M

22. Klasifikasi PIK Remaja adalah:


a. Baru –Kembang–Paripurna.
b. Dasar – Berkembang – Paripurna
c. Tumbuh –Tegar–Tegak.
d. Tumbuh – Tegak – Tegar.

23. Bimbingan teknis atas tugas yang diberikan Kepala UPT kepada PLKB merupakan bagian
dari upaya meningkatkan keberhasilan program KKB di Kecamatan. fungsi manajemen yang
terkait dengan hal itu adalah:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pelaksanaan
d. Evaluasi

24. Advokasi merupakan salah satu kegiatan komunikasi yang berfungsi untuk:
a. Mempromosikan program/ kegiatan KKB agar mendapat dukungan dari pihak lain.
b. Mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat untuk melaksanakan program
yang dimaksud.
c. Meningkatkan kesadaran, pemahaman bagi masyarakat.
d. Membantu memecahkan permasalahan diantara tokoh masyarakat.

25. KIE bertujuan untuk:


a. Mendapatkan dukungan dari pihak lain.
b. Mengubah pengetahuan, sikap mental, kepercayaan, dan nilai-nilai perilaku individu,
kelompok dan masyarakat.
c. Memperbaharui kondisi sosial ekonomi masyarakat.
d. Menggalang kesepakatan diantara tokoh-tokoh masyarakat.

26. Dalam menggerakkan masyarakat, yang perlu diperhatikan adalah:


a. Kebutuhan masyarakat
b. Kesesuaian rencana kegiatan yang sudah disusun.
c. Tindakan fisik dan nonfisik.
d. Rencana aksi

27. Peran dan fungsi Toga/ Toma dalam meningkatkan keberhasilan Program KKB, dititik
beratkan pada upaya toga/tomadalam;
a. Mengajak dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KKB.
b. Membagikan alat kontrasepsi kepada akseptor
c. Menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.
d. Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas SDM.

28. Penduduk Tumbuh Seimbang dapat dicapai apabila:


a. TFR 1, dan NRR2.1
b. TFR 2,1 dan NRR2
c. TFR 2,1 dan NRR1
5
d. CBR 2,1 dan NRR1

29. Cita kelima dari agenda pembangunan Nawacita Pemerintahan Jokowi


Membangun Indonesia dari pinggiran
Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
c. Meningkatkan kesejahteraan penduduk
d. Melakukan revolusi karakter bangsa
.
30. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi tidak hanya bertujuan untuk
menurunkan angka kelahiran, melainkan;
a. Pemenuhan hak-hak reproduksi
b. Menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
c. Menciptakan kesamaan antara laki-laki dan perempuan
d. Menurunkan derajat perempuan

31. Konseling KB kepada pasangan usia subur (PUS) bertujuan untuk:


a. Memotivasi PUS agar mau ikut KB
b. Memberikan penjelasan agar masyarakat ikut KB
c. Membantu klien dalam mengambil keputusan ber KB
d. Membantu petugas KB mencari akseptor baru

32. Bentuk-bentuk kegiatan dalam program Pembangunan Keluarga adalah ;


a. Meningkatkan rata-rata usia kawin pertama pada perempuan.
b. Memperbaharui kondisi sosial ekonomi masyarakat
c. BKB, BKR, BKL, dan UPPKS
d. Membantu memecahkan masalah remaja

33. Pengembangan Kampung KB dilakukan untuk mendukung agenda pembangunan Nawacita


Presiden Jokowi, khususnya cita rasa:
a. Ketiga
b. Kelima
c. Keenam
d. Kedelapan

34. Determination of the location of the KB Village is based on the following main criteria:
a. RW/Dusun yang potensial untuk pengembangan kampung KB
b. RW/Dusun yang tertinggal dari segi program KKBPK
c. RW/Dusun yang Penduduknya banyak
d. RW/Dusun yang menjadi percontohan

35. Advokasi merupakan salah satu kegiatan komunikasi yang berfungsi untuk:
a. Mempromosikan kebijakan/kegiatan program agar mendapat dukungan dari pihak lain.
b. Mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat untuk melaksanakan program
yang dimaksud.
c. Meningkatkan kesadaran, pemahaman bagi masyarakat.
d. Membantu memecahkan permasalahan di antara tokoh masyarakat.
6
Dukungan dan keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan di Kampung KB dapat digali melalui
kegiatan sebagai berikut, kecuali:
a. Advokasi
b. Pendekatan
c. Kerjasama
d. Egosektoral

37. Yang termasuk komponen pertumbuhan penduduk yaitu:


a. Jumlah penduduk, Struktur penduduk dan persebaran penduduk.
b. Kelahiran, kematian dan migrasi.
c. Pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
d. Tidak ada jawaban yang benar.

38. Misi Program KKB terbaru adalah:


a. Mewujudkan penduduk tumbuh seimbang melalui kelembagaan keluarga kecil
berkualitas..
Mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan dan keluarga kecil bahagia sejahtera.
c. Mewujudkan penduduk tanpa pertumbuhan melalui kelembagaan keluargasejahtera.
d. Mewujudkan Penduduk tumbuh secara alamiah

40 Advokasi merupakan salah satu kegiatan komunikasi yang berfungsi sebagai:


a. Membantu memecahkan permasalahan diantara tokoh masyarakat yang diadvokasi
b. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat untuk melaksanakan program
yangdimaksud.
c. Mempengaruhi atau membujuk suatu perubahan kebijakan/program agar mendapat
dukungan dari pihak yang diberi Advokasi.
d. Meningkatkan kesadaran, pemahaman bagi masyarakat.

41. Perbedaan KIE dan advokasi terletak pada:


a. Tujuan, sasaran dan pendekatan
b. Sasaran, pendekatan dan hasil
c. Pendekatan, hasil dan tujuan
d. Tujuan, sasaran sertahasil

42. Pada dasarnya pendekatan yang dipergunakan dalam kegiatan advokasi dapat dipergunakan
juga dalam KIE kecuali:
a. Melibatkan parapemimpin
b. Membangun kapasitas
c. Memobilisasi kelompok
d. Membangun kemitraan

43. Dalam pemberian KIE MKJP membicarakan berbagai efek samping dari cara/ alat
contraception
Akan menakut-nakutkan dan mengakibatkan mereka tidak mau menggunakan alat kontrasepsi

7
tersebut.
b. Dapat memberikan pemahaman dan menyiapkan mental apabila terjadi hal-hal yang
tidak diharapkan.
c. Tidak penting dan bermanfaat dalam kegiatan KIE.
d. Tidak ada jawaban yang benar.

44. Analysis of KIE relates to the analysis:


a. Khalayak sasaran dan program
b. Deskripsi isu dan penyebabnya
c. Siapa yang terkena dampak
d. Alasan-alasan dalam memilih isu

45. Sasaran KIE adalah:


a. Individu, pembuat keputusan dan mitra
b. Keluarga, pembuat keputusan dan mitra
c. Masyarakat, mitra dan penentang
d. Individu, keluarga dan masyarakat

46. Pesan pikiran dalam KIE dapat berupa:


a. Informasi, pendapat dan gagasan.
b. Nasihat, pendapat dan persuasif
c. Gagasan, persuasif danajakan
Informasi, ajakan dan nasihat

47. Strategi KIE berkaitan dengan:


Pesan, pendekatan serta teknik
b. Pendekatan, teknik dan pelaksana
c. Pesan, teknik, media dan jenis
d. Jenis, teknik, media dan pelaksana

48. Teknik KIE individu yang dapat dipergunakan antara lain adalah:
a. Diskusi, tanya jawab dan sarasehan
b. Sarasehan, ceramah dan diskusi
c. Diskusi, tanya jawab dan obrolan
d. Ceramah, sarasehan dan diskusi

49. Media yang dipergunakan dalam KIE massa antara lain yaitu :
a. Lembar balik, leaflet dan booklet
b. Poster, surat kabar dan televisi
c. Lembar balik, televisi dan poster
d. Televisi, lembar balik dan poster

50. Analisis masalah KIE dengan menggunakan diagram Fish Bone adalah melihat penyebab
masalah dari beberapa aspek yang disebut dengan:
USGR
b. Bocal
c. Soler
d. Pareto
8

Anda mungkin juga menyukai