0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan21 halaman

Program BK

Dokumen ini adalah Program Kerja Bimbingan Konseling dan Pengembangan Diri yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan kemampuan mereka melalui berbagai layanan dan kegiatan. Penyusun menyadari bahwa program ini masih perlu perbaikan dan terbuka untuk masukan dari semua pihak terkait. Pelayanan konseling diharapkan dapat membantu siswa dalam aspek pribadi, sosial, dan karir mereka.

Diunggah oleh

Dian Argiantini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan21 halaman

Program BK

Dokumen ini adalah Program Kerja Bimbingan Konseling dan Pengembangan Diri yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan kemampuan mereka melalui berbagai layanan dan kegiatan. Penyusun menyadari bahwa program ini masih perlu perbaikan dan terbuka untuk masukan dari semua pihak terkait. Pelayanan konseling diharapkan dapat membantu siswa dalam aspek pribadi, sosial, dan karir mereka.

Diunggah oleh

Dian Argiantini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
segala rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan
rutinitas kita dengan baik.
Kami menyusun Program Kerja Bimbingan Konseling ini dan Pengembangan
Diri dimaksudkan untuk lebih memudahkan kami dalam melaksanakan program ini
lebih terarah serta mengenai sasaran yang diharapkan oleh semua pihak, baik sekolah,
siswa maupun orang tua.
Kami menyadari bahwa Program Kerja Bimbingan Konseling dan
Pengembangan Diri ini dalam penyusunannya belum memenuhi target yang
maksimal, namun kami selalu berusaha untuk lebth optimal serta lebth efektif dan
efesiensi baik waktu, tenaga maupun biaya.
Kami selalu terbuka untuk lebih banyak menerima masukan saran dan semua
pihak yang ada demi kelancaran kegiatan Program Kerja Bimbingan Konseling dan
Pengembangan Diri ini sehingga keberhasilan program ini dirasakan oleh semua
pihak.
Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan dukungan dan kerjasama yang balk dalam melaksanakan Program
Kerja Bimbingan Konseling dan Pengembangan diri baik yang sudah dilaksanakan
maupun yang akan datang.

Bekasi, Juli 2007

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGATAR i
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN 1
A. PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PELAYANAN KONSELING 2
B. PENGEMBANGAN DIRI
MELALUI KEGIATAN EKTRAKURIKULER 12
C. PERENCANAAN KEGIATAN 14
D. PELAKSANAAN KEGIATAN 14
E. PENILALAN KEGIATAN 14
F. PELAKSANA KEGIATAN 14
G. PENGAWASAN KEGIATAN 15
PENUTUP 16

LAMPIRAN
1. BIODATA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
2. PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
3. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
4. PROGRAM EKSTRAKURIKULER

ii
PENDAHULUAN

Bimbingan dan konseling sebagal salah satu bagian sistem pendidikan yang
berlangsung di sekolah memiliki tanggung jawab dan peranan sama pentingnya
dalam bidang pengajaran, dalam mencapai tujuan pendidikan yang harus
dilaksanakan sekolah.
Secara khusus tujuan layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk
membantu konseli agar dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi, minat
dan bakat serta kemampuan yang dimilikinya.
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran
sebagai bagian integral dan kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri
merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian konseli yang dilakukan
melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan
kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan
ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/
dilaksanakan oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor,
guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan
kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan
pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler dapat megembangkan kompetensi
dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari konseli.
Guna menghasilkan konseli yang mampu mengembangkan dirinya sesuai
dengan karakteristik (potensi, kemampuan, bakat dan minat) dan sebagai mahluk
berdimensi biopsikososiospritual (biologi,psikis,social, spritual) maka perlu adanya
kerjasama semua unsur yang terkait di sekolah dengan kegiatan pengembangan diri
konseli, untuk tercapainya konseli yang memiliki daya juang dalam mencapai
keinginannya kelak.

ii
A. PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PELAYANAN KONSELING
Pelayanan konseling di sekolah merupakan usaha membantu konseli dalam
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta
perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi
pengembangan konseli, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang
dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta
masalah yang dihadapi konseli. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam
bentuk ektra kurikuler.

[Link] Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk konseli, baik secara perorangan
maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam
bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar,
dan perencanaan karir, melalui layanan dasar, layanan responsive, layanan
perencanaan individual, dan dukungan system sesuai dengan karakteristik
lingkungan, budayadan norma yang berlaku.

2. Tujuan Bimbingan Konseling


Tujuan pelayanan bimbingan agar konseli dapat :
a. Merencanakan kegiatan penyelesaianstudi, perkembangan karir serta
kehidupannya dimasa yang akan datang.
b. Mengembangakan seluluh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal
mungkin
c. Menyesuaikan diri dengan lingkungan, pendidikan, lingkungan masyarakat
serta lingkungan kerjanya.
d. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian
dengan lingkungan, pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

ii
3. Visi, dan Misi
a. Visi
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar konseli berkembang
secara optimal, mandini dan bahagia.
b. Misi
1). Misi pendidikan, yaltu memfasilitasi pengembangan konseli melalui
pembentukan perilaku efeklif-normatif dalam kehidupan keseharian dan
masa depan
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan
kompetensi konseli didalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat
3) Misi pengentasan masalah, yaitu menfasilitasi pengentasan masalah
konseli mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

4. Bidang Pelayanan Konseling


a. Pengembangan kehidupan prihadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu
konseli dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan,
bakat dan minat, senta kondisi sesuai dengan karaktenistik kepnibadlan dan
kebutuhan dirinya secara realistik.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu
konseli dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan
hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga,
dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c. Pengembangan kemampuan be/ajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu
konseli mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan
sekolah dan belajar secara mandiRI.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu konseli dalam
memahanii dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

ii
5. Fungsi Konseling
a. Pemahaman, yaitu fyngsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar
memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkunannya
(pendidikan, pekerjaan dan norma agama) Berdasarkan pemahaman ini
konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal
dan mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan
konstruksi.
b. Fasilitas, yaitu memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai
pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang
seluruh aspek dalam diri konseli.
c. Penyesuaian, yaitu membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan
diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif
d. Penyaluran, yaitu membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler,
jurusan atau program studi dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan
yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya.
e. Adaptasi, yaitu membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah, staf,
konselor dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar
belakang pendidikan, minat, kemampuan dan kebutuhan konseli.
f. Pencegahan, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk
senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan
berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli. Konseler
memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari
perbuatan yang membahayakan dirinya. Adapunteknik yang dapat digunakan
adalah pelayanan orientasi, informasi dan bimbingan kelompok.
g. Perbaikan, yaitu membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan
dalam berfikir, berperasaan dan bertindak. Konselor melakukan intervensi
(memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pemikiran sehat
dan rasional.

ii
h. Penyembuhan, yaitu upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah
mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, social, belajar maupun
karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling dan remedial teaching.
i. Pemeliharaan, Membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan
mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.
j. Pengembangan, yang sifatnya lebih prokaktif dari fungsi-fungsi lainnya.
Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif.

6. Prinsip dan Asas Konseling


a. Prinsip—prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan
yang dialami konseli, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan
pelayanan.
b. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan,
kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan,
keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.

7. Jenis Layanan Konseling


a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu konseli memahami lingkungan baru,
terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari,
untuk menyesuaikan din serta mempermudah dan memperlancar peran
konseli di lingkungan yang baru.
b. Inforniasi, yaitu layanan yang membantu konseli menerima dan
memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan
pendidikan lanjutan.
c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu konseli
memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas,
kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan
kegiatan ekstrakurikuler.

ii
d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu konseli menguasai
konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam
kehidupan di sekolah, keluanga, dan masyarakat.
e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu konseli dalam
mengentaskan masalah pribadinya.
f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu konseli dalam
pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,
karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu
melalui dinamika kelompok.
g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu konseli dalam
pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu konseli dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan
dalam menanganl kondisi dan atau masalah konseli.
i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu konseli menyelesaikan permasalahan
dan memperbaiki hubungan antar mereka.

8. Kegiatan Pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri
konseli dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes
maupun non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan
pengembangan konseli, yang diselenggarakan secara berkelanjutan,
sistematis, kompreherisif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan konseli dalam
pertemuan khusus yang dihadiri oleh pthak-pthak yang dapat membenikan
data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah konseli, yang
bersifat terbatas dan tertutup.

ii
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan
komitmen bagi terentaskannya masalah konseli melalui pertemuan dengan
orang tua dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka
yang dapat dlgunakan konseli dalam pengembangan pribadi, kemampuan
sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
f. Ahli Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah
konseli ke pihak lain sesual keahlian dan kewenangannya.

Kewajiban Konselor
1. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional
konseling
a. Konselon menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, yaitu pelayanan
dasar, pelayanan pengembangan, dan pelayanan teraputik.
1) Pelnyanan. dasar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
konseli yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara
segar, dan kesehatan, serta kebutahan hubungan sosio-emosional. Orang
tua an orang-orang yang dekat (significant persons) memlliki peranan
paling dominan dalam pemenuhan kebuttthan dasar konseli.
2) Pelayanan pengembangan dimaksudkan mengembangkan potensi
konseli sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas
[Link] pelayanan pengembangan yang cukup baik
konseli akan dapat menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya
dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran
bagi pengembangan potensi yang dimiliki, serta menatap masa depan
dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan
pelayanan pengembangan bagi konseli. Di sekolah, konselor, guru dan
tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan
pengembangan terhadap konseli.

ii
3) Pelayanan terapeutik dimaksudkan untuk menangani pemasalahan
yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan
pengembangan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan
pribadi, kehidupan sosial, kehldupan keluarga, kegiatan belajan, karir,
serta kehidupan keberagamaan. Dalam upaya menangani permasalahan
konseli, konselor memiliki peran dominan. Peran konselor dapat
menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar dan pengembangan.
b. Konselor menguasai spektrum pelayanan profesional konseling, meliputi:
1) Wawasan keilmuan, keterampilan keahlian, kode etik, dan
organisasi
profesi konseling.
2) Visi dan misi pelayanan konseling
3) Bidang pelayanan konseling
4) Fungsi, pninsip, dan asas konseling
5) Jenis layanan, kegiatan pendukung, dan format pelayanan konseling
6) Operasional kegiatan konseling terhadap berbagai sasaran pelayanan
2. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihakpihak
terkait,
terutama konseli, pimpinan sekolah, sejawat pendidik, dan orang tua
a. Sejak awal bertugas cli sekolah, konselor merurnuskan
secara konkrit dan jelas tugas dan kewajiban profesionalnya dalam pelayanan
konseling, meliputi:
1) Struktur pelayanan konseling
2) Program pelayanan konseling
3) Pengelolaan program pelayanan konseling
4) Evaluasi hasil dan proses pelayanan konseling
5) Tugas dan kewajiban pokok konselor.

ii
b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a dijelaskan kepada konseli,
pimpinan, dan sejawat pendidik di sekolah, dan orang tua secara profesional
dan proporsional.
3. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali
dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan
sekolah, orang tua, dan konseli.
a. Unsur-unsur pokok dalam tugas pelayanan konseling di sekolah:
1) Jumlah konseli yang diasuh seorang konselor 150 orang. Konselor wajib
memberikan pelayanan konseling kepada seluruh konseli yang diasuhnya
sesuai kebutuhan dan masalah masing-masing.
2) Program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan kegiatan harian
pelayanan konseling. Program-program ini disusun secara proporsional
dan berkesinambungan antar kelas dan antar jenjang kelas di sekolah.
3) SATLAN, SATKUNG, dan LAPELPROG. Seluruh program kegiatan
direncanakan, dilaksanakan, dilaporkan secara tertulis dan
didokumentasikan.
4) Pelayanan terhadap masing-masing konseli yang diasuh sebanyak minimal
10 (sepuluh) kali kegiatan pelayanan konseling setiap semester. Konselor
melayani seluruh konseli asuhannya; tanpa kecuali.
5) Jumlah jam pembelajaran wajib pelayanan konseling seminggu ekuivalen
dengan jam pembelajaran wajib guru. Jumlah jam pembelajaran wajib
dihitung perbulan dengan menggunakan Format Perhitungan Jam
Kegiatan Pelayanan Konseling di Sekolah.
b. Tugas yang mengandung unsur-unsur pokok sebagaimana tersebut di atas
merupakan “perjanjian kerja” yang wajib dilaksanakan oleh konselor dan
secara berkala dipertanggungjawabkan kepada pimpinan sekolah.
4. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan
profesional konseling

ii
a. Hal-hal berikut ini perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh
konselor:
1) Tercedarainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung
ataupun tidak langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan di
konseli yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain.
2) Memberikan label kepada konseli, baik perorangan maupun kelompok,
dengan cara apapun, yang berkonotasi negatif terhadap konseli yang
bersangkutan.
3) Bertindak laksana “polisi sekolah” yang memata-matai ataupun
mencari-cari kesalahan konseli, seperti bertindak sebagai piket
keamanan, perazia, pencari pencuri. Dalam hal mi, konselor dapat
menerima konseli dalam kegiatan “kepolisian sekolah” yang dilakukan
oleh pthak lain untnk mendapatkan pelayanan konseling.
4) Membuat ataupun menyetujui dibuatnya “sunat perjanjian” dengan
konseli yang berkonotasi atau berakhir pada sanksi ataupun hukuman
tertentu. Dalam hal ini, konselor dapat menerima konseli yang telah
membuat perjanjian dengan pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan
konseling agar terhindar dari sanksi ataupun hukuman sebagaimana
dinyatakan dalam “surat perjanjian”.
5) Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor yang dapat mengganggu
kesukarelaan, ketenangan, dan terjaminnnya kerahasiaan konseli yang
datang kepada konselor untuk mendapatkan pelayanan konseling.
6) Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a sejak awal disampaikan
oleh konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama konseli, sejawat
pendidik, dan pimpinan sekolah untuk mendapatkan dukungan dan
faslitas dalam mewujudkannya.
5. Mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan
a. Pengembangan kemampuan profesional konselor dapat
dilaksanakan melalui:

ii
1) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling di sekolah, baik yang
dilaksanakan secara interen oleh pimpinan sekolah, maupun oleh
Pengawas Sekolah Bidang Konseling.
2) Diskusi profesional yang diikuti oleh para konselor sekolah (dalam satu
sekolah ataupun antansekolah) untuk membahas kasus-kasus konseli.
3) Partisipasi dalam kegiatan keorganisasian profesi konseling
4) Pendidikan dalam-jabatan (seperti penataran) dan pendldikan lanjutan
dalam bidang konseling.
5) Kegiatan dalam rangka akredensialisasi untuk sertifikasi, akreditasi, dan
atau lisensi dalam bidang konseling.
6) Untuk teriaksananya hal-hal sebagaimania tersebut pada butir a konselor
membwarakannya dengan pimpinan sekolah dan pihak-pihak lain
berkenaan dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan
pelaporannya.
6. Format Kegiatan
a. Individual, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang
diikuti konseli secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang
diikuti oleh kelompok-kelompok konseli.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang
diikuti konseli dalam satu kelas.
d. Gabungan, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang
diikuti konseli antar kelas/antar sekolah
e. Lapangan, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang
dlikuti seorang atau sejumlah konseli melalui kegiatan di luar kelas atau
kegiatan lapangan.

ii
B. PENGEMBANGAN D1RI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

1. Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler


Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata
pelajaran dan pelayanan konseling untak membantu pengembangan konseli
sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan
yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga
kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.
2. Visi dan Misi
a. Visi
Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah benkembangnya potensi, bakat
dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan
peserta didik yang berguna untuk din sendiri, keluarga dan masyarakat.
b. Misi
1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dlpilth oleh konseli sesuai
dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.
2) Menyelenggarakan kegiatan yang membenikan kesempatan konseli
mengespresikan din secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau
kelompok.
3. Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Pengembangan, yaita fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk
mengembangkan kemampuan dan kreativitas konseli sesuai dengan
potensi, bakat dan minat mereka.
b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial konseli.

ii
c. Rekreatzf, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk
mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi
konseli yang menunjang proses perkembangan.
d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan kesiapan karir konseli.

4. Prinsip Kegiatan Ekstrakurikuler


a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan
potensi, bakat dan minat konseli masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan
keinginan dan dlikuti secara sukarela konseli.
c. Keterlibatan aktzf, yaitu prinsip kegiatan ekstra kunikuler yang menuntut
keikutsertaan konseli secara penuh.
d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana
yang disukal dan mengembirakan konseli.
e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatari ekstra kurikuler yang membangun
semangat konseli untuk bekerja dengan balk dan berhasil.
f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang
dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
5. Jenis kegiatan Ekstrakurikuler
a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa
(LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera
Pusaka (PASKIBRAKA).
b. Karya llmiah, meiputi Kegiatan ilmiah Remaja (KIR), kegiatan
penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.
c. Latihan, lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat
olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan.

ii
d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain
karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni
budaya.

C. PERENCANAAN KEGIATAN
Perencanaan kegiatan ekstra kurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang
memuat unsur-unsur:
1. Sasaran kegiatan
2. Substansi kegiatan
3. Pelaksana kegiatan dan pihak-pthak yang terkait, serta keorganisasiannya
4. Waktu dan tempat
5. Sarana

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan
dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di
sekolah.
2. Kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan
sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksana sebagaimana
telah direncanakan.

E. PENILAIAN KEGIATAN
Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan
dilaporkan kepada pimpinan sekolah dan pemimpin kepentingan lainnya oleh
penanggung jawab kegiatan.

F. PELAKSANA KEGIATAN

ii
Pelaksana kegiatan ekstrakurikuler adalah pendidik dan atau tenaga
kependidikan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi
kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.

G. PENGAWASAN KEGIATAN
1. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dipantau, dievaluasi, dan dibina
melalui kegiatan pengawasan.
2. Pengawasan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan secara:
a. Interen, oleh kepala sekolah.
b. Ekstren, oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki
kewenangan membina kegiatani ekstra kurikuler yang dimaksud.
3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti
untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstra
kurikuler di sekolah.

ii
TUGAS PERKEMBANGAN BIMBINGAN KONSELING

Dalam penyusunan silabus tugas perkembangan menjadi acuan untuk


mengarahkan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa SLB C Bina Grahita
Leles, sebagai berikut :

1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang


Maha Esa
2. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmani dan rohani yang sehat
3. Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya serta
kematangan dalam perannya sebagi pria dan wanita
4. Mencapai kematangan berfikir dan mengembangkan kemampuan umum
5. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni dan kreasi sesuai
dengan program kurikulum dan aspirasi karir dan atau melanjutkan keperguruan
tinggi
6. Mencapai kematangan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat luas
dalam hubungan interpersonal dan mengembangan kecerdasan emosi
7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
8. Mencapai kemandirian pilihan karir sesuai dengan potensi yang dimiliki
9. Mengembangkan kematangan dalam system etika dan kecerdasan intelektual,
emosi dan spiritual.

ii
BIODATA GURU BIMBINGAN KONSELING
SLB C BINA GRAHITA LELES
TAHUN PELAJARAN 2021-2022

No Nama Tempat/ Tanggal Lahir Pendidikan Bertugas Sebagai Pembimbing


Terakhir Guru BK Kelas
1.

ii
PENUTUP

Kegiatan pengembangan dii dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan SLB


C Bina Grahita Leles pelaksanaannya dibagi menjadi dua layanan yakni kegiatan
Pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan oleh Konselor/guru
bimbingan dan konseling, dan kegiatan pelayanan Ekstrakurikuler yang dilaksanakan
oleh tenaga pendidik dan keperididikan yang mempunyai kaitan struktural dalam
kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud.
Oleh karenanya penjabaran pelaksanaan program pengembangan diri melalui
kegiatan ektrakurikuler dilakukan oleh masing - masing kegiatan ekstrakurikuler yang
ada di sekolah. Sedang penjabaran pelaksanaan program pengembangan ini melalui
kegiatan pelayanan konseling dilaksanakan oleh konselor/guru bimbingan dan
konseling.
Demikian dan program pengembangan ini kami sampaikan, diiringi harapan
bahwa pada pelakasanaannya kegiatan pengembangan diri baik melalui kegiatan
pelayanan konseling dan melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadikan siswa -
siswi yang unggul dan mampu berkompetisi di masyarakat dan mempunyai
kompetensi yang dapat dibanggakan.
Garut i, Juli 2021

ii
Mengetahui Garut,.......................2021
Kepala SLB C Bina Grahita Leles Guru Kelas

ROSITA [Link] Diana Lia S, [Link]


Nuptk : 8540753653300002 Nuptk : 9459755657300022

ii

Anda mungkin juga menyukai