FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONEISA
PROFESI APOTEKER
TUGAS RESUME BLOK II
MANAJEMEN OBAT EMERGENCY
OLEH :
NAMA : VIDIA RAIS
STAMBUK :15120210130
ANGKATAN :XII
DOSEN :apt .A.muflihunna,S.Si.,M.Si
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSIRAS MUSLIM INDOENSIA
MAKASSAR
2022
(Resume Manajemen Obat Emergency)
Menurut Permenkes nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit, pengelolaan obat emergensi harus menjamin beberapa
hal sebagai berikut :
1. Jumlah dan jenis obat emergensi sesuai dengan standar/daftar obat emergensi
yang sudah ditetapkan rumah sakit
2. Tidak boleh bercampur dengan persediaan obat untuk kebutuhan lain
3. Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti
4. Dicek secara berkala apakah ada yang kadaluarsa
5. Dilarang dipinjam untuk kebutuhan lain
Persiapan menghadapi kasus emergency
1. Kesiapan perbekalan farmasi
2. Kesiapan tenaga kesehatan (termasuk skill)
Obat emergency adalah persediaan perbekalan farmasi yang digunakan untuk
menangani kasus darurat di masing-masing ruangan. Dalam pengelolaan obat
emergensi, rumah sakit seharusnya memiliki kebijakan maupun prosedur agar lebih
mudah dan tertata dalam pelaksanaannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
terkait dengan pengelolaan obat emergensi di antaranya adalah penentuan jenis
serta jumlah sediaan emergensi, penyimpanan, penggunaan, dan penggantian
sediaan emergensi.
Rumah sakit harus menyediakan lokasi penyimpanan obat emergensi untuk
kondisi kegawatdaruratan. Obat emergensi harus tersedia pada unit-unit dan dapat
terakses segera saat diperlukan di rumah sakit. Idealnya obat-obat emergensi harus
ada pada setiap unit perawatan atau pelayanan. Jika terkendala dengan jumlahnya,
maka obat-obat tersebut bisa ditempatkan pada titik-titik lokasi yang sering atau rawan
terjadi kondisi emergensi. Apabila terjadi keadaan emergensi yang jauh dari lokasi
perawatan atau tempat sediaan emergensi, maka untuk pertolongannya dapat
dilakukan dengan cara pemanggilan tim code blue rumahsakit.
Tujuanya adalah :
1. Menjamin ketersediaan obat emergensi di unit perawatan untuk kebutuhan
kegawatdaruratan.
2. Menjamin jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang
telah ditetapkan
Sasaran emergency meliputi:
1. Poli spesialis
2. One day care
3. ICU
4. Ruang perawatan dewasa dan anak
5. Diagnostik
6. IGD
7. VK
8. HD
9. Cath Lab
10. OK
Obat-obat emergensi tidak boleh dicampur dengan obat lain dan dapat disimpan
pada troli, kit, lemari, tas atau kotak obat emergensi sesuai dengan kebutuhan unit.
Perbedaan tempat penyimpanan tersebut menyesuaikan dengan isi dan kebutuhan
unit tersebut, sebagai contoh untuk troli bisa ditempatkan defibrilator, sedangkan
tas emergensi lebih mudah dibawa oleh petugas kesehatan untuk menjangkau
lokasi yang jauh dari tempat obat emergensi. Lokasi penyimpanan obat-obat
tersebut harus mudah diakses ketika dibutuhkanya dan tidak terhalang oleh barier
fisik atau benda lain. Selain itu perlu juga mempertimbangkan stabilitas obatnya
yaitu pada suhu ruang yang terkontrol.
Adapun obat -obat emergency yaitu :
Ephinefrin Inj (DI kulkas)
Atropin Sulfas Inj
Amiodarone Inj
Aspirin Tablet
Calcii Gluconas Inj
Diazepam Rectal 5 mg (di lemari
psikotropika)
Diazepam Rectal10 mg (di lemari
psikotropika)
Midazolam Inj (di lemari
psikotropika)
Phenobarbital Inj ( di lemari
psikotropika)
Naloxon Inj (DI kulkas)
Lidocain Inj
NaCl 25 ml NaCl 500 ml
Aquabidest 25 ml Ringer Laktat 500ml
Dobutamin Inj Manitol 500 ml
Dopamin Inj Gelafusal
Phenytoin Inj Dextrose 40% 25 ml
Norepinephrine inj 1 mg/ml-4 ml Dextrose 10% 500ml
Dexamethasone inj 5 mg/ml - 1
ml 5 mg Sodium bicarbonate 25ml
Menurut Kemenkes RI No. HK 01.07/Menkes/263/2018 tentang Daftar Obat
Keadaan Darurat Medis pada Praktek Mandiri Dokter
Nama Generik dan Kekuatan
Adrenalin (Epinefrin) inj 0,1% (IV/SK/IM) Ringer lactat inf
Lidokain inj 2% Glukosa 40%
Atropin inj 0,25 mg/ml (IV/SK/IM) Diazepam inj 5 mg/ml (IV),
enema 5 mg/2,5 ml, enema 10
mg/2,5 ml
ISDN tab 5 mg, 10 mg Klorpromazin inj 5 mg/ml (IM)
Oksigen Difenhidramin inj 10 mg/ml
NaCl inf Domperidon tab 10 mg, sir 5
mg/5 ml, drops 5 mg/ ml
Deksametason inj 5 mg/ml (IV/IM) Ketoprofen supp 100 mg
Salbutamol cairan inhalasi 30 mcg, 50 mcg
Contoh kasus emergency
✓ Anafilaksis
✓ Overdosis benzodiazepine
✓ Kesulitan bernapas
✓ Nyeri dada / gangguan jantung
✓ Tersedak
✓ Hipoglikemia
✓ Overdosis opioid
✓ Kejang
✓ Pingsan
✓ Gangguan peredaran darah
Regulasi troli emergency di lengkapi dengan
• DC Shock
• Oksigen transfer
• EKG
• Medical supply lengkap sesuai keperluan
• Ambu Bag
• Laryngoscope
• Obat-obat dan cairan yang diperlukan
• Hanya digunakan saat code blue
• Terdapat daftar perlengkapan untuk masing-masing troli
• Penyimpanan: LASA, High-alert, pembatas yang jelas
• Pemberian label yang jelas (termasuk ED)
• Troli dalam kondisi terkunci, kunci plastic dengan no. reg. Ada penanggung
jawab untuk kunci troli
• Isi disesuaikan dengan kebutuhan masing2 unit
• Tidak dicampur dengan obat lain
• Tersedia formulir pemakaian obat emergensi
• Tersedia buku serah terima obat emergensi
• Penggantian perbekalan farmasi maks 2 jam setelah laporan diterima oleh
IFRS
• Penguncian disaksikan oleh perawat.