0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
463 tayangan25 halaman

Pembahasan OSK SMP

Dokumen ini membahas soal dan pembahasan untuk ujian OSNK SMP 2025, mencakup berbagai topik matematika seperti barisan bilangan, geometri, dan kombinatorik. Setiap soal disertai dengan solusi yang rinci dan langkah-langkah perhitungan. Terdapat juga analisis tentang perbandingan luas segitiga dan bilangan super ganjil.

Diunggah oleh

Nando Almer
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
463 tayangan25 halaman

Pembahasan OSK SMP

Dokumen ini membahas soal dan pembahasan untuk ujian OSNK SMP 2025, mencakup berbagai topik matematika seperti barisan bilangan, geometri, dan kombinatorik. Setiap soal disertai dengan solusi yang rinci dan langkah-langkah perhitungan. Terdapat juga analisis tentang perbandingan luas segitiga dan bilangan super ganjil.

Diunggah oleh

Nando Almer
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

,

Pembahasan OSNK SMP 2025


__________________________________________________________________

Sobat Arin
__________________________________________________________________

Jenjang SMP/MTs/Sederajat

Diketik Oleh:
Mochammad Rigan Haryono
Andrew Hansen
Lim,Jovan Valencio
Hikari Fathan
Aldan Azahwan Ikhsan
Dehes Tahasak Garang
17 Juni 2025

1
§ Soal dan Pembahasan
1. Berikut ini adalah barisan bilangan bulat positif berurutan dari 1 − 10 ditulis dengan aturan
yang hanya menggunakan huruf A, B, dan C.

A, AB, AC, AA, ABB, ABC, ABA, ACB, ACC, ACA


. Nilai dari ABAB + ACAC
A. ABCCC B. ABCBB C. ABCAC D. ABCAB
Solusi :

Perhatikan bahwa semua sukunya berawalan dengan [Link] kita mulai barisannya
AB, AC, AA, ABB, ABC, ABA, ACB, ACC, ACA dan suku A dihitung {} tetapi masih
masuk dalam barisannya
Karena setiap suku nya dihilangkan A,maka barisannya akan menjadi

B, C, A, BB, BC, BA, CB, CC, CA

Dalam barisan itu kita dapat mengubah dalam basis 3,sehingga kita dapat mendefinisikan
B < C < [Link],B = 1, C = 2, A = 3
Karena barisannya berurutannya dari 1 − 10,kita harus menambahkan 1 ketika ubah
ke [Link] nilai dari ABAB = 1 × 32 + 3 × 3 + 1 × 30 + 1 = 20, ACAC =
2 × 32 + 3 × 3 + 2 × 30 + 1 = 30

ABAB + ACAC = 50
= 49 + 1
= 1 × 33 + 2 × 32 + 1 × 3 + 1 × 30 + 1
= ABCBB

2. Perhatikan gambar beriikut

O T

C
B

AB adalah diameter lingkaran. Dimana AB = 14. Titik B ditarik melalui titik tengah AC
dan memotong lingkaran di titik D. JIka ∠ABC = 60◦ tentukan panjang segment BD

2
√ √ √ √
A. 3 7 B. 5 7 C. 6 7 D. 7 7
Karena AB diameter, kita maka ∠ACB √ = 90 . Sehingga ∠BAC = 30 . Maka dari sudut
◦ ◦

istimewa 90, 30, 60 diperoleh AC = 7 [Link] AC memotong BD di T . Maka dari


power of point kita peroleh
AT · T C = BT · T D
49 · 3 147
= = BT · T D
4 4
Kemudian tinjau bahwa ∠ADB = 90◦ sehingga △ADB adalah segitiga siku siku. Dimana
AD2 + BD2 = 196. Dari teorema stewart pada △ADB kita punya

AB 2 · T D + AD2 · BT = BD(BT · T D + AT 2 )
147
196T D + AD2 BT = · BD
2
147
196 · T D + AD2 · BT = BD
2
147
196T D + (196 − BD2 )BT = BD
2
147
196(T D + BT ) − BD2 · BT = BD
2
245
BD = BD2 · BT
2
245
= BD · BT = (BT + T D)(T D) = BT · T D + T D2
2

245 147 343 7 7
= + T D2 =⇒ T D2 = =⇒ T D =
2 4 4 2
√ √ √ √ √
Sehingga jelas BT = 21 7
14
. Sehingga BD = BT + T D = 7 7
2
+ 21 7
14
= 70 7
14
= 5 7 Mudah
diperoleh

3. Berapa banyak cara seekor semut bergerak dari (0,0) ke (5,5) dan hanya boleh bergerak
(x + 1, y), (x, y + 1), (x + 1, y + 1)?
A. 25 B. 252 C. 1683 D. 3125
Solusi :
Misalkan

• K untuk gerakan ke arah kanan yaitu (x + 1, y)


• A untuk gerakan ke arah atas yaitu (x, y + 1)
• D untuk gerakan ke arah diagonal yaitu (x + 1, y)

Sehingga,gerakan maksimal ada 10 gerakan dan juga gerakan minimalnya ada 5 gerakan
dengan D = K + A,sehingga akan membagi 6 kasus:
Kasus 1 :5A,5K,0D
Banyak Cara: 5,5,0
10 10!

= 5!5!0!
= 252
Kasus 2 :4A,4K,1D
Banyak Cara: 4,4,1
9 9!

= 4!4!1!
= 630
Kasus 3 :3A,3K,2D

3
Banyak Cara: 8 8!

3,3,2
= 3!3!2!
= 560
Kasus 4 :2A,2K,3D
Banyak Cara: 2,2,3
7 7!

= 2!2!3!
= 210
Kasus 5 :1A,1K,4D
Banyak Cara: 1,1,4
6 6!

= 1!1!4!
= 30
Kasus 6 :0A,0K,5D
Banyak Cara: 0,0,5
5 5!

= 0!0!5!
=1
Sehingga,banyak caranya adalah 252 + 630 + 560 + 210 + 30 + 1 = 1683
4. Diketahui keliling jajar genjang adalah 106. Panjang sisi AD = 5x − 20, dan panjang sisi
BC = 3x + 1. Dan panjang DE adalah 20. Perbandingan panjang sisi EF dan HC adalah
1 : 2. Maka berapakah luas daerah yang diarsir
A. 122,5 B. 185 C. 262,5 D. 280

D I C

G H

B
A
E K

Solusi :
Misalkan G adalah titik sedemikian sehingga GH//AB//CD. Tinjau bahwa kelilingnya
adalah 2(3x + 1) + 2(5x − 20) = 16x − 38 = 106 =⇒ x = 9. Sehingga kita punya
AB = CD = 28 dan BC = AD = 25.

Klaim 1. △KF E ∼ △DEC.


Bukti. Tinjau bahwa GK//DE =⇒ GK ⊥ AB, sehingga diperoleh F K ⊥ AB =⇒
∠F KE = 90◦ = ∠EDC. Kemudian tinjau bahwa ∠DEC = 90◦ − ∠KEF = ∠KF E.
Sehingga △KF E ∼ △DEC (A.A) □

Dari klaim tersebut kita peroleh


EK FK EK 5
= =⇒ = =⇒ EK = 7
CD DE 28 20
Tinjau bahwa ∠KF E = ∠GF H dan juga karena GH//CD =⇒ GH//AB sehingga
diperoleh KG ⊥ GH =⇒ ∠F GH = 90◦ . Maka kita peroleh △GHF ∼ △KEF .

4
Kemudian misalkan GH = a dan GF = b. Maka kita punya
GH GF
= =⇒ 5a = 7b
KE KF
Misalkan I di DC sehingga HI ⊥ CD, demikian diperoleh △HIC adalah segitiga siku siku
dengan ∠HIC = 90◦ . Kemudian kita peroleh HI = DE − F K − GF = 15 − b. Kemudian
jelas bahwa △IHC ∼ △KF E =⇒ HC EF
= FHIK =⇒ HI = 15 − b = 10 =⇒ b = 5.
Sehingga jelas a = 7. Kemudian mudah diperoleh luas yang diarsir adalah luas segitiga DEC
dikurangi luas segitiga GF H atau kita peroleh 28·20
2
− 5·7
2
= 280 − 35
2
= 280 − 17.5 = 262.5
5. p dan q adalah bilangan bulat positif, p − 1 = (k 2 − 4k − 3)2 dan q − 1 = (k 2 − 4k − 5)2 .
Jika pq adalah bilangan prima, berapa p2 + q 2
A. 10 B. 26 C. 122 D. 1370
Solusi :
Kasus 1. p > q.
Karena pq prima maka haruslah salah satu diantara p, q bernilai 1. Maka jelas q = 1 dan p
bilangan prima. Sehingga q − 1 = 0. Atau kita peroleh
(k 2 − 4k − 5)2 = 0 =⇒ k 2 − 4k − 5 = 0 =⇒ k 2 − 4k = 5
Sehingga p − 1 = (k 2 − 4k − 3)2 = (5 − 3)2 = 22 = 4 =⇒ p = 5. Maka p2 + q 2 = 25 + 1 =
26 (B)
Kasus 2. p < q.
Analog diperoleh p = 1, maka kita peroleh p − 1 = 0 =⇒ (k 2 − 4k − 3)2 = 0 =⇒
k 2 − 4k = 3. Kemudian kita punya q = (k 2 − 4k − 5)2 + 1, dimana q harus prima. Sehingga
q = (3 − 5)2 + 1 = 4 + 1 = 5. Sehingga p2 + q 2 = 26.
6. Bilangan super ganjil bilangan asli yang kurang dari 1000 dan semua digit digitnya ganjil,
berapa jumlah semua bilangan super ganjil?
A. 45130 B. 55250 C. 60125 D. 70775
Solusi :

Digit ganjil adalah: 1, 3, 5, 7, 9 (ada 5 pilihan)

Kita cari semua bilangan super ganjil dengan panjang 1 digit, 2 digit, dan 3 digit.
• 1 digit:
Semua digit ganjil dari 1 sampai 9, yaitu: 1, 3, 5, 7, 9
Jumlah = 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 25
• 2 digit:
Misal bilangan dua digit: ab (dalam desimal: 10a + b), dengan a, b ∈ {1, 3, 5, 7, 9}
Banyaknya kombinasi: 5 × 5 = 25

Jumlah semua bilangan:


X X X X
(10a + b) = 10 a·5+ b·5
a∈{1,3,5,7,9} b∈{1,3,5,7,9}
X X
a= b = 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 25
⇒ Jumlah = 10(25)(5) + (25)(5) = 1250 + 125 = 1375

5
• 3 digit:
Misal bilangan tiga digit: abc (dalam desimal: 100a + 10b + c), dengan a, b, c ∈
{1, 3, 5, 7, 9}
Banyak kombinasi: 5 × 5 × 5 = 125

X X X X
(100a + 10b + c) = 100 · a · 25 + 10 · b · 25 + c · 25
a,b,c
X X X
a= b= c = 25
⇒ Jumlah = 100 · 25 · 25 + 10 · 25 · 25 + 25 · 25 = 62500 + 6250 + 625 = 69375

Total semua bilangan super ganjil kurang dari 1000:

25 (1 digit) + 1375 (2 digit) + 69375 (3 digit) = 70775

7. Suatu data terdiri dari 35 bilangan bulat positif. Bilangan terbesar di data tersebut adalah
29, mediannya 22, rata rata terkecil yang mungkin adalah x dan rata-rata terbesar yang
mungkin adalah y. Nilai dari x + y =
A. 40,4 B. 37,4 C. 36,5 D. 25,4
Solusi :
Misalkan data tersebut disusun dengan urutan naik yaitu a1 ≤ a2 ≤ · · · ≤ a35 = 29. Tinjau
bahwa a18 = 22. Untuk memperoleh rata rata terkecil, kita bisa ambil a1 = a2 = · · · =
a17 = 1. Dan a19 = a20 = · · · = a34 = 22. Sehingga kita peroleh rata ratanya adalah
17 + 22 · 17 + 29 420
x= = = 12
35 35
Kemudian untuk memperoleh rata rata terbesar bisa kita ambil a1 = a2 = · · · = a18 = 22
dan a23 = a24 = · · · = a35 = 29. Sehingga
22 · 18 + 17 · 29 889
y= =
35 35
Sehingga x + y = 12 + 889
35
= 37.4

8. Segitiga ABC sama kaki dengan AC = BC dan AC = 10 cm dengan luasnya 25 cm2 . Titik
D, E, F berturut-turut pada sisi BC, CA, AB, dengan BD : DC = CE : EA = AF : F B =
2 : 3. Titik P, Q, R berturut-turut merupakan perpotongan AD dengan CF, AD dengan
BE, BE dengan CF . Perbandingan luas segitiga P QR : ABC =
A. 1:19 B. 2:19 C. 3:25 D. 1:5
Solusi :

6
B

Q
F
P

A E C

Tinjau [ABE] = 35 [ABC] = 3


5
· 25 = 15.
• Tinjau teorema Menelaus dari △BEC tranversal D, Q, A. Maka kita peroleh
EQ BD CA
· · =1
QB DC AE
EQ 2 5
=⇒ · · =1
QB 3 3
EQ 9
=⇒ =
QB 10
• Tinjau teorema Menelaus dari △ABE transversal F, R, C
ER BF AC
· · =1
RB F A CE
ER 3 5
=⇒ · · =1
RB 2 2
ER 4
=⇒ =
RB 15
Dari kedua persamaan tersebut kita tau bahwa EQ + QB = EC = 9x + 10x = 19x
untuk suatu x dan ER + RB = EB = 4y + 15y = 19y untuk suatu y. Maka jelas
19x = 19y =⇒ x = y. Sehingga kita peroleh ER + RQ = EQ =⇒ 4x + RQ =
9x =⇒ RQ = 5x.
• Tinjau teorema Menelaus dari AQE tranversal P, R, C. Maka kita peroleh
ER QP AC
· · =1
RQ P A CE
4 QP 5
=⇒ · · =1
5 AP 2
QP 1
=⇒ =
AP 2
Kita tau bahwa [RQA] = EBRQ
· [ABE] = 5
19
· 15 = 75
19
. Dan [P QR] = PQ
PA
· [RQA] = 13 · 75
19
= 25
19
.
[P QR] 25 1
Sehingga = =
[ABC] 25 · 19 19

7
9. Berapa banyak pasangan (x, y) bilangan bulat dengan −5 ≤ (x, y) ≤ 5 yang memenuhi
10 ≤ x2 + y 2 ≤ 30?
A. 10 B. 25 C. 34 D. 68
Solusi :

Kita ingin mencari jumlah pasangan bilangan bulat (x, y) di dalam persegi [−5, 5] × [−5, 5]
yang memenuhi:
10 ≤ x2 + y 2 ≤ 30

Jumlah total pasangan (x, y) dalam persegi ini adalah 11 × 11 = 121. Kita akan hitung
secara eksplisit pasangan yang memenuhi syarat.
Untuk setiap nilai x dari −5 sampai 5, kita hitung nilai y sedemikian hingga 10 ≤ x2 + y 2 ≤
30.
Pasangan-pasangan yang memenuhi:

• x = −5: y = −4, −3, −2, −1, 0, 1, 2, 3, 4


• x = −4: y = −5, −4, −3, −2, −1, 1, 2, 3, 4, 5
• x = −3: y = −5, −4, −3, −2, 2, 3, 4, 5
• x = −2: y = −5, −4, −3, 3, 4, 5
• x = −1: y = −5, −4, −3, 3, 4, 5
• x = 0: y = −5, −4, 4, 5
• x = 1: y = −5, −4, −3, 3, 4, 5
• x = 2: y = −5, −4, −3, 3, 4, 5
• x = 3: y = −5, −4, −3, −2, 2, 3, 4, 5
• x = 4: y = −5, −4, −3, −2, −1, 1, 2, 3, 4, 5
• x = 5: y = −4, −3, −2, −1, 0, 1, 2, 3, 4

Kita hitung jumlah total pasangan:

9(x = −5) + 10(x = −4) + 8 + 6 + 6 + 4 + 6 + 6 + 8 + 10 + 9 = 68

Jawaban: Terdapat 68 pasangan bilangan bulat (x, y) yang memenuhi syarat.

10. Jika,

x + 1 x2 + 2 x3 + 3 x10 + 10
f (x) = 2025 + + + + · · · +
x x2 x3 x10
Tentukan nilai f (1) + f (2) − f (−1) − f (−2)
A. 0 B. 565
256
C. 13365
256
D. 11430
Solusi :
Tinjau bahwa
xn + n n
n
=1+ n
x x
Kemudian kita peroleh
1 2 10
f (x) = 2035 + + 2 + · · · + 10
x x x
8
dan
1 2 10
f (−x) = 2035 − + 2 − · · · + 10
x x x
Tinjau bahwa
1 X 2i − 1 5 5 5
3 5 7 9 X i X 1
f (x) − f (−x) = 2 + 3 + 5 + 7 + 9 =2 = 4 − 2
x x x x x i=1
xi i=1
xi i=1
xi

Lalu akan mudah diperoleh f (1) − f (−1) = 2(1 + 3 + 5 + 7 + 9) = 2(25) = 50. Untuk x = 2,
kita peroleh 1 3 5 7 9  565
f (2) − f (−2) = 2 + + + + =
2 23 25 27 29 256
13365
Sehingga f (1) + f (2) − f (−1) − f (−2) = 50 + 565
256
=
16
11. Jika salah satu lembar buku dari kertas tersebut diambil,jumlah ke 4 nomornya adalah
[Link] kertas yang digunakan untuk menyusun buku tersebut adalah . . .
A. 60 B. 15 C. 12 D. 10
Solusi :

Setiap lembar kertas terdiri atas 4 halaman (2 halaman di depan dan 2 halaman di belakang).
Jumlah total halaman buku adalah 4n, di mana n adalah banyaknya lembar kertas.
Pada setiap lembar ke-i, keempat nomor halaman yang tercetak adalah:

Halaman depan: 4n − (2i − 2) dan 2i − 1


Halaman belakang: 2i dan 4n − (2i − 1)

Jumlah keempat nomor halaman pada satu lembar ke-i adalah:

= (4n − (2i − 2)) + (2i − 1) + 2i + (4n − (2i − 1))


= (4n + 4n) + (−2i + 2i + 2i − 2i) + (2 − 1 + 1)
= 8n + 2

Diketahui jumlah keempat nomor halaman adalah 122, maka:

8n + 2 = 122
8n = 120
n = 15

Banyak kertas yang digunakan adalah 15 lembar.

12. 8 semut berada di 8 titik sudut berbeda dalam suatu kubus. Dalam satu waktu semut
tersebut bergerak ke tiga titik sudut berbeda yang terdekat dengan titik awal (bergerak
melalui kerangka). Berapakah peluang agar semua semut tidak bertabrakan?

A. 2
38
B. 5
38
C. 4
37
D. 8
37

9
Solusi :

Setiap semut memiliki 3 pilihan arah gerak (ke titik yang bertetangga langsung pada
kerangka kubus). Maka, total kemungkinan seluruh semut bergerak adalah:

38 = 6561

Semut-semut tidak bertabrakan jika tidak ada dua semut yang berpindah ke titik yang
sama atau saling bertukar tempat.
Kasus 1: Semut pada sisi yang berlawanan saling berotasi Setiap pasangan sisi
berlawanan (atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang) terdiri dari 4 semut di masing-masing
sisi. Jika semua semut pada sisi atas bergerak searah (misalnya searah jarum jam), dan
semut di sisi bawah juga bergerak searah (bisa searah atau berlawanan arah jarum jam),
maka tidak akan ada tabrakan.
Untuk satu pasang sisi:
Jumlah kemungkinan = 2 × 2 = 4

Terdapat 3 pasang sisi berlawanan:

Total cara tidak bertabrakan untuk Kasus 1 = 3 × 4 = 12

Kasus 2: Semua semut bergerak membentuk Hamiltonian Cycle Sebuah Hamilto-


nian cycle adalah lintasan tertutup yang melalui semua titik tepat satu kali.
Jumlah siklus Hamiltonian tak terarah pada kubus adalah 6, dan tiap siklus dapat dilalui
dua arah, maka:
Total siklus Hamiltonian terarah = 6 × 2 = 12

Total Peluang Total cara semut tidak bertabrakan:

12 (dari kasus 1) + 12 (dari kasus 2) = 24

Total kemungkinan keseluruhan adalah 38 = 6561, maka peluang semut tidak bertabrakan
adalah:
24 8
=
6561 2187
Jawaban: Peluang agar semua semut tidak bertabrakan adalah

8
2187

13. Jika

(−1)4 × 4 + (−1)3 × 3 + (−1)2 × 2 + (−1)1 × 1


a=
23

Maka, a−
a+ a
√ = ...
a

A. −3 B. − 13 C. 1
3
D. 3
Solusi :

10
Hitung nilai numeriknya:

1 × 4 + (−1) × 3 + 1 × 2 + (−1) × 1 4−3+2−1 2 1


a= = = =
8 8 8 4
Sekarang, hitung:

a+ a

a− a

Substitusi a = 14 :
r
√ 1 1
a= =
4 2
1 1 1+2 3
4
+ 2 4 4 3 −1
1 1 = 1−2 = −1 = ÷ = −3
4
− 2 4 4
4 4

Jadi, hasil akhirnya adalah:



a+ a
√ = −3
a− a
14. Dua bilangan bulat positif memiliki jumlah 40 dan nilai KPK dari kedua bilangan tersebut
adalah 48,tentukan dari nilai FPB dari kedua bilangan tersebut
A. 8 B. 12 C. 16 D. 24
Solusi :

Diketahui dua bilangan bulat positif a dan b memenuhi:

a + b = 40 dan KPK(a, b) = 48

Ingat bahwa:

FPB(a, b) × KPK(a, b) = a × b

Misalkan gcd(a, b) = d, sehingga kita bisa tulis:

a = d · m, b = d · n, dengan gcd(m, n) = 1

Maka:

a + b = d(m + n) = 40 dan KPK(a, b) = d · m · n = 48

Dari d(m + n) = 40, kita peroleh:

40
d=
m+n

11
Substitusikan ke persamaan KPK:

40 40mn
d · m · n = 48 ⇒ · m · n = 48 ⇒ = 48
m+n m+n
Kalikan silang:

40mn = 48(m + n)

Bagi kedua ruas dengan 8:

5mn = 6(m + n)

Pindahkan semua ke satu ruas:

5mn − 6m − 6n = 0

Kita coba berbagai pasangan bilangan m dan n dengan gcd(m, n) = 1:


Misalnya m = 2, n = 3:

5(2)(3) − 6(2) − 6(3) = 30 − 12 − 18 = 0 (cocok!)

Jadi:

40
m = 2, n = 3 ⇒ m + n = 5, d= =8
5
Maka:

FPB(a, b) = 8

15. Liam berkesempatan memilih secara acak satu nomor keberuntungan yang terdiri dari
6 digit bilangan dari 0 sampai 9. Ia akan mendapatkan hadiah jika ada setidaknya tiga
bilangan ganjil berurutan di nomor keberuntungannya. Peluang Liam mendapatkan hadiah
adalah ...
1 3 1 5
A. B. C. D.
8 16 4 16

Solusi :

Sebut sebuah bilangan n digit sebagai bilangan apik jika memenuhi soal

• En : banyak bilangan dengan panjang n yang tidak memiliki bilangan ganjil berurutan
dan diakhiri dengan angka genap.
• G1 (n): banyak bilangan panjang n yang diakhiri dengan 1 angka ganjil berurutan.
• G2 (n): banyak bilangan panjang n yang diakhiri dengan 2 angka ganjil berurutan.

12
Dengan aturan bahwa jika terdapat 3 angka ganjil berurutan, maka tidak dihitung.
Digit ganjil = {1, 3, 5, 7, 9} ⇒ 5 pilihan.
Digit genap = {0, 2, 4, 6, 8} ⇒ 5 pilihan.
Basis:
E1 = 5, G1 (1) = 5, G2 (1) = 0

Relasi rekursif:
En = (En−1 + G1 (n − 1) + G2 (n − 1)) · 5
G1 (n) = En−1 · 5
G2 (n) = G1 (n − 1) · 5

Perhitungan hingga n = 6:

E2 = (5 + 5 + 0) · 5 = 50
G1 (2) = 5 · 5 = 25
G2 (2) = 5 · 5 = 25
E3 = (50 + 25 + 25) · 5 = 500
G1 (3) = 50 · 5 = 250
G2 (3) = 25 · 5 = 125
E4 = (500 + 250 + 125) · 5 = 4375
G1 (4) = 500 · 5 = 2500
G2 (4) = 250 · 5 = 1250
E5 = (4375 + 2500 + 1250) · 5 = 40625
G1 (5) = 4375 · 5 = 21875
G2 (5) = 2500 · 5 = 12500
E6 = (40625 + 21875 + 12500) · 5 = 375000
G1 (6) = 40625 · 5 = 203125
G2 (6) = 21875 · 5 = 109375

Total 6 digit tanpa 3 ganjil berurutan:

S6 = E6 + G1 (6) + G2 (6) = 375000 + 203125 + 109375 = 687500

Total seluruh kemungkinan: 106 = 1, 000, 000


Peluang ada 3 ganjil berurutan:

687500 312500 5
1− = =
1000000 1000000 16

16. Enam bilangan prima yang kurang dari 160 membentuk barisan aritmatika dengan beda
lebih dari 1. Jumlah keenam bilangan tersebut adalah ...
A. 240 B. 300 C. 492 D. 926
Solusi:

13
Misalkan keenam bilangan prima tersebut membentuk barisan aritmatika:

a, a + b, a + 2b, a + 3b, a + 4b, a + 5b

Dengan syarat: - Semua bilangan prima - Kurang dari 160 - Beda b > 1
Coba dengan a = 7 dan b = KP K(2, 3, 5) = 30, maka:

7, 37, 67, 97, 127, 157

Semua adalah bilangan prima dan kurang dari 160. Maka jumlahnya:

7 + 37 + 67 + 97 + 127 + 157 = 492

Jawaban: C. 492

17. Perhatikan barisan bilangan berikut:

1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 16, 17, . . .

Suku-suku barisan tersebut diperoleh dari barisan semua bilangan bulat positif dengan
menghilangkan kelipatan 5. Suku ke-2025 dari barisan tersebut adalah ...
A. 2430 B. 2530 C. 2531 D. 2532
Solusi :

Kita ingin mencari bilangan ke-2025 dari barisan semua bilangan bulat positif dengan
menghilangkan kelipatan 5. Misalkan bilangan ke-2025 dalam barisan baru tersebut
adalah x.
Kita gunakan pendekatan sebagai berikut:

jxk
Banyak kelipatan 5 sampai ke-x adalah
5 j k
x
Kita ingin x − = 2025
5
2025 2025 5
Misalkan: 1 = 4 = 2025 × = 2531.25
1− 5 5
4
Coba x = 2531
 
2531
⇒ = 506
5
⇒ 2531 − 506 = 2025 (cocok!)

Atau gunakan pendekatan dekomposisi:


         
2025 405 81 16 3
= 405 = 81 = 16 =3 =0
5 5 5 5 5

⇒ Tambahkan: 2025 + 405 + 81 + 16 + 3 = 2530

14
Namun 2530 masih kurang, karena 2530 -
 2530 
5
= 2530 − 506 = 2024
Tambahkan 1: 2530 + 1 = 2531
Kesimpulan: Dengan menambahkan 1 ke 2530 menjadi 2531, kita memperoleh tepat 2025
bilangan yang bukan kelipatan 5. Maka:

x = 2531(C)

18. Tiga bersaudara Ana, Bona, dan Cinta mendapat uang saku bulanan dalam bentuk lembaran
pecahan Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 sebagai berikut:

Nama Rp5.000 Rp10.000 Rp20.000


Ana x lembar y lembar z lembar
Bona y lembar z lembar x lembar
Cinta z lembar x lembar y lembar

Jika total uang yang diterima ketiganya adalah Rp700.000, maka pernyataan berikut yang
benar adalah:
A. Ana mendapat tepat 20 lembar uang B. Bona mendapat uang paling sedikit
C. Cinta mendapat uang paling banyak D. Mereka bertiga mendapat jumlah uang yang
sama

Solusi :
Hitung total uang yang diterima masing-masing:

Ana: UA = 5000x + 10000y + 20000z


Bona: UB = 5000y + 10000z + 20000x
Cinta: UC = 5000z + 10000x + 20000y

Total seluruh uang:

UA +UB +UC = (5000x+10000y+20000z)+(5000y+10000z+20000x)+(5000z+10000x+20000y)

Gabungkan koefisien:

= (5000x + 20000x + 10000x) + (10000y + 5000y + 20000y) + (20000z + 10000z + 5000z)

= 35000x + 35000y + 35000z = 35000(x + y + z)

Total uang diketahui:


700000
35000(x + y + z) = 700000 ⇒ x + y + z = = 20
35000

Maka total lembar uang yang diterima Ana:

x + y + z = 20 ⇒ Pernyataan A benar

Jawaban: A. Ana mendapat tepat 20 lembar uang

15
19. Pada sebuah gudang baterai, terdapat 2000 baterai. Beberapa baterai mengalami kerusakan
sebagai berikut:

• Kerusakan pelat: 30
• Kerusakan elektroda: 50
• Kerusakan terminal: 40
• Kerusakan pelat dan terminal: 19
• Kerusakan pelat dan elektroda: 15
• Kerusakan elektroda dan terminal: 10
• Kerusakan ketiganya (pelat, elektroda, terminal): 5

Baterai yang tidak mengalami kerusakan sama sekali disebut baterai siap jual. Berapa
jumlah baterai siap jual?
A. 1804 B. 1880 C. 1919 D. 1920

Solusi :
Gunakan prinsip inklusi-eksklusi:
Misalkan:
|P | = 30, |E| = 50, |T | = 40,
|P ∩ E| = 15, |P ∩ T | = 19, |E ∩ T | = 10, |P ∩ E ∩ T | = 5

Jumlah baterai yang rusak:

|P ∪ E ∪ T | = |P | + |E| + |T | − |P ∩ E| − |P ∩ T | − |E ∩ T | + |P ∩ E ∩ T |

= 30 + 50 + 40 − 15 − 19 − 10 + 5 = 81

Jadi baterai siap jual:


2000 − 81 = 1919

Diagram Venn:

Pelat (P) Elektro (E)

10

1 30

14 5 5

16

Term (T)

16
20. Diketahui suatu barisan geometri:

80, x, y, z, 3125

Tentukan nilai minimum dari:


x − y + z =?

A. −3120 B. −1950 C. 480 D. 950


Solusi :

Karena barisan tersebut adalah barisan geometri, maka setiap suku diperoleh dari suku
sebelumnya dengan dikalikan suatu rasio r.
Misalkan:
a = 80, r = rasio

Maka:
x = 80r, y = 80r2 , z = 80r3 , 3125 = 80r4

Dari suku ke-5:


r r
3125 625 625 25 5
80r4 = 3125 ⇒ r4 =
4
= ⇒r=± =± =±
80 16 16 4 2

5
Kasus 1: r = 2

 2  3
5 5 5
x = 80 · = 200, y = 80 · = 500, z = 80 · = 1250
2 2 2

x − y + z = 200 − 500 + 1250 = 950

Kasus 2: r = − 25
     
5 25 125
x = 80 · − = −200, y = 80 · = 500, z = 80 · − = −1250
2 4 8

x − y + z = −200 − 500 − 1250 = −1950

Jadi, nilai minimum dari x − y + z adalah −1950(B) .

21. Perhatikanlah Gambar di bawah ini

17
Terdapat deret bilangan segilima dengan U0 = 1, U1 = 5, U2 = 12, U3 = 22. Berapakah nilai
n sehingga nilai Un mendekati 2025
A. 30 B. 33 C. 36 D. 39
Solusi :

Perhatikanlah bahwa dari U1 − U0 = 4, U2 − U1 = 7, U3 − U2 = [Link] polanya


membentuk 3n + 1
Sehingga nilai U n dapat dinyatakan Un = Un−1 + 3n + 1 dan bentuk n menjadi

n
!
X
Un = 3 i +1
i=0

Sehingga,Un = 3n(n+1)
2
+1

3n(n + 1)
2025 = +1
2
4048 = 3n(n + 1)
1349 ≈ n(n + 1)
0 ≈ n2 + n − 1349
0 ≈ n2 + n − 1332
n ≈ 36

Jadi,nilai n yang paling mendekati adalah 36


22. Diketahui bangun ruang limas dengan alas segitiga ABC dan titik puncak T . Panjang
AC = 10 cm, serta perbandingan luas segitiga △BT C : △BT A : △BAC = 1 : 2 : 3. Jika
tinggi limas dari titik T tegak lurus ke sisi BC, hitunglah volume limas T ABC.
√ √ √ √
A. 80
9
5 B. 803
5 C. 80 5 D. 320 5
Solusi:
Misalkan △BT C = x, maka △BT A = 2x, △BAC = 3x. Maka △ABC = x + 2x = 3x ⇒
△ABC = 3x.

Misalkan BC = x, AB = 2x, maka berdasarkan Teorema Pythagoras:



(2x)2 + x2 = 102 ⇒ 5x2 = 100 ⇒ x2 = 20 ⇒ x = 2 5
√ √ √ √
Sehingga AB = 4 5, BC = 2 5. Luas alas △ABC = 21 · AB · BC = 12 · 4 5 · 2 5 = 20.

Karena △BAC = 3x = 20 ⇒ x = 20
3
.
√ √
Luas △BT C = x = 20
3
. Karena △BT C = 1
2
· BC · t ⇒ 20
3
= 1
2
·2 5·t⇒t= 4 5
3
.

Volume limas: √ √
1 1 4 5 80 5
V = · Luas alas · tinggi = · 20 · =
3 3 3 9
18

80 5
Jawaban:
9

23. Terdapat 2 stiker a, 4 stiker b, dan 3 stiker c, total ada 9 stiker. Banyak cara menyusun
8 stiker dengan ujung kanannya stiker c dan dua stiker sejenis tidak boleh bersebelahan
adalah...
★★★★♥♥♥✓✓
A. 26 B. 32 C. 35 D. 36
Solusi :
Misalkan kita ingin menyusun 8 stiker dari total 9 stiker yang tersedia, dengan syarat:

• Ujung kanan harus stiker c.


• Tidak boleh ada dua stiker sejenis berdampingan.

Karena ujung kanan adalah stiker c, maka kita hanya perlu menyusun 7 stiker pertama dari
total 2 a, 4 b, dan 2 c (karena 1 stiker c sudah dipakai di ujung kanan).
Fokus utama adalah menyusun 4 stiker b dengan tidak bersebelahan. Untuk itu, kita
letakkan b pada pola _b_b_b_b_, yang menciptakan 5 celah (gap) untuk menempatkan
stiker lain (a atau c) agar tidak ada bb berdampingan.
Namun karena hanya ada 3 stiker b yang akan disusun (karena 8 stiker total), maka kita
bentuk pola b_b_b_c di mana huruf selain b bisa diisi oleh a atau c, dan tidak boleh sama
dengan tetangga.
Misalkan:

• gap1 : sebelum b1
• gap2 : antara b1 dan b2
• gap3 : antara b2 dan b3
• gap4 : setelah b3 sebelum c terakhir

Contoh konfigurasi: acbababc ⇒ gap = (2,1,1,0)


Kita hitung semua konfigurasi valid yang memenuhi syarat:

• Kasus 1: b_b_b_c dengan semua gap diisi 1 item berbeda dari b, total C24 = 6 cara.
• Kasus 2: gap = (1,1,1,1), isi di akhir harus a, total = 3 cara.
• Kasus 3: gap = (0,1,2,1) atau (0,2,1,1), akhir harus a, total = 2 × 2 = 4 cara.
• Kasus 4: gap = (1,2,1,0), (2,1,1,0), atau (1,1,2,0), total = 3 × 4 = 12 cara.
• Kasus 5: gap = (0,1,1,2), akhir: c, a, total = 2 cara.
• Kasus 6: gap = (0,2,2,0), total = 2 × 2 = 4 cara.
• Kasus 7: gap = (0,3,1,0) atau (0,1,3,0), total = 2 × 2 = 4 cara.

Total cara = 6 + 3 + 4 + 12 + 2 + 4 + 4 = 35

19
24. Segitiga sama sisi ABC dan DEF memiliki panjang 1 cm, dimana D berada pada garis
AB dan B berada pada garis DF dan BC memotong DE di titk G, jika luas BDG dan
ADGC dan BGEF sama, tentukan keliling segilima AF EGC
√ √ √ √
A. 6 − 2 B. 6 − 3 2 C. 6 − 2 2 D. 6 − 3 2 2
Solusi :
C E

A D B F
Tinjau bahwa
[ABC] = [BDG] + [ADCG] = 2[BDG]

1 √ 3
=⇒ · 1 · 3 = 2[BDG] =⇒ [BDG] =
4 8
Tinjau ∠GDB = ∠GBD = 60 sehingga △GDB sama sisi. Maka kita punya

√ √
3 2 3 1
BD = =⇒ BD = √
4 8 2
Tinjau keliling AF EGC. Maka kita punya

[Link] EGC = AD + DB + BF + EF + EG + GC + CA

3 2
=⇒ 4(AD) + BD + 2(AC) = 4(1 − BD) + BD + 2(AC) = 6 − 3BD = 6 −
2
25. Diberikan gambar jaring-jaring segitiga yang akan membentuk suatu bangun ruang. Setiap
segitiga memiliki sebuah huruf a, b, c, d, e, f, g, h yang menyatakan nilai suatu bilangan.
Terdapat satu huruf yang nilainya sama dengan jumlah dari tiga huruf lain yang memiliki
sisi yang bersentuhan langsung dengannya (yakni segitiga-segitiga yang berbagi sisi)

a c
b

d
e
g
f h

Diketahui dalam soal:


a = −4, c = 0, g = −10

Tentukan nilai dari huruf b yang memenuhi kondisi tersebut.

20
A. -10 B. -8 C. 8 D. 10
Solusi :

Jika bangun ruang tersebut disusun dan nilai-nilai lainnya memenuhi sistem:

a=f +h+b
b=a+c+d
c=b+e+h
d=e+f +b
e=d+g+c
f =d+g+a
g =e+f +h
h=a+c+g

Diketahui:
a = −4, c = 0, g = −10

Gunakan hubungan:

h = a + c + g = −4 + 0 + (−10) = −14 ⇒ h = −14

g = e + f + h ⇒ −10 = e + f − 14 ⇒ e + f = 4
f = d + g + a = d − 10 − 4 = d − 14
e = d + g + c = d − 10 + 0 = d − 10
e + f = (d − 10) + (d − 14) = 2d − 24 = 4 ⇒ 2d = 28 ⇒ d = 14
e = 14 − 10 = 4, f = 14 − 14 = 0
b = a + c + d = −4 + 0 + 14 = 10

21
22
23
24
Kamu Pejuang OSP Matematika? Tapi Masih Bingung Mulai Dari Mana?
Tenang. . . kamu nggak sendirian. Tapi yang ngebedain medalis dan penonton adalah: siapa
yang mulai lebih dulu sobb!!
Pelatihan OSP by Sobat Arin balik lagi, Apa yang akan kamu dapatkan?
Jam Pelatihan: total 9 jam pelatihan OSN P
Bank Latihan Soal: Latihan soal berkualitas dari lomba yang berkualitas yang akan disediakan
via google drive.
Beginner Friendly: Penjelasan runtut materi aljabar, kombinatorik, geometri, dan teori bilangan
untuk persiapan OSN Tingkat Provinsi.
Simulasi: Diberikan 2 simulasi OSP sesuai dengan materi yang diajarkan untuk mengukur
kemampuan beserta live pembahasan oleh tutor.
Pelaksanaan:
27, 28, 29 Juni 2025 DAFTAR SEKARANG: [Link]/PelatihanRoadToOSP2025SA
Batch 1 (9–22 Juni): 158K
Batch 2 (23–26 Juni): 198K
(Ambil batch 1 kalau mau lebih hemat dan siap lebih awal!)
CP:
Irvan: 0858-5317-8692
Bhimo: 0813-7797-1935
Derry: 0815-3761-9515

25

Anda mungkin juga menyukai