0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan11 halaman

Alam Semesta Dan Bumi

Dokumen ini membahas asal usul dan teori terbentuknya alam semesta serta bumi, termasuk teori Big Bang, Kabut Kant-Laplace, Planetesimal, Pasang Surut Gas, dan Bintang Kembar. Kosmologi modern memperluas pemahaman tentang alam semesta, mencakup evolusi, isi, dan organisasi. Teori-teori ini menjelaskan bagaimana galaksi, nebula, dan planet terbentuk dari proses fisik yang kompleks di luar angkasa.

Diunggah oleh

wirdhajusuf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan11 halaman

Alam Semesta Dan Bumi

Dokumen ini membahas asal usul dan teori terbentuknya alam semesta serta bumi, termasuk teori Big Bang, Kabut Kant-Laplace, Planetesimal, Pasang Surut Gas, dan Bintang Kembar. Kosmologi modern memperluas pemahaman tentang alam semesta, mencakup evolusi, isi, dan organisasi. Teori-teori ini menjelaskan bagaimana galaksi, nebula, dan planet terbentuk dari proses fisik yang kompleks di luar angkasa.

Diunggah oleh

wirdhajusuf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALAM SEMESTA

KAJIAN ILMU BUMI DAN ANTARIKSA
WIRDA INDAH, ST., MM.
ASAL USUL ALAM SEMESTA
Dahulu ilmu yang mempelajari tentang asal usul alam semesta disebut kosmologi.
Sekarang oleh para ahli astronomi modern kosmologi yang mempelajari asal usul dan
evolusi alam semesta tadi telah diperluas menjadi kosmologi yang tidak hanya
mempelajari asal usul dan evolusi alam semesta tetapi diperluas meliputi isi alam
semesta dan organisasinya. Studi kosmologi sangat unik karena teori ini hanya berlaku
pada satu sistem saja yaitu alam semesta sendiri, sehingga tidak dapat diuji dengan
sistem lain.
Dasar pengamatan untuk kosmologi bersumber pada dua hal, yaitu distribusi materi-
materi yang sangat luas di antariksa dan pergerakan yang sangat cepat di alam
semesta. Oleh karena itu konsep mengenai asal usul alam semesta ini mulai berkembang
dari beberapa gagasan tentang terjadinya tata surya. Ilmu agama telah menjelaskan
khususnya dalam alquran Allah SWT telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-
tanda bagi orang-orang yang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka periharalah kami dari siksa
neraka” (QS, Ali Imran, 190-191).
PROSES TERBENTUKNYA BUMI
1. Teori Big bang
Berdasarkan Teori Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal
dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat
gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran
yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian
kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul
di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan
kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa
yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama
jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula
tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut
dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem
tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar
tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-
gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian,
gumpalan-gumpalan itu membentuk planet- planet, termasuk
planet bumi.
2. Teori Kabut Kant-Laplace

Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas


yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-
menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat
besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang
sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar
memisah dan memadat (karena pendinginan).
Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-
planet dalam tata surya.
3. Teori Planetesimal

Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat


matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh
sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan
pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal
tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak
ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan
membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut
planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi
planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.
4. Teori Pasang Surut Gas
Teori ini dikemukakan oleh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah
bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga
menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat
matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang
surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukurannya sangat kecil. Tetapi,
jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan
matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam
gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang
disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan
mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar
yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang
ke arah bintang besar itu. Dalam lidah yang panas ini terjadi
perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu
berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang
besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh
matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat
laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi.
Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami
proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat
pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan
pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif
lebih cepat
5. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton.
Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar.
Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang
terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya
gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan
bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang
yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan
bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya
TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

1) Teori Big Bang


Teori big bang dikemukakan oleh ilmuwan Belgia Abbè Georges
Lemaitre pada tahun 1927. Menurut teori Big Bang, alam semesta
berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan
dahsyat dan mengembang. Semua galaksi di alam semesta akan
memuai dan menjauhi pusat ledakan. Pada model big bang, alam
semesta berasal dari ledakan sebuah konsentrasi materi tunggal
milyaran tahun yang lalu secara terus menerus berkembang
sehingga lama kelamaan menjadi lebih dingin seperti sekarang.
Ledakan tersebut tidak melemparkan materi ke ruangan. Ruangan
mengembang dengan waktu tertentu dan terbentuklah alam
semesta. Pemahaman mengenai teori big bang dapat analogikan
dengan mengembangnya permukaan balon mainan yang ditiup.
2) Teori Keadaan Tunak
Meskipun teori big bang merupakan salah satu teori yang paling
mungkin dalam menjelaskan terbentuknya alam semesta, namun
muncul pula teori lain yaitu teori keadaan tunak. Teori ini
dikemukakan oleh ilmuwan dari universitas Cambridge pada tahun
1948, yaitu H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle. Menurut teori keadaan
tunak, alam semesta tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya.
Alam semesta selalu tetap seperti sekarang. Materi yang ada selalu
terus menerus datang berbentuk atom-atom hidrogen dalam
angkasa yang membentuk galaksi baru dan menggantikan galaksi
lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.
3) Teori Osilasi
Teori osilasi hampir sama dengan teori keadaan tunak.
Menurut teori osilasi, alam semesta tidak ada awalnya dan
tidak ada akhirnya. Menurut teori osilasi, sekarang alam
semesta tidak konstan, melainkan berekspansi dimulai
dengan adanya dentuman besar (big bang). Alam semesta
mungkin telah memulai dalam sebuah dentuman besar atau
mungkin berada dalam keadaan tetap dalam keadaan
berosilasi. Bintang-bintang dapat mengalami pergerakan
yang bisa di amati dalam arah radial, yaitu mendekati atau
menjauhi matahari. Pergerakan bintang-bintang mendekati
atau menjauhi matahari ini dapat membuktikan terjadinya
rotasi pada anggota tata surya (galaksi).
Setelah membaca Materi Teori Pembentukan Alam Semesta dan
Bumi. Menurut Saudara apa Bedanya Alam Semesta dan Bumi.
Jabarkan Pemahaman saudara !

Anda mungkin juga menyukai