0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan26 halaman

SOP Cleaning

Dokumen ini adalah prosedur operasional standar untuk pelatihan cleaner di PT. Sukses Anugerah Sejahtera, yang mencakup berbagai teknik pembersihan harian seperti dusting, sweeping, damp mopping, dan toilet cleaning. Setiap teknik dilengkapi dengan tujuan, tata cara, petunjuk keselamatan, dan perawatan peralatan setelah pekerjaan selesai. Prosedur ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan kerja.

Diunggah oleh

ucikimut56874
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan26 halaman

SOP Cleaning

Dokumen ini adalah prosedur operasional standar untuk pelatihan cleaner di PT. Sukses Anugerah Sejahtera, yang mencakup berbagai teknik pembersihan harian seperti dusting, sweeping, damp mopping, dan toilet cleaning. Setiap teknik dilengkapi dengan tujuan, tata cara, petunjuk keselamatan, dan perawatan peralatan setelah pekerjaan selesai. Prosedur ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan kerja.

Diunggah oleh

ucikimut56874
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDARD OPERASIONAL PROCEDURE

PT. SUKSES ANUGRAH SEJAHTERA

MATERI PELATIHAN CLEANER


DAILY CLEANING

1. DUSTING
2. SWEEPING MENGGUNAKAN LOBBY DUSTER ( DRY MOPPING )
3. SWEEPING MENGGUNAKAN NYLON BROOM
4. SWEEPING MENGUNAKAN SAPU LIDI
5. DAMP MOPPING
6. DRY BUFFING
7. SCRUBBING ( DENGAN FLOOR POLISHER LOW SPEED )
8. MEMVAKUM KERING ( DRY VACUUMING )
9. MEMVAKUM BASAH ( WAT VACUUMING )
10. GLASS CLEANING ( PEMBERSIHAN KACA )
11. TOILET CLEANING ( PEMBERSIHAN TOILET )
12. STRIPPING VINYL
13. COATING VINYL
14. STRIPPING MARBLE
15. MARBLE CRYSTALIZATION
16. CARPET VACUUM
17. CARPET SPOTTING
18. POLISHING GRANIT
19. COATING BATU ALAM
20. PEMBERSIHAN SAMPAH DI RUMAH SAKIT
21. PEMBERSIHAN RUANG ICU
22. PEMBERSIHAN RUANG OK
23. PEMBERSIHAN RUANGAN IGD
24. PEMBERSIHAN RUANGAN PK
25. PEMBERSIHAN RUANGAN HD`
24. PEMBERSIHAN KAMAR KOSONG
25. PEMBERSIHAN KAMAR PASIEN
26. PEMBERSIHAN MUNTAH DARAH
1. DUSTING
Tujuannya melakukan dusting :
Membersihkan permukaan seperti pada furniture, dinding, list dan aksesoris lainnya dari debu
dan kotoran kecil.

Tata Cara Melakukan Dusting :


a. Siapkan alat dan chemical
 Botol sprayer atau bucket / ember (bila yang ingin didusting cukup banyak / luas).
 Cleaning cloth / lap (lap warna biru untuk area umum, lap warna merah untuk di toilet
dan lap warna kuning untuk area infeksius).
 Chemical (AGC dan ADC untuk area perkantoran dan mall, full trole untuk area toilet dan
area infeksius).

b. Langkah – langkah melakukan dusting


 Lipat lap seukuran telapak tangan, agar kita mendapatkan banyak permukaan lap yang
bersih serta terlihat lebih rapi.
 Semprotkan chemical ke permukaan lap agar hasil lebih baik dan aman bagi obyek yang
dibersihkan.
 Bila menggunakan ember (bucket) celupkan lap dan peras hingga lembab kemudian lipat
seukuran telapak tangan.
 Proses pembersihan dimulai dari bagian atas terlebih dahulu menuju ke bawah dengan
gerakan tangan kiri – kanan, dari atas ke bawah dan dari dalam ke luar.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Dusting adalah pekerjaan harian.
 Lakukan dusting secara detail.
 Gunakan alat bantu (tangga, scaffolding, genie lift dan yang direkomendasikan) bila
mendusting tempat tinggi.
 Bila di atas meja banyak dokumen atau barang milik klien minta izin terlebih dahulu.
 Kembalikan barang yang dipindahkan ke tempat semula.
 Hati-hati ketika melakukan dusting di sekitar alat-alat listrik.
 Jika tidak yakin akan material yang dibersihkan tanyakan kepada pengawas.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.


 Cuci lap, keringkan dan simpan di gudang.
 Bucket dibersihkan, keringkan dan simpan di gudang.
 Letakkan peralatan lainnya di tempat yang telah ditentukan.
2. SWEEPING MENGGUNAKAN LOBBY DUSTER (DRY MOPPING)
Tujuannya melakukan dry mopping :

Membersihkan permukaan lantai yang rata, luas, dan kering dari kotoran dan debu.

Tata Cara Melakukan Dry Mopping :

a. Siapkan peralatan
 Siapkan Lobby duster dan pastikan kainnya tidak kotor.
 Siapkan dustpan dan nylon broom.
b. Langkah – langkah melakukan sweeping
 Bisa dilakukan dengan 2 teknik : Maju mendorong dan Maju tumpang tindih.
 Mulailah sweeping dari area pinggir.
 Terlebih dahulu sweeping bagian pinggir dengan cara maju mendorong.
 Dilanjutkan dengan cara maju tumpang tindih.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Sweeping adalah kegiatan pembersihan harian.


 Debu dan kotoran yang terkumpul segera dimasukkan ke dalam dustpan, jangan ditunggu
hingga menumpuk.
 Bila permukaan lantai basah, keringkan dahulu.
 Ukuran lobby duster yang digunakan harus disesuaikan dengan luas area (standard 60 cm).

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.


 Lepas kain lobby duster dari framenya, bersihkan dengan cara divacuum dan dicuci bila
sudah terlalu kotor
 Cuci dan keringkan dustpan.
 Kembalikan semua peralatan di tempat yang sudah ditentukan.

3. SWEEPING MENGGUNAKAN NYLON BROOM


Tujuannya melakukan sweeping menggunakan nylon broom
Membesihkan permukaan lantai dari kotoran dan debu.

Tata Cara Menggunakan Nylon Broom :


a. Siapkan peralatan
 Nylon Broom.
 Dustpan.
b. Langkah – langkah melakukan sweeping dengan nylon broom
 Mulai menyapu pada bagian area yang sulit / sempit
 Kumpulkan sampah ke Dustpan.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Sweeping dengan Nylon Broom adalah pembersihan harian.
 Tidak dianjurkan di area utama.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
 Pindahkan Nylon Broom dan Dustpan dengan posisi tegak lurus.
 Cuci dan keringkan Dustpan.
 Kembalikan peralatan ke tempat yang telah ditentukan.
 Letakkan Nylon Broom di gudang dengan posisi kepala di atas atau digantung.

4. SWEEPING MENGGUNAKAN SAPU LIDI


Tujuannya melakukan sweeping menggunkan sapu lidi:
Pembersihan area luar dari kotoran dan sampah lepas.

Tata Cara Menggukan Sapu Lidi :


a. Siapkan peralatan
 Sapu Lidi.
 Dustpan Kaleng.
 Plastik Sampah.
b. Langkah – langkah melakukan sweeping dengan sapu lidi
 Menyapu denga arah maju.
 Masukkan sampah ke dalam palstik sampah.
 Menyapu terus kea rah tempat pembuangan sampah akhir.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Sweeping merupakan pembersihan harian.
 Lakukan perontokan daun – daun kering.
 Jangan memasukkan puntung rokok yang masih menyala ke dalam plastik sampah.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa pekerjaan sebelum meninggalkan area.
 Bersihkan peralatan dan kembalikan peralatan ke tempatnya.
 Simpan sapu lidi dengan posisi terbalik (lidi di atas).

5. DAMP MOPPING
Tujuannya melakukan damp mopping :
Membersihkan lantai dari kotoran dan noda.

Tata Cara Melakukan Damp Mopping :


a. Siapkan peralatan dan chemical
 Double atau single bucket (dilanjutkan menggunakan double bucket agar lebih efisien).
 Mopping stick (mopframe dan cotton yarn).
 Warning sign.
 Chemical (AFC & ACC untuk semua jenis lantai, isi air dan chemical ke dalam bucket
(tanyakan pengawas anda mengenai campurannya).
b. Langkah – langkah melakukan mopping
 Pasang warning sign.
 Mulailah dari area pinggir dan dilanjutkan dengan area yang paling jauh dari pintu
keluar.
 Lakukan mopping dengan gerakan tumpang tindih ke arah belakang.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Mopping merupakan pembersihan harian yang dilakukan setelah sweeping.
 Ganti air dalam bucket apabila kotor.
 Pembilasan dan pemerasan harus dilakukan dengan baik hingga kain mop bersih dan
lembab.
 Jangan mengangkat warning sign jika lantai belum kering benar.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa kembali area yang telah anda kerjakan.


 Jika memindahkan barang pada proses mopping, kembalikan ke posisi semula.
 Cuci dan keringkan cotton yarn.
 Letakkan peralatan lain di tempat yang sudah ditentukan.

6. GLASS CLEANING
Tujuan melakukan glass cleaning :
Membersihkan permukaan kaca agar tetap mengkilap.

Tata Cara Melakukan Glass Cleaning :

a. Siapkan peralatan serta chemical


 Window washer.
 Window squeegee.
 Blue cleaning cloth (lab biru).
 Ember (bucket).
 Telescopic pole.
 Chemical : AGC
 Warning sign
 Mopset
b. Langkah – langkah melakukan glass cleaning
 Siapkan larutan kimia di dalam bucket.
 Celupkan window washer ke dalam larutan tersebut lalu peras.
 Basahi dan gosok permukaan kaca secara merata dengan window washer dimulai dari
atas ke bawah.
 Keringkan permukaan kaca dengan window squeegee dengan gerakan yang
berkesinambungan dari atas ke bawah.

Catatan : ada 3 pola/cara untuk mengeringkan kaca dengan menggunakan window squeegee.

Angka 1

Sempit Tdk Terjangkau

Angka 7

Terjangkau

Angka 8

Luas Terjangkau

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Jangan menggunakan bubuk pasta atau pembersih lain yang dapat mengakibatkan
goresan.
 Jangan membersihkan kaca pada saat matahari bersinar ke kaca karena larutan kimia
akan kering seketika dan tidak bereaksi dengan baik.
 Keringkan pinggiran/bingkai kaca dengan cleaning cloth biru.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Kerja :

 Periksa permukaan kaca setelah selesai.


 Lepaskan kain window washer, cuci, dan keringkan.
 Bersihkan peralatan lain dan kembalikan ke gudang.

7. TOILET CLEANING (Pembersihan Toilet)


Tujuan melakukan toilet cleaning :
Menjaga toilet tetap bersih, kering, higienis, dan tidak berbau.

Tata Cara Melakukan Toilet Cleaning :

a. Siapkan peralatan dan chemical


 Bucket (ember).
 Toilet bowl brush (sikat toilet).
 Rubber hand gloves (sarung tangan karet).
 Sikat kecil.
 Sponge (busa).
 Cleaning cloth warna merah.
 Botol sprayer.
 Warning sign.
 Chemical : AFC, ACC, Full Trole.
b. Langkah – langkah melakukan toilet cleaning
 Pasang terlebih dahulu warning sign.
 Pakai sarung tangan karet.
 Periksa plafon dan bersihkan bila berdebu atau ada sarang laba – laba.
 Kumpulkan sampah yang tercecer di meja dan lantai dengan cara diambil dengan tangan
langsung dan atau disapu dengan nylon broom.
 Karena toilet terdiri dari 3 material utama, yaitu :

1) Washbasin
 Basahi bagian dalam washbasin serta bilas dengan menggunakan sponge.
 Bersihkan saluran pembuangan dengan sikat kecil.
 Semprotkan full trole dan diamkan 3 – 5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
 Sambil menunggu kita bersihkan aksesoris di sekitar washbasin termasuk dinding.
 Kemudian kembali lagi kepada washbasin, gosok menggunakan abrasive pad dan bilas
hingga bersih.
 Keringkan seluruh material yang dibersihkan.

2) Urinal
 Flush / basahi bagian dalam urinal serta sikat menggunakan sikat toilet.
 Semprotkan full trole dan diamkan 3 – 5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
 Sambil menunggu kita bersihkan aksesoris di sekitar urinal termasuk dinding.
 Kemudian kembali lagi kepada urinal, gosok menggunakan abrasive pad dan bilas
hingga bersih.
 Semprot ACC ke bagian dalam urinal.
 Keringkan seluruh material yang dibersihkan kecuali bagian dalam urinal.
3) Closet
 Flush / basahi bagian dalam closet serta sikat menggunakan sikat toilet.
 Semprotkan full trole dan diamkan 3 – 5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
 Sambil menunggu kita bersihkan aksesoris di sekitar closet termasuk dinding.
 Kemudian kembali lagi ke lubang closet, gosok menggunakan abrasive pad dan flush
hingga bersih.
 Semprotkan ACC ke lubang closet dan sekitarnya.
 Keringkan seluruh material yang dibersihkan kecuali lubang closet.

Untuk pembersihan lantai lakukan pembersihan pada 90 cm dari dinding di


bawah urinal terlebih dahulu hingga bersih, kemudian di dalam daerah partisi closet
lakukan hal yang sama, baru lakukan pembersihan lantai lainnya.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Yakinkan keberadaan Tissue dan AHS pada sekitar dispensernya.
 Toilet cleaning merupakan proses pencucian toilet yang dilakukan harian.
 Selalu menggunakan sarung tangan karet.
 Hati – hati bekerja di sekitar perlengkapan yang rentan pecah.
 Jangan membuat lecet peralatan dengan alat yang merusak (pad coklat tidak
diperbolehkan).
 Selalu bersihkan dari atas ke bawah.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa area setelah selesai pekerjaan.
 Cuci semua peralatan yang telah digunakan.
 Kumpulkan peralatan dan kembalikan ke gudang.
8. DRY BUFFING
Tujuan melakukn Dry Buffing :
Menjaga agar lantai marmer, granit, serta sebagian jenis lantai vinyl mengkilap.
Tata Cara Melakukan Dry Buffing :

a. Siapkan mesin dan perlengkapannya


 High speed floor polisher.
 Pad putih.

b. Langkah – langkah melakukan dry buffing


 Mulai dari area pinggir.
 Lakukan buffing dengan gerakan maju mundur menyamping tumpang tindih atau maju
mendorong dan berputar kembali di ujung area.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Dry buffing merupakan pekerjaan harian.


 Periksa keadaan kabel sebelum melakukan pekerjaan.
 Posisi panel listrik harus di belakang anda pada saat pengerjaan.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Balik pad apabila sudah kotor atau ganti dengan yang baru bila kedua sisinya sudah kotor.
 Jika menggunakan high speed polisher tanpa dry vacuum maka setelah selesai dry buffing
harus segera dilanjutkan dengan dry mopping atau vacuum.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa kembali area yang sudah di buffed.


 Jika anda memindahkan barang pada saat pengerjaan kembalikan ke posisi semula.
 Gulung kabel mesin high speed polisher dan polisher dan posisikan pad holder
menggantung.
 Lepas pad putih.
 Cuci pad putih dan bersihkan mesin.
 Simpan peralatan di gudang.
9. SCRUBBING (Dengan Floor Polisher Low Speed)
Tujuan melakukan scrubbing :
Mengangkat kotoran dari permukaan lantai.

Tata Cara Melakukan Scrubbing :

a. Siapkan peralatan serta mesin dan chemical


 Mesin floor polisher jenis low speed.
 Mesin W/D vacuum cleaner atau anda bisa menggantinya dengan floor squugee.
 Scrub brush atau pad (sesuai dengan kebutuhan).
 Chemical (AFC & ACC atau yang direkomendasikan sesuai jenis kotoran).
b. Langkah – langkah melalukan scrubbing
 Lakukan scrubbing dengan gerakan tumpang tindih kea rah belakang.
 Apabila ada solution tank, tarik gagang solution tank untuk mengeluarkan chemical.
 Pastikan lantai yang ingin anda bersihkan selalu basah.
 Segera besihkan/keringkan lantai dari air kotor hasil scrubbing.
 Bilas hingga bersih dan keringkan.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Jangan menunggu pekerjaan selesai untuk membersihkan sisa kotoran dari proses
scrubbing.
 Posisi electric panel harus di belakang anda.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Gunakan selalu sepatu boot.
 Bersihkan pad sikat apabila sudah kotor kemudian lakukan lagi proses scrubbing.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa kembali area yang sudah anda scrubbing.


 Jika anda memindahkan barang pada saat pengerjaan, kembalikan barang ke posisi semula.
 Bersihkan mesin dan gulung kabel mesin polisher.
 Cuci pad.
 Kembalikan peralatan ke tempat yang sudah ditentukan.

10. MEMVAKUM KERING (DRY VACUUMING)


Tujuan melakukan dry vacuuming :
Membersihkan permukaan lantai kering dari debu dan kotoran kecil.

Tata Cara Melakukan Dry Vacuuming :

a. Siapkan mesin dan peralatan


 Wet & dry vacuum cleaner + aksesoris
 Warning sign.
b. Langkah – langkah melakukan vacuuming
 Pastikan mesin vacuum cleaner dalam keadaan berfungsi baik, pastikan filter dalam
keadaan terpasang & bersih.
 Pasangkan combination nozzle pada extension tube.
 Pasang warning sign.
 Pindahkan terlebih dahulu furniture di sekitar area yang akan dibersihkan (apabila
memungkinkan).
 Lakukan vacuuming dari lokasi yang paling jauh dari pintu keluar dengan gerakan maju
mundur dan bergeser ke samping menuju ke belakang.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Jangan gunakan dry vacuum cleaner untuk menghisap air.


 Apabila anda menemukan kabel terkelupas segera laporkan kepada pengawas.
 Apabila ada kotoran yang cukup besar anda harus mengambil kotoran tersebut terlebih
dahulu.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

 Periksa kembali area yang sudah anda bersihkan.


 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semua.
 Simpan kembali warning sign yang telah selesai anda gunakan.
 Bersihkan kotoran dan debu dalam vacuum cleaner beserta filter kainnya.

11. MEMVAKUM BASAH (WET VACUUMING)


Tujuan melakukan wet vacuuming :
Membersihkan permukaan lantai keras basah berair.

Tata Cara Melakukan Vacuuming :

a. Siapkan mesin dan peralatan


 Wet & dry vacuum cleaner + asesori.
 Warning sign.
b. Langkah – langkah melakukan wet vacuuming
 Pastikan mesin vacuum cleaner dalam keadaan berfungsi baik. Pastikan filter telah
dilepas dari mesin.
 Pasangkan wet nozzle pada extension tube.
 Pasang warning sign.
 Pindahkan terlebih dahulu furniture di sekitar area yang akan dibersihkan (apabila
memungkinkan).
 Lakukan vacuuming dari lokasi yang paling jauh dari pintu keluar dengan gerakan maju
mundur dan bergeser ke samping menuju ke belakang.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

 Jangan gunakan dry vacuum cleaner untuk mengisap air.


 Apabila anda menemukan kabel terkelupas segera laporkan kepada pengawas.
 Apabila ada kotoran yang cukup besar anda harus mengambil kotoran tersebut terlebih
dahulu.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perwatan Peralatan :

 Periksa kembali area yang sudah anda bersihkan.


 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semula.
 Simpan kembali warning sign yang telah selesai anda gunakan.
 Bersihkan kotoran dan debu dalam vacuum cleaner beserta filter kainnya.

12. STRIPPING VINYL (Pengupasan Pelapis Lantai Vinyl)


Tujuan melakukan stripping vinyl:
Mengupas lapisan lama pada lantai vinyl.

Tata Cara Melakukan Stripping Vinyl :


a. Siapkan peralatan, mesin, dan chemical
 Mesin floor polisher.
 Wet & dry vacuum cleaner (gunakan wet nozzle).
 Pad holder dan pad merah.
 Kabel sambung.
 2 buah mopset serta double bucket.
 Warning sign.
 Sepatu boot.
 Rubber hand glove (sarung tangan karet).
 Cleaning cloth.
 Floor squeegee.
 Lobby duster.
 Scrapper (kape).
 Chemical : Stampede.
b. Langkah – langkah melakukan stripping vinyl
 Pasangkan warning sign pada batas area yang mau dikerjakan.
 Buat larutan stampede sesuai petunjuk.
 Basahi lantai dengan larutan stampededengan mop secara merata tunggu 5 menit
kemudian gosok bagian pinggiran dengan tapas selama menunggu.
 Gunakan mesin floor polisher secara perlahan dari sudut ke sudut dengan merata
mulai dari sisi terjauh menuju pintu keluar dengan cara mundur tumpang tindi.
 Yakinkan lapisan lama telah seluruhnya terangkat.
 Bilas dengan air bersih menggunakan floor polisher dan pad merah (minimal 3 kali
pembilasan) hingga tidak ada sisa – sisa busa stampede pada lantai.
 Pastikan lantai benar – benar dalam keadaan bersih dan kering dan lantai siap untuk
dilakukan coating (pelapisan).

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Pastikan floor polisher dalam kondisi dan berfungsi baik.
 Apabila anda menemukan kabel terkelupas atau steker yang rusak segera laporkan
kepada pengawas.
 Lantai vinyl banyak digunkan di rumah sakit karena higienis, tidak licin, dan berfungsi
meredam suara.
 Stripping vinyl merupakan pekerjaan berkala yang dilakukan sebelum pekerjaan coating.
 Stripping vinyl merupakan proses pengupasan pelapis lama pada permukaan vinyl.
 Posisi electric panel harus di belakang anda.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Selalu gunakan sarung tangan dan sepatu boot.
 Lantai vinyl tidak boleh dipijak sebelum dilakukan coating (pelapisan) terlebih dahulu.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa kembali lantai dan pastikan benar – benar bersih dan kering.
 Gulung kabel mesin polisher dan wet and dry vacuum cleaner.
 Bawa semua peralatan ke tempat yang sudah ditentukan untuk pencucian, keringkan
dan simpan di gudang.

13. COATING VINYL (Pelapisan Permukaan Lantai Vinyl)


Tujuan melakukan coating vinyl :
Melindungi dan mengkilapkan permukaan lantai vinyl dengan cara melapisinya dengan wax.

Tata Cara Melakukan Coating Vinyl :


a. Siapkan peralatan serta mesin.
 Mop set yang bersih (khusus coating).
 2 warning sign.
 Single bucket.
 Chemical : Performax 20.

b. Langkah – langkah melakukan coating vinyl


 Masukkan chemical performax 20 sesuai kebutuhan ke dalam bucket.
 Celupkan mop ke dalam bucket yang berisi performax 20 kemudian peras dengan
wringer.
 Lapisan bagian pinggir terlebih dahulu.
 Lapisan bagian tengah dengan pola melintang menuju pintu keluar dengan arah
mundur.
 Tunggu hingga kering.
 Lakukan pelapisan berikutnya dengan arah berbuda (membujur) hingga merata.
 Pelapisan dilakukan 3 lapisan.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Coating vinyl merupakan pekerjaan berkala yang dilakukan setelah pekerjaan stripping
vinyl.
 Pastikan lantai vinyl bersih sebelum dilakukan coating (pelapisan).
 Gunakam mop khusus untuk coating saja.
 Jangan lakukan pelapisan tambahan sebelum pelapisan terdahulu kering.
 Lantai tidak boleh dipijak sebelum beanar – benar kering.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semula.
 Rendam kain mop dengan larutan stampede (± 15 menit) kemudian cuci hingga bersih
dan keringkan.
 Cuci semua peralatan hingga bersih dan keringkan kemudia simpan di gudang.

14. STRIPPING MARBLE (Pencucian Lantai Marmer)


Tujuan melakukan marble stripping :
Membersihkan permukaan lantai marmer dari kotoran dan noda.

Tata Cara Melakukan Marble Stripping :


a. Siapkan peralatan dan mesin
 Mesin floor polisher.
 Wet & dry vacuum cleaner (gunakan wet nozlle).
 Pad holder dan pad merah.
 Kabel sambung.
 2 buah mopset seta double bucket.
 2 warning sign.
 Sepatu boot.
 Rubber hand glove (sarung tangan karet).
 Floor squeegee.
 Lobby duster.
 Gelas ukur dan gayung.
 Chemical : Stampede.
b. Langkah – langkah melakukan marble stripping :
 Pasang warning sign.
 Sweeping area dengan menggunakan lobby duster dan mop hingga bersih.
 Buat larutan stampedesesuai petunjuk.
 Basahi lantai dengan larutan stampededan ratakan dengan mop secara merata kemudian
gosok bagian pinggir dengan tapas.
 Gunakan mesin floor polisher dengan pad merah secara perlahan dan sudut ke sudut
dengan merata mulai dari sisi terjauh menuju pintu keluar dengan cara mundur
tumpang tindih.
 Bilas dengan air bersih dan menggunakan floor polisher dan pad merah (minimal 3 kali
pembilasan) hingga tidak ada sisa – sisa busa stampede pada lantai.
 Pastikan lantai benar – benar dalam keadaan bersih dan lantai siap untuk dilakukan
kristalisasi.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselatan Kerja :


 Stripping marmer merupakan pekerjaan yang dilakukan sebelum kristalisasi.
 Stripping harus didahului dengan sweeping.
 Yakinkan sisa larutan stripping telah bersih terangkat sebelum kristalisasi dilakukan.
 Pastikan mesin floor polisher dalam keadaan dan berfungsi baik.

Apabila anda menemukan kabel terkelupas, segera laporkan kepada pengawas.


 Posisi electric panel harus di belakang anda.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Selalu gunakan sarung tangan dan sepatu boot.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa kembali lantai dan pastikan benar – benar bersih.
 Bersihkan floor polisher dari sisa cairan untuk bisa digunakan kembali saat kristalisasi.
 Bilas peralatan lain dengan air sampai bersih untuk bisa digunakan kembali saat
kristalisasi.
15. KRISTALISASI MARMER (Pengkilapan Lantai Marmer)

Tujuan melakukan kristalisasi :


Mengkilapkan permukaan lantai marmer.

Tata Cara Melakukan Kristalisasi Marmer :


a. Siapkan peralatan dan mesin
 Mesin floor polisher.
 Wet & dry vacuum cleaner (gunakan wet nozzle).
 Pad holder & pad merah.
 Kable sambung.
 Warning sign.
 Rantai plastic.
 Floor squeegee.
 Tapas .
 Lap majun.
 Chemical : Marble powder.

b. Langkah – langkah melakukan kristalisasi:


 Pasang warning sign.
 Buat campuran marble powder dengan air sesuai
 petunjuk sehingga membentuk larutan.
 Tuangkan larutan pada area yang akan dikerjakan.
 Gunakan mesin floor polisher dan pad merah secara perlahan dari kiri ke kanan dengan
tumpang tindih dan merata, lakukan hingga didapatkan tingkat kilap yang diinginkan.
 Bilas dengan air bersih menggunakan floor polisher dan pad merah hingga tidak ada
sisa-sisa marble powder pada lantai dan hisap dengan menggunakan vacuum cleaner
hingga kering.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Kristalisasi marmer harus didahului proses stripping marmer untuk memastikan
marmer dalam keadaan bersih sebelum kristalisasi.
 Kristalisasi merupakan perkerjaan berkala.
 Pastikan mesin floor polisher dalam keadaan dan berfugsi baik.
Apabila anda menemukan kabel terkelupas, segera laporkan kepada pengawas.
 Posisi electric panel harus di belakang anda.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Jangan biarkan lantai dipijak – pijak pada saat proses pengkilapan.
 Jika diperlukan bisa dilakukan dry buffing setelah proses ini.

Setelah Selesai Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa kembali lantai dan dinding pastikan benar – benar bersih dari sisa – sisa marble
powder.
 Gulung kabel mesin polisher dan wet and dry vacuum cleaner.
 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semula.
 Bawa semua peralatan ke tempat yang sudah ditentukan untuk pencucian, keringkan
dan simpan di gudang.
16. MEMBERSIHKAN LANTAI KARPET (Vacuuming)

Tujuan melakukan vacuuming :


Membersihkan permukaan lantai karpet dari debu dan kotoran kecil.

Tata Cara Melakukan Vacuuming :


a. Siapkan peralatan dan mesin
 Wet & dry vacuum cleaner.
 Warning sign.
 Kabel sambung.
 Cloth.
b. Langkah –langkah melakukan vacuuming
 Pindahkan terlebih dahulu furniture di sekitar area yang akan dibersihkan (apabila
memungkinkan).
 Pasang warning sign.
 Siapkan vacuum dan nozzle sesuai dengan kebutuhan.
 Lakukan terlebih dahulu dari pinggir dengan menggunakan crevice nozzle, setelah itu
lanjutkan dari lokasi yang paling jauh dengan gerakan maju mundur tumpang tindih
dan ke samping menuju ke belakang dengan menggunakan combination.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Yakinkan karpet dalam keadaan kering untuk penyedotan kotoran kering.
 Pastikan mesin dalam keadaan dan berfungsi baik.
Pastikan filter bersih, utuh tidak berlubang dan tepat pada posisinya.
Jika menemukan kabel terkelupas, segera laporkan kepada pengawas.
 Jika menggunakan wet & dry vacuum cleaner untuk menghisap air filter dilepas.
 Jika menggunakan wet & dry vacuum cleaner untuk menghisap kotoran kering, filter harus
dipasang.
 Apabila ada kotoran yang cukup besar, Anda harus mengambil kotoran tersebut terlebih
dahulu.
 Lakukan proses spotting terlebih dahulu apabila terdapat noda di karpet.

Setelah Selesai Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa kembali area yang sudah dibersihkan.
 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semula.
 Simpan kembali warning sign yang telah selesai anfa gunakan.
 Bersihkan kotoran dan debu dalam vacuum cleaner beserta filter kainnya.

17. MEMBERSIHKAN NODA PADA PERMUKAAN LANTAI KARPET


(Carpet Spotting Secara Manual)

Tujuan melakukan carpet spotting :


Membersihkan noda pada permukaan lantai karpet.

Tata Cara Melakukan Carpet Spotting :


a. Siapkan peralatan dan chemical
 Lap (jenis majun sangat dianjurkan).
 Warning sign.
 Sikat semir.
 Chemical : ACS di dalam botol sprayer.

b. Langkah – langkah melakukan carpet spotting


 Pasang warning sign.
 Semprotkan chemical ACS ke sekililing noda terlebih dahulu baru semprotkan ke
noda.
 Lalu gosoklah noda kotoran dengan menggunakan sikat secara perlahan dengan
satu arah, segera serap dengan lap dengan cara lap ditekan-tekankan pada karpet.
 Lakukan proses di atas berulang kali hingga noda tersebut hilang.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Kelamatan Kerja :


 Minta saran pengawas tentang campuran atas chemical.
 Jangan menggosok dengan dengan cara maju mundur karena akan membuat noda menjadi
bertambah lebar.
 Apabila ada kotoran sisa permen karet atau aspal, angkat kotoran tersebut dahulu dengan
menggunakan es batu dan kape.
 Jangan biarkan noda dari minuman bewarna atau noda lainnya terlalu lama, jika terjadi
segera dibersihkan.
 Ganti lap majun jika sudah kotor.

Setelah Selesai Dan Perawat Peralatan :


Periksa kembali area yang sudah anda bersihkan.
Simpang kembali warning sign yang sudah selesai anda gunakan.
Bawa peralatan ke tempat yang sudah ditentukan untuk mencuci dan mengeringkan

18. POLISHING GRANIT (Pengkilapan Lantai Granit)

Tujuan melakukan polishing granit :


Mengkilapkan permukaan lantai granit.

Tata Cara Melakukan Kristalisasi Granit :


c. Siapkan peralatan dan mesin
 Mesin floor polisher.
 Wet & dry vacuum cleaner (gunakan wet nozzle).
 Pad holder & pad merah.
 Kable sambung.
 Warning sign.
 Rantai plastic.
 Floor squeegee.
 Tapas .
 Lap majun.
 Chemical : Granit powder.

d. Langkah – langkah melakukan kristalisasi:


 Pasang warning sign.
 Buat campuran granit powder untuk 1 m2 sebanyak 10 gr dengan air sesuai petunjuk
sehingga membentuk larutan .
 Tuangkan larutan pada area yang akan dikerjakan.
 Gunakan mesin floor polisher dan pad merah secara perlahan dari kiri ke kanan dengan
tumpang tindih dan merata, lakukan hingga didapatkan tingkat kilap yang diinginkan.
 Bilas dengan air bersih menggunakan floor polisher dan pad merah hingga tidak ada
sisa-sisa granit powder pada lantai dan hisap dengan menggunakan vacuum cleaner
hingga kering.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


 Kristalisasi granit harus didahului proses stripping granit untuk memastikan granit
dalam keadaan bersih sebelum kristalisasi.
 Kristalisasi merupakan perkerjaan berkala.
 Pastikan mesin floor polisher dalam keadaan dan berfugsi baik.
Apabila anda menemukan kabel terkelupas, segera laporkan kepada pengawas.
 Posisi electric panel harus di belakang anda.
 Posisi kabel harus berada di bahu anda pada saat bekerja.
 Jangan biarkan lantai dipijak – pijak pada saat proses pengkilapan.
 Jika diperlukan bisa dilakukan dry buffing setelah proses ini.

Setelah Selesai Dan Perawatan Peralatan :


 Periksa kembali lantai dan dinding pastikan benar – benar bersih dari sisa – sisa granit
powder.
 Gulung kabel mesin polisher dan wet and dry vacuum cleaner.
 Pastikan furniture telah dikembalikan ke posisi semula.
 Bawa semua peralatan ke tempat yang sudah ditentukan untuk pencucian, keringkan
dan simpan di gudang.

19. COATING BATU ALAM (Pengkilapan Batu Alam)

Tujuannya memunculkan warna alami batu dan melindungi permukaan batu dari lumut.

Tata Cara Melakukan Coating Batu Alam:


a. Siapkan peralatan dan mesin
 Scrap
 Sikat tangan
 Kuas
 Sponge (busa)
 Bucket
 Warning sign
 Rubber hand gloves
 Masker
 Sepatu bot
 Chemical: Wax Strip dan Profan

b. Langkah-langkah melakukan
 Pasang warning sign.
 Tuangkan wax strip ke dalam bucket
 Basahi permukaan batu alam dengan chemical menggunakan sponge secara menyeluruh
 Kemudian sikat permukaan batu alam dengan merata
 Bilas menggunakan air hingga bersih dan tunggu sampai kering
 Setelah kering, coating permukaan batu alam dengan menggunakan chemical Profan
dengan menggunakan kuas seperti gerakan mengecat secara berkesinambungan.

Yang Harus Diingat dan Keselamatan Kerja


 Pastikan permukaan batu alam dari debu dan pasir
 Jangan mengangkat warning sign apabila permukaan batu alam belum kering benar
 Tidak dianjurkan coating batu alam pada saat musim hujan
 Selalu menggunakan APD secara lengkap
 Lebih dianjurkan coating batu alam pada saat cuaca cerah
Setelah Selesai dan Perawatan Peralatan
 Periksa kembali hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area
 Cuci dan keringkan semua peralatan yang digunakan
 Kembalikan semua peralatan di tempat yang telah ditentukan

20. PEMBERSIHAN SAMPAH / PEMBUANGAN SAMPAH

TUJUAN :
Agar sampah tidak berserakan dan tempat sampah bersih & rapi.

PERALATAN :
 Sarung Tangan Karet
 Masker
 Sepatu Bot
 Plastik Sampah
 Sulo

TATA CARA :
 Pindahkan sampah yang telah dipisahkan antara sampah medis dan non medis ke dalam
plastik sampah dengan menggunakan sarung tangan karet dan masker.
 Pastikan plastik dalam keadaan rapi.
 Operator mulai Collecting
 Pastikan dustbin sudah benar – benar kosong
 Dan pastikan safety saat pengutipan sampah
 Tutup kembali Dustbin dengan rapi
 Lanjutkan Colecting sampah ke semua titik Dustbin di semua lantai baik sampah Medis dan
Non Medis
 Letakkan Dustbin ke posisi semula dan keadaan rapi
 Kompulkan sampah dibelakang dan serahkan kepada petugas dinas kebersihan dalam
keadaan terikat
 Sampah Non Medis dibawa petugas ke TPS akhir
 Sampah Medis masukkan ke TPS rumah sakit yang tersedia
 Sebelum sampah medis dibawa dilakukan penimbangan oleh pihak Rumah Sakit atau
pengawas dari SAS.

YANG HARUS DIINGAT & KESELAMATAN KERJA:


 Lakukan sweeping seputaran tempat sampah .
 Pastikan plastik sampah dalam keadaan terikat sebelum dipindahkan ke sulo.
 Dusting sulo dengan menggunakan Blue cleaning cloth.
 Pastikan semua tempat sampah sudah ada plastiknya, ganti plastik sampah jika sudah
robek.
 Buang sampah yang sudah penuh ke TPS dan jangan menunggu sampai berserakan.
 Jangan menggunakan lift ketika membuang sampah.

SETELAH SELESAI PEKERJAAN & PERAWATAN PERALATAN:


 Cuci sulo dengan menggunakan air sabun, posisikan sulo dalam keadaan terbalik.
 Cuci sepatu bot dan simpan kedalam gudang.

21. PEMBERSIHAN RUANGAN ICU

Tujuan pembersihan ruang ICU:


Menjaga agar ruang ICU tetap bersih, hygienis, dan steril
Peralatan dan Chemical :
 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop set ( untuk memopping lantai dari debu dan kotoran )
 Cleaning cloth Biru dan Kuning
 Lobby duster
 Nylon broom ( untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran )
 Dustpan ( untuk mengangkat sampah yang sudah dikumpulkan )
 Sarung tangan karet
 Masker
 Botol Sprayer
 Chemical AFC, ACC dan PRESEPT

Tata Cara Pembersihan Ruangan ICU :


 Pakai Masker dan Sarung Tangan Karet
 Ganti Baju dengan baju Khusus ICU
 Dimulai dari pengambilan sampah yang ada di tempat sampah, kemudian dilanjutkan
dengan melakukan dusting meja, kursi, senta oksigen, bed / tempat tidur, nakas, lemari.
 Sweeping lantai dimulai dari daerah yang sulit dengan menggunakan nylon brom dan
dilanjutkan area yang luas dengan menggunakan lobby duster.
 Lantai dimopping dengan menggunakan chemical AFC atau ACC ( untuk sterilisasi ruang ICU
digunakan chemical Fumigan ( presept ) yang dilakukan sebulan sekali ).
 Masukkan sampah Medis ke dalam Plastik kuning dan sampah Umum ke dalam Plastik
Hitam

Yang Harus Diingat dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Apabila masuk ke dalam ruang ICU gunakan pakaian dan sandal yang telah disediakan.
Tidak diperbolehkan membersihkan alat kesehatan kecuali bagian bawah / kaki.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Peralatan yang digunakan hanya khusus untuk ruang ICU ( tidak boleh digunakan di
ruangan lain )
Jangan meninggalkan sampah Medis dan Umum dalam ruangan
Hati-hati ketika melakukan dusting di sekitar alat-alat listrik
Jangan digabungkan sampah Medis dan umum di tempat yang sama

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area
Cuci semua peralatan yang telah di gunakan,keringkan dan simpan ke OC
Cuci baju Khusus ICU setelah di gunakan
22. PEMBERSIHAN RUANGAN OK

Tujuannya:
Menjaga agar ruang OK tetap bersih, hygienis, dan steril.

Peralatan dan Chemical :


 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop set ( untuk memopping lantai dari debu dan kotoran )
 Cleaning cloth Biru dan Kuning
 Lobby duster
 Nylon broom ( untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran )
 Dustpan ( untuk mengangkat sampah yang sudah dikumpulkan )
 Sarung tangan karet
 Masker
 Botol Sprayer
 Chemical AFC, ACC dan PRESEPT

Tata Cara Membersihan Ruangan OK :


 Pakai Masker dan Sarung Tangan Karet dan sarung penutup kepala
 Dimulai dari pengambilan sampah yang ada di tempat sampah, kemudian dilanjutkan
dengan melakukan dusting meja, kursi, senta oksigen, bed / tempat tidur, nakas, lemari.
 Sweeping lantai dimulai dari daerah yang sulit dengan menggunakan nylon broom dan
dilanjutkan area yang luas dengan menggunakan lobby duster.
 Lantai dimopping dengan menggunakan chemical AFC atau ACC ( untuk sterilisasi ruang ICU
digunakan chemical Fumigan ( preesef ) yang dilakukan sebulan sekali ).
 Masukkan sampah Medis ke dalam Plastik kuning dan sampah Umum ke dalam Plastik
Hitam

Yang Harus Diingat dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Apabila masuk ke dalam ruang OK gunakan pakaian dan sandal yang telah disediakan.
Tidak diperbolehkan membersihkan alat kesehatan kecuali bagian bawah / kaki.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Peralatan yang di gunakan hanya khusus untuk ruang OK
( tidak boleh di gunakan di ruangan lain )
Jangan meninggalkan sampah Medis dan Umum dalam ruangan
Hati hati ketika melakukan dusting di sekitar alat alat listrik
Jangan di gabungkan sampah sampah Medis dan umum di tempat yang sama

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area
Cuci semua peralatan yang telah di gunakan,keringkan dan simpan ke OC
Cuci baju Khusus OK setelah di gunakan.

23. PEMBERSIHAN RUANGAN IGD

Tujuannya:
Menjaga agar ruang IGD tetap bersih, hygienis dan sterill

Peralatan dan Chemical :


 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop set ( untuk memopping lantai dari debu dan kotoran )
 Cleaning cloth Biru dan Kuning
 Lobby duster
 Nylon broom ( untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran )
 Dustpan ( untuk mengangkat sampah yang sudah dikumpulkan )
 Sarung tangan karet
 Masker
 Botol Sprayer
 Chemical AFC, ACC, dan PRESEPT

Tata Cara Pembersihan Ruangan IGD :


 Pakai Masker dan Sarung Tangan Karet
 Dimulai dari pengambilan sampah yang ada di tempat sampah, kemudian dilanjutkan
dengan melakukan dusting meja, kursi, senta oksigen, bed / tempat tidur, nakas, lemari.
 Sweeping lantai dimulai dari daerah yang sulit dengan menggunakan nylon brom dan
dilanjutkan area yang luas dengan menggunakan lobby duster.
 Lantai dimopping dengan menggunakan chemical AFC atau ACC ( untuk sterilisasi ruang IGD
digunakan chemical Fumigan ( preesef ) yang dilakukan sebulan sekali ).
 Masukkan sampah Medis ke dalam Plastik kuning dan sampah Umum ke dalam Plastik
Hitam.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Tidak diperbolehkan membersihkan alat kesehatan kecuali bagian bawah / kaki.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Peralatan yang di gunakan hanya khusus untuk ruang OK ( tidak boleh digunakan di
ruangan lain )
Jangan meninggalkan sampah Medis dan Umum dalam ruangan
Hati hati ketika melakukan dusting di sekitar alat alat listrik
Minta izin dahulu ketika membersihkan ruangan

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area
Cuci semua peralatan yang telah digunakan, keringkan, dan simpan ke tempat yang sudah
ditentukan

24. PEMBERSIHAN RUANGAN VK

Tujuannya:
Menjaga agar ruang ok tetap bersih, hygienis dan sterill
Peralatan dan Chemical :
 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop set ( untuk memopping lantai dari debu dan kotoran )
 Cleaning cloth Biru dan Kuning
 Lobby duster
 Nylon broom ( untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran )
 Dustpan ( untuk mengangkat sampah yang sudah dikumpulkan )
 Sarung tangan karet
 Masker
 Botol Sprayer
 Chemical AFC, ACC dan PRESEPT

Tata Cara Membersihan Ruangan PK:


 Pakai Masker dan Sarung Tangan Karet dan sarung penutup kepala
 Dimulai dari pengambilan sampah yang ada di tempat sampah, kemudian dilanjutkan
dengan melakukan dusting meja, kursi, senta oksigen, bed / tempat tidur, nakas, lemari.
 Sweeping lantai dimulai dari daerah yang sulit dengan menggunakan nylon brom dan
dilanjutkan area yang luas dengan menggunakan lobby duster.
 Lantai dimopping dengan menggunakan chemical AFC atau ACC ( untuk sterilisasi ruang PK
digunakan chemical Fumigan ( presept ) yang dilakukan sebulan sekali ).
 Masukkan sampah Medis ke dalam Plastik kuning dan sampah Umum ke dalam Plastik
Hitam

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Apabila masuk ke dalam ruang VK gunakan pakaian dan sandal yang telah disediakan.
Tidak diperbolehkan membersihkan alat kesehatan kecuali bagian bawah / kaki.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Peralatan yang di gunakan hanya khusus untuk ruang VK ( tidak boleh di gunakan di
ruangan lain )
Jangan meninggalkan sampah Medis dan Umum dalam ruangan
Hati hati ketika melakukan dusting di sekitar alat-alat listrik
Jangan digabungkan sampah sampah Medis dan umum di tempat yang sama

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area
Cuci semua peralatan yang telah digunakan, keringkan, dan simpan ke OC

25. PEMBERSIHAN RUANGAN HD


Tujuannya:
Menjaga agar ruang HD tetap bersih, hygienis, dan steril.
Peralatan dan Chemical :
 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop set ( untuk memopping lantai dari debu dan kotoran )
 Cleaning cloth Biru dan Kuning
 Lobby duster
 Nylon broom ( untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran )
 Dustpan ( untuk mengangkat sampah yang sudah dikumpulkan )
 Sarung tangan karet
 Masker
 Botol Sprayer
 Chemical AFC, ACC, dan PRESEPT

Tata Cara Pembersihan Ruangan HD:


 Pakai Masker dan Sarung Tangan Karet dan sarung penutup kepala
 Dimulai dari pengambilan sampah yang ada di tempat sampah,
kemudian dilanjutkan dengan melakukan dusting meja, kursi, senta oksigen, bed / tempat
tidur, nakas, lemari.
 Sweeping lantai dimulai dari daerah yang sulit dengan menggunakan nylon broom dan
dilanjutkan area yang luas dengan menggunakan lobby duster.
 Lantai dimopping dengan menggunakan chemical AFC atau ACC ( untuk sterilisasi ruang HD
digunakan chemical Fumigan ( presept ) yang dilakukan sebulan sekali ).
 Masukkan sampah Medis ke dalam Plastik kuning dan sampah Umum ke dalam Plastik
Hitam

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Apabila masuk ke dalam ruang HD gunakan pakaian dan sandal yang telah disediakan.
Tidak diperbolehkan membersihkan alat kesehatan kecuali bagian bawah / kaki.
Gunakan sarung tangan dan masker.
Peralatan yang di gunakan hanya khusus untuk ruang HD ( tidak boleh digunakan di
ruangan lain )
Jangan meninggalkan sampah Medis dan Umum dalam ruangan
Hati hati ketika melakukan dusting di sekitar alat-alat listrik
Jangan digabungkan sampah Medis dan umum di tempat yang sama

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
Cuci semua peralatan yang telah di gunakan, keringkan dan simpan ke tempat yang telah
ditentukan.

26. SOP PEMBERSIHAN KAMAR KOSONG


Tujuannya melakukan pembesihan kamar kosong :
Menjaga kondisi kamar tetap bersih dan wangi terhindar dari debu dan kotoran lainnya.

Tata Cara Melakukan Pembersihan Kamar Kosong :


a. Menanyakan ke Pos Perawat no kamar-kamar yang sudah kosong.
b. Meminta izin untuk membersihkan kamar sekaligus meminjam kunci kamar.
c. Siapkan alat dan chemical
 Rack Ball (untuk membersihan sawang-sawang yang ada di plafon)
 Botol sprayer atau bucket / ember (bila yang ingin didusting cukup banyak / luas).
 Cleaning cloth / lap (lap warna biru untuk area umum,
lap warna merah untuk di toilet dan lap warna kuning untuk area infeksius).
 Mop Set (untuk memopping lantai dari debu dan kotoran)
 Nylon broom (untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran)
 Dustpan (untuk mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan)
 Sikat tangkai (pembersihan kamar mandi)
 Tapas (melakukan spotting)
 Chemical (AFC untuk lantai)
 Chemical (AHC untuk cuci tangan)
 Chemical (AGC untuk glass cleaning)
 Chemical (ACC untuk Disinfektan)
c. Langkah – langkah melakukan pembersihan kamar kosong.
 Level 1 : Bersihkan bagian atas yaitu Plafon, Cup lampu,
Kipas angin atau AC serta asessories lantainya dengan cara di dusting.
 Level 2 : Bersihkan bagian dinding yaitu bersihkan dinding
dari flek dan noda dengan cara di spotting.
 Level 3 : Bersihkan bagian lantai seperti Tempat tidur pasien, meja, lemari, kursi,
kulkas dan lainnya dengan cara di dusting serta lantai di sweeping dan mopping.
 Level 4 : Bersihkan bagian Toilet dengan cara General cleaning toilet.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :

Pinjam kunci kepada Nurse Station, kemudian setelah selesai pembersihan


Kamar wajib dikembalikan ke Nurse Station kembali.
Lakukan dusting secara detail.
Gunakan alat bantu (tangga, scaffolding, genie lift dan yang direkomendasikan)
bila mendusting tempat tinggi.
Kembalikan barang yang dipindahkan ke tempat semula.
Hati-hati ketika melakukan dusting di sekitar alat-alat listrik.
Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :

Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.


Cuci semua peralatan yang telah digunakan, keringkan dan simpan di gudang.
Letakkan peralatan lainnya di tempat yang telah ditentukan.

27. SOP PEMBERSIHAN KAMAR PASIEN

Tujuannya melakukan pembesihan kamar pasien :


Menjaga kondisi kamar agar tetap bersih dan wangi terhindar dari debu, sampah, maupun noda.

Tata Cara Melakukan Pembersihan Kamar Pasien :


a. Siapkan alat dan chemical
 Janitor trolly
 Single bucket
 Mop Set (untuk memopping lantai dari debu dan kotoran)
 Cleaning cloth / lap (lap warna biru untuk area umum, lap warna merah untuk di toilet
dan lap warna kuning untuk area infeksius).
 Nylon broom (untuk sweeping lantai dari debu dan kotoran)
 Dustpan (untuk mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan)
 Sarung tangan karet
 Sikat tangkai (pembersihan kamar mandi)
 Floor squeegee
 Tapas (melakukan spotting)
 Chemical (AFC untuk lantai)
 Chemical (AHC untuk cuci tangan)
 Chemical (AGC untuk glass cleaning)
 Chemical (ACC untuk Disinfektan)
b. Mengetuk pintu kamar sebanyak 3 kali ketukan tangan, sambil mengucapkan “SAS Cleaning
membersihkan” lalu memberi alat penahan pintu dari kayu.
c. Masuk ke dalam kamar dan mengucapkan greeting
“Selamat pagi/siang/malam” Bapak/Ibu saya House keeping mohon ijin untuk
membersihkan kamar.
d. Langkah – langkah melakukan pembersihan kamar pasien.
 Ambil sampah dari kamar, toilet lalu di buang ke Janitor trolly
 Dusting dari belakang pintu, lemari, meja, kursi, tempat tidur, meja makan dan furniture
yang ada di dalam kamar.
 Melakukan toilet cleaning meliputi pembersihan washtafel, cermin, closet, pispot,
dinding, lantai, dan floor drain
e. Mengucapkan salam “Terimakasih, kamar Bapak/Ibu sudah selesai saya bersihkan. Bila ada
sesuatu yang ingin dibersihkan kembali, saya siap membersihkannya.”
f. Keluar kamar lalu tutup pintu kamar kembali.

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja :


Mengetuk pintu kamar sebanyak tiga kali dan mengucapkan salam
Lakukan dusting secara detail.
Bila di atas meja banyak dokumen atau barang milik klien minta izin terlebih dahulu.
Kembalikan barang yang dipindahkan ke tempat semula.

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
Cuci semua peralatan yang telah digunakan, keringkan dan simpan di gudang.
Letakkan peralatan lainnya di tempat yang telah ditentukan.

28. PEMBERSIHAN MUNTAH, DARAH, LENDIR

Tujuan melakukan pembersihan muntah, darah, lendir, dan cairan infeksius lainnya :
a. Siapkan alat dan chemical
 Box infection kit
 Cleaning cloth yellow / lap warna kuning (untuk area infeksius)
 Warning sign
 Window squegee
 Dustpan mini
 Tissue
 Yellow plastic bag
 Clorin (chemical disinfectan)
b. Siapkan alat pelindung diri (APD)
 Masker (N95)
 Rubber hand gloves atau hand scone
 Hazmat
c. Langkah-langkah melakukan pembersihan muntah, darah, lendir, dan cairan infeksius lainnya
 Gunakan alat pelindung diri (APD)
 Pasang warning sign di area muntah, darah, lendir, dan cairan infeksius lainnya
 Semprotkan chemical disinfectan clorin di sekitar muntah, darah, lendir, dan cairan infeksius
lainnya
 Tutup muntah, darah, lendir, dan cairan infeksius lainnya dengan menggunakan tissue
 Buang tissue bekas pakai ke dalam yellow plastik bag lalu bersihkan muntah, darah, lendir,
dan cairan infeksius lainnya dengan menggunakan window squeegee dan dustpan mini
 Lakukan dusting menggunakan cleaning cloth kuning
 Periksa kembali hasil pekerjaan yang sudah dilakukan dengan teliti

Yang Harus Diingat Dan Petunjuk Keselamatan Kerja:


Periksa kondisi APD sebelum digunakan
Apabila APD rusak, buang ke tempat sampah medis dan gunakan yang baru
APD adalah perlengkapan wajib yang harus selalu di kenakan
Apabila memiliki luka, segera tutup luka anda dengan plester
Pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptic setelah melakukan pembersihan

Setelah Selesai Pekerjaan Dan Perawatan Peralatan :


Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
Cuci semua peralatan yang telah digunakan
Rendam cleaning cloth dalam larutan clorin selama 10 menit, kemudian dicuci hingga bersih
(sebaiknya menggunakan air panas)
Bersihkan peralatan lainnya
Letakkan peralatan di tempat yang telah ditentukan

Anda mungkin juga menyukai