0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan2 halaman

Sambo

Ferdy Sambo dipecat dari Polri dengan tidak hormat berdasarkan pelanggaran kode etik yang terbukti dalam sidang komite etik. Ia melanggar beberapa pasal dalam Peraturan Pemerintah dan Perpol terkait etika profesi dan perilaku anggota Polri. Meskipun dipecat, Ferdy Sambo mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Diunggah oleh

hasbysyauqiw
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan2 halaman

Sambo

Ferdy Sambo dipecat dari Polri dengan tidak hormat berdasarkan pelanggaran kode etik yang terbukti dalam sidang komite etik. Ia melanggar beberapa pasal dalam Peraturan Pemerintah dan Perpol terkait etika profesi dan perilaku anggota Polri. Meskipun dipecat, Ferdy Sambo mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Diunggah oleh

hasbysyauqiw
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ferdy sambo diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat dari Polri berdasarkan putusan sidang

Kode Etik Profesi Polri. Eks Kadiv Propam Mabes Polri itu terbukti secara sah melanggar sejumlah
pasal dan Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri (KEPP).
Berikut deretan pasal yang dilanggar Ferdy Sambo dan dibacakan langsung oleh ketua sidang komite
etik Sambo, Komjen Pol Ahmad Dofiri:
1. Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota
Kepolisian Negara Republik Indonesia juncto Pasal 5 ayat (1) huruf d Perpol Nomor 7 Tahun 2022
tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
Bunyi Pasal 13 ayat 1 PP Nomor Tahun 2003:
 Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat diberhentikan tidak dengan hormat
dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia karena melanggar sumpah/janji anggota
Kepolisian Negara Republik Indonesia, sumpah/janji jabatan, dan/atau Kode Etik Profesi
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bunyi Pasal 5 ayat (1) huruf d Perpol Nomor 7 Tahun 2022:
 Setiap pejabat Polri dalam etika kelembagaan wajib menjaga dan meningkatkan citra,
solidaritas, kredibilitas, reputasi dan kehormatan Polri.
2. Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 8 huruf d Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri.
Pasal 8 huruf d Perpol Nomor 7 Tahun 2022:
 Setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian wajib bertanggung jawab, jujur, disiplin,
bekerja sama, adil, peduli, responsif, tegas, dan humanis.
3. Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 8 huruf c (1) Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode
Etik Polri.
Bunyi Pasal 8 huruf c (1) Perpol Nomor 7 Tahun 2022:
 Setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian wajib mentaati dan menghormati norma
hukum.
4. Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 10 ayat 1 huruf (f) Parpol Nomor 7 Tahun 2002 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi
Kode Etik Polri.
Bunyi Pasal 10 ayat 1 huruf (f) Parpol Nomor 7 Tahun 2002:
 Setiap pejabat Polri dalam etika kelembagaan dilarang melakukan pemufakatan pelanggaran
KEPP atau disiplin atau tindak pidana.
5. Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 11 ayat 1 huruf (a) Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi
Kode Etik Polri. Bunyi Perpol Nomor 7 Tahun 2022 Pasal 11 ayat 1 huruf (a):

 Setiap pejabat Polri yang berkedudukan sebagai atasan dilarang memberikan perintah yang
bertentangan dengan norma hukum, norma agama, dan norma kesusilaan.
5. Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 11 ayat 1 huruf (g) Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi
Kode Etik Polri.
Bunyi Pasal 11 ayat 1 huruf (g) Perpol Nomor 7 Tahun 2022:
 Setiap pejabat publik yang berkedudukan sebagai atasan dilarang menggunakan
kewenangannya secara tidak bertanggung jawab.
7. Pasal 13 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri
juncto Pasal 13 huruf (m) Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode
Etik Polri.
Bunyi Pasal 13 huruf (m) Perpol Nomor 7 Tahun 2022:
 Setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian dilarang melakukan tindakan kekerasan,
berperilaku kasar, dan tidak tidak patuh.
Karena perbuatan yang bertentangan dengan pasal-pasal tersebut di atas, perbuatan Ferdy Sambo pun
dinyatakan sebagai perbuatan tercela.
“Menjatuhkan sanksi berupa: 1. Sanksi bersifat etika, yaitu perilaku pelanggaran dinyatakan sebagai
perbuatan tercela,” kata Komjen Pol Ahmad Dofiri saat membacakan putusan, Jumat (26/8).
“[Menjatuhkan sanksi berupa] pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota
Polri,” pungkas Dofiri.
Irjen Ferdy Sambo menjalani sidang etik atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani kasus
kematian Brigadir Yosua di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ferdy Sambo Mengajukan Banding
Meski sidang komite kode etik profesi memutuskan memberhentikan dirinya dengan tidak hormat
(PTDH) atau pemecatan, namun Ferdy Sambo tetap mengajukan banding.
"Mohon izin kami akan mengajukan banding. Apa pun keputusan banding kami siap untuk
melaksanakan," kata Sambo sesaat setelah mendengarkan keputusan pemecatannya dalam sidang etik.
Ketua sidang yang juga Kabaintelkam Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri mengabulkan pengajuan
banding Sambo. Dofiri meminta Sambo segera menyiapkan berkas banding dalam jangka waktu 3
hari setelah pembacaan putusan.
"Silakan disiapkan secara tertulis 3 hari ke depan," tutup Dofiri.

Anda mungkin juga menyukai