0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
434 tayangan5 halaman

Teori Case Assessment

Dokumen ini membahas metode Assessment Center, termasuk presentasi, studi kasus, dan role play sebagai alat untuk menilai kemampuan kandidat. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengevaluasi keterampilan komunikasi, analisis, dan kemampuan menghadapi tekanan. Selain itu, dokumen juga mencakup langkah-langkah pelaksanaan dan kelebihan serta kelemahan dari masing-masing metode.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
434 tayangan5 halaman

Teori Case Assessment

Dokumen ini membahas metode Assessment Center, termasuk presentasi, studi kasus, dan role play sebagai alat untuk menilai kemampuan kandidat. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengevaluasi keterampilan komunikasi, analisis, dan kemampuan menghadapi tekanan. Selain itu, dokumen juga mencakup langkah-langkah pelaksanaan dan kelebihan serta kelemahan dari masing-masing metode.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Case Study Assessment Center : Teori

Disusun oleh Olivia Rachma Indrastuti (6019210107)


Untuk Memenuhi Tugas Metode Assessment Center

Presentasi
Kandidat secara individual diminta untuk menyajikan suatu bentuk desain program
kinerja tertentu yang relevan dengan tujuan organisasi dan selanjutnya dipresentasikan
kepada asesor. Bahan yang digunakan untuk presentasi ini adalah laporan yang telah ditulis
peserta dalam Case Analysis.

Prinsip Presentasi
1. Dalam metode ini kandidat akan diberikan waktu untuk melakukan presentasi lisan
tentang topik atau tema tertentu. Presentasi dapat dilakukan setelah peserta menjalani
leaderless group discussion (LGD), menganalisis sebuah kasus, atau melakukan
wawancara pencarian fakta.
2. Biasanya diberikan waktu 5-15 menit untuk berbicara untuk menyampaikan suatu
gagasan, ide, dan materi. Presentasi harus dilaksanakan dengan baik agar setiap
maksud yang disampaikan dapat dipahami dan menarik perhatian audience.

Tujuan Metode Presentasi Assessment Center


Metode tes ini akan menilai dan melihat kemampuan kandidat dalam:
1. Berkomunikasi secara lisan
2. Persuasif
3. Ketenangan
4. Kemampuan menerangkan dengan jelas dan mudah dipahami
5. Reaksi terhadap tekanan.

Beberapa Hal Yang Dicari Asesor Dalam Aktivitas Analisis Kasus:


1. Seberapa baik Anda merencanakan dan mempersiapkan presentasi termasuk isi,
struktur, dan alat bantu?
2. Seberapa baik Anda menampilkan rasa percaya diri yang Anda miliki saat
menyampaikan presentasi?
3. Bagaimana Anda menampilkan keterampilan komunikasi verbal Anda, termasuk gaya
bicara?
4. Seberapa baik cara berpikir Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan?
5. Seberapa baik kemampuan Anda mengatasi tekanan yang muncul dalam kondisi
seperti ini?

Case Study
Definisi
Sebagai salah satu metode dari Assessment Center, studi kasus dirancang seperti
kondisi pekerjaan sebenarnya atau para peserta akan dihadapkan pada suatu permasalahan.
Dimana mereka tentu diminta untuk mengidentifikasi masalah yang ada pada kasus tersebut,
serta mencari apa alternatif solusi terbaik dengan mengajukan rekomendasi.

➔ Pada proses assessment center ini, karyawan atau peserta asesmen dinilai baik secara
individu maupun grup. Peserta mendapatkan masalah berkaitan dengan konteks
praktis yang terjadi di perusahaan dan material yang berkaitan dan mencari solusi dari
permasalahan tersebut.
➔ Assessee perlu menunjukkan bahwa dia mampu menyelesaikan tugas secara strategis
dan analitis. Jika studi kasus dalam berkelompok, asesor dapat melihat peran
masing-masing assessee di dalam tim.
➔ Setelah tahap analisis, peserta dapat diminta untuk menyiapkan laporan tertulis untuk
diserahkan kepada manajemen yang lebih tinggi. Selanjutnya:
1. Dipresentasikan secara individu/tim
2. Peserta diwawancarai tentang penggunaan data dan alasan rekomendasi.
3. Atau untuk mendiskusikan situasi dengan sekelompok sesama peserta untuk
menghasilkan satu set rekomendasi. Metode dapat disesuaikan tergantung
pada dimensi yang ingin dilihat

Tujuan Case Study


Tujuan dari studi kasus adalah untuk menilai dan melatih peserta agar mampu
merumuskan serta menganalisis permasalahan dari situasi tersebut, tidak hanya sekedar
menerimanya dari assessor/penilai. Peserta dilatih menerapkan proses berpikir yang
diperlukan untuk menganalisis sebuah situasi nyata, serta mengidentifikasi berbagai alternatif
tindakan. Metode ini bertujuan untuk melatih peserta dalam menganalisis dan menemukan
solusi atas suatu situasi yang bermasalah.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Case Study


1. Assessor menyajikan kasus dan membantu peserta menemukan fokus
2. Peserta diminta membaca dan menganalisis kasus sebagai persiapan diskusi
3. Pengajuan pertanyaan-pertanyaan, melakukan pendalaman serta memberikan
ringkasan
4. Assessor meringkas learning points alias butir-butir pelajaran atau isu-isu yang bisa
disarikan dari kasus

Catatan :
1. Fasilitator bisa menggunakan flipchart atau papan tulis maupun computer viewer
untuk mendokumentasikan atau mencatat hasil-hasil diskusi.
2. Jika kasus itu masih akan digunakan pada aktivitas selanjutnya, fasilitator bisa
mengaitkan diskusi tersebut dengan aktivitas berikut yang dimaksud.

Role Play
Definisi
Role Play adalah kegiatan dimana subjek bermain peran sebagai suatu karakter dalam
setting tertentu. Dalam Assessment Center, Role Play merupakan salah satu simulasi yang
mengharuskan para asesi bermain peran serta merespon terhadap masalah yang dihadapi
sesuai dengan skenario yang disusun oleh penyelenggara Assessment Center.
Pelaksanaan Role Play
1. Assessee memainkan peran sesuai skenario
2. Assessee diberi waktu 15 sampai 30 menit untuk mempersiapkan diri
3. Waktu berperan adalah 10 menit
4. Assessor menjadi observer dan mencatat semua perilaku yang muncul pada assessee

Kelebihan
1. Melibatkan seluruh anggota kelompok dapat berpartisipasi dan mempunyai
kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerja sama.
2. Anggota bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
3. Permainan ini merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi
dan waktu yang berbeda.

Kelemahan
1. Adanya anggapan bahwa kemampuan interpersonal lebih mudah dari kemampuan
teknis.
2. Pengalaman yang diperoleh peserta tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di
lapangan.
3. Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi peserta dalam
melakukan simulasi.
Referensi:

Esther. (2021). Simulation Roleplay. Retrieved from Binus University Faculty of Humanities.
Howard, A. (1974). An assessment of assessment centers. Academy of Management Journal,
17(1), 115-134.
Joko, F. (2012). Management Assessment Center BPKP (MAC BPKP).
Maarif, M. S., & Kartika, L. (2021). Manajemen kinerja sumber daya manusia. PT Penerbit
IPB Press.
Soeharso, S. Y., & Tripomo, I. T. (2021). Soft Competencies Industry 4.0: Strategi
Menyiapkan SDM Unggul di Era Disrupsi. Lautan Pustaka.
Thornton III, G. C., & Byham, W. C. (2013). Assessment centers and managerial
performance. Elsevier.

Anda mungkin juga menyukai