0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan31 halaman

P2 K4 ASIS 4 Fix

Dokumen ini membahas percobaan transformator tiga fasa, termasuk tujuan, dasar teori, jenis tap transformator, serta prosedur percobaan dan hasil pengamatan. Transformator tiga fasa digunakan untuk mengubah tegangan dalam sistem kelistrikan dan memiliki berbagai konfigurasi seperti bintang dan delta. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh perubahan tap terhadap tegangan primer dan sekunder serta perhitungan rasio transformasi.

Diunggah oleh

wahyu firmansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan31 halaman

P2 K4 ASIS 4 Fix

Dokumen ini membahas percobaan transformator tiga fasa, termasuk tujuan, dasar teori, jenis tap transformator, serta prosedur percobaan dan hasil pengamatan. Transformator tiga fasa digunakan untuk mengubah tegangan dalam sistem kelistrikan dan memiliki berbagai konfigurasi seperti bintang dan delta. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh perubahan tap terhadap tegangan primer dan sekunder serta perhitungan rasio transformasi.

Diunggah oleh

wahyu firmansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Transformator Tiga Fasa

BAB II
PERCOBAAN II
TRANSFORMATOR TIGA FASA

2.1 Tap Transformator

A. Tujuan Percobaan
 Mengetahui model transformator tiga fase yang memiliki tap,
 Mengukur sisi tegangan primer dan tegangan sisi sekunder akibat
perubahan tap pada sisi sekunder untuk hubungan trafo bintang-bintang
dan delta-bintang,
 Mengetahui perbandingan transformasi transformator akibat tap
transformator.

B. Dasar Teori
B.1. Prinsip Kerja Transformator Tiga Fasa
Trafo adalah peralatan listrik yang berguna untuk mengubah nilai
tegangan atau arus dari satu nilai ke nilai lainnya sesuai kebutuhan. Prinsip
kerja trafo berdasarkan Hukum Faraday. Jenis-jenis trafo sangat beragam,
tergantung pada tegangan kerja, jumlah fasa, dan fungsinya. Salah satu jenis
trafo yang banyak digunakan adalah trafo tiga fasa, yang umumnya bekerja
pada tegangan tinggi dan biasanya dipasang di gardu induk untuk
menurunkan tegangan transmisi menjadi tegangan distribusi.
Transformator tiga fasa berfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari
tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Trafo ini bekerja pada
sistem tiga fasa, berbeda dari transformator satu fasa yang hanya memiliki
satu jalur tegangan. Perbedaan utamanya terletak pada sistem kelistrikannya,
di mana trafo tiga fasa dapat dihubungkan dengan konfigurasi bintang,
segitiga, atau zig-zag, tergantung kebutuhan sistem.
Transformator tiga fasa banyak digunakan dalam sistem transmisi dan
distribusi tenaga listrik karena pertimbangan efisiensi dan ekonomis.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
Dibandingkan dengan menggunakan tiga buah transformator satu fasa, trafo
tiga fasa memiliki keunggulan seperti pengurangan berat, ukuran rangka,
serta biaya produksi dan pemasangan (Yusri A M Ambabunga, 2021: 12).
B.2 Jenis-Jenis Tap Transformator
Tap changer atau tap transformator adalah alat untuk mengubah
perbandingan lilitan primer dan sekunder guna menjaga tegangan sekunder
tetap stabil meskipun tegangan primer berubah-ubah. Berdasarkan kondisi
bebannya, tap changer dibagi menjadi dua jenis:
1. OLTC (On Load Tap Changer)
Tap changer ini dapat dioperasikan saat trafo dalam kondisi berbeban,
artinya saat masih ada arus dan tegangan yang mengalir. Keunggulannya
adalah pengoperasian bisa dilakukan tanpa perlu memadamkan jaringan
listrik di sekitar transformator.
2. Off Load Tap Changer
Jenis ini hanya bisa dioperasikan saat trafo dalam kondisi tidak berbeban.
Artinya, sebelum pengaturan dilakukan, arus dan tegangan harus
dihentikan terlebih dahulu.
Pada umumnya, trafo di gardu induk menggunakan OLTC yang
dipasang di sisi primer, karena membutuhkan penyesuaian tegangan tanpa
memutus aliran listrik. Sementara itu, trafo penaik tegangan di pembangkit
atau trafo dengan kapasitas kecil cenderung memakai Off Load Tap Changer
yang dioperasikan hanya saat trafo tidak dalam kondisi beroperasi (Roman
Syahputra, 2020: 55-56).
Dilihat dari media isolatornya, tap changer dapat dibedakan dalam dua
jenis, yaitu:
1. Oil Tap Changer
Tap changer jenis ini menggunakan media minyak sebagai
isolatornya. Tipe tap changer yang satu ini merupakan media yang sering
dipakai pada peralatan proteksi. Biasanya sudah digunakan di beberapa
transformator saat ini.
2. Vacum Tap Changer
Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050
Transformator Tiga Fasa
Tap changer jenis ini merupakan tipe tap changer modern, yang
merupakan modifikasi baru dari tap changer karena tipe ini
menggunakan media hampa udara di dalam tangki compartment. Media
hampa ini merupakan pengganti minyak sebagai bahan isolatornya (Andy
Rafianto, 2018: 38).
B.3. Transformasi Transformator untuk Berbagai Hubungan dengan
Penambahan Tap
Pada prinsipnya adalah metode atau cara merangkai kumparan di sisi
primer dan sekunder. Adapun cara untuk merangkai kumparan pada
transformator tiga fase, antara lain:
1. Transformator 3 fasa Hubung Bintang-Bintang (Y-Y)
Pada jenis ini ujung ujung pada masing masing terminal
dihubungkan secara bintang. Titik netral dijadikan menjadi satu.
Hubungan dari tipe ini lebih ekonomis untuk arus nominal yang kecil,
pada transformator tegangan tinggi Jumlah dari lilitan perfasa dan
1
jumlah isolasi minimum karena tegangan fasa tegangan jala-jala
√3
(Line), juga tidak ada perubahan fasa antara tegangan primer dengan
sekunder.
2. Transformator Hubung Delta-Delta (Δ - Δ)
Pada jenis ini ujung fasa dihubungkan dengan ujung netral
kumparan lain yang secara keseluruhan akan terbentuk hubungan delta/
segitiga. Hubungan ini umumnya digunakan pada sistem yang
menyalurkan arus besar pada tegangan rendah dan yang paling utama
saat keberlangsungan dari pelayanan harus dipelihara meskipun salah
satu fasa mengalami kegagalan.
3. Transformator Hubung Bintang-Delta ( Y - Δ)
Pada hubung ini, kumparan pada sisi primer di rangkai secara
bintang (wye) dan sisi sekundernya di rangkai segitiga. Umumnya
digunakan pada transformator untuk jaringan transmisi dimana
tegangan nantinya akan diturunkan (Step- Down).

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
4. Transformator Hubungan Delta-Bintang (Δ - Y)
Pada hubung ini, sisi primer transformator dirangkai secara
segitiga sedangkan pada sisi sekundernya merupakan rangkaian bintang
sehingga pada sisi sekundernya terdapat titik netral. Biasanya
digunakan untuk menaikkan tegangan (Step-up) pada awal sistem
transmisi tegangan tinggi Dalam hubungan ini perbandingan tegangan
√ 3kali perbandingan lilitan transformator dan tegangan sekunder
mendahului sebesar 30° (Ali Supriadi, 2017 : 47-49).
5. Rasio transformasi adalah perbandingan antara tegangan atau arus pada
sisi primer (input) dan sisi sekunder (output) suatu transformator. Rasio ini
menunjukkan seberapa besar perubahan tegangan atau arus yang dilakukan
oleh transformator dari sisi input ke sisi output.
Rumus rasio transformasi :
Vp
a=
Vs
Keterangan :
a : Rasio Transformasi
Vp : Tegangan Primer
Vs : Tegangan Sekunder

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

C. Alat dan Bahan


No Kode Nama Alat/Bahan Jumlah
1 LB 745 50 3PH Transformator TL380 kV 1 buah
2 DL 2109T17/2 Doubel Voltmeter 1 buah
3 DL 10016a Three Phase Power supply 1 buah
4 - Kabel konektor secukupnya -
5 LB 731 42 ON/OFF Switch Three-Pole 1 buah

D. Prosedur Percobaan
1. Membuat rangkaian percobaan seperti pada Gambar 2.1
2. Menghubungkan input rangkaian dengan supply (AC supply)
3. Mengatur supply pada posisi On
4. Mengatur nilai tegangan seperti pada Tabel 2.1
5. Mencatat penunjukkan Voltmeter pada sisi tap sesuai dengan Tabel 2.1.
6. Mengulangi langkah ke 1 sampai ke -5 untuk hubungan delta-bintang.
7. Apabila semua data untuk Tabel 2.1. didapatkan matikan supply AC
sebelum rangkaian percobaan dilepaskan.

Gambar 2.1 Rangkaian Tap Transformator Y-Y

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
E. Hasil Pengamatan
Tabel 2.1 Hasil Pengamatan Percobaan Tap Transformator
Hub. Vp Tap trafo (Volt)

(Volt) 5% 220 -5% -10% -15%

100 109.2 103 97.9 92.9 88.7

150 160.6 154.1 145.5 137.8 130.6


Y-Y
180 192.3 183.8 173.1 165.4 157.5

200 216.1 207.5 192.5 186.6 176.1

220 238.9 228.2 217.6 205.1 193.5

100 189.4 171.4 167.5 160.1 151.3

150 282.6 266.1 252.8 240.8 231.7


-Y
180 335.1 321.3 303.1 288.6 274.9

200 375.2 356.9 340.7 321.8 304.7

220 411.2 392.5 376.2 357.5 334.6

Tabel 2.2 Hasil Percobaan Hubung Y- Tap Transformator


Vin Vout

100 60,7

150 193,7

Y- 180 110,7

200 122,4

220 134,5

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

F. Analisa Hasil Pengamatan


1. Perhitungan rasio transformasi hubung (Y-Y)
Diketahui : VP =100 V
V(5%) = 109,2
Vs (220) = 103V
Vs(-5%) = 97,9 V
Vs(-10%) = 92,9 V
Vs(-15%) = 88,7 V
Ditanya : Rasio Transformator
Vp
Rasio transformasi : a =
Vs
Penyelesaian :
a. Tap Trafo 5%
Vp 100
a= =¿ = 0,916
Vs 109 ,2
b. Tap Trafo Vs (220)
Vp 100
a= =¿ = 0,971
Vs 103
c. Tap Trafo -5%
Vp 100
a= =¿ = 1,021
Vs 97 , 9
d. Tap Trafo -10%
Vp 100
a= =¿ = 1,076
Vs 92 , 9
e. Tap Trafo -15%
Vp 100
a= =¿ = 1,12
Vs 88 ,7

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
Hub. Vp Tap trafo (Volt) Rasio Trafo

(Volt) 5% 220 -5% -10% -15% 5% 220 -5% -10% -15%

100 109.2 103 97.9 92.9 88.7 0.916 0.971 1.021 1.076 1.127

150 160.6 154.1 145.5 137.8 130.6 0.934 0.973 1.031 1.089 1.149
Y-Y
180 192.3 183.8 173.1 165.4 157.5 0.921 0.964 1.011 1.073 1.137

200 216.1 207.5 192.5 186.6 176.1 0.936 0.979 1.040 1.088 1.143

220 238.9 228.2 217.6 205.1 193.5 0.925 0.964 1.039 1.072 1.136

Tabel 2.3 Hasil Perhitungan Rasio Percobaan Tap Transformator Hubung Y-Y

Berdasarkan Tabel 2.3 dapat dianalisa bahwa pada tegangan primer (Vp) diatur nilai tegangannya mulai dari 100-220 V, dimana
pada nilai Vp yang diatur 100 V menghasilkan nilai 103 V pada tap trafo 220 v, ini menunjukan hubung Y-Y berfungsi menjadi
penyeimbangan tegangan dan pada nilai Vp 100 V, dimana tap trafo diataur secara menurun mulai dari 5%, 220, -5%, -10% dan -15%
sehingga Vs yang didapatkan juga akan menurun yaitu 109.2; 103; 97.9; 92.9; dan 88.7 V.

Pada rasio trafo, nilai yang didapatkan menurun sesuai dengan tap trafo yang diatur secara menurun mulai 5% hingga -15%, sesuai
rumus dari rasio transfromasi:

Vp
a=
Vs
Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050
Transformator Tiga Fasa

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

300

238.9
TEGANGAN SEKUNDER (V)

250 228.2
216.1 217.6
207.5 205.1
192.3 192.5
186.6 193.5
200 183.8 176.1
173.1
165.4
160.6
154.1 157.5
145.5
137.8
150 130.6
109.2
103
97.9
92.9
88.7
100

50

0
100 150 180 200 220

TEGANGAN PRIMER(V)

5% 220 -5% -10% -15%

Gambar 2.2 Grafik Pengaruh Tegangan Primer (Vp) Terhadap Penambahan Tap
Trafo Hubung Y-Y

Dari gambar 2.2 diatas dapat dianalisis bahwa pengaruh tegangan primer
terhadap penambahan tap trafo dari 5% sampai -5% hubung Y-Y ketika semakin
besar nilai tegangan primer yang diberikan, yaitu dari 100 V sampai dengan 220 V
sehingga menyebabkan tegangan sekunder yang dihasilkan juga semakin besar.
Pada tap trafo 5% didapatkan tegangan pada sisi skunder yang paling tinggi
dibandingkan tap yang lainnya dikarenakan pada tap ini trafo dalam keadaan step
up

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

1.200
1.149 1.137 1.143
1.127 1.136
1.150
1.089 1.088
1.100 1.076 1.073 1.072
1.031 1.040 1.039
1.050 1.021 1.011
RASIO

1.000 0.971 0.973 0.979


0.964 0.964
0.934 0.936 0.925
0.950 0.916 0.921

0.900

0.850

0.800
100 150 180 200 220

tegangan sekunder(volt)

5% 220 -5% -10% -15%

Gambar 2.3 Grafik Hubungan Tegangan Primer (Vp) dengan Rasio Transformasi
Trafo Hubung Y-Y

Dari gambar 2.3 grafik di atas dapat di analisa ketika tegangan primer
semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan primer, hal ini
dikarenakan semakin besar nilai tegangan primer dibantingkan tegangan skunder
maka rasio trafonya cenderung konstan. Hal ini sesuai tidak dengan persamaan :

Vp
a=
Vs

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
2. Perhitungan rasio transformasi hubung (Y- Δ)
Diketahui : VP =100 V
Vs/(5%) = 189,4V
Vs (380/√ 3) = 171,4V
Vs(-5%) = 167,5 V
Vs(-10%) = 160,7V
Vs(-15%) = 151,3V
Ditanya : Rasio Transformator
Vp
Rasio transformasi : a =
Vs
Penyelesaian :
a. Tap Trafo 5%
Vp 100
a= =¿ = 0,528
Vs 189 , 4
b. Tap Trafo Vs (380/√ 3)
Vp 100
a= =¿ = 0,583
Vs 171, 4
c. Tap Trafo -5%
Vp 100
a= =¿ = 0,597
Vs 167 ,5
d. Tap Trafo -10%
Vp 100
a= =¿ = 0,625
Vs 160 ,6
e. Tap Trafo -15%
Vp 100
a= =¿ = 0,661
Vs 151, 3

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
Tabel 2.4 Hasil Perhitungan rasio transformasi hubung Δ-Y
Tap trafo (Volt) Rasio Trafo

Vp
vc (Volt) 5% 220 -5% -10% -15% 5% 220 -5% -10% -15%
100 189.4 171.4 167.5 160.1 151.3 0.528 0.583 0.597 0.625 0.661
150 282.6 266.1 252.8 240.8 231.7 0.531 0.564 0.593 0.623 0.647
-Y
180 335.1 321.3 303.1 288.6 274.9 0.657 0.685 0.726 0.762 0.800
200 375.2 356.9 340.7 321.8 304.7 0.480 0.504 0.528 0.559 0.591
220 411.2 392.5 376.2 357.5 334.6 0.486 0.510 0.532 0.559 0.598

Berdasarkan Tabel 2.4 dapat dianalisa bahwa pada tegangan primer (Vp) diatur nilai tegangannya mulai dari 100-220 V, dimana
pada nilai Vp yang diatur 100 V menghasilkan nilai 171.4 V pada tap trafo 220 V, ini menunjukan hubung Δ -Y berfungsi sebagai
step-up tegangan dan pada nilai Vp 100 V, dimana tap trafo diataur secara menurun mulai dari 5%, 220, -5%, -10% dan -15%,
sehingga Vs yang didapatkan akan menurun yaitu 189.4; 171.4; 167.5; 160.1; dan 151.3 V. Tap trafo sendiri berfungsi untuk
mengatur tegangan output agar sesuai dengan kebutuhan.

Pada rasio trafo, nilai yang didapatkan menurun sesuai dengan tap trafo yang diatur secara menurun mulai 5% hingga -15%,
sesuai rumus dari rasio transformasi:

Vp
a=
Vs

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

440 411.2
392.5
TEGANGAN SEKUNDER (V)

390 375.2 376.2


356.9 357.5
335.1 340.7 334.6
340 321.3 321.8
303.1 304.7
282.6 288.6
290 266.1 274.9
252.8
240.8
231.7
240
189.4
190 171.4
167.5
160.1
151.3
140
100 150 180 200 220

TEGANGAN PRIMER(V)

5% 220 -5% -10% -15%

Gambar 2.4 Grafik Pengaruh Tegangan Primer (Vp) Terhadap Penambahan Tap
Trafo Hubung Y-Y

Dari gambar 2.4 diatas dapat dianalisis bahwa pengaruh tegangan primer
terhadap penambahan tap trafo dari 5% sampai -5% hubung Y-Y ketika semakin
besar nilai tegangan primer yang diberikan, yaitu dari 100 V sampai dengan 220 V
sehingga menyebabkan tegangan sekunder yang dihasilkan juga semakin besar.
Pada tap trafo 5% didapatkan tegangan pada sisi skunder yang paling tinggi
dibandingkan tap yang lainnya dikarenakan pada tap ini trafo dalam keadaan step
up

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

0.900
0.800
0.800 0.762
0.726
0.661 0.685
0.700 0.647 0.657
0.625 0.623
0.597 0.593 0.591 0.598
0.600 0.564 0.559 0.559
0.528 0.531 0.528 0.532
0.510
0.504
0.480 0.486
0.500
RASIO

0.400
0.300
0.200
0.100
0.000
100 150 180 200 220

tegangan primer(volt)

5% 380/3 -5% -10% -15%

Gambar 2.5 Grafik Hubung Tegangan Primer (VP) dengan Rasio


Transformasi Trafo 5% Hubung ∆-Y

Dari gambar 2.5 grafik di atas dapat di analisa ketika tegangan primer
semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan primer, hal ini
dikarenakan semakin besar nilai tegangan primer dibantingkan tegangan skunder
maka rasio trafonya seharusnya semakin meningkat.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

Vinl-n (volt)
Hub. Vout (volt) Rasio Trafo

100 60,7 1,647

150 193,7 0,774


Y-
180 110,7 1,626

200 122,4 1,633

220 134,5 1,635

Tabel 2.5 Hasil Perhitungan rasio transformasi hubung Y- Δ

Berdasarkan tabel diatas dapat dianalisa bahwa :

1. Pada hubungan Y-∆ dengan rumus hubungan Vs = Vp/√3 dimana tap

trafo 380√3 dimasukkan nilai yang diatur tegangannya pada sisi primer (Vp)
dibagi √3

Contoh :
Vp = 100V
Vs = Vs/√3 = 60,1 Volt

2. Seiring pemberian tegangan pada sisi primer yang semakin besar hasil keluaran
tap trafo untuk 380√3 akan semakin besar dengan nilai rasio transformasi yang
semakin besar.

3. Pada hubungan Y-∆ untuk mencari rasio transformator digunakan rumus :

Vp 100
a= = =1,647
Vs 60 , 7

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
G. Kesimpulan

1. Tap trafo adalah bagian dari transformator yang difungsikan untuk merubah
transformator dan keluaran transformator yaitu tegangan pada sisi
sekunder.
2. Semakin kecil tap trafo yang digunakan maka tegangan keluaran sekunder
transformator yang dihasilkan akan semakin kecil dengan rasio
transformator yang semakin besar baik pada hubungan Y-Y dan Y-∆.
3. Nilai tegangan sekunder untuk trafo ∆-Y lebih besar dibandingkan trafo
hubungan Y-Y karena pada persamaan pada trafo hubung Y-Y dan Y-∆
untuk tegangan adalah sebagai berikut :
Vp
Y-Y =
Vs
Y-∆ = Vp = Vs

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
2.2 TRANSFORMASI TRANSFORMATOR TIGA FASE
A. Tujuan Percobaan
 Mengetahui konstruksi transformator tiga fase 1 x 3 dan 3 x 1.
 Mengukur tegangan primer, tegangan sekunder, arus primer, arus
sekunder daya sisi primer dan daya sisi sekunder.
 Mengetahui efisiensi tranformator tiga fase 1 x 3 dan 3 x 1.

B. Dasar Teori
Pada dasarnya transformator tiga fasa ini terdiri dari tiga buah
transformator satu fasa dengan tiga buah teras besi yang dipasang pada satu
kerangka. Dari tiga teras besi ini ditempatkan masing-masing sepasang
kumparan yakni kumparan primer dan kumparan sekunder. Dengan demikian
seluruhnya akan terdapat tiga buah kumparan primer dan tiga buah kumparan
sekunder. Dari ketiga kumparan primer maupun ketiga kumparan sekunder
dapat dihubungkan secara hubungan bintang (star conection) dan
dihubungkan segitiga (delta conection) (Mukhammad Rif’at Za’im, 2014:10).

Transformator tiga fasa dapat dikonstruksikan dari tiga macam tipe yaitu:
1. 3 x 1 fasa dimana tiga transformator terdiri dari satu fasa yang identik
2. 1 x 3 fasa dimana satu fasa transformator konstruksi tipe tiga fasa

Ciri-ciri transformator 3 x 1 fasa yaitu :


1. Kumparan primer dan sekunder dapat dibuat beberapa macam vektor
group dan angka jam yang sesuai dengan yang diinginkan
2. Ketiga transformator dapat dioperasikan ke beban menjadi satu fasa
dengan cara yang dihubung paralel.
3. Dengan daya yang sama ketiga fasa maka untuk 3x1 fasa dibandingkan
dengan 1x3 fasa lebih berat dan lebih mahal.
4. Tegangan untuk ketiga fasanya primer dan sekunder betul-betul
seimbang.

Sedangkan ciri-ciri transformator 1 x 3 fasa yaitu :


1. Konstruksi sudah didesain dari pabrik dalam bentuk permanen.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
2. Dapat digunakan untuk mensuplai beban satu fasa maka dari setiap fasa
maksimal beban yang dapat dipikul 1/3 x daya tiga fasa.
3. Transformator ini lebih ringan (material lebih kecil) sehingga lebih
murah.
4. Keseimbangan tegangan antara ketiga fasanya primer dan sekunder
kurang begitu seimbang.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

C. Alat dan Bahan


No Kode Nama Alat/Bahan Jumlah
1 DL 10100 A Trafo 1x3 1 buah
2 LAB TRAFO Trafo 3x1 1 buah
3 LB 733 10 Resistive Load 1.0 1 buah
4 LB 732 42 Induktive Load 1 buah
5 DL 10016a Three Phase Power supply 1 buah
6 DL 2109T17/2 Doubel Voltmeter 1 buah
7 DL 2109T12 Amperemeter 2 buah
8 C.A 405 Wattmeter 2 buah
9 Kabel konektor secukupnya -
10 LB 731 42 ON/OFF Switch Three-Pole 1 buah

D. Prosedur Percobaan
1. Membuat rangkaian percobaan seperti pada Gambar 2.22 dan Gambar
2.23. untuk hubungan YY
2. Mengatur power supply pada posisi On.
3. Mengatur nilai tegangan primer seperti pada Tabel 2.4.
4. Mencatat hasil penunjukan alat ukur sesuai dengan Tabel 2.4. Mengulangi
pengamatan untuk beban yang berbeda.
5. Mengulangi langkah ke 1 sampai langkah ke 5 untuk hubungan Y untuk
melengkapi pengamatan Tabel 2.5.
6. Apabila semua data untuk Tabel 2.5. didapatkan matikan supply AC
sebelum rangkaian percobaan dilepaskan.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

Gambar 2.22 Transformator Tiga Fase 1x3 dang 3x1


E. Hasil Pengamatan
Tabel 2.4. Hasil Pengamatan Perc. Transformasi Transformator Hubung Y-
Y

Jenis beban Vp Vs Ip Is

trafo R (%) L (H) (V) (V) (A) (A)

100 0,4 220 138,30 0,31 0,32

1x3 100 0,6 220 135,10 0,28 0,30

100 0,8 220 131,80 0,25 0,27

100 0,4 220 67,10 0,33 0,32

3x1 100 0,6 220 65,80 0,29 0,30

100 0,8 220 61,20 0,26 0,29

Tabel 2.5. Hasil Pengamatan Perc. Transformasi Transformator Hubung Y-


Jenis beban Vp Vs Ip Is

trafo R (%) L (H) (V) (V) (A) (A)

100 0,4 220 140,1 0,33 0,30

1x3 100 0,6 220 137,9 0,29 0,28

100 0,8 220 134,2 0,28 0,27

100 0,4 220 63,9 0,32 0,29

3x1 100 0,6 220 60,2 0,31 0,27

100 0,8 220 59,8 0,31 0,27

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

F. Analisa Hasil Pengamatan

Tabel 2.6. Hasil Pengamatan Perc. Transformasi Transformator Hubung Y-Y

Jenis beban Vp Vs Ip Is Pp Ps efisiensi

trafo R (%) L (H) (V) (V) (A) (A) (W) (W) (%)

100 0,4 220 138,30 0,31 0,32 68,2 44,25 64,8

1x3 100 0,6 220 135,10 0,28 0,30 61,6 40,53 65,7

100 0,8 220 131,80 0,25 0,27 55 35,58 64,6

100 0,4 220 67,10 0,33 0,32 72,6 21,47 29,5

3x1 100 0,6 220 65,80 0,29 0,30 63,8 19,74 30,9

100 0,8 220 61,20 0,26 0,29 57,2 17,74 31,01

Analisa Perhitungan
Perhitungan Pin trafo 1x3 hubung Y-Y
Pin=Pp = Vp . Ip
= 220 x 0,31
= 68,2 W
Perhitungan Pout trafo 1x3 hubung Y-Y
Pout =Ps = Vs . Is
= 138,3 x 0,32
= 44,25 W
Perhitungan Pin trafo 3x1 hubung Y-Y
Pin=Pp = Vp . Ip
= 220 x 0,33
= 72,6 W
Perhitungan Pout trafo 3x1 hubung Y-Y
Pout =Ps = Vs . Is
= 667,10 x 0,32
= 21,47 W
Perhitungan efisiensi trafo Y-Y

Trafo 1x3
Ps
λ= x 100 %
Pp
Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050
Transformator Tiga Fasa
44 , 25
¿ x 100 %
68 , 2
¿64,8 %

Trafo 3x1

Ps
λ= x 100 %
Pp
21, 47
¿ x 100 %
72 ,6
¿29,5 %

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

Tabel 2.6 Analisa Hasil Perhitungan Percobaan Transformasi Transformator


Hubung Y-Y

Jeni
s beban Vp Vs Ip Is Pp Ps efisiensi

traf
o R (%) L (H) (V) (V) (A) (A) (W) (W) (%)

100 0,4 220 138,30 0,31 0,32 68,2 44,25 64,8

1x3 100 0,6 220 135,10 0,28 0,30 61,6 40,53 65,7

100 0,8 220 131,80 0,25 0,27 55 35,58 64,6

100 0,4 220 67,10 0,33 0,32 72,6 21,47 29,5

3x1 100 0,6 220 65,80 0,29 0,30 63,8 19,74 30,9

100 0,8 220 61,20 0,26 0,29 57,2 17,74 31,01

Tabel 2.6 dapat dianalisa bahwa pada trafo 1x3 ketika beban (R) diatur
secara konstan sebesar 100 Ω dan beban induktif semakin meningkat yaitu 0.4
H, 0.6 H, 0.8 H, maka diatur nilai tegangan primer konstan sebesar 220 V,
tegangan sekunder yang didapatkan dari pengukuran semakin menurun yaitu
128,3 V, 135,1 V, 131.8V, arus primer yang didapat semakin menurun dari 0.31
A, 0.28 A, 0.25 A, serta arus sekunder juga menurun dari 0.32 A, 0.30A,
0.27A. Ketika beban induktif (L) diatur semakin meningkat didapatkan
tegangan sekunder menurun maka didapatkan nilai efisiensi yang semakin
kecil dari 64,8%, 65,7% 64,6%. Hal ini menunjukkan bahwa tegangan primer
dan sekunder mempengaruhi efisiensi trafo .

Pada trafo 3x1 ketika beban (R) diatur secara konstan sebesar 100 Ω dan
beban induktif semakin meningkat, maka didapatkan nilai tegangan primer

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
konstan sebesar 220V, tegangan sekunder yang didapatkan dari pengukuran
semakin menurun yaitu 67.10 V, 65.80 V, 61.20 V, arus primer yang didapat
semakin menurun dari 0.33 A, 0.29 A, 0.26 A, serta arus sekunder juga
menurun dari 0.32 A, 0.30 A, 0.29 A semakin meningkat dari dari 0,4H, 0,6H,
dan 0,8H maka didapatkan nilai Ketika didapatkan tegangan primer konstan
dan tegangan sekunder menurun maka didapatkan nilai efisiensi yang semakin
meningkat dari 0.29%, 0.30% 0,31%. Hal ini menunjukkan bahwa tegangan
primer dan sekunder mempengaruhi efisiensi trafo .

Dapat dilihat di tabel diatas juga bahwa ketika trafo 1x3 dan 3x1
dihubung secara Y-Y kemudian tegangan kirimnya konstan dan nilai Beban L
meningkat maka didapatkan bahwa tegangan terima nilainya akan semakin
menurun disebabkan oleh nilai L yang semakin meningkat.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

Jenis beban Vp Vs Ip Is Pp Ps efisiensi

trafo R (%) L (H) (V) (V) (A) (A) (W) (W) (%)

100 0,4 220 140,1 0,33 0,30 72,6 42,03 57,8

1x3 100 0,6 220 137,9 0,29 0,28 63,8 38,6 60,5

100 0,8 220 134,2 0,28 0,27 61,6 36,2 58,7

100 0,4 220 63,9 0,32 0,29 70,4 18,5 26,2

3x1 100 0,6 220 60,2 0,31 0,27 68,2 16,2 23,7

100 0,8 220 59,8 0,31 0,27 68,2 16,1 23,6

Tabel 2.8 Hasil Pengamatan Percobaan Transformasi Transformator Hubung Y-∆


 Perhitungan Pin dan Pout transformator hubung Y-∆
Trafo 1x3
Pp=Vp x Ip
= 220 V x0,33 A
¿ 72 , 6W
Ps=Vs x Is
= 140 , 1V x 0,30 A
¿ 42 , 03 W
 Perhitungan efisiensi trafo Y-∆
Trafo 1x3
Pout
λ= x 100 %
Pin
42 , 03
¿ x 100 %
72 ,6
¿57,8 %
Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050
Transformator Tiga Fasa
 Perhitungan Pin dan Pout transformator hubung Y-∆
Trafo 3x1
Pp=Vp x Ip
= 220 V x0,32 A
¿ 70 , 4 W
Ps=Vs x Is
= 63 , 9 V x 0,29 A
¿ 18 , 5W
 Perhitungan efisiensi trafo Y-∆
Trafo 3x1
Pout
λ= x 100 %
Pin
18 , 5
¿ x 100 %
70 , 4
¿26,2 %

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa

Tabel 2.9 Hasil Pengamatan Percobaan Transformasi Transformator Hubung Y-∆

Jeni
s beban Vp Vs Ip Is Pp Ps efisiensi
trafo R (%) L (H) (V) (V) (A) (A) (W) (W) (%)
100 0,4 220 140,1 0,33 0,30 72,6 42,03 57,8
1x3 100 0,6 220 137,9 0,29 0,28 63,8 38,6 60,5
100 0,8 220 134,2 0,28 0,27 61,6 36,2 58,7
100 0,4 220 63,9 0,32 0,29 70,4 18,5 26,2
3x1 100 0,6 220 60,2 0,31 0,27 68,2 16,2 23,7
100 0,8 220 59,8 0,31 0,27 68,2 16,1 23,6

Tabel 2.9 dapat dianalisa bahwa pada trafo 1x3 ketika beban (R) diatur
secara konstan sebesar 100 Ω dan beban induktif semakin meningkat yaitu 0.4
H, 0.6 H, 0.8 H, maka diatur nilai tegangan primer konstan sebesar 220 V,
tegangan sekunder yang didapatkan dari pengukuran semakin menurun yaitu
140.1 V, 137,9 V, 134,2 V, arus primer yang didapat semakin menurun dari
0.33 A, 0.29 A, 0.28 A, serta arus sekunder juga menurun dari 0.30 A, 0.28 A,
0.27 A. Ketika didapatkan tegangan primer konstan dan tegangan sekunder
menurun maka didapatkan nilai efisiensi yang fluktutatif dari 57,8 %, 60,5 %
58,7%. Hal ini menunjukkan bahwa tegangan primer dan sekunder
mempengaruhi efisiensi trafo.
Pada trafo 3x1 ketika beban (R) diatur secara konstan sebesar 100 Ω dan
beban induktif semakin meningkat, maka didapatkan nilai tegangan primer
konstan sebesar 220V, tegangan sekunder yang didapatkan dari pengukuran
semakin menurun yaitu 63.9; 60.2; dan 59.8 V, arus primer yang didapat
semakin menurun dari 0.30; 0.29; dan 0.29 A, serta arus sekunder juga
menurun dari 0.32; 0.31; dan 0.231 A. Ketika di dapatkan tegangan primer

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
konstan dan tegangan sekunder menurun maka didapatkan nilai efisiensi yang
fluktuatif 26,2; 23.7; dan 23.6%. Hal ini menunjukkan bahwa tegangan primer
dan sekunder mempengaruhi efisiensi trafo.
Dapat dilihat di tabel diatas juga bahwa ketika trafo 1x3 dan 3x1
dihubung secara Y−∆ kemudian tegangan kirimnya konstan dan nilai Beban L
meningkat maka didapatkan bahwa tegangan terima nilainya akan semakin
menurun disebabkan oleh nilai L yang semakin meningkat.
G. Kesimpulan
1. Transformator 3 fasa pada umumnya digunakan untuk menyalurkan tenaga
listrik pada sistem tegangan 3 fasa (arus bolak-balik). Pada sisi primer dan
sekunder masing-masing mempunyai lilitan yang identik dengan 3 buah
transformator satu fasa, yang ujung kumparan primer dan skunder dapat
disambung (dihubungkan) secara bintang (Y) atau segi-tiga (∆). Ciri-ciri
transformator 3 x 1 fasa yaitu Kumparan primer dan sekunder dapat dibuat
beberapa macam vektor group dan angka jam yang sesuai dengan yang
diinginkan, Ketiga transformator dapat dioperasikan ke beban menjadi
satu fasa dengan cara yang dihubung paralel, Dengan daya yang sama
ketiga fasa maka untuk 3x1 fasa dibandingkan dengan 1x3 fasa lebih berat
dan lebih mahal, Tegangan untuk ketiga fasanya primer dan sekunder
betul-betul seimbang.
Sedangkan ciri-ciri transformator 1 x 3 fasa yaitu Konstruksi sudah
didesain dari pabrik dalam bentuk permanen, Dapat digunakan untuk
mensuplai beban satu fasa maka dari setiap fasa maksimal beban yang
dapat dipikul 1/3 x daya tiga fasa, Transformator ini lebih ringan (material
lebih kecil) sehingga lebih murah, Keseimbangan tegangan antara ketiga
fasanya primer dan sekunder kurang begitu seimbang.

Efisiensi transformator adalah perbandingan daya keluaran dengan daya


masukan pada transformator
Pout
λ= ×100 %
Pin

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
2. Tegangan primer, tegangan sekunder, arus primer, arus sekunder daya
primer, daya sekunder yang didapatkan pada hubungan Y-Y jenis trafo 1x3
lebih besar dari pada dibandingkan trafo 3x1 dan begitu pula untuk trafo
hubung Y-∆ jenis trafo 1x3 lebih besar dibandingkan dengan trafo jenis
3x1.
3. Efisiensi trafo hubung Y-Y jenis trafo 1x3 lebih besar dari pada
dibandingkan trafo 3x1 dan begitu pula untuk trafo hubung Y-∆ jenis trafo
1x3 lebih besar dibandingkan dengan trafo jenis 3x1.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050


Transformator Tiga Fasa
DAFTAR PUSTAKA
Ambabunga, Yusri A M. 2021. “Karakteristik Transformator 3 Fasa (Hubung
Bintang dan Delta) Pada Sistem Tenaga Listrik AC”. Jurusan Teknik
Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Kristen Indonesia Toraja. Tana
Toraja.

Rafianto, Andy. 2018. “Analisis Sistem On Load Tap Changer (OLTC) Pada
Transformator 150/20kV Untuk Menjaga Kestabilan Tegangan Pada GI
Kaliwungu Jawa Tengah”. Program Studi Teknik Elektro. Fakultas
Teknik. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Supriyadi, Ali. 2017. “Hubungan Pada Transformator Tiga Fasa”. Swara Patra:
Majalah Ilmiah PPSDM Migas.

Syahputra, Roman. 2020. “Pengoperasian Transformator Dengan Menggunakan


Tap Changer Aplikasi Gardu Induk Denai”.Prodi Teknik Elektro.
Fakultas Teknik. UISU Medan.

Tim Lab Sistem Tenaga Listrik. 2024. “Modul Praktikum Transmisi dan
Distribusi Tenaga Listrik”. Laboratorium Sistem Tenaga Listrik,
Fakultas Teknik, Universitas Mataram.

Za’im, Mukhammad Rif’at. 2014. “Analisis Transformator Daya 3 Fasa


150kV/20kV Pada Gardu Induk Ungaran PLN Distribusi Semarang”.
Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.

Praktikum Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 2025/F1B022050

Anda mungkin juga menyukai