0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan12 halaman

5877 20479 2 PB

Diunggah oleh

2023210042
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan12 halaman

5877 20479 2 PB

Diunggah oleh

2023210042
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal TRANSFORMATIKA

Vol.20, No.2, Januari 2023, pp. 92- 104


P-ISSN: 1693-3656, E-ISSN: 2460-6731
https://journals.usm.ac.id/index.php/transformatika/

■page 92

Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Kartu


Indonesia Pintar dengan Metode Weighted Product
Laili Zanura Damayanti 1, Wenty Dwi Yuniarti 2* , Siti Nur’aini 3
1Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Jalan Prof. Hamka, Semarang, Indonesia, e-mail: [email protected]


2 Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Jalan Prof. Hamka, Semarang, Indonesia, e-mail: [email protected]


3 Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Jalan Prof. Hamka, Semarang, Indonesia, e-mail: [email protected]

ARTICLE INFO ABSTRACT

History of the article : Education is a bridge to educate the nation’s life.


Received 29 Oktober 2022 The government has launched various programs for
Received in revised form 6 januari 2023
equitable distribution and expansion of access to
Accepted 10 Januari 2023
Available online 30 Januari 2023 education, one of which is Program Indonesia Pintar
(PIP). Smart Indonesia Card (KIP) is a marker for
Keywords: PIP recipients. The implementation of PIP is
considered effective if KIP is given on target. SMK
Decision Support System; Smart Indonesia Card; An Najah has implemented PIP. Each period, SMK
Weighted Product. An Najah faces many applicants with complex
requirements documents. Unfortunately, the
determination of KIP aid recipients is still done
* Correspondece: manually, so it takes a long time and has the
potential for inaccurate targets. This study proposes
Telepon: the use of a computer-based decision support
-
system using the Weighted Product (WP) method to
E-mail: determine KIP recipients. WP uses a multiplicatio n
[email protected] technique to connect attributes ratings that have
been raised to the power of weight. Based on the
evaluation using User Acceptance Testing (UAT),
it is known that the decision support program can be
used with an acceptance rate of 79.15% or in the
worthy category.

1. INTRODUCTION
Pemerintah terus berupaya memperluas pemerataan dan akses pendidikan dengan
mencanangkan beragam program salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) [1, 2].
Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan penanda bagi penerima PIP. KIP merupakan
program bantuan tunai yang diberikan kepada anak usia sekolah yaitu antara 6-21 tahun
yang berasal dari keluarga miskin, rentan, dan keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera
(KKS) [1-3]. KIP diberikan kepada siswa yang membutuhkan agar dapat melanjutkan
pendidikan hingga tamat dan mencegah anak putus sekolah. Terdapat beberapa kriteria
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
yang digunakan untuk menentukan penerima KIP [3]. Mekanisme penentuan yang baik
diperlukan agar pelaksanaan KIP efektif yaitu KIP terdistribusi tepat sasaran [2].
SMK An Najah merupakan sekolah menengah kejuruan program keahlian tata busana
yang terletak di desa Kayen, Kabupaten Pati, dengan lebih dari 300 siswa. SMK An Najah
telah melaksanakan PIP. Selama ini pengambilan keputusan penentuan penerima KIP
dilakukan secara manual. Data siswa dikelola dalam Microsoft Excel, selanjutnya dilakukan
observasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu penghasilan orang tua,
pekerjaan orang tua, nilai rata-rata raport, berasal dari keluarga miskin, status anak, mode
transportasi, dan jarak tempuh [3]. Banyaknya pendaftar serta kompleksnya persyaratan
sering menimbulkan kendala baik waktu, rumitnya pengelolaan data dan proses penentuan
penerima. Akibatnya, pendistribusian bantuan KIP kurang efektif karena dirasa kurang
tepat sasaran.
Dalam [4] disebutkan pentingnya dukungan sistem berbasis komputer dalam proses
pengambilan keputusan yang dipengaruhi banyak faktor dan beresiko. Saat ini telah banyak
riset memanfaatan dukungan komputer dalam pengambilan keputusan [5-7]. Riset [8, 9]
secara khusus mengimplementasikan sistem dukungan keputusan untuk seleksi KIP.
Menurut [10], terdapat beragam metode dalam mengkonstruksi sistem dukungan
keputusan berbasis komputer, dimana penentuan metode akan sangat bergantung pada
kebijakan dan keadaan data yang dikelola.
Dalam rangka mengatasi permasalahan penentuan penerima KIP di SMK An Najah,
riset ini mengusulkan pemanfaatan dukungan keputusan berbasis komputer dengan
metode Weighted Product untuk pengelolaan KIP. Melalui implementasi dukungan
keputusan ini diharapkan penentuan penerima KIP di SMK An Najah dapat dilakukan lebih
mudah, cepat, transparan dan tepat sasaran.

RESEARCH METHODS
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Observasi
dilakukan dengan pengamatan secara langsung di SMK An Najah Kayen. Wawancara dilakukan
dengan Staf Tata Usaha dan Guru Pendamping KIP, sedangkan studi literatur dilakukan dengan
mengkaji penelitian terdahulu.
2. Dukungan Keputusan dengan Metode Weighted Product
Menurut [4], sistem dukungan keputusan menggabungkan sumber daya intelektual
individu dengan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan. Terdapat beragam metode
dalam mengimplementasikan dukungan keputusan untuk berbagai permasalahan, salah satunya
metode Weighted Product (WP) [10, 11]. Metode WP menggunakan perkalian untuk
menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot
atribut yang bersangkutan [10]. Sama halnya dengan normalisasi, pada preferensi dilakukan
perbaikan bobot, agar total bobot menjadi 1. Proses normalisasi memperhatikan jenis kriteria,
apakah bersifat keuntungan (benefit) atau biaya (cost). Kriteria bersifat keuntungan bernilai
prositif, sedangkan kriteria bersifat biaya bernilai negatif [10]. Langkah metode WP sebagai
berikut:
a. Menetapkan alternatif A_i. Dalam kasus ini, yang disebut alternatif adalah sejumlah siswa
yang mengajukan KIP.
b. Menentukan atribut atau kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan cj.
Dalam kasus ini, yang disebut atribut atau kriteria adalah sejumlah persyaratan dalam
pengajuan KIP.

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 93
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 94

Penetapan bobot preferensi dari setiap atribut dengan total bobot ∑ 𝑤𝑗 = 1 seperti
ditunjukkan persamaan (1). Dalam kasus ini bobot ditentukan berdasarkan preferensi
pengambil kebijakan di sekolah dengan mengacu ketentuan nasional [3].
𝑤𝑗
𝑤𝑗 = ∑ (1)
𝑤𝑗

dimana:
𝑤𝑗 adalah bobot suatu atribut atau kriteria
∑ 𝑤𝑗 adalah jumlah bobot dari semua kriteria, dengan ∑ 𝑤𝑗 = 1

c. Menentuan preferensi alternatif dengan nilai vektor S


Nilai vektor S ditentukan dengan cara mengalikan seluruh kriteria dengan alternatif hasil
normalisasi atau perbaikan bobot dengan kriteria keuntungan berpangkat positif dan kriteria
biaya untuk yang berpangkat negatif, seperti persamaan (2).
𝑛

𝑆𝑖 = ∑ 𝑥𝑖𝑗 𝑤𝑗 (2)
𝑗=1

dimana:
𝑆 adalah preferensi alternatif yang dianalogikan sebagai vektor S
𝑛 adalah banyaknya kriteria
𝑗 adalah kriteria
𝑥 adalah nilai preferensi
𝑖 adalah alternatif
𝑤 adalah bobot kriteria

d. Menentuan preferensi relatif setiap alternatif dengan nilai vektor V


Nilai vektor V ditentukan dengan cara menjumlahkan hasil perkalian vektor S.
Kemudian hasil masing-masing nilai vektor S dibagi dengan jumlah hasil vektor S
menggunakan persamaan (3).
∏𝑛𝑗=1 𝑥 𝑖𝑗 𝑤𝑗
𝑉𝑖 = 𝑛 𝑤 (3)
∏𝑗=1(𝑥𝑗∗ ) 𝑗

dimana:
𝑉 adalah preferensi relatif setiap alternatif yang dianalogikan sebagai vektor V

3. Metode Pengembangan Sistem


Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem pengambilan keputusan penerima
bantuan KIP dengan metode weighted product ini adalah Waterfall. Metode Waterfall
merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak yang
ada di dalam model SDLC (Software Development Life Cycle). Metode waterfall diharapkan
dapat mengembangkan sistem secara berurutan dimulai dengan analisis, desain, pengkodean,
pengujian, dan pemeliharaan [12, 13]. Adapun langkah metode waterfall sebagai berikut:
a. Analisis
Tahap analisis akan menentukan kebutuhan fungsional sistem, yang meliputi
pengelolaan akun pengguna, data siswa pendaftar KIP (alternatif), data atribut atau kriteria,
fitur pengelolaan data (tambah, ubah, hapus), pengelolaan keputusan dengan metode WP,
serta pengelolaan laporan hasil perankingan (penentuan penerima KIP).
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
b. Desain
Desain sistem dibuat menggunakan Data Flow Diagram (DFD) seperti disajikan
Gambar 1 dan Gambar 2.

Gambar 1. DFD Level 0

Entitas eksternal sistem adalah admin. Ragam proses dalam sistem antara lain login,
proses periode bantuan, proses pembentukan kriteria, pembentukan alternatif, proses
perhitungan dan proses pembuatan laporan. Aliran data dalam sistem pendukung keputusan
ini ditunjukkan Gambar 2.
Gambar 2. DFD Level 1

c. Pengkodean

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 95
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 96

Pengkodean menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan Visual Studio Code


sebagai teks editor.
d. Pengujian
Pengujian sistem dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesiapan fungsionalitas
sistem [14]. Pengujian menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT).
e. Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan diperlukan untuk memastikan sistem memenuhi aspek
ketersediaan. Jika ditemui kesalahan maka dilakukan perbaikan atau dilakukan penambahan
fungsi atau fitur untuk meningkatkan kinerja sistem.

RESULTS
1. Perankingan menggunakan Metode WP
a. Menentukan data alternatif atau data siswa. Sebagai contoh terdapat 5 calon penerima
bantuan KIP yang akan diproses menggunakan metode WP seperti dalam Tabel 1.

Tabel 1. Data Alternatif


No Alternatif
1 Siswa 1
2 Siswa 2
3 Siswa 3
4 Siswa 4
5 Siswa 5

b. Menentukan kriteria, bobot awal dan kategori untuk masing-masing kriteria. Pada kasus
ini, semua kategori kriteria bernilai benefit seperti ditunjukkan Tabel 2. Bobot awal
ditetapkan oleh penentu kebijakan di sekolah dengan mengacu ketentuan nasional [3].

Tabel 2. Data Kriteria


Kriteria Keterangan Bobot Awal Kategori
C1 Penghasilan orang tua 5 Benefit
C2 Pekerjaan orang tua 4 Benefit
C3 Nilai rata-rata raport 4 Benefit
C4 Berasal dari keluarga miskin 5 Benefit
C5 Status anak 5 Benefit
C6 Mode transportasi 4 Benefit
C7 Jarak Tempuh 3 Benefit

c. Menentukan bobot untuk penilaian kelayakan suatu kriteria seperti ditunjukkan Tabel
3.

Tabel 3. Penilaian Kelayakan


Rating Kecocokan Bobot
Sangat Layak 5
Layak 4
Cukup Layak 3
Kurang Layak 2
Tidak Layak 1
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
d. Menentukan parameter dan bobot kriteria agar memudahkan perhitungan, seperti
ditunjukkan Tabel 4. Parameter dan bobot setiap kriteria pada Tabel 4 sekaligus
menjelaskan bahwa semua kriteria dalam penentuan penerima KIP ini bersifat benefit.

Tabel 4. Parameter dan Bobot Kriteria


Kriteria Parameter Bobot
Penghasilan 0-500.000 5
orang tua 600.000-1.000.000 4
1.000.000 – 1.500.000 3
1.500.000-2.000.000 2
>2.000.000 1
Pekerjaan Tidak bekerja/ Ibu Rumah 5
orang tua Tangga
Buruh/Petani 4
Wiraswasta/Pedagang 3
Karyawan swasta 2
Nilai rata- >96 5
rata raport 86-95 4
76-85 3
66-75 2
>65 1
Berasal dari Pemegang KKS dan PKH 4
keluarga Pemegang Kartu KKS 3
miskin Pemegang Kartu PKH 2
Tidak memiliki 1
Status anak Yatim piatu 4
Yatim/Piatu 3
Masih hidup 2
Mode Naik kendaraan umum 4
transportasi Jalan kaki/sepeda 3
Motor 2
Jarak 11 Km – 20 Km 3
Tempuh 6 Km – 10 Km 2
1 Km – 5 Km 1

e. Menentukan preferensi atau nilai pada setiap alternatif disetiap kriteria seperti
ditunjukkan Tabel 5.
Tabel 5. Nilai pada Setiap Alternatif di Setiap Kriteria
Kriteria
Alternatif
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
Siswa 1 4 4 3 2 2 2 1
Siswa 2 3 3 3 4 2 2 2
Siswa 3 5 4 3 2 2 3 3
Siswa 4 4 4 3 2 2 2 3
Siswa 5 3 3 4 2 3 3 1

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 97
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 98

f. Menghitung bobot berdasar bobot awal menggunakan persamaan (1).


5
W1 = = 0,1667
5+4+4+5+5+4+3
4
W2 = = 0,1333
5+4+4+5+5+4+3
4
W3 = = 0,1333
5+4+4+5+5+4+3
5
W4 = = 0,1667
5+4+4+5+5+4+3
5
W5 = = 0,1667
5+4+4+5+5+4+3
4
W6 = = 0,1333
5+4+4+5+5+4+3
3
W7 = = 0,1
5+4+4+5+5+4+3

g. Menghitung nilai vektor S menggunakan persamaan (2).


S1 = (40,1667 ) (40,1333 ) (30,1333 ) (20,1667 ) (20,1667 ) (20,1333 ) (10.1 ) = 2,425
S2 = (30,1667 ) (30,1333 ) (30,1333 ) (40,1667 ) (20,1667 ) (20,1333 ) (20.1 ) = 2,676
S3 = (50,1667 ) (40,1333 ) (30,1333 ) (20,1667 ) (20,1667 ) (30,1333 ) (30.1 ) = 2,965
S4 = (40,1667 ) (40,1333 ) (30,1333 ) (20,1667 ) (20,1667 ) (20,1333 ) (30.1 ) = 2,707
S5 = (30,1667 ) (30,1333 ) (40,1333 ) (20,1667 ) (30,1667 ) (30,1333 ) (10.1 ) = 2,610

h. Menghitung nilai vektor V menggunakan persamaan (3).


2,425
V1 = = 0,181
13,383
2,676
V2 = = 0,2
13,383
2,965
V3 = = 0,222
13,383
2,707
V4 = = 0,202
13,383
2,610
V5 = = 0,195
13,383

i. Alternatif terpilih
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai preferensi relatif setiap alternatif mulai
nilai tertinggi sampai nilai terendah. Nilai preferensi relatif selanjutnya diranking
sehingga menunjukkan urutan alternatif terbaik penerima bantuan KIP seperti
ditunjukkan Tabel 6.

Tabel 6. Alternatif Terpilih


No Alternatif Preferensi Relatif Ranking
1 Siswa 1 0,181 5
2 Siswa 2 0,2 3
3 Siswa 3 0,222 1
4 Siswa 4 0,202 2

2. Tampilan Sistem
Dashboard merupakan halaman utama setelah pengguna berhasil login, berisi menu-
menu yang terdapat pada side bar seperti ditampilkan Gambar 3.
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)

Gambar 3. Tampilan Dashboard

Menu Bantuan KIP menampilkan daftar penerima bantuan pada setiap periode. Menu
dilengkapi fitur menambah, mengubah, dan menghapus data seperti ditunjukkan Gambar 4.

Gambar 4. Tampilan Menu Bantuan KIP

Menu Data Kriteria menampilkan daftar data kriteria atau syarat KIP. Menu juga
dilengkapi fitur menambahkan, mengubah dan menghapus data seperti ditunjukkan Gambar 5.

Gambar 5. Tampilan Data Kriteria

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 99
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 100

Menu Data Alternatif menampilkan daftar data alternatif/siswa dengan disertai fitur
menambahkan, mengubah dan menghapus data alternatif seperti ditunjukkan Gambar 6.

Gambar 6. Tampilan Data Alternatif

Menu Data Penilaian menampilkan daftar data penilaian yang berisi nama-nama siswa
calon penerima bantuan KIP sesuai dengan tahap/periode penerima. Kemudian menambahkan
dengan cara menginput penilaian sesuai dengan kriteria seperti Gambar 7.

Gambar 7. Tampilan Data Penilaian


Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
Menu Data Perhitungan menampilkan hasil penilaian yang telah diinputkan mulai dari
matrik preferensi, nilai vektor S dan nilai vektor V seperti ditunjukkan Gambar 8.

Gambar 8. Tampilan Data Perhitungan

3. Tampilan Menu Data Hasil


Pada Menu Data Hasil disajikan hasil akhir perhitungan pada masing-masing
alternatif/siswa. Pada menu ini juga tersedia fasilitas cetak data untuk semua alternatif maupun
alternatif terpilih (penerima KIP), seperti disajikan Gambar 9.

Gambar 9. Tampilan Data Hasil

4. Pengujian
Pengujian sistem menggunakan UAT berbentuk kuesioner yang diberikan kepada sejumlah
responden representatif yang menggunakan dan memanfaatkan sistem pendukung keputusan ini.
Pengujian dilakukan guna memastikan sistem dapat digunakan dengan baik. Penilaian sistem
meliputi tiga aspek, yaitu aspek rekayasa perangkat lunak, aspek fungsionalitas dan aspek
komunikasi visual. Rincian aspek dan butir penilaian ditunjukkan Tabel 7.

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 101


TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 102

Tabel 7. Aspek dan Butir Penilaian dalam UAT


Aspek Rekayasa Perangkat Lunak
1 Apakah aplikasi mudah digunakan?
2 Apakah aplikasi dapat digunakan dengan lancar?
3 Apakah fitur-fitur pada aplikasi dapat diakses dengan mudah?
4 Apakah aplikasi cukup responsif?
Aspek Fungsionalitas Sistem
5 Apakah aplikasi menampilkan informasi dengan baik?
6 Apakah pengguna dapat login dengan baik?
7 Apakah aplikasi dapat menampilkan data bantuan dengan baik?
8 Apakah aplikasi dapat menampilkan data kriteria dengan baik?
9 Apakah aplikasi dapat menampilkan data alternatif dengan baik?
10 Apakah aplikasi dapat menampilkan data penilaian dengan baik?
11 Apakah aplikasi dapat menampilkan data perhitungan dengan baik?
12 Apakah aplikasi dapat menampilkan hasil nilai vektor dengan baik?
13 Apakah aplikasi dapat mencetak data dengan baik?
Aspek Komunikasi Visual
14 Apakah tampilan antarmuka sudah baik?
15 Apakah tampilan menu aplikasi sudah baik?
16 Apakah form pengisian data sudah baik?
17 Apakah jenis dan ukuran font mudah dibaca?
18 Apakah kombinasi warna pada tampilan sudah baik?
19 Apakah respon aplikasi terhadap input sudah baik?

DISCUSSION
Penilaian dalam kuesioner menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban, yaitu
Sangat Baik (5), Baik (4), Cukup Baik (3), Kurang Baik (2), Tidak Baik (1) [14]. Hasil perhitungan
skor dalam persentase direpresentasikan dengan uji kelayakan seperti ditunjukkan Tabel 8 [14].

Tabel 8. Skema Penilaian Uji Kelayakan


Skor Nilai Kelayakan Kriteria
Tidak Layak 0%-20%
Kurang Layak 21%-40%
Cukup Layak 41%-60%
Layak 61%-80%
Sangat Layak 81%-100%

Berdasarkan hasil perhitungan skala linkert diatas, dari 10 responden diperoleh total
presentase sebesar 79,15% dengan kriteria layak. Persentasi pada aspek rekayasa perangkat lunak
sebesar 76,5%, aspek fungsionalitas sebesar 78,88% dan aspek komunikasi visual sebesar 81,33%.

CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS


Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa sistem pendukung keputusan
penerima bantuan KIP menggunakan metode Weighted Product untuk SMK An Najah telah
berhasil dikembangkan. Sistem ini bermanfaat bagi sekolah dalam penentuan siswa penerima KIP
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)

dengan lebih mudah, cepat, transparan dan tepat sasaran. Berdasarkan evaluasi menggunakan
metode UAT, sistem dinyatakan layak dengan nilai persentase 79,15%.

REFERENCES
[1] Rakista, P. M. Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP). Sawala : Jurnal
Administrasi Negara. 2021; 8(2): 224–232.
[2] Portal Informasi Indonesia. Program Indonesia Pintar Bergulir, Ini Cara Pencairannya.
https://indonesia.go.id/kategori/pendidikan/2278/program-indonesia-pintar-bergulir-ini-
cara-pencairannya?lang=1 (diakses 1 Januari 2022).
[3] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar. Jakarta. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2020.
[4] Turban E., Aronson J.E, Liang T. Decision Support Systems and Intelligent Systems. Sevent
Edition. Prentice-Hall.
[5] Fajariyanto, B., Wahyuningrum, R.T. Kajian Literatur Sistem Pendukung Keputusan
Penerimaan Beasiswa. Jurnal Simantec. 2021; 9(2): 45–50.
[6] Saputro, N.D., Waliyansyah, R.R., Novita, M. Implementation Simple Additive Weighting
Method in Determining Feasibility Sacrificial Animals. Journal of Transformation. 2022;
20(1): 57-63.
[7] Mukti, A., Diana, A. Application of Analytical Hierarchy Process (AHP) Method for
Selection of the Best Teachers at SD Negeri Periuk 3. Journal of Transformation. 2022;
20(1): 72-86.
[8] Alkatiri, R., Gintulangi, S. L. H., Ahmad. Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar di
Desa Isimu Selatan Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Strukturasi: Jurnal
Perencanaan & PengembanganEkonomi. 2020; 3(1): 31–41.
[9] Marbun, R. E., Hidayati, T., Parhusip, E. Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kartu
Indonesia Pintar (KIP) Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product
Assesment (WASPAS). Jurnal Seminar Nasional Sains & Teknologi Informasi (SENSASI).
2018; 238–244.
[10] Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., Wardoyo, R. Fuzzy Multi-Attribute Decision
Making (Fuzzy MADM). Yogyakarta: Graha Ilmu. 2006.
[11] Junifa, D. dkk. Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Dokter Menggunakan
Metode Weight Product (WP) Berbasis Web. JUSIKOM PRIMA. 2019; 3(1): 24–29.
[12] Ishak, R. dkk. Rancang Bangun Sistem Informasi Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis
Web Menggunakan Metode Waterfall. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. 2020; 1(3): 198–
209.
[13] Amirillah, C.D.R., Andryana, S., Benrahman. Perancangan Aplikasi Document Management
System Berbasis Web Universitas Nasional dengan Metode Waterfall. Satuan Tulisan Riset
dan Inovasi Teknologi. 2020; 5(1): 45–52.
[14] Suprapto, E. User Acceptance Testing (UAT) Refreshment PBX Outlet Site BNI Kanwil
Padang. Jurnal Civronlit Unbari. 2021; 6(2): 54.

DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877
103

Anda mungkin juga menyukai