5877 20479 2 PB
5877 20479 2 PB
■page 92
1. INTRODUCTION
Pemerintah terus berupaya memperluas pemerataan dan akses pendidikan dengan
mencanangkan beragam program salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) [1, 2].
Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan penanda bagi penerima PIP. KIP merupakan
program bantuan tunai yang diberikan kepada anak usia sekolah yaitu antara 6-21 tahun
yang berasal dari keluarga miskin, rentan, dan keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera
(KKS) [1-3]. KIP diberikan kepada siswa yang membutuhkan agar dapat melanjutkan
pendidikan hingga tamat dan mencegah anak putus sekolah. Terdapat beberapa kriteria
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
yang digunakan untuk menentukan penerima KIP [3]. Mekanisme penentuan yang baik
diperlukan agar pelaksanaan KIP efektif yaitu KIP terdistribusi tepat sasaran [2].
SMK An Najah merupakan sekolah menengah kejuruan program keahlian tata busana
yang terletak di desa Kayen, Kabupaten Pati, dengan lebih dari 300 siswa. SMK An Najah
telah melaksanakan PIP. Selama ini pengambilan keputusan penentuan penerima KIP
dilakukan secara manual. Data siswa dikelola dalam Microsoft Excel, selanjutnya dilakukan
observasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu penghasilan orang tua,
pekerjaan orang tua, nilai rata-rata raport, berasal dari keluarga miskin, status anak, mode
transportasi, dan jarak tempuh [3]. Banyaknya pendaftar serta kompleksnya persyaratan
sering menimbulkan kendala baik waktu, rumitnya pengelolaan data dan proses penentuan
penerima. Akibatnya, pendistribusian bantuan KIP kurang efektif karena dirasa kurang
tepat sasaran.
Dalam [4] disebutkan pentingnya dukungan sistem berbasis komputer dalam proses
pengambilan keputusan yang dipengaruhi banyak faktor dan beresiko. Saat ini telah banyak
riset memanfaatan dukungan komputer dalam pengambilan keputusan [5-7]. Riset [8, 9]
secara khusus mengimplementasikan sistem dukungan keputusan untuk seleksi KIP.
Menurut [10], terdapat beragam metode dalam mengkonstruksi sistem dukungan
keputusan berbasis komputer, dimana penentuan metode akan sangat bergantung pada
kebijakan dan keadaan data yang dikelola.
Dalam rangka mengatasi permasalahan penentuan penerima KIP di SMK An Najah,
riset ini mengusulkan pemanfaatan dukungan keputusan berbasis komputer dengan
metode Weighted Product untuk pengelolaan KIP. Melalui implementasi dukungan
keputusan ini diharapkan penentuan penerima KIP di SMK An Najah dapat dilakukan lebih
mudah, cepat, transparan dan tepat sasaran.
RESEARCH METHODS
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Observasi
dilakukan dengan pengamatan secara langsung di SMK An Najah Kayen. Wawancara dilakukan
dengan Staf Tata Usaha dan Guru Pendamping KIP, sedangkan studi literatur dilakukan dengan
mengkaji penelitian terdahulu.
2. Dukungan Keputusan dengan Metode Weighted Product
Menurut [4], sistem dukungan keputusan menggabungkan sumber daya intelektual
individu dengan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan. Terdapat beragam metode
dalam mengimplementasikan dukungan keputusan untuk berbagai permasalahan, salah satunya
metode Weighted Product (WP) [10, 11]. Metode WP menggunakan perkalian untuk
menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot
atribut yang bersangkutan [10]. Sama halnya dengan normalisasi, pada preferensi dilakukan
perbaikan bobot, agar total bobot menjadi 1. Proses normalisasi memperhatikan jenis kriteria,
apakah bersifat keuntungan (benefit) atau biaya (cost). Kriteria bersifat keuntungan bernilai
prositif, sedangkan kriteria bersifat biaya bernilai negatif [10]. Langkah metode WP sebagai
berikut:
a. Menetapkan alternatif A_i. Dalam kasus ini, yang disebut alternatif adalah sejumlah siswa
yang mengajukan KIP.
b. Menentukan atribut atau kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan cj.
Dalam kasus ini, yang disebut atribut atau kriteria adalah sejumlah persyaratan dalam
pengajuan KIP.
DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 93
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 94
Penetapan bobot preferensi dari setiap atribut dengan total bobot ∑ 𝑤𝑗 = 1 seperti
ditunjukkan persamaan (1). Dalam kasus ini bobot ditentukan berdasarkan preferensi
pengambil kebijakan di sekolah dengan mengacu ketentuan nasional [3].
𝑤𝑗
𝑤𝑗 = ∑ (1)
𝑤𝑗
dimana:
𝑤𝑗 adalah bobot suatu atribut atau kriteria
∑ 𝑤𝑗 adalah jumlah bobot dari semua kriteria, dengan ∑ 𝑤𝑗 = 1
𝑆𝑖 = ∑ 𝑥𝑖𝑗 𝑤𝑗 (2)
𝑗=1
dimana:
𝑆 adalah preferensi alternatif yang dianalogikan sebagai vektor S
𝑛 adalah banyaknya kriteria
𝑗 adalah kriteria
𝑥 adalah nilai preferensi
𝑖 adalah alternatif
𝑤 adalah bobot kriteria
dimana:
𝑉 adalah preferensi relatif setiap alternatif yang dianalogikan sebagai vektor V
Entitas eksternal sistem adalah admin. Ragam proses dalam sistem antara lain login,
proses periode bantuan, proses pembentukan kriteria, pembentukan alternatif, proses
perhitungan dan proses pembuatan laporan. Aliran data dalam sistem pendukung keputusan
ini ditunjukkan Gambar 2.
Gambar 2. DFD Level 1
c. Pengkodean
DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 95
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 96
RESULTS
1. Perankingan menggunakan Metode WP
a. Menentukan data alternatif atau data siswa. Sebagai contoh terdapat 5 calon penerima
bantuan KIP yang akan diproses menggunakan metode WP seperti dalam Tabel 1.
b. Menentukan kriteria, bobot awal dan kategori untuk masing-masing kriteria. Pada kasus
ini, semua kategori kriteria bernilai benefit seperti ditunjukkan Tabel 2. Bobot awal
ditetapkan oleh penentu kebijakan di sekolah dengan mengacu ketentuan nasional [3].
c. Menentukan bobot untuk penilaian kelayakan suatu kriteria seperti ditunjukkan Tabel
3.
e. Menentukan preferensi atau nilai pada setiap alternatif disetiap kriteria seperti
ditunjukkan Tabel 5.
Tabel 5. Nilai pada Setiap Alternatif di Setiap Kriteria
Kriteria
Alternatif
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
Siswa 1 4 4 3 2 2 2 1
Siswa 2 3 3 3 4 2 2 2
Siswa 3 5 4 3 2 2 3 3
Siswa 4 4 4 3 2 2 2 3
Siswa 5 3 3 4 2 3 3 1
DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 97
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 98
i. Alternatif terpilih
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai preferensi relatif setiap alternatif mulai
nilai tertinggi sampai nilai terendah. Nilai preferensi relatif selanjutnya diranking
sehingga menunjukkan urutan alternatif terbaik penerima bantuan KIP seperti
ditunjukkan Tabel 6.
2. Tampilan Sistem
Dashboard merupakan halaman utama setelah pengguna berhasil login, berisi menu-
menu yang terdapat pada side bar seperti ditampilkan Gambar 3.
Sistem Penduk ung Keputusan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar dengan Metode
Weighted Product (Laili Zanura Damayanti)
Menu Bantuan KIP menampilkan daftar penerima bantuan pada setiap periode. Menu
dilengkapi fitur menambah, mengubah, dan menghapus data seperti ditunjukkan Gambar 4.
Menu Data Kriteria menampilkan daftar data kriteria atau syarat KIP. Menu juga
dilengkapi fitur menambahkan, mengubah dan menghapus data seperti ditunjukkan Gambar 5.
DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877 99
TRANSFORMATIKA, Vol.20, No.2, Juli 2023, pp. 92 - 104 100
Menu Data Alternatif menampilkan daftar data alternatif/siswa dengan disertai fitur
menambahkan, mengubah dan menghapus data alternatif seperti ditunjukkan Gambar 6.
Menu Data Penilaian menampilkan daftar data penilaian yang berisi nama-nama siswa
calon penerima bantuan KIP sesuai dengan tahap/periode penerima. Kemudian menambahkan
dengan cara menginput penilaian sesuai dengan kriteria seperti Gambar 7.
4. Pengujian
Pengujian sistem menggunakan UAT berbentuk kuesioner yang diberikan kepada sejumlah
responden representatif yang menggunakan dan memanfaatkan sistem pendukung keputusan ini.
Pengujian dilakukan guna memastikan sistem dapat digunakan dengan baik. Penilaian sistem
meliputi tiga aspek, yaitu aspek rekayasa perangkat lunak, aspek fungsionalitas dan aspek
komunikasi visual. Rincian aspek dan butir penilaian ditunjukkan Tabel 7.
DISCUSSION
Penilaian dalam kuesioner menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban, yaitu
Sangat Baik (5), Baik (4), Cukup Baik (3), Kurang Baik (2), Tidak Baik (1) [14]. Hasil perhitungan
skor dalam persentase direpresentasikan dengan uji kelayakan seperti ditunjukkan Tabel 8 [14].
Berdasarkan hasil perhitungan skala linkert diatas, dari 10 responden diperoleh total
presentase sebesar 79,15% dengan kriteria layak. Persentasi pada aspek rekayasa perangkat lunak
sebesar 76,5%, aspek fungsionalitas sebesar 78,88% dan aspek komunikasi visual sebesar 81,33%.
dengan lebih mudah, cepat, transparan dan tepat sasaran. Berdasarkan evaluasi menggunakan
metode UAT, sistem dinyatakan layak dengan nilai persentase 79,15%.
REFERENCES
[1] Rakista, P. M. Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP). Sawala : Jurnal
Administrasi Negara. 2021; 8(2): 224–232.
[2] Portal Informasi Indonesia. Program Indonesia Pintar Bergulir, Ini Cara Pencairannya.
https://indonesia.go.id/kategori/pendidikan/2278/program-indonesia-pintar-bergulir-ini-
cara-pencairannya?lang=1 (diakses 1 Januari 2022).
[3] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar. Jakarta. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2020.
[4] Turban E., Aronson J.E, Liang T. Decision Support Systems and Intelligent Systems. Sevent
Edition. Prentice-Hall.
[5] Fajariyanto, B., Wahyuningrum, R.T. Kajian Literatur Sistem Pendukung Keputusan
Penerimaan Beasiswa. Jurnal Simantec. 2021; 9(2): 45–50.
[6] Saputro, N.D., Waliyansyah, R.R., Novita, M. Implementation Simple Additive Weighting
Method in Determining Feasibility Sacrificial Animals. Journal of Transformation. 2022;
20(1): 57-63.
[7] Mukti, A., Diana, A. Application of Analytical Hierarchy Process (AHP) Method for
Selection of the Best Teachers at SD Negeri Periuk 3. Journal of Transformation. 2022;
20(1): 72-86.
[8] Alkatiri, R., Gintulangi, S. L. H., Ahmad. Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar di
Desa Isimu Selatan Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Strukturasi: Jurnal
Perencanaan & PengembanganEkonomi. 2020; 3(1): 31–41.
[9] Marbun, R. E., Hidayati, T., Parhusip, E. Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kartu
Indonesia Pintar (KIP) Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product
Assesment (WASPAS). Jurnal Seminar Nasional Sains & Teknologi Informasi (SENSASI).
2018; 238–244.
[10] Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., Wardoyo, R. Fuzzy Multi-Attribute Decision
Making (Fuzzy MADM). Yogyakarta: Graha Ilmu. 2006.
[11] Junifa, D. dkk. Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Dokter Menggunakan
Metode Weight Product (WP) Berbasis Web. JUSIKOM PRIMA. 2019; 3(1): 24–29.
[12] Ishak, R. dkk. Rancang Bangun Sistem Informasi Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis
Web Menggunakan Metode Waterfall. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. 2020; 1(3): 198–
209.
[13] Amirillah, C.D.R., Andryana, S., Benrahman. Perancangan Aplikasi Document Management
System Berbasis Web Universitas Nasional dengan Metode Waterfall. Satuan Tulisan Riset
dan Inovasi Teknologi. 2020; 5(1): 45–52.
[14] Suprapto, E. User Acceptance Testing (UAT) Refreshment PBX Outlet Site BNI Kanwil
Padang. Jurnal Civronlit Unbari. 2021; 6(2): 54.
DOI : 10.26623/transformatika.v20i2.5877
103