Sistem Pendukung Keputusan dalam Menentukan Pemilihan Posisi Kepala Unit
(Kanit) PPA dengan Metode Weight Product
BAB I
LATAR BELAKANG
Dalam organisasi atau instansi tertentu, pemilihan posisi strategis seperti Kepala Unit (Kanit) pada
bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) merupakan hal yang krusial. Jabatan ini tidak hanya
menuntut kemampuan manajerial, tetapi juga integritas, pengalaman, dan pemahaman mendalam
terhadap isu-isu sosial. Oleh karena itu, proses seleksi untuk posisi Kanit harus dilakukan secara
objektif dan berdasarkan kriteria yang terukur.
Namun, dalam praktiknya, penentuan pemilihan Kanit PPA sering kali masih mengandalkan
pertimbangan subjektif atau penilaian manual yang memakan waktu dan kurang efisien. Hal ini dapat
menimbulkan ketidakpuasan, baik dari sisi internal lembaga maupun dari pihak yang dipimpin.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang
mampu membantu dalam menilai dan membandingkan kandidat berdasarkan sejumlah kriteria yang
telah ditentukan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem ini adalah metode Weighted
Product (WP), yang mampu menangani berbagai kriteria secara proporsional dengan memberikan
bobot sesuai tingkat kepentingannya. Metode ini memungkinkan sistem memberikan rekomendasi
yang lebih objektif, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang dapat diidentifikasi dalam proses pemilihan posisi Kanit PPA antara lain:
1. Penilaian kandidat masih bersifat subjektif dan tidak terukur secara sistematis.
2. Tidak adanya sistem atau alat bantu yang dapat memproses data kandidat secara efisien.
3. Kesulitan dalam membandingkan kualifikasi antar kandidat secara adil berdasarkan banyaknya
kriteria.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian dan pengembangan sistem ini adalah:
1. Membuat sistem pendukung keputusan untuk membantu dalam proses seleksi Kanit PPA.
2. Menerapkan metode Weighted Product untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang
telah ditentukan.
3. Memberikan solusi yang objektif dan efisien untuk proses pengambilan keputusan dalam
penentuan posisi strategis.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari sistem ini meliputi:
1. Bagi Institusi: Proses pemilihan Kanit menjadi lebih adil, terstruktur, dan transparan.
2. Bagi Pengambil Keputusan: Dapat melihat hasil penilaian secara sistematis dan akurat.
3. Bagi Kandidat: Proses seleksi yang lebih terbuka dan berdasarkan kriteria yang jelas.
Batasan Masalah
Untuk memfokuskan pengembangan sistem, batasan-batasan yang diterapkan adalah sebagai berikut:
1. Sistem hanya menggunakan metode Weighted Product dalam proses perhitungan dan
pemeringkatan.
2. Kriteria yang digunakan meliputi: pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, kemampuan
kepemimpinan, integritas, dan pengetahuan hukum.
3. Sistem dirancang dengan antarmuka sederhana dan mudah digunakan oleh pengambil
keputusan.
BAB II
TINJAUANPUSTAKA
Penelitian oleh Sumarno dan Jauhari Mustafa Harahap berjudul "Sistem Pendukung Keputusan dalam
Menentukan Pemilihan Posisi Kepala Unit (Kanit) PPA dengan Metode Weight Product" membahas
tentang kesulitan dalam menentukan posisi kepala unit secara objektif. Penelitian ini menggunakan
metode Weighted Product (WP) untuk membantu manajemen dalam memilih kepala unit terbaik.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan yang dikembangkan mampu
memberikan hasil yang akurat dan efektif dalam proses seleksi.
Penelitian Sutrisno Hadi dengan judul "Peranan Decision Support System (DSS) dalam Pengambilan
Keputusan Manajemen" mengangkat masalah kurangnya alat bantu dalam pengambilan keputusan
strategis di lingkungan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan Decision Support System
(DSS) dengan tujuan untuk menyediakan sistem pendukung yang membantu manajer dalam membuat
keputusan penting. Hasilnya, sistem DSS terbukti mampu mempercepat dan mempermudah proses
pengambilan keputusan.
Dalam jurnal berjudul "Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Sekolah Menengah Atas Menggunakan
Metode AHP", Rizky Amelia dan Bambang Kusmartono menyoroti kesulitan orang tua dalam memilih
sekolah menengah atas yang terbaik bagi anak-anak mereka. Penelitian ini memanfaatkan metode AHP
(Analytical Hierarchy Process) untuk membantu pengambilan keputusan. Hasilnya adalah sistem yang
mampu memberikan rekomendasi sekolah berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Dimas Rahmat Hidayat dan Ilham Nugraha melakukan penelitian berjudul "Analisis dan Perancangan
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pemasok Terbaik dari Pemasok Tersedia dengan Metode AHP"
yang mengambil studi kasus pada Divisi Power PT Guna Elektro. Permasalahan yang dihadapi adalah
kesulitan dalam menentukan pemasok terbaik karena banyaknya kriteria yang harus dipertimbangkan.
Dengan menggunakan metode AHP, sistem yang dirancang berhasil memberikan rekomendasi yang
objektif dan mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan.
Penelitian oleh Sarmadi dan Effiyaldi dengan judul "Analisis dan Perancangan Sistem Pendukung
Keputusan Pemilihan Kendaraan Roda Dua Menggunakan Metode SAW" membahas kesulitan
konsumen dalam memilih kendaraan roda dua yang sesuai kebutuhan. Sistem yang dikembangkan
menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk memberikan rekomendasi kendaraan
terbaik, dan hasilnya menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan hasil yang akurat sesuai
kriteria.
Dalam penelitian berjudul "Aplikasi Decision Support System Komposisi Pakan Ternak Menggunakan
Metode Fuzzy", Agus Setiawan mengatasi masalah yang dialami peternak dalam menyusun komposisi
pakan yang optimal. Metode Fuzzy digunakan untuk membantu dalam perhitungan komposisi yang
efektif. Sistem yang dibangun dapat digunakan oleh peternak untuk menyusun pakan dengan lebih
baik dan efisien.
Jurnal karya Rina Marlina dan Dedi Irawan berjudul "Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Hotel di
Kota Padang Menggunakan Metode TOPSIS" menyoroti kesulitan yang dialami wisatawan dalam
memilih hotel terbaik. Sistem ini memanfaatkan metode TOPSIS untuk memberikan rekomendasi hotel
berdasarkan kriteria tertentu. Hasil akhirnya adalah daftar hotel yang diberikan secara objektif dan
sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
Andi Saputra dalam penelitiannya berjudul "Decision Support System untuk Penentuan Kelayakan
Pemberian Kredit pada Bank" membahas permasalahan bank dalam menilai kelayakan nasabah secara
cepat dan akurat. Dengan menggunakan DSS, sistem mampu membantu pihak bank dalam
menentukan kelayakan calon kreditur secara efisien dan memberikan hasil yang cepat.
Jurnal yang ditulis oleh Budi Santoso berjudul "Analisis Sistem Pendukung Keputusan dalam Memilih
Laptop untuk Mahasiswa" membahas kebingungan mahasiswa dalam memilih laptop yang sesuai
dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Sistem yang dibangun dengan konsep DSS mampu
memberikan rekomendasi laptop berdasarkan kriteria yang dimasukkan oleh pengguna, sehingga lebih
memudahkan dalam pengambilan keputusan.
Penelitian Maulidiana Putri Sa’adah, Adnan Zulkarnain, dan Erna Resmiatini berjudul "Pengembangan
Decision Support System untuk Penentuan Lokasi Usaha Menggunakan Metode SAW" mengangkat isu
pemilihan lokasi usaha yang tepat. Dengan menggunakan metode SAW, sistem ini dikembangkan untuk
memberikan rekomendasi lokasi usaha yang strategis berdasarkan kriteria tertentu dan memberikan
hasil yang terstruktur serta objektif.
BAB III
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak dengan metode pengembangan
sistem Prototyping. Metode ini dipilih karena lebih fleksibel dan memungkinkan peneliti untuk
membuat model awal (prototype) dari sistem yang akan dikembangkan. Melalui prototype tersebut,
pengguna dapat memberikan masukan langsung untuk menyempurnakan sistem sebelum dibangun
secara penuh. Prototyping sangat cocok digunakan untuk pengembangan Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) karena mempermudah proses evaluasi dan revisi sistem secara berulang sesuai
kebutuhan pengguna.
Metode Pengumpulan Data
Untuk mendukung proses perancangan sistem, data dikumpulkan melalui beberapa teknik:
1. Observasi
Dilakukan dengan mengamati langsung proses pemilihan posisi Kepala Unit (Kanit) di
lingkungan kerja untuk memahami alur keputusan dan permasalahan yang dihadapi.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pimpinan unit atau bagian kepegawaian untuk menggali
informasi tentang kriteria pemilihan, sistem penilaian, dan kebutuhan pengguna terhadap
sistem.
3. StudiPustaka
Peneliti mempelajari literatur dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait metode Weight
Product (WP) dan Sistem Pendukung Keputusan untuk memperkuat landasan teori dan
pengembangan sistem.
Perancangan Sistem
Perancangan sistem dilakukan untuk membuat gambaran umum tentang fungsionalitas sistem SPK
yang akan dibangun. Tahapan ini mencakup:
1. Use Case Diagram Menjelaskan interaksi antara aktor (pengguna) dengan sistem berdasarkan
skenario penggunaan.
2. Data Flow Diagram (DFD) Menggambarkan alur data di dalam sistem secara terstruktur,
termasuk input, proses, dan output.
3. Entity Relationship Diagram (ERD) Memetakan entitas, atribut, dan hubungan antar data
dalam sistem.
4. Desain Antarmuka (User Interface) Merancang tampilan antarmuka sistem yang sederhana
dan mudah digunakan oleh pengguna.
Metode Weight Product (WP)
Metode WP digunakan untuk menghitung nilai dari setiap alternatif calon Kanit berdasarkan kriteria
yang telah ditentukan. Langkah-langkahnya:
1. Menentukan Kriteria dan Alternatif Kriteria yang digunakan misalnya:
o Pengalaman kerja
o Pendidikan terakhir
o Nilai evaluasi kinerja
o Kepemimpinan
o Loyalitas dan kedisiplinan
2. Menentukan Bobot Tiap Kriteria Bobot diberikan berdasarkan tingkat kepentingan masing-
masing kriteria, dengan jumlah total bobot 1 atau 100%.
3. Membuat Matriks Keputusan Menyusun data nilai dari setiap calon berdasarkan kriteria.
4. Perhitungan WP Melakukan proses perhitungan akhir dengan metode WP, di mana nilai dari
setiap alternatif dikalikan dan dipangkatkan sesuai bobot, lalu dibandingkan untuk
mendapatkan peringkat terbaik.
Alat dan Bahan
Pengembangan sistem memerlukan perangkat keras dan lunak berikut:
Perangkat Keras:
• Laptop atau komputer
• Perangkat input (mouse, keyboard)
• Koneksi internet
Perangkat Lunak:
• XAMPP (Apache & MySQL)
• Visual Studio Code / Sublime Text
• PHP & MySQL untuk backend
• HTML, CSS, JavaScript untuk frontend
Pengujian Sistem
Pengujian sistem dilakukan dengan metode Black Box Testing untuk mengecek apakah fungsi-fungsi
sistem berjalan dengan benar. Fokus pengujian meliputi:
• Form input data calon Kanit
• Proses perhitungan dan perankingan dengan metode WP
• Tampilan hasil seleksi
• Akses pengguna sistem