0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
300 tayangan21 halaman

DMTK

Dokumen ini mencakup beberapa topik matematika dan ekonomi, termasuk persamaan lingkaran, fungsi permintaan dan penawaran, analisis laporan keuangan, serta populasi dan sampel dalam penelitian. Diskusi melibatkan pengubahan persamaan, penentuan titik keseimbangan, serta klasifikasi laba perusahaan. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai pentingnya memahami perbedaan antara laba operasi dan non-operasi serta teknik penarikan sampel dalam penelitian.

Diunggah oleh

delta fox
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
300 tayangan21 halaman

DMTK

Dokumen ini mencakup beberapa topik matematika dan ekonomi, termasuk persamaan lingkaran, fungsi permintaan dan penawaran, analisis laporan keuangan, serta populasi dan sampel dalam penelitian. Diskusi melibatkan pengubahan persamaan, penentuan titik keseimbangan, serta klasifikasi laba perusahaan. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai pentingnya memahami perbedaan antara laba operasi dan non-operasi serta teknik penarikan sampel dalam penelitian.

Diunggah oleh

delta fox
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diskusi 5 Matematika

Soal :
Silakan Saudara mempelajari modul 5 dan 6, selanjutnya diskusikan:

1) Persamaan lingkaran: x2 + y2 + 2x − 4y = 0

1. Diskusikan bagaimana cara mengubah persamaan ini menjadi bentuk standar


lingkaran.
2. Tentukan titik pusat dan jari-jari lingkaran.
3. Gambarkan lingkaran berdasarkan informasi pusat dan jari-jari.

2) Fungsi permintaan adalah Qd = 600 − 10P dan fungsi penawaran: Qs = 30P − 200Q.
Tentukan harga keseimbangan (P) dan jumlah keseimbangan (Q) dari fungsi tersebut.

Jawab :

1) Persamaan Lingkaran: x2 + y2 + 2x – 4y = 0
1. Mengubah Persamaan Menjadi Bentuk Standar Lingkaran:
Bentuk standar dari persamaan lingkaran adalah (x − h)2 + (y – k)2 = r2, di mana (h, k) adalah
pusat lingkaran dan r adalah jari-jari.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
• Gabungkan semua komponen dalam persamaan:
x2+2x+ y2-4y = 0
.
Tambahkan dan kurangi bilangan yang diperlukan untuk menyelesaikan kuadrat:
Untuk 2 + 2x, ambil (2/2)2 = 1. Tambah dan kurang 1.
• Untuk y2 - 4y, ambil (-4/2)2 = 4. Tambah dan kurang 4.
Sehingga persamaannya menjadi:
Ini bisa ditulis sebagai:
Atau dalam bentuk standar:
(x2+2x+1)+(y2 - 4y + 4) - 1 - 4 = 0
(x+1)2+(y-2)2-5=0
(x+1)2+(y-2)2 = 5

2. Menentukan Titik Pusat dan Jari-Jari Lingkaran:


Dari bentuk standar (x + 1)2 + (y − 2)2 = 5:
• Pusat lingkaran, (h, k) = (−1, 2)
• Jari-jari r =√5

3. Menggambarkan Lingkaran:
Dengan pusat dl (-1, 2) dan Jarl-larl√5 (sekitar 2.24), Anda dapat menggambar lingkaran
dengan pusat di titik tersebut dan radlus yang ditentukan.

2) Fungsi Permintaan dan Penawaran


Diberikan fungsi permintaan Qa = 600 - 10P dan fungsi penawaran Q, = 30P – 200.
Untuk menemukan harga keseimbangan (P) dan jumlah keseimbangan (Q), kita perlu
menyamakan fungsi permintaan dan penawaran:
Mari kita selesaikan persamaan ini:
Qd=Qs
600 -10P = 30P - 200
1. Tambahkan 10P ke kedua sisi:
600 = 40P - 200
2. Tambahkan 200 ke kedua sisi:
800 = 40P
3. Bagi kedua sisi dengan 40:
P = 20

Setelah kita menemukan harga keseimbangan P = 20, kita masukkan nilai ini kembali ke
salah satu fungsi untuk menemukan Q:
Menggunakan fungsi permintaan:
Qd = 600-10(20) = 600 - 200 = 400
Jadi, harga keseimbangan adalah P = 20 dan jumlah keseimbangan adalah Q = 400.

==============

Tugas 2 Matematika Ekonomi

Soal :

ESPA 4122 – Matematika Ekonomi Tugas 2

Fungsi permintaan Qd = 130 − 3P fungsi penawaran Qs = 2P − 10.


Pemerintah mengenakan pajak sebesar 5 per unit barang yang 2 ESPA4122
diproduksi. Tentukan harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan 5 Modul 4
sesudah ada pajak?
Fungsi permintaan Qd = 110 − 3P dan fungsi penawaran Qs = 5P −
10. Diskusikan bagaimana cara menentukan titik keseimbangan
pasar di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah 2 ESPA4122
barang yang ditawarkan. Tentukan harga dan jumlah barang pada 5 Modul 4
titik keseimbangan tersebut, dan jelaskan bagaimana perubahan
harga dapat mempengaruhi keseimbangan pasar.
Ibu Siti baru saja mendapatkan pekerjaan setelah beberapa bulan
menganggur. Ketika menganggur, pengeluaran bulanan Ibu Siti
adalah 2.500, yang sepenuhnya digunakan untuk konsumsi. Setelah
2 ESPA4122
mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan 8.000 per bulan dan
5 Modul 4
dapat menabung 500 per bulan. Berapakah tabungan per bulan bila
penghasilan telah mencapai 10.000 per bulan? Apabila Tabungan 0,
berapa besar konsumsinya?
Seorang konsumen memiliki fungsi utilitas yang diwakili oleh kurva
indiferens 2X + 3Y = 60, di mana X adalah jumlah barang X dan Y
adalah jumlah barang Y. Harga barang X adalah Rp 15 per unit dan 2 ESPA4122
harga barang Y adalah Rp 10 per unit. Jika anggaran konsumen 5 Modul 6
adalah Rp 300, tentukan kombinasi jumlah barang X dan Y yang
memberikan utilitas maksimum.
Jawab :

Berikut adalah jawaban lengkap untuk masing-masing pertanyaan yang Anda sampaikan.
1. Fungsi Permintaan dan Penawaran dengan Pajak
Fungsi Permintaan dan Penawaran Sebelum Pajak
Diberikan fungsi permintaan Q = 130 - 3P dan fungsi penawaran Q, = 2P - 10. Untuk
menentukan harga dan jumlah keseimbangan, kita setarakan Qa dan Qs:
Meringkas persamaan:
130 - 3P = 2P - 10
130 + 10 = 2P+3P
140 = 5P
P = 28
Substitusi nilai P ke dalam salah satu fungsi untuk menemukan jumlah keseimbangan:
Qd = 130 - 3(28) = 130 - 84 = 46
Jadi, harga keseimbangan sebelum pajak adalah P = 28 dan jumlah keseimbangan adalah
Q = 46.
Fungsi Permintaan dan Penawaran Setelah Pajak
Dengan pajak sebesar 5, kita harus mengubah fungsi penawaran menjadi Q, = 2(P-5) - 10:
Q 2P-10-10 2P - 20
Sekarang kita setarakan lagi untuk menemukan keseimbangan baru:
Meringkas:
130 - 3P = 2P - 20
130 +20 = 2P+3P
150 = 5P
P = 30
Substitusi nilai P ke dalam fungsi permintaan untuk menemukan jumlah keseimbangan:
Qd =130 - 3(30) = 130 - 90 = 40
Jadi, harga keseimbangan setelah ada pajak adalah P = 30 dan jumlah keseimbangan adalah
Q = 40.
2. Titik Keseimbangan Pasar
Diberikan fungsi permintaan Qa = 110 - 3P dan fungsi penawaran Q, = 5P - 10.
Menentukan Titik Keseimbangan
• Setarakan Qa dan Qs:
Meringkas:
110 - 3P = 5P - 10
110 + 10 = 5P+3P
120 = 8P
P = 15
Substitusi nilai P ke dalam salah satu fungsi untuk menemukan jumlah keseimbangan:

Qd=110 - 3(15) = 110-45 = 65


Jadi, titik keseimbangan adalah :
P = 15 dan Q = 65.
Pengaruh Perubahan Harga Terhadap Keseimbangan
Ketika harga meningkat, jumlah barang yang diminta biasanya turun (hukum permintaan),
sementara jumlah barang yang ditawarkan biasanya meningkat (hukum penawaran). Ini dapat
menciptakan kelebihan pasokan jika jumlah yang ditawarkan melebihi jumlah yang diminta
pada harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang diminta akan
meningkat dan jumlah yang ditawarkan akan menurun, yang dapat menciptakan kekurangan.
3. Tabungan Ibu Siti
Ibu Siti memiliki pengeluaran bulanan sebesar 2.500 ketika menganggur. Setelah
mendapatkan pekerjaan, penghasilannya adalah 8.000 dan ia dapat menabung 500 per bulan.
Tabungan dengan Penghasilan 10.000
Jika penghasilan meningkat menjadi 10.000:
Pengeluaran Penghasilan - Tabungan
Pengeluaran = 10.000 Tabungan
Jika tabungan O, berarti pengeluaran sama dengan penghasilan, yaitu 10.000. Namun, jika
Ibu Siti ingin menabung, kita perlu menentukan jumlah tabungan dari pengeluaran yang dia
pilih. Misalkan jika dia ingin menabung :
Pengeluaran 10.000 -
Karena Ibu Siti sebelumnya menghabiskan 2.500 untuk konsumsi, kita bisa katakan:
10.000 – χ ≥2.500  χ ≤ 7.500
Tabungan bisa bervariasi dari O hingga 7.500 sesuai dengan pengeluaran yang dia pilih.
4.Kombinasi Utilitas Maksimum

Fungsi utilitas 2X+3Y = 60 dengan harga barang X = 15 dan harga barang Y = 10 serta
anggaran 300.
Menentukan Kombinasi Barang
Dengan anggaran:
15X +10Y = 300
Kita dapat menyelesaikan dua persamaan ini bersama-sama.
1. Dari persamaan kurva indiferens:
60 – 2X
Y = -------------
3
1. Substitusi ke dalam anggaran:
60 – 2X
15X + 10 ------------ = 300
300
Menyederhanakan:
600 – 20X
15X + --------------- = 300
3
Mengalikan seluruh persamaan dengan 3 untuk menghilangkan pecahan:
45X60020X = 900
25X = 300
X = 12

Kemudian, substitusi kembali:


60 – 2(12) 36
Y= ------------ = ----- = 12
3 3
Jadi, kombinasi X = 12 dan Y = 12 memberikan utilitas maksimum pada anggaran tersebut.
======

Analisis Laporan Keuangan

Soal Diskusi :
Saudara mahasiswa..., silakan Anda diskusikan mengenai hal berikut:

PT Makmur Sentosa adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur tekstil.


Dalam laporan laba rugi tahun 2023, perusahaan melaporkan beberapa sumber
pendapatan dan beban sebagai berikut:

1. Pendapatan utama dari penjualan kain sebesar Rp50 miliar.


2. Pendapatan dari penjualan aset tetap (mesin lama) sebesar Rp5 miliar.
3. Beban bunga atas pinjaman bank sebesar Rp2 miliar.
4. Pendapatan dari investasi saham di perusahaan lain sebesar Rp3 miliar.
5. Beban pajak penghasilan sebesar Rp1,5 miliar.

Berdasarkan informasi di atas, klasifikasikan setiap komponen laba ke dalam


kategori berikut: laba operasi, laba non-operasi, recurring income, dan non-recurring
income. Mengapa penting bagi investor dan pemangku kepentingan untuk
memahami perbedaan antara laba operasi dan non-operasi, serta recurring income
dan non-recurring income?

Selamat berdiskusi, tetap semangat...

Salam,

Tutor

Jawab :

Untuk menganalisis dan mengklasifikasikan komponen laba PT Makmur Sentosa


berdasarkan informasi yang diberikan, kita dapat menggunakan kategori yang telah
ditentukan: laba operasi, laba non-operasi, recurring income, dan non-recurring income.

Klasifikasi Komponen Laba:


1. Pendapatan utama dari penjualan kain: Rp50 miliar
• Kategori: Laba Operasi
⚫ Jenis: Recurring Income
• Penjelasan: Ini adalah pendapatan yang diperoleh dari aktivitas utama perusahaan, yaitu
penjualan produk tekstil.
2. Pendapatan dari penjualan aset tetap (mesin lama): Rp5 miliar
• Kategori: Laba Non-Operasi
• Jenis: Non-Recurring Income
• Penjelasan: Pendapatan ini berasal dari penjualan aset tetap, yang tidak terjadi secara rutin
dan bisa dianggap sebagai transaksi luar biasa.
3. Beban bunga atas pinjaman bank: Rp2 miliar
• Kategori: Beban (dihitung dalam laporan laba rugi tetapi bukan pendapatan)
Penjelasan: Beban ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar pinjaman dan tidak
termasuk dalam pendapatan.
4. Pendapatan dari investasi saham di perusahaan lain: Rp3 miliar
• Kategori: Laba Non-Operasi
• Jenis: Recurring Income
• Penjelasan: Pendapatan ini berasal dari investasi dan dapat terjadi secara rutin, meskipun
tidak
dari aktivitas operasional inti perusahaan.
5. Beban pajak penghasilan: Rp1,5 miliar
• Kategori: Beban (dihitung dalam laporan laba rugi tetapi bukan pendapatan)
• Penjelasan: Beban pajak merupakan biaya yang harus dibayar oleh perusahaan berdasarkan
keuntungan yang didapat.
Rangkuman Klasifikasi:
Komponen
 Pendapatan utama dari penjualan kain
 Pendapatan dari penjualan aset tetap (mesin lama) Laba Non-Operasi Non-Recurring
Income
 Beban bunga atas pinjaman bank
 Pendapatan dari investasi saham
 Beban pajak penghasilan

Kategori
 Laba Operasi
 Laba Non-Operasi Recurring Income
 Laba Non-Operasi Non Recurring Income
Jenis
 Recurring Income
 Non Recurring Income
Pentingnya Memahami Perbedaan:
Bagi investor dan pemangku kepentingan, memahami perbedaan antara laba operasi dan non-
operasi, serta recurring income dan non-recurring income adalah sebagai berikut:
1. Keberlanjutan Bisnis:
• Laba operasi menunjukkan sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari
kegiatan inti mereka secara berkelanjutan. Investor lebih cenderung berinvestasi pada
perusahaan yang memiliki laba operasi yang sehat dibandingkan dengan perusahaan yang
tergantung pada laba non-operasi.
2. Stabilitas Pendapatan:
• Recurring income memberikan gambaran tentang stabilitas dan keandalan pendapatan
perusahaan. Pendapatan yang dapat diprediksi dan terjadi secara berulang lebih menarik bagi
investor karena mengurangi risiko.
3. Analisis Kinerja:
• Dengan mengetahui dari mana pendapatan berasal, investor dapat melakukan analisis yang
lebih baik terhadap kinerja dan risiko perusahaan. Pendapatan non-recurring dapat
menyesatkan jika digunakan untuk menilai potensi jangka panjang perusahaan.
4.Strategi Investasi:
Memahami komposisi laba membantu investor dalam merumuskan strategi investasi. Mereka
dapat memfokuskan perhatian pada perusahaan yang menunjukkan potensi pertumbuhan
yang kuat dalam operasi intinya.
Dengan demikian, klasifikasi yang jelas mengenai komponen laba membantu dalam
pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dari sisi investor dan pemangku kepentingan.

========

Metoda penelitian Sosial

Soal :
Forum ini membahas tentang Populasi dan Sampel

1. Populasi dalam konteks penelitian diartikan sebagai keseluruhan elemen atau


satuan yang ingin diteliti. Silakan diskusikan populasi dalam penelitian yang
telah anda pilih. Tentukan batasan populasi yang mencakup isi, cakupan, dan
waktu.
2. Tentukan pula sampel dari penelitian anda tersebut sesuai dengan tekik
penarikan sampel yang anda pilih

Selamat berdiskusi.

Jawab :

1. Populasi dalam Penelitian


Definisi Populasi: Populasi adalah keseluruhan elemen atau satuan dalam suatu penelitian
yang menjadi objek kajian. Dalam penelitian, penting untuk menetapkan dengan jelas siapa
dan apa yang akan diteliti agar hasilnya dapat diinterpretasikan dengan tepat.
Contoh Diskusi Populasi:

Misalkan Anda melakukan penelitian tentang pengaruh kebiasaan makan sehat terhadap
kesehatan mental di kalangan mahasiswa di sebuah universitas.

Isi Populasi: Semua mahasiswa yang terdaftar di universitas tersebut. Ini mencakup berbagai
jurusan dan tahun akademik.
Cakupan Populasi: Anda mungkin ingin membatasi penelitian hanya pada mahasiswa S1
yang berusia antara 18 hingga 25 tahun, untuk memastikan bahwa target demografis Anda
spesifik.
Waktu: Anda dapat menentukan waktu penelitian, misalnya selama semester genap tahun
akademik 2023/2024.
Dengan demikian, batasan populasi dalam penelitian ini adalah "Mahasiswa S1 berusia 18
hingga 25 tahun yang terdaftar di [nama universitas] selama semester genap tahun akademik
2023/2024."

2. Sampel dari Penelitian


Sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan.
Pemilihan sampel yang tepat sangat penting untuk validitas penelitian.

Teknik Penarikan Sampel: Terdapat beberapa teknik penarikan sampel. Di sini kita bisa
menggunakan teknik sampling acak sederhana atau sampling stratified, tergantung pada
tujuan penelitian.

Jika menggunakan Sampling Acak Sederhana: Anda bisa menggunakan daftar mahasiswa
yang memenuhi kriteria (usia, status sebagai mahasiswa S1) dan kemudian menggunakan
metode pengundian secara acak untuk memilih sampel. Misalnya, jika populasi terdiri dari
1.000 mahasiswa, Anda bisa mengambil 100 mahasiswa secara acak.

Jika menggunakan Sampling Stratified: Anda dapat membagi populasi ke dalam strata
berdasarkan jurusan (misalnya, Teknik, Kedokteran, Ekonomi), dan kemudian mengambil
sampel acak dari setiap strata. Misalnya, jika dari setiap jurusan ada 200 mahasiswa, dan
Anda ingin mengambil sampel 100 mahasiswa, Anda bisa memilih 25 mahasiswa dari setiap
jurusan secara acak.

Contoh Penentuan Sampel :


Dengan teknik sampling acak sederhana, jika populasi Anda adalah 1.000 mahasiswa dan
Anda ingin mengambil sampel sejumlah 100 mahasiswa, maka langkah-langkah yang bisa
diambil adalah:
Buat daftar semua mahasiswa yang memenuhi kriteria.
Gunakan nomor acak untuk memilih 100 mahasiswa dari daftar tersebut.
Pastikan untuk mencatat siapa saja yang terpilih, sehingga tidak ada duplikasi dalam
pemilihan sampel.

Kesimpulan :
Dalam penelitian, definisi yang jelas tentang populasi dan pemilihan sampel yang tepat
sangat penting untuk mencapai hasil yang valid dan dapat diandalkan. Menentukan batasan
populasi dan mengambil sampel yang representatif dapat membantu meminimalkan bias dan
meningkatkan akurasi hasil penelitian. Jika Anda memiliki penelitian spesifik lainnya dalam
pikiran, silakan berbagi, dan kita bisa mendiskusikan populasi dan sampel yang lebih sesuai
untuk konteks itu!

========

Soal Tugas :

Berdasarkan masalah, draft judul, dan pendekatan penelitian yang Anda kerjakan
pada

Tugas 1, kerjakan soal berikut:

Jika Anda memilih metode penelitian kuantitatif, maka:

1. Sebutkan lokasi penelitian Anda

2. Identifikasi dan jelaskan variabel penelitian Anda

3. Sebutkan populasi dan sampelnya

4. Jelaskan teknik pengambilan sampelnya, dan alasan Anda memilih teknik


pengambilan sampel tersebut.

Jika Anda memilih metode penelitian kualitatif, maka:

1. Tentukan site penelitian Anda

2. Tentukan strategi untuk masuk ke dalam site dan memperoleh gate keepers

3. Jelaskan cara Anda dalam memperoleh akses.

Jawaban Anda harus didasarkan pada literatur/modul yang ada, bukan


berdasar pendapat pribadi. Tuliskan sumber rujukan yang anda gunakan
dengan tatapenulisan ilmiah yang benar.

Hindari bekerja sama dan plagiarisasi, karena hal itu akan dinilai sebagai
pelanggaran dan jawaban Anda akan dinilai 0.

Jawab :

Metode Penelitian Kuantitatif


Lokasi Penelitian:
Lokasi penelitian dapat berupa tempat yang relevan dengan subjek yang diteliti, seperti
sebuah sekolah, perusahaan, atau komunitas tertentu. Contohnya, "Sekolah Menengah Atas X
di Kota Y."
Variabel Penelitian:
Identifiaksikan variabel yang ingin diteliti. Misalnya, jika Anda ingin meneliti pengaruh
metode pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar siswa, Anda dapat memiliki:
Variabel Independen: Metode pembelajaran (misalnya, pembelajaran berbasis proyek).
Variabel Dependen: Hasil belajar siswa (misalnya, nilai ujian akhir).
Jelaskan bahwa variabel independen adalah yang dimanipulasi atau diubah, sedangkan
variabel dependen adalah yang diukur sebagai dampak dari variabel independen.
Populasi dan Sampel:
Populasi: Seluruh siswa di Sekolah Menengah Atas X.
Sampel: 100 siswa yang dipilih dari berbagai kelas.
Pastikan bahwa sampel tersebut representatif dan mencakup berbagai demografi jika relevan.
Teknik Pengambilan Sampel:
Teknik: Random sampling atau stratified sampling.
Alasan: Jika Anda menggunakan random sampling, hal ini memastikan bahwa setiap siswa
memiliki peluang yang sama untuk dipilih, sehingga hasilnya dapat digeneralisasi untuk
populasi. Jika menggunakan stratified sampling, Anda dapat mengambil sampel dari berbagai
strata (mis: kelas, jenjang) untuk memastikan representasi yang lebih baik.
Metode Penelitian Kualitatif
Site Penelitian:
Tentukan lokasi yang memberikan informasi mendalam tentang subjek yang diteliti, seperti
"Komunitas XYZ" atau "Perusahaan ABC."
Strategi untuk Memperoleh Akses dan Gate Keepers:
Anda perlu merencanakan pendekatan yang sopan dan profesional untuk dapat masuk ke
tempat tersebut. Misalnya, menghubungi pemimpin komunitas atau manajer perusahaan
untuk menjelaskan tujuan penelitian dan manfaatnya.
Cobalah untuk menjalin hubungan baik dan memberikan keyakinan bahwa penelitian ini
dapat memberi dampak positif.
Cara Memperoleh Akses:
Menggunakan surat pengantar resmi dari institusi Anda yang mendukung penelitian ini.
Dalam surat tersebut harus menekankan tujuan dan kepentingan penelitian, serta komitmen
terhadap etika penelitian.
Mungkin juga berguna untuk melakukan wawancara awal atau diskusi informal dengan
anggota komunitas atau pemangku kepentingan untuk membangun rasa saling percaya
sebelum melakukan penelitian lebih lanjut.
Kesimpulan
Kedua metode memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami fenomena. Penelitian
kuantitatif bersifat numerik dan berusaha untuk menguji hipotesis, sedangkan penelitian
kualitatif lebih bersifat deskriptif dan eksploratori. Pilihan metode harus disesuaikan dengan
pertanyaan penelitian dan tujuan studi yang kita ambil.

==========

Pembelanjaan
Soal Diskusi :
Dalam materi diskusi minggu ke 5 , Anda diminta untuk mendiskusikan hal yang
berkaitan dengan modul 4 yaitu Investasi dalam Aktiva dan Efek, khususnya
mengenai Penilaian Investasi pada Aktiva Tetap:

Di dalam melakukan penilaian investasi aktiva tetap, ada beberapa alat analisis
dalam menilai keputusan investasi. Berikan pendapat Anda dalam forum diskusi ini
mengenai :
1 Apa saja alat analisis kriteria Investasi yang terbaik untuk digunakan ? Apa
alasannya ?

2 Apakah dalam melakukan analisis kriteria investasi aktiva tetap kita lebih baik
hanya menggunakan alat analisis yang kita nilai terbaik tersebut dan tidak perlu
menggunakan alat analisis kriteria investasi lainnya ?

SELAMAT BELAJAR DAN SELAMAT BERDISKUSI

Note :

 Jangan takut dan ragu-ragu dalam menyampaikan pendapat.


 Apabila dalam menyampaikan pendapat/argumen bukan dari hasil pemikiran
sendiri, jangan lupa untuk menyebutkan “sumber” nya.
 Diskusi ini bertujuan untuk membantu pemahaman terhadap materi
pembelajaran lebih baik

Jawab :

Dalam melakukan penilaian investasi aktiva tetap, terdapat beberapa alat analisis yang dapat
digunakan untuk menilai keputusan investasi. Berikut adalah penjelasan mengenai alat
analisis tersebut dan pandangan tentang penggunaannya.

1. Alat Analisis Kriteria Investasi Terbaik

Berbagai alat analisis kriteria investasi yang sering digunakan mencakup:

Net Present Value (NPV):

Penjelasan: NPV menghitung selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan
dengan investasi awal. Jika NPV positif, investasi dianggap menguntungkan.

Alasan: NPV mempertimbangkan nilai waktu dari uang, sehingga memberikan gambaran
yang lebih akurat tentang potensi keuntungan.

Internal Rate of Return (IRR):

Penjelasan: IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV menjadi nol. Ini menunjukkan
tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi.

Alasan: IRR memberikan pemahaman yang jelas tentang profitabilitas investasi, sehingga
dapat membantu dalam membandingkan dengan biaya modal.

Payback Period:

Penjelasan: Payback Period menghitung waktu yang diperlukan untuk mengembalikan


investasi awal.

Alasan: Ini sederhana dan mudah dipahami serta berguna saat mempertimbangkan likuiditas.
Profitability Index (PI):

Penjelasan: PI adalah rasio antara NPV arus kas masa depan dengan investasi awal.

Alasan: PI memberikan perspektif tambahan tentang seberapa banyak nilai yang dihasilkan
per unit modal yang diinvestasikan.

2. Penggunaan Alat Analisis Investasi

Mengenai pertanyaan apakah lebih baik hanya menggunakan alat analisis yang dianggap
terbaik:

Sebagai prinsip umum, tidak disarankan untuk hanya mengandalkan satu jenis alat analisis.
Berikut alasannya:

Kompleksitas Situasi: Investasi aktiva tetap seringkali memiliki variasi dan kompleksitas
yang memerlukan pendekatan multi-faceted. Menggunakan hanya satu alat dapat
mengabaikan aspek penting lainnya.

Perbedaan Perspektif: Setiap alat analisis memiliki kelebihan dan keterbatasan. Misalnya,
NPV memberikan pandangan jangka panjang, sedangkan Payback Period lebih fokus pada
pemulihan singkat. Menggabungkan beberapa alat dapat memberikan gambaran yang lebih
holistik.

Mengurangi Risiko Keputusan: Dalam dunia investasi, keputusan yang didasarkan pada
analisis yang lebih komprehensif lebih mungkin untuk mengurangi risiko kesalahan. Jika satu
alat memberikan sinyal negatif, tetapi alat lain menunjukkan potensi keuntungan, hal ini perlu
dipertimbangkan dengan hati-hati.

Konteks Pasar: Kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya juga dapat mempengaruhi hasil
analisis. Oleh karena itu, menggunakan beragam alat analisis dapat membantu dalam
mengatasi ketidakpastian.

Kesimpulan

Penting untuk menggunakan berbagai alat analisis kriteria investasi untuk mendapatkan
gambaran yang lebih akurat dan komprehensif mengenai keputusan investasi aktiva tetap.
Masing-masing alat memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi, dan keputusan
investasi terbaik biasanya diambil berdasarkan analisis yang komprehensif, bukan
berdasarkan satu alat saja.
=========

Tata cara pelaksanaan perpajakan

Soal Diskusi :
Rekan Mahasiswa silahkan anda diskusikan tentang :

Bagaimana kewajiban wajib pajak dalam melakukan pembayaran PPh pada akhir
tahun pajak dan pembayaran pajak terutang menurut Surat Ketetapan Pajak (SKP)
dan Surat Tagihan Pajak (STP)?

Buat kesimpulan berdasarkan beberapa sumber literatur yang anda baca.


tuliskan sumber anda menjawab diskusi. Jika melakukan copy paste langsung
dari sumber yang anda baca atau adanya kemiripan jawaban anda dengan
rekan anda maka tutor berhak memberi nilai minimal atau 0.

Jawab :

Kewajiban wajib pajak dalam melakukan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) pada akhir
tahun pajak serta pembayaran pajak terutang menurut Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan Surat
Tagihan Pajak (STP) diatur oleh regulasi perpajakan di Indonesia. Berikut adalah penjelasan
mengenai kewajiban tersebut:

Kewajiban Wajib Pajak dalam Pembayaran PPh


Pembayaran PPh pada Akhir Tahun Pajak:

Wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan, diwajibkan untuk menghitung, membayar,
dan melaporkan pajak terutang pada akhir tahun pajak. Mereka harus menyusun SPT (Surat
Pemberitahuan) Tahunan PPh untuk melaporkan penghasilan yang diperoleh selama tahun
pajak tersebut.
Dalam hal terdapat pajak yang terutang setelah menghitung penghasilan neto, wajib pajak
harus melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang ditentukan (biasanya 3 bulan setelah
akhir tahun pajak).
Pembayaran Pajak Terutang Berdasarkan SKP:

Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak apabila terdapat
kekurangan pajak yang terutang setelah dilakukan pemeriksaan. Dalam hal ini, wajib pajak
mengucurkan sejumlah uang yang tercantum dalam SKP tersebut selama periode yang
ditentukan.
Jika wajib pajak tidak membayar pajak sesuai dengan SKP, dapat dikenakan sanksi
administratif dan bunga.
Pembayaran Pajak Terutang Berdasarkan STP:

Surat Tagihan Pajak (STP) adalah dokumen yang dikirimkan kepada wajib pajak untuk
menagih pajak yang terutang dan belum dibayar. STP biasanya diterbitkan ketika ada potensi
pajak yang terutang pada saat pemenuhan kewajiban yang tidak dipenuhi oleh wajib pajak.
Mengingat bahawa STP bersifat tagihan, wajib pajak wajib melakukan pembayaran sesuai
jumlah yang tertera dalam STP dalam waktu yang ditentukan untuk menghindari penalti.
Kesimpulan
Kewajiban wajib pajak dalam pembayaran Pajak Penghasilan meliputi penghitungan,
pembayaran, dan pelaporan pajak pada akhir tahun pajak. SKP dan STP berfungsi sebagai
instrumen penagihan pajak terutang dari wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya.
Melalui SKP, wajib pajak harus menanggung pajak yang kurang bayar setelah pemeriksaan,
sementara STP menagih pajak terutang yang mungkin belum dibayar. Oleh karena itu, wajib
pajak harus proaktif dalam memenuhi kewajiban pajaknya untuk menghindari sanksi dan
denda yang dapat dikenakan.

Sumber :
 Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
 Peraturan Direktorat Jenderal Pajak RI yang relevan tentang pembayaran dan
pelaporan pajak.
 Buku teks perpajakan yang menguraikan kewajiban pajak dan ketentuan perpajakan di
Indonesia.
 Artikel dan jurnal mengenai kewajiban perpajakan yang diterbitkan oleh institusi
akademis.

======

Soal Tugas :
1. Tuan Regi merupakan WP orang pribadi yang memiliki usaha Barbershop yang
berlokasi di Kota Slawi dan di Kota Tegal. Istri Tuan Regi bekerja sebagai karyawan
perusahaan yang NPWP-nya digabung dengan Tuan Regi. Saat ini Tuan Regi ingin
melakukan ekspansi usahanya ke Kota Semarang. Tentukan dan jelaskan apa yang
harus dilakukan oleh Tuan Regi untuk memenuhi ketentuan perpajakannya?

2. Bintang shoes adalah Perusahaan manufaktur, anak perusahaan dari Bimbi


Apparel Company yang berasal dari Patagonia dan mendirikan pabriknya di
Kawasan Industri Cibinong sejak tahun 2020. Saat ini Perusahaan tersebut hendak
mempersiapkan SPT tahunannya dan berencana untuk menyampaikan dengan
menggunakan Bahasa Inggris dan Mata Uang Dollar Amerika (USD).

1. Jelaskan dasar hukum serta apa saja hal yang perlu dilakukan oleh
Perusahaan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan
Bahasa Inggris dan Mata Uang USD?
2. Seluruh dokumen transaksi yg terjadi di Bintang Shoes tahun 2020 akan
disimpan oleh Bimbi Apparel Company di Patagonia. Bolehkah hal ini
dilakukan dan sebutkan dasar hukumnya !

Jawab :

1. Tuan Regi dan Ketentuan Perpajakan untuk Ekspansi

Untuk memenuhi ketentuan perpajakan dalam melakukan ekspansi usaha barbershop ke Kota
Semarang, Tuan Regi perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

Memperoleh Izin Usaha:

Tuan Regi harus memastikan bahwa dia memperoleh izin usaha yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis di Kota Semarang sesuai dengan peraturan daerah. Hal ini termasuk
mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pendaftaran NPWP:

Jika Tuan Regi belum mendaftarkan usaha barbershop di Kota Semarang, dia perlu mengurus
NPWP baru untuk lokasi yang baru dibuka. Pendaftaran NPWP bisa dilakukan di kantor
pajak setempat.
Pembukuan dan Pencatatan:

Setelah beroperasi, Tuan Regi diwajibkan untuk melakukan pembukuan yang baik untuk
semua transaksi yang terjadi di barbershop-nya. Hal ini untuk memastikan bahwa semua
pendapatan dan pengeluaran tercatat dengan baik.

Pelaporan SPT:

Tuan Regi harus melaporkan pajak tahunan (SPT) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang
berlaku. Jika usaha barbershopnya sudah memiliki omzet tertentu, dia perlu mendaftar
sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Konsultasi dengan Konsultan Pajak:

Disarankan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak untuk memastikan bahwa semua
kewajiban perpajakan dipenuhi dengan benar, terutama dalam hal ekspansi usaha.

2. Proses Administratif dan Hukum Perusahaan Bintang Shoes

2.1. Dasar Hukum dan Hal yang Perlu Dilakukan

Untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Mata Uang
Dollar Amerika (USD), perusahaan Bintang Shoes perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

Dasar Hukum:

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan di Indonesia, khususnya UU No. 36 Tahun 2008


tentang Pajak Penghasilan, serta Peraturan Direktur Jenderal Pajak dan peraturan terkait
lainnya yang mengatur pembukuan dan penyimpanan dokumen.

Hal yang Perlu Dilakukan:

Pengajuan Permohonan Keberatan:

Bintang Shoes perlu mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk
menggunakan Bahasa Inggris dan USD dalam pembukuan dan laporan pajak, karena ini
adalah ketentuan yang menyimpang dari standar umum.

Penggunaan Software Akuntansi:

Bintang Shoes bisa menggunakan software akuntansi yang mendukung penggunaan bahasa
Inggris dan mata uang asing untuk memastikan bahwa semua transaksi tercatat dengan
akurat.

Pengaturan Kurs:
Perusahaan harus menetapkan kurs konversi USD ke Rupiah untuk tujuan pelaporan dan
perpajakan, agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pelatihan Karyawan:

Melakukan pelatihan bagi karyawan yang bertanggung jawab terhadap pembukuan agar
mereka memahami prosedur dan persyaratan yang diperlukan.

2.2. Penyimpanan Dokumen Transaksi di Luar Negeri

Mengenai penyimpanan dokumen transaksi oleh Bimbi Apparel Company di Patagonia, hal
ini perlu diperhatikan:

Menyimpan dokumen transaksi di luar negeri diperbolehkan, namun perusahaan harus


mematuhi ketentuan terkait penyimpanan dokumen dan pelaporan pajak.

Dasar Hukum:

Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan,
perusahaan diwajibkan untuk menyimpan dokumen yang berkaitan dengan pajak di
Indonesia. Jika dokumen disimpan di luar negeri, perusahaan tetap bertanggung jawab untuk
bisa menyediakannya apabila dibutuhkan oleh otoritas pajak Indonesia.
=========

Pajak Daerah dan retribusi


Soal Diskusi :

Jelaskan secara rinci mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam
pembangunan dan sebutkan landasan hukumnya?

Jelaskan dengan bahasa anda sendiri, serta tuliskan sumber anda menjawab
diskusi. Kemiripan jawaban anda dengan rekan anda akan mempengaruhi
penilaian.

Jawab :

Hak dan kewajiban warga negara dalam pembangunan merupakan elemen penting dalam
mencapai tujuan nasional dan memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam proses
pembangunan. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai hak dan kewajiban tersebut, beserta
landasan hukumnya.

Hak Warga Negara dalam Pembangunan

1. Hak untuk Berpartisipasi: Warga negara memiliki hak untuk ikut serta dalam proses
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan, baik melalui pemilihan
umum maupun forum-forum masyarakat. Ini termasuk hak untuk menyampaikan
pendapat, ide, dan kritik mengenai program pembangunan.
2. Hak atas Kesejahteraan: Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan dasar dan
fasilitas dari pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesempatan
kerja. Pembangunan yang berkelanjutan harus memperhatikan dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
3. Hak atas Lingkungan yang Sehat: Warga negara berhak atas lingkungan yang bersih
dan sehat. Pembangunan yang dilakukan harus memperhatikan kelestarian
lingkungan, sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh dampak negatif dari aktivitas
pembangunan.
4. Hak atas Informasi: Warga negara berhak mendapatkan informasi yang jelas dan
transparan mengenai program-program pembangunan, penggunaan anggaran, dan
proses yang dilakukan pemerintah.

Kewajiban Warga Negara dalam Pembangunan

1. Kewajiban untuk Berpartisipasi: Warga negara berkewajiban untuk ikut serta dalam
pembangunan, misalnya dengan mengikuti program-program pemerintah atau terlibat
dalam kegiatan komunitas yang mendukung pembangunan.
2. Kewajiban Mematuhi Hukum: Setiap individu berkewajiban untuk mematuhi
peraturan dan hukum yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk regulasi yang
berkaitan dengan pembangunan.
3. Kewajiban Menjaga Lingkungan: Warga negara juga berkewajiban untuk menjaga
lingkungan dan mendukung upaya pemerintah untuk pelestarian sumber daya alam
dan ekosistem.
4. Kewajiban untuk Berkontribusi secara Sosial: Dalam rangka menciptakan masyarakat
yang sejahtera, warga negara diharapkan untuk saling membantu, berkolaborasi, dan
mendukung satu sama lain dalam kegiatan pembangunan.

Landasan Hukum

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945):


 Pasal 27 (1) menyatakan bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di
dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu
dengan tidak ada kecualinya.
 Pasal 28A-28J mengatur mengenai hak asasi manusia yang juga mencakup hak untuk
mendapatkan keadilan dan perlindungan dalam pembangunan.
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional: Undang-undang ini memberikan kerangka hukum untuk partisipasi
masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup: Mengatur hak warga negara untuk mendapatkan lingkungan yang
sehat dan aman.
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembangunan Berkelanjutan:
Menjelaskan kewajiban semua pemangku kepentingan, termasuk warga negara, untuk
terlibat dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Kesimpulan :

Hak dan kewajiban warga negara dalam pembangunan saling terkait dan penting untuk
memperkuat partisipasi masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang adil, merata, dan
berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban ini, diharapkan
warga negara dapat berkontribusi secara positif dalam proses pembangunan di negara kita.

=========

Soal Tugas :
Seorang Pengusaha pada awal tahun 2024 membuka usaha restoran dan hotel di
suatu daerah. Usaha restoran tersebut termasuk sukses dengan omset perhari
mencapai rata-rata Rp 27.500.000 dan usaha hotelnya dengan omset rata-rata per
hari Rp 35.000.000. Namun demikian Pengusaha tersebut belum terdaftar sebagai
WP daerah meskipun dia sudah memiliki izin atas usahanya tersebut. Hal ini
tentunya menjadi perhatian untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada
Pemerintah Derah (Pemda) tersebut karena ada potensi pendapatan asli daerah
untuk usaha yang dilakukannya. Kepala Bapenda pada Pemda tersebut pada bulan
Februari tahun 2025, menugaskan Tim untuk melakukan pendataan wajib pajak, dari
hasil pendataan diterbitkanlah NPWPD Pengusaha tersebut dan melakukan
perhitungan sampai dengan bulan Januari 2025. Berdasarkan hal tersebut Saudara
diminta untuk menjelaskan tentang:

1. Proses administrasi pendaftaran Pengusaha dimaksud sebagai Wajib Pajak


Daerah yang memiliki usaha restoran dan hotel !

2. Proses administrasi pemungutan dan pembayaran atas pajak restoran dan hotel!

3. Apakah terdapat sanksi perpajakannya? Jika ada jelasakan lengkap dengan


dasar hukumnya !

Catatan:

Lokasi/keberadaan Restoran dan Hotel dimaksud adalah sesuai dengan keberadaan


tempat Saudara masing-masing dan agar disebutkan nama daerah (kabupaten/kota)
pada jawaban Saudara.

Silahkan anda kerjakan, tugas boleh diketik atau tulis tangan kemudian dibuat
dalam format PDF atau JPG/JPEG. Jika jawaban anda sama persis atau terindikasi
mencontek dengan rekan anda maka tutor berhak memberi nilai 0.

Jawab :

Berikut adalah penjelasan mengenai proses pendaftaran pengusaha sebagai Wajib


Pajak Daerah, pemungutan dan pembayaran pajak untuk restoran dan hotel, serta
sanksi perpajakan yang mungkin terkait.

1. Proses Administrasi Pendaftaran Pengusaha sebagai Wajib Pajak Daerah

Proses pendaftaran pengusaha sebagai Wajib Pajak Daerah (WP Daerah)


melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:
 Persiapan Dokumen: Pengusaha perlu menyiapkan dokumen-dokumen
pendukung yang diperlukan. Dokumen tersebut biasanya mencakup:

 Surat Izin Usaha (SIUP)


 Nomor Induk Berusaha (NIB)
 Identitas diri (KTP, Paspor, atau dokumen identitas lainnya)
 Bukti kepemilikan atau sewa lokasi usaha

 Pengisian Formulir Pendaftaran: Pengusaha mengisi formulir pendaftaran


sebagai Wajib Pajak Daerah yang biasanya disediakan oleh Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda). Formulir ini mencakup informasi mengenai
jenis usaha, alamat, dan penghasilan.

 Penyerahan Dokumen: Setelah formulir diisi, pengusaha harus menyerahkan


formulir tersebut beserta dokumen yang diperlukan ke kantor Bapenda
setempat.

 Proses Verifikasi: Bapenda akan melakukan verifikasi terhadap informasi


yang diberikan. Jika semua informasi dan dokumen dianggap valid, Bapenda
akan menerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).

 Penerimaan NPWPD: Setelah NPWPD diterbitkan, pengusaha resmi terdaftar


sebagai Wajib Pajak Daerah dan mulai memiliki kewajiban untuk membayar
pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Proses Administrasi Pemungutan dan Pembayaran atas Pajak Restoran dan


Hotel

Proses pemungutan dan pembayaran pajak untuk restoran dan hotel melibatkan
langkah-langkah sebagai berikut:

 Penetapan Pajak: Bapenda menetapkan pajak yang harus dibayar oleh


pengusaha berdasarkan omset atau penghasilan yang diperoleh dari usaha
restoran dan hotel. Besaran pajak restoran dan hotel dapat bervariasi
tergantung kebijakan daerah setempat.
 Penghitungan Pajak: Pengusaha menghitung pajak terutang berdasarkan tarif
yang ditetapkan. Contoh, jika tarif pajak restoran adalah 10% dari omset,
dengan rata-rata omset per hari sebesar Rp 27.500.000, maka pajak harian
restoran adalah:

Pajak Restoran

Pajak Restoran=27.500.000×10%=2.750.000
Begitu pula untuk hotel dengan tarif yang sama atau berbeda.

 Penilaian Pajak: Setelah menghitung pajak yang terutang, pengusaha menilai


berapa banyak pajak yang harus dibayarkan.

 Pembayaran Pajak: Pembayaran dilakukan sesuai dengan ketentuan yang


berlaku. Biasanya, pembayaran dapat dilakukan melalui bank atau sistem
pembayaran online yang ditentukan oleh Bapenda.
 Pelaporan Pajak: Pengusaha diharuskan untuk melaporkan pajak yang
terutang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Bapenda, biasanya
bulanan atau tahunan.

3. Sanksi Perpajakan

Terdapat beberapa sanksi perpajakan yang dapat dikenakan jika pengusaha tidak
memenuhi kewajiban perpajakannya. Sanksi tersebut meliputi:

 Denda Administrasi: Denda ini dapat dikenakan jika pengusaha terlambat


dalam melakukan pembayaran pajak. Biasanya, besaran denda ini ditentukan
berdasarkan prosentase dari pajak terutang.
 Sanksi Penalti: Jika pengusaha tidak melaporkan pajak yang terutang atau
memberikan informasi yang tidak benar, bisa dikenakan sanksi penalti yang
lebih severe. Besaran penalti ditentukan oleh ketentuan yang berlaku dan
dapat menyebabkan denda yang signifikan.
 Pencabutan NPWPD: Jika pengusaha terus-menerus tidak memenuhi
kewajiban perpajakan, Bapenda dapat memutuskan untuk mencabut NPWPD
yang diterbitkan.

Dasar Hukum: Sanksi perpajakan ini berdasarkan peraturan daerah tentang pajak
restoran dan pajak hotel yang ada di daerah tersebut, serta peraturan perpajakan
yang berlaku secara umum.

Secara keseluruhan, pendaftaran dan pemungutan pajak adalah proses penting


untuk memastikan bahwa pengusaha memenuhi kewajiban perpajakan mereka,
serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah yang bisa digunakan untuk
pembangunan daerah.

=Selamat Mengerjakan=

==========

LAB PAJAK PENGHASILAN

Soal Tugas :
Tuan Steven dari Singapura menginvestasikan uangnya dengan membeli obligasi
yang dikeluarkan oleh PT makmur Jaya sebesar Rp 750.000.000 atas investasi
tersebut menerima penghasilan bunga sebesar 12% per tahun yang dibayarkan
setiap enam bulan sekali (1 April dan 1 Oktober). Selain itu tuang Steven juga
memiliki saham perusahaan yang go public, selamat tahun 2024 ia memperoleh
dividen sebanyak 47 juta. berdasarkan perjanjian pajak antara Indonesia dengan
singapura ditetapkan bunga tarif sebesar 10% dan untuk saham 15%. . berapa
beberapa yang dibayar oleh Tuan Steven bila selama tahun 2024 ia telah menerima
bunga seluruhnya.

1. Hitunglah PPh pasal 26 yang terutang untuk setiap transaksi tersebut ?


2. Hitunglah berapa PPh pasal 26 yang terutang bila tidak ada Tax Treaty antara
Indonesia dengan Singapura ?

Buatlah jawabannya dalam format PDF

Anda mungkin juga menyukai