MAKALAH Agama
MAKALAH Agama
TAHUN 2025
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan Rahmat dan
hidayahnya sehingga kami kelompok 8 dapat menyelesaikan project makalah tentang “islam
dan toleransi beragama” dengan baik.
Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah
berkontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya tidak akan bisa maksimal jika tidak
mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan baik dari
penyusunan maupun tata Bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu kami
dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.
Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi
bagi pembaca.
Kelompok 8
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................3
BAB VI PENUTUP.......................................................................................................14
1.12 Kesimpulan..........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................15
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1
sama dan saling tolong-menolong (ta’awun) dengan sesama manusia lainnya dalam hal
kebaikan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran : ََََََََََََ
ِا َّت
ِِِِو َتعاو ُن ْ وا َ ع َلى ا ْ لبر وال َّت ْ ق ٰ وى و َ ل َتعاو ُن ْ وا َ ع َلى ا ْ ِ ل ْثم وا ْ ل ُ ع ْدوان وا ُقوا ٰ ال ّل ۗ َّ ن ٰ ال ّل َ ش ِ د ْ ي ُد ا ْ ل ِ ع َقا ِ ب
Artinya : ...... dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah
kamu saling tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada
Allah sesungguhnya azab Allah itu sangatlah pedih. (Al-Maidah : 2). Nurcholish Madjid
berpendapat bahwa konsep toleransi dalam Islam sejatinya merupakan sumber kekuatan
Muslim dalam upaya membangun hubungannya dengan orang-orang di luar Islam.
(Nurcholis Majid dkk, Umat Beragama dan Bangsa, 1994). Oleh karena itu berdasarkan
beberapa penjelasan di atas perlu kiranya di kaji lebih detail tentang toleransi dalam
beragama sehingga memberikan pemahaman yang signifikan terhadap masyarakat
tentang Islam dan toleransi.
1.2 Tujuan
Kita sebagai umat yang menganut ajaran agama, semakin menghayati dan
memperdalam ajaran agama dan berusaha untuk mengamalkannya, mencegah terjadinya
perpecahan antara umat beragama akibat perpedaan. Agama bukan alat untuk pemecah
belah. Agama adalah alat untuk mempersatukan umat. Ketika terjadi perpecahan siapa
yang rugi? Perpecahan dapat merugikan masing-masing invidu di dalam melakukan
aktivitasnya. Dengan terciptanya toleransi beragama, kita dapat saling melengkapi antara
yang satu dengan yang lain dan menyatukan perbedaan. Jangan karena berbeda keyakinan
dijadikan suatu permusuhan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
dan tak ada manusia yang dalam tatanan kehidupannya tanpa hadirnya budaya.
Kebudayaan inilah yang sebenarnya berpangkal pada agama, sehingga segala pergerakan,
diarahkan dan dikendalikan oleh agama. Bukan malah sebaliknya, dimana agama yang
dikendalikan oleh budaya. Agama Islam juga tidak terlepas dari nilai-nilai kebudayaan
yang kemudian di integrasikan dalam ajaran Islam yang memberikan pemahaman kepada
manusia bahwa Islam dapat di terima secara baik oleh masyarakat di luar agama Islam.
ajaran yang Islam yang bersumberkan pada al-Qur’an dan hadits merupakan sebuah relasi
gambaran tentang bagaimana wajah Islam sesungguhnya, hal tersebut sebagaimana
ungkapan Prof. Syahrin “al-Qur’an adalah wahyu Tuhan bagi semua bangsa di semua
waktu, maka al-Qur’an berisikan ajaran yang menjadi rahmat bagi seluruh umat
manusia”. Hadirnya Islam, sebagai suatu agama yang mampu memberikan suatu petunjuk
yang jelas terhadap kehidupan manusia yang pluralistis. (Harun Nasution, Islam Rasional
Gagasan dan Pemikiran, Mizan, Bandung).
Secara bahasa, toleransi memiliki arti tenggang rasa. Sedangkan secara istilah,
toleransi memiliki sikap saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan antar
sesama manusia. Allah SWT telah menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Hal ini
bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif, namun bisa memicu konflik jika
dipandang secara negatif. Toleransi antar umat beragama telah dicontohkan oleh
Rasulullah SAW. Misalnya, saat selesai Perang Badar, pasukan muslim yang menang
ingin tawanan non muslim untuk dibunuh. Namun, Rasulullah SAW justru meminta agar
tawanan perang tersebut dibebaskan. Ada beberapa hadis dan ayat Al-Qur’an tentang
toleransi. Beberapa ayat Al-Quran tentang toleransi di antaranya, yaitu sebagai berikut:
1. Surah Al-Kafirun
Terdapat jenis toleransi dalam Islam yang telah diatur dalam ayat Al-Quran
tentang toleransi, salah satunya dalam surat Al-Kafirun.
َو اَل َأَنا. َو اَل َأْنُتْم َعاِبُدوَن َم ا َأْعُبُد. اَل َأْعُبُد َم ا َتْعُبُدوَن. ُقْل َيا َأُّيَه ا اْلَكاِف ُر وَن
َأ اَل َأ
َلُكْم ِديُنُكْم َو ِلَي ِديِن. َو ْنُتْم َعاِبُدوَن َم ا ْعُبُد. َعاِبٌد َم ا َعَبْدُتْم
4
Artinya: “Katakanlah (Muhammad): ‘Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan
menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak
pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan
untukku agamaku’.” (QS Al-Kafirun: 1-6).
2. Al-Mumtahanah
اَّل َيْنَه ٰىُكُم ٱل َّل ُه َعِن ٱ َّل ِذي َن َلْم ُيَٰق ِتُلوُكْم ِف ى ٱل ِّدي ِن َو َلْم
َأ
ُيْخ ِر ُج وُكم ِّم ن ِدَٰيِر ُكْم ن َتَبُّر وُه ْم َو ُتْق ِس ُطٓو ۟ا۟ا ِإَلْيِه ْم
ۚ ِإَّن ٱل َّل َه ُيِح ُّب ٱ ْل ُم ْق ِس ِطي َن
Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir
kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
adil.” (QS Al-Mumtahanah: 8)
3. Al-Hujurat
Islam turut mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai dan menghormati
sesama. Adapun perintahnya terdapat dalam salah satu ayat Al-Quran tentang
toleransi, yakni Surat Al-Hujurat Ayat 13.
ٰٓيَاُّيَه ا الَّناُس ِاَّنا َخ َلْق ٰنُكْم ِّمْن َذَكٍر َّو ُاْنٰثى َو َجَع ْلٰنُكْم
َل ِلَتَع اَر ُف ْو ا ۚ ِاَّن َاْكَر َم ُكْم ِعْنَد الّٰلِه َاْتٰق ىُكْم
َبَّوُش ُع ْو ًبا ۤاَّو َق َبۤا
َقِٕى
ۗ ِا َّن الّٰلَه َعِلْيٌم َخ ِبْيٌر
5
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu
saling mengenal.
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah
orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat: 13)
َع ِن ا ْب ِن َع َّبا ٍس َقا َل ِقي َل ِل َر ُسو ِل ال َّل ِه َص َّلى ال َّل ُه َع َل ْي ِه َو َس َّل َم َأ ُّي ْال َأ ْد َيا ِن َأ َح ُّب ِإ َلى ال َّل ِه َقا َل ا ْل َح ِني ِف َّي ُة ال َّس ْم َح ُة
Artinya:
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “’Agama manakah
yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang
lurus lagi toleran)’.” (HR Bukhari).
6
BAB III
PRINSIP-PRINSIP TOLERANSI DALAM ISLAM
7
5). Banyak melakukan dialog karena banyak-titik-titik persamaan untuk kemaslahatan
berbangsa dan bernegara, bukan untuk mencari titik perbedaan apalagi
mempertentangkannya.
8
Mr. Sjafruddin Prawiranegara mengajarkan sikap teladan yang mencerminkan jiwa Islam,
"Jangan pernah kehilangan objektifitas meskipun terhadap mereka yang tidak kita sukai."
BAB IV
IMPLEMENTASI TOLERANSI BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
1.8 Pendidikan Multikultural di Indonesia Untuk Menumbuhkan Nilai Toleransi Agama
Hingga saat ini bangsa Indonesia terus dihimpit oleh berbagai problem, mulai dari
problem politik, budaya, ekonomi, hukum hingga pendidikan. Berbagai kekerasan
yang berbau SARA di negara ini sangat memprihatinkan. Misalnya, penistaan agama,
terorisme, pelecehan seksual, KDRT,trafficking, konflik antar agama dan aliran, dan
lain-lain. Di satu sisi multikultur menjadi sumber perekat keragamanetnis, tetapi
disisi lain berpotensi konflik yang sewaktu-waktu meletus.Sampai saat ini pendidikan
multikultural memang masih sebatas wacana. Praktek pendidikan multikultural di
Indonesia nampaknya memerlukan waktu panjang, walaupun ditinjau dari keragaman
budaya sudah mendukung. Hal itu disebabkan oleh perjalanan panjang histori
penyelenggaraan pendidikan yang banyak dilatarbelakangi oleh primordialisme.
Misalnya pendirian lembaga pendidikan berdasar latar belakang agama, daerah,
perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu, praktek pendidikan multikultural di
Indonesia dapat dilaksanakan secara fleksibel dengan mengutamakan prinsip-prinsip
dasar multikultural yakni menuntut peran pendidik (guru, dosen, ustad dsb) untuk
mampu tampil profesional denganmengintegrasikan multikulturalisme dalam pendidikan;
memilih strategi yang relevan; memperkuat pendidikan karakter di sekolah; dan
memberikan materi yang kontekstual untuk menumbuhkan toleransi agama di sekolah.
a. Mengintegrasikan Multikulturalisme dalam Pendidikan Ada tiga istilah yang
sering digunakan untuk menggambarkan keberagaman, yaitu keberagaman agama,
ras, bahasa dan budaya atau dikenal dengan istilah (plurality), (diversity), dan
(multicultural).Menurut Sonia, pendidikan multikultural harus melekat pada
kurikulum dan strategi pengajaran termasuk interaksi antara guru, murid dan
keluarga serta keseluruhan suasana belajar mengajar. Karena jenis pendidikan ini
9
merupakan pedagogikritis, reflektif dan berbasis aksi perubahan dalam
masyarakat. Konsekuensinya, pendidikan multikultural mampu mengembangkan
prinsip demokrasi dalam berkeadilan sosial.18Cara mengintegrasikannya lewat mata
pelajaran PKN dan PAI, kita harus mengetahui ruang lingkup mata pelajaran tersebut.
Jika ruang lingkup PKN adalah persatuan dan kesatuan bangsa meliputi hidup rukun,
cinta lingkungan, sumpah pemuda, keutuhan NKRI, partisipasi dalam pembelaan
negara, sikap positif, keterbukaan, dan jaminan keadilan.
b. Metode dan Strategi Pembelajaran yang Relevan
Ketepatan dalam memilih metode pembelajaran merupakan salah satu faktor penting
dalam membangkitkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Adapun metode
mengajar yang kita kenal dalam dunia pendidikan adalah metode ceramah, diskusi,
eksperimen, demonstrasi, pemberian tugas, drill, kerja kelompok, tanya jawab,
simulasi, karya wisata, dsb.Menurut James A.Banks adalah strategi-strategi
pembelajaran yang dapat memfasilitasi para siswa untuk belajar, bisa
mengeksplorasi sumber-sumber informasi, bisa melakukan interpretasi dan membuat
kesimpulan-kesimpulan yang mereka perlukan dalam mengembangkan sikap dan
perilakunya yang sesuai dengan paradigma masyarakat multikultur yang demokratis,
berkeadilan dan mengharhagai HAM. Oleh sebab itu, dalam membina dan
mengembangkan sikap multikultur, guru harus melibatkan siswa dalam proses
mencari informasi, membahas berbagai persoalan yangterkait dengan informasi-
informasi tersebut, serta merefleksi nilai-nilai yang mereka peroleh dalam proses
pembelajarannya itu.
11
BAB V
TANTANGAN DAN KENDALA DALAM MENERAPKAN TOLERANSI
BERAGAMA
Setidaknya terdapat tiga tantangan dalam proses penguatan moderasi beragama, yang
pertama berkembangnya pemahaman dan pengamalan ajaran keagamaan yang berlebihan,
ekstem, dan melebihi batas sehingga bertentangan dengan esensi ajaran agama itu sendiri.
Pemahaman keagamaan yang ekstrem justru mengingkari nilai kemanusiaan atas nama
agama. Klaim kebenaran atas tafsir agama menjadi tantangan selanjutnya, sebagian orang
merasa paling paham dan benar terhadap tafsir keagamaannya dan memaksa orang lain
untuk mengikuti pemahamannya dengan cara yang tidak benar seperti melalui kekerasan
dan paksaan. Klaim ini bersifat sepihak dan memaksakan kehendak. Tantangan terakhir
berkaitan dengan pemahaman yang malah mengancam dan merusak ikatan kebangsaan.
Sebagai contoh orang yang mengatas namakan agama lalu menyalahkan pancasila,
mengkafirkan orang lain yang menyanyikan lagu nasional, bahkan mengajarkan bahwa
nasionalisme tidak penting karena tidak diajarkan agama. Dari ketiga tantangan tersebut
tidak lepas dari sikap, cara pandang, dan praktik beragama yang berlebihan. Hal-hal
tersebut yang harus dimoderasi, diposisikan berada ditengah, tidak ekstrem kanan atau
kiri, itu cara beragamanya. Kebijakan penguatan moderasi beragama ini diarahkan pada
upaya pembentukan SDM Indonesia yang berpegang teguh pada nilai dan esensi ajaran
agama, berorientasi menciptakan kemaslahatan umum, dan menjungjung tinggi komitmen
kebangsaan.
12
Intoleransi dan radikalisme merupakan istilah-istilah yang belakangan ini kerap
muncul di berbagai media Indonesia. Dalam masyarakat Indonesia yang beragam, istilah
intoleran sering muncul karena tindakan oknum yang enggan menghargai perbedaan. Padahal
Indonesia bukan terdiri dari satu agama, suku dan adat melainkan beragam. Secara umum,
radikalisme memanifestasikan dirinya sebagai hasil dari pemahaman ekstrem yang
disebabkan oleh ketidakpuasan dengan situasi. Kadang-kadang radikalisme kini diasosiasikan
dengan agama. Munculnya berbagai aksi radikalisme atas nama agama yang membawanya
untuk tindakan kekerasan dan intoleransi. Alhasil, berbagai tayangan muncul. Menolak
agama tertentu dan merusak kredibilitas.
Radikalisme adalah suatu faham atau gagasan yang menginginkan adanya perubahan
sosial-politik dengan menggunakan cara-cara ekstrem. Termasuk cara-cara kekerasan, bahkan
juga teror. Kelompok-kelompok yang berpaham radikal ini menginginkan adanya perubahan
yang dilakukan secara drastis dan cepat, walaupun harus melawan tatanan sosial yang berlaku
di masyarakat. Radikalisme punya tiga arti, yaitu :
b) Paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik
dengan cara kekerasan atau drastic
13
BAB VI
PENUTUP
1.12 Kesimpulan
Penerapan ajaran toleransi di masyarakat terlihat melalui dialog antar agama, kerjasama
sosial, dan pendidikan yang menanamkan nilai toleransi pada generasi muda. Hal ini
sangat krusial di negara yang multikultural seperti Indonesia.
14
DAFTAR PUSTAKA
15