0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Public Speaking

Dokumen ini membahas penggunaan media sosial oleh Polres Bengkulu Selatan dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Meskipun sudah ada upaya untuk memberikan informasi dan edukasi melalui media sosial, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi diberikan untuk memperkuat kemampuan public speaking personel dan meningkatkan kerjasama dengan jurnalis media sosial.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Public Speaking

Dokumen ini membahas penggunaan media sosial oleh Polres Bengkulu Selatan dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Meskipun sudah ada upaya untuk memberikan informasi dan edukasi melalui media sosial, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi diberikan untuk memperkuat kemampuan public speaking personel dan meningkatkan kerjasama dengan jurnalis media sosial.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH

ESAI
MATA PELAJARAN :
PUBLIC SPEAKING DAN CYBER PUBLIC RELATION

DOSEN :
FX. ARI AGUNG PRASTOWO

OLEH :

NAMA : HADI SAPUTRA, [Link].,S.I.K.

No. SERDIK : 202103002100

POKJAR : XIX (SEMBILAN BELAS)

PESERTA DIDIK SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH POLRI

DIKREG KE –161 T.A. 2021


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH

ESAI

MATA PELAJARAN : PUBLIC SPEAKING DAN CYBER PUBLIC


RELATION
DOSEN : FX. ARI AGUNG PRASTOWO

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang.
Seiring dengan perkembangan jaman telah melahirkan banyak
teknologi yang kreatif, inovatif, dan efisien. Manusia pada era diberikan
kemudahan dengan berbagai teknologi yang canggih. Perkembangan
teknologi komunikasi telah merambah kehidupan umat manusia. Salah
satu bentuk perkembangan teknologi komunikasi adalah media sosial.
Media sosial merupakan wadah untuk berekspresi dan menyampaikan
aspirasi. Media sosial memberikan kemudahan bagi kita untuk
berkomunikasi dengan jangkauan yang lebih luas, lebih murah, dan
mudah. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam lebih dalam
sehari untuk mengakses media sosial. Dari total populasi Indonesia
sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 170
juta. Saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai platform
komunikasi dan sosialisasi, tetapi juga digunakan untuk berbagai
kepentingan seperti melakukan promosi produk tertentu atau pada
prinsipnya melakukan bisnis, aktivitas politik, sarana untuk sharing, untuk
memperoleh informasi, mengekspresikan diri, dan lain sebagainya.
Mengimbangi perkembangan tersebut, Polres Bengkulu Selatan
membuat dan menggunakan akun media sosial untuk melaksanakan
diseminasi informasi digital melalui media sosial. Beberapa media sosial

1
2

yang digunakan oleh Polres Bengkulu Selatan diantaranya yaitu


Instagram, facebook, twitter, dan youtube. Polres Bengkulu Selatan
memilih platform penggunaan akun media sosial dengan
mempertimbangkan banyaknya maasyarakat yang menggunakan akun
pada Platform media sosial tersebut. Dengan harapan dapat menjalin
pertemanan sebanyak-banyaknya untuk dapat memberikan informasi
yang akurat terkait pelaksanaan tugas Polres Bengkulu Selatan,
perkembangan situasi kamtibmas dan membangun kesadaran netizen
untuk berpartisipasi dalam memelihara kamtibmas.
Namun demikian, berdasarkan fakta yang ada di Polres Bengkulu
Selatan, gangguan kamtibmas untuk tahun 2020 tercatat terdapat 833
kasus menigkat 95 kasus dari tahun sebelumnya atau bila
dipersentasekan sekitar 72,46%. Sementara untuk gangguan keamanan
siber atau cybercrime di tahun 2020 sebanyak 18 kasus. Kondisi tersebut
menunjukan bahwa penggunaan media sosial oleh Polres Bengkulu
Selatan masih perlu dioptimalkan.

B Permasalahan.
Berdasar pada uraian latar belakang diatas, maka permasalahan
yang dirumuskan adalah Bagaimana mengoptimalkan penggunaan
media sosial pada Polres Bengkulu Selatan dalam mendukung
pemeliharaan kamtibmas?
BAB II
PEMBAHASAN

A Fakta.
Beberapa fakta terkait penggunaan media sosial oleh Polres
Bengkulu Selatan saat ini adalah sebagai sarana memberikan informasi
Kamtibmas kepada masyarakat, sebagai sarana edukasi literasi digital,
memberikan pembinaan masyarakat, mengklarifikasi berbagai berita
hoax yang beredar di media sosial, sebagai sarana untuk menyebarkan
konten positif guna mencegah timbulnya konflk, sebagai sarana untuk
membangun komunikasi publik, dapat digunakan untuk menyampaikan
kegiatan-kegiatan kepolisian, menayangkan konten yang kreatif inovatif
dan menarik guna mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam
upaya harkamtibmas, dan lain sebagainya.
Personel Polres Bengkulu Selatan khususnya personel Subbag
Humas juga telah menjalin kemitraan berupa perteman dengan para
netizen yang berdomisili di wilayah Kab. Bnegkulu Selatan. Personel juga
melakukan diseminasi terkait klarifikasi hoax dan konten provokatif,
publikasi akun penipuan dan pembinaan kamtibmas bertujuan agar
masyarakat dapat terhindar dari kejahatan siber dan tidak terhasut untuk
terlibat konflik. Diharapkan juga masyarakat dapat berpartisipasi aktif
dalam pemeliharaan kamtibmas. Namun demikian, gangguan kamtibmas
masih banyak terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan.
Salahsatunya gangguan keamanan berupa tindak kejahatan siber.
Adapun cybercrime yang dilaporkan masyarakat pada Polres Bengkulu
Selatan, diantaranya yaitu meliputi kasus hoax, hatespeech, pencemaran
nama baik, penipuan online, dan judi online

B Analisa.
Menurut Nasrullah (2015:11), media sosial merupakan suatu media
di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya
3
4

maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan


pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Adapun
karakteristik media sosial menurut Nasrullah (2016:15), diantaranya yaitu
jaringan (network), informasi (information), arsip (archive), interaksi
(interactivity), simulasi sosial (simulation of society), dan konten oleh
pengguna (user-generated content).
Andreas M. Kaplan dan Michael Haenlein (2010) membagi berbagai
jenis media sosial ke dalam 6 (enam) jenis, yaitu:
1 Collaborative projects, memungkinkan adanya kerjasama dalam kreasi
konten yang dilakukan oleh beberapa pengguna secara simultan,
misalnya adalah Wikipedia. Beberapa situs jenis ini mengizinkan
penggunanya untuk melakukan penambahan, menghilangkan, atau
mengubah konten. Bentuk lain dari collaborative projects adalah social
bookmarking yang mengizinkan koleksi berbasis kelompok dan peringkat
kaitan internet atau konten media;
2 Blogs merupakan salah satu bentuk media sosial yang paling awal yang
tumbuh sebagai web pribadi dan umumnya menampilkan date-stamped
entries dalam bentuk kronologis. Jenis blog yang sangat populer adalah
blog berbasis teks;
3 Content communitie,s memiliki tujuan utama untuk berbagi konten media
diantara para pengguna, termasuk didalamnya adalah teks, foto, video,
dan powerpoint presentation. Para pengguna tidak perlu membuat
halaman profil pribadi;
4 Social networking sites, memungkinkan para pengguna untuk terhubung
dengan menciptakan informasi profil pribadi dan mengundang teman
serta kolega untuk mengakses profil dan untuk mengirim surat elektronik
serta pesan instan. Profil pada umumnya meliputi foto, video, berkas
audio, blogs dan lain sebagainya. Contoh dari social networking sites
adalah Facebook, MySpace, dan Google+.
5 Virtual games worlds, merupakan platform yang mereplikasi lingkungan
ke dalam bentuk tiga-dimensi yang membuat para pengguna tampil
5

dalam bentuk avatar pribadi dan berinteraksi berdasarkan aturan-aturan


permainan;
6 Virtual sosial worlds, memungkinkan para inhabitan untuk memilih
perilaku secara bebas dan untuk hidup dalam bentuk avatar dalam
sebuah dunia virtual yang sama dengan kehidupan nyata. Contohnya
adalah Second Life.
Fungsi media sosial menurut Jan [Link], Kritopher Hermkens
dan Ian [Link] Carthy (2011), diantaranya yaitu:
1 Conversations, menggambarkan pada pengaturan pengguna saat
berkomunikasi dengan pengguna lain dalam media sosial;
2 Identity, merupakan identitas yang disebutkan untuk media sosial guna
mengisi identitas kita pada profile pengguna. Yang terdiri dari nama, foto,
jenis kelamin dsb;
3 Sharing, merupakan suatu kegiatan untuk bertukar pikiran antara
pengguna satu dnegan pengguna lainnya dalam bentuk teks, gambar
maupun video;
4 Presence, gambaran pengguna apakah antara pengguna dapat
mengakses satu sama lain;
5 Relationship, menggambarkan apakah para pengguna dapat terhubung
atau terkait dengan pengguna lainnya;
6 Group, pengguna media sosial dapat membuat atau membentuk
komunitas atau group kecil yang memiliki latar belakang dan minat yang
sama;
Mengacu pada teori-teori tersebut diatas, Polres Bengkulu Selatan
perlu meningkatkan efektifitas penggunaan media sosial dengan
menguatkan interaksi positif dalam membangun partisipasi masyarakat
untuk memelihara kamtibmas. Serta meningkatkan relationship dengan
stakeholder media dalam mengembangkan komunikasi yang bersifat
akurat dan cepat serta menyediakan informasi yang akuntabel. Polres
Bengkulu Selatan juga perlu mengerahkan satuan fungsi terkait selain
subbaghumas dalam menjalin komunikasi publik di media sosial.
6

C. Upaya.
Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan teori-teori terkait,
maka upaya yang dapat dilakukan oleh Polres Bengkulu Selatan dalam
mengoptimalkan penggunaan media sosial yaitu sebagai berikut.
1 Menguatkan kemampuan public speaking personel untuk menjalin
interaksi positif di media dan relationship dengan para netizen;
2 Menguatkan kerjasama dengan para jurnalis media sosial dalam
menyampaikan informasi yang akuntabel;
3 Meningkatkan penyebaran konten-konten positif di media sosial sebagai
upaya untuk menekan konten negatif;
4 Menigkatkan kualitas postingan yang kreatif dan inovatif agar dapat
menarik perhatian dan minat masyarakat serta mudah dipahami;
5 Menguatkan penerapan strategi manajemen media pada Polres
Bengkulu Selatan;
6 Memberdayakan fungsi pembinaan untuk mengembangkan kegiatan
pembinaan masyarakat di media sosial dengan menjalin interaksi positif
yang membangun sikap serta perilaku netizen.
BAB III
PENUTUP

A Simpulan.
Polres Bengkulu Selatan sudah menggunakan media sosial sebagai
sarana memberikan informasi Kamtibmas kepada masyarakat, sebagai
sarana edukasi literasi digital, memberikan pembinaan masyarakat,
mengklarifikasi berbagai berita hoax yang beredar di media sosial,
sebagai sarana untuk menyebarkan konten positif guna mencegah
timbulnya konflk, dan menyampaikan kegiatan-kegiatan kepolisian.
Namun, penggunaan media sosial yang dilakukan selama ini oleh Polres
Bengkulu Selatan dirasa belum optimal sehingga masih perlu
ditingkatkan kembali. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk dapat
mengoptimalkan penggunaan media sosial pada Polres Bengkulu
Selatan diantaranya adalah menguatkan kemampuan public speaking
personel, menguatkan kerjasama dengan para jurnalis media sosial
dalam menyampaikan informasi yang akuntabel, meningkatkan
penyebaran konten-konten positif di media sosial, menigkatkan kualitas
postingan yang kreatif dan inovatif, menguatkan penerapan strategi
manajemen media, dan memberdayakan fungsi pembinaan untuk
mengembangkan kegiatan pembinaan masyarakat di media sosial.

B Rekomendasi.
Merekomendasikan kepada Kapolda Bengkulu Up. Dirbinmas, agar
kiranya berkenan membuat petunjuk dan arahan yang baku untuk
melakukan pembinaan masyarakat di media sosial sehingga dapat
dipedomani oleh personel fungsi binmas di Polres jajaran.

Anda mungkin juga menyukai