0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Smart Policing

Dokumen ini membahas konsep Smart Policing yang diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan efisiensi Polri dalam menghadapi tantangan di era digital. Implementasi Smart Policing mencakup penggunaan teknologi untuk pelayanan publik yang lebih baik, seperti pembuatan SKCK online dan layanan pengaduan masyarakat. Penulis juga mengusulkan pengembangan aplikasi E-Polmas, E-Penyidik, dan E-Patroli untuk meningkatkan kinerja kepolisian di Polres Bengkulu Selatan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Smart Policing

Dokumen ini membahas konsep Smart Policing yang diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan efisiensi Polri dalam menghadapi tantangan di era digital. Implementasi Smart Policing mencakup penggunaan teknologi untuk pelayanan publik yang lebih baik, seperti pembuatan SKCK online dan layanan pengaduan masyarakat. Penulis juga mengusulkan pengembangan aplikasi E-Polmas, E-Penyidik, dan E-Patroli untuk meningkatkan kinerja kepolisian di Polres Bengkulu Selatan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI

SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH

ESAI
MATA PELAJARAN :
SMART POLICING

DOSEN :
KOMJEN. POL. DRS. ARIEF SULISTYANTO, M.Si.

OLEH :

NAMA : HADI SAPUTRA, S.Pi.,S.I.K.

No. SERDIK : 202103002100

POKJAR : XIX (SEMBILAN BELAS)

PESERTA DIDIK SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH POLRI

DIKREG KE –161 T.A. 2021


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN MENENGAH

ESAI

MATA PELAJARAN : SMART POLICING


DOSEN : KOMJEN. POL. DRS. ARIEF SULISTYANTO, M.Si.

BAB I
PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan teknologi digital 4.0, Polri dihadapkan


pada VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguyti). Dimana Polri
dituntut untuk dapat mengimbangi perkembangan masyarakat yang sangat
dinamis, perubahan globalisasi yang kiat cepat berubah, permasalahan
kamtibmas yang semakin kompleks, dan tantangan yang semakin berat.
Masyarakat mengharapkan akan pelayanan Polri yang smart dan profesional
sehingga mampu menghadapi tantangan dan perkembangan masyarakat di
era digital yang semakin kompleks.
Oleh karena itu Polri perlu melakukan perubahan. Reformasi birokrasi
dirasa perlu dilakukan guna meningkatkan kapasitas kelembagaan organisasi
Polri yang mampu memanfaatkan teknologi dan berinovasi, sehingga dapat
memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat dan negara. Smart
policing pada Polri diharapkan menciptakan sosok yang profesional, cerdas,
berintegritas, serta modern yang dapat diimplementasikan diseluruh tingkatan.
Kemudian dilaksanakannya capacity building pada personil Polri, baik pada
soft skills maupun hard skills, selanjutnya sosok pimpinan dengan pola
kepemimpinan yang cerdas, dan membangun sistem operasional yang cerdas.
Smart Policing dalam hal ini, Polri dituntut cerdas dalam pemolisiannya
untuk memelihara dan mewujudkan keteraturan sosial dalam menghadapi
banyak potensi konflik dan masalah sosial. Smart Policing bukan hanya
sekadar penggunaan IT, tetapi Polri menjadi supercops, bahkan
kewenangannya yang mampu melayani masyarakat dalam kondisi ekstrim
sekalipun. Oleh karena itu Polisi dituntut untuk meningkatkan Kompetensi
1
2

dalam memberikan pelayanan kepada publik secara prima yang cepat, tepat,
akurat, transparan akuntabel, informatif dan mudah diakses. Adapun Smart
Policing bertujuan sebagai salah satu solusi Polisi dalam menghadapi
berbagai masalah kontijensi, serta sebagai solusi cerdas, bermoral, modern
dan profesional pemolisian dalam rangka memelihara dan mewujudkan
keteraturan sosial dalam menghadapi banyak potensi konflik, masalah sosial.
BAB II
PEMBAHASAN

Smart policing adalah kinerja polisi yang secara professional, efisien,


berkemampuan tekhnologi, dan peka secara sosial, menjunjung tinggi
supremasi dan Hak Azasi Manusia dalam segala situasi dan juga terlibat
secara optimal dengan masyarakat. Smart Policing dapat digunakan sebagai
model pemolisian yang berbasis wilayah, berbasis fungsi dan berbasis
dampak masalah. Kegunaaan lain dari Smart Policing adalah untuk
penegakkan hukum, menjaga keamanan masyarakat. Sejalan dengan hal di
dalam masyarakat yang demokrasi maka pemolisian adalah berbasis dan
menuju pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM,
transparansi, akuntabel, berorientasi pada peningkatan kualitas hidup atau
humanis, dan adanya pembatasan dan pengawasan kewenangan kepolisian.
Model Smart Policing diimplementasikan dengan model pendekatan
wilayah, model fungsi, model dampak masalah pada birokrasi maupun pada
masyarakat. Smart Policing diimplementasikan untuk pelayanan-pelayanan
kepolisian yang bersifat rutin, bersifat khusus maupun kontijensi. Smart
Policing tersebut dapat diimplementasikan kedalam conventional policing, e-
policing dan forensic policing. Faktor-faktor yang mempengaruhi terwujudnya
Smart Policing, diantaranya adalah peran masyarakat sebagai stakeholder
untuk mendukung terwujudnya smart police, sumber daya manusia, sistem
tata kelola birokrasi yang profesional dan pendanaan, koneksi internet yang
stabil, dan dukungan peraturan yang menjadi dasar pelaksanaan program
smart police.
Adapun Implementasi Smart Policing yang telah dilaksanakan di Polres
Bengkulu Selatan, diantaranya yaitu sebagai berikut:
1 Tersedianya pembuatan SKCK secara online sehingga pelayanan yang
diberikan menjadi lebih efektif dan efisien.
2 Melaksanakan Quick Response Patroli sebagai bentuk pelayanan prima
kepada masyarakat melalui tugas polisi umum dalam kecepatan dan
3
4

ketepatan mendatangi TKP dan memberikan pertolongan pertama


kepada masyarakat yang membutuhkan.
3 Perpanjangan SIM melalui SIM keliling dan secara online, sehingga
masyarakat yang membutuhkan pelayanan perpanjangan SIM tidak perlu
datang langsung ke Polres.
4 Tersedianya layanan E-Dumas yang memudahkan masyarakat dalam
pelaporan dan pengaduan serta melalui aplikasi E-Dumas tersebut
pengadu/pelapor dapat mengetahui klarifikasi atau pemberitahuan
tentang status aduan dari masyarakat tersebut;
5 Tersedianya layanan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil
Penyidikan (SP2HP) online. Dimana melalui SP2HP online tersebut
masyarakat dapat memperoleh informasi terkait perkembangan perkara
yang ditangani oleh pihak Kepolisian.
Berdasarkan pengalaman empirik penulis selama bertugas di Kepolisian,
konsep Smart Policing yang ingin diimplementasikan oleh penulis di Polres
Bengkulu Selatan, diantaranya yaitu:
1 Meningkatkan kinerja Polmas di era revolusi industri 4.0 melalui
pembuatan aplikasi E-Polmas yang dapat digunakan melalui
smartphone. Dengan adanya sistem aplikasi elektronik tersebut
diharapkan dapat memudahkan para petugas Polmas dalam
melaksanakan tugasnya. Selain itu dengan aplikasi tersebut kegiatan
setiap petugas Polmas yang telah dilakukan dapat langsung terhubung
dengan pimpinan dan petugas Polmas lainnya sehingga pimpinan dapat
mengetahui secara langsung pelaksanaan tugas Polmas di lapangan dan
dapat segera memberikan evaluasi ataupun saran terkait pelaksanaan
Polmas tersebut. Sedangkan manfaat adanya sistem aplikasi elektronik
tersebut bagi masyarakat diantaranya adalah dapat mempermudah
masyarakat dalam memberikan laporan, pengaduan, meminta bantuan,
memperoleh informasi terkait kamtibmas, dan mengecek kebenaran
suatu informasi yang beredar. Aplikasi E-Polmas tersebut dapat dilihat
pada gambar berikut ini.
5

Aplikasi elektronik Aplikasi Elektronik


Untuk Petugas Polmas Untuk Masyarakat

Laporan Program Informasi Quick


Masyarakat Kerja Kamtibmas Respon
Pannic
Button

Target
Penilaian capaian Hoax / Layanan
Kinerja Fakta Dumas

Laporan
Evaluasi Kegiatan Penilaian Laporan
Pimpinan Harian n Polisi

Pannic Daerah Rawan


button Gangguan Kamtibmas

2 Meningkatkan penyidikan dengan menerapkan E-Penyidik. Aplikasi ini


sangat baik untuk diterapkan dalam proses penyidikan di era globalisasi
ini karena dengan digunakannya aplikasi ini dinilai bisa memberikan
banyak keuntungan bagi penyidik maupun pimpinan. Beberapa
keuntungan penggunaan aplikasi E- penyidik antara lain yaitu efisiensi
waktu, dapat meminimalisir kesalahan pembuatan dokumen penyidikan,
segala kelengkapan kasus tersimpan dengan baik dan terpusat serta
memudahkan pimpinan melakukan kontrol terhadap setiap kasus yang
masing-masing penyidik tangani serta banyak keuntungan lain yang
diberikan dengan penggunaan aplikasi ini;
3 Menerapkan aplikasi E-patroli, aplikasi ini dapat dikembangkan seperti
apa yang telah dikembangkan ojek online dimana penyedia jasa ojek
dalam radius tertentu sangat mudah ditemukan. Hendaknya hal itu dapat
diterapkan pada kepolisian, ketika polisi dibutuhkan masyarakat tinggal
menekan smartphone nya dan dalam radius beberapa ratus meter
anggota polisi terdekat dapat menerima sinyal panggilan tersebut,
sehingga respon cepat untuk diberikan.
6

BAB III
PENUTUP

Polri diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan berinovasi,


sehingga dapat memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat dan
negara. Smart policing pada Polri diharapkan menciptakan sosok yang
profesional, cerdas, berintegritas, serta modern yang dapat diimplementasikan
diseluruh tingkatan. Model Smart Policing diimplementasikan dengan model
pendekatan wilayah, model fungsi, model dampak masalah pada birokrasi
maupun pada masyarakat. Smart Policing diimplementasikan untuk
pelayanan-pelayanan kepolisian yang bersifat rutin, bersifat khusus maupun
kontijensi. Smart Policing tersebut dapat diimplementasikan kedalam
conventional policing, e- policing dan forensic policing.
Implementasi Smart Policing yang telah dilaksanakan di Polres Bengkulu
Selatan, diantaranya adalah pembuatan SKCK secara online, Quick Respon
patroli, perpanjangan SIM melalui SIM Keliling dan secara online, layanan
pengaduan masyarakat secara online (E-Dumas), dan SP2HP online. Adapun
berdasarkan pengalaman empirik penulis selama bertugas di Kepolisian,
konsep Smart Policing yang ingin diimplementasikan oleh penulis di Polres
Bengkulu Selatan, diantaranya yaitu meningkatkan kinerja Polmas di era
revolusi industri 4.0 melalui pembuatan aplikasi E-Polmas, meningkatkan
penyidikan dengan menerapkan E-Penyidik, dan menerapkan aplikasi E-
patroli.

Anda mungkin juga menyukai