TUGAS TUTORIAL 1
Judul Tugas 1
IDIK4008/ PENELITIAN TINDAKAN KELAS
WIDIA SUKAWATI
855860456
S1-PGSD UPBJJ
12/ MEDAN
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Terbuka
2022.1
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat dan
rahmat-Nya Atas karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas Tutorial 1 mata kuliah
Penelitian Tindakan Kelas yang diberikan bimbingan dan arahan dalam melaksanakan
tugas ini.
Saya menyadari bahwa tugas ini jauh dari sempurna dan masih banyak lagi
kekurangan. Oleh karena itu, saya menaruh harapan besar tepat pada waktunya. Tugas ini
disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan pada mata Kuliah Penelitian Tindakan
Kelas. Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Melyani
Sari Sitepu, S. Sos, M.Pd selaku dosen memberikan kritik dan saran yang membangun
demi kepentingan perbaikan di masa depan. Akhir kata, semoga tugas ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca khususnya dalam memahami konsep dan
penerapan Penelitian Tindakan Kelas dalam dunia pendidikan.
Kisaran , 22 Oktober 2024
WIDIA SUKAWATI
PEMBAHASAN
1. Menjelaskan langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas.
Jawaban: Terdapat di Modul halaman 2.6
Langkah-langkah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi:
Langkah merencanakan merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan Tanpa
rencana, kegiatan yang kita lakukan tidak akan terarah atau sering disebur
“ngawur” atau sembarangan Rencana akan menjadi acuan dalam melaksanakan
tindakan
Melakukan tindakan sebagai langkah yang kedua merupakan realisasi dari
rencana yang kita buat. Tanpa tindakan, rencana hanya merupakan angan-angan
yang tidak pernah menjadi kenyataan.
Melakukan pengamatan, agar tindakan yang kita lakukan dapat kita ketahui
kualitasnya (misalnya apakah sudah sesuai dengan rencana), kita perlu melakukan
pengamatan. Berdasarkan pengamatan ini kita akan dapat menentukan apakah ada
hal-hal yang harus segera diperbaiki agai tindakan dapat mencapai tujuan yang
kita inginkan.
Melakukan Refleksi, Jika pengamatan dilakukan selama proses tindakan
berlangsung, maka refleksi sebagai langkah keempat, kita lakukan setelah
tindakan berakhir. Kita akan mencoba melihat/merenungkan kembali apa yang
telah kita lakukan dan apa dampaknya bagı proses belajar siswa. Yang lebih
penting pula kita akan merenungkan alasan kita melakukan satu tindakan
dikaitkan dengan dampaknya Dengan cara ini kita akan dapat mengenal kekuatan
dan kelemahan dari tindakan yang kita lakukan.
2. Menjelaskan apa manfaat PTK bagi guru
Jawaban: Terdapat di modul halaman 1.22-1.26
Bagi guru, PTK mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut.
PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran.
Karena memang sasaran akhir PTK adalah perbaikan pembelajaran. Perbaikan ini
akan menimbulkan rasa puas bagi guru karena ia sudah melakukan sesuatu untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya. Disamping itu, hasil PTK
yang diperolehnya dapat disebarkan kepada teman sejawat, sehingga mereka
barangkali tergerak untuk mencobakan hasil tersebut atau paling tidak mencoba
melakukan perbaikan bagi pembelajaran di kelasnya.
Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara profesional
Sebagai pekerja profesional, guru dituntut untuk mampu mengembangkan diri
dari pemula (novice) sampai ke ahli (expert) atau menurut Riel (1998) dari entry
ke mentor sampai master teacher. Gaung profesionalisme dalam mengajar
semakin santer mulai tahun 1992 (Hopkins, 1993). Salah satu tema yang
didengungkan dalam profesionalisme mengajar adalah perubahan dari
individualisme ke kolaborasi serta dari supervisi ke mentoring, yang membawa
dampak adanya perubahan relasi atasan-bawahan menjadi relasi kolegial, dan dari
hubungan hierarkikal menjadi hubungan dalam tim (Hopkins, 1993). Memang
banyak faktor yang menentukan perkembangan profesional seseorang, dan salah
satu faktor bagi guru adalah kemampuan melakukan PTK atau kemampuan
berperan sebagai peneliti di kelas sendiri. Jelas, bahwa PTK mendorong guru
tumbuh berkembang menjadi pekerja profesional di bidangnya. Ia mampu
mengenal kelemahan dan kekuatannya, kemudian ia mampu mengembangkan
alternatif untuk mengatasi kelemahannya. Selanjutnya, ia mampu belajar dari
tindakan yang dilakukannya untuk mengadakan perbaikan, yang ia manfaatkan
untuk melakukan revisi terhadap rencana berikutnya. Singkatnya, perkembangan
kemampuan profesional yang dialami berlangsung secara sistematis dan bertahap.
PTK membuat guru lebih percaya diri.
PTK mampu membuat guru berkembang sebagai pekerja profesional, maka
sebagai konsekuensinya, PTK juga mampu membuat guru lebih percaya diri.
Guru yang mampu melakukan analisis terhadap kinerjanya sendiri di dalam kelas
sehingga menemukan kekuatan dan kelemahan dan kemudian mengembangkan
alternatif untuk mengatasi kelemahannya jelas-jelas merupakan guru yang penuh
percaya diri. Guru yang mampu melakukan PTK, lebih-lebih jika guru tersebut
pernah mempublikasikan hasil PTK-nya akan merasa punya sesuatu untuk
dibanggakan. Ia mampu berperan sebagai guru dan peneliti di kelasnya sendiri.
Melalui PTK, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan sendiri.
Guru tidak hanya menerima hasil perbaikan yang ditemukan orang lain, namun ia
sendiri adalah perancang dan pelaku perbaikan tersebut, yang menghasilkan
berbagai teori dalam memperbaiki pembelajaran. Hasil yang ditemukan sendiri
akan merupakan dorongan yang kuat bagi guru untuk terus-menerus melakukan
perbaikan. Inilah yang diistilahkan sebagai theorizing by practitioners, yang
membangun sendiri pengetahuan self-constructed knowledge) berupa personal
theory atau theory-in-use (Raka Joni, Kardiawarman, & Hadisubroto, 1998).
3. Menjelaskan 4 tahapan PTK
Jawaban: terdapat di modul halaman 2.6- 2.14
Empat tahap dalam pelaksanaan PTK , yaitu:
1. mengidentifikasi masalah,
2. menganalisis dan merumuskan masalah,
3. merencanakan PTK, serta
4. melaksanakan PTK
1. MENGIDENTIFIKASI MASALAH
suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau disadari oleh
guru merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di kelasnya, yang jika dibiarkan akan
berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa. Misalnya, ada sekelompok siswa
yang secara terus-menerus membuat kesalahan yang sama, atau hasil belajar siswa
menurun secara drastis. Masalah yang dirasakan guru mungkin masih kabur sehingga
perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas.
Agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah, seorang guru ditunjuk
jujur pada diri sendiri dan melihat pelajaran yang dikelolanya sebagai bagian penting dari
dunianya. Untuk mengidentifikasi masalah, gurun dapat mengajukan pertanyaan berikut
kepada diri sendiri.
1. apa yang sedang terjadi di kelas saya?
2. Masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu?
3. Apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya?
4. Apa yang akan terjadi jika masalah tersebut saya biarkan?
5. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki
situasi yang ada?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut guru perlu melakukan refleksi tentang apa yang
terjadi di dalam kelas. Jika setelah menjawab pertanyaan tersebut buruh sampai pada
kesimpulan bahwa ia memang menghadapi masalah dalam bidang tertentu berarti ia
sudah berhasil mengidentifikasi masalah.
2. MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN MASALAH
Setelah teridentifikasi, kita perlu melakukan analisis sehingga dapat merumuskan
masalah yang jelas. Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri
sendiri atau yang disebut refleksi, dan dapat pula dengan mengkaji ulang berbagai
dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan mungkin
bahan pelajaran yang kita siapkan. Semua ini tergantung dari jenis masalah yang kita
identifikasi. Selanjutnya, masalah perlu dijabarkan atau dirinci secara operasional agar
rencana perbaikan dapat lebih terarah. Misalnya, masalah: tugas dan bahan belajar yang
bagaimana yang dapat meningkatkan motivasi siswa dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. bagaimana frekuensi pemberian tugas yang dapat meningkatkan motivasi
siswa?
2. Bagaimana bentuk dan materi tugas yang memotivasi?
3. Bagaimana syarat bahan belajar yang menarik?
4. Bagaimana kaitan materi bahan belajar dengan tugas yang diberikan?
3. MERENCANAKAN PERBAIKAN
berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, guru perlu membuat rencana tindakan atau
yang sering disebut rencana perbaikan. langkah-langkah dalam menyusun rencana adalah
sebagai berikut.
1. rumuskan cara perbaikan yang dapat ditempuh dalam bentuk hipotesis tindakan
Dugaan guru tentang cara yang terbaik untuk mengatasi masalah. Dugaan atau hipotesis
ini dibuat berdasarkan kajian berbagai teori, diskusi dengan teman sejawat atau dengan
pakar, serta refleksi pengalaman sendiri sebagai guru. Berdasarkan hasil kajian tersebut
guru menyusun berbagai alternatif tindakan. Selanjutnya, guru perlu mengkaji setiap
akseleratif terutama keterkaitannya dengan tujuan tindakan (perbaikan) serta kelayakan
pelaksanaan. Akhirnya, dengan mempertimbangkan hasil kajian guru memiliki alternatif
yang dianggap paling layak.
2. analisis kelayakan hipotesis tindakan
Setelah menetapkan alternatif hipotesis yang terbaik hipotesis ini masih perlu dikaji
kembali kelayakannya terkait dengan kemungkinan pelaksanaannya.
a. Kemampuan dan komitmen guru sebagai aktor pelaksana karena pelaksanaan PTK
memang harus tumbuh dari keinginan guru sendiri,
b. Kemampuan dan kondisi fisik siswa dalam mengikuti tindakan tersebut,
c. ketersediaan sarana/fasilitas yang diperlukan,
d. iklim belajar dan iklim kerja di sekolah.
4. MELAKSANAKAN PTK
Kini guru perlu mempersiapkan diri untuk pelaksanaan perbaikan.
1. menyiapkan pelaksanaan.
a. Membuat rencana pembelajaran beserta skenario tindakan yang akan dilaksanakan titik
skenario mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam
kegiatan tindakan atau perbaikan.
b. Menyiapkan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan, misalnya gambar-
gambar, meja tempat mengumpulkan tugas, atau sarana lain yang terkait.
c. Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang berkaitan dengan proses dan
hasil perbaikan.
d. Jika perlu, untuk memantapkan keyakinan diri, guru perlu mensimulasikan
pelaksanaan tindakan.
2. Melaksanakan Tindakan
a. Metode penelitian yang sedang dilaksanakan tidak boleh mengganggu komitmen guru
dalam mengajar. Guru tidak boleh mengorbankan siswa demi penelitian yang sedang
dilaksanakan. Guru harus selalu mengutamakan siswa karena tujuannya memang untuk
memperbaiki proses dan hasil belajar siswa.
b. cara pengumpulan atau perekam data jangan sampai terlalu menyita waktu guru,
sehingga guru dapat sampai kehabisan nafas. Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat
memanfaatkan alat perekam seperti tape recorder atau minta bantuan tanggung jawab
c. Metodologi yang diterapkan haruslah reliabel atau handal, sehingga memungkinkan
guru mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi kelasnya.
d. Masalah yang ditangani guru haruslah sesuai dengan kemampuan dan komitmen guru
sebagaimana yang sudah pernah diulas di depan.
e. Guru harus memperhatikan berbagai aturan atau etika yang terkait dengan tugas-
tugasnya.
f. akhirnya PTK harus mendapat dukungan dari seluruh personil sekolah titik artinya
semua personil sekolah harus punya persepsi yang benar tentang PTK, dan apa yang
ingin dicapai melalui PTK.
4. Mengidentifikasi masalah pembelajaran dikelas, memilih masalah yang dapat di
PTK kan dan memberikan alasan
Masalah : kurangnya kemampuan siswa dalam memahami konsep perkalian di kelas 3 Sd
Msalah yang ada di kelas saya yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam memahami
konsep perkalian di kelas 3 Sd, hal ini di sebabkan oleh :
Siswa kesulitan menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika yang
benar, karena tidak terbiasa dengan pendekatan analitis dalam memahami
hubungan antara angka dan konteks cerita.
Guru cenderung menggunakan metode ceramah tradisional tanpa melibatkan
siswa secara aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa menjadi pasif dan kurang
termotivasi untuk memahami konsep perkalian secara mendalam.
Banyak siswa yang dapat menjawab soal perkalian secara langsung, tetapi mereka
tidak dapat menjelaskan proses untuk mencapai jawaban tersebut karena terbiasa
hanya mengingat hasil akhir tanpa memahami proses.
Solusi:
Solusi yang saya gunakan solusi untuk mengatasi masalah rendahnya pemahaman siswa
terhadap konsep perkalian adalah dengan menerapkan metode Realistic Mathematics
Education (RME). Langkah langkah yang akan saya ambil untuk menerapkan metode
RME adalah saya akan mengajarkan konsep perkalian melalui situasi yang dekat dengan
kehidupan siswa, seperti menggambarkan jumlah buah dalam kardus atau menggunakan
benda konkret. Hal ini membantu siswa memahami perkalian bukan hanya sebagai
angka, tetapi sebagai pengulangan penjumlahan dalam konteks nyata. Langkah kedua
yang akan saya lakukan ialah melibatkan siswa dalam diskusi dan aktivitas, seperti
menggunakan alat peraga atau simulasi. Langkah ketiga yang saya ambil adalah Siswa
diajarkan membuat model matematika sederhana dari soal cerita, misalnya mengubah
kalimat soal menjadi operasi perkalian. Ini membantu siswa menghubungkan masalah
dunia nyata dengan konsep matematika. Dengan menggunakan metode RME,
penggunaan alat peraga dan benda benda konkrit lainnya di harapkan paham mengenai
konsep perkalian dan siswa juga lebih antusias lagi dalam mengikuti pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Indriani, Nina, Zuha Prisma Salsabila, and Alfira Nur Azizah Firdaus. "Pemahaman Konsep Perkalian
dengan Menggunakan Metode RME pada Peserta Didik Kelas III MI Miftahul Huda."
AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam 9.1 (2022): 105-113.
Ananda, Rizki. "Penerapan pendekatan realistics mathematics education (RME) untuk
meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar." Jurnal Cendekia: Jurnal
Pendidikan Matematika 2.1 (2018): 125-133.
Suhada, Ira Irawati, and Sylvia Rabbani. "Pembelajaran Model Realistic Mathematics Education (Rme)
Pada Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Pecahan Siswa Kelas 3 Sd." COLLASE
(Creative of Learning Students Elementary Education) 3.5 (2020): 252-258.
Zaneta, Viola Ignes. "Media Game Online Ular Tangga Perkalian Bilangan Asli Dengan Pendekatan
RME Kelas III SD." Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika 2.2 (2022): 177-186.