0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan4 halaman

Sesi 4

Dokumen ini membahas metode sampling yang tepat untuk studi kasus perbandingan persepsi moderasi beragama antara siswa dan guru, yaitu menggunakan stratified sampling. Ukuran sampel yang diambil adalah 552 siswa dan 192 guru, dengan rincian proporsional untuk laki-laki dan perempuan. Selain itu, dilakukan simulasi pengambilan sampel secara sistematis dengan interval yang ditentukan untuk siswa dan guru.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan4 halaman

Sesi 4

Dokumen ini membahas metode sampling yang tepat untuk studi kasus perbandingan persepsi moderasi beragama antara siswa dan guru, yaitu menggunakan stratified sampling. Ukuran sampel yang diambil adalah 552 siswa dan 192 guru, dengan rincian proporsional untuk laki-laki dan perempuan. Selain itu, dilakukan simulasi pengambilan sampel secara sistematis dengan interval yang ditentukan untuk siswa dan guru.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Metode sampling yang tepat untuk digunakan pada studi kasus di atas?

Jelaskan apa
alasannya secara jelas!
Metode sampling yang tepat untuk digunakan pada studi kasus di atas adalah teknik
penarikan sampel stratifikasi (stratified sampling) karena karakteristik teknik tersebut
yaitu; kerangka sampel lengkap, populasi heterogen, dan pembentukan strata berdasar
teori sesuai dengan studi kasus yang ingin dibahas.

Alasannya, dalam studi kasus di atas kita ingin membandingkan persepsi moderasi
beragama antara siswa dan guru, serta antara laki-laki dan perempuan. Dengan
menggunakan stratified sampling, kita dapat membagi populasi menjadi subkelompok
(strata) berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) di setiap tingkatan (siswa
dan guru). Kemudian, kita dapat melakukan random sampling di setiap strata untuk
memastikan representasi yang seimbang dari setiap kelompok dalam populasi. Ini
akan memungkinkan kita untuk mendapatkan sampel yang mewakili variasi dalam
populasi dan memungkinkan perbandingan yang lebih akurat antara kelompok-
kelompok tersebut.

2. Jika ditentukan akan diambil sampel sebanyak 8% dari siswa dan 16% dari guru,
berapa ukuran sampel yang diperoleh?
Diketahui :

Berdasarkan Statistik Pendidikan diketahui bahwa jumlah siswa sebanyak 6900 dan
jumlah guru 1200 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Jenis Kelamin Siswa Guru


Laki-laki 3,350 650
Perempuan 3,550 550
Jumlah 6,900 1,200

Jika akan diambil sampel sebanyak 8% dari siswa dan 16% dari guru, maka ukuran
sampel yang diperoleh adalah :

8
Sampel siswa 8% = 8% x 6.900 = x 6.900 = 552
100

16
Sampel guru 16% = 8% x 6.900 = x 1.200 = 192
100

Jadi, ukuran sampel siswa yang diperoleh adalah 552 dan sampel guru adalah 192.

3. Berdasarkan ukuran sampel yang diperoleh dari soal nomor 2, hitung ukuran sampel
untuk laki-laki dan perempuan dari siswa dan guru secara proporsional?
Diketahui :
Sampel siswa = 552
Sampel guru = 192
sub populasi
Rumus untuk mengambil sampel proporsional : x sampel
populasi
maka,

3.350
Sampel siswa laki-laki = x 552 = 268
6.900

3.550
Sampel siswa perempuan = x 552 = 284
6.900

650
Sampel guru laki-laki = x 192 = 104
1.200

550
Sampel guru perempuan = x 192 = 88
1.200

Jadi, ukuran sampel siswa laki-laki adalah 268, siswa perempuan adalah 284, guru
laki-laki adalah 104 dan guru perempuan adalah 88.

4. Lakukan simulasi pengambilan sampel pada siswa dan guru dengan menggunakan
metode Systematic Random Sampling (sebanyak 10 unit)!

Catatan:
*Angka random untuk sampel pertama gunakan 2 angka terakhir dari NIM anda,
misalkan:
Jika NIM anda adalah 016668046, dua angka adalah terakhir 46, maka angka random
untuk sampel pertama adalah 46.
Jika NIM anda adalah 042727807, dua angka terakhir adalah 07, maka angka random
untuk sampel pertama adalah 7.

Untuk melakukan penarikan sampel secara sistematis, harus menemukan nilai


N
intervalnya terlebih dahulu. Rumus untuk menemukan interval : , dimana N adalah
n
jumlah populasi dan n adalah jumlah sampel.

6.900
Interval sampel siswa = = 12,5
552

1.200
Interval sampel guru = = 6,25
192

Lalu, angka random untuk sampel pertama menggunakan 2 angka terakhir dari NIM :
045046703, yang berarti sampel pertama adalah 03 atau 3.

Maka, sampel pada siswa :


1. 3
2. 3 + 12,5 = 15,5 sehingga sampelnya sampai 15
3. 15,5 + 12,5 = 28 sehingga sampelnya sampai 28
4. 28 + 12,5 = 40,5 sehingga sampelnya sampai 40
5. 40,5 + 12,5 = 53 sehingga sampelnya sampai 53
6. 53 + 12,5 = 65,5 sehingga sampelnya sampai 65
7. 65,5 + 12,5 = 78 sehingga sampelnya sampai 78
8. 78 + 12,5 = 90,5 sehingga sampelnya sampai 90
9. 90,5 + 12,5 = 103 sehingga sampelnya sampai 103
10. 103 + 12,5 = 115,5 sehingga sampelnya sampai 115

Dan sampel pada guru :


1. 3
2. 3 + 6,25 = 9,25 sehingga sampelnya sampai 9
3. 9,25 + 6,25 = 15,5 sehingga sampelnya sampai 15
4. 15,5 + 6,25 = 21,75 sehingga sampelnya sampai 21
5. 21,75 + 6,25 = 28 sehingga sampelnya sampai 28
6. 28 + 6,25 = 34,25 sehingga sampelnya sampai 34
7. 34,25 + 6,25 = 40,5 sehingga sampelnya sampai 40
8. 40,5 + 6,25 = 46,75 sehingga sampelnya sampai 46
9. 46,75 + 6,25 = 53 sehingga sampelnya sampai 53
10. 53 + 6,25 = 59,25 sehingga sampelnya sampai 59
Sumber :
Bambang Prasetyo. Pengantar Statistik Sosial. Ed 4. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka,
2022.

Anda mungkin juga menyukai