ASKEP KLIEN
KORBAN BULLYING DAN PELAKU BULLYING
Pasien dengan Keterkaitan Bullying (Korban dan Pelaku)
A. UNTUK KORBAN BULLYING
1. Diagnosa: Harga Diri Rendah Situasional (D.0079)
SLKI (Luaran)
Kode: L.02036
Harga diri meningkat, dengan indikator:
o Mengungkapkan perasaan positif tentang diri sendiri
o Menerima kekurangan dan kelebihan diri
o Mengakui pencapaian pribadi
SIKI (Intervensi):
Kode: I.05054
Peningkatan harga diri, tindakan:
o Dengarkan dan validasi perasaan klien
o Dukung dalam mengidentifikasi kekuatan pribadi
o Libatkan klien dalam aktivitas yang meningkatkan kepercayaan diri
o Berikan pujian atas pencapaian kecil
2. Diagnosa: Isolasi Sosial (D.0103)
SLKI (Luaran):
Kode: L.02085
Interaksi sosial meningkat, indikator:
o Meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas kelompok
o Membangun hubungan dengan orang lain
o Mengungkapkan perasaan kesepian berkurang
SIKI (Intervensi):
Kode: I.05145
Fasilitasi interaksi sosial, tindakan:
o Identifikasi hambatan interaksi
o Ciptakan suasana yang mendukung interaksi
o Latih keterampilan komunikasi dasar
o Fasilitasi keikutsertaan dalam kegiatan kelompok
3. Diagnosa: Ansietas (D.0123)
SLKI (Luaran):
Kode: L.01002
Tingkat ansietas menurun, indikator:
o Menunjukkan perilaku tenang
o Mengungkapkan perasaan cemas berkurang
o Menunjukkan teknik koping yang efektif
SIKI (Intervensi):
Kode: I.05146
Manajemen ansietas, tindakan:
o Ciptakan lingkungan aman dan tenang
o Ajarkan teknik relaksasi seperti napas dalam
o Dengarkan keluhan tanpa menghakimi
o Dampingi saat mengalami kecemasan
B. UNTUK PELAKU BULLYING
1. Diagnosa: Kontrol Impuls Tidak Efektif (D.0050)
SLKI (Luaran):
Kode: L.02034
Kontrol impuls membaik, indikator:
o Menunda respons impulsif
o Mengontrol amarah
o Menggunakan strategi koping yang positif
SIKI (Intervensi):
Kode: I.05104
Manajemen kontrol impuls, tindakan:
o Ajarkan teknik pengendalian emosi (napas, hitung 1-10)
o Fasilitasi klien mengidentifikasi pemicu marah
o Latih pengalihan energi negatif ke aktivitas positif
o Beri umpan balik langsung terhadap perilaku agresif
2. Diagnosa: Pola Interaksi Sosial Tidak Efektif (D.0101)
SLKI (Luaran)
Kode: L.02085
Interaksi sosial meningkat, indikator:
o Menunjukkan kemampuan kerja sama
o Menunjukkan empati terhadap orang lain
o Menghargai batasan orang lain
SIKI (Intervensi):
Kode: I.05145
Fasilitasi interaksi sosial, tindakan:
o Diskusikan dampak perilaku terhadap orang lain
o Fasilitasi permainan peran untuk komunikasi sehat
o Dorong empati melalui refleksi diri dan diskusi
o Libatkan dalam kegiatan yang memperkuat kerja sama
Untuk dokumentasi SOAP-nya, bisa tulis berdasarkan proses keperawatan ini.
Contoh:
S (Subjektif):
“Saya takut ke sekolah, nanti diejek lagi,” kata klien.
O (Objektif):
Klien menunduk, menghindari kontak mata, tidak mau bergabung dengan teman.
A (Assessment):
D.0079 – Harga diri rendah situasional
P (Planning):
Tujuan: Klien mampu menunjukkan perilaku harga diri positif.
Intervensi: Dengarkan curhat klien, beri afirmasi positif, libatkan dalam aktivitas kelompok.