0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan4 halaman

Tugas

Dokumen ini menjelaskan berbagai aspek penting dalam pendidikan anak, termasuk informasi yang dapat diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta cara menangani anak dengan gangguan pendengaran dan autisme. Selain itu, terdapat contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) untuk anak dengan gangguan bicara, yang mencakup tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen. Juga dibahas tentang keamanan tempat bermain anak dan perhatian yang perlu diberikan oleh sekolah.

Diunggah oleh

handry481
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan4 halaman

Tugas

Dokumen ini menjelaskan berbagai aspek penting dalam pendidikan anak, termasuk informasi yang dapat diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta cara menangani anak dengan gangguan pendengaran dan autisme. Selain itu, terdapat contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) untuk anak dengan gangguan bicara, yang mencakup tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen. Juga dibahas tentang keamanan tempat bermain anak dan perhatian yang perlu diberikan oleh sekolah.

Diunggah oleh

handry481
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Mahasiswa : Yasinta Haning

NIM : 859311425
Tugas
1. Informasi yang Dapat Diperoleh Guru Melalui Observasi dan
Wawancara
Melalui Observasi:
 Pola perilaku anak di lingkungan belajar.
 Interaksi sosial anak dengan teman dan guru.
 Perkembangan motorik kasar dan halus.
 Konsentrasi dan perhatian saat belajar.
 Reaksi emosional terhadap situasi tertentu.
Melalui Wawancara (dengan anak, orang tua, atau guru lain):
 Riwayat perkembangan anak.
 Masalah kesehatan atau psikologis yang pernah atau sedang dialami.
 Situasi keluarga dan lingkungan rumah.
 Strategi yang sudah dicoba di rumah atau di sekolah.
 Perasaan dan pendapat anak terhadap sekolah dan pembelajaran.
2. Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Sekolah untuk Menjamin Keamanan
Tempat Bermain Anak
1. Permukaan Lantai yang Aman: Gunakan bahan empuk atau berpasir untuk
mengurangi dampak saat anak terjatuh.
2. Peralatan Bermain yang Terawat: Pastikan tidak ada bagian yang tajam,
berkarat, atau longgar.
3. Pengawasan Orang Dewasa: Guru atau petugas harus selalu mengawasi anak
saat bermain.
4. Pembatas Area Bermain: Gunakan pagar atau batas yang jelas agar anak tidak
keluar ke area berbahaya.
5. Kondisi Cuaca dan Kebersihan: Hindari bermain di luar saat cuaca buruk dan
pastikan lingkungan bebas dari sampah atau benda berbahaya.
3. Keluhan yang Sering Dikemukakan Anak dengan Gangguan
Pendengaran
 "Saya tidak bisa mendengar dengan jelas."
 "Tolong diulangi, saya tidak dengar."
 "Suaranya seperti jauh atau samar."
 "Saya sering salah dengar."
 "Saya pusing atau telinga saya berdenging."
4. Cara Guru Menangani Anak dengan Gangguan Autisme di Kelas
 Buat rutinitas yang konsisten: Anak autis cenderung nyaman dengan struktur
dan jadwal tetap.
 Gunakan visual aids: Gambar, simbol, dan jadwal visual membantu
pemahaman.
 Berikan instruksi singkat dan jelas: Hindari perintah yang panjang dan
kompleks.
 Sediakan waktu tenang: Area khusus untuk menenangkan diri jika anak
mengalami overstimulasi.
 Tingkatkan interaksi sosial: Dorong anak untuk berinteraksi dengan teman
secara bertahap dan terstruktur.
 Kerja sama dengan orang tua dan ahli: Terus berkomunikasi dan koordinasi
dalam menangani kebutuhan anak.
6. Contoh RPPH untuk Anak dengan Gangguan Bicara (Usia 4–5 Tahun)
1. Informasi Umum
 Satuan PAUD : PAUD Kasih Abadi
 Kelompok Usia : 4–5 Tahun
 Hari/Tanggal : Kamis, 08 Mei 2025
 Durasi : 180 menit
 Tema/Subtema : Diri Sendiri / Anggota Tubuh
2. Identitas Modul
 Judul Modul : Mengenal Anggota Tubuh
 Fase : Fase Fondasi
 Topik Modul : Tubuhku
 Lingkup Perkembangan : Bahasa, Fisik-Motorik, Sosial-Emosional, Kognitif,
Seni
3. Kompetensi Awal
Anak mampu:
 Menunjuk bagian tubuh dengan bantuan visual atau gerakan.
 berikut instruksi sederhana yang diberikan secara visual dan verbal.
4. Profil Pelajar Pancasila
 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME : Mengucapkan doa bersama.
 Bernalar kritis : Mengenal dan membandingkan bagian tubuh sendiri dan orang
lain.
 Mandiri : Melakukan aktivitas tanpa terlalu banyak bantuan.
 Bergotong royong : Bermain bersama dengan teman.
 Kreatif : Mengekspresikan diri melalui karya seni.
 Berkebinekaan global : Menghargai perbedaan kemampuan teman.
5. Sarana dan Prasarana
 Ruangseni : Ruang kelas PAUD, area seni, dan ruang gerak.
 Alat dan Bahankucing , : Kartu gambar bagian tubuh, boneka anatomi, cat air,
celemek, kertas A3, alat bantu komunikasi visual (PECS), papan ekspresi.
6. Target Peserta Didik
 Anak usia 4–5 tahun dengan gangguan bicara.
 Kemampuan dasar bervariasi: ada yang bisa memahami bahasa lisan, ada yang
lebih terbantu dengan isyarat dan visual.
7. Model Pembelajaran
Model Bermain Sambil Belajar Berbasis Inklusi dan Diferensiasi , dengan
pendekatan:
 Sentra berbasis aktivitas.
 Visual-auditori-kinestetik.
 Strategi individualisasi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
8. Komponen Inti
 Lingkup Perkembangan : Bahasa, Motorik, Sosial-Emosional, Kognitif, Seni.
 Kegiatan : Terstruktur dan rutin, dibagi dalam 3 bagian (awal, inti, penutup).
9. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
 Mengenali dan menunjuk bagian tubuh dengan bantuan visual.
 Menyatakan bagian tubuh favorit dengan bantuan gambar atau isyarat.
 Mengekspresikan diri melalui karya seni (melukis telapak tangan/kaki).
 mengikuti proses gerakan sederhana secara mandiri.
10. Pemahaman Bermakna
Setiap bagian tubuh memiliki fungsi penting. Kita harus mengenal dan merawat tubuh
kita.
11. Pertanyaan Pemantik
 "Apa bagian tubuhmu?"
 “Apa yang kamu lakukan dengan tanganmu?”
 “Bagaimana cara merawat tubuhmu?”
12. Kegiatan Pembelajaran
A. Kegiatan Awal (30 menit)
 Menyambut anak secara pribadi dan hangat.
 Menyanyikan lagu “Aku Punya Tubuh” dengan gerakan.
 Identifikasi emosi menggunakan papan ekspresi.
 Doa bersama.
B. Kegiatan Inti (90 menit)
A. Mengenal Bagian Tubuh (Kognitif & Bahasa)
 Mencocokkan kartu gambar dengan tubuh anak.
 Permainan: “Tunjuk...tangan!Tunjuk...mata!”
 Media bantu: boneka anatomi, PECS.
B. Melukis Telapak Tangan/Kaki (Motorik & Seni)
 Anak mencetak telapak tangan/kaki dengan cat di kertas.
 Anak menyebut atau menunjuk hasil karya mereka.
C. Memainkan Gerak “Simon Says” (Sosial-Emosional & Motorik)
 Instruksi gerakan tubuh sederhana: “Simon berkata sentuh kepala.”
 Media bantu: gambar pendukung gerakan.
[Link] Penutup (30 menit)
 Refleksi dengan menunjuk gambar bagian tubuh favorit.
 Mengucapkan terima kasih dan menyanyi lagu perpisahan.
 Doa dan bersiap pulang.
13. Asesmen
A. Jenis Asesmen:
 Observasi langsung : partisipasi dan ekspresi anak.
 Catatan anekdot : perilaku unik atau perkembangan signifikan.
 Hasil karya : lukisan tangan/kaki.
 Ceklis indikator perkembangan .
B. Indikator Keberhasilan:
 Anak mampu menunjuk minimal 3 bagian tubuh.
 Anak mampu mengekspresikan diri melalui kegiatan seni.
 Anak mampu mengikuti 2–3 proses sederhana.
14. Pengayaan dan Remedial
A. Pengayaan
 Anak aktivitas diberi lanjutan seperti menempelkan stiker anggota tubuh pada
gambar boneka.
 Bermain peran jadi “dokter” yang menyebut bagian tubuh.
B. Remedial
 Gunakan pendekatan satu-satu.
 Ulangi aktivitas secara rutin.
15. Lampiran
 A. Gambar bagian tubuh
 B. Lembar observasi & anekdot
 [Link] hasil karya lukisan tangan/kaki
 D. Ceklis ketercapaian perkembangan
 E. Lagu anak: Aku Punya Tubuh (dengan gerakan)

Anda mungkin juga menyukai