Network Architecture and Network Protocol
Network Architecture
Merupakan blueprint yang menentukan bagaimana perangkat terhubung dan
berkomunikasi satu sama lain.
Jenis jenis Network Architecture :
1. Peer-to-peer (PTP) Setiap perangkat memiliki peran, fungsi, cara kerja, dan respon
yang sama terhadap satu sama lain. Contoh perangkat dalam jaringan komputer kantor
kecil atau rumah.
2. Client-Server Perangkat client meminta data/layanan dari perangkat server. Contoh
pada website, jaringan Perusahaan
Network Protocol
Aturan dan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu dengan
yang lainnya dalam sebuah jaringan.
Protocol menentukan:
• Pemeriksaan error
• Bagaimana data dikirimkan dan diterima
• Format data
• Bagaimana koneksi dimulai dan diakhir
Contoh protocol: • HTTP/HTTPS → web browsing
• FTP → untuk transfer file
• TCP/IP → protokol inti untuk internet
• IPv4/IPv6 → untuk addressing perangkat dalam jaringan
• MPLS & SDN → protokol modern dengan routing yang lebih efisien
OSI DAN TCP/IP
OSI
OSI Open System Interconnection Model teoritis mengenai bagaimana perangkat dalam
jaringan berkomunikasi satu sama lain. Dibagi menjadi 7 lapisan (layers) yang masing
masing menangani bagian spesifik pada komunikasi data.
Tujuan OSI:
- Memastikan perangkat dari banyak vendor dapat saling bekerjasama
- Mempermudah analisa dan troubleshooting terkait jaringan
TPC/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol Model lebih sederhana yang telah
diterapkan pada komunikasi perangkat dalam jaringan, terutama dalam jaringan internet.
Hanya memiliki 4 layers, yang menggambarkan bagaimana data dikirim antara satu
perangkat ke yang lainnya. TCP/IP adalah dasar dari internet modern, dan merupakan
backbone dari komunikasi dunia maya
OSI layers
1. Application layer
Paling dekat dengan pengguna Contoh: web browser, email, aplikasi seperti
What’sApp
2. Presentation layer
Mengubah data menjadi format yang bisa dimengerti Contoh: enkripsi/dekripsi,
kompresi file, konversi format
3. Session
Mengatur sesi komunikasi antar perangkat (mulai, akhir, durasi)
4. Transport
Memastikan data yang dikirimkan benar dan sesuai urutan
5. Network
Menentukan rute data dan menangani IP address
6. Data link
Membuat koneksi antar perangkat yang langsung terhubung Contoh: MAC
Address
7. Physical layer
Mentransmisikan data secara fisik Contoh: kabel, sinyal listrik dan gelombang
TCP/IP layers
1. Application
Gabungan dari OSI layers application, presentation dan session
2. Transport
Mengatur pengiriman data menggunakan TCP/UDP
TCP → Transmission Control Protocol, digunakan saat butuh transfer
koneksi yang stabil dan transfer data yang tepat urutannya, misal pada
browsing dan email
UDP → User Datagram Protocol, lebih ringan dan cepat, tapi tidak
menjamin data yang sampai lengkap atau berurutan, contoh pada live
streaming, video call dan gaming
3. Internet
Mengatur routing dan addressing IP
4. Network Access
Gabungan data link dan physical layer pada OSI, untuk mengirimkan data ke
media fisik
Mengapa OSI tetap dipelajari walaupun tidak dipakai dalam dunia nyata?
• Lebih mudah dipelajari karena terstruktur dan detil
• Lebih mudah untuk identifikasi masalah saat ada gangguan
• Membuat konsep networking lebih jelas dimana setiap layer memiliki fungsi spesifik
Switching
Berhubungan dengan jaringan lokal (LAN) yang menghubungkan antara satu
perangkat dengan yang lainnya dalam satu jaringan Switch bekerja pada layer ke-2 OSI dan
bisa juga pada layer ke-3 jika didukung oleh routing Contoh, pada saat mengirimkan file ke
printer, melalui Wi-Fi, switch yang akan mengatur kemana data dikirimkan
Routing
Berhubungan dengan jaringan yang lebih luas (WAN/internet), mengatur jalur data
antar jaringan Adalah proses memilih jalur terbaik untuk mengirimkan data dari satu jaringan
ke jaringan lainnya. Bekerja pada layer ke-3 OSI dan menggunakan IP address untuk
menentukan tujuannya Contoh, pada saat membuka web-page luar negri, router akan
mengirimkan permintaan melalui internet lewat jalur tercepat
IPv4
Versi IP lama yang masih banyak digunakan
Menggunakan 32-bit, contohnya 192.168.0.1
Jumlah kombinasi ip tersedia sekitar 4.3 milyar dan sudah hampir terpakai seluruhnya
Format angka yang dipisahkan titik (.)
IPv 6
Versi yang lebih baru menggantikan IPv4
Menggunakan 128-bit, contohnya 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
Jumlah kombinasi tersedia 3.4 x 1038
Format angka heksadesimal yang dipisahkan tanda titik dua (:)
MPLS DAN SDN
MPLS
Metode pengiriman data dalam jaringan dengan lebih cepat dan efisien. Digunakan pada
jaringan skala besar seperti ISP atau perusahaan besar Paket akan diberi label khusus saat
masuk ke jaringan, router hanya perlu membaca label untuk menentukan tujuan paket.
Lebih cepat dan efisien
Kelebihan :
Lebih cepat daripada IP routing
Bisa dipakai dalam berbagai jenis jaringan (IP, ATM, Frame Relay)
Mendukung QoS, sehingga penting sekali untuk video call, streaming, dll
Cocok digunakan untuk VPN, trafik prioritas dan backbone jaringan besar
SDN
Konsep baru yang memisahkan control plane dan data plane. Dimana control plane
adalah bagian yang menganalisa dan mengatur tujuan data, sedangkan data plane
adalah yang menjalankan transmisi berdasarkan hasil analisa dan tujuan yang
ditentukan oleh control plane.
Cepat, fleksibel, adaptif
Bisa dikendalikan melalui software
Lebih mudah untuk otomasi dan monitoring jaringan
Cocok untuk cloud, data center dan jaringan modern lainnya
MOBILE COMMUNICATION SYSTEM
2G - SECOND GEN
1. GSM (Global System for Mobile Communication)
• Standar komuniasi selular yang mulai diperkenalkan awal tahun 1990an
• Merupakan jaringan seluler digital yang paling umum digunakan diseluruh dunia
• Menggunakan TDMA
• Beroperasi pada frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz (DCS)
• Menggunakan SIM card
• Mendukung voice call, SMS, dan kemudian data melalui GPRS & EDGE
• Memberikan kualitas suara, enkripsi dan roaming internasional yang lebih baik
dibandingkan 1G
2. DCS
• Dikenal juga dengan GSM 1800, beroperasi pada frekuensi yang lebih tinggi
daripada GSM 900
• Banyak digunakan di area urban dengan populasi pengguna tinggi. Kapasitasnya
lebih besar sehingga cocok untuk jumlah pengguna yang juga besar
• Menggunakan TDMA
• Mendukung voice call, SMS, GPRS & EDGE
3. CDMA
• Dikembangkan oleh Qualcomm
• Menggunakan modulasi CDMA
• Standar CDMA dikenal dengan nama cdmaOne (IS-95)
• Frekuensi yang digunakan 850 MHz dan 1900 MHz
• Memberikan kualitas suara dan keamanan yang lebih baik, serta kapasitas lebih
besar dibandingkan GSM pada masa awal
Struktur jaringan GSM DAN DCS
• Menggunakan Circuit-Switched System, selama penggunaan, layanan telepon dilakukan
pada jalur dedicated
• Autentifikasi dengan SIM card dan identitas pengguna disimpan didalam SIM card,
pengguna dapat dengan mudah berganti perangkat
• Control channel dan traffic channel terpisah. Control channel mengelola setup, paging dan
handover. Sedangkan traffic channel mengelola voice/data yang dilakukan
• Elemen utama dalam struktur jaringan GSM
BTS (Base Transceiver Station)
BSC (Base Station Controller)
MSC (Mobile Switching Center)
Struktur jaringan CDMA (cdmaOne/IS-95)
• Menggunakan Circuit-Switched System, dimana selama penggunaan, layanan telepon
dilakukan pada jalur dedicated
• Teknologi radio yang digunakan CDMA
• Biasanya tidak menggunakan SIM card. Identifikasi pengguna disimpan didalam perangkat
• Perangkat terhubung dengan banyak BTS pada waktu yang bersamaan, sehingga
handover/transisi berlangsung mulus
• Control channel dan traffic channel terpisah
3G - THIRD GEN
Kecepatan data lebih tinggi untuk internet, video call dan aplikasi mobile.
Mendukung layanan multimedia, tidak hanya voice dan SMS, serta global roaming antar
jaringan
1. UMTS (Universal Mobile Telecommunication System)
• Evolusi dari GSM, menggunakan WCDMA (Wideband Code-Division Multiple Access)
yang mendukung transmisi data hingga 384kbps diawal pengembangannya. Transmisi
data lebih tinggi lagi jika menggunakan HSPA
• Teknologi ini menggunakan Wideband-AMR (Adaptive Multi-rate) untuk kodifikasi
suara (voice codec) sehingga kualitas suara yang didapat menjadi lebih baik dari generasi
sebelumnya.
• Arsitektur terdiri dari: Node B, seperti BTS dalam 2G untuk transmisi radio RNC,
seperti BSC, mengelola handover dan penggunaan radio
2. CDMA2000
• Evolusi dari CDMA, dengan performa data lebih baik dari UMTS
• Dalam perkembangannya menjadi beberapa jenis yang menawarkan kecepatan
data dan efisiensi berbeda, diantaranya:
1xRTT --> evolusi pertama CDMA2000, kecepatan data hingga 144 kbps. Digunakan
terutama untuk voice call dan layanan data dasar seperti browsing dan email
EV-DO --> kecepatan data lebih tinggi lagi, fokus pada internet mobile dan aplikasi
multimedia (video call dan browsing). EV-DO Rev. 0, download sampai 2.4 Mbps,
upload 153 kbps ED-VO Rev. A, download sampai 3.1 Mbps, upload 1.8 Mbps ED-
VO Rev. B, download sampai 14.7 Mbps
ED-VO Rev. C or UMB (Ultra Mobile Broadband), download sampai 280 Mbps
• Fokus pada peningkatan kualitas voice dan internet mobile
Struktur Jaringan
RAN, menghubungkan perangkat seluler dengan core jaringan
Core jaringan memiliki:
• MSC untuk layanan voice
• SGSN/GGSN untuk layanan data pada UMTS
4G - FOURTH GEN
Internet yang lebih cepat (hingga lebih 100 Mbps), dan latency rendah. Memberikan
dukungan yang lebih baik untuk multimedia, video call, gaming, dll. Kinerja lebih baik pada
daerah yang padat populasi
1. OFDMA (Orthogonal Frekuensi Division Multiple Access)
Membagi bandwidth yang tersedia menjadi beberapa subcarrier ortogonal sehingga
menjadikan transmisi data downlink lebih efisien dan mengurangi interferens.
2. SC-FDMA (Single Carrier Frequency Division Multiple Access)
Digunakan pada transmisi uplink, karena PAPR (Peak Avarage Power Ratio) lebih
rendah, sehingga penggunaan baterai di perangkat pengguna seperti smartphone juga
lebih rendah Hal ini tidak begitu bermasalah untuk komunikasi downlink sebab
alokasi daya yang digunakan bisa tak terbatas karena supply oleh jaringan Listrik
3. MIMO (Multiple Input and Multiple Output)
Menggunakan banyak antena pada base station dan perangkat, membantu
meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal. Karena banyak antena berarti banyak
data yang dapat ditransmisikan dalam satu waktu
4. All-IP Network Architecture
Hanya menggunakan komunikasi berdasarkan ip. Voice ditransmisikan melalui
internet menggunakan VoLTE
Struktur Jaringan
• eNodeB, evolusi dari Node B, merupakan base station pada LTE, menggantikan BTS &
BSC
• EPC
MME, mengelola mobility, user session
SGW & PGW, mengelola data routing dan koneksi internet
HSS, menyimpan info pengguna dan data langganan
HANDOVER
Handover adalah proses dimana perangkat seluler berpindah koneksi dari satu cell atau base
station ke yang lainnya tanpa putus koneksi
Hard Handover
Digunakan dalam GSM dan LTE Koneksi akan diputus dulu sebelum membuat koneksi baru
dengan cell atau base station berikutnya. Proses berlangsung sangat cepat
✓ Lebih sederhana dan menggunakan lebih sedikit sumber daya jaringan
Bisa menyebabkan interupsi singkat, seperti drop call
Soft Handover
Digunakan dalam UMTS Koneksi di cell atau base station akan dipertahankan sampai
koneksi baru diaktifkan pada cell atau base station berikutnya.
✓ Koneksi lebih baik (seamless), terutama untuk voice call
X Menggunakan lebih banyak sumber daya jaringan dalam satu waktu
5G NETWORKS & BEYOND
5G ARCHITECTURE
5G bersifat SBA (Service-Based Architecture). Setiap Network Functions (NF) dibuat
terpisah-pisah (modular) denganskalabilitas tinggi.
Network Functions
1. 1.AMF (Access and Mobility Management Function)Mengelola mobilitas dan
menjaga koneksi pengguna,registrasi identitas pengguna pada jaringan dan handover
pada saat pengguna mobile.
2. SMF (Session Management Function)
Mengelola setup koneksi pengguna pada jaringan,menetapkan ip address, mengatur
QoS dan jalur transmisi yang dipakai antara pengguna dengan jaringan.
3. UPF (User Plane Function)
UPF menggunakan konfigurasi yang ditetapkan SMF untuk menentukan jalur routing
data, menyaring data untuk pengguna, dan monitoring penggunaan,data untuk
keperluan penagihan.
4. PCF (Policy Control Function)
NF PCF meyakinkan bahwa QoS terjaga, alokasi sumber daya jaringan benar, dan
menetapkan aturan penagikan berdasarkan penggunaan jaringan.
5. AUSF (Authentication Server Function)
Validasi pengguna yang dapat menggunakan jaringan 5G.AUSF bekerjasama dengan
AMF, menggunakan data langganan layanan yang dalam database, sehingga pengguna
yang tervalidasi lebih aman pada saat menggunakan layanan di jaringan 5G.
6. NRF (Network Repository Function)
Pusat data untuk NF agar dapat bekerjasama satu sama lain dengan baik, bertukar
informasi, mendata sumber daya jaringan mana saja yang tersedia untuk digunakan.
5G RADIO ACCESS NETWORK
RAN 5G adalah BTS 2G tetapi dengan teknologi dan arsitektur yang lebih modern.
Komponen dalam 5G RAN :
1. gNB (Next Generation Node B)
2. DU (Distributed Unit)
3. CU (Centralized Unit)
4. RRH (Remote Radio Head/Fronthaul)
5. Network Slicing Support
KEUNGGULAN 5G RAN
Kecepatan lebih baik dengan kapasitas yang lebih tinggi Peningkatan kecepatan dan
kapasitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (4G),
dengan memanfaatkan pita frekuensi yang lebih tinggi (mmWave)dan Massive
MIMO.
Latensi rendah
Dimungkinkan dengan kemampuan 5G RAN untuk melakukan edge computing
(komputasi tepi), dimana proses pengolahan data sederhana banyak dilakukan di sisi
pengguna.
Mendukung Massive MIMO (Multiple Input Multiple Output)Menggunakan banyak
antenna untuk transmisi dan resepsi,sehingga memungkinkan komunikasi ke banyak
perangkat pada saat yang bersamaan.
Mendukung Beamforming
Adalah teknik dimana sinyal radio diarahkan ke perangkat penerima tertentu,
mengoptimalkan kekuatan dan kualitas sinyal. Sangat berguna pada frekuensi
tinggi seperti mmWave.
Mendukung Dynamic Spectrum Sharing
Memungkinkan operator untuk membagi spektrum antara 4G dan 5G, sehingga
penggunaan spektrum lebìn efisien dan transisi pengguna dari 4G ke 5G lebih mulus.
Contohnya adalah penggunaan frekuensi 2100 MHz pada LTE-2100 dan NR-2100.
Cloud-Native dan virtualisasi
Dengan SDN (Software-Defined Networking) dan NFV(Network Function
Virtualization) yang menjadikan 5G RAN untuk lebih fleksibel dan memiliki
skalabilitas tinggi dalam mengelola jaringannya; semakin banyak fungsi 5G RAN
yang cloudbased. Hal ini pula yang menjadikan aplikasi dan pengelolaan RAN jarak
jauh bisa dilakukan, mengurangi biaya infrastruktur, serta meningkatkan agilitas
jaringan secara keseluruhan.
Massive MIMO
Menggunakan banyak antenna untuk transmisi dan resepsi,sehingga memungkinkan
komunikasi ke banyak perangkat pada saat yang bersamaan.
Keuntungan;
Kecepatan data lebih tinggi.
Kapasitas lebih besar.
Spektrum efisiensi lebih baik, terutama jika digunakan bersama dengan beamforming.
Memungkinkan koneksi dengan banyak perangkat penggúna pada saat bersamaan.
mmWave
Millimeter wave frequencies, biasanya di rentang 24 GHz s/d 100 GHz. Jauh sekali lebih
tinggi daripada yang digunakan di teknologi-teknologi sebelumnya (< 6 GHz). Panjang
gelombangnya antara 1 s/d 10 mm.
mmWave memungkinkan ultra-high-speed data transfer dan kapasitas masif. Dimana
kecepatan data dalam GB, latensi sangat rendah dan bandwidth lebih besar sehingga dapat
mentransmisikan data lebih banyak.
Cocok digunakan untuk:
HD dan 4K video streaming
VR/AR
Real-time cloud gaming
Daerah padat pengguna
Tantangan dan masa depan 5G RAN
Area cakupan dan penyebaran 5G RAN, terutama yang,menggunakan frekuensi
mmWave membutuhkan jaringan dengan small-cells yang sangat banyak,
dikarenakanjangkauannya yang terbatas dan cukup dekat. Tantangan ini terkait pada
biaya infrastruktur dan tata ruang kota/area.
Dengan adanya Massive MIMO, beamforming, dan kecepatan data tinggi, kebutuhan
tenaga listrik meningkat,sehingga operator mulai melirik energi hijau.
Untuk mengelola 5G RAN dengan banyak frekuensi,perangkat penerima dan
pengguna, dibutuhkan Al-based automation yang lebih baik, agar lebih efisien.