Sholawat 6
Sholawat 6
A. Sejarah Shalawat
Shalawat merupakan salah satu amalan dan rasa cinta kepada Nabi
Muhammad Saw. Sejarah shalawat tidak perna terlepas dari surah Al-Ahzab ayat
untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriuiman, bershalawat kamu untuk Nabi dan
pada bulan sya’’ban pada tahun kedua hijriyah. Turunnya ayat tersebut menjadi
awal sejarah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. At-Thabari menyebut bahwa
setelah turunnya ayat ini, sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw terkait
yang biasa dibaca pada tasyahud akhir pada saat sholat, yang berbunyi:
hamidun majiid. Berbeda dengan perintah Allah Swt yang lainya, shalawat juga
depan para malaikat yang memberinya rahmat. Selain itu, dalam hadis riwayat
1
Ibnu Jarir At-Thabrahi, Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an, Beirut, Muassasatur
Risalah,2000, Juz XXX, h. 320.
Di dalam kitab lubbabul hadis bab keempat, imam As-Suyuthi menjelaskan
bahwa shalawat sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Musa dan Bani Isra’il.
Saat itu Bani Isra’il bertanya kepada Nabi Musa, apakah Allah Swt bershalawat
kepada makhluknya. Nabi Musa kemudian berdo’a dan meminta jawaban kepada
Allah Swt, kemudian Allah Swt menjawab dalam sebuah firman yang artinya
wahai Nabi Musa, sungguh kamu Bani Isra’il bertanya kepadamu, apakah
malaikat-ku bershalawat kepada iku.2 Dari hal ini bisa diambil kesimpulan bahwa
memuji utusan Rasul dan Nabi atas tanggungannya berdakwah kepada para
kaumnya.
Shalawat itu awalnya sebagai kabar baik kepada kaum Bani Isra’il. Namun,
Allah Swt juga memberikan keutamaan kepada para Nabi melalui shalawat
B. Pengertian Shalawat
Shalawat adalah lafadh jama’ dari kata “ sholat” shalawat menurut bahasa
(lughat) arab, artinya adalah do’a,3 rahmat dari tuhan, memberi berkah, dan suatu
ungkapan mulia agar Allah Swt senantiasa memuliakan Nabi Muhammad Saw.
2
Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Durarul Mantsur, Beirut, Darul Fikr, t.th., Juz VIII, h. 197.
3
Prof. DR.H. Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, Jakarta, PT. Mahmud Yunus Wa
Dzuriyyah, 2010, h. 220.
4
Muhammad Hasbi Ash- Shiddqiey, Pedoman Zikir dan Do’a, Jakarta, Bulan Bintang,
1996, h. 74.
Orang yang membaca shalawat dinilai ibadah dan berpahala.5 Shalawat juga
Saw.
kepadanya). Jikalau Allah Swt bershalawat atas hambanya, maka shalawat dalam
hal ini artinya adalah bahwa Allah Swt melimpahkan rahmatnya dan Allah Swt
melimpahkan berkahnya.
khusus” dan “ umum”. Shalawat khusus adalah shalawat Allah Swt kepada
Shalawat umum adalah shalawat Allah Swt kepada hambanya yang muslim.
bawa oleh Nabi Muhammad Saw di atas segala agama yang lain dan melahirkan
5
M.Rojaya, Zikir-Zikir Pembersih Dan Penentram Jiwa, Bandung, Dar Mizan, 2009, h. 51-
58.
Dapat disimpulkan, bershalawat artinya kalau dari Allah Swt berarti
memberi pertolongan, dari malaikat bertujuan meminta ampunan dan dari orang
Tidak khusus suatu waktu saja. Hal ini karena adanya perintah Allah Swt
mengenai itu. Sedang para imam, ulama pun menetapkan dalilnya, menyepakati
wajibnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Hukum shalawat itu terbagi
menjadi dua, yaitu hukum shalawat wajib7 dan hukum shalawat sunnah8.
lebih banyak mengandung arti sunnah. Persepsi kesepakatan wajib bagi ulama
tentang bacaan shalawat memang dibuat. Jadi membaca shalawat yang wajib itu
satu kali , sedangkan selebihnya merupakan sunnah seperti iqrar syahadatur rasul
mengakui keian, kerasulan Nabi Muhammad Saw yang diperintahkan satu kali
Ketika bertahiyat dalam sholat baik itu tahiyat awal maupun tahiyat akhir,
mesti dibacakan karena merupakan salah satu bagian dari rukun sholat. Yang
6
M. Ali Chasan Umar, Kumpulan Shalawat Nabi Lengkap Dengan Khasiatnya, Semarang,
PT Karya Toha, 1981, h. 11.
7
Menurut Undang-undang Islam Wajib ialah yang cukup usia yang dibebani menjalankan
perintah Allah Swt dengan sungguh-sungguh. Ya’ni beban perintahnya diikutkan dengan
pelaksanaan sebenarya dari hambanya. Karena kalimat perintah dengan sendirinya menunjukkan
arti sungguh-sungguh dalam praktek amal. berdosa bagi yang meninggalkanya , atau
berhubungan hukum dengan hukum undang-undang islam lainnya.
8
Sunnah ialah bagi orang yang dibebani menjalankan perintah islam namun tidak ada sanksi
didalamnya, dalam artian bila dikerjakan dapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.
9
Ath-thabrahi ialah seorang ulama’ ahli tafsir Al-Qur’an yang fenomenal yang sampai saat
ini yang menjadi rujukan yang wajib dipelajari.
jika ditinggalkan sholatnya tidak sah, ketika sholat jenazah, karena pada saat
takbir kedua dalam sholat jenazah, kita wajib membacakan shalawat tentunya
juga merupakan salah satu bagian dari rukun sholat jenazah. Jika shalawat ini
ditinggalkan, sholat jenazah menjadi tidak sah karena tidak lengkap rukunnya.
Ketika pada malam dan hari Jum’at karena sangat dianjurkan, karena
keutamaan dan faedahnya yang luar biasa. Tidak mengherankan jika banyak
dijelaskan dalam riwayat dan hadis, ketika mengucap dan mendengar nama
Nabi Muhammad Saw, sesudah azan, ketika masuk dan keluar masjid, ketika
berziarah ke kubur Nabi Muhammad Saw, pada akhir qunut, pada permulaan
dan akhir doa, sebelum khotbah, setiap mengadakan majelis, setiap waktu pagi
dan petang, di antara takbir dan sholat hari raya, saat berjumpa dengan para
Hari Jum’at adalah hari yang istimewa. Dibanding hari-hari lainnya, hari
Jum’at merupakan hari yang luar biasa bagi umat islam. Bukan hanya karena
shalat zuhur diganti dengan shalat Jumat pada hari itu, lebih dari itu, hari Jum’at
yang tidak sama dengan hari lainnya. Penting bagi ummat islam mengetahui dan
10
Abdullah Assegaf dan Indriya R. Dani, Mukjizat Sholawat, Jakarta, Qultum Media, 2009,
h. 10-26.
memahami keistimewaan hari Jum’at untuk kemudian menjadikan hari yang
dan pendapat. Ada yang diangkat dari kaidah-kaidah agama dan ada pula yang
berdasarkan atas keyakinan dan pengaruh zaman Dzauqiyah dan hasil dari
Sayyidina Ali Zainul Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Tholib r.a berkata:
3. Jalan yang paling dekat kepada Allah Swt pada akhir zaman.
“Jalan yang paling dekat( menuju) kepada Allah Swt pada akhir zaman
Saw.”
menerangkan hati dan mewushulkan tanpa guru kepada Allah Swt Dzat
ada yang diterima dan ada yang ditolak terkecuali shalawat kepada Nabi
8. Tercetaknya pribadi Nabi Muhammad Saw dalam hati orang yang membaca
shalawat
9. Orang yang ahli shalawat ketika sakratul maut didatangi Nabi Muhammad
Saw
11
Al- Imam Yusuf bin Isma’il An-Nabhani, Sa’adah Daroin Tentang Shalawat Atas Nabi
Muhammad Saw, Beirut Lebanon, Dar al-Fikr, tth, h. 36.
12
Ahmad bin Zaini Dahlan, Taqribul Ushul li Tashilil Wushul Li Ma’rafatillah War Rasul,
Mesir, Mustahfa al- Babi al- Halabi, 1385, h. 57.
13
Muhammad Kamaluddin, Rahasia dahsyat Shalawat dan Keajaiban Lafadz Rosulullah
Saw, Jakarta, Pustaka Ilmu Semesta, 2016, h. 9-17.
2. Dibaca dengan sungguh-sungguh dengan suara yang merdu dan tidak
dipermainkan
Rasullah Saw14
Saw.
bersungguh-sungguh itu.
Swt.
mendapatkan rahmat dari Allah Swt dan dari Nabi Muhammad Saw.
5. Barang siapa bershalawat satu kali, Allah akan memberi sepuluh rahmat
6. Sholawat bisa menjadi pengantar doa kita dijabah oleh Allah Swt.
akhirat.
14
Mubarak bin Mahfudz, Fadhilah Shalawat Kepada Nabi, Jakarta, Pustaka Imam Asy-
Syaf’i, 2007, h. 53.
15
Junaidi Ahmad, The Miracle Of Shalawat, Yogyakarta, Araska, 2020, h. 146.
8. Bila dengan ikhlas bershalawat, Allah akan memenuhi hajat-hajat kita,
9. Bagi yang tidak mampu bersedekah, tapi selalu membaca sholawat, maka
10. Shalawat dapat menjadikan kita lebih sabar, tawakkal, dan tidak mudah
Hadis yang menjelaskan mengenai shalawat 1000 kali pada hari Jum’at
16
Sunan An- Nasa’i Kitab Jum’at Bab Memperbanyak Shalawat Untuk Nabi Muhammad
Saw Pada Hari Jum’at hadis no. 1773. Ahmad bin Syu’aib bin Ali An-Nasa’i, Sunan An-Nasa’i,..,
h.193-194.
mereka berkata: "Telah hancur (tulangnya)"Beliau berkata:
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan bagi bumi
untuk memakan jasad para Nabi 'Alaihimus Salam."
shalawat pada hari Jum’at, menerangkan juga untuk memperbanyak amal shalih
Saw, kemudian dengan shalawat itu beliau akan bergembira dengan memintakan
ridho Allah Swt bagi yang membacanya, dan melalui hadis tersebut jasad para
Nabi tidak dimakan tanah, akan tetapi tetap seperti pada waktu meninggal. Ruh
Nabi Muhammad Saw dikembalikan ke jasad beliau pada saat shalawat dan
Dari hasil penelusuran hadis keutamaan shalawat pada hari Jum’at yang
diriwayatkan an- Nasa’i, didapat dari hasil penelusuran hadis sebagai berikut:
✓ Ia ditakhrij oleh Sunan Abu Dawud hadis nomor 883 kitab sholat bab
✓ Ia ditakhrij oleh Sunan Ibnu Majah hadis nomor 1075 kitab mendirikan
sholat sunnah yang ada didalamnya bab keutamaan sholat pada hari
Jum’at.
✓ Ia ditakhrij Sunan Darimi hadis nomor 1057 kitab sholat bab keutamaan
hari Jum’at.
✓ Ia ditakhrij Sunan Abu Dawud hadis nomor 1308 kitab sholat bab
penjelasan istighfar.
17
Muhammad Al-Usaimin, Syarah Riyadush Shalihin, Jakarta, Darul Falah, 2007, h. 552.
✓ Ia ditakhrij Sunan Ibnu Majah hadis nomor 1626 kitab Jenazah bab
18
Dikutip dari Lidwa Pustaka i-sofware Kitab 9 Imam, Sumber, Sunan Abu Dawud, Kitab
Sholat, Bab Keutamaan hari Jum’at dan malam Jum’at, No. Hadis: 883.
19
Sunan Ibnu Majah Kitab Mendirikan Shalat dan Sunnah Yang Ada di Dalamnya Bab
Keutamaan Shalat Jum’at Hadis No.1085.Muhammad bin Yazid bin Abdullah Ibnu Majah, Sunan
Ibnu Majah, Riyadh, Baitul Afkar ad- Dauliyyah,tth, h. 122.
bersabda:( "Yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari jum'at,
pada hari itu Adam diciptakan, sangkakala ditiup, dan manusia sadar
dari pingsannya. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari
itu, karena shalawat kalian diperlihatkan kepadaku. " Seorang laki-laki
berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya shalawat kami
diperlihatkan kepadamu, padahal dirimu telah meninggal?" beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para Nabi.")
الرحْ َم ِن ب ِْن
َّ ع ْب ِدَ ع ِلي ٍ ع َْن
َ سيْن بْن َ ش ْيبَةَ َح َّدثَنَا ا ْلحَ َح َّدثَنَا أَبو بَك ِْر بْن أَبِي
ِ َّ ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل َرسول
َّللا َّ ث ال ِ َشع ْ َيَ ِزي َد ب ِْن َجا ِب ٍر ع َْن أَ ِبي ْاْل
ق آدَم َوفِي ِه النَّ ْف َخة ِ َّض ِل أَي
َ امك ْم يَ ْو َم ا ْلجمعَ ِة فِي ِه خ ِل َ سلَّ َم إِنَّ ِم ْن أَ ْف
َ علَ ْي ِه َو
َ َّللا َّ صلَّى َ
علَ َّي فَقَا َل َرج ٌل يَا َ ٌص ََلتَك ْم َم ْعروضَة َ َّص ََل ِة فِي ِه فَ ِإنَّ علَ َّي ِم ْن ال َ ص ْعقَة فَأ َ ْكثِروا َّ َوفِي ِه ال
علَى َ َّللاَ َح َّر َم َ
َّ َّعلَ ْيكَ َوقَ ْد أ ِر ْمتَ يَ ْعنِي بَ ِليتَ قَا َل ِإن َ ص ََلتنَا َ ْف ت ْع َرض َ َّللا َكي
ِ َّ َرسو َل
سا َد ْاْلَ ْنبِيَاء َ ْض أَ ْن تَأْك َل أَجِ ْاْلَ ْر
Ibnu Majah: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah
berkata: telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Ali dari
'Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Abul Asy'ats Ash Shan'ani dari
Aus bin Aus ia berkata:("Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari jum'at,
pada hari itu Adam diciptakan, sangkakala ditiup, dan manusia sadar
dari pingsannya. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari
itu, sebab shalawat kalian diperlihatkan kepadaku. "Seorang laki-laki
berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya shalawat kami
diperlihatkan kepadamu, padahal dirimu telah meninggal?" beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para Nabi.")
Dari beberapa hadis di atas, hadis yang dianalisis adalah hadis yang
1. Kritik Sanad
Sanad secara bahasa mengandung arti sandaran. Sanad hadis artinya ialah
sandaran hadis. Apabila ia kuat maka kuatlah hadis tetapi bila ia lemah maka
lemahlah hadis. Sanad merupakan senjata bagi orang mukmin bila pada dirinya
21
Hafidz Al- Mundziry, Terjemah Sunan Abu Dawud, Semarang, CV-Asy-Syifa’, Jilid II,
1992, h, 3-4.
tidak ada senjata maka dengan apa dia menghadapi peperangan.22 Adapun yang
dimaksud dengan kritik sanad adalah penilaian terhadap kebenaran mata rantai
atau silsilah para periwayat mulai dari mukhorij (periwayat terakhir) sampai
kepada sahabat yang menerima langsung hadis tersebut dari Nabi Muhammad
Saw. serta meneliti kredibilitas mereka sebagai periwayat hadis yang adil dhabith
atau tidak.23
Guru Murid
Qutaibah bin Said Abu Qasim Al- Thabarani
Ishaq bin Ibrahim Hamzah bin Muhammad Al-
Kinani
22
Nuruddin ‘Itr, Manhaj al-Naqd fiy’ Ulum al-Hadis, Damaskus, Dar al-Fikr, 1399 H./1979
M.,h. 344.
23
Uswatun Hasanah, Kritik Hadis, Palembang, Grafika Telindo Press, 2013, h. 6.
Hisyam bin A’mmar Abu Ja’far Al- Thahawi
Suwaid bin Nashr Al- Hasan bin Al- Khadir Al-
Asyuti
Ahmad bin ‘Abdah Adl Dabbi Abu Basyar Ad- Dulabi
Abu Thahir bin Ash- Sarh Abu Bakr Ahmad bin Muhammad
As- Sunni
Yusuf bin Isa Az- Zuhri Muhammad bin Ahmad bin Al-
Haddad Asy-Syafi’i
Ishaq bin Rahawaih Al- Hasan bin Rasyiq
Al- Harits bin Miskin Muhammad bin Mu’awiyah bin
Al- Ahmar Al- Andalusi
Imam Abu Dawud Ahmad bin Muhammad bin Isma’il
An- Nahhas An- Nahwi
• Meneliti perawi hadis di atas (Aus bin Aus)
Nama Aus bin Aus Komentar ulama terhadap perawi
Kunyah Ulama Komentar
Laqob Sahabat
Nasab Ats- Tsaqafiy
Kalangan Sahabat
T.hidup Syam
Lahir 215 H
T. wafat Dujail
Th, wafat 303 H
Guru Murid
Nabi Muhammad Saw Ubada bin Nusay
Abdullah bin Muhairiz
Abu Asma’ Ar- Rohabih
Abu Asy’Ats Ash- Shan’aniy
• Meneliti perawi hadis di atas ( Syahrahil bin Aadah)24
Nama Syahrahil bin Aadah Komentar ulama terhadap perawi
Kunyah Abu Al- Asy’Ats Ulama Komentar
Laqob Ibnu Hibban Tsiqoh
Nasab Ash- Shan’aniy Al- ‘Ajli Tsiqoh
Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal, Beirut,
24
Guru Murid
Aus bin Aus As-Shaqofi Hassan bin Atiyyah
Tsauban Mauli Nabi Muhammad Rosyid bin Daud
Saw
Syadad bin Aus Al-Anshori Solih bin Jabalah
Nu’man bin Basyir Asim bin Makhlad
Murroh bin Ka’ab Abu Kilabah bin Zaid Al- Jaromiy
Abdullah bin Amr bin Ash Abdurrohman bin Yazid bin Jabir
Abu Huroiroh Abdul Qudus bin Habib As-Syami
Abi Jandal bin Suhail Ala bin Haris
Abi Asma’ Ar-Rohabi Sulaiman bin Abi Sa’ib
Ubadah bin Somat Muhammad bin Yazid Ar- Rohabi
Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet-18, h.
25
5.
T. wafat
Th, wafat 154 H
Guru Murid
Isma’il bin Ubaidillah bin Abi Al- Ayub bin Hasan Al- Jursyi
Muhajir
Busroh bin Ubaidillah Al- Hadromi Ayub bin Suwaid Ar- Romli
Bilal bin Sa’ad Basyri bin Bakri At- Tanaisi
Al- Haris bin Yamjud Al-Asy’ari Husain bin Ali Al-Jufi
Abi Tolha Hakim bin Dinar Hammad bin Malik Al- Asyja’i Al-
Harostani
Kholid bin Al- Lajlal Sa’id bin Abdul Aziz
Robiah bin Yazid Sodaqoh bin Kholid
Ruza’i bin Hayyan Abdullah bin Mubarok
Zaid bin Artoh Isa bin Yunus
Zaid bin Aslam Umar bin Abdul Wahid
• Meneliti perawi hadis di atas ( Al- Husain bin Ali bin Al- Walid) nomor
perawi 1364.26
Nama Al- Husain bin Ali bin Komentar ulama terhadap perawi
Al- Walid
Kunyah Abu Abdullah Ulama Komentar
Laqob Yahya bin Ma’in Tsiqoh
Nasab Al- Jufi Ibnu Hibban Tsiqoh
Kalangan Tabiut Tabi’in Ibnu Hajar Tsiqoh
kalangan biasa al- Asqolani
T.hidup Kufah
Lahir
T. wafat Kufah
Th, wafat 203 H
Guru Murid
Abi Musa Isroil bin Musa Al- Basri Ibrahim bin Yaqub Al- Juzjani
Ja’far bin Burqon Ahmad bin Sulaiman Ar- Ruhawih
26
Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet.6, h.
449.
Zaida bin Qudama Ahmad bin Abdullah bin Salih Al-
Ijla
Zahr bin Nu’man Al- Hadromi Ahmad bin Umar Al- Waqi’
Sulaiman Al-Amsy Abu Mas’ud Ahmad bin Furot Ar-
Rozi
Fadl bin Iyadh Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
Fadl bin Marzuq Ishaq bin Ibrohim bin Rohawih Al-
Hanzoli
Qosim bin Walid Al-Hamdani Ishaq bin Ibrohim bin Nasr Al-
Bukhori
Mujami’ bin Yahya Al- Anshori Ishaq bin Manshur Al- Kausaj
Walid bin Ali Al-Jufi Sabit bin Muhammad Az- Zahdi
• Meneliti perawi hadis di atas ( Ishaq bin Manshur bin Bahram) perawi
nomor 383.27
Nama Ishaq bin Manshur bin Komentar ulama terhadap perawi
Bahram
Kunyah Abu Yaqub Ulama Komentar
Laqob Al- Kawsaj Muslim Tsiqoh
Ma’mun
Nasab At-Tamimiy An- Nasa’i Tsiqoh
Tsabat
Kalangan Tabiul Atba’ kalangan Ibnu Hajar Tsiqoh
pertengahan al- Asqolani Tsabat
T.hidup Himish Abu Hatim Shaduq
Lahir
T. wafat Nihawand
Th, wafat 251 H
Guru Murid
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Jama’ah Sawa Abi Daud
Ishaq bin Rohawi Ibrohim bin Ishaq Al- Harobi
Ishaq bin Sulaiman Ar-Rozi Ibrohim bin Yaqub Al- Juzjani
Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet. 2, h.
27
474.
Bisyri bin Syu’aib bin Abi Hamzah Abu Hamid Ahmad bin Hamdun
Al- A’ Masyi
Bisyri bin Umar Az-Zahroni Ahmad bin Sahl bin Bahri
Naisaburi
Buhlul bin Muwaroq Muhammad bin Musa Al- Ashomi
Ja’far bin Aun Abdullah bin Abu Daud
Hayyan bin Hilal Hasan bin Muhammad bin Jabir
bin Wakil Abi Amru Al- Khofafi
Hajaj bin Minhal Abu Hatim Muhammad bin Idris
Ar- Rozi
Husain bin Ali Al- Jufi Yaqub bin Sulaiman Al-Isfaroyuni
2. Kualitas Hadis
bahwa hadis tersebut dinilai sahih.28 Hadis ini dinilai sohih karena telah
memenuhi lima syarat hadis sahih ketersambungan sanad, perawi adil, perawinya
bersifat dhabit, terhindar dari syadz dan terhindar dari illat. Hadis tersebut
merupakan hadis sohih dari hasil penilaian di atas dilihat dari jalur sanadnya
akhir.
Tahammul wal-ada menurut ulama hadis ialah menerima atau mendengar suatu
periwayatan hadis dari seorang guru dengan menggunakan dari beberapa metode
28
M. Tarsi Hawi, Terjemah Al- Azkar Imam Nawawi, Bandung, PT AL- Ma’arif, 1984, h,
339.
zakarona.29 hadis yang mukhorijnya An- Nasa’i di atas menggunakan lafaz
akhbarna dan haddasana hal ini menujukan bahwasanya terjadi liqo’ dari murid
Dari komentar ulama terhadap para perawi hadis yang Mukhorijnya Sunan
shaduq, laisa bihi ba’as.) dan dalam segi matan bahwa hadis ini tidak
jadi dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian yang bagus menandakan bahwa
suatu periwayatan ini dapat dijadikan hujjah dan dapat memberikan kekuatannya
hadis tersebut hadis sahih dan hadis yang dapat dijadikan hujjah.
Hadis shalawat pada Nabi Muhammad Saw hari Jum’at tidak ditemukan
asbabul wurudnya namun, hadis ini hakikatnya perbuatan yang diridhoi Allah Swt
dan Rasulnya dan merupakan sunnah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad
Saw sebagai pedoman seluruh umat muslim. Di dalam hadis An-Nasa’i bahwa
29
Munzir Suparta dan Utang Ranuwijaya, Ilmu Hadis 2, Jakarta, Grafindo Persada, 1993, h.
150.
ٰۤ
صلُّ ْوا
َ علَى النَّبِي ِِ يَاآاَيُّ َها الَّ ِذ ْينَ ا َمن ْوا
َ َصلُّ ْون
َ َّللاَ َو َمل ِٕى َكتَهِ ي
اِنَّ ه
س ِل ْي ًما َ علَ ْي ِه َو
ْ َ س ِلم ْوا ت َ
Sesungguhnya Allah dan Malaikat–malaikatnya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56)
berkaitan dengan hadis Nabi Muhammad Saw, dan istri-istri beliau, demikian juga
keistimewaan dan kemudahan yang Allah anugerahkan kepada beliau semua itu
betapa tinggi kedudukan Nabi Muhammad Saw dan betapa cinta Allah Swt
kepada beliau.
Ayat dan perintah Allah Swt ini sungguh unik. Tidak ada satu perintah pun
yang diperintahkan Allah Swt yang sebelum memerintahkannya yang maha kuasa
menyampaikan bahwa dia pun melakukan, bahkan telah melakukan apa yang
diperintahkannya tidak ada satu yang demikian kecuali shalawat kepada Nabi
Muhammad Saw. Ayat ini menyatakan: sesungguhnya Allah Swt yang Maha
Agung lagi Maha Kuasa bahkan menghimpun segala sifat terpuji, dan demikian
kagum kepada Nabi Muhammad Saw, karena itu mereka, yakni Allah Swt
yakni Allah melimpahkan rahmat dan anugerah dan malaikat bermohon kiranya
dipertinggi lagi derajat dan dicurahkan maghfiroh atas Nabi Muhammad Saw
yang merupakan makhluk Allah Swt yang termulia yang paling banyak jasanya
kepada manusia dalam memperkenalkan Allah Swt dan jalan lurus menuju
kebahagiaan.
Karena itu, hai orang- orang yang beriman, bershalawatlah kamu semua
untuknya yakni memohonlah kepada Allah Swt kiranya shalawat pun dicurahkan
kepada beliau dan hai orang- orang yang beriman hindarkanlah dari beliau segala
aib dan kekurangan serta sebut-sebutlah keistimewaan beliau dan jasa beliau dan
30
M. Quraish Shihab, Tafsir Al- Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al- Qur’an,
Jakarta, Lentera Hati, 2002, h,313-314.