0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan22 halaman

Sholawat 6

Dokumen ini membahas tentang shalawat, termasuk sejarah, pengertian, hukum, dan keistimewaannya, terutama pada hari Jum'at. Shalawat dianggap sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada Nabi Muhammad Saw, yang memiliki keutamaan dan pahala bagi yang membacanya. Selain itu, terdapat tata cara dan adab dalam membaca shalawat untuk mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar.

Diunggah oleh

ragestimasdana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan22 halaman

Sholawat 6

Dokumen ini membahas tentang shalawat, termasuk sejarah, pengertian, hukum, dan keistimewaannya, terutama pada hari Jum'at. Shalawat dianggap sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada Nabi Muhammad Saw, yang memiliki keutamaan dan pahala bagi yang membacanya. Selain itu, terdapat tata cara dan adab dalam membaca shalawat untuk mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar.

Diunggah oleh

ragestimasdana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

GAMBARAN UMUM SHALAWAT

A. Sejarah Shalawat

Shalawat merupakan salah satu amalan dan rasa cinta kepada Nabi

Muhammad Saw. Sejarah shalawat tidak perna terlepas dari surah Al-Ahzab ayat

56 yang artinya, “sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-nya bershalawat

untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriuiman, bershalawat kamu untuk Nabi dan

ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Perintah shalawat telah diturunkan

pada bulan sya’’ban pada tahun kedua hijriyah. Turunnya ayat tersebut menjadi

awal sejarah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. At-Thabari menyebut bahwa

setelah turunnya ayat ini, sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw terkait

lantunan shalawat kepadanya.1 Rasul menjawab shalawat diucapkan sama seperti

yang biasa dibaca pada tasyahud akhir pada saat sholat, yang berbunyi:

Allahumma shalli’ala Muhammad Wa’Alaa Muhammad. Kamaa Shallaita

Alaa Ibrahiim Wa Alaa Aali Ibrahiim. Wabaarik’Alla Muhammad Wa Alaa Aali

Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibrahaahiim Wa Aali Ibraahim, innaka

hamidun majiid. Berbeda dengan perintah Allah Swt yang lainya, shalawat juga

dilakukan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw untuk memuliakannya di

depan para malaikat yang memberinya rahmat. Selain itu, dalam hadis riwayat

Ibnu Majah dan Thabrani, Rasul bersabda: “Kalau seseorang bershalawat

kepadaku malaikat juga akan mendo’akan keselamatan yang sama baginya.

Untuk itu, bershalawatlah meski sedikit atau banyak.

1
Ibnu Jarir At-Thabrahi, Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an, Beirut, Muassasatur
Risalah,2000, Juz XXX, h. 320.
Di dalam kitab lubbabul hadis bab keempat, imam As-Suyuthi menjelaskan

bahwa shalawat sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Musa dan Bani Isra’il.

Saat itu Bani Isra’il bertanya kepada Nabi Musa, apakah Allah Swt bershalawat

kepada makhluknya. Nabi Musa kemudian berdo’a dan meminta jawaban kepada

Allah Swt, kemudian Allah Swt menjawab dalam sebuah firman yang artinya

wahai Nabi Musa, sungguh kamu Bani Isra’il bertanya kepadamu, apakah

tuhanmu bershalawat kepada makhluknya? Jawablah, iya. Aku dan juga

malaikat-ku bershalawat kepada iku.2 Dari hal ini bisa diambil kesimpulan bahwa

anjuran bershalawat bahwa anjuran bershalawat turun untuk menghargai dan

memuji utusan Rasul dan Nabi atas tanggungannya berdakwah kepada para

kaumnya.

Shalawat itu awalnya sebagai kabar baik kepada kaum Bani Isra’il. Namun,

Allah Swt juga memberikan keutamaan kepada para Nabi melalui shalawat

kepadanya terlebih dahulu.

B. Pengertian Shalawat

Shalawat adalah lafadh jama’ dari kata “ sholat” shalawat menurut bahasa

(lughat) arab, artinya adalah do’a,3 rahmat dari tuhan, memberi berkah, dan suatu

ibadah.4Sedangkan menurut istilah maknanya adalah ungkapan sanjungan,

kekaguman, sekaligus permohonan seorang hamba kepada Allah Swt melalui

ungkapan mulia agar Allah Swt senantiasa memuliakan Nabi Muhammad Saw.

2
Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Durarul Mantsur, Beirut, Darul Fikr, t.th., Juz VIII, h. 197.

3
Prof. DR.H. Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, Jakarta, PT. Mahmud Yunus Wa
Dzuriyyah, 2010, h. 220.
4
Muhammad Hasbi Ash- Shiddqiey, Pedoman Zikir dan Do’a, Jakarta, Bulan Bintang,
1996, h. 74.
Orang yang membaca shalawat dinilai ibadah dan berpahala.5 Shalawat juga

bentuk pengakuan atas kerasulan, sekaligus kecintaan kepada Nabi Muhammad

Saw.

Shalawat dilakukan oleh seorang hamba kepada Allah Swt, maka

maksudnya bahwa hamba itu melakukan ibadat ataupun berdo’a (memohon

kepadanya). Jikalau Allah Swt bershalawat atas hambanya, maka shalawat dalam

hal ini artinya adalah bahwa Allah Swt melimpahkan rahmatnya dan Allah Swt

melimpahkan berkahnya.

Dengan demikian shalawat Allah Swt terhadap hambanya dibagi dua “

khusus” dan “ umum”. Shalawat khusus adalah shalawat Allah Swt kepada

Rasulnya, kepada nabinya, istimewa shalawatnya kepada Nabi Muhammad Saw.

Shalawat umum adalah shalawat Allah Swt kepada hambanya yang muslim.

Diketahui bahwa arti perkataan shalawat Allah Swt kepada Nabi

Muhammad Saw, ialah menyanjung Nabi Muhammad Saw, mendatangkan

keutamaan dan kemuliaan, serta memuliakan dan memperdekatkan Nabi

Muhammad Saw kepada Allah Swt.

Adapun pengertian umum bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah

mengakui kerasulannya serta memohon kepada Allah Swt yang melahirkan

keutamaan dan kemuliaan maksudnya adalah dengan melahirkan agama yang di

bawa oleh Nabi Muhammad Saw di atas segala agama yang lain dan melahirkan

kemuliaannya di atas Nabi Muhammad Saw yang lain.

5
M.Rojaya, Zikir-Zikir Pembersih Dan Penentram Jiwa, Bandung, Dar Mizan, 2009, h. 51-
58.
Dapat disimpulkan, bershalawat artinya kalau dari Allah Swt berarti

memberi pertolongan, dari malaikat bertujuan meminta ampunan dan dari orang

muslim berarti berdo’a agar diberi rahmat.6

C. Hukum Membaca Shalawat Pada Hari Jum’at

Pada prinsipnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah fardhu.

Tidak khusus suatu waktu saja. Hal ini karena adanya perintah Allah Swt

mengenai itu. Sedang para imam, ulama pun menetapkan dalilnya, menyepakati

wajibnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Hukum shalawat itu terbagi

menjadi dua, yaitu hukum shalawat wajib7 dan hukum shalawat sunnah8.

Abu Ja’far Ath-thabari9menyatakan bahwa pada ayat perintah shalawat itu

lebih banyak mengandung arti sunnah. Persepsi kesepakatan wajib bagi ulama

tentang bacaan shalawat memang dibuat. Jadi membaca shalawat yang wajib itu

satu kali , sedangkan selebihnya merupakan sunnah seperti iqrar syahadatur rasul

mengakui keian, kerasulan Nabi Muhammad Saw yang diperintahkan satu kali

sedangkan selainnya adalah sunnah.

1) Contoh Termasuk Dalam Hukum Shalawat Wajib

Ketika bertahiyat dalam sholat baik itu tahiyat awal maupun tahiyat akhir,

mesti dibacakan karena merupakan salah satu bagian dari rukun sholat. Yang

6
M. Ali Chasan Umar, Kumpulan Shalawat Nabi Lengkap Dengan Khasiatnya, Semarang,
PT Karya Toha, 1981, h. 11.
7
Menurut Undang-undang Islam Wajib ialah yang cukup usia yang dibebani menjalankan
perintah Allah Swt dengan sungguh-sungguh. Ya’ni beban perintahnya diikutkan dengan
pelaksanaan sebenarya dari hambanya. Karena kalimat perintah dengan sendirinya menunjukkan
arti sungguh-sungguh dalam praktek amal. berdosa bagi yang meninggalkanya , atau
berhubungan hukum dengan hukum undang-undang islam lainnya.
8
Sunnah ialah bagi orang yang dibebani menjalankan perintah islam namun tidak ada sanksi
didalamnya, dalam artian bila dikerjakan dapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.
9
Ath-thabrahi ialah seorang ulama’ ahli tafsir Al-Qur’an yang fenomenal yang sampai saat
ini yang menjadi rujukan yang wajib dipelajari.
jika ditinggalkan sholatnya tidak sah, ketika sholat jenazah, karena pada saat

takbir kedua dalam sholat jenazah, kita wajib membacakan shalawat tentunya

juga merupakan salah satu bagian dari rukun sholat jenazah. Jika shalawat ini

ditinggalkan, sholat jenazah menjadi tidak sah karena tidak lengkap rukunnya.

2) Contoh termasuk dalam hukum shalawat sunnah

Ketika pada malam dan hari Jum’at karena sangat dianjurkan, karena

keutamaan dan faedahnya yang luar biasa. Tidak mengherankan jika banyak

dijelaskan dalam riwayat dan hadis, ketika mengucap dan mendengar nama

Nabi Muhammad Saw, sesudah azan, ketika masuk dan keluar masjid, ketika

berziarah ke kubur Nabi Muhammad Saw, pada akhir qunut, pada permulaan

dan akhir doa, sebelum khotbah, setiap mengadakan majelis, setiap waktu pagi

dan petang, di antara takbir dan sholat hari raya, saat berjumpa dengan para

sahabat dan kerabat, ketika hendak menyampaikan ilmu, ketika tertimpa

kesusahan dan kegundahan, ketika di Shafa dan Marwa.10

A. Keistimewaan Membaca Shalawat Pada Hari Jum’at

Hari Jum’at adalah hari yang istimewa. Dibanding hari-hari lainnya, hari

Jum’at merupakan hari yang luar biasa bagi umat islam. Bukan hanya karena

shalat zuhur diganti dengan shalat Jumat pada hari itu, lebih dari itu, hari Jum’at

menyimpan berbagai peristiwa yang membuatnya berbeda dengan hari lainnya,

Nabi Muhammad Saw sendiri sudah menjelaskan keistimewaaan hari Jum’at

yang tidak sama dengan hari lainnya. Penting bagi ummat islam mengetahui dan

10
Abdullah Assegaf dan Indriya R. Dani, Mukjizat Sholawat, Jakarta, Qultum Media, 2009,
h. 10-26.
memahami keistimewaan hari Jum’at untuk kemudian menjadikan hari yang

istimewa tersebut sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari Jum’at, maka sesungguhnya


bacaan shalawat umatku setiap hari Jum’at itu diperlihatkan kepadaku”(
diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad hasan dari Abu Umamah).
Pandangan para ulama terhadap shalawat, banyak pandangan-pandangan

dan pendapat. Ada yang diangkat dari kaidah-kaidah agama dan ada pula yang

berdasarkan atas keyakinan dan pengaruh zaman Dzauqiyah dan hasil dari

mukasyafah antara lain:

1. Bacaan shalawat adalah jalan ke surga

Abu Huroiroh“berkata membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw

adalah jalan menuju surga.”

2. Memperbanyak membaca shalawat suatu tanda golongan ahli sunnah. Kata

Sayyidina Ali Zainul Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Tholib r.a berkata:

“Tanda-tanda ahli sunnah ialah yang memperbanyak bacaan shalawat

kepada Nabi Muhammad Saw”

3. Jalan yang paling dekat kepada Allah Swt pada akhir zaman.

“Jalan yang paling dekat( menuju) kepada Allah Swt pada akhir zaman

khususnya bagi orang-orang yang berlarut-larut banya dosa, adalah

memperbanyak istighfar dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad

Saw.”

4. Untuk menjernihkan hati dan Ma’rifat Billah


“Sesungguhnya membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw itu dapat

menerangkan hati dan mewushulkan tanpa guru kepada Allah Swt Dzat

yang Maha Mengetahui segala perkara”11

5. Shalawat dapat mewusulkan tanpa guru

6. Shalawat dapat diterima secara mutlak oleh Allah Swt

Syekh Showi dalam Tafsirnya mengatakan: “dan sesungguhnya para

ulama’ sudah sependapat bahwa sesungguhnya bermacam- macam amal itu

ada yang diterima dan ada yang ditolak terkecuali shalawat kepada Nabi

Muhammad Saw. Maka sesungguhnya shalawat kepada Nabi Muhammad

Saw itu” Maqbulatuun Qothl’an (pasti diterima).12

7. Menambah rasa cinta kepada Allah dan Rasulnya

8. Tercetaknya pribadi Nabi Muhammad Saw dalam hati orang yang membaca

shalawat

9. Orang yang ahli shalawat ketika sakratul maut didatangi Nabi Muhammad

Saw

10. Mudah mimpi bertemu Nabi Muhammad Saw13

B. Tata Cara Membaca Shalawat

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membaca shalawat adalah

1. Ketika membaca atau mendengarkan shalawat, harus dengan sikap yang

sopan dan hormat

11
Al- Imam Yusuf bin Isma’il An-Nabhani, Sa’adah Daroin Tentang Shalawat Atas Nabi
Muhammad Saw, Beirut Lebanon, Dar al-Fikr, tth, h. 36.
12
Ahmad bin Zaini Dahlan, Taqribul Ushul li Tashilil Wushul Li Ma’rafatillah War Rasul,
Mesir, Mustahfa al- Babi al- Halabi, 1385, h. 57.
13
Muhammad Kamaluddin, Rahasia dahsyat Shalawat dan Keajaiban Lafadz Rosulullah
Saw, Jakarta, Pustaka Ilmu Semesta, 2016, h. 9-17.
2. Dibaca dengan sungguh-sungguh dengan suara yang merdu dan tidak

dipermainkan

3. Dibaca dengan ikhlas

4. Dibaca dengan khusyu’ dan tawadlu

5. Dibaca dengan penuh perasaan cinta dan seakan-akan hadir dihadapan

Rasullah Saw14

Keutamaan bacaan Shalawat Nabi Muhammad Saw15 ialah sebagai berikut:

1. Meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad

Saw.

2. Hadis-hadis meriwayatkan seseorang yang membaca shalawat dengan

sungguh-sungguh akan mendapatkan doa dari para malaikat. Para malaikat

akan mendoakan keselamatan dan melindungi pembaca sholawat yang

bersungguh-sungguh itu.

3. Pembaca sholawat akan mendapatkan perlindungan langsung dari Allah

Swt.

4. Pembaca shalawat akan mendapatkan pengampunan dosa dan

mendapatkan rahmat dari Allah Swt dan dari Nabi Muhammad Saw.

5. Barang siapa bershalawat satu kali, Allah akan memberi sepuluh rahmat

sama dengan sepuluh derajat kepadanya.

6. Sholawat bisa menjadi pengantar doa kita dijabah oleh Allah Swt.

7. Pembaca shalawat akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw di

akhirat.
14
Mubarak bin Mahfudz, Fadhilah Shalawat Kepada Nabi, Jakarta, Pustaka Imam Asy-
Syaf’i, 2007, h. 53.
15
Junaidi Ahmad, The Miracle Of Shalawat, Yogyakarta, Araska, 2020, h. 146.
8. Bila dengan ikhlas bershalawat, Allah akan memenuhi hajat-hajat kita,

membaca shalawat dapat mencukupkan apa pun yang diinginkan manusia

9. Bagi yang tidak mampu bersedekah, tapi selalu membaca sholawat, maka

Allah menghitungnya sebagai bagian dari sedekah.

10. Shalawat dapat menjadikan kita lebih sabar, tawakkal, dan tidak mudah

tersinggung dengan keadaan sekitar yang tidak ideal.

G. Analisis Kritik Hadis Shalawat Pada Hari Jum’at

Hadis yang menjelaskan mengenai shalawat 1000 kali pada hari Jum’at

diriwayatkan oleh banyak Mukhorij. Namun yang jadi landasan pokok

pembahasan hadis diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i. Hadisnya sebagai berikut:

1. Hadis Riwayat an-Nasa’i

‫الرحْ َم ِن ب ِْن يَ ِزي َد ب ِْن‬


َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫ور قَا َل َح َّدثَنَا ح‬
َ ‫س ْينٌ ا ْلج ْع ِف ُّي ع َْن‬ ٍ ‫س َحق بْن َم ْنص‬ ْ ِ‫أَ ْخبَ َرنَا إ‬
‫سلَّ َم‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللا‬ َ ِ ‫ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس ع َْن النَّبِي‬
َّ ‫ث ال‬
ِ َ‫شع‬ْ َ‫َجابِ ٍر ع َْن أَبِي ْاْل‬
‫ض َوفِي ِه‬ َ ‫س ََلم َوفِي ِه ق ِب‬ َّ ‫علَ ْي ِه ال‬
َ ‫ق آدَم‬ َ ‫امك ْم يَ ْو َم ا ْلجمعَ ِة فِي ِه خ ِل‬ ِ َّ‫ض ِل أَي‬ َ ‫قَا َل إِنَّ ِم ْن أَ ْف‬
‫علَ َّي قَالوا يَا‬ َ ٌ‫ص ََلتَك ْم َم ْعروضَة‬ َ َّ‫ص ََل ِة فَ ِإن‬ َ ‫ص ْعقَة فَأ َ ْكثِروا‬
َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َّ ‫النَّ ْف َخة َوفِي ِه ال‬
َّ َّ‫علَ ْيكَ َوقَ ْد أَ َر ْمتَ أَ ْي يَقولونَ قَ ْد بَ ِليتَ قَا َل إِن‬
‫َّللاَ ع ََّز‬ َ ‫ص ََلتنَا‬
َ ‫ْف ت ْع َرض‬ َ ‫َّللا َو َكي‬
ِ َّ ‫َرسو َل‬
16
َّ ‫علَي ِْه ْم ال‬
‫س ََلم‬ َ ‫اء‬ َ ْ‫ض أَ ْن تَأْك َل أَج‬
ِ َ‫سا َد ْاْلَ ْنبِي‬ ِ ‫علَى ْاْلَ ْر‬
َ ‫َو َج َّل قَ ْد َح َّر َم‬
Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur dia berkata: telah
menceritakan kepada kami Husain Al Ju'fi dari 'Abdurrahman bin Yazid
bin Jabir dari Abul Asy'ats Ash Shan'ani dari Aus bin Aus dari Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda:"Hari yang paling utama
adalah hari Jum'at karena pada hari itu Nabi Adam diciptakan, pada
hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu ditiupnya terompet, dan pada
hari (mereka) dijadikan pingsan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku
karena shalawat kalian disampaikan kepadaku." Mereka (para sahabat)
berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami bisa
disampaikan kepada mu, sedangkan engkau telah meninggal?" atau

16
Sunan An- Nasa’i Kitab Jum’at Bab Memperbanyak Shalawat Untuk Nabi Muhammad
Saw Pada Hari Jum’at hadis no. 1773. Ahmad bin Syu’aib bin Ali An-Nasa’i, Sunan An-Nasa’i,..,
h.193-194.
mereka berkata: "Telah hancur (tulangnya)"Beliau berkata:
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan bagi bumi
untuk memakan jasad para Nabi 'Alaihimus Salam."

Adapun penjelasan hadis di atas ialah menerangkan keutamaan membaca

shalawat pada hari Jum’at, menerangkan juga untuk memperbanyak amal shalih

diantaranya dengan bershalawat untuk persembahan kepada Nabi Muhammad

Saw, kemudian dengan shalawat itu beliau akan bergembira dengan memintakan

ridho Allah Swt bagi yang membacanya, dan melalui hadis tersebut jasad para

Nabi tidak dimakan tanah, akan tetapi tetap seperti pada waktu meninggal. Ruh

Nabi Muhammad Saw dikembalikan ke jasad beliau pada saat shalawat dan

segala amal dipersembahkan kepada beliau.17

Dari hasil penelusuran hadis keutamaan shalawat pada hari Jum’at yang

diriwayatkan an- Nasa’i, didapat dari hasil penelusuran hadis sebagai berikut:

✓ Ia ditakhrij oleh Sunan Abu Dawud hadis nomor 883 kitab sholat bab

keutamaan hari Jum’at dan malam Jum’at.

✓ Ia ditakhrij oleh Sunan Ibnu Majah hadis nomor 1075 kitab mendirikan

sholat sunnah yang ada didalamnya bab keutamaan sholat pada hari

Jum’at.

✓ Ia ditakhrij Sunan Darimi hadis nomor 1057 kitab sholat bab keutamaan

hari Jum’at.

✓ Ia ditakhrij Sunan Abu Dawud hadis nomor 1308 kitab sholat bab

penjelasan istighfar.

17
Muhammad Al-Usaimin, Syarah Riyadush Shalihin, Jakarta, Darul Falah, 2007, h. 552.
✓ Ia ditakhrij Sunan Ibnu Majah hadis nomor 1626 kitab Jenazah bab

meninggalnya Nabi Muhammad Saw.

1. Hadis Riwayat Sunan Abu Dawud


‫الرحْ َم ِن ب ِْن يَ ِزي َد ب ِْن َجا ِب ٍر‬ َ ‫ع ِلي ٍ ع َْن‬
َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫سيْن بْن‬ َ ‫َّللا َح َّدثَ َنا ح‬
ِ َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫َح َّدثَ َنا َهارون بْن‬
‫علَ ْي ِه‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللا‬ َ ‫َّللا‬ِ َّ ‫ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل َرسول‬ َّ ‫ث ال‬ ِ َ‫شع‬ ْ َ‫ع َْن أَبِي ْاْل‬
‫ض َوفِي ِه النَّ ْف َخة َوفِي ِه‬ َ ‫ق آدَم َوفِي ِه ق ِب‬ َ ‫امك ْم يَ ْو َم ا ْلجمعَ ِة فِي ِه خ ِل‬ ِ َّ‫ض ِل أَي‬َ ‫سلَّ َم ِإنَّ ِم ْن أَ ْف‬ َ ‫َو‬
‫علَ َّي قَا َل قَالوا يَا َرسو َل‬ َ ٌ‫ص ََلتَك ْم َم ْعروضَة‬ َ َّ‫ص ََل ِة فِي ِه فَ ِإن‬
َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َ ‫ص ْعقَة فَأ َ ْكثِروا‬ َّ ‫ال‬
َّ َّ‫علَ ْيكَ َوقَ ْد أَ ِر ْمتَ َيقولونَ َب ِليتَ فَقَا َل ِإن‬
‫َّللاَ ع ََّز َو َج َّل َح َّر َم‬ َ ‫ص ََلتنَا‬ َ ‫ْف ت ْع َرض‬ َ ‫َّللا َو َكي‬
ِ َّ
َ
ِ َ‫سا َد ْاْل ْن ِبي‬
‫اء‬ َ
َ ْ‫ض أج‬ َ
ِ ‫علَى ْاْل ْر‬َ
Abu Daud: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah telah
menceritakan kepada kami Husain bin Ali dari Abdurrahman bin Yazid
bin Jabir dari Abu Al Asy'Ats Tsauri Ash Shan'ani dari Aus bin Aus dia
berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:(Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling utama adalah
hari Jum'at, yang mana pada hari itu Adam di ciptakan, pada hari itu
beliau wafat, pada hari itu ditiup (sangkakala) dan pada hari itu mereka
pingsan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku karena shalawat kalian
akan disampaikan kepadaku." Aus bin Aus berkata: para sahabat
bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami bisa
disampaikan kepadamu, sedangkan kamu anda telah tiada? mereka
berkata: "Telah hancur (menjadi tulang)" Beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah azza wa jalla mengharamkan bumi untuk memakan
jasad para i.)"18
2. Hadis Riwayat Sunan Ibnu Majah

‫الرحْ َم ِن ب ِْن َي ِزي َد ب ِْن‬


َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫ع ِلي ٍ ع َْن‬َ ‫سيْن بْن‬ َ ‫ش ْي َب َة َح َّدثَ َنا ا ْلح‬
َ ‫َح َّدثَنَا أَبو َبك ِْر بْن أَ ِبي‬
َّ ‫صلَّى‬
‫َّللا‬ َ ‫َّللا‬ِ َّ ‫ص ْن َعا ِني ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل َرسول‬ َّ ‫ث ال‬ ِ ‫ش َع‬ْ َ‫َجا ِب ٍر ع َْن أَ ِبي ْاْل‬
‫ص ْعقَة‬َّ ‫ق آدَم َو ِفي ِه النَّ ْف َخة َو ِفي ِه ال‬ ِ ‫ض ِل أَ َّي‬
َ ‫امك ْم َي ْو َم ا ْلجم َع ِة ِفي ِه خ ِل‬ َ ‫سلَّ َم ِإنَّ ِم ْن أَ ْف‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ
ِ َّ ‫علَ َّي فَقَا َل َرج ٌل َيا َرسو َل‬
‫َّللا‬ َ ٌ‫ص ََلتَك ْم َم ْعروضَة‬ َ َّ‫ص ََل ِة ِفي ِه فَ ِإن‬ َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َ ‫فَأ َ ْك ِثروا‬
‫ض أَ ْن‬ ِ ‫علَى ْاْلَ ْر‬ َّ َّ‫علَ ْيكَ َوقَ ْد أَ ِر ْمتَ َي ْع ِني َب ِليتَ قَا َل ِإن‬
َ ‫َّللاَ َح َّر َم‬ َ ‫ص ََلتنَا‬ َ ‫ْف ت ْع َرض‬ َ ‫َكي‬
19
‫اء‬ َ ْ‫تَأْك َل أَج‬
ِ َ‫سا َد ْاْلَ ْنبِي‬
Ibnu Majah Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah
berkata: telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Ali dari
'Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Abul Asy'ats Ash Shan'ani dari
Aus bin Aus ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

18
Dikutip dari Lidwa Pustaka i-sofware Kitab 9 Imam, Sumber, Sunan Abu Dawud, Kitab
Sholat, Bab Keutamaan hari Jum’at dan malam Jum’at, No. Hadis: 883.
19
Sunan Ibnu Majah Kitab Mendirikan Shalat dan Sunnah Yang Ada di Dalamnya Bab
Keutamaan Shalat Jum’at Hadis No.1085.Muhammad bin Yazid bin Abdullah Ibnu Majah, Sunan
Ibnu Majah, Riyadh, Baitul Afkar ad- Dauliyyah,tth, h. 122.
bersabda:( "Yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari jum'at,
pada hari itu Adam diciptakan, sangkakala ditiup, dan manusia sadar
dari pingsannya. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari
itu, karena shalawat kalian diperlihatkan kepadaku. " Seorang laki-laki
berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya shalawat kami
diperlihatkan kepadamu, padahal dirimu telah meninggal?" beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para Nabi.")

3. Hadis Riwayat Sunan Darimi

‫الرحْ َم ِن ب ِْن يَ ِزي َد ْب ِن َجا ِب ٍر‬ َ ‫ع ِلي ٍ ع َْن‬


َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫سيْن بْن‬ َ ‫أَ ْخبَ َرنَا عثْ َمان بْن م َح َّم ٍد َح َّدثَنَا ا ْلح‬
‫علَ ْي ِه‬
َ ‫َّللا‬َّ ‫صلَّى‬ ِ َّ ‫ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل َرسول‬
َ ‫َّللا‬ َّ ‫ث ال‬ ِ َ‫شع‬ْ َ‫ع َْن أَبِي ْاْل‬
‫ص ْعقَة فَأ َ ْكثِروا‬ َّ ‫ق آدَم َوفِي ِه النَّ ْف َخة َوفِي ِه ال‬ َ ‫امك ْم َي ْوم ا ْلجم َع ِة فِي ِه خ ِل‬ ِ ‫ض َل أَ َّي‬
َ ‫سلَّ َم ِإنَّ أَ ْف‬
َ ‫َو‬
‫ْف ت ْع َرض‬ ِ َّ ‫علَ َّي قَا َل َرج ٌل يَا َرسو َل‬
َ ‫َّللا َكي‬ َ ٌ‫ص ََلتَك ْم َم ْعروضَة‬ َ َّ‫ص ََل ِة فِي ِه فَ ِإن‬ َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َ
‫سا َد‬ َ ْ‫ض أَ ْن تَأْك َل أَج‬ ِ ‫علَى ْاْلَ ْر‬ َّ َّ‫علَ ْيكَ َوقَ ْد أَ َر ْمتَ يَ ْعنِي بَ ِليتَ قَا َل إِن‬
َ ‫َّللاَ َح َّر َم‬ َ ‫ص ََلتنَا‬ َ
ِِ ‫ْاْلَ ْن ِبيَاء‬
20

Telah mengabarkan kepada kami Utsman bin Muhammad telah


menceritakan kepada kami Al Husain bin Ali dari Abdurrahman bin Yazid
bin Jabir dari Abu Al Asy'ats Ash Shan'ani dari Aus bin Aus ia
berkata:("Nabi Saw bersabda, "Sesungguhnya hari yang paling utama
adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam di ciptakan, pada saat itu ia diberi
ruh, dan pada saat itu terjadi suara keras yang menyebabkan orang-orang
pingsan,. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu,
sesungguhnya shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku." Seorang
laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami
diperlihatkan kepadamu, sementara engkau telah meninggal? Beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan
jasad para Nabi.”)
4. Hadis Riwayat Sunan Abu Dawud
‫الرحْ َم ِن ب ِْن يَ ِزي َد ب ِْن‬َّ ‫ع ْب ِد‬ َ ‫ع ِلي ٍ ا ْلج ْع ِف ُّي ع َْن‬
َ ‫سيْن بْن‬ َ ‫ع ِلي ٍ َح َّدثَنَا ا ْلح‬َ ‫سن بْن‬ َ ‫َح َّدثَنَا ا ْل َح‬
‫علَ ْي ِه‬
َ ‫َّللا‬َّ ‫صلَّى‬ َ ‫ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل النَّبِ ُّي‬ َّ ‫ث ال‬ ِ َ‫شع‬ ْ َ‫َجابِ ٍر ع َْن أَبِي ْاْل‬
َ َّ‫ص ََل ِة فِي ِه فَ ِإن‬
‫ص ََلتَك ْم‬ َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َ ‫امك ْم يَ ْو َم ا ْلجمعَ ِة فَأ َ ْكثِروا‬ِ َّ‫ض ِل أَي‬َ ‫سلَّ َم إِنَّ ِم ْن أَ ْف‬ َ ‫َو‬
َ َ َ
‫عل ْيكَ َوق ْد أ َر ْمتَ قا َل‬ َ َ
َ ‫ص ََلتنا‬َ ‫ْف ت ْع َرض‬ َ ‫َّللا َو َكي‬ َ َ
ِ َّ ‫عل َّي قا َل فقالوا يَا َرسو َل‬ َ َ ٌ
َ ‫َم ْعروضَة‬
‫َّللا‬
َّ ‫صلى‬ َّ َ ‫اء‬ ْ َ
ِ َ‫سا َد ْاْلنبِي‬َ ْ‫ض أج‬َ َ
ِ ‫على ْاْل ْر‬َ َ
َ ‫اركَ َوتَعَالى َح َّر َم‬ َ َ‫َّللاَ تَب‬ َ
َّ َّ‫يَقولونَ بَ ِليتَ قا َل إِن‬
‫علَي ِْه ْم‬
َ
Sunan Abu Daud: Telah menceritakan kepada Kami Al Hasan bin Ali,
telah menceritakan kepada Kami Al Husain bin Ali Al Ju'fi dari
Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Abu Al Asy'ats Ash Shan'ani dari
Aus bin Aus, ia berkata:(Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
20
Al- Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman At Tamimi Ad Darimi, Sunan
Darimi, Dar Al-Kitab Al- Ilmiyyah, Beirut, 2012, h. 282.
bersabda"Sesungguhnya Hari Jum'at adalah diantara hari-hari kalian
yang terbaik, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu,
karena sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku." Para
sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat Kami
disampaikan kepadamu, sementara anda telah meninggal?" Beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta'ala telah mengharamkan
jasad para Nabi shallallahu 'alaihim atas tanah."21)

5. Hadis Riwayat Sunan Ibnu Majah

‫الرحْ َم ِن ب ِْن‬
َّ ‫ع ْب ِد‬َ ‫ع ِلي ٍ ع َْن‬
َ ‫سيْن بْن‬ َ ‫ش ْيبَةَ َح َّدثَنَا ا ْلح‬َ ‫َح َّدثَنَا أَبو بَك ِْر بْن أَبِي‬
ِ َّ ‫ص ْنعَانِي ِ ع َْن أَ ْو ِس ب ِْن أَ ْو ٍس قَا َل قَا َل َرسول‬
‫َّللا‬ َّ ‫ث ال‬ ِ َ‫شع‬ ْ َ‫يَ ِزي َد ب ِْن َجا ِب ٍر ع َْن أَ ِبي ْاْل‬
‫ق آدَم َوفِي ِه النَّ ْف َخة‬ ِ َّ‫ض ِل أَي‬
َ ‫امك ْم يَ ْو َم ا ْلجمعَ ِة فِي ِه خ ِل‬ َ ‫سلَّ َم إِنَّ ِم ْن أَ ْف‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ‫َّللا‬ َّ ‫صلَّى‬ َ
‫علَ َّي فَقَا َل َرج ٌل يَا‬ َ ٌ‫ص ََلتَك ْم َم ْعروضَة‬ َ َّ‫ص ََل ِة فِي ِه فَ ِإن‬َّ ‫علَ َّي ِم ْن ال‬ َ ‫ص ْعقَة فَأ َ ْكثِروا‬ َّ ‫َوفِي ِه ال‬
‫علَى‬ َ ‫َّللاَ َح َّر َم‬ َ
َّ َّ‫علَ ْيكَ َوقَ ْد أ ِر ْمتَ يَ ْعنِي بَ ِليتَ قَا َل ِإن‬ َ ‫ص ََلتنَا‬ َ ‫ْف ت ْع َرض‬ َ ‫َّللا َكي‬
ِ َّ ‫َرسو َل‬
‫سا َد ْاْلَ ْنبِيَاء‬ َ ْ‫ض أَ ْن تَأْك َل أَج‬ِ ‫ْاْلَ ْر‬
Ibnu Majah: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah
berkata: telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Ali dari
'Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Abul Asy'ats Ash Shan'ani dari
Aus bin Aus ia berkata:("Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari jum'at,
pada hari itu Adam diciptakan, sangkakala ditiup, dan manusia sadar
dari pingsannya. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari
itu, sebab shalawat kalian diperlihatkan kepadaku. "Seorang laki-laki
berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya shalawat kami
diperlihatkan kepadamu, padahal dirimu telah meninggal?" beliau
bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para Nabi.")

Dari beberapa hadis di atas, hadis yang dianalisis adalah hadis yang

diriwayatkan oleh Sunan an-Nasa’i Sebagai berikut:

1. Kritik Sanad

Sanad secara bahasa mengandung arti sandaran. Sanad hadis artinya ialah

sandaran hadis. Apabila ia kuat maka kuatlah hadis tetapi bila ia lemah maka

lemahlah hadis. Sanad merupakan senjata bagi orang mukmin bila pada dirinya

21
Hafidz Al- Mundziry, Terjemah Sunan Abu Dawud, Semarang, CV-Asy-Syifa’, Jilid II,
1992, h, 3-4.
tidak ada senjata maka dengan apa dia menghadapi peperangan.22 Adapun yang

dimaksud dengan kritik sanad adalah penilaian terhadap kebenaran mata rantai

atau silsilah para periwayat mulai dari mukhorij (periwayat terakhir) sampai

kepada sahabat yang menerima langsung hadis tersebut dari Nabi Muhammad

Saw. serta meneliti kredibilitas mereka sebagai periwayat hadis yang adil dhabith

atau tidak.23

• Meneliti Mukhorij Hadits (Sunan an- Nasa’i)

{Hadis ke 1357, kitab Jum’at, bab memperbanyak shalawat kepada Nabi

Muhammad Saw pada hari Jum’at}

Nama Ahmad bin Syu’aib Al- Komentar ulama terhadap perawi


Khurasany
Kunyah Abu Abdurrah Ulama Komentar
Laqob Abu Sa’id bin Tsiqoh,
Yunus Tsabat, Hafiz
Nasab An-Nasa’i dan Al- Kholili Hafidz
An- Nasawi
Kalangan Al- Mizzi Hafidz
T.hidup
Lahir 215 H
T. wafat
Th, wafat 303 H

Guru Murid
Qutaibah bin Said Abu Qasim Al- Thabarani
Ishaq bin Ibrahim Hamzah bin Muhammad Al-
Kinani

22
Nuruddin ‘Itr, Manhaj al-Naqd fiy’ Ulum al-Hadis, Damaskus, Dar al-Fikr, 1399 H./1979
M.,h. 344.
23
Uswatun Hasanah, Kritik Hadis, Palembang, Grafika Telindo Press, 2013, h. 6.
Hisyam bin A’mmar Abu Ja’far Al- Thahawi
Suwaid bin Nashr Al- Hasan bin Al- Khadir Al-
Asyuti
Ahmad bin ‘Abdah Adl Dabbi Abu Basyar Ad- Dulabi
Abu Thahir bin Ash- Sarh Abu Bakr Ahmad bin Muhammad
As- Sunni
Yusuf bin Isa Az- Zuhri Muhammad bin Ahmad bin Al-
Haddad Asy-Syafi’i
Ishaq bin Rahawaih Al- Hasan bin Rasyiq
Al- Harits bin Miskin Muhammad bin Mu’awiyah bin
Al- Ahmar Al- Andalusi
Imam Abu Dawud Ahmad bin Muhammad bin Isma’il
An- Nahhas An- Nahwi
• Meneliti perawi hadis di atas (Aus bin Aus)
Nama Aus bin Aus Komentar ulama terhadap perawi
Kunyah Ulama Komentar
Laqob Sahabat
Nasab Ats- Tsaqafiy
Kalangan Sahabat
T.hidup Syam
Lahir 215 H
T. wafat Dujail
Th, wafat 303 H

Guru Murid
Nabi Muhammad Saw Ubada bin Nusay
Abdullah bin Muhairiz
Abu Asma’ Ar- Rohabih
Abu Asy’Ats Ash- Shan’aniy
• Meneliti perawi hadis di atas ( Syahrahil bin Aadah)24
Nama Syahrahil bin Aadah Komentar ulama terhadap perawi
Kunyah Abu Al- Asy’Ats Ulama Komentar
Laqob Ibnu Hibban Tsiqoh
Nasab Ash- Shan’aniy Al- ‘Ajli Tsiqoh

Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal, Beirut,
24

Muassasah al-Risalah, 1978, Cet-33, h. 46.


Kalangan Tabi’in kalangan tua Adz-Dzahabi Tsiqoh
T.hidup Yaman Ibnu Hajar Tsiqoh
Al- Atsqolani
Lahir
T. wafat
Th, wafat

Guru Murid
Aus bin Aus As-Shaqofi Hassan bin Atiyyah
Tsauban Mauli Nabi Muhammad Rosyid bin Daud
Saw
Syadad bin Aus Al-Anshori Solih bin Jabalah
Nu’man bin Basyir Asim bin Makhlad
Murroh bin Ka’ab Abu Kilabah bin Zaid Al- Jaromiy
Abdullah bin Amr bin Ash Abdurrohman bin Yazid bin Jabir
Abu Huroiroh Abdul Qudus bin Habib As-Syami
Abi Jandal bin Suhail Ala bin Haris
Abi Asma’ Ar-Rohabi Sulaiman bin Abi Sa’ib
Ubadah bin Somat Muhammad bin Yazid Ar- Rohabi

• Meneliti perawi hadis di atas ( Abdurrahman bin Yazid bin Jabir)


nomor perawi 399625
Nama Abdurrahman bin Yazid Komentar ulama terhadap perawi
bin Jabir
Kunyah Abu Utbah Ulama Komentar
Laqob Ahmad bin Hambal Laisa bihi
ba’s
Nasab Al- Azdiy Ad- Daraniy Yahya bin Ma’in Tsiqoh
Kalangan Tabiut Tabi’in kalangan Abu Daud Tsiqoh
tua
T.hidup Syam Al-Ajli Tsiqoh
Lahir

Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet-18, h.
25

5.
T. wafat
Th, wafat 154 H

Guru Murid
Isma’il bin Ubaidillah bin Abi Al- Ayub bin Hasan Al- Jursyi
Muhajir
Busroh bin Ubaidillah Al- Hadromi Ayub bin Suwaid Ar- Romli
Bilal bin Sa’ad Basyri bin Bakri At- Tanaisi
Al- Haris bin Yamjud Al-Asy’ari Husain bin Ali Al-Jufi
Abi Tolha Hakim bin Dinar Hammad bin Malik Al- Asyja’i Al-
Harostani
Kholid bin Al- Lajlal Sa’id bin Abdul Aziz
Robiah bin Yazid Sodaqoh bin Kholid
Ruza’i bin Hayyan Abdullah bin Mubarok
Zaid bin Artoh Isa bin Yunus
Zaid bin Aslam Umar bin Abdul Wahid
• Meneliti perawi hadis di atas ( Al- Husain bin Ali bin Al- Walid) nomor
perawi 1364.26
Nama Al- Husain bin Ali bin Komentar ulama terhadap perawi
Al- Walid
Kunyah Abu Abdullah Ulama Komentar
Laqob Yahya bin Ma’in Tsiqoh
Nasab Al- Jufi Ibnu Hibban Tsiqoh
Kalangan Tabiut Tabi’in Ibnu Hajar Tsiqoh
kalangan biasa al- Asqolani
T.hidup Kufah
Lahir
T. wafat Kufah
Th, wafat 203 H

Guru Murid
Abi Musa Isroil bin Musa Al- Basri Ibrahim bin Yaqub Al- Juzjani
Ja’far bin Burqon Ahmad bin Sulaiman Ar- Ruhawih

26
Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet.6, h.
449.
Zaida bin Qudama Ahmad bin Abdullah bin Salih Al-
Ijla
Zahr bin Nu’man Al- Hadromi Ahmad bin Umar Al- Waqi’
Sulaiman Al-Amsy Abu Mas’ud Ahmad bin Furot Ar-
Rozi
Fadl bin Iyadh Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
Fadl bin Marzuq Ishaq bin Ibrohim bin Rohawih Al-
Hanzoli
Qosim bin Walid Al-Hamdani Ishaq bin Ibrohim bin Nasr Al-
Bukhori
Mujami’ bin Yahya Al- Anshori Ishaq bin Manshur Al- Kausaj
Walid bin Ali Al-Jufi Sabit bin Muhammad Az- Zahdi

• Meneliti perawi hadis di atas ( Ishaq bin Manshur bin Bahram) perawi
nomor 383.27
Nama Ishaq bin Manshur bin Komentar ulama terhadap perawi
Bahram
Kunyah Abu Yaqub Ulama Komentar
Laqob Al- Kawsaj Muslim Tsiqoh
Ma’mun
Nasab At-Tamimiy An- Nasa’i Tsiqoh
Tsabat
Kalangan Tabiul Atba’ kalangan Ibnu Hajar Tsiqoh
pertengahan al- Asqolani Tsabat
T.hidup Himish Abu Hatim Shaduq
Lahir
T. wafat Nihawand
Th, wafat 251 H

Guru Murid
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Jama’ah Sawa Abi Daud
Ishaq bin Rohawi Ibrohim bin Ishaq Al- Harobi
Ishaq bin Sulaiman Ar-Rozi Ibrohim bin Yaqub Al- Juzjani

Jamaluddin Abi Hajjaj Yusuf al- Mazzi, Tahzibul Kamal Fi Asma’i ar-Rijal,..., Cet. 2, h.
27

474.
Bisyri bin Syu’aib bin Abi Hamzah Abu Hamid Ahmad bin Hamdun
Al- A’ Masyi
Bisyri bin Umar Az-Zahroni Ahmad bin Sahl bin Bahri
Naisaburi
Buhlul bin Muwaroq Muhammad bin Musa Al- Ashomi
Ja’far bin Aun Abdullah bin Abu Daud
Hayyan bin Hilal Hasan bin Muhammad bin Jabir
bin Wakil Abi Amru Al- Khofafi
Hajaj bin Minhal Abu Hatim Muhammad bin Idris
Ar- Rozi
Husain bin Ali Al- Jufi Yaqub bin Sulaiman Al-Isfaroyuni

2. Kualitas Hadis

Menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ad-Daruqutni, dan Imam Nawawi

bahwa hadis tersebut dinilai sahih.28 Hadis ini dinilai sohih karena telah

memenuhi lima syarat hadis sahih ketersambungan sanad, perawi adil, perawinya

bersifat dhabit, terhindar dari syadz dan terhindar dari illat. Hadis tersebut

merupakan hadis sohih dari hasil penilaian di atas dilihat dari jalur sanadnya

semuanya bersambung tidak terputus, dari periwayatan yang pertamarnya sampai

akhir.

Sebelumnya, untuk mengetahui bahwa hadis ini sohih maka menggunakan

metode tahammul wal-ada yang digunakan seorang perawi, dan perlu

diperhatikan masa hidupnya, dan meneliti kebersambungan sanad. Adapun

Tahammul wal-ada menurut ulama hadis ialah menerima atau mendengar suatu

periwayatan hadis dari seorang guru dengan menggunakan dari beberapa metode

penerimaan hadis seperti perkataan haddsana, qola, akhbarona, anbana,

28
M. Tarsi Hawi, Terjemah Al- Azkar Imam Nawawi, Bandung, PT AL- Ma’arif, 1984, h,
339.
zakarona.29 hadis yang mukhorijnya An- Nasa’i di atas menggunakan lafaz

akhbarna dan haddasana hal ini menujukan bahwasanya terjadi liqo’ dari murid

dengan guru nya.

Dari komentar ulama terhadap para perawi hadis yang Mukhorijnya Sunan

An-Nasa’i tersebut yang bernilaikan(Tsiqoh, tsiqoh ma’mun, tsiqoh shabaq, hafiz,

shaduq, laisa bihi ba’as.) dan dalam segi matan bahwa hadis ini tidak

bertentangan dengan perintah Al-Qur’an dan tidak memiliki makna kejanggalan.

jadi dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian yang bagus menandakan bahwa

suatu periwayatan ini dapat dijadikan hujjah dan dapat memberikan kekuatannya

dalam meriwayatkan suatu hadis Nabi Muhammad Saw. Kesimpulannya, bahwa

hadis tersebut hadis sahih dan hadis yang dapat dijadikan hujjah.

3. Tela’ah Ma’anil Hadis Shalawat Pada Hari Jum’at

Hadis shalawat pada Nabi Muhammad Saw hari Jum’at tidak ditemukan

asbabul wurudnya namun, hadis ini hakikatnya perbuatan yang diridhoi Allah Swt

dan Rasulnya dan merupakan sunnah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad

Saw sebagai pedoman seluruh umat muslim. Di dalam hadis An-Nasa’i bahwa

Nabi Muhammad Saw mengajak untuk memperbanyak shalawat.

Adapun dalam dalil Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 56

29
Munzir Suparta dan Utang Ranuwijaya, Ilmu Hadis 2, Jakarta, Grafindo Persada, 1993, h.
150.
ٰۤ
‫صلُّ ْوا‬
َ ‫علَى النَّبِي ِِ يَاآاَيُّ َها الَّ ِذ ْينَ ا َمن ْوا‬
َ َ‫صلُّ ْون‬
َ ‫َّللاَ َو َمل ِٕى َكتَهِ ي‬
‫اِنَّ ه‬
‫س ِل ْي ًما‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
ْ َ ‫س ِلم ْوا ت‬ َ
Sesungguhnya Allah dan Malaikat–malaikatnya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56)

Ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah Swt terhadap kaum muslimin

berkaitan dengan hadis Nabi Muhammad Saw, dan istri-istri beliau, demikian juga

keistimewaan dan kemudahan yang Allah anugerahkan kepada beliau semua itu

disebabkan karena agungnya pribadi Nabi Muhammad Saw. Itulah yang

dikesankan oleh penempatan ayat di atas. Sungguh tidak dapat membayangkan

betapa tinggi kedudukan Nabi Muhammad Saw dan betapa cinta Allah Swt

kepada beliau.

Ayat dan perintah Allah Swt ini sungguh unik. Tidak ada satu perintah pun

yang diperintahkan Allah Swt yang sebelum memerintahkannya yang maha kuasa

menyampaikan bahwa dia pun melakukan, bahkan telah melakukan apa yang

diperintahkannya tidak ada satu yang demikian kecuali shalawat kepada Nabi

Muhammad Saw. Ayat ini menyatakan: sesungguhnya Allah Swt yang Maha

Agung lagi Maha Kuasa bahkan menghimpun segala sifat terpuji, dan demikian

malaikat-malaikatnya yang merupakan makhluk-makhluk suci, sangat cinta dan

kagum kepada Nabi Muhammad Saw, karena itu mereka, yakni Allah Swt

bersama semua malaikat, terus-menerus bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw,

yakni Allah melimpahkan rahmat dan anugerah dan malaikat bermohon kiranya

dipertinggi lagi derajat dan dicurahkan maghfiroh atas Nabi Muhammad Saw

yang merupakan makhluk Allah Swt yang termulia yang paling banyak jasanya
kepada manusia dalam memperkenalkan Allah Swt dan jalan lurus menuju

kebahagiaan.

Karena itu, hai orang- orang yang beriman, bershalawatlah kamu semua

untuknya yakni memohonlah kepada Allah Swt kiranya shalawat pun dicurahkan

kepada beliau dan hai orang- orang yang beriman hindarkanlah dari beliau segala

aib dan kekurangan serta sebut-sebutlah keistimewaan beliau dan jasa beliau dan

bersalamlah yakni ucapkan salam penghormatan kepada beliau yang sempurna

lagi penuhi tuntunan beliau.30

30
M. Quraish Shihab, Tafsir Al- Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al- Qur’an,
Jakarta, Lentera Hati, 2002, h,313-314.

Anda mungkin juga menyukai