0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan4 halaman

TUGAS 1 E-Leaning PLH

Dokumen ini adalah jawaban tugas mahasiswa bernama Ayu Putri Ananda dari Universitas Terbuka mengenai pendidikan lingkungan hidup. Ia menjelaskan manfaat pendidikan berwawasan lingkungan, keuntungan menjadi sekolah berwawasan lingkungan, langkah-langkah pengembangan pendidikan tersebut, serta sarana dan prasarana yang mendukungnya. Sekolah yang disebutkan, SDN Kebonsari Kulon 3, sudah menerapkan pendidikan lingkungan dengan baik dan termasuk dalam kategori sekolah adiwiyata.

Diunggah oleh

ayu putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan4 halaman

TUGAS 1 E-Leaning PLH

Dokumen ini adalah jawaban tugas mahasiswa bernama Ayu Putri Ananda dari Universitas Terbuka mengenai pendidikan lingkungan hidup. Ia menjelaskan manfaat pendidikan berwawasan lingkungan, keuntungan menjadi sekolah berwawasan lingkungan, langkah-langkah pengembangan pendidikan tersebut, serta sarana dan prasarana yang mendukungnya. Sekolah yang disebutkan, SDN Kebonsari Kulon 3, sudah menerapkan pendidikan lingkungan dengan baik dan termasuk dalam kategori sekolah adiwiyata.

Diunggah oleh

ayu putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : AYU PUTRI ANANDA

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 858921759

Kode/Nama Mata Kuliah : PEBI4223/PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Kode/Nama UT Daerah : 76 / JEMBER

Masa Ujian : 2024/2025 Genap (2024.2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
Jawaban :
 Saya mengajar di SDN KEBONSARI KULON 3 di Kec. Kanigaran, Kel. Kebonsari Kulon,
Kota Probolinggo
 Kondisi sekolah dalam pembelajaran lingungan sudah diterapkan dengan sangat baik. Sekolah
SDN KEBONSARI KULON 3 juga sudah termasuk sekolah adiwiyata. Lingkungan sekolah
juga sangat bersih dan asri. Siswa di sekolah juga sangat menjaga kebersihan lingkungan
sekolah.

1. Berikutnya 5 manfaat pendidikan berwawasan lingkungan


a. Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan : Membantu peserta didik memahami pentingnya
menjaga alam dan ekosistem sejak dini.
b. Membangun Sikap Bertanggung Jawab : Mendorong siswa untuk bersikap peduli, tidak
merusak lingkungan, dan ikut melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari.
c. Meningkatkan Perilaku Ramah Lingkungan : Mendorong kebiasaan positif seperti
membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan listrik, serta memilah sampah.
d. Mengembangkan Keterampilan Hidup Berkelanjutan : Melatih siswa membuat solusi
sederhana terhadap masalah lingkungan, seperti daur ulang, penghijauan, atau pengelolaan
sampah.
e. Membentuk Generasi yang Siap Menghadapi Isu Global : Membekali peserta didik dengan
pengetahuan dan sikap untuk ikut terlibat dalam isu-isu seperti perubahan iklim, polusi,
dan krisis energi di masa depan.

2. Berikut adalah 6 keuntungan menjadi sekolah berwawasan lingkungan :


a. Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat dan Nyaman : Sekolah menjadi lebih bersih,
hijau, dan asri, sehingga mendukung kenyamanan belajar siswa dan kesehatan warga
sekolah.
b. Meningkatkan Kepedulian dan Disiplin Siswa : Siswa terbiasa menjaga kebersihan,
membuang sampah pada tempatnya, dan menghargai lingkungan sejak dini.
c. Mengembangkan Budaya Hidup Berkelanjutan : Sekolah menanamkan nilai hemat energi,
daur ulang, dan pengurangan limbah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
d. Meningkatkan Citra dan Reputasi Sekolah : Sekolah dikenal sebagai lembaga yang peduli
lingkungan, inovatif, dan mendidik siswa secara holistik.
e. Menumbuhkan Inovasi dalam Pembelajaran : Guru terdorong menggunakan pendekatan
tematik dan kontekstual, mengaitkan pelajaran dengan isu lingkungan yang nyata.
f. Mendukung Program Nasional dan Global : Sekolah berkontribusi dalam gerakan nasional
seperti Adiwiyata, serta agenda global seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

3. Berikut 5 langkah yang dapat dilakukan sekolah untuk mengembangkan pendidikan


berwawasan lingkungan:
a. Membuat Kebijakan Sekolah Peduli Lingkungan : Sekolah menetapkan aturan dan visi
yang mendorong perilaku ramah lingkungan, seperti larangan membuang sampah
sembarangan atau penggunaan plastik sekali pakai.
b. Mengintegrasikan Materi Lingkungan ke Dalam Pembelajaran : Guru mengaitkan materi
pelajaran dengan isu lingkungan, misalnya membahas daur ulang pada pelajaran IPA atau
kebersihan lingkungan pada PPKn.
c. Menyediakan Sarana Pendukung Lingkungan : Sekolah menyediakan fasilitas seperti
tempat sampah terpilah, taman, kebun sekolah, dan pengolahan sampah sederhana.
d. Melibatkan Warga Sekolah dalam Kegiatan Lingkungan : Mengadakan program seperti
kerja bakti, menanam pohon, lomba kebersihan kelas, atau bank sampah yang melibatkan
siswa, guru, dan orang tua.
e. Menjalin Kerja Sama dengan Pihak Luar : Sekolah bekerja sama dengan dinas lingkungan
hidup, LSM, atau komunitas peduli lingkungan untuk pelatihan, bantuan fasilitas, dan
pendampingan kegiatan.

4. Berikut 5 sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya pendidikan berwawasan


lingkungan di sekolah:
a. Tempat Sampah Terpilah : Memfasilitasi pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3
(bahan berbahaya beracun), agar siswa belajar mengelola sampah sejak dini.
b. Taman atau Ruang Terbuka Hijau Sekolah : Menyediakan area hijau yang bisa digunakan
sebagai tempat belajar luar kelas, sekaligus menjadi paru-paru sekolah dan pelestari
keanekaragaman hayati.
c. Kebun Sekolah atau Tanaman Apotek Hidup : Sarana edukatif untuk mengenalkan tanaman
obat, sayur-sayuran, serta mengajarkan keterampilan bertani dan perawatan tanaman.
d. Instalasi Pengolahan Sampah atau Komposter : Untuk mengelola limbah organik menjadi
pupuk, sehingga siswa memahami proses daur ulang secara nyata.
e. Sarana Hemat Energi dan Air : Misalnya penggunaan keran otomatis, lampu hemat energi,
dan poster kampanye hemat listrik dan air, agar siswa terbiasa hidup hemat dan
bertanggung jawab.

Anda mungkin juga menyukai