0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan2 halaman

Strategi Pencegahan Risiko Siber

Dokumen ini membahas penerapan blockchain untuk meningkatkan keamanan transaksi digital dengan langkah-langkah seperti identifikasi kebutuhan sistem dan integrasi dengan infrastruktur yang ada. Tantangan yang dihadapi termasuk masalah teknis, regulasi, biaya, dan adopsi teknologi, yang dapat diatasi melalui solusi teknis, kolaborasi, dan edukasi. Rekomendasi untuk pemangku kepentingan mencakup pengembangan regulasi dan investasi dalam penelitian serta pengembangan blockchain.

Diunggah oleh

Silvia Nur Alifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan2 halaman

Strategi Pencegahan Risiko Siber

Dokumen ini membahas penerapan blockchain untuk meningkatkan keamanan transaksi digital dengan langkah-langkah seperti identifikasi kebutuhan sistem dan integrasi dengan infrastruktur yang ada. Tantangan yang dihadapi termasuk masalah teknis, regulasi, biaya, dan adopsi teknologi, yang dapat diatasi melalui solusi teknis, kolaborasi, dan edukasi. Rekomendasi untuk pemangku kepentingan mencakup pengembangan regulasi dan investasi dalam penelitian serta pengembangan blockchain.

Diunggah oleh

Silvia Nur Alifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Strategi Pencegahan Risiko Siber: Implementasi Blockchain dalam Sistem

Keamanan Transaksi Digital

1. Langkah-Langkah Penerapan Blockchain untuk Keamanan Digital


a. Identifikasi Kebutuhan Sistem
- Analisis kerentanan transaksi digital (e.g., fraud, data breach) dan
tentukan fitur blockchain yang relevan (e.g., immutability, smart
contracts).
b. Pemilihan Jenis Blockchain
- Private/Consortium Blockchain: Untuk kontrol terpusat (contoh:
perbankan).
- Public Blockchain: Untuk transparansi penuh (contoh:
cryptocurrency).
c. Integrasi dengan Infrastruktur Existing
- Gunakan API atau middleware untuk menghubungkan blockchain
dengan sistem legacy.
d. Implementasi Smart Contracts
- Otomasi transaksi dengan ketentuan yang di program (e.g., verifikasi
identifikasi digital).

Referensi:
- [Zheng et al. (2018), "Blockchain Challenges and Opportunities: A Survey"]
([Link]
(International Journal of Information Management).

2. Tantangan Implementasi
a. Teknis
- Scalability: Jaringan blockchain (e.g., Ethereum) memiliki
throughput terbatas (~15 TPS vs. Visa’s 24,000 TPS).
- Interoperabilitas: Kesulitan integrasi antar-platform blockchain.
b. Regulasi
- Ketidakjelasan hukum di beberapa negara (e.g., status smart
contracts).
c. Biaya
- Biaya energi tinggi untuk Proof-of-Work (PoW) dan pengembangan
infrastruktur.
d. Adopsi Teknologi
- Resistensi organisasi terhadap perubahan sistem tradisional.

Referensi:
- [Beck et al. (2018), "Blockchain Technology in Finance"]
([Link]
(Technological Forecasting and Social Change).

3. Strategi Mengatasi Hambatan


a. Solusi Teknis
- Gunakan sharding (e.g., Ethereum 2.0) atau layer-2 solutions (e.g.,
Lightning Network) untuk meningkatkan skalabilitas.
b. Kolaborasi Regulator
- Sinkronisasi kebijakan antar-negara (contoh: GDPR-compliance
blockchain).
c. Efisiensi Biaya
- Adopsi Proof-of-Stake (PoS) untuk mengurangi konsumsi energi.
d. Edukasi dan Pilot Project
- Pelatihan SDM dan proyek percontohan di sektor publik (e.g., [Dubai
Blockchain Strategy]([Link]

Referensi:
- [Tapscott & Tapscott (2017), "How Blockchain is Changing Finance"]
([Link] (Harvard Business
Review).

4. Rekomendasi untuk Stakeholders


a. Pengambilan kebijakan
- Buat regulasi sandbox untuk uji coba blockchain
b. Industri
- Investasi dalam R&D hydrid blockchain
c. Pengembang
- Prioritas keamanan kontrak
Referensi:
- [Nakamoto (2008), "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System"]
[Link] (Whitepaper Bitcoin).

Kesimpulan
Blockchain menawarkan solusi keamanan transaksi digital melalui desentralisasi dan
transparansi, tetapi memerlukan pendekatan holistik untuk mengatasi tantangan teknis
dan non-teknis. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi krusial untuk
adopsi massal.

Referensi Tambahan:
- [IEEE Survey on Blockchain Security (2021)]
([Link]
- [World Economic Forum Report on Blockchain Governance (2020)]
([Link]

Anda mungkin juga menyukai