0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan3 halaman

Diskusi 1

Dokumen ini membahas kesulitan yang dihadapi dalam praktikum simbiosis di SD, seperti identifikasi organisme, akses lokasi, observasi, penyelidikan waktu, dan etika. Penulis mengusulkan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut dan menekankan pentingnya modifikasi praktikum untuk diterapkan di kelas. Praktikum simbiosis dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga, meskipun sumber daya di daerah tertentu mungkin terbatas.

Diunggah oleh

agustinintan1997
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan3 halaman

Diskusi 1

Dokumen ini membahas kesulitan yang dihadapi dalam praktikum simbiosis di SD, seperti identifikasi organisme, akses lokasi, observasi, penyelidikan waktu, dan etika. Penulis mengusulkan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut dan menekankan pentingnya modifikasi praktikum untuk diterapkan di kelas. Praktikum simbiosis dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga, meskipun sumber daya di daerah tertentu mungkin terbatas.

Diunggah oleh

agustinintan1997
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MATA KULIAH

Praktikum Ipa di SD
Diskusi 1

Nama : Agustin Intan Nindyasari J.


Nim : 858972375

UPBJJ UT JEMBER
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2025
DISKUSI 1 PRAKTIKUM IPA DI SD

Soal :

Ketika Anda melakukan praktikum secara mandiri yaitu praktikum simbiosis, uraikan kesulitan
yang Anda temui di lapangan dan bagaimana upaya yang Anda lakukan untuk mengatasi
kesulitan tersebut? Apakah praktikum simbiosis yang Anda lakukan dapat diterapkan di kelas
Anda jelaskan!

Jawaban :

Menurut saya Praktikum simbiosis sering melibatkan studi interaksi antara dua organisme yang
berbeda, seperti simbiosis mutualisme, parasitisme, atau komensalisme. Berikut beberapa
kesulitan yang mungkin timbul dan cara mengatasinya:

a. Identifikasi Organisme: Salah satu kesulitan utama dalam praktikum simbiosis adalah
mengidentifikasi organisme yang terlibat dalam hubungan simbiotik. Organisme yang
terlibat dalam simbiosis seringkali tidak mudah ditemukan atau dikenali. Solusi untuk ini
adalah dengan menggunakan sumber literatur, panduan lapangan, atau bantuan dari
instruktur atau ahli biologi.
b. Lokasi dan Akses: Kadang-kadang, organisme yang menjadi objek studi simbiosis hanya
dapat ditemukan di lokasi tertentu, seperti hutan, sungai, atau lingkungan alami lainnya.
Akses ke lokasi tersebut mungkin menjadi kendala. Upaya untuk mengatasi ini
melibatkan perencanaan sebelumnya, izin yang diperlukan, dan mungkin perjalanan yang
memakan waktu.
c. Observasi yang Memadai: Untuk memahami hubungan simbiotik dengan baik, perlu
dilakukan observasi yang cermat dan detail terhadap organisme yang terlibat.
Keterampilan observasi yang baik dan penggunaan alat bantu seperti mikroskop atau
kamera dapat membantu mengatasi kesulitan ini.
d. Penyelidikan Waktu: Beberapa jenis simbiosis mungkin berlangsung dalam waktu yang
lama atau hanya terjadi pada musim tertentu. Oleh karena itu, praktikum simbiosis yang
singkat mungkin tidak mencakup seluruh siklus atau interaksi. Untuk mengatasi ini,
penelitian dapat dilakukan selama periode yang lebih panjang atau berulang.
e. Penyelidikan Etika: Dalam beberapa kasus, studi simbiosis yang melibatkan organisme
hidup dapat memiliki pertimbangan etika. Menghormati dan memahami etika penelitian
biologi dan konservasi penting dalam mengatasi masalah ini.

Apakah praktikum simbiosis yang dilakukan dapat diterapkan di kelas akan tergantung pada
sumber daya yang tersedia dan tingkat kesulitan praktikum tersebut. Beberapa praktikum
simbiosis mungkin dapat disederhanakan atau dimodifikasi untuk digunakan di kelas, sementara
yang lain mungkin memerlukan sumber daya dan lingkungan yang khusus. Hal terpenting adalah
memastikan bahwa tujuan pembelajaran utama tetap tercapai dan siswa memahami konsep-
konsep simbiosis dan interaksi antarorganisme dengan baik. Jika sumber daya dan waktu
memungkinkan, memperluas pengalaman praktikum ke lapangan dapat memberikan pengalaman
yang lebih mendalam dan berharga bagi siswa. Apalagi di daerah saya mengajar yaitu kabupaten
jembrana kelurahan gilimanuk disini untuk mempraktekkan apa dan Bagaimana itu simbiosis
sangat terbatas karena disini hanya ada laut dan jarang sekali ada pertenakan dan Perkebunan.

Anda mungkin juga menyukai