Nama : Sugiantoro
NIM : 020526535
Kelas : Logika-52
Tugas.2
Pada Tugas 2 ini, buatlah tulisan tentang Proposisi Kategoris beserta contohnya.
Panjang tulisan minimal dua halaman kwarto, 1,5 spasi, font Arial 11.
Proposisi Kategoris
Proposisi kategoris adalah merupakan pangkal pikir penalaran kategoris yang
merupakan hubungan dua term yang dapat diungkapkan dalam bentuk diagram himpunan
yang dapat digunakan sebagai alat formal pembuktian sah tidaknya suatu penalaran.
Unsur dasar proposisi kategoris adalah term sebagai subjek dan term sebagai predikat dan
masing-masing tidak dapat dihilangkan, keduanya harus ada jika tidak ada salah satu
maka akan menjadi proposisi tunggal. Sebagai unsur tambahan yaitu kopula dan kuantor.
Proposisi kategoris didefinisikan sebagai "pernyataan yang terdiri atas hubungan dua
term sebagai subjek dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah". Sehingga dari segi
bahasa merupakan kalimat deklaratif atau kalimat berita.
Subjek dan predikat masing-masing ada dua macam, subjek universal dan subjek
partikular serta predikat afirmatif dan predikat negatif. Sehingga jika dihubungkan terwujud
empat macam proposisi kategoris, yaitu:
a. Proposisi Universal Afirmatif (A) adalah pernyataan umum yang mengakui
adanya hubungan term subyek dan term predikat.
Contoh : Semua peserta tuton mata kuliah logika dapat nilai baik. Ini dibaca
secara singkat "semua S adalah P", "Setiap S adalah P".
b. Proposisi Universal Negatif (E) adalah pernyataan umum yang mengingkari
adanya hubungan term subyek dan term predikat.
Contoh : Peserta kursus logika bukan seorang guru. Ini dibaca "semua S bukan
P", "setiap S tidak P".
c. Proposisi Partikular Afirmatif (I) adalah pernyataan khusus yang mengakui
adanya hubungan term subyek dan term predikat.
Contoh : Beberapa peserta tuton mata kuliah logika dapat nilai jelek. Ini dibaca
"ada S yang P", "sebagian S adalah P", "beberapa S adalah P".
d. Proposisi Partikular Negatif (O) adalah pernyataan khusus yang mengingkari
adanya hubungan term subyek dan term predikat.
Contoh: Sebagian rakyat Indonesia tidak beragama Islam. Dibaca "ada S bukan
P", "sebagian S bukan P", "beberapa S bukan P".
Proposisi kategoris menunjukkan adanya hubungan dua term dan dua pengertian
sebagai subjek dan predikat maka hubungan tersebut dapat diingkari pernyataannya
dengan negasi proposisi kategoris. Berdasarkan denotasi yang dihubungkan, dapat
dibedakan menjadi tujuh macam negasi proposisi kategoris, yaitu:
a. Proposisi "negasi universal afirmatif ekuivalen" adalah pernyataan ingkaran
umum mengakui persamaan term subyek dan term predikat.
Contoh: "Bukan semua warga negara Indonesia adalah rakyat Indonesia".
Dalam diagram itu bukan S dan bukan P, berarti "Bukan semua warga negara
Indonesia adalah bukan rakyat Indonesia", Jadi non S sama dengan non P.
b. Proposisi "negasi universal afirmatif implikasi" adalah pernyataan ingkaran
umum mengakui semua term subyek adalah bagian dari term predikat.
Contoh: "Tidak setiap warga negara Indonesia berketuhanan Yang Maha Esa".
Dalam diagram itu, ada dua pengertian: X1 bukan S dalam P, berarti "bukan warga
negara Indonesia berketuhanan Yang Maha Esa"; X2 bukan S dan bukan P, berarti
"bukan warga negara Indonesia yang tidak berketuhanan Yang Maha Esa".
c. Proposisi "negasi universal negative eksklusif" adalah pernyataan ingkaran
umum mengingkari adanya hubungan term subyek dan term predikat.
Contoh:"Bukan rakyat Indonesia tidak boleh mengikuti aliran komunis".
Dalam diagram itu, ada dua pernyataan: X1 bukan S tetapi masuk dalam P, berarti
"bukan rakyat Indonesia yang mengikuti aliran komunis"; X2, bukan S dan bukan P,
berarti "bukan rakyat Indonesia yang tidak mengikuti aliran komunis".
d. Proposisi "negasi particular afirmatif inklusif "adalah pernyataan ingkaran
khusus mengakui sebagian term subyek adalah bagian dari term predikat.
Contoh: "Bukan sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing".
Dalam diagram itu, ada 3 pernyataan, yaitu X1, anggota S yang bukan P, berarti
"ada rakyat Indonesia yang bukan keturunan asing", X2, bukan anggota S tapi
masuk dalam P, berarti "tidak ada rakyat Indonesia yang keturunan asing"; serta X3,
bukan S dan bukan P, berarti "tidak ada rakyat Indonesia yang bukan keturunan
asing".
e. Proposisi "negasi particular afirmatif implikasi" adalah pernyataan ingkaran
khusus mengakui sebagian term subyek adalah term predikat.
Contoh: "Tidak ada sebagian rakyat Indonesia adalah warga Partai Demokrasi
Indonesia".
Dalam diagram itu, ada 2 pernyataan, yaitu X1, anggota S yang bukan P, berarti
"sebagian rakyat Indonesia bukan warga Partai Demokrasi Indonesia"; X2, bukan S
yang bukan P, berarti "bukan rakyat Indonesia yang bukan warga Partai Demokrasi
Indonesia".
f. Proposisi "negasi particular negatif inklusif" adalah pernyataan ingkaran khusus
mengingkari sebagian term subyek bukan adalah bagian dari term predikat.
Contoh: "Bukan sebagian Sarjana Hukum bukan ahli politik".
Dalam diagram itu, ada 3 pernyataan, yaitu X1, anggota S dan anggota P, berarti
"sebagian Sarjana Hukum yang ahli politik"; X2, bukan S tetapi anggota P, berarti
"bukan Sarjana Hukum yang ahli politik"; X3, bukan S dan bukan P, berarti "bukan
Sarjana Hukum yang bukan ahli politik".
g. Proposisi "negasi partikular negatif implikasi" adalah pernyataan ingkaran
khusus mengingkari sebagian term subyek bukan adalah term predikat. Negasi
proposisi kategoris pun bisa dijelaskan dengan diagram himpunan.
Contoh: "Tidak sebagian manusia bukan bangsa Indonesia".
Dalam diagram itu, ada 2 pernyataan: X1, anggota S dan anggota P, berarti
"sebagian manusia adalah bangsa Indonesia"; X2, bukan anggota S dan bukan
anggota P, berarti "semua bukan manusia adalah bukan bangsa Indonesia".
Ref. - BMP ISIP4211 Logika
- Inisiasi 4 Proposisi Kategoris