Diskusi 1
ETIKA ADMINISTRASI PEMERINTAHAN ADPU4533
MARNIATI
043502087
Soal
Silakan Anda diskusikan pertanyaan berikut ini:
1. Menjelaskan dengan contoh untuk membedakan antara etika pemerintahan dan
etika pemerintahan pemerintahan?
(Untuk menjawab diskusi ini, Anda harus mempelajari terlebih dahulu studi
tentang etika umum dan etika administrasi pemerintahan khususnya)
2. jelaskan dengan kalimat Anda sendiri keterkaitan antara filsafat sistematis, etika,
dan moralitas!
(Untuk memudahkan penjelasan, berikan contohnya)
Petunjuk dalam melakukan diskusi:
Silakan Anda kemukakan pendapat Anda berdasarkan teori, bersumber dari BMP, dan
sumber-sumber lain yang relevan serta dasar hukum yang berlaku saat ini. Jangan lupa
cantumkan sumber referensi.
Jawaban
Assalamulaikum Warahmatullahi wabarakatuh………..
Salam hormat Dosen Tuton….
Ijin Menjawab…
Jawaban 1.
1. Etika Pemerintahan
Definisi: Etika pemerintahan adalah prinsip moral dan nilai-nilai dasar yang menjadi
pedoman bagi seluruh tindakan dalam penyelenggaraan kekuasaan dan
pemerintahan. Etika ini bersifat umum, berlaku untuk semua aktor dalam sistem
pemerintahan, termasuk pejabat politik, lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif.
Fokus:
- Nilai-nilai demokrasi
- Keadilan sosial
- Transparansi dan akuntabilitas public
- Kepentingan umum di atas kepentingan pribadi/golongan
Contoh: Seorang anggota legislatif tidak boleh menerima suap dalam membuat
undang-undang karena hal itu melanggar prinsip etika pemerintahan — yaitu keadilan
dan kepentingan publik.
2. Etika Administrasi Pemerintahan
Definisi: Etika administrasi pemerintahan adalah bagian dari etika pemerintahan yang
secara khusus mengatur tindakan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan
tugas-tugas administrasi negara secara profesional, efisien, dan akuntabel.
Fokus:
- Disiplin birokrasi
- Kepatuhan terhadap prosedur
- Profesionalisme aparatur
- Netralitas politik ASN
- Pelayanan publik
Contoh: Seorang pegawai dinas kependudukan yang meminta bayaran tambahan untuk
mempercepat pembuatan KTP melanggar etika administrasi pemerintahan, karena
seharusnya pelayanan publik dilakukan secara adil dan sesuai prosedur.
Perbandingan Singkat:
Aspek Erika Pemerintahan Etika Administrasi Pemerintahan
Cakupan Umum, Seluruh Peyelenggara Khusus, Aparatur birokrasi/ASN
Negara
Fokus Nilai-nilai politik,kekuasaan, public Disiplin, prosedur, pelayanan
Contoh Suao Anggota DPR ASN meminta pungli untuk
Pelanggaran layanan
Tujuan Pemerintahan yang adil dan Administrasi yang Profesional
Demokratis dan bersih
Jawaban 2.
Keterkaitan Filsafat Sistematis, Etika, dan Moralitas
1. Filsafat Sistematis
Adalah cabang filsafat yang menyusun pemikiran secara logis, runtut, dan
mendalam untuk memahami hakikat realitas, kebenaran, dan nilai-nilai hidup
manusia.
2. Etika
Merupakan bagian dari filsafat sistematis yang secara khusus membahas tentang
nilai-nilai moral, tentang baik dan buruk, serta bagaimana manusia seharusnya
bertindak.
3. Moralitas
Adalah penerapan nyata dari nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.
Moralitas bisa berasal dari budaya, agama, atau norma sosial yang berlaku.
Hubungannya:
- Filsafat sistematis - memberi kerangka berpikir logis dan mendalam.
- Dari situ lahir etika - sebagai cabang yang membahas nilai dan tindakan manusia
secara normatif.
- Lalu, moralitas - adalah praktik hidup sehari-hari berdasarkan panduan etika itu.
Contoh:
seorang ASN (Aparatur Sipil Negara):
- Dari filsafat sistematis, kita belajar bahwa manusia punya akal budi dan tanggung
jawab sosial.
- Lalu dari etika, kita tahu bahwa sebagai ASN, kita harus bersikap adil, jujur, dan
melayani publik tanpa diskriminasi.
- Dalam praktik moralitas, kita menolak uang jasa (pelican) saat melayani masyarakat,
karena itu melanggar prinsip kejujuran dan keadilan.
RingkasanKonsep Penjelasan Sederhananya :
Filsafat Sistematis - Cara berpikir logis dan mendalam tentang hidup
Etika-Ilmu tentang benar dan salah secara normatif
Moralitas-Tindakan nyata sesuai nilai-nilai baik dan buruk
Sekian jawaban dari saya……
[Link]
Referensi :
1. ADPU4433 – Perencanaan Kota– Iwan Kustiwan, Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka, 2014
2. Sedarmayanti. (2012).
Etika Administrasi Publik. Bandung: Refika Aditama.
3. Dwiyanto, Agus. (2006).
Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
4. UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
5. Sumaryono, E. (1995).
Etika Profesi. Yogyakarta: Kanisius.
→ Relevan untuk memahami penerapan etika dalam kehidupan profesional dan
kaitannya dengan moral sehari-hari.