0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Klasifikasi Kelas Kata dalam Bahasa Inggris

Dokumen ini menjelaskan tentang bagian-bagian dari kata (parts of speech) dalam bahasa Inggris, yang terdiri dari delapan jenis: noun, pronoun, verb, adjective, dan adverb. Setiap jenis kata dijelaskan dengan definisi dan contoh kalimat untuk memperjelas penggunaannya. Pemahaman tentang parts of speech sangat penting dalam membentuk kalimat yang benar dan efektif.

Diunggah oleh

andreassihombing144
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Klasifikasi Kelas Kata dalam Bahasa Inggris

Dokumen ini menjelaskan tentang bagian-bagian dari kata (parts of speech) dalam bahasa Inggris, yang terdiri dari delapan jenis: noun, pronoun, verb, adjective, dan adverb. Setiap jenis kata dijelaskan dengan definisi dan contoh kalimat untuk memperjelas penggunaannya. Pemahaman tentang parts of speech sangat penting dalam membentuk kalimat yang benar dan efektif.

Diunggah oleh

andreassihombing144
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PARTS OF SPEECH ( KELAS KATA)

Guru Pembina : Sir Kd

Disusun Oleh :

1. Ahasenda Panjaitan
2. Aurel Simarmata
3. Bernad Habeaan
4. Chacha Sinaga

SMA NEGERI 1 SIDIKALANG


T.A 2024/2025
Part of speech merupakan klasifikasi kata yang dikategorikan melalui peran serta
fungsi dalam kalimat dari suatu bahasa. Part of speech memiliki peranan penting untuk
membentuk sebuah kalimat. Selain itu, part of speech merupakan langkah pertama yang
perlu Anda pelajari ketika belajar Bahasa Inggris, kegunaannya adalah untuk memahami
bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris. Part of speech terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
1. Noun / kata benda
Noun atau kata benda digunakan untuk memberikan nama orang, benda, hewan,
tempat, ide atau [Link] dengan namanya, noun digunakan untuk menandai
suatu benda. Biasanya pada awal kata noun terdapat partikel a, an atau [Link]-jenis
noun serta contohnya:

a) Countable atau dapat dihitung, noun satu ini adalah kata benda yang dapat
dihitung, contohnya book, car, phone, bottle. Kalimat tersebut merupakan noun
countable,
karena jelas dapat dihitung jumlahnya dengan mudah.

1. The archivist discovered several forgotten manuscripts in the old library.


(Arsiparis menemukan beberapa naskah kuno yang terlupakan di
perpustakaan lama.)
2. She collected rare fossils during her expedition to the desert. (Dia
mengumpulkan fosil langka selama ekspedisinya ke gurun.)
3. There were dozens of fireflies glowing above the meadow at night. (Ada
puluhan kunang-kunang yang bersinar di atas padang rumput pada malam
hari.)
b) Uncountable, merupakan kebalikan dari countable. Noun jenis ini tidak dapat
dihitung jumlahnya, atau benda-benda yang berjumlah sangat banyak sehingga tidak
dapat [Link] adalah sand, rice, milk, snow.

1. The scientist examined the ancient pollen trapped in the amber. (Ilmuwan itu
meneliti serbuk sari kuno yang terperangkap dalam batu ambar.)
2. The researcher studied the effects of industrial waste on marine life. (Peneliti
itu mempelajari dampak limbah industri terhadap kehidupan laut.)
3. The construction workers mixed sand with cement to make concrete. (Para
pekerja konstruksi mencampur pasir dengan semen untuk membuat beton.)
c) Proper Noun merupakan noun yang berwujud nama atau julukan, sehingga
huruf depannya berkapital, proper noun dapat disebut juga sebagai noun yang
spesifik merujuk pada penamaan suatu benda, julukan maupun nama. Contohnya
Indonesia, England, Everest, Sahara, Simone dan lain sebagainya.

1. Mount Everest is the highest mountain in the world. (Gunung Everest adalah
gunung tertinggi di dunia.)
2. Tokyo is known for its blend of modern architecture and tradition. (Tokyo
dikenal karena perpaduan arsitektur modern dan tradisinya.)
3. Einstein developed the theory of relativity in the early 20th century. (Einstein
mengembangkan teori relativitas pada awal abad ke-20.)
d) Common Noun, kebalikan dari proper noun, common noun merupakan
noun yang common atau umum, sehingga huruf depan common noun tidak
berkapital.
Contohnya, country, city, mount, month. Keempat noun tersebut tidak menyebutkan
secara spesifik nama dari country, city, mount serta month yang dimaksud dalam
suatu kalimat.
1. She put her notebook on the table and started writing. (Dia meletakkan buku
catatan di meja dan mulai menulis.)
2. He grabbed his jacket and walked out into the rain. (Dia mengambil jaketnya
dan keluar ke dalam hujan.)
3. The lamp on the nightstand was still on when she went to bed. ( Lampu di atas
meja samping tempat tidur masih menyala saat dia pergi.)
e) Abstract noun, sesuai dengan namanya, noun ini menyatakan hal-hal yang bersifat
abstrak seperti ide, konsep, keadaan, perasaan dan lain sebagainya. Contohnya ftime,
idea, imagination.
1. The freedom of expression is essential in a democratic society. (Kebebasan
berekspresi sangat penting dalam masyarakat demokratis.)
2. His curiosity led him to explore the unknown regions of the world. (Rasa
ingin tahu-nya membawanya untuk menjelajahi wilayah yang belum dikenal
di dunia.)
3. The courage to stand up for what is right inspired many people. (Keberanian
untuk membela apa yang benar menginspirasi banyak orang.)
f) Concrete noun, noun ini merupakan sesuatu yang berwujud nyata dan kata
tersebut berupa material. Contohnya cheese, chocolate, table, hat.
1. The stone in her hand was smooth and cool to the touch. (Batu di tangannya
terasa halus dan dingin saat disentuh.)
2. He carefully placed the piano in the corner of the room. (Dia dengan hati-hati
meletakkan piano di sudut ruangan.)
3. The cup on the shelf was cracked, but still in use. (Cangkir di rak itu retak,
tapi masih digunakan.)

g) Collective noun, merupakan kata benda atau noun yang bersifat kolektif atau
kumpulan atau nama kelompok atau merujuk pada sekelompok hewan, orang
maupun benda-benda. Contohnya couple, staff, government, utensils, family.
1. The swarm of bees buzzed around the garden, collecting pollen. (Rombongan
lebah berdesir di sekitar taman, mengumpulkan serbuk sari.)
2. The flock of birds flew south for the winter. (Sekumpulan burung terbang ke
selatan untuk musim dingin.)
3. The team worked late into the night to finish the project. (Tim bekerja hingga
larut malam untuk menyelesaikan proyek.)

2. Pronoun / kata ganti


Pronoun merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan kata
[Link] pronoun dapat mencegah terjadinya pengulangan kata yang dapat
menyebabkan wacana yang terbangun tidak baik. Pronoun seperti halnya noun
memiliki beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut.
a) Personal pronoun merupakan pronoun untuk menggantikan kata tunjuk orang, yaitu
I,You, We,, They, He, She, It, Them.
1. I kinda like this song, it’s chill. (Aku lumayan suka lagu ini, enak aja
didengerin.)
2. You seriously need to try this burger. (Kamu harus banget coba burger ini.)
3. They always show up late, no surprise. (Mereka selalu telat, udah biasa.)
b) Demonstrative pronoun, untuk menggantikan kata tunjuk sesuai dengan jumlah serta
jarak. Contohnya this, that, these, those.
1. This ain’t what I signed up for. (Ini bukan yang aku harapkan dari awal.)
2. That which you seek lies beyond the forest. (Itu yang kamu cari terletak di
balik hutan.)
3. Those ain’t your fries anymore, bro. (Itu bukan kentang gorengmu lagi, bro.)

c) Interrogative, untuk mengajukan pertanyaan. Contohnya who, which, whom,


whose, what.
1. Whom did you invite to the party? (Siapa yang kamu undang ke
pestanya?)
2. Whose idea was it to microwave pizza with the box? (Ide siapa itu
masak pizza masih dalam kotaknya?)
3. Which of these socks smells less terrible? (Yang mana dari kaus kaki
ini yang baunya paling mendingan?)

d) Indefinite, untuk menyatakan hal umum. Contohnya another, anything, everyone,


everything, someone, none, nothing, anywhere.
1. Nobody told me there was free pizza. (Nggak ada seorang pun yang ngasih
tahu kalau ada pizza gratis.)
2. Something smells weird in the fridge…(Ada sesuatu yang baunya aneh di
kulkas...)
3. Each of them brought their own snack, surprisingly. (Masing-masing dari
mereka bawa cemilan sendiri, anehnya.)

e) Possessive, untuk menunjukan kepunyaan atau kepemilikan, contohnya mine, yours,


hers,his.
1. That sandwich isn’t mine, I swear. (Sandwich itu bukan punyaku, sumpah.)
2. I thought this charger was yours, not his. (Kupikir charger ini punyamu,
bukan punyanya.)
3. The decision is theirs, not ours. (Keputusannya punya mereka, bukan punya
kita.)

f) Reciprocal pronoun, untuk menunjukan kata ketika dua atau lebih dari subjek
melaukan satu aksi yang sama terhadap satu sama lain. Contohnya each other, one
another.
1. The artists exchanged ideas with each other in a collaborative workshop. (Para
seniman saling bertukar ide dengan satu sama lain dalam lokakarya
kolaboratif.)
2. The professors debated various theories with one another during the
conference. (Para profesor saling memperdebatkan berbagai teori dengan
sesama mereka selama konferensi.)
3. The children helped each other build the sandcastle at the beach. (Anak-anak
saling membantu satu sama lain membangun istana pasir di pantai.)
g) Relative pronoun, untuk relative clause. Contohnya who, which, whom, whose.
1. The artist whom the critics praised recently is hosting an exhibition next
month. (Seniman yang baru-baru ini dipuji oleh para kritikus sedang
mengadakan pameran bulan depan.)
2. The mansion whose windows overlook the lake has been abandoned for years.
(Rumah besar yang jendelanya menghadap danau telah ditinggalkan selama
bertahun-tahun.)
3. The scientist whose theory was rejected is still working on new research.
(Ilmuwan yang teorinya ditolak masih bekerja pada penelitian baru.)

h) Reflexive, untuk menyatakan bahwa subjek menerima aksi dari verb. Contohnya,
myself, yourself, ourselves, themselves.
1. He blamed himself for the failure of the project, even though it wasn’t
entirely his fault. (Dia menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan proyek
tersebut, meskipun itu tidak sepenuhnya salahnya.)
2. The children entertained themselves by building a fort out of blankets.
(Anak-anak menghibur diri mereka sendiri dengan membangun benteng
dari selimut.)
3. She reminded herself to stay calm during the stressful situation. (Dia
mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap tenang selama situasi yang penuh
tekanan.)

i) Intensive ,untuk menekan kan subejak dalam kalimat. contohnya, himself, herself,
ourselves, themselves.
1. The president himself signed the new policy into law. (Presiden itu sendiri
menandatangani kebijakan baru tersebut menjadi undang-undang.)
2. The director herself chose the cast for the film.(Sutradara itu sendiri memilih
para pemain untuk film tersebut.)
3. The professor himself gave the lecture on quantum physics. (Profesor itu
sendiri yang memberikan kuliah tentang fisika kuantum.)

3. Verb/kata kerja
Verb merupakan kata kerja yang digunakan untuk mengekspresikan aksi, tindakan
atau keadaan dari subjek untuk menunjukan peristiwa atau [Link] memiliki 3
macam, diantaranya:
a) Transitive verb. Menunjukan tindakan atau kepemilikan dan penggunaanya
dilanjutkan dengan direct object. Contohnya sebagai berikut have, give ride, ask,
buy, hit, make, show, eat, drink, sit, stand.
1. She grabbed a cup of coffee before heading out. (Dia mengambil secangkir
kopi sebelum berangkat.)
2. He painted the fence over the weekend. (Dia mengecat pagar selama akhir
pekan.)
3. They fixed the car after it broke down. (Mereka memperbaiki mobil setelah
mogok.)

b) Action verb intransitive. Kebalikan dari transitive verb, menunjukan tindakan


namun tidak diikuti dengan direct object. Contohnya arrive, rise, wait, come,
go, smile, wait.
1. She sleeps early every day.(Dia tidur lebih awal setiap hari.)
2. The baby cried loudly.(Bayi itu menangis dengan keras.)
3. We arrived late to the party. (Kami tiba terlambat di pesta.)
c) Linking verb, kata kerja yang menunjukan penghubung subjek. Contohnya taste,
be, remain, act, look seem.
1. The sky grew darker as the storm approached. (Langit menjadi lebih gelap
saat badai mendekat.)
2. She remained calm despite the chaos around her. ( Dia tetap tenang
meskipun ada kekacauan di sekitarnya.)
3. His idea seems reasonable given the circumstances. (Idenya terlihat masuk
akal mengingat situasinya.)

4. Adjective / kata sifat


Adjective merupakan kata sifat yang digunakan untuk memberikan keterangan
pada noun maupun pronoun. Jenis-jenis adjective adalah sebagai berikut.

a) Descriptive adjective, menjelaskan sifat atau karakter benda. Contohnya beautiful,


cute, handsome, dst.
1. The soup tasted bland without any spices. (Sup itu terasa hambar tanpa
bumbu apa pun.)
2. She has a neat handwriting that’s easy to read. (Dia punya tulisan tangan yang
rapi dan mudah dibaca.)
3. It was a cloudy afternoon, perfect for staying in. (Itu adalah sore yang
berawan, cocok untuk tetap di rumah.)

b) Quantitative adjective, menunjukkan jumlah atau kuantitas. Contohnya several, few,


much, many, dst.
1. There were several options to choose from, but none seemed ideal. (Ada
beberapa pilihan untuk dipilih, tapi tidak ada yang tampak ideal.)
2. She found a few old photos tucked away in the attic. (Dia menemukan
beberapa foto lama yang tersembunyi di loteng.)
3. Much of the data collected was irrelevant to the research. (Banyak data yang
dikumpulkan tidak relevan dengan penelitian.)

c) Possesive adjective, menunjukkan kepemilikan. Contohnya my, your, out, dst.


1. His jacket was hanging behind the door. (Jaketnya tergantung di belakang
pintu.)
2. She watered our plants while we were away. (Dia menyiram tanaman kami
saat kami pergi.)
3. I accidentally used your charger instead of mine. (Aku tak sengaja memakai
chargermu bukannya punyaku.)

d) Numeral adjective, menunjukkan jumlah atau urutan. Contoh nya one, two, second,
dst.
1. She has seventeen stickers in her collection. (Dia punya tujuh belas stiker
dalam koleksinya.)
2. This is the second time I’ve seen that movie. (Ini adalah kali kedua aku
menonton film itu.)
3. They brought five sandwiches for the picnic. (Mereka membawa lima
sandwich untuk piknik.)

e) Conparative adjective, untuk membandingkan dua benda dan Superlative adjective


untuk menunjukkan tingkat paling tertinggi
1. This fabric feels softer than the one we used before. (Kain ini terasa lebih
lembut dibandingkan yang kita pakai sebelumnya.)
2. She has the neatest handwriting in the class. ( Dia punya tulisan tangan
paling rapi di kelas.
3. This is the calmest beach I’ve been to. (Ini pantai yang paling tenang yang
pernah aku kunjungi.)

5. Adverb/kata keterangan
Sesuai dengan namanya, adverd difungsikan untuk memberikan keterangan.
Jenis-jenis adverd adalah sebagai berikut.
a) Adverb of manner, keterangan cara. Contohnya, fast, softly, quickly, well, slowly,
hard
1. She answered the question thoughtfully before moving on. (Dia menjawab
pertanyaannya dengan penuh pertimbangan sebelum lanjut.)
2. The baby slept peacefully despite the noise outside. (Bayinya tidur dengan
tenang meskipun ada suara bising di luar.)
3. He walked briskly to catch the bus. (Dia berjalan dengan cepat dan penuh
semangat untuk mengejar bus.)

b) Adverb of time, keterangan waktu. Contohnya yesterday, this morning, this


afternoon, daily, recently, tonight, early.
1. He will return shortly after the meeting. (Dia akan kembali sebentar lagi
setelah pertemuan.)
2. I haven’t seen her lately. (Aku belum melihatnya akhir-akhir ini.)
3. The package should arrive soon. (Paketnya akan tiba segera.)

c) Adverb of degree, keterangan yang menjelaskan seberapa banyak atau seberapa besar
tindakan dilakukan. Contohnya enough, so, very, too, quite, just, almost.
1. I’m fairly certain she’ll say yes. (Aku cukup yakin dia akan bilang ya.)
2. He was barely awake during the class. (Dia nyaris tidak terjaga selama kelas.)
3. The room was completely silent. (Ruangan itu benar-benar hening.)

d) Adverb of frequency, keterangan yang menunjukkan seberapa sering tindakan


dilakukan. Contohnya usually, rarely, always, often, sometimes, barely, daily.
1. She occasionally drinks coffee in the evening. (Dia sesekali minum kopi di
malam hari.)
2. They seldom go out on weekdays. (Mereka jarang keluar di hari kerja.)
3. He hardly ever complains about anything. (Dia hampir tidak pernah
mengeluh tentang apa pun.)

e) Adverb of place, keterangan lokasi. Contohnya behind, in, below, above, somewhere,
nearby.
1. Please sit nearby, I need your help. (Tolong duduk di dekat sini, aku butuh
bantuanmu.)
2. The kids are playing upstairs. (Anak-anak sedang bermain di lantai atas.)
3. He looked everywhere for his missing keys. (Dia mencari ke mana-mana
kunci yang hilang itu.)

6. Preposition / kata depan


Preposition memiliki fungsi untuk menunjukan hubungan antara noun dengan kata
lain. Preposition terbagi menjadi enam jenis, yaitu:
a) Preposition of place(Preposisi Tempat); in, on, at, above, under
1. The keys are on the edge of the
table. (Kuncinya ada di pinggiran
meja.)
2. There’s a cat hiding under the
porch steps. (Ada kucing ngumpet
di bawah tangga teras.)
3. She placed her bag beside the door
so she wouldn’t forget it. (Dia
naruh tasnya di samping pintu biar
gak lupa.)

b) Preposition of movement(Preposisi Gerakan/Perpindahan); inside, outside, into,


towards, up, off.
1. He ran across the street to catch the bus. (Dia lari melintasi jalan buat ngejar
bus.)
2. The dog jumped onto the bed without warning. (Anjing itu lompat ke atas
tempat tidur tanpa peringatan.)
3. She walked through the crowd to find her friend. (Dia jalan melewati
kerumunan buat nyari temannya.)
c) Preposition of manner(Preposisi Cara); without, like, by.
1. She sang with joy during the concert. (Dia bernyanyi dengan kegembiraan
selama konser.)
2. He solved the puzzle with ease. (Dia menyelesaikan teka-teki itu dengan
mudah.)
3. They danced in silence at the party. (Mereka menari dalam keheningan di
pesta.)
d) Preposition of purpose(Preposisi Tujuan); for
1. He studies hard for a better future. (Dia belajar giat demi masa depan yang
lebih baik.)
2. They organized a meeting for discussion. (Mereka mengadakan pertemuan
untuk diskusi.)
3. This tool is used for cutting wood. (Alat ini digunakan untuk memotong
kayu.)

e) Preposition of measure or quantity (Preposisi Ukuran atau Jumlah); by, for


1. Gas is sold by the liter in this country. (Bensin dijual per liter di negara ini.)
2. He got paid by the hour for his freelance work. (Dia dibayar per jam untuk
kerja lepasnya.)
3. They sell apples by the dozen at that shop. (Mereka jual apel per lusin di toko
itu.)

7. Conjunction /kata hubung


Conjunction atau kata hubung berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa,
klausa, sehingga menjadi sebuah kalimat. Conjunction terbagi 3 jenis yaitu
sebagai berikut.

a) Coordinating conjunction, yaitu conjunction yang menghubungkan dua


bentuk gramatikal yang sama. Contohnya, and, but, yet, or, for, so.
1. She wanted to go hiking, yet it started to rain. (Dia ingin pergi mendaki, namun
hujan mulai turun.)
2. He is smart, so he passed the exam easily. (Dia pintar, jadi dia lulus ujian dengan
mudah.)
3. I will study hard, for I want to be a doctor. (Aku akan belajar keras, karena aku
ingin menjadi dokter.)

b) Subordinating conjunction, yaitu conjunction yang menghubungkan antara


induk kalimat dengan anak kalimat. Contohnya, since, although, after.
1. I’ll tag along in case you need backup. (Aku ikut aja kalau-kalau kamu butuh
bantuan.)
2. She kept smiling even though she was super tired. (Dia tetap senyum padahal
dia capek banget.)
3. You can stay here as long as you don’t make a mess. (Kamu boleh tinggal di sini
asal jangan berantakin.)

c) Correlative conjunction, yaitu conjunction yang berpasangan. Contohnya, either-or,


between-and, from-to, rather-than, if-then.
1. Whether the cat approves or not, I’m still getting a dog. (Entah kucingnya setuju
atau nggak, aku tetap mau pelihara anjing.)
2. Not only did he burn the toast, but he also set off the fire alarm. (Bukan Cuma dia
gosongin roti, tapi juga bikin alarm kebakaran bunyi.)
3. She is both dramatic and convinced her life is a movie. (Dia itu baik dramatis
maupun yakin hidupnya kayak film.)

8. Interjection /kata seru


Interjection merupakan part of speech yang digunakan untuk mengungkapkan emosi,
biasanya berupa kata. Contoh: Oh, Wow, Ups
1. Dang! I forgot my phone again. (Aduh! Aku lupa bawa HP lagi.)
2. No way! You met that famous actor? (Seriusan! Kamu ketemu aktor terkenal
itu?)
3. Yikes! That was super awkward. (Ih ngeri! Tadi itu canggung banget deh.)

Anda mungkin juga menyukai