0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
959 tayangan61 halaman

Contoh KM Mi

Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon untuk tahun pelajaran 2025/2026 disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum dan telah disahkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pelajar sesuai dengan karakteristik madrasah dan kebutuhan abad 21, serta mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kurikulum ini juga mengakomodasi program unggulan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Diunggah oleh

oktamuhzaki0
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
959 tayangan61 halaman

Contoh KM Mi

Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon untuk tahun pelajaran 2025/2026 disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum dan telah disahkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pelajar sesuai dengan karakteristik madrasah dan kebutuhan abad 21, serta mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kurikulum ini juga mengakomodasi program unggulan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Diunggah oleh

oktamuhzaki0
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KURIKULUM MADRASAH

MI QUR’ANIAH ROMADHON
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Disusun Oleh:
Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
TAHUN 2025
KURIKULUM MADRASAH

MI QUR’ANIAH ROMADHON
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

NSM 111216080086
STATUS AKREDITASI :-
ALAMAT : Kota Baru Barat
[Link],[Link]
Komering Ulu Timur.

Disusun Oleh:
Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
TAHUN 2025
HALAMAN PENGESAHAN

Dokumen Kurikulum Madrasah (KM) MI Quraniah Romadhon telah melalui verifikasi


/validasi yang kemudian dinyatakan sah untuk diberlakukan pada tahun pelajaran 2025/2026 di
Madrasah yang bersangkutan.

OKU Timur, Maret 2025

Mengetahui

Kepala Madrasah Kasi Pendidikan Madrasah


Kemenag Kabupaten OKU
Timur

Putri Pratiwi,[Link] Dr.H Ali Mustopa, [Link]., MPd.I


NIP.197101042007101001

Mengesahkan,
Kabid Pendidikan Madrasah
Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan

Drs. H. Ishak, [Link]


NIP.196805121997031003
DAFTAR ISI

BAB 1. PENDAHULUAN
• Latar Belakang
• Maksud & Tujuan
• Sasaran

BAB 2. KARAKTERISTIK MADRASAH/RA


• Profil Madrasah
• Visi & Misi Madrasah/RA
• Program Prioritas

BAB 3. STRUKTUR & MUATAN KURIKULUM


• Tabel alokasi waktu pembelajaran (KMA No 450 Tahun 2024)
➢ Alokasi Waktu Mata Pelajaran MI Kelas 1
➢ Alokasi Waktu Mata Pelajaran MI Kelas 2
➢ Alokasi Waktu Mata Pelajaran MI Kelas 3-5
➢ Alokasi Waktu Mata Pelajaran MI Kelas 6
➢ Mata Pelajaran Seni (Musik, Teater, Tari dan Seni Rupa)

• Muatan Lokal
➢ Keagamaan
➢ Seni Budaya
➢ Prakarya
➢ Penjasorkes
➢ Bahasa
➢ Teknnologi
• P5PPRA
➢ Kearifan Lokal Pakaian Ada Daerah komering
➢ Guru menjadi Fasilitator (maksimal 3 rombel)
BAB 4. KALENDER PENDIDIKAN
• Permulaan Tahun Ajaran
• Minggu Eafektif Belajar
• Waktu Pembelajaran Efektif
• Waktu Libur

BAB 5. PENUTUP

Lampiran :
1. SK TPK & Pembagian Tugas
2. 1 (Satu) Project P5PPRA
3. Kalender Pendidikan
4. Dokumentasi Kegiatan seni/muatan lokal pilihan siswa(Sesuai dengan Kekhasan Madrasah,
tipologi, potensi dan keunikan lokal)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat tersusun. Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Secara khusus Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang
dikembangkan sesuai dengan kondisi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon serta saran
Komite Madrasah dibawah koordinasi dan supervisi Kementerian Agama Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur.
Kurikulum Madrasah ini diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2025/2026 yang
mencerminkan merdeka belajar dan pengimplementasian Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum ini
memuat karakteristik satuan pendidikan, struktur kurikulum, rancangan pembelajaran, Profil
Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.
Pengembangan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Tahun 2025/2026
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, konsep merdeka belajar, dan pengimplementasian
Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil alamin. Di samping itu Kurikulum Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini merupakan panduan bagi pengembangan lingkungan
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Dari mulai budaya pengelolaan sampah, konservasi
energi, keanekaragaman hayati, konservasi air, kebersihan lingkungan dan juga inovasi.
Kurikulum ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu
kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada :
1. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
2. Kasi Pendma Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
3. Pengawas Madrasah yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan
dokumen.
4. Pendidik dan Tenaga kependidikan yang telah secara proaktif memberi masukan dan
kelengkapanya.
5. Ketua Komite yang telah memberi dukungan terhadap terselenggaranya pendidikan
madrasah.
Kami menyadari bahwa Kurikulum Madrasah yang telah kami susun ini
memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik,
saran, dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak yang kompeten sangat
kami harapkan.

Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada

semua pihak yangtelah mendukung dan membantu penyelesaian Kurikulum ini.

Tim Pengembang Kurikulum Madrasah


BAB I
KARAKTERISTIK MADRASAH

A. RASIONAL
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun sebagai pedoman
dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Madrasah (KM) ini
dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun
secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah disusun. Penyusunan Kurikulum Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini mengakomodir kebutuhan para pelajar mengembangkan
kemampuan ketrampilan abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi, 6 C (Creative,
Critical thinking, communicative, Collaborative, Computational Thinking dan Compassion,
dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).
1. Prinsip Pengembangan Kurikulum Madrasah
Prinsip penyusunan Pengembangan kurikulum di madrasah adalah:
a. Berpusat pada pelajar, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi,
kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan pelajar.
b. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan
pendidikan.
c. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan
digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan
mudah dipahami.
d. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
e. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
f. Pemerataan dan peningkatan mutu.
Pengembangan kurikulum madrasah melibatkan komite madrasah dan berbagai
pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri
dan dunia kerja, di bawah koordinasi dan supervisi Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang menyelenggarakan urusan di bidang
Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan pelajar agar
menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0, dengan tetap
menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta
mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik pelajar dan
budaya lokal daerah setempat.
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon diharapkan mempunyai life skill
yang berguna dan mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat dan dunia Pendidikan.
Sehingga harapan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur untuk
mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud.
Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya
literasi pada pelajar. Sehingga pelajar mampu menghasilnya salah satu karya yang
mencerminkan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lilalamin yang
mampu bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang
diharapkan adalah terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME
dan berakhak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan
berkebhinekaan global.
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun dengan mengacu
pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku baik itu dari pusat
ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga professional dalam
pembelajaran dan penilaian.
Secara detail profil Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Identitas Madrasah
a) Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
b) Alamat : Jl. Setia Desa Kota Baru Barat
kec. Martapura [Link]
Komering Ulu Timur.
c) NSM : 111216080086
d) NPSN :
e) Telephone/Fax/HP : 085366783818
f) Jenjang : Madrasah Ibtidaiyah
g) Status : Swasta
h) Tahun Berdiri : 2019
i) Status Akreditasi :-
j) Sertifikat Akreditasi :-

2. Sarana dan Prasarana


a. Status tanah : Milik Yayasan
b. Luas tanah seluruhnya : 1.100M2
c. Luas gedung / bangunan : 600 M2
d. Luas halaman madrasah : 500 M2.
e. Luas lapangan : 1.000 M2.
3. Keadaan Gedung
a. Ruang Kepala Madrasah : 1 ruang
b. Ruang Tata Usaha : 1 ruang
c. Ruang Guru : 1 ruang
d. Ruang Belajar/Ruang Kelas : 6 ruang
e. Ruang Perpustakaan :-
f. Ruang Keterampilan : 1 ruang
g. Ruang Lab Komputer :-
h. Ruang Lab IPA :-
i. Ruang OSIS :-
j. Ruang BP / BK : 1 ruang
k. Ruang UKS : 1 ruang
l. Ruang Aula :-
m. Sarana Ibadah/Masjid : 1 ruang
n. Kantin : 2 ruang
o. Kamar Mandi/WC Guru : 2 ruang
p. Kamar Mandi/WC Pelajar : 4 ruang
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
a. Pendidik
Tabel : 1.1
Pendidik
Jenis Kelamin Kualifikasi Pendidikan Sertifikasi
Status
L P <S1 S1 S2 Sudah Belum
ASN - - - - - -
GTY 4 10 - 14 - - 14
GTT
%

b. Tenaga Kependidikan

: Tabel : 1.2
Tenaga Pendidik
Jenis Sertifikat
Kualifikasi Pendidikan
Status Kelamin Keahlian
L P SD SMP SMA S1 S2 Punya Tidak
ASN
PTY
PTT
%

c. Keterangan :
1) Mayoritas Pendidik dan Tenaga Kependidikan berdomisili di sekitar
wilayah kecamatan Martapura
2) Mayoritas Pendidik dan Tenaga Kependidikan berijazah S1
5. Pelajar.
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon mayoritas berasal dari
wilayah sekitar madrasah, berasal dari wilayah kecamatan [Link] mayoritas
pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon tinggal/bermukim rumah
Jumlah pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon berdasar kelas :
Tabel : 1.3
Jumlah Pelajar
Jumlah
No Kelas Jml Rombel L P Total

1 I 1 13 7 20
2 II 1 2 9 11
3 III 1 14 6 20
4 IV 1 6 15 21
5 V 1 10 18 28
6 VI 1 5 5 10

TOTAL 6 50 60 110

6. Program Unggulan
Untuk memberi pelayanan pendidikan kepada pelajar yang kaya pengalaman
belajar, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon melaksanakan sejumlah program
unggulan, antara lain:
a. Program beasiswa pelajar prestasi
b. Program pembiasaan tertib
c. Program Ibadah
d. Program pengembangan bakat, minat dan prestasi akademik
e. Bekerjasama dengan pihak terkait dalam peningkatan prestasi akademik
dan non akademik
f. Program belajar luar kelas
2. Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Terdapat poin-poin Analisa SWOT yang meliputi Stregth (kekuatan), Weakness
(kelemahan), Opportunity (peluang), dan Treath (ancaman) madrasah yang dapat
diidentifikasi dari gambaran umum kondisi dan karakteristik Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon tersebut di atas.
Adapun poin-poin tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan
a. Madrasah sudah berdiri lama sehingga cukup dikenal di masyarakat sekitar maupun
luar.
b. Lokasi yang terletak di daerah strategis dan daerah pusat perekonomian menambah
daya tarik madrasah.
c. Fasilitas cukup sehingga memudahkan memberikan pelayanan pendidikan yang
berkualitas.
d. Ruang kelas siap digunakan
e. Memiliki banyak tenaga pendidik yang cukup kompeten dan cukup menguasai
penggunaan TIK.
f. Memiliki banyak jalinan kerjasama dengan lembaga/organisasi pendukung.
g. Memiliki banyak jalinan kerjasama dengan MI/SD baik yang negeri atau yang
swasta
h. Masyarakat sekitar yang egaliter (sederajat) menyebabkan orang tua memilih
madrasah dengan pertimbangan utama kualitas pembelajaran dan lulusannya.
2. Kelemahan
a. Letak madrasah di area padat dan komersial tinggi membuat madrasah tidak
memiliki lahan madrasah yang luas.
b. Fasilitas yang cukup lengkap menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk
perawatan menjadi besar.
c. Jumlah tenaga pendidik yang memiliki sertifikat pendidik masih dibawah 50%.
d. Mayoritas pelajar berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah menyebabkan
madrasah dituntut untuk memberikan layanan pendidikan diatas rata-rata.
e. Hampir semua pelajar berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang tinggi
sehingga madrasah harus mempersiapkan program kelanjutan Pendidikan sebaik-
baiknya.
3. Peluang
a. Terdapat banyak lembaga pendukung layanan pendidikan di sekitar memudahkan
membangun banyak kerjasama.
b. Jenis masyarakat pedesaan yang berjiwa kemajuan ke depan memberi peluang
mengembangkan minat pribadi-sosial dan bisnis pelajar.
c. Infrastruktur TIK yang maju memudahkan madrasah membangun pembelajaran
berbasis digital.
d. Terdapat beberapa Lembaga/instansi yang dekat dengan madrasah, membuka
kesempatan Kerjasama dalam meningkatkan mutu madrasah.
e. Perkembangan IPTEK terbaru memberikan kesempatan untuk mengembangkan
proses belajar dan fasilitas madrasah untuk menciptakan pembelajaran yang aktif,
efektif dan menyenangkan.
4. Ancaman
a. Semakin banyak sekolah di sekitar yang menjadi kompetitor dalam penerimaan
pelajar baru, terlebih adanya sistem zonasi pada PPDB Sekolah Negeri yang berada
di daerah sekitar madrasah.
b. Pengaruh kondisi lingkungan masyarakat dengan munculnya café-café dengan
fasilitas wifi dan tempat-tempat hiburan menjadi tantangan dalam proses
pembentukan karakter.
c. Penyalahgunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif pada proses
pendidikan dengan mudah beredarnya konten pornografi, SARA dan berita bohong
di kalangan pelajar
Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sebagai Madrasah yang diminati masyarakat wilayah sekitar, dengan potensi
wilayah/letak daerah yang memiliki beberapa kekuatan diantaranya: 1) input pelajar
berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan; 2) lingkungan
gedung perkantoran yang memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan
komunikasi; 3) kultur masyarakat pedesaan; 4) sarana pendukung layanan proses
pembelajaran yang memadai; 5) merupakan salah satu madrasah yang terletak di
lingkungan yang asri dan rindang; dan 6) letak madrasah sangat strategis karena akses
yang mudah
Selain kekuatan/kelebihan sebagaimana tersebut di atas, Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu: 1) sarana pendukung
untuk pengembangan potensi/skill yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang
sesuai standar SNP); dan 2) Laboratorium yang kurang representatif; namun hal tersebut
tidak mengurangi semangat warga Madrasah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan
prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun non-akademik.
Masyarakat di sekitar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon sebagian besar
adalah Petani, pegawai pemerintahan, BUMN, pegawai swasta dan sebagian lain adalah
pedagang serta wiraswasta. Sebagai madrasah yang berada pada lingkungan pedesaan dan
input pelajar yang mayoritas dari wilayah desa, serta kondisi desa yang tidak begitu luas
dengan tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang
dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk
mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha. Wisata wirausaha tersebut
diantaranya adalah kerajinan batik, kuliner khas daerah, dan budidaya kembang. Dalam
rangka meningkatkan potensi tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan Sumber daya alam/lingkungan lain
seperti yang ada di kecamatan Martapura
3. Karakteristik Sosial Budaya Lingkungan Madrasah
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon berada pada daerah pedesaan / desa dengan
latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan prilaku masyarakat kota besar yang
individual dan ekslusif melebur dengan sikap masyarakat ramah dan peduli asli yang tercermin
dengan masih tingginya semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun
masih terjaga serta kehidupan beragama yang baik.
Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon, bagian belakang berbatasan dengan
Masjid,kantor desa dan balai desa, samping kiri berbatasan dengan pemukiman penduduk
samping kanan berbatasan dengan pemukiman penduduk dan bagian depan berbatasan dengan
jalan desa dengan memiliki akses jalan keluar dan masuk hanya dari gerbang utama sehingga
memudahkan pemantauan arus keluar masuk.
a. Input pelajar berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan;
b. Lingkungan gedung perkantoran yang memudahkan Madrasah untuk melakukan
koordinasi dan komunikasi;
c. Kultur masyarakat pedesaan yang bernuansa Islam;
d. Sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai;
e. Merupakan salah satu Madrasah rujukan yang terletak di jantung desa dengan
lingkungan yang asri dan rindang; dan
f. Letak Madrasah sangat strategis karena akses yang mudah.
4. Kemitraan Satuan Pendidikan
Dalam rangka meningkatkan layanan kepada pelajar dan mengatasi kelemahan serta
kendala yang dialami oleh madrasah, maka Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
melakukan berbagai upaya, antara lain menjalin kerjasama dengan berbagai pihak
sebagai berikut. (sesuaikan dengan kondisi madrasah)
a. Dinas Kesehatan
Salah satu kerjasama yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
dengan sangat baik yang ada di tingkat kecamatan yaitu Puskesmas Kec. Martapura
dalam bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan utama UKS Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon yaitu meningkatkan kemampuan hidup sehat dan
menciptakan lingkungan yang sehat.
b. Polisi Sektor /POLSEK [Link]
Kerjasama yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon POLSEK
[Link] yaitu penyampaian informasi dan edukasi P4GN serta penyampaian
materi mengenai penggolongan narkotika dan penjelasan mengenai bahaya narkoba
bagi diri sendiri dan lingkungan di setiap tahun ajaran baru pada saat kegiatan
MATSAMA.
c. Komando Rayon Militer (Koramil)
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon di setiap tahun, lebih tepatnya diawal
tahun ajaran baru biasanya melakukan kegiatan PBB yang dilatih langsung dari
Koramil Kecamatan Martapura
d. Pemerintah Desa
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon melakukan kerjasama dengan pemerintah
desa Kota Baru terkait pemanfaatan sumber daya manusia secara mutualisme,
sekolah memanfaatkan sumber daya manusia di masyarakat dan sebaliknya,
masyarakat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki madrasah.
e. Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kerjasama Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon dengan DLH ini berkaitan
dengan Gerakan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Adiwiyata) untuk
mewujudkan mutu Pendidikan sekolah yang berbasis kelestarian lingkungan hidup.
f. Usaha Kecil Mikro dan Menengah
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon menjalin kerjasama dengan pelaku usaha
kecil mikro dan menengah yang memproduksi makanan ringan. Pelajar diharapkan
mampu mempelajari sistem produksi dan pemasaran hasil usaha yg dilakukan
masyarakat sekitar. Hal tersebut sangat mendukung pembentukan ketrampilan dan
jiwa kewirausahaan para pelajar.
g. Masjid Romadhon
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon bekerjasama dengan Masjid Romadhon
terutama dalam melaksanakan praktik pada pembelajaran ibadah/keagamaan.
h. Dunia Usaha
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Bekerja sama dengan dunia usaha dalam
rangka pengembangan ekonomi di madrasah
i. Komite Madrasah
Komite Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon merupakan organisasi mandiri
yang beranggotakan orangtua/wali pelajar, komunitas madrasah, serta tokoh
masyarakat yang peduli Pendidikan.
B. LANDASAN YURIDIS
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
Nasional.
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah.
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 Tentang
Standar SKL
6. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2016 tentang
Standar ISI
7. Permendikbud RI Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
8. Permendikbud RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor
58 Tahun 2014 tetang Kurikulum 2013 SMP/MTs;
9. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24
Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
10. Permen LH RI No 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata)
11. Peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 97/D/H/2019
tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan
Pendidikan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 53 tahun 2015 tentang pedoman
Penilaian hasil belajar tingkat dasar dan menengah;
13. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa
Arab pada Madrasah;
14. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi
Kurikulum pada Madrasah;
15. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
16. Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: SE/DJ.I/HM.01/114/2014 tanggal 6 Juni
2014 tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Madrasah;
17. Peraturan Gubernur Jatim No. 19 Tahun 2014 Tertanggal 3 April 2014 Tentang Mata
Pelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah / Madrasah;
18. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2023 Tentang
Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada Madrasa;
19. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3811 Tahun 2023 tentang
Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2023/2024;
20. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 56/M/2023 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan
Pembelajaran;
21. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 262/M/2023 Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi Nomor 56/M/2023 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam
Rangka Pemulihan Pembelajaran.
22. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 tahun 2023 tentang
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH

A. VISI

Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun oleh Tim Pengembang


Kurikulum Madrasah untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan
kebutuhan dan potensi yang ada di madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan diantaranya adalah
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat
cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi,
pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya
kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas

Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sehingga visi Madrasah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut.
Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil Madrasah yang
diinginkan dimasa datang. Adapun visi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon adalah:
“Membentuk Generasi Tangguh Yang Islami Dan Berakhlakul Karimah ”
Visi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini merupakan cita-cita bersama dari
warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang.
Adapun indikator ketercapaian visi adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan kurikulum.
b. Memotifasi dan meningkatkan disiplin belajar
c. Melaksanakan bimbingan profesi dan mengikut sertakan guru dalam penataran
d. Melaksanakan pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti luhur
e. Melaksanakan bimbingan kreasi siswa.
f. Mengikut sertakan peserta didikdalam berbagai lomba umum dan keagamaan
B. MISI
Untuk mewujudkan Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon,diperlukan
suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas yang akan dicapai dalam
kurun waktu tertentu. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon memberikan arah
dalam mewujudkan visi sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon akan menjadi
dasar dari program pokok madrasah. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon adalah
sebagai berikut:
1. Dalam kehidupan masyarakat dapat mengamalkan agama
2. Dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi suri tauladan bagi teman
3. Menyelenggarakan Pendidikan serta efektif dan dapat berkembang secara maksimal

C. TUJUAN MADRASAH

Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun sebagai pedoman


penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidkan yang mencakup
pengembangan potensi di lingkungan madrasah untuk meningkatkan kualitas satuan
pendidikan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, memelihara budaya daerah,
mengikuti perkembangan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT. Dan
berdasarkan visi dan misi madrasah, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon antara lain sebagai berikut:
1. Tujuan Jangka Panjang

a) Terlaksananya implementasi ajaran agama Islam melalui sholat berjamaah, dan


baca tulis Alquran serta kegiatan keagamaan lainya;
b) Terwujudnya pelajar yang memiliki etika dan norma sosial yang sesuai dengan
ajaran agama;
c) Terciptanya budaya membaca keagamaan, iptek, dan fiksi;
d) Terlaksananya pengembangan kurikulum Madrasah yang meliputi: Pemetaan
CP,ATP dan Modul Ajar dan Asesmen pada semua mata pelajaran;
e) Terlaksnanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
yang berorientasi pada pendekatan saintific berbasis IT;
f) Terwujudnya standarisasi administrasi pembelajaran bagi guru
g) Terselenggaranya fungsi layanan bimbingan dan konseling;
h) Tercapainya peningkatan nilai Ujian madrash.
i) Tercapainya kejuaraan di bidang akademik tingkat provinsi;
j) Tercapainya kejuaraan di bidang non akademik tingkat provinsi;
k) Terwujudnya pelajar yang dapat mengembangkan minat dan bakat melalaui
kegiatan ekstrakurikuler;
l) Terselenggaranya pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
profesionalisme;
m) Tersedia sarana prasarana pembelajaran yang berbasis ICT;
n) Terwujudnya manajemen madrasah yang transparan dan akuntabel;
o) Terwujudnya pengelolaan pembiayaan yang transparan dan akuntabel;
p) Terlaksananya standar penilaian pendidikan sesuai dengan SNP;
q) Terwujudnya partisipasi aktif orang tua;
r) Terwujudnya partisipasi aktif alumni;
s) Terwujudnya sikap melestaraikan lingkungan dengan gerakan penghijauan
lingkungan madrasah dan peningkatan kesadaran pemeliharaan tanaman;
t) Terwujudnya prilaku mencegah kerusakan lingkungan dengan kebiasaan
membuang sampah secara terpisah pada tempatnya dan budaya memungut sampah
sebelum dan sesudah beraktifitas;
u) Terwujudnya budaya berfikir dan berprilaku mencegah pencemaran lingkungan
dengan berkembangnya gerakan daur ulang dan gerakan menuntun kendaraan
bermotor di lingkungan madrasah.
2. Tujuan Jangka Pendek
Pada periode 1 tahun ke depan, tahun pelajaran 2024/2025 madrasah dapat:
a) Terwujudnya pelajar yang dapat mengimplementasikan ajaran agama melalui kegiatan
sholat Dhuha dan mengaji Al Qur’an Surat Ar Rahman, Surat Al Waqiah, Surat Al Mulk,
Sholat Dhuhur berjamaah, Istighatsah, berdoa sebelum dan sesudah KBM, membaca
Asmaul Husna dan Al Qur’an sebelum KBM, serta kegiatan Tartil Ubudiyah.
b) Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap spiritual dan sosial yang baik;
c) Terlaksananya kegiatan budaya literasi meliputi keagamaan, iptek, dan fiksi;
d) Terpenuhinya pengembangan kurikulum madrasah yang meliputi : Analisis CP, ATP,
Modul Ajar dan asesmen pada semua mata pelajaran;
e) Terciptanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang
berorientasi pada pendekatan saintific, berbasis karakter;
f) Terciptanya standarisasi administrasi pembelajaran bagi guru;
g) Terselenggaranya fungsi layanan bimbingan dan konseling;
h) Terpenuhinya rata-rata nilai ujian yang sesuai dengan KKM Madrasah
i) Tercapainya kejuaraan di bidang akademik juara tingkat kabupaten, provinsi, Nasional;
j) Tercapainya kejuaraan di bidang non akademik juara tingkat kabupaten, provinsi, dan
Nasional;
k) Terwujudnya pelajar yang dapat mengembangkan minat dan bakat melalaui kegiatan
ekstrakurikuler;
l) Terlaksananya pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
profesionalisme
m) Terwujudnya sarana prasarana pembelajaran yang berbasis IT
n) Terselenggaran dan terlaksananya manajemen madrasah dan pengelolaan pembiayaan yang
transparan dan akuntabel
o) Terwujudnya standar penilaian pendidikan sesuai dengan SNP
p) Terlaksananya partisipasi aktif orang tua
q) Terwujudnya partisipasi aktif alumni dan pihak luar (instansi pemerintah dan Dudi)
r) Terwujudnya sikap melestarikan lingkungan dengan gerakan penghijauan lingkungan
madrasah dan peningkatan kesadaran pemeliharaan tanaman.
s) Terwujudnya prilaku mencegah kerusakan lingkungan dengan kebiasaan membuang
sampah secara terpisah pada tempatnya dan budaya memungut sampah sebelum dan
sesudah beraktifitas.
t) Terwujudnya budaya berfikir dan berprilaku mencegah pencemaran lingkungan dengan
berkembangnya gerakan daur ulang dan gerakan mematikan mesin kendaraan bermotor di
lingkungan madrasah
A. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil Alamiin
Penguatan profil pelajar Pancasila pada madrasah diproyeksikan pada 2 (dua) aspek
yaitu; 1) Profil Pelajar Pancasila, dan 2) Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin. Pelajar
Pancasila adalah pelajar yang memiliki pola pikir, bersikap dan berperilaku yang
mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dan menjunjung tinggi toleransi
demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia. Pelajar Pancasila
juga memiliki pengetahuan dan keterampilan berpikir antara lain: berpikir kritis,
memecahkan masalah, metakognisi, berkomunikasi, berkolaborasi, inovatif, kreatif, dan
berliterasi informasi. Pelajar Pancasila memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, bersikap
toleran terhadap sesama, memiliki prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik
maupun verbal dan menghargai tradisi. Kehadiran pelajar madrasah sebagai Pelajar
Pancasila di tengah kehidupan mampu mewujudkan tatanan dunia yang penuh kedamaian
dan kasih sayang. Pelajar Pancasila selalu mengajak untuk merealisasikan kedamaian,
kebahagiaan, dan keselamatan baik di dunia maupun akhirat.
Profil pelajar rahmatan lil alamiin adalah profil pelajar Pancasila di madrasah
yang mampu mewujudkan wawasan, pemahaman, dan perilaku taffaquh fiddin sebagaimana
kekhasan kompetensi keagamaan di madrasah, serta mampu berperan di tengah masyarakat
sebagai sosok yang moderat, bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat yang beragam
serta berkontribusi aktif menjaga keutuhan dan kemulyaan negara dan bangsa Indonesia.
Pelajar Pancasila yang rahmatan lil alamiin mengajak untuk memberikan kedamaian,
kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah
swt., Tuhan yang Maha Esa.
Proyek penguatan profil pelajar Pancasila pada Madrasah Ibtidaiyah Darussalam
Tegalrejo mengambil alokasi waktu 20% (dua puluh persen) dari total jam pelajaran selama
1 (satu) tahun. Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan Profil pelajarPancasila tidak
harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang dari pada
proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara
terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-
masing proyek tidak harus sama waktunya.
1. Tema Proyek Pengutan Profil Pelajar Pancasila
Pemerintah menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi topik oleh
Madraasahsesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik pelajar. Tema-tema utama
proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh Madraasah
sebagai berikut:
a. Hidup Berkelanjutan
Pelajar menyadari adanya generasi masa lalu dan masa yang akan datang, dampak
aktivitas manusia baik jangka pendek maupun panjang terhadap kelangsungan
kehidupan. Pelajar membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah
lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di sekitarnya, serta
mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Mereka
memerankan diri sebagai khalifah di bumi yang berkewajikan menjaga kelestarian
bumi untuk kehidupan umat manusia dan generasi penerus.
b. Kearifan Lokal
Pelajar memahami keragaman tradisi, budaya dan kearifan lokal yang beragam yang
menjadi kekayaan budaya bangsa. Pelajar membangun rasa ingin tahu melaui
pendekatan inkuiri dan eksplorasi budaya dan kearifan lokal serta beperan untuk
menjaga kelestariaannya. Pelajar mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat
lokal/daerah berkembang seperti yang ada, mempelajrai konsep dan nilai di balik
kesenian dan tradisi lokal kemudian merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan
dalam kehidupannya.
c. Bhinneka Tunggal Ika
Pelajar memahami perbedaan suku, ras, agama dan budaya di Indonesia sebagai
sebuah keniscayaan. Setiap pelajar menerima keragaman sebagai kekayaan bangsa.
Pelajar dapat mempromosikan kekayaan budaya bangsa, menumbuhkan rasa saling
menghargai dan menghindarkan terjadinya konflik dan kekerasan.
d. Bangunlah Jiwa dan Raganya
Bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya merupakan amanat para pendiri bangsa
sejak Indonesia merdeka. Pelajar memahami bahwa pembangunan itu menyangkut
aspek jiwa dan raga, jiwa yang sehat ada di tubuh yang sehat. Pelajar membangun
kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk
dirinya maupun orang sekitarnya. Pelajar melakukan penelitian dan mendiskusikan
masalahmasalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying), serta
berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang
berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu
narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Memahami akan adanya kehidupan
akhirat atau yaumul hisab yang terefleksi menjadi manusia yang taat beragama dan
taat pada negara.
e. Demokrasi Pancasila
Pelajar memahami demokrasi secara umum dan demokrasi Pacasila yang bersumber
dari nilai-nilai luhur sila ke-4. Mengedepankan musyawarah untuk mufakat untuk
mengambil keputusan, keputusan dengan sura terbanyak sebagai pilihan berikutnya.
Menerima keputusan yang diambil dari proses yang demokratis dan ikut bertanggung
jawab atas keputusan yang telah dibuat. Pelajar juga memahami makna dan peran
individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. Melalui pembelajaran
demokrasi, pelajar merefleksikan dan memahami tantangannya dalam konteks yang
berbeda, termasuk dalam organisasi madrasah, dalam kehidupan bermasyarakat dan
dunia kerja.
f. Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI
Pelajar melatih untuk memiliki kecakapan bernalar kritis, kreatif dan inovatif untuk
mencipta produk berbasis teknologi guna memudahkan aktivitas diri dan berempati
untuk masyarakat sekitar berdasrakan karyanya. Pelajar terus-menerus
mengembangkan inovasi untuk menyelesaikan persoalanpersoalan masyarakat.
Pelajar menerapkan teknologi dan mensinergikan aspek sosial untuk membangun
budaya smart society dalam membangun NKRI dan rasa cinta tanah air.
g. Kewirausahaan
Pelajar mengidentifikasikan potensi ekonomi lokal dan upaya-upanya untuk
mengembangkannya yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial dan
kesejahteraan masyarakat. Melalui Kegiatan kewirausahaan dapat menumbuhkan
kreativitas dan jiwa kewirausahaan pelajar. Pelajar juga membuka wawasan tentang
peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang
terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas.
2. Tema Profil pelajar Rahmatan Lil Alamin
a. Berkeadaban (ta’addub), yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas,
dan integritas.
b. Keteladanan (qudwah),yaitu kepeloporan, panutan, inspirator & tuntunan.
c. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), yaitu sikap menerima keberadaan
negara (nasionalisme), mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia.
d. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), yaitu pemahaman dan pengamalan beragama yang tidak
berlebih-lebihan (ifrāṭ) dan juga tidak abai terhadap ajaran agama (tafrīṭ).
e. Berimbang (tawāzun), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang
meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.
f. Lurus dan tegas (I’tidāl), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak
dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
g. Kesetaraan (musāwah), yaitu persamaan, tidak diskriminatif kepada yang lain disebabkan
perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
h. Musyawarah (syūra), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah dengan
prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya;
i. Toleransi (tasāmuh), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek
keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya.
j. Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr), yaitu selalu terbuka untuk melakukan
perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal baru untuk
kemaslahatan dan kemajuan umat manusia.

Pengaturan Pembelajaran Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila dan Profil


pelajar Rahmatan Lil Alamin merupakan kegiatan proyek penguatan yang dilaksanakan
di luar jam pelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan
menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam
kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok
Pelaksanaan kegiatan proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila dan Profil pelajar
Rahmatan lilalamin di Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon dilaksanakan pada
akhir semester. Peseta didik harus menyelesaikan 1 tema dalam satu tahun dengan alokasi
waktu Tema yang diambil mengacu pada Profil pelajarPancasila dan Profil
pelajarRahmatan lilalamin dan penentuan pemilihan tema ditentukan oleh guru
pengampu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penilaian. Pelaksanaan
proyek tersebut adalah kolaborasi antara beberapa mata pelajaran namun dengan
penilaian jenis proyek yang berbeda.
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2024/2025
LAMPIRAN

1. SK TIM PROJECT DAN SK PEMBAGIAN TUGAS

2. 1 (SATU ) KEGIATAN PROJECT P5PPRA

3 KALENDER PENDIDIKAN PROJECK

[Link] KEGIATAN SENI/MUATAN LOKAL ESKUL DAN FOTO

KEGIATAN PROJECT
SURAT KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH IBTIDAYAH QUR’ANIA ROMADHON

Nomor : /KEP/MI QR/VII/2024

TENTANG

PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM PROSES BELAJAR


MENGAJAR, TUGAS TAMBAHAN BIMBINGAN KONSELING
DAN TUGAS TERTENTU LAINNYA
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2024/2025
KEPALA MADRASAH MADRASAH IBTIDAYAH QUR’AN ROMADHON

Menimbang : Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di Madrasah Ibtidayah
Tahfidz Qur’ania Romadhon Kecamatan Martapura Kabupaten OKU TIMUR tahun pelajaran
2024 / 2025 perlu menetapkan pembagian tugas guru.
: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ;
Mengingat
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan Peraturan Pemerintah Nomor 27,28,29 tahun 1990;
Peraturan Menteri Agama RI No 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi lulusan
dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah;
Keputusan Menpan Nomor 84 tahun 1993, tentang jabatan fungsional guru dan
angka kreditnya;
Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama
Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah.

KMA No.347 Tahun 2022 Pedoman Impementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : Menetapkan Pembagian Tugas Mengajar guru dalam Proses Belajar Mengajar (Lampiran I).
Kedua : Menugaskan Guru untuk melaksanakan Tugas Tambahan sebagai Walikelas (Lampiran II)
Ketiga : Menugaskan Guru untuk melaksanakan Tugas Tambahan (Lampiran III).
Keempat : Menugaskan Guru Untuk melaksanakan Tugas Bimbingan dan konseling(Lampiran IV).
Kelima : Masing-masing Guru melaporkan pelaksanaan tugas secara tertulis dan berkala kepada
Kepala Sekolah.
Keenam : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan tugas ini dibebankan kepada
anggaran Yang sesuai.
Ketujuh : Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki
sebagaimana mestinya.
Kedelapan : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah

Putri Pratiwi [Link]

Tembusan disampaikan kepada:


1. [Link] Oku Timur
2. [Link] Yayasan Tahfidz Al-Qur’an Romadhon
3. Yang Bersangkutan
4. Arsip
Lampiran SK Kepala MI Qur’aniah Romadhon
Nomor: 01. /MIQR/YTQRM/VII/2024

TENTANG
PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN, BIMBINGAN, DAN EKSTRAKURIKULER
MADRASAH IBTIDAIYAH MI QUR’ANIAH ROMADHON
Jl. Setia Desa Kotabaru Barat Kec. Martapura Kab. Oku Timur
TAHUN AJARAN 2024/2025

Jam / Kelas J Ket /


Co ml Tugas
No Nama Mata Pelajaran
d Tambahan
e 1 2 3 4 5 6
1. A Putri Pratiwi, [Link] Kepala Madrasah
2. B Nia Tri Astuti,[Link] Pkn 4 Guru Kelas 1
Bhs. Indonesia 6
Matematika 4
Bahasa Inggris 2
SBK 3
B Nia Tri Astuti,[Link] Akidah 2 2 2 Guru Mapel
3. C Zubaidah,[Link] Pkn 4 Guru Kelas 2
Bhs. Indonesia 7
Matematika 5
Bahasa Inggris 2
SBK 3
C Zubaidah,[Link] Bahasa Arab 2 2 2 Guru Mapel
4. D Vina Janriana,S.E Pkn 4 Guru Kelas 3
Bhs. Indonesia 6
Matematika 5
IPAS 5
SBK 3
Bahasa Inggris 2
5. E Novita Isnaini, [Link] Pkn 4 Guru Kelas 4
Bhs. Indonesia 6
Matematika 5
IPAS 5
SBK 3
Bahasa Inggris 2
6. F Alma Dewi,S.E Pkn 4 Guru Kelas 5
Bhs. Indonesia 6
IPAS 5
SBK 3
Bahasa Inggris 2
7. G Okta Fandrian,[Link] Pkn 4 Guru Kelas 6
Bhs. Indonesia 6
IPAS 5
SBK 3
Bahasa Inggris 2
G Okta Fandrian,[Link] TIK 2 2 2 Guru Mapel
8. H Arif Kurniawan,S.E PJOK 3 3 3 3 Guru Mapel
H Arif Kurniawan,S.E TIK 2 Guru Mapel
9. I Wahyunung Larasati,[Link] Matematika 5 5 Guru Mapel
10 F Alma Dewi,S.E PJOK 3 3 Guru Mapel
11 J Vinky Fatmawati,[Link] SKI 2 2 2 2 Guru Mapel
Bahasa Komering 2 2 2 2 2 2 Guru Mapel
12. K Agus Budiono,[Link] A Hadits 2 2 2 2 2 2 Guru Mapel
Fiqih 2 2 2 2 2 2 Guru Mapel
13. L Muhammad Masdan R Akidah 2 2 2 Guru Mapel
14 M Asiyati,[Link] Bahasa Arab 2 2 2 Guru Mapel
JUMLAH JTM 32 34 42 42 42 42

Martapura, 15 Juli
2024 Kepala
Madrasah

Putri Pratiwi,[Link]
LAMPIRAN II : KEPALA MADRASAH MADRASAH IBTIDAYAH
QUR’ANIA ROMADHON NOMOR : /Kep/MIQR/VII/2024
TENTANG : PEMBAGIAN TUGAS GURU WALI KELAS SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2024-2025

NO NAMA GURU WALIKELAS KETERANGAN


1 Nia Tri Astuti,[Link] I Guru
2 Zubaidah,[Link] II Guru
3 Vina Janriana,S.E III Guru
4 Novita Isnaini, [Link] IV Guru
5 Alma Dewi,S.E V Guru
6 Okta Fandrian,[Link] VI Guru

Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli 2024
Kepala Madrasah

Putri Pratiwi, [Link]


LAMPIRAN III : KEPALA MADRASAH MADRASAH IBTIDAYAH QUR’ANIA
ROMADHON NOMOR : Kep/MIQR/VII/2024
TENTANG : PEMBAGIAN TUGAS TAMBAHAN GURU TAHUN PELAJARAN 2024-2025

NO NAMA TUGAS TAMBAHAN


1 Arif Kuriawan, S.E WAKIL KURIKULUM
2 Zubaidah,[Link] WAKIL SAPRAS
3 Alma Dewi,S.E WAKIL KESISWAAN
4 Vina Janriana,S.E BENDAHARA BOS
5 Muhammad Masdan R GURU PIKET
6 Alfiah Nurhasanah,[Link] Operator EMIS DAN SIMPATIKA
7 Okta Fandrian,[Link] IT

Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah

Putri Pratiwi, [Link]


LAMPIRAN IV : KEPALA MADRASAH MADRASAH IBTIDAYAH QUR’ANIA ROMADHON
NOMOR : Kep/MIQR/VII/2024
TENTANG : PEMBAGIAN TUGAS TAMBAHAN GURU TAHUN PELAJARAN 2024-2025

NO NAMA PEMBINA ESKUL


1 Arif Kuriawan, S.E HADROH
2 Zubaidah,[Link] TAHFIDZ
3 Vinky Fatmawati,[Link] BAHASA INGGRIS
4 Vina Janriana,S.E PRAMUKA
5 Nia Tri Astuti BAHASA ARAB

Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah

Putri Pratiwi,[Link]
YAYASAN TAHFIDZ AL QUR’AN ROMADHON MARTAPURA
MI QUR’ANIAH ROMADHON
NSM : 111216080086
Jl. Setia Desa Kotabaru Barat Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan
Komering UluTimur 32181
Cp. Kantor : (0735) 4840398 Email : miromadhon79@[Link]
SK KEMENKUMHAM Nomor: [Link] 2018 AktaNotaris No:18 Tanggal 10 Oktober 2018 AnggaMahaditama, S.H.,[Link]
NO SK Pendirian : NOMOR 872 TAHUN 2019 NO SK Operasional : Nomor : B-982/KW.06.4.5/KS.0.2/12/2019

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA MADRASAH Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
NOMOR: 057/[Link].06.12/OT.01.2/01/2024

TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon


Menimbang : 1. Dalam rangka memperlancar proses pelaksanaan Kurikulum Operasional Madraasah
sebagai bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka dalam rangka pemulihan
pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon,perlu dibentuk
Tim Pengembang Kurikulum.
2. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib serta kelancaran tugas Tim Pengembang
Kurikulum Operasional Madraasahperlu diatur dalam Surat Keputusan Kepala
Sekolah.
Mengingat : 1. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
3. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tenaga Profesional.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala
Sekolah, dan Pengawas Sekolah.
7. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
Menengah.
8. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2023 Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
9. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2023 Tentang Standar Proses pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
10. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2023 Tentang Standar Penilaian Pendidikan
pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan
Menengah.
11. Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2023 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum
dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.
12. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2023 Tahun 2023 Tentang Capaian
Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka.
13. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 183 Tahun 2019
tentangKurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah;
14. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2019
tentangPedoman Implemenatsi Kurikulum Pada Madrasah;
15. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3751 Tahun 2018
TentangPetunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada Madrasah Tsanawiyah;
16. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5163 Tahun 2018 Tentang
Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Pada Madrasah;
17. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun 2018 tentang
Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pada Madrasah;
18. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2023 Tahun 2023 Tentang Dimensi,
Elemen dan Sub Elemen Profil pelajarPancasila pada Kurikulum Merdeka.
19. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2023 Tentang
Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah pada Madrasah.

Memperhatikan : Surat Perintah Kepala MI….. tentang Penetapan Kurikulum Operasional Madraasah
Tahun Pelajaran 2024/2025

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Keputusan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Tentang


Pembentukan
Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madrasah Tahun Pelajaran 2024/2025.
Pertama : Menetapkan Susunan dan Tugas Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madraasah
Tahun Pelajaran 2024/2025 sebagaimana pada Lampiran I Surat Keputusan ini.

Kedua : Menugaskan Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madraasah Tahun Pelajaran


2024/2025 untuk menyusun Dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon sesuai Sistematika Susunan
Dokumen
sebagaimana pada Lampiran II Surat Keputusan ini.
Ketiga : Tim Pengembang Kurikulum Operasional Madrasah Tahun Pelajaran 2024/2025
melaporkan hasil kajian Dokumen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon.

Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, dibebankan pada anggaran
yang sesuai dan apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan direvisi
sebagaiamana mestinya.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sebelum Tahun Pelajaran
2024/2025 dimulai.

Ditetapkan di : Martapura
Pada Tanggal : 30 Juli 2024
Kepala Madrasah,

Putri Pratiwi,[Link]
Susunan dan Tugas TPK
Lampiran 1 : SK KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH QUR’ANIAH ROMADHON

NOMOR: 057/[Link].06.12/OT.01.2/01/2024

SUSUNAN DAN TUGAS


TIM PENGEMBANG KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
MADRASAH IBTIDAIYAH QUR’ANIAH ROMADHON
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

NO NAMA / NIP JABATAN TUGAS KETERANGAN


Narasumber/
1 Suratno,[Link].I Pengawas Pengarah
Konselor
2 Ustad Miftahul Faizin Yayasan Penasehat Pembina

3 Merta Novelka Fandy Komite Penasehat Pembina


Penanggung Membuat SK
4 Putri Pratiwi,[Link] Kepala
Jawab
5 Arif Kurniawan,S.E Wakakur Ketua Membetuk TIM

6 Alfiah Hasanah ,[Link] Staf TU./Op Sekretaris Mengagendakan

7 Vina Janriana,S.E Guru Bendahara Merencanakan anggaran


Membantu dan ikut
8 Nia Tri Astuti,[Link] Guru Anggota
bertanggung jawab
9 Alma Dewi,[Link] Guru Anggota -

10 Fandrin Okta,[Link] Guru Angg0ta -

11 Agus Budiono,[Link] Guru AnggOta -

12 Vinky Fatmawati,[Link] Guru Anggota -

13 Novita Isnaini,[Link] Guru Anggota -

14 Wahyuning Larasati,[Link] Guru Anggota -

15 Zubaidah,[Link].I Guru Anggota -

16 Asiyati,[Link] Guru Anggota

Ditetapkan di : Martapura
Pada Tanggal : 30 Juli 2024
Kepala Madrasah,

Putri Pratiwi,[Link]
MODUL AJAR
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin

INFORMASI UMUM

IDENTITAS
Penyusun : TIM FASILITATOR P5 RA MI QUR’ANIAH ROMADHON
Instansi : Madrasah Ibtidayah Qur’aniah Romadhon
Tahun Penyusun : 2024
Jenjang Sekolah : Madrasah Ibtidayah
Fase / Kelas : A,B dan C/1-V
Tema : Kearifan Lokal
Judul : Pakaian Adat
Alokasi Waktu : 5 jp x 35 Menit
Jumlah Pertemuan : 6 x
Pertemuan

PENDAHULUAN

Pakaian Adat adalah busana yang mengekspresikan identitas, yang biasanya dikaitkan dengan
wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Pakaian adat juga dapat menunjukkan status
sosial, perkawinan, atau agama.

Jika kostum dikenakan untuk mewakili budaya atau identitas kelompok etnis atau suku bangsa
tertentu, biasanya dikenal sebagai busana adat suku (juga pakaian etnis, busana etnis, atau pakaian
etnis tradisional). Kostum seperti itu sering terdiri atas dua jenis: satu untuk acara sehari-hari, yang
lainnya untuk festival tradisional, atau sebagai pakaian formal untuk upacara-upacara adat.

Di daerah di mana aturan berpakaian Barat sudah diadopsi menjadi kebiasaan baku, pakaian
tradisional sering dikenakan hanya di acara-acara istimewa atau perayaan tertentu. Khususnya yang
berhubungan dengan tradisi budaya, warisan, untuk menggambarkan identitas kebanggaan nasional
atau jati diri kedaerahan. Acara internasional dapat mengakomodasi peserta non-Barat dengan kode
pakaian lebih beraneka ragam, seperti "setelan bisnis atau busana nasional".

Di zaman modern ini, ada beberapa contoh pakaian tradisional yang diwajibkan oleh undang-
undang perlindungan. Misalnya di Bhutan, semua warga negara wajib mengenakan
pakaian gho dan kera gaya tradisional Tibet untuk pria, serta kira dan toego untuk wanita. Di Arab
Saudi, kaum perempuan wajib mengenakan abaya di depan umum. Oleh karena itu, Dengan
mengangkat tema projek “ Kearifan Lokal “yang mengacu pada profil pelajar pancasila diharapkan
siswa dapat kembali mengenal kebudayaan asli Indonesia terkhusus tradisi bugis melalui makanan
tradisional khas daerah dengan menanamkan nilai- nilai kearifan lokal.
TUJUAN
Pada tema “Kearifan Lokal” dengan mengacu pada dimensi Profil Pelajar Pancasila. Projek “Pakaian
Adat Tradisional ”ini disusun dengan tujuan menguatkan profil pelajar pancasila melalui pemahaman nilai
kearifan lokal pada makanan tradisional. Jadi projek ini bertujuan agar peserta didik mengenal Pakaian Adat
Tradisional yang ada di Indonesia sekaligus bisa mengenali pakaian adat apa saja yang ada di Indonesia/
Dipilihnya TEMA Projek “Pakaian Adat Tradisional ” karena makanan tradisional merupakan
kuliner asli masyarakat Setiap daerah perlu dikenalkan kepada siswa didik sejak dini,makanan
tradisional sering kita lihat dalam keseharian kehidupan dalam masyarakat baik itu dalam acara adat
pernikahan, aqikah, barazanji ,pasar tradisional dan lain sebagainya.
Makanan tradisional merupakan pembahasan yang sangat menari dikarenakan untuk di Indonesia banyak
sekali makanan-makanan teradisional karena bangsa Indonesia memiliki banyak daerah,suku,maupun
kepulauan,sehingga kaya akan masakan tradisional. Pada Penyajian makanan tradisional biasanya disesuaikan
dengan kue tradisi setiap daerah, seperti lakso,empek-empek,model,kecampit dan lainnya, mereka memiliki kue
tradisi yang berbeda. Intinya kue apa saja yang penting harus tujuh macam

ALUR PROJEK
Projek ini dilaksanakan dalam empat tahap yaitu:

1. PENGENALAN dimana peserta didik aktif mencari data awal dan mengenalkan Pakaian Adat
Tradisional
2. KONTEKSTUALISASI peserta didik mengkonteksualisasi masalah di sekitar lingkungan . Pada
tahap ini peserta didik mengembangkan permasalahan melalui isu-isu yang terjadi di masyarakat
terkait dengan pakaian adat tradisional pada anak-anak. Peserta didik kemudian diajak untuk lebih
mengenal pakaian adat tradisional yang ada di Indonesia
3. AKSI NYATA yaitu dengan berkolaborasi untuk menciptakan aksi nyata terkait permasalahan yang
terjadi. Pada tahap ini, peserta didik akan berkolaborasi dengan guru, teman dan keluarga untuk
membuat mencontohan gambaran pakaian adat tradisional daerah di Indonesia. Dimulai dari
menentukan pakaian adat tradisional khas daerah yang akan dikaji.
4. REFLEKSI dan memikirkan tindak lanjut atas projek yang sudah dilakukan.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai projek :


1. Komitmen sekolah untuk konsisten dalam mengembangkan kearifan lokal seperti menggunakan
bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari saat projek berlangsung.
2. Kolaborasi dengan pihak terkait sebagai narasumber yang memahami sejarah dan nilai-nilai
kearifanlokal dari pakaian adat tradisional daerah
3. Membangun kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengenal pakaian adat tradisional sebagai
pakaian yang disukai
4. Apakah sekolah memiliki sarana untuk menyediakan dalam pengenalan pakaian adat tradisional
khas daerah ?
5. Kerjasama dengan orangtua untuk mendampingi peserta didik saat melakukan projek di rumah.
6. Perlu dilakukan pengkajian terlebih dulu oleh guru dan pihak sekolah terkait makanan tradisional
yang akan diperkenalkan kepada peserta didik dengan pemahaman nilai-nilai kearifan lokal yang
terkandung di dalamnya.

Tahapan dalam projek “ PAKAIAN ADAT TRADISIONAL”

Tahap Pengenalan : mencari data awal dan mengenalkan makanan tradisional.


1. 2. 3.
Pengenalan P5 dan Dimensi,Kearifan local dan Perbandingan
Elemen P5 PPRA pengembangan pakaian adat
keariafan lokal tradisional dan
pakaian adat modern
Tahap Kontekstualisasi : mengkonteksualisasi masalah di sekitar lingkungan.
4. 5.
Menjelaskan Sejarah pakaianPenjelasn
adat tradisional seluruh perlengkapan
fase ABC, ice breking maju pakaian adat
mundur tradisional adat
Palembang dan
adat jawa dari
setiap fase ABC,
ice breking
Tahap Aksi : berkolaborasi untuk menciptakan aksi nyata terkait permasalahan yang terjadi.
6.
Tampilan Pakaian Adat
Tradisional khas daerah
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut : melakukan refleksi dan memikirkan tindak lanjut atas projekyang
sudah dilakukan.
7.
Refleksi dan tindaklanjut
Dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil ElemenProfil Subelemen Profil Target Pencapaian diakhir Aktivitas
Pelajar Pelajar Pelajar Pancasila FaseA,B,C terkait
Pancasila Pancasila
Kemandirian Pemahaman Mengenali kualitas Mengembangkan potensi 11, 12
diri dan dan minat diri serta diri
situasi tantangan yang yang dimiliki dan pantang
dihadapi. menyerah dalam menuntaskan
Mengembangkan Memberikan penilaian 4, 16
refleksi diri. terhadap
kualitas diri dan perbaikan
Regulasi Percaya diri, resilie Mengerjakan tugas sehari- 7, 14,15
diri (memiliki daya hari
tahan) dan adaptif dengan mandiri dan percayadiri.
(dapat menyesuaikan
diri dengan
lingkungan).
Gotong Royong Kolaborasi Kerjasama Mampu bekerjasamadengan 1,9,10,
siapapun dalam

Kepedulian Tanggap terhadap Mengamati lingkungansekitar 2,3,5,6,8


situasi sosial dan menemukan

Berbagi Berbagi Menumbuhkan rasa 13, 15


kebersamaan melalui

Berkebhinekaan Mengenaldan Mendalami budaya Mengenal danmemahami 3,8,11,15


Global menghargai dan identitas budaya makna pada pakaian adat
budaya tradisional sebagai produk
Berkeadilan Berpartisipasi dalam Melibatkan diri dalamkegiatan 6,9,10
sosial proses pegambilan kelompok dan
keputusan bersama.

(Referensi) Perkembangan Sub-elemen antar faseKemandirian


Sub-elemen Belum Mulai Berkembang sesuai Sangat berkembang
berkembang berkembang harapan
Mengenali Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mengidentifikasi Mengidentifikasi
kualitas dan potensi atau minat potensi dan minat potensi dan minat diri potensi dan minat diri
minat diri serta diri. diri, namun belum serta dan mencari solusi akan
tantangan yang memikirkan mengetahui tantangan tantangan yang
dihadapi. tantangan yang yang akan dihadapinya.
akan dihadapi. dihadapinya.
Mengembangk Memerlukan Mengetahui Memahami Memahami kelebihan
an refleksi diri bantuan orang kelebihan dan kelebihan dan dan kelemahan diri
dewasa dalam kelemahan diri. kelemahan diri serta serta tindak lanjut
mengidentifikasi mengungkapkan yang harus diambil
kelebihan dan alasannya. dalam memperbaikinya.
kelemahan diri.
ercaya diri, Membutuhkan Menampilkan sikap Menampilkan sikap Merencanakan
resilien motivasi dari luar percaya diri dalam percaya diri dan jelas kegiatan dan percaya
(memiliki daya dirinya untuk mempresentasikan dalam diri ketika
tahan) dan dapat hasil projek yang mempresentasikan mempresentasikan hasil
adaptif (dapat mempresentasika n dilakukan. hasil projek yang projek yang
menyesuaikan hasil projek dilakukan. dilakukan.
diri dengan yang dilakukan.
lingkungan).

Gotong royong
Sub-elemen Belum Mulai kembangsesuai Sangat berkembang
berkembang berkembang
Kerjasama Masih selalu Sesekali Menunjukansikap Siswa berinisiatif
Harus diingatkan diingatkan Kelompok dan untuk mengumpulkan
orang dewasa atau masih mengerjakan tugas ide dan
teman untuk aktif orang sesuai dengan bekerja sama siapapun.
dalam kelompok. dewasa atau teman perannya. mampu
untuk aktif dalam dengan baik
kelompok.
Tanggapterhadap Belum Mengetahui adanya Memahami Memahami permasalahan
situasi sosial menunjukkan permasalahan permasalahan yangyang
sikap peduli pada dilingkungan terjadi di terjadi di lingkungan dan
lingkungan. sekitarnya. lingkungannya. memberikan
alternatif solusi.
Berbagi Membutuhkan Muncul perasaan Mau berbagidengan Berempati pada orang di
motivasi dari tergugah untuk sesama sekitar lingkungan
orang lain untuk menolong sesama tanpa diminta. dan melakukan aksi nyata
mau berbagi tetapi masih harus untuk berbagi dengan
dengan teman dan dimotivasi untuk sesama tanpa diminta.
lingkungan. berbagi.

Berkebhinekaan Global
Sub- elemen Belum Mulai Berkembang sesuai Sangat berkembang
berkembang berkembang harapan
Mendalami Mengetahui jenis- Megenal makanan Mengenal dan Mengenal dan
budaya dan jenis makanan tradisional sebagai mengetahui nilai- nilai memahami nilai-nilai
identitas budaya tradisional. produk budaya. kearifan lokal pada kearifan lokal pada
pakaian adat pakaian adat tradisional
tradisional. sebagai produk budaya
dan bangga terhadapnya.
Berpartisipasi Mengikuti Memberikan Melibatkan Terlibat aktif dan
dalam proses kegiatan dalam gagasannya terhadap diri dalam kegiatan mampu memimpin
pegambilan kelompok, namun hal yangsedang kelompok dan kelompok dalam
keputusan belum dapat dibahas pengambilan pengambilan keputusan
bersama. mengemukakan dalam kelompok. keputusan bersama. bersama.
gagasannya.
Relevansi projek bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Dewasa ini, anak-anak lebih banyak mengkonsumsi makanan modern yang kurang sehat
dibandingkan dengan makanan tradisional yang masih alami dalam pengolahannya. Hal ini berdampak
pada kesehatan anak. Selain itu, anak-anak seolah menjadi asing dengan jenis makanan khas dari
daerahnya sendiri. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran anak-anak akan konsumsi makanan sehat
dan mengenalkan kembali pada akar budayanya, maka pembahasan terkait makanan tradisional dipilih
untuk menanamkan nila-nilai kearifan lokalpada anak-anak.
Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya masing-masing. Kebudayaan ini
berpengaruh pada pola hidup masyarakat di daerah tersebut. Hal ini tergambar dari banyaknya ragam
makanan tradisional yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Selain kebudayaan, letak geografis suatu
daerah pun menentukan makanan tradisional yang ada pada daerah tersebut. Hasil kekayaan bumi pada
suatu daerah bisa menjadi bahan utama yang digunakan dalam pembuatan makanan tradisional.
Sekolah merupakan lingkungan belajar untuk anak. Oleh karenanya, pengenalan makanan
tradisional pada kegiatan projek di lingkungan sekolah akan terasa lebih bermakna. Kearifan lokal
yang mulai lambat laun terlupakan, bisa dikenalkan kembali pada anak-anak melalui pemaknaan nilai
dalam makanan tradisional.

Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek


Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru MI (Fase A,B,C) agar dapat
melaksanakan projek dengan tema Kearifan Lokal. Judul projek pada perangkat ajar ini adalah
“Pakaian Adat Tradisional” yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik
terkait pakaian adat sekaligus mengenalkan kembali pakaian adat dan nilai-nilai kearifan lokal yang
terkandung didalamnya.
Perangkat ajar ini terdiri dari 6 aktivitas yang saling berkaitan. Disarankan projek ini dilakukan
pada semester 1 kelas 1 sampai kelas 6 MI dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun
sedemikian rupa agar peserta didik tidak hanya mengenal tetapi juga memahami makna pada proses
dan nilai-nilai yang terdapat dalam makanan tradisional. Selain itu juga dapat melakukan aksi nyata
dalam upaya melestarikan Pakaian Adat Tradisional . Waktu yang direkomendasikan dalam pengerjaan
projek ini adalah selama 1 semester dengan total waktu kurang lebih 35 jam. Sebaiknya, terdapat jeda
waktu antar aktivitas sehingga guru dapat mengolah data dari setiap aktivitas yang dilakukan dan
melakukan refleksi untuk aktivitas selanjutnya.
Namun demikian, kami memahami bahwa setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda. Oleh
karena itu, guru dan kepala sekolah mempunyai kewenangan dalam menyesuaikan jumlah aktivitas
dan pengaturan alokasi waktunya. Materi ataupun rancangan aktivitas dapat disesuaikan dengan
kondisi sekolah agar projek ini dapat berjalan lancar dan efektif. Kami pun sudah menyiapkan
beberapa alternatif dan tips agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan projek ini.
AKTIVITAS 1
PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN DEMINSI,ELEMEN P5PPRA

Jenis kegiatan :Tatap Muka


Waktu : 5 JP (5 x 35 menit)
Peran guru : Fasilitator

Persiapan :

1) Guru menyiapkan dan mengatur tata ruang ruangan kelas yang akan digunakan untuk berkegiatan.
2) Guru menghubungi perwakilan komite sekolah dan beberapa rekan guru lainnya sebagai
undangan dalam kegiatan “pertemuan mencoba rasa”. Sebelumnya, guru sudah
menginformasikan kepada para undangan hal-hal yang perlu diperhatikan saat pertemuan seperti ;
keterampilan peserta didik dalam menyampaikan informasi, perilaku peserta didik saat pertemuan
dan kualitas makanan yang dihasilkan.

Pelaksanaan :

1) Peserta didik membawa hasil makanan yang sudah dibuat di rumah sebelumnya.
2) Guru berperan sebagai moderator yang mengatur keberlangsungan acara.
3) Para undangan mencoba terlebih dahulu makanan yang dihidangkan oleh setiap kelompok.
4) Para undangan memberikan apresiasi dan masukan kepada setiap kelompok.
5) Setiap kelompok saling mencoba makanan yang dibawa oleh kelompok lainnya.

Tata Krama:
Guru dan peserta didik mendiskusikan hal-hal yang peru diperhatikan saat pertemuan, seperti :
1) Berperilaku sopan.
2) Tidak berbicara kasar.
3) Mempersilahkan orang dewasa untuk mencoba makanan terlebih dulu.
4) Mengucapkan silahkan, permisi, tolong atau terima kasih sesuai fungsinya pada saat kegiatan
berlangsung.
AKTIVITAS II
3.1 PAKAIAN KESUKAANKU
Jenis Kegiatan : Tatap Muka dan Tugas Mandiri
Waktu : 5 JP (3 x 35 menit)
Bahan : Gambar Pakaian Adat Tradisional
Peran guru : Fasilitator

Persiapan :

1) Guru menyiapkan lembar kerja yang akan digunakan siswa berupa tabel pakaian Adat
Kesukaan dan template grafik gambar.
2) Guru menyiapkan stiker yang bisa dibuat sendiri dengan menggunakan kertas warna
warni dibentuklingkaran, persegi, segitiga, dll.

Pelaksanaan :

1) Guru memulai projek dengan menanyakan pakaian adat yang sering di lihat siswa
menggunakan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut :
a. Apa pakaian adat daerah yang paling kamu suka?
b. Kenapa kamu menyukai pakaian adat daerah tersebut?
c. Dimana kamu biasanya menemukan pakaian adat daerah tersebut?
2) Dari hasil diskusi, guru menuliskan 5 makanan terbanyak yang disebutkan oleh peserta didik
di papan tulis dan meminta peserta didik untuk menuliskannya pada kolom makanan
kesukaan.
3) Guru menjelaskan cara pengisian tabel. Guru meminta peserta didik untuk bertanya kepada
teman sekelasnya mengenai makanan kesukaan (sesuai dengan 5 pilihan yang tersedia) dan
menuliskannya pada tabel yang telah disiapkan. Pengisian tabel menggunakan turus. 1 turus
mewakili 1 peserta didik.
Contoh tabel data makanan kesukaan :
Jumlah peserta didik :

DATA PAKAIAN ADAT TRADISIONAL KESUKAAN SISWA KELAS


1s/d 6

No Makanan Kesukaan Jumlah anak


1. Pakaian Adat Palembang

2. Pakaian Adat Jawa

3. Pakaian Adat Padang

4. Pakaian Adat Sunda

4) Guru menjelaskan cara pengisian grafik gambar dari data yang sudah dikumpulkan oleh
peserta didik. Tugas ini bisa dilakukan secara mandiri oleh peserta didik di rumah.
Berdasarkan data pada tabel, peserta didik akan memindahkan data ke dalam grafik gambar
menggunakan stiker yang telah disediakan.

Perlu diperhatikan : peserta didik perlu menempelkan stiker sejajar agar terlihat perbedaan
jumlah padamakanan yang disukai.
AKTIVITAS III
CERITA TENTANG SEJARAH PAKAIAN ADAT KOMERING

Jenis kegiatan : Tatap Muka dan Tugas Mandiri


Waktu : 5 JP (2 x 35 menit)
Alat dan Bahan : Materi PPT
Peran guru : Fasilitator

Persiapan :
1) Guru menyiapkan cerita yang akan dibawakan saat di kelas. Cerita yang dibawakan merupakan
cerita salah satu contoh pakaian adat komering atau mengenai kegiatan adat yang didalamya
terdapat pengenalan pakaian adat komering
2) Pastikan bahwa dalam cerita yang akan dibawakan mengandung nilai-nilai kearifan lokal
seperti kegunaannya dalam masyarakat, makna dan proses pembuatannya.
3) Guru menyiapkan teknik bercerita yang akan dilakukan bisa dengan teknik mendongeng,
pertunjukkan boneka/wayang, diorama atau membacakan cerita di depan kelas.
Pelaksanaan :
1) Guru memberikan prolog terkait pakaian komering yang sudah diwariskan turun temurun dari
nenek moyang.
2) Guru bercerita tentang pakaian komering menggunakan teknik bercerita yang sudah disiapkan.
3) Peserta didik berdiskusi didampingi guru sebagai fasilitator,Guru menuliskan poin penting dari
hasil diskusi setiap kelompok di papan tulis.
4) Peserta didik bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi semua kelompok.
Tugas :
Peserta didik diminta untuk mencari informasi pada anggota keluarga atau orang di sekitar tempat
tinggal terkait pakaian komering dan kegunaan serta makna dari pakaian komering tersebut.
Pengumpulan tugas dijadwalkan sebelum pertemuan berikutnya.
Tips :
Saat membacakan cerita dapat diselingi dengan kegiatan tanya jawab untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik.
Alternatif :
Kegiatan bercerita bisa dilakukan berdasarkan pengalaman langsung guru yang kemudian
dikaitkan dengan penggunaannya pada kegiatan adat atau kebiasaan yang dilakukan di daerah
tempat tinggal.
Pengayaan :
Setelah mendengarkan cerita yang disampaikan guru, peserta didik membuat mindmap terkait
informasi yangdidapatkan dari cerita.
AKTIVITAS IV
MAKNA PAKAIAN KOMERING
Jenis kegiatan : Tatap Muka
Waktu : 5 JP (5 x 35 menit)
Alat dan Bahan : Tabel perencanaan.
Peran guru : Fasilitator

Persiapan :

1) Guru sudah merangkum informasi yang didapatkan peserta didik dari tugas yang diberikan pada
aktivitas 3
2) Guru menyiapkan materi yang akan dijelasakan tentang makna pakaian komering sama
peserta didik dalam menentukanperencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
3) Guru menghitung alokasi waktu yang tersedia untuk pengerjaan projek.

Pelaksanaan :

1) Guru meminta perwakilan peserta didik untuk menceritakan informasi yang didapatkan
mengenai makna pakaian adat tradisional
2) Guru mereview isu dan informasi yang didapatkan oleh peserta didik kemudian dikaitkan
dengan tujuan projek untuk mengenal lebih jauh nilai dan makna pakaian komering . Selain itu,
peserta didik juga diajak memikirkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
3) Membuat daftar pakaian komering yang akan di buat
4) Pembagian kelompok untuk memilih pakaian komering yang akan dipakai
5) Guru dan peserta didik menentukan timeline kegiatan yang akan dilakukan selama projek
berlangsung.
Tips :

Guru dapat bekerjasama dengan peserta didik melihat tabel perencanaan yang sudah disepakati
dalam melakukan kegiatan.
Contoh Timeline perencanaan kegiatan projek

Nama :
Kelas : Tanggal :

TIMELINE KEGIATAN PROJEK


AKTIVITAS V
MAKNA AKSESORIS PAKAIAN KOMERING
Jenis kegiatan : Tatap Muka
Waktu : 5 JP (5 x 35 menit)
Alat dan Bahan : Tabel perencanaan.
Peran guru : Fasilitator

Persiapan :

4) Guru sudah merangkum informasi yang didapatkan peserta didik dari tugas yang diberikan pada
aktivitas 3
5) Guru menyiapkan materi yang akan dijelasakan tentang makna pakaian komering sama
peserta didik dalam menentukanperencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
6) Guru menghitung alokasi waktu yang tersedia untuk pengerjaan projek.

Pelaksanaan :

6) Guru meminta perwakilan peserta didik untuk menceritakan informasi yang didapatkan
mengenai Makna Aksesoris pakaian adat tradisional
7) Guru mereview isu dan informasi yang didapatkan oleh peserta didik kemudian dikaitkan
dengan tujuan projek untuk mengenal lebih jauh nilai dan makna pakaian komering . Selain itu,
peserta didik juga diajak memikirkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
8) Membuat daftar pakaian komering yang akan di buat
9) Pembagian kelompok untuk memilih pakaian komering yang akan dipakai
10) Guru dan peserta didik menentukan timeline kegiatan yang akan dilakukan selama projek
berlangsung.
Tips :

Guru dapat bekerjasama dengan peserta didik melihat tabel perencanaan yang sudah disepakati
dalam melakukan kegiatan.
Contoh Timeline perencanaan kegiatan projek

Nama :
Kelas : Tanggal :

TIMELINE KEGIATAN PROJEK


AKTIVITAS VI
TAMPILAN PAKAIAN ADAT KOMERING

Jenis kegiatan : Tugas Kelompok


Waktu : 5 JP (5 x 35 menit)
Alat dan Bahan : Rubrik penilaian.
Peran guru : Fasilitator
Persiapan :
1. Guru menyiapkan alat untuk merekam.
2. Guru menyiapkan rubrik penilaian presentasi cara
membuat makanantradisional.
Pelaksanaan :
1. Kegiatan ini dilakukan peserta didik secara berkelompok .

2. Peserta didik menyiapkan aksesoris yang dibutuhkan untuk memakai pakaian adat komering
yang akan dibuatnya.
3. Peserta didik secara berkelompok menjelaskan dan mendemonstrasikan cara membuat aksesoren
pada pakaian adat komering
4. Peserta didik menyajikan hasil buatannya kepada guru dan peserta didik lainnya.
4. Guru merekam aktivitas peserta didik saat .

Rubrik Penilaian

Sikap yang Belum Mulai berkembang Sudah Sangat


dinilai berkembang berkembang berkembang
Percaya diri Memerlukan Menjelaskan cara Menjelaskan cara Menjelaskan cara
motivasi dari orangpembuatan dengan pembuatan pembuatan dengan
dewasa untuk dapat sesekali meminta dengan percaya penuh percaya diri
menjelaskan. konfirmasi dari orang diri. dan suara yang
dewasa. lantang.
Kemandirian Menyiapkan dan Menyiapkan dan Menyiapkan dan Menyiapkan dan
merapikan kembali merapikan kembali merapikan merapikan kembali
alat bahan dibantu alat bahan sesekali kembali alat alat bahan yang
oleh orang dewasa. dibantu oleh orang bahan yang digunakan.
dewasa. digunakan.
Kerjasama Melakukan tugas Melakukan tugas Melakukan tugas Berbagi peran
sesuai dengan dengan sesekali sesuai perannya. dengan
keinginan sendiri. melakukan orangtua/teman dan
konfirmasi pada mampu mengerjakan
orangtua/teman. tugasnya dengan
baik.
Kejelasan Menyampaikan Menyampaikan cara Menyampaikan Menyampaikan cara
dalam informasi dengan pembuatan dengan cara pembuatan pembuatan makanan
menyampaikan suara yang pelan jelas namun tidak dengan sistematis secara sistematis
informasi. dan tidak sesuai sesuai dengan sesuai dengan apa sesuai dengan
tahapan yang tahapan yang benar. yang sedang apa yang sedang
benar. dilakukan. 23
dilakukan dan
bertutur kata
sopan.
FOTO KEGIATAN P5PPRA TEMA KEARIFAN LOKAL
PAKAIAN ADAT DAERAH KOMERING
KEGIATAN ESKUL MUSIK HADROH
KEGIATAN ESKUL PRAMUKAN

SENAM PAGI

PEMBACAAN SURAT YASIN SETIAP PAGI JUM’AT


KUNJUNGAN EDUKATIF

ACARA HARI BESAR ISLAM ISRA MI’RAJ

SHOLAT DUHA SETIAP PAGI


KEGIATAN UPACARA BENDERA SETIAP HARI SENIN P

Anda mungkin juga menyukai