Contoh KM Mi
Contoh KM Mi
MI QUR’ANIAH ROMADHON
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Disusun Oleh:
Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon
MI QUR’ANIAH ROMADHON
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
NSM 111216080086
STATUS AKREDITASI :-
ALAMAT : Kota Baru Barat
[Link],[Link]
Komering Ulu Timur.
Disusun Oleh:
Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon
Mengetahui
Mengesahkan,
Kabid Pendidikan Madrasah
Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan
BAB 1. PENDAHULUAN
• Latar Belakang
• Maksud & Tujuan
• Sasaran
• Muatan Lokal
➢ Keagamaan
➢ Seni Budaya
➢ Prakarya
➢ Penjasorkes
➢ Bahasa
➢ Teknnologi
• P5PPRA
➢ Kearifan Lokal Pakaian Ada Daerah komering
➢ Guru menjadi Fasilitator (maksimal 3 rombel)
BAB 4. KALENDER PENDIDIKAN
• Permulaan Tahun Ajaran
• Minggu Eafektif Belajar
• Waktu Pembelajaran Efektif
• Waktu Libur
BAB 5. PENUTUP
Lampiran :
1. SK TPK & Pembagian Tugas
2. 1 (Satu) Project P5PPRA
3. Kalender Pendidikan
4. Dokumentasi Kegiatan seni/muatan lokal pilihan siswa(Sesuai dengan Kekhasan Madrasah,
tipologi, potensi dan keunikan lokal)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat tersusun. Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Secara khusus Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang
dikembangkan sesuai dengan kondisi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon serta saran
Komite Madrasah dibawah koordinasi dan supervisi Kementerian Agama Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur.
Kurikulum Madrasah ini diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2025/2026 yang
mencerminkan merdeka belajar dan pengimplementasian Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum ini
memuat karakteristik satuan pendidikan, struktur kurikulum, rancangan pembelajaran, Profil
Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.
Pengembangan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Tahun 2025/2026
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, konsep merdeka belajar, dan pengimplementasian
Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil alamin. Di samping itu Kurikulum Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini merupakan panduan bagi pengembangan lingkungan
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Dari mulai budaya pengelolaan sampah, konservasi
energi, keanekaragaman hayati, konservasi air, kebersihan lingkungan dan juga inovasi.
Kurikulum ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu
kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada :
1. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
2. Kasi Pendma Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
3. Pengawas Madrasah yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan
dokumen.
4. Pendidik dan Tenaga kependidikan yang telah secara proaktif memberi masukan dan
kelengkapanya.
5. Ketua Komite yang telah memberi dukungan terhadap terselenggaranya pendidikan
madrasah.
Kami menyadari bahwa Kurikulum Madrasah yang telah kami susun ini
memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik,
saran, dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak yang kompeten sangat
kami harapkan.
A. RASIONAL
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun sebagai pedoman
dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kurikulum Madrasah (KM) ini
dikembangkan dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah disusun
secara Nasional kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran berdasar Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah disusun. Penyusunan Kurikulum Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini mengakomodir kebutuhan para pelajar mengembangkan
kemampuan ketrampilan abad 21 yang meliputi integrasi PPK, literasi, 6 C (Creative,
Critical thinking, communicative, Collaborative, Computational Thinking dan Compassion,
dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).
1. Prinsip Pengembangan Kurikulum Madrasah
Prinsip penyusunan Pengembangan kurikulum di madrasah adalah:
a. Berpusat pada pelajar, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi,
kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan pelajar.
b. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan
pendidikan.
c. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan
digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan
mudah dipahami.
d. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
e. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
f. Pemerataan dan peningkatan mutu.
Pengembangan kurikulum madrasah melibatkan komite madrasah dan berbagai
pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri
dan dunia kerja, di bawah koordinasi dan supervisi Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang menyelenggarakan urusan di bidang
Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntutan masa depan pelajar agar
menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era generasi 4.0, dengan tetap
menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat dalam sila-sila Pancasila serta
mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa, maka Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon menyusun Kurikulum Operasional sesuai dengan karakteristik pelajar dan
budaya lokal daerah setempat.
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon diharapkan mempunyai life skill
yang berguna dan mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat dan dunia Pendidikan.
Sehingga harapan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur untuk
mencetak generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud.
Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui kreasi budaya
literasi pada pelajar. Sehingga pelajar mampu menghasilnya salah satu karya yang
mencerminkan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lilalamin yang
mampu bernalar kritis dan berkebhinekaan global. Capaian pembelajaran yang
diharapkan adalah terciptanya profil pelajar yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME
dan berakhak mulia, yang mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan
berkebhinekaan global.
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon disusun dengan mengacu
pada peraturan perundangan terkait pendidikan yang berlaku baik itu dari pusat
ataupun dari daerah. Sedangkan secara pedagogis, Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon mengacu pada kemampuan guru sebagai tenaga professional dalam
pembelajaran dan penilaian.
Secara detail profil Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Identitas Madrasah
a) Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
b) Alamat : Jl. Setia Desa Kota Baru Barat
kec. Martapura [Link]
Komering Ulu Timur.
c) NSM : 111216080086
d) NPSN :
e) Telephone/Fax/HP : 085366783818
f) Jenjang : Madrasah Ibtidaiyah
g) Status : Swasta
h) Tahun Berdiri : 2019
i) Status Akreditasi :-
j) Sertifikat Akreditasi :-
b. Tenaga Kependidikan
: Tabel : 1.2
Tenaga Pendidik
Jenis Sertifikat
Kualifikasi Pendidikan
Status Kelamin Keahlian
L P SD SMP SMA S1 S2 Punya Tidak
ASN
PTY
PTT
%
c. Keterangan :
1) Mayoritas Pendidik dan Tenaga Kependidikan berdomisili di sekitar
wilayah kecamatan Martapura
2) Mayoritas Pendidik dan Tenaga Kependidikan berijazah S1
5. Pelajar.
Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon mayoritas berasal dari
wilayah sekitar madrasah, berasal dari wilayah kecamatan [Link] mayoritas
pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon tinggal/bermukim rumah
Jumlah pelajar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon berdasar kelas :
Tabel : 1.3
Jumlah Pelajar
Jumlah
No Kelas Jml Rombel L P Total
1 I 1 13 7 20
2 II 1 2 9 11
3 III 1 14 6 20
4 IV 1 6 15 21
5 V 1 10 18 28
6 VI 1 5 5 10
TOTAL 6 50 60 110
6. Program Unggulan
Untuk memberi pelayanan pendidikan kepada pelajar yang kaya pengalaman
belajar, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon melaksanakan sejumlah program
unggulan, antara lain:
a. Program beasiswa pelajar prestasi
b. Program pembiasaan tertib
c. Program Ibadah
d. Program pengembangan bakat, minat dan prestasi akademik
e. Bekerjasama dengan pihak terkait dalam peningkatan prestasi akademik
dan non akademik
f. Program belajar luar kelas
2. Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Terdapat poin-poin Analisa SWOT yang meliputi Stregth (kekuatan), Weakness
(kelemahan), Opportunity (peluang), dan Treath (ancaman) madrasah yang dapat
diidentifikasi dari gambaran umum kondisi dan karakteristik Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon tersebut di atas.
Adapun poin-poin tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan
a. Madrasah sudah berdiri lama sehingga cukup dikenal di masyarakat sekitar maupun
luar.
b. Lokasi yang terletak di daerah strategis dan daerah pusat perekonomian menambah
daya tarik madrasah.
c. Fasilitas cukup sehingga memudahkan memberikan pelayanan pendidikan yang
berkualitas.
d. Ruang kelas siap digunakan
e. Memiliki banyak tenaga pendidik yang cukup kompeten dan cukup menguasai
penggunaan TIK.
f. Memiliki banyak jalinan kerjasama dengan lembaga/organisasi pendukung.
g. Memiliki banyak jalinan kerjasama dengan MI/SD baik yang negeri atau yang
swasta
h. Masyarakat sekitar yang egaliter (sederajat) menyebabkan orang tua memilih
madrasah dengan pertimbangan utama kualitas pembelajaran dan lulusannya.
2. Kelemahan
a. Letak madrasah di area padat dan komersial tinggi membuat madrasah tidak
memiliki lahan madrasah yang luas.
b. Fasilitas yang cukup lengkap menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk
perawatan menjadi besar.
c. Jumlah tenaga pendidik yang memiliki sertifikat pendidik masih dibawah 50%.
d. Mayoritas pelajar berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah menyebabkan
madrasah dituntut untuk memberikan layanan pendidikan diatas rata-rata.
e. Hampir semua pelajar berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang tinggi
sehingga madrasah harus mempersiapkan program kelanjutan Pendidikan sebaik-
baiknya.
3. Peluang
a. Terdapat banyak lembaga pendukung layanan pendidikan di sekitar memudahkan
membangun banyak kerjasama.
b. Jenis masyarakat pedesaan yang berjiwa kemajuan ke depan memberi peluang
mengembangkan minat pribadi-sosial dan bisnis pelajar.
c. Infrastruktur TIK yang maju memudahkan madrasah membangun pembelajaran
berbasis digital.
d. Terdapat beberapa Lembaga/instansi yang dekat dengan madrasah, membuka
kesempatan Kerjasama dalam meningkatkan mutu madrasah.
e. Perkembangan IPTEK terbaru memberikan kesempatan untuk mengembangkan
proses belajar dan fasilitas madrasah untuk menciptakan pembelajaran yang aktif,
efektif dan menyenangkan.
4. Ancaman
a. Semakin banyak sekolah di sekitar yang menjadi kompetitor dalam penerimaan
pelajar baru, terlebih adanya sistem zonasi pada PPDB Sekolah Negeri yang berada
di daerah sekitar madrasah.
b. Pengaruh kondisi lingkungan masyarakat dengan munculnya café-café dengan
fasilitas wifi dan tempat-tempat hiburan menjadi tantangan dalam proses
pembentukan karakter.
c. Penyalahgunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif pada proses
pendidikan dengan mudah beredarnya konten pornografi, SARA dan berita bohong
di kalangan pelajar
Berdasarkan analisis konteks yang dilakukan, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sebagai Madrasah yang diminati masyarakat wilayah sekitar, dengan potensi
wilayah/letak daerah yang memiliki beberapa kekuatan diantaranya: 1) input pelajar
berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan; 2) lingkungan
gedung perkantoran yang memudahkan sekolah untuk melakukan koordinasi dan
komunikasi; 3) kultur masyarakat pedesaan; 4) sarana pendukung layanan proses
pembelajaran yang memadai; 5) merupakan salah satu madrasah yang terletak di
lingkungan yang asri dan rindang; dan 6) letak madrasah sangat strategis karena akses
yang mudah
Selain kekuatan/kelebihan sebagaimana tersebut di atas, Madrasah Ibtidaiyah
Qur’aniah Romadhon juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu: 1) sarana pendukung
untuk pengembangan potensi/skill yang terbatas (tidak memiliki lapangan olahraga yang
sesuai standar SNP); dan 2) Laboratorium yang kurang representatif; namun hal tersebut
tidak mengurangi semangat warga Madrasah dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan
prestasi yang pernah diperoleh baik itu akademik maupun non-akademik.
Masyarakat di sekitar Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon sebagian besar
adalah Petani, pegawai pemerintahan, BUMN, pegawai swasta dan sebagian lain adalah
pedagang serta wiraswasta. Sebagai madrasah yang berada pada lingkungan pedesaan dan
input pelajar yang mayoritas dari wilayah desa, serta kondisi desa yang tidak begitu luas
dengan tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang
dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk
mewujudkan daerahnya menjadi destinasi wisata wirausaha. Wisata wirausaha tersebut
diantaranya adalah kerajinan batik, kuliner khas daerah, dan budidaya kembang. Dalam
rangka meningkatkan potensi tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan Sumber daya alam/lingkungan lain
seperti yang ada di kecamatan Martapura
3. Karakteristik Sosial Budaya Lingkungan Madrasah
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon berada pada daerah pedesaan / desa dengan
latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan prilaku masyarakat kota besar yang
individual dan ekslusif melebur dengan sikap masyarakat ramah dan peduli asli yang tercermin
dengan masih tingginya semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun
masih terjaga serta kehidupan beragama yang baik.
Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon, bagian belakang berbatasan dengan
Masjid,kantor desa dan balai desa, samping kiri berbatasan dengan pemukiman penduduk
samping kanan berbatasan dengan pemukiman penduduk dan bagian depan berbatasan dengan
jalan desa dengan memiliki akses jalan keluar dan masuk hanya dari gerbang utama sehingga
memudahkan pemantauan arus keluar masuk.
a. Input pelajar berasal dari keluarga yang peduli terhadap kepentingan pendidikan;
b. Lingkungan gedung perkantoran yang memudahkan Madrasah untuk melakukan
koordinasi dan komunikasi;
c. Kultur masyarakat pedesaan yang bernuansa Islam;
d. Sarana pendukung layanan proses pembelajaran yang memadai;
e. Merupakan salah satu Madrasah rujukan yang terletak di jantung desa dengan
lingkungan yang asri dan rindang; dan
f. Letak Madrasah sangat strategis karena akses yang mudah.
4. Kemitraan Satuan Pendidikan
Dalam rangka meningkatkan layanan kepada pelajar dan mengatasi kelemahan serta
kendala yang dialami oleh madrasah, maka Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
melakukan berbagai upaya, antara lain menjalin kerjasama dengan berbagai pihak
sebagai berikut. (sesuaikan dengan kondisi madrasah)
a. Dinas Kesehatan
Salah satu kerjasama yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
dengan sangat baik yang ada di tingkat kecamatan yaitu Puskesmas Kec. Martapura
dalam bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan utama UKS Madrasah
Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon yaitu meningkatkan kemampuan hidup sehat dan
menciptakan lingkungan yang sehat.
b. Polisi Sektor /POLSEK [Link]
Kerjasama yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon POLSEK
[Link] yaitu penyampaian informasi dan edukasi P4GN serta penyampaian
materi mengenai penggolongan narkotika dan penjelasan mengenai bahaya narkoba
bagi diri sendiri dan lingkungan di setiap tahun ajaran baru pada saat kegiatan
MATSAMA.
c. Komando Rayon Militer (Koramil)
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon di setiap tahun, lebih tepatnya diawal
tahun ajaran baru biasanya melakukan kegiatan PBB yang dilatih langsung dari
Koramil Kecamatan Martapura
d. Pemerintah Desa
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon melakukan kerjasama dengan pemerintah
desa Kota Baru terkait pemanfaatan sumber daya manusia secara mutualisme,
sekolah memanfaatkan sumber daya manusia di masyarakat dan sebaliknya,
masyarakat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki madrasah.
e. Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kerjasama Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon dengan DLH ini berkaitan
dengan Gerakan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Adiwiyata) untuk
mewujudkan mutu Pendidikan sekolah yang berbasis kelestarian lingkungan hidup.
f. Usaha Kecil Mikro dan Menengah
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon menjalin kerjasama dengan pelaku usaha
kecil mikro dan menengah yang memproduksi makanan ringan. Pelajar diharapkan
mampu mempelajari sistem produksi dan pemasaran hasil usaha yg dilakukan
masyarakat sekitar. Hal tersebut sangat mendukung pembentukan ketrampilan dan
jiwa kewirausahaan para pelajar.
g. Masjid Romadhon
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon bekerjasama dengan Masjid Romadhon
terutama dalam melaksanakan praktik pada pembelajaran ibadah/keagamaan.
h. Dunia Usaha
Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon Bekerja sama dengan dunia usaha dalam
rangka pengembangan ekonomi di madrasah
i. Komite Madrasah
Komite Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon merupakan organisasi mandiri
yang beranggotakan orangtua/wali pelajar, komunitas madrasah, serta tokoh
masyarakat yang peduli Pendidikan.
B. LANDASAN YURIDIS
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
Nasional.
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah.
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 Tentang
Standar SKL
6. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2016 tentang
Standar ISI
7. Permendikbud RI Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
8. Permendikbud RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor
58 Tahun 2014 tetang Kurikulum 2013 SMP/MTs;
9. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24
Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
10. Permen LH RI No 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata)
11. Peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 97/D/H/2019
tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan
Pendidikan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 53 tahun 2015 tentang pedoman
Penilaian hasil belajar tingkat dasar dan menengah;
13. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa
Arab pada Madrasah;
14. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi
Kurikulum pada Madrasah;
15. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
16. Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: SE/DJ.I/HM.01/114/2014 tanggal 6 Juni
2014 tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Madrasah;
17. Peraturan Gubernur Jatim No. 19 Tahun 2014 Tertanggal 3 April 2014 Tentang Mata
Pelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah / Madrasah;
18. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2023 Tentang
Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Kurikulum Merdeka pada Madrasa;
19. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3811 Tahun 2023 tentang
Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2023/2024;
20. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 56/M/2023 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan
Pembelajaran;
21. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 262/M/2023 Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi Nomor 56/M/2023 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam
Rangka Pemulihan Pembelajaran.
22. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 tahun 2023 tentang
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH
A. VISI
Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah
Romadhon sehingga visi Madrasah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut.
Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil Madrasah yang
diinginkan dimasa datang. Adapun visi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon adalah:
“Membentuk Generasi Tangguh Yang Islami Dan Berakhlakul Karimah ”
Visi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon ini merupakan cita-cita bersama dari
warga madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang.
Adapun indikator ketercapaian visi adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan kurikulum.
b. Memotifasi dan meningkatkan disiplin belajar
c. Melaksanakan bimbingan profesi dan mengikut sertakan guru dalam penataran
d. Melaksanakan pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti luhur
e. Melaksanakan bimbingan kreasi siswa.
f. Mengikut sertakan peserta didikdalam berbagai lomba umum dan keagamaan
B. MISI
Untuk mewujudkan Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon,diperlukan
suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas yang akan dicapai dalam
kurun waktu tertentu. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon memberikan arah
dalam mewujudkan visi sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon akan menjadi
dasar dari program pokok madrasah. Misi Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon adalah
sebagai berikut:
1. Dalam kehidupan masyarakat dapat mengamalkan agama
2. Dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi suri tauladan bagi teman
3. Menyelenggarakan Pendidikan serta efektif dan dapat berkembang secara maksimal
C. TUJUAN MADRASAH
KEGIATAN PROJECT
SURAT KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH IBTIDAYAH QUR’ANIA ROMADHON
TENTANG
Menimbang : Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di Madrasah Ibtidayah
Tahfidz Qur’ania Romadhon Kecamatan Martapura Kabupaten OKU TIMUR tahun pelajaran
2024 / 2025 perlu menetapkan pembagian tugas guru.
: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ;
Mengingat
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan Peraturan Pemerintah Nomor 27,28,29 tahun 1990;
Peraturan Menteri Agama RI No 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi lulusan
dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah;
Keputusan Menpan Nomor 84 tahun 1993, tentang jabatan fungsional guru dan
angka kreditnya;
Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama
Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah.
KMA No.347 Tahun 2022 Pedoman Impementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : Menetapkan Pembagian Tugas Mengajar guru dalam Proses Belajar Mengajar (Lampiran I).
Kedua : Menugaskan Guru untuk melaksanakan Tugas Tambahan sebagai Walikelas (Lampiran II)
Ketiga : Menugaskan Guru untuk melaksanakan Tugas Tambahan (Lampiran III).
Keempat : Menugaskan Guru Untuk melaksanakan Tugas Bimbingan dan konseling(Lampiran IV).
Kelima : Masing-masing Guru melaporkan pelaksanaan tugas secara tertulis dan berkala kepada
Kepala Sekolah.
Keenam : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan tugas ini dibebankan kepada
anggaran Yang sesuai.
Ketujuh : Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki
sebagaimana mestinya.
Kedelapan : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah
TENTANG
PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN, BIMBINGAN, DAN EKSTRAKURIKULER
MADRASAH IBTIDAIYAH MI QUR’ANIAH ROMADHON
Jl. Setia Desa Kotabaru Barat Kec. Martapura Kab. Oku Timur
TAHUN AJARAN 2024/2025
Martapura, 15 Juli
2024 Kepala
Madrasah
Putri Pratiwi,[Link]
LAMPIRAN II : KEPALA MADRASAH MADRASAH IBTIDAYAH
QUR’ANIA ROMADHON NOMOR : /Kep/MIQR/VII/2024
TENTANG : PEMBAGIAN TUGAS GURU WALI KELAS SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2024-2025
Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli 2024
Kepala Madrasah
Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah
Ditetapkan Di : Martapura
PadaTanggal : 15 Juli
2024 Kepala Madrasah
Putri Pratiwi,[Link]
YAYASAN TAHFIDZ AL QUR’AN ROMADHON MARTAPURA
MI QUR’ANIAH ROMADHON
NSM : 111216080086
Jl. Setia Desa Kotabaru Barat Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan
Komering UluTimur 32181
Cp. Kantor : (0735) 4840398 Email : miromadhon79@[Link]
SK KEMENKUMHAM Nomor: [Link] 2018 AktaNotaris No:18 Tanggal 10 Oktober 2018 AnggaMahaditama, S.H.,[Link]
NO SK Pendirian : NOMOR 872 TAHUN 2019 NO SK Operasional : Nomor : B-982/KW.06.4.5/KS.0.2/12/2019
SURAT KEPUTUSAN
KEPALA MADRASAH Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah Romadhon
NOMOR: 057/[Link].06.12/OT.01.2/01/2024
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM OPERASIONAL MADRASAH
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Memperhatikan : Surat Perintah Kepala MI….. tentang Penetapan Kurikulum Operasional Madraasah
Tahun Pelajaran 2024/2025
MEMUTUSKAN
Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, dibebankan pada anggaran
yang sesuai dan apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan direvisi
sebagaiamana mestinya.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sebelum Tahun Pelajaran
2024/2025 dimulai.
Ditetapkan di : Martapura
Pada Tanggal : 30 Juli 2024
Kepala Madrasah,
Putri Pratiwi,[Link]
Susunan dan Tugas TPK
Lampiran 1 : SK KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH QUR’ANIAH ROMADHON
NOMOR: 057/[Link].06.12/OT.01.2/01/2024
Ditetapkan di : Martapura
Pada Tanggal : 30 Juli 2024
Kepala Madrasah,
Putri Pratiwi,[Link]
MODUL AJAR
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin
INFORMASI UMUM
IDENTITAS
Penyusun : TIM FASILITATOR P5 RA MI QUR’ANIAH ROMADHON
Instansi : Madrasah Ibtidayah Qur’aniah Romadhon
Tahun Penyusun : 2024
Jenjang Sekolah : Madrasah Ibtidayah
Fase / Kelas : A,B dan C/1-V
Tema : Kearifan Lokal
Judul : Pakaian Adat
Alokasi Waktu : 5 jp x 35 Menit
Jumlah Pertemuan : 6 x
Pertemuan
PENDAHULUAN
Pakaian Adat adalah busana yang mengekspresikan identitas, yang biasanya dikaitkan dengan
wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Pakaian adat juga dapat menunjukkan status
sosial, perkawinan, atau agama.
Jika kostum dikenakan untuk mewakili budaya atau identitas kelompok etnis atau suku bangsa
tertentu, biasanya dikenal sebagai busana adat suku (juga pakaian etnis, busana etnis, atau pakaian
etnis tradisional). Kostum seperti itu sering terdiri atas dua jenis: satu untuk acara sehari-hari, yang
lainnya untuk festival tradisional, atau sebagai pakaian formal untuk upacara-upacara adat.
Di daerah di mana aturan berpakaian Barat sudah diadopsi menjadi kebiasaan baku, pakaian
tradisional sering dikenakan hanya di acara-acara istimewa atau perayaan tertentu. Khususnya yang
berhubungan dengan tradisi budaya, warisan, untuk menggambarkan identitas kebanggaan nasional
atau jati diri kedaerahan. Acara internasional dapat mengakomodasi peserta non-Barat dengan kode
pakaian lebih beraneka ragam, seperti "setelan bisnis atau busana nasional".
Di zaman modern ini, ada beberapa contoh pakaian tradisional yang diwajibkan oleh undang-
undang perlindungan. Misalnya di Bhutan, semua warga negara wajib mengenakan
pakaian gho dan kera gaya tradisional Tibet untuk pria, serta kira dan toego untuk wanita. Di Arab
Saudi, kaum perempuan wajib mengenakan abaya di depan umum. Oleh karena itu, Dengan
mengangkat tema projek “ Kearifan Lokal “yang mengacu pada profil pelajar pancasila diharapkan
siswa dapat kembali mengenal kebudayaan asli Indonesia terkhusus tradisi bugis melalui makanan
tradisional khas daerah dengan menanamkan nilai- nilai kearifan lokal.
TUJUAN
Pada tema “Kearifan Lokal” dengan mengacu pada dimensi Profil Pelajar Pancasila. Projek “Pakaian
Adat Tradisional ”ini disusun dengan tujuan menguatkan profil pelajar pancasila melalui pemahaman nilai
kearifan lokal pada makanan tradisional. Jadi projek ini bertujuan agar peserta didik mengenal Pakaian Adat
Tradisional yang ada di Indonesia sekaligus bisa mengenali pakaian adat apa saja yang ada di Indonesia/
Dipilihnya TEMA Projek “Pakaian Adat Tradisional ” karena makanan tradisional merupakan
kuliner asli masyarakat Setiap daerah perlu dikenalkan kepada siswa didik sejak dini,makanan
tradisional sering kita lihat dalam keseharian kehidupan dalam masyarakat baik itu dalam acara adat
pernikahan, aqikah, barazanji ,pasar tradisional dan lain sebagainya.
Makanan tradisional merupakan pembahasan yang sangat menari dikarenakan untuk di Indonesia banyak
sekali makanan-makanan teradisional karena bangsa Indonesia memiliki banyak daerah,suku,maupun
kepulauan,sehingga kaya akan masakan tradisional. Pada Penyajian makanan tradisional biasanya disesuaikan
dengan kue tradisi setiap daerah, seperti lakso,empek-empek,model,kecampit dan lainnya, mereka memiliki kue
tradisi yang berbeda. Intinya kue apa saja yang penting harus tujuh macam
ALUR PROJEK
Projek ini dilaksanakan dalam empat tahap yaitu:
1. PENGENALAN dimana peserta didik aktif mencari data awal dan mengenalkan Pakaian Adat
Tradisional
2. KONTEKSTUALISASI peserta didik mengkonteksualisasi masalah di sekitar lingkungan . Pada
tahap ini peserta didik mengembangkan permasalahan melalui isu-isu yang terjadi di masyarakat
terkait dengan pakaian adat tradisional pada anak-anak. Peserta didik kemudian diajak untuk lebih
mengenal pakaian adat tradisional yang ada di Indonesia
3. AKSI NYATA yaitu dengan berkolaborasi untuk menciptakan aksi nyata terkait permasalahan yang
terjadi. Pada tahap ini, peserta didik akan berkolaborasi dengan guru, teman dan keluarga untuk
membuat mencontohan gambaran pakaian adat tradisional daerah di Indonesia. Dimulai dari
menentukan pakaian adat tradisional khas daerah yang akan dikaji.
4. REFLEKSI dan memikirkan tindak lanjut atas projek yang sudah dilakukan.
Gotong royong
Sub-elemen Belum Mulai kembangsesuai Sangat berkembang
berkembang berkembang
Kerjasama Masih selalu Sesekali Menunjukansikap Siswa berinisiatif
Harus diingatkan diingatkan Kelompok dan untuk mengumpulkan
orang dewasa atau masih mengerjakan tugas ide dan
teman untuk aktif orang sesuai dengan bekerja sama siapapun.
dalam kelompok. dewasa atau teman perannya. mampu
untuk aktif dalam dengan baik
kelompok.
Tanggapterhadap Belum Mengetahui adanya Memahami Memahami permasalahan
situasi sosial menunjukkan permasalahan permasalahan yangyang
sikap peduli pada dilingkungan terjadi di terjadi di lingkungan dan
lingkungan. sekitarnya. lingkungannya. memberikan
alternatif solusi.
Berbagi Membutuhkan Muncul perasaan Mau berbagidengan Berempati pada orang di
motivasi dari tergugah untuk sesama sekitar lingkungan
orang lain untuk menolong sesama tanpa diminta. dan melakukan aksi nyata
mau berbagi tetapi masih harus untuk berbagi dengan
dengan teman dan dimotivasi untuk sesama tanpa diminta.
lingkungan. berbagi.
Berkebhinekaan Global
Sub- elemen Belum Mulai Berkembang sesuai Sangat berkembang
berkembang berkembang harapan
Mendalami Mengetahui jenis- Megenal makanan Mengenal dan Mengenal dan
budaya dan jenis makanan tradisional sebagai mengetahui nilai- nilai memahami nilai-nilai
identitas budaya tradisional. produk budaya. kearifan lokal pada kearifan lokal pada
pakaian adat pakaian adat tradisional
tradisional. sebagai produk budaya
dan bangga terhadapnya.
Berpartisipasi Mengikuti Memberikan Melibatkan Terlibat aktif dan
dalam proses kegiatan dalam gagasannya terhadap diri dalam kegiatan mampu memimpin
pegambilan kelompok, namun hal yangsedang kelompok dan kelompok dalam
keputusan belum dapat dibahas pengambilan pengambilan keputusan
bersama. mengemukakan dalam kelompok. keputusan bersama. bersama.
gagasannya.
Relevansi projek bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Dewasa ini, anak-anak lebih banyak mengkonsumsi makanan modern yang kurang sehat
dibandingkan dengan makanan tradisional yang masih alami dalam pengolahannya. Hal ini berdampak
pada kesehatan anak. Selain itu, anak-anak seolah menjadi asing dengan jenis makanan khas dari
daerahnya sendiri. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran anak-anak akan konsumsi makanan sehat
dan mengenalkan kembali pada akar budayanya, maka pembahasan terkait makanan tradisional dipilih
untuk menanamkan nila-nilai kearifan lokalpada anak-anak.
Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya masing-masing. Kebudayaan ini
berpengaruh pada pola hidup masyarakat di daerah tersebut. Hal ini tergambar dari banyaknya ragam
makanan tradisional yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Selain kebudayaan, letak geografis suatu
daerah pun menentukan makanan tradisional yang ada pada daerah tersebut. Hasil kekayaan bumi pada
suatu daerah bisa menjadi bahan utama yang digunakan dalam pembuatan makanan tradisional.
Sekolah merupakan lingkungan belajar untuk anak. Oleh karenanya, pengenalan makanan
tradisional pada kegiatan projek di lingkungan sekolah akan terasa lebih bermakna. Kearifan lokal
yang mulai lambat laun terlupakan, bisa dikenalkan kembali pada anak-anak melalui pemaknaan nilai
dalam makanan tradisional.
Persiapan :
1) Guru menyiapkan dan mengatur tata ruang ruangan kelas yang akan digunakan untuk berkegiatan.
2) Guru menghubungi perwakilan komite sekolah dan beberapa rekan guru lainnya sebagai
undangan dalam kegiatan “pertemuan mencoba rasa”. Sebelumnya, guru sudah
menginformasikan kepada para undangan hal-hal yang perlu diperhatikan saat pertemuan seperti ;
keterampilan peserta didik dalam menyampaikan informasi, perilaku peserta didik saat pertemuan
dan kualitas makanan yang dihasilkan.
Pelaksanaan :
1) Peserta didik membawa hasil makanan yang sudah dibuat di rumah sebelumnya.
2) Guru berperan sebagai moderator yang mengatur keberlangsungan acara.
3) Para undangan mencoba terlebih dahulu makanan yang dihidangkan oleh setiap kelompok.
4) Para undangan memberikan apresiasi dan masukan kepada setiap kelompok.
5) Setiap kelompok saling mencoba makanan yang dibawa oleh kelompok lainnya.
Tata Krama:
Guru dan peserta didik mendiskusikan hal-hal yang peru diperhatikan saat pertemuan, seperti :
1) Berperilaku sopan.
2) Tidak berbicara kasar.
3) Mempersilahkan orang dewasa untuk mencoba makanan terlebih dulu.
4) Mengucapkan silahkan, permisi, tolong atau terima kasih sesuai fungsinya pada saat kegiatan
berlangsung.
AKTIVITAS II
3.1 PAKAIAN KESUKAANKU
Jenis Kegiatan : Tatap Muka dan Tugas Mandiri
Waktu : 5 JP (3 x 35 menit)
Bahan : Gambar Pakaian Adat Tradisional
Peran guru : Fasilitator
Persiapan :
1) Guru menyiapkan lembar kerja yang akan digunakan siswa berupa tabel pakaian Adat
Kesukaan dan template grafik gambar.
2) Guru menyiapkan stiker yang bisa dibuat sendiri dengan menggunakan kertas warna
warni dibentuklingkaran, persegi, segitiga, dll.
Pelaksanaan :
1) Guru memulai projek dengan menanyakan pakaian adat yang sering di lihat siswa
menggunakan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut :
a. Apa pakaian adat daerah yang paling kamu suka?
b. Kenapa kamu menyukai pakaian adat daerah tersebut?
c. Dimana kamu biasanya menemukan pakaian adat daerah tersebut?
2) Dari hasil diskusi, guru menuliskan 5 makanan terbanyak yang disebutkan oleh peserta didik
di papan tulis dan meminta peserta didik untuk menuliskannya pada kolom makanan
kesukaan.
3) Guru menjelaskan cara pengisian tabel. Guru meminta peserta didik untuk bertanya kepada
teman sekelasnya mengenai makanan kesukaan (sesuai dengan 5 pilihan yang tersedia) dan
menuliskannya pada tabel yang telah disiapkan. Pengisian tabel menggunakan turus. 1 turus
mewakili 1 peserta didik.
Contoh tabel data makanan kesukaan :
Jumlah peserta didik :
4) Guru menjelaskan cara pengisian grafik gambar dari data yang sudah dikumpulkan oleh
peserta didik. Tugas ini bisa dilakukan secara mandiri oleh peserta didik di rumah.
Berdasarkan data pada tabel, peserta didik akan memindahkan data ke dalam grafik gambar
menggunakan stiker yang telah disediakan.
Perlu diperhatikan : peserta didik perlu menempelkan stiker sejajar agar terlihat perbedaan
jumlah padamakanan yang disukai.
AKTIVITAS III
CERITA TENTANG SEJARAH PAKAIAN ADAT KOMERING
Persiapan :
1) Guru menyiapkan cerita yang akan dibawakan saat di kelas. Cerita yang dibawakan merupakan
cerita salah satu contoh pakaian adat komering atau mengenai kegiatan adat yang didalamya
terdapat pengenalan pakaian adat komering
2) Pastikan bahwa dalam cerita yang akan dibawakan mengandung nilai-nilai kearifan lokal
seperti kegunaannya dalam masyarakat, makna dan proses pembuatannya.
3) Guru menyiapkan teknik bercerita yang akan dilakukan bisa dengan teknik mendongeng,
pertunjukkan boneka/wayang, diorama atau membacakan cerita di depan kelas.
Pelaksanaan :
1) Guru memberikan prolog terkait pakaian komering yang sudah diwariskan turun temurun dari
nenek moyang.
2) Guru bercerita tentang pakaian komering menggunakan teknik bercerita yang sudah disiapkan.
3) Peserta didik berdiskusi didampingi guru sebagai fasilitator,Guru menuliskan poin penting dari
hasil diskusi setiap kelompok di papan tulis.
4) Peserta didik bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi semua kelompok.
Tugas :
Peserta didik diminta untuk mencari informasi pada anggota keluarga atau orang di sekitar tempat
tinggal terkait pakaian komering dan kegunaan serta makna dari pakaian komering tersebut.
Pengumpulan tugas dijadwalkan sebelum pertemuan berikutnya.
Tips :
Saat membacakan cerita dapat diselingi dengan kegiatan tanya jawab untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik.
Alternatif :
Kegiatan bercerita bisa dilakukan berdasarkan pengalaman langsung guru yang kemudian
dikaitkan dengan penggunaannya pada kegiatan adat atau kebiasaan yang dilakukan di daerah
tempat tinggal.
Pengayaan :
Setelah mendengarkan cerita yang disampaikan guru, peserta didik membuat mindmap terkait
informasi yangdidapatkan dari cerita.
AKTIVITAS IV
MAKNA PAKAIAN KOMERING
Jenis kegiatan : Tatap Muka
Waktu : 5 JP (5 x 35 menit)
Alat dan Bahan : Tabel perencanaan.
Peran guru : Fasilitator
Persiapan :
1) Guru sudah merangkum informasi yang didapatkan peserta didik dari tugas yang diberikan pada
aktivitas 3
2) Guru menyiapkan materi yang akan dijelasakan tentang makna pakaian komering sama
peserta didik dalam menentukanperencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
3) Guru menghitung alokasi waktu yang tersedia untuk pengerjaan projek.
Pelaksanaan :
1) Guru meminta perwakilan peserta didik untuk menceritakan informasi yang didapatkan
mengenai makna pakaian adat tradisional
2) Guru mereview isu dan informasi yang didapatkan oleh peserta didik kemudian dikaitkan
dengan tujuan projek untuk mengenal lebih jauh nilai dan makna pakaian komering . Selain itu,
peserta didik juga diajak memikirkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
3) Membuat daftar pakaian komering yang akan di buat
4) Pembagian kelompok untuk memilih pakaian komering yang akan dipakai
5) Guru dan peserta didik menentukan timeline kegiatan yang akan dilakukan selama projek
berlangsung.
Tips :
Guru dapat bekerjasama dengan peserta didik melihat tabel perencanaan yang sudah disepakati
dalam melakukan kegiatan.
Contoh Timeline perencanaan kegiatan projek
Nama :
Kelas : Tanggal :
Persiapan :
4) Guru sudah merangkum informasi yang didapatkan peserta didik dari tugas yang diberikan pada
aktivitas 3
5) Guru menyiapkan materi yang akan dijelasakan tentang makna pakaian komering sama
peserta didik dalam menentukanperencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
6) Guru menghitung alokasi waktu yang tersedia untuk pengerjaan projek.
Pelaksanaan :
6) Guru meminta perwakilan peserta didik untuk menceritakan informasi yang didapatkan
mengenai Makna Aksesoris pakaian adat tradisional
7) Guru mereview isu dan informasi yang didapatkan oleh peserta didik kemudian dikaitkan
dengan tujuan projek untuk mengenal lebih jauh nilai dan makna pakaian komering . Selain itu,
peserta didik juga diajak memikirkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut.
8) Membuat daftar pakaian komering yang akan di buat
9) Pembagian kelompok untuk memilih pakaian komering yang akan dipakai
10) Guru dan peserta didik menentukan timeline kegiatan yang akan dilakukan selama projek
berlangsung.
Tips :
Guru dapat bekerjasama dengan peserta didik melihat tabel perencanaan yang sudah disepakati
dalam melakukan kegiatan.
Contoh Timeline perencanaan kegiatan projek
Nama :
Kelas : Tanggal :
2. Peserta didik menyiapkan aksesoris yang dibutuhkan untuk memakai pakaian adat komering
yang akan dibuatnya.
3. Peserta didik secara berkelompok menjelaskan dan mendemonstrasikan cara membuat aksesoren
pada pakaian adat komering
4. Peserta didik menyajikan hasil buatannya kepada guru dan peserta didik lainnya.
4. Guru merekam aktivitas peserta didik saat .
Rubrik Penilaian
SENAM PAGI