IBADAT SYUKUR PERNIKAHAN
IBADAT SYUKURAN PERNIKAHAN
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PEMBUKAAN
LAGU PEMBUKAAN
Berbahagia, bergembira
Tiba saatnya berserah setia
Berbahagia, bergembira
Cinta bersinar bagai cahaya
Lajulah bahtera hidupmu
Mercusuarlah tujuanmu
Berbahagia, bergembira
TANDA SALIB & SALAM
PENGANTAR
DOA PEMBUKAAN:
Marilah berdoa,
Allah, pencipta dan penebus kami, Engkau menghendaki agar pria dan wanita membangun keluarga
yang bahagia. Kedua pasang suami isteri, para hambaMu ini, baru saja memasuki bahtera perkawinan.
Berkatilah cinta kasih mereka supaya tahan uji dalam untung dan malang, dan anugerahkanlah mereka
keturunan yang dapat dibanggakan. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersatu
dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
IBADAT SABDA
LAGU PENGANTAR BACAAN: “KASIH”
Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
Kasih-Mu kasihku, oh Tuhan...reff
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasihMu, oh Tuhan
Kasih-Mu kudus, tiada batasnya
BACAAN INJIL (MAT 7:24-27)
Orang bilang “cinta itu butuh pengorbanan”. Pepatah ini akan lebih pantas dalam hidup perkawinan.
Maka marilah kita membuka hati untuk mendengarkan sabda Tuhan. Semoga sabda ini menggerakan
hati kita supaya semakin rela berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai.....
DUA MACAM DASAR
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang
bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,
lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 7:26 Tetapi
setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang
bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,
lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
RENUNGAN
Kelompok yang paling kecil dalam masyarakat adalah keluarga. Keluargalah kesatuan yang paling erat
dan mendasar, dan dari keluarga-keluarga ini dibangun jemaat beriman sebagaimana yang telah
dilakukan oleh kita dan terutama kedua saudara kita yang hari ini kita syukuri pernikahan mereka
beberapa waktu yang lalu.
Bacaan hari ini sangat menarik, ada dua rujukan iman untuk setiap keluarga kristiani yang ditawarkan
Yesus dalam membangun suatu “rumah keluarga”; pertama mendirikan di atas batu. Kita tahu dimana-
mana batu menjadi bahan dasar dalam mendirikan sebuah rumah atau gedung. Peranan batu sangat
menentukan seberapa kuat suatu bangunan di samping material pendukung lainnya. Sebagaimana
digambarkan dalam bacaan Injil tadi badai apapun tidak akan merubuhkan. Kita ibaratkan batu adalah
sabda dan pribadi Yesus sendiri. Maka jika kita mendirikan rumah keluarga kita atas batu iman akan
Yesus maka keluarga yang kita bangun pun akan kuat menghadapi setiap tantangan dan kesulitan hidup
ini. Kedua, mendirikan di atas pasir. Kita tahu sendiri bagaimana membangun rumah di atas pasir maka
yang terjadi adalah kegoyahan. Bagaimana mungkin sebuah keluarga jika tidak dibangun atas iman akan
pribadi Yesus, akan luluh lantak, goyah, tidak kuat.
Ketika mengawali hidup berkeluarga hal yang dirasakan mungkin serba manis bagaikan madu yang
selalu manis dan menghangatkan suasana. DIA yang kita cintai, sayangi menjadi segalanyma, tak mau
dilepaskan, tak mau ditinggalkan sendiri, rasanya ingin selalu berdua, tak mau dipisahkan oleh apapun.
Seiring perjalanan diantara dua pribadi semakin mendalam untuk saling mengenal. Dalam tahap inilah
dua pribadi menyatu padu, mensejajarkan dan menyesuaikan diri satu sama lain. Yang satunya
barangkali keras harus menerima kelembutan yang ada dalam diri pasangannnya, yang satunya mungkin
cerewet dan yang lainnya kalem atau tenang tidak banyak bicara. Disiinilah setiap pribadi membuka diri
satu sama lain. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli
padanya. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang
yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk
mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
Nah tahun demi tahun, hari berlangkah demi langkah, waktu terus bergulir....tibalah suatu tahap dimana
kedua insan bisa saling ber-adu karena masing-masing saling mungkin mempertahankan ide atau
pendapatnya. Cinta yang dulunya madu berubah menjadi racun lantaran di hadapkan dengan aneka
perbedaan yang mungkin baru muncul atau memang dari dulu disembunyikan. Krisis perkawinan
mungkin saja akan terjadi, menguji seberapa jauh cinta yang dulunya menggebu-gebu kepada dia
apakah harus pupus lantaran dia semakin buruk rupa, ada PIL atau WIL, semakin tua, dan beragam hal
lain yang bisa mengikis kehidupan perkawinan.
Di tengah krisis semacam ini kita diteguhkan Yesus dengan dua pijakan firman Yesus dalam Injil tadi. Jika
kita sungguh-sungguh bijaksana maka kita memilih untuk tetap bertahan karena kita meletakkan
pijakkan atau fundasi kita dalam iman akan Yesus sendiri.
Pesan terakhir:
Setiap suami isteri harus tahu berlutut, tahu duduk, dan tahu melangkah. Apa maksudnya? Suami isteri
yang tahu berlutut artinya suami isteri yang selalu berlutut, bersimbah serta bertekuk di hadapan tahkta
Tuhan. Persembahkan segala suka dan duka, ketika krisis melanda rumah keluargamu di hadapan Tuhan.
Tahu duduk artinya sharing bersama untuk saling meneguhkan, rembuklah berdua tatkala ada problem
yang harus dibicarakan berdua. temukannlah jalan terbaik untuk membina rumah tangga, win-win
solution. Dan yang terakhir suami isteri juga tahu melangkah artinya menatap ke depan, tahu akan apa
yang harus dilakukan dalam membina rumah tangga entah itu rejeki maupun cita-cita sejati yang harus
diwujudkan.
Pada waktu kamu lahir, banyak orang yang tertawa dan hanya kamu yang menangis, maka jalanilah
hidup Anda dengan kebaikan dan kasih sayang supaya pada waktu
kamu mati banyak orang menangis dan hanya kamu tertawa.
Selamat memasuki hidup berkeluarga dan selamat berproses menjadi seorang bapak dan bagaimana
menjadi seorang ibu. Kiranya berkat Tuhan selalu melimpah atas kita semua.... terus berjuang berjuang
menjadi satu sampai ajal menjemput...
DOA UMAT
Saudara-saudara, marilah berdoa bagi kedua saudara kita ini, bagi sanak saudara mereka, dan bagi
seluruh umat Allah, khususnya yang tinggal di wilayah ini.
1. Ya Tuhan, pencipta dan pembimbing manusia, lindungilah suami istri yang mulai memasuki jenjang
perkawinan ini. Persatukanlah mereka dalam cinta kasih sejati. Marilah kita mohon...
2. Ya Tuhan, Pemberi damai dan kesejahteraan, dampingilah suami istri ini. Berilah hasil melimpah
kepada pekerjaan mereka, dan ajgalah sanak saudara mereka dalam kerukunan. Marilah kita mohon...
3. Ya Tuhan, pelindungi dan penyelamat kami. Tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami semua dan
limpahilah kepada keluarga-keluarga kami dengan kurnia-Mu. Marilah kita mohon...
4. Ya Tuhan, gembala dan penghibur umat beriman, bahagiakanlah arwah nenek moyang keluarga-
keluarga ini yang sudah menghadap hadirat-Mu. Terimalah mereka dalam perjamuan abadi di surga.
Marilah kita mohon...
5. Ya Tuhan, sumber kebaikan dan cinta kasih, semoga suami istri ini tumbuh dalam cinta, dan hidup
dalam kerukunan serta damai selama hayat dikandung badan. Marilah kita mohon...
BAPA KAMI
DOA PENUTUP
Marilah berdoa:
Ya Bapa di surga, kedua pasang saudara kami ini telah kau persatukan dalam ikatan suci perkawinan.
Semoga mereka senantiasa sehati sejiwa berbakti kepada-Mu, berharap sepenuhnya kepada-Mu dalam
suka dan duka serta selalu beramal kepada sesama. Semoga sejahteralah rumah tangganya, sebab
Engkau sendiri yang membentengi dan mendampingi setiap hari, demi Kristus Tuhan dan pengantara
kami. Amin