0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
655 tayangan16 halaman

Peran dan Tanggung Jawab Keluarga dan Sekolah

Dokumen ini menjelaskan peran dan tanggung jawab individu sebagai anggota keluarga dan warga sekolah, serta pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, seperti ayah, ibu, dan anak, sementara di sekolah, peran tersebut meliputi kepala sekolah, guru, staf, dan siswa. Selain itu, dokumen ini juga membahas pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis interaksi sosial serta perbedaan antara denah dan peta serta ragam bentang alam di Indonesia.

Diunggah oleh

Kenny Rahayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
655 tayangan16 halaman

Peran dan Tanggung Jawab Keluarga dan Sekolah

Dokumen ini menjelaskan peran dan tanggung jawab individu sebagai anggota keluarga dan warga sekolah, serta pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, seperti ayah, ibu, dan anak, sementara di sekolah, peran tersebut meliputi kepala sekolah, guru, staf, dan siswa. Selain itu, dokumen ini juga membahas pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis interaksi sosial serta perbedaan antara denah dan peta serta ragam bentang alam di Indonesia.

Diunggah oleh

Kenny Rahayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB


3.5.1 Menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai bagian
dari anggota keluarga dan warga sekolah

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.


Oleh karena itu, manusia membutuhkan peran orang lain dalam
kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memiliki peran
serta tanggung jawab yang berbeda-beda.

Sumber: Penerbit JP Books


Kegiatan di Lingkungan Keluarga dan Sekolah

Gambar di atas menunjukkan kegiatan yang dilakukan


manusia di lingkungan keluarga dan sekolah. Sebagai anggota
keluarga dan warga sekolah manusia harus mengetahui perannya
dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB


Peran adalah perilaku seseorang yang diharapkan. Peran sangat erat
kaitannya dengan hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap
orang.
Hak adalah sesuatu yang perlu didapatkan atau diterima.
Kewajiban adalah segala sesuatu yang dilakukan/kerjakan.
Tanggung jawab adalah kesadaran untuk melakukan kewajiban tanpa
adanya paksaan. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan
melaksanakan kewajibannya dengan tulus dan ikhlas.
A. Peran dan Tanggung Jawab sebaghai Bagian dari Anggota
Keluarga
Keluarga adalah orang-orang yang memiliki hubungan darah karena
ikatan pernikahan.
Keluarga terbagi atas 2 :
1. Keluarga Inti
Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan
anak.
2. Keluarga Besar
Keluarga besar adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak,
kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, keponakan, dll.
Keluarga Inti Keluarga Besar

Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang


berbeda. Dalam pelaksanaannya, tanggung jawab harus dilakukan
sesuai dengan perannya.
Peran dan tanggung jawab Ayah
Peran ayah :
1. Sebagai suami
2. Sebagai orang tua
3. Sebagai kepala rumah tangga
Tanggung jawab ayah :
1. Pemberi nafkah
2. Pelindung dalam keluarga
3. Pembimbing dalam keluarga
4. Menjadi contoh dan panutan bagi keluarga
Peran dan Tanggung Jawab Ibu
Peran Ibu :
1. Sebagai istri
2. Sebagai orang tua
3. Sebagai ibu rumah tangga.
4. Membantu ayah dalam memenuhi
kebutuhan anggota keluarga termasuk kebutuhan rumah tangga.
5. Memberikan kasih sayang dan pendidikan pada anak-anaknya.
Tanggung jawab ibu :
1. Sebagai pengasuh anak-anak
2. Sebagai pendidik
3. Pengelola rumah tangga
4. Membimbing anak-anak dalam pendidikan
5. Menjadi contoh dan panutan bagi keluarga

Peran dan Tanggung Jawab Anak


Peran anak :
1. Sebagai anak
2. Sebagai anggota keluaraga
Tanggung jawab anak :
1. Menghormati orang tua
2. Mematuhi peraturan keluarga
3. Belajar dengan tekun
4. Menjaga nama baik keluarga
5. Membantu pekerjaan rumah.
B. Peran dan Tanggung Jawab sebagai Bagian dari Warga
Sekolah
Warga sekolah adalah semua orang yang ada di sekolah dan
terlibat dalam kegiatan di sekolah.
Yang termasuk warga sekolah adalah :
1. Kepala Sekolah
2. Guru
3. Staf sekolah (Penjaga Sekolah, Tata Usaha, perpustakaan,
Satpam)
4. Siswa
Sebagai warga sekolah, kita memiliki peran dan tanggungjawab
untuk menjaga suasana sekolah agar selalu aman, nyaman, dan
menyenangkan.
Jika di rumah, orang tua kita adalah ayah dan ibu, maka di
sekolah orang tua kita adalah guru. Sama halnya saat di rumah,
sebagai orang tua dan anak di sekolah, guru dan siswa memiliki
peran serta tanggung jawab masing-masing yang harus dilaksanakan
dengan baik.

Peran dan Tanggung Jawab Kepala


Sekolah
Peran Kepala Sekolah :
1. Pemimpin sekolah
2. Mengelola sekolah
3. Membina guru dan staf
4. Mengawasi dan menjaga disiplin sekolah
5. Menjaga hubungan baik dengan orang tua
Tanggung jawab Kepala Sekolah :
1. Memimpin dan mengatur semua kegiatan di sekolah.
2. Membuat aturan agar sekolah tertib dan aman.
3. Membimbing guru dan staf untuk bekerja dengan baik.
4. Menyediakan fasilitas belajar seperti ruang
kelas dan perpustakaan.
Peran dan Tanggung Jawab Guru
Peran Guru
1. Sebagai pengajar
Seorang guru sebagai perantara proses
belajar yang mampu memberikan ilmu
pengetahuan kepada siswa.
2. Sebagai pendidik
Guru memberikan teladan yang baik agar
siswa mengikuti
aturan yang berlaku.
3. Sebagai pembimbing
Guru membimbing siswa agar tetap berada di jalur
yang tepat selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Tanggung jawab Guru
1. Mengajar dan mendidik siswa dengan baik.
2. Membimbing dan membantu siswa dalam belajar.
3. Menjadi contoh yang baik bagi siswa.
4. Menjaga ketertiban dan keamanan di dalam kelas.
Peran dan Tanggung Jawab Staf Sekolah
Peran Staf Sekolah :
1. Menjaga keamanan dan ketertiban
2. Menjaga lingkungan sekolah tetap rapi
dan bersih
3. Membantu kegiatan administrasi sekolah
Tanggung Staf Sekolah :
1. Menjaga kebersihan dan kenyamanan
sekolah.
2. Membantu mengelola keperluan
administrasi sekolah.
3. Menjaga keamanan lingkungan sekolah.
Peran dan Tanggung Jawab Siswa
Peran Siswa :
1. Belajar dengan rajin
2. Menghormati guru
3. Menunjukkan sikap yang baik
4. Mengikuti aturan sekolah
5. Aktif dalam kegiatan sekolah
Tanggung Jawab Siswa :
1. Mengikuti pelajaran dengan baik.
2. Mengerjakan tugas
3. Mematuhi aturan sekolah dan tata tertib.
4. Menjaga nama baik sekolah
5. Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

3.5.2 Mendeskripsikan interaksi sosial yang terjadi di sekitar


tempat tinggal dan sekola
INTERAKSI SOSIAL
A. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi social berasal dari kata Interaksi, artinya tindakan yang
terjadi secara dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik
melalui kontak langsung maupun tidak langsung.
Sosial yang berarti mencakup saling berkesinambungan atau
bekerjasama seperti halnya manusia merupakan makhluk social yang
tidak bisa hidup sendiri dan akan membutuhkan orang lain.
Secara sederhana pengertian interaksi social adalah hubungan
timbal balik antara individu maupun kelomok untuk menjalin hubungan
pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan
bermasyarakat.

B. CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL


Adapun ciri-ciri interaksi social, adalah :
1. Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih.
2. Adanya komunikasi diantara para pelaku dengan menggunakan
symbol-simbol.
3. Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama
dengan yang diperkirakan oleh para pengamat.
C. JENIS-JENIS INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial mempunyai beberapa jenis :
1. INTERAKSI SOSIAL INDIVIDU DENGAN INDIVIDU
Interaksi sosial individu merupakan pertemuan antara seseorang
dengan individu lain yang bertujuan untuk memberikan aksi atau respon
untuk menjadi teman dan mengarahkan ke arah bekerjasama jika
reaksinya positif, namun jika reaksinya negate kemungkinan akan
muncul konflik atau pertikaian.
● Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu di Lingkungan
Tempat Tinggal
a) Kakak dan adik saling bermain bersama,
b) Orang tua menasehati anaknya,
c) Ibu menjenguk tetangga yang sedang sakit,
d) Orang tua mengajar anaknya belajar,
e) Saling bertegur sapa dengan tetangga,

a b c d
e

● Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu di


Lingkungan Sekolah
a) Seorang siswa yang bertanya pada guru,
b) Seorang guru menasehati murid yang tidak mengikuti peraturan,
c) Seorang murid yang bertanya pada teman sebangkunya,
d) Guru bimbingan konseling yang bertemu dengan orang tua murid,

a b c d
2. INTERAKSI SOSIAL INDIVIDU DENGAN KELOMPOK
Interaksi sosial individu dengan kelompok terdiri lebih dari 3 orang
yang dimana akan memberikan informasi oleh satu orang kepada
beberapa orang.
● Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal
a) Pak RT menjelaskan bantuan pemerintah kepada masyarakat
sekitar. Di mana Pak RT berperan sebagai individu, dan masyarakat
adalah kelompok,
b) Uztad berkhotbah kepada jemaah dalam pengajian di masjid.

a b
● Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah
a) Seorang guru mengajar pelajaran di kelas,
b) Kak Rara mengajari tali temali pada para siswa saat ekstra
Pramuka,
c) Murid presentasi tugas IPAS di depan kelas,
d) Kepala sekolah menyampaikan amanat di hari Senin,
e) Anton menyiapkan barisan ketika upacara,

a b c d
e
3. INTERAKSI SOSIAL KELOMPOK DENGAN KELOMPOK
Interaksi kelompok dengan kelompok merupakan pertemuan antara
dua orang atau lebih dengan kelompok yang berbeda, untuk
mengkomunikasikan hal yang berkaitan namun sifatnya bukan hal
pribadi namun untuk kepentingan kelompok itu sendiri.
● Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal
a) Para pemuda karang taruna memberi informasi kepada
masyarakat untuk saling bekerjasama membersihkan halaman
agar menjadi juara perlombaan kebersihan di acara HUT RI 17
Agustus,
b) Kelompok TNI dan kelompok Polisi melakuka kerjasama interaksi
social untuk memberatas kejahatan di daerahnya.

a b
● Contoh Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah
a. PMR dan Pramuka bekerja sama dalam pemberian bantuan
sosial.
b. Kelompok A berdebat dengan kelompok B dalam pelajaran IPS,
c. Kelas 3A bertanding sepak bola dengan kelas 3B
saat classmeting.
d. Kelas 5B melawan kelas 5A dalam lomba balap karung 17
Agustus.
a b c
d

BAB VI
DENAH DAN PETA
3.6.1 Menjelaskan pengertian denah dan peta
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat.
Hal-hal yang perlu dicantumkan saat dalam membuat denah :
1. Judul denah
2. Nama ruangan/nama bangunan
3. Gambaran umum lokasi
4. Penunjuk arah mata angin
Peta adalah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu
bidang datar dengan skala tertentu.
Komponen Peta :
1. Judul Peta 7. Simbol Peta
2. Garis Tepi 8. Lettering
3. Orientasi 9. Warna Peta
4. Skala Peta 10. Sumber Data dan
5. Legenda Tahun Pembuatan
6. Koordinat

3.6.2 Menjelaskan perbedaan denah dan peta


Mata angin merupakan panduan menentukan suatu arah tujuan.
Tujuannya untuk memudahkan kita mencari letak suatu tempat. Arah
mata angin berguna bagi kehidupan sehari-hari. Jika kita kesulitan
menentukan arah, kita dapat menggunakan kompas. Kompas dapat
menunjukkan arah mata angin dengan tepat.

Contoh Mata Angin :

PETA BUKITTINGGI
3.6.3 Membuat dan menggunakan denah sederhana lingkungan
tempat tinggal dan sekolah sebagai penunjuk arah

Contoh denah tempat tinggal

Contoh denah sekolah

PERBEDAAN PETA DAN DENAH


1. Peta memiliki skala
2. Peta mengambarkan suatu tempat yang lebih luas dibandingkan
denah
3. Peta dilengkapi dengan simbol-simbol tertentu untuk memudahkan
membacanya contohnya simbol untuk menunjukkan gunung,sungai
dan danau
Sedangkan
1. Denah tidak memiliki skala
2. Denah mengambarkan tempat yang begitu luas.
3. Denah tidak memiliki simbol-simbol
Contoh gambar perbedaan denah dan peta
Denah Peta

BAB VII
RAGAM BENTANG ALAM

3.7.1 Mengidentifikasi ragam bentang alam di daerahnya

BENTANG ALAM INDONESIA


Bentang alam adalah hamparan alam dengan aneka ragam
bentuk permukaan bumi. Bentuk permukaan Bumi kita tidaklah rata
dan mulus. Ada daerah yang menonjol, cekung, terisi oleh air, dan ada
yang kering. Ada beberapa jenis bentang alam seperti gunung,
pegunungan, sawah, ladang, lembah, hutan, sungai, danau, laut, pantai,
teluk, tanjung, rawa dan selat.
Bentang alam disebut juga dengan ketampakan alam.
Kenampakan alam terbagi dua, yakni ketampakan alam daratan dan
ketampakan alam perairan. Ketampakan alam daratan yakni gunung,
pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan lembah. Ketampakan
alam perairan terdiri dari laut, sungai, danau.

JENIS-JENIS BENTANG ALAM :


1. GUNUNG
Gunung adalah gundukan tanah
yang sangat tinggi dan besar.
Wilayah gunung memiliki tanah
yang subur dari abu vulkanis dari
letusan gunung.

2. PEGUNUNGAN
Pengunungan merupakan kumpulan atau gugusan beberapa gunung
besar dan juga kecil yang
memanjang dan sambung
menyambung menjadi satu antara
satu dengan yang lainnya.
Ciri-ciri Pegunungan :
a) Memiliki hawa Sejuk.
b) Penggunaan Lahan untuk Perkebunan dan Hutan.
c) Memiliki Tanaman Khas.

3. DATARAN TINGGI
Dataran tinggi merupakan
permukaan bumi yang terletak lebih
dari 500M diatas permukaan laut.
Dataran tinggi memiliki udara yang
sejuk dan hasil pertaniannya yang
khas. Dataran tinggi banyak
terdapat di dekat pegunungan
misalnya Dataran Tinggi Dieng (Jawa
Tengah), Dataran Tinggi Gayo
(Aceh), Dataran Tinggi Karo
(Sumatera Utara), Dataran Tinggi Toraja (Sulawesi Selatan). Dataran
ini biasanya subur sehingga padat penduduknya.

4. DATARAN RENDAH
Dataran rendah merupakan bagian
permukaan bumi di daerah rendah,
biasanya mendekati pantai dan memiliki
ketinggian 0 – 200M. Dataran rendah
menyediakan tempat bagi manusia,
misalnya untuk bertani dan bertempat
tinggal. Dataran rendah banyak terdapat
di daerah pesisir, sementara dataran
tinggi di pegunungan. Dataran rendah di Indonesia terdapat di pantai
timur Sumatra, pantai utara Jawa, pantai selatan Kalimantan, Papua
bagian barat dan selatan, serta daerah hilir sungai-sungai besar.
Dataran rendah memiliki banyak manfaat, di antaranya:
a) Sebagai kawasan pertanian, peternakan, dan perikanan
b) Sebagai pusat aktivitas penduduk setempat maupun pendatang
c) Sebagai jalur transportasi
d) Sebagai pusat perdagangan dan pendidikan

5. BUKIT
Bukit adalah Bentang alam yang
mengelilingi lembah.
Ciri-ciri Bukit :
a) Memiliki sisi yang curam dan miring.
b) Gundukan terbentuk secara alamiah,
yaitu karena erosi atau patahan.
c) Puncaknya bulat dan mudah untuk
didaki oleh manusia.
Contoh bukit yang ada di Indonesia :
❖ Bukit Panorama, Bukittinggi.
❖ Bukit Pergasingan, Lombok.
❖ Bukit Teletubbies, Bromo.
❖ Bukit Moko, Bandung.
6. LEMBAH
Lembah adalah wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan atau
perbukitan, dengan luas dari beberapa kilometer persegi hingga
ribuan kilometer persegi. Lembah dapat terbentuk dari proses
pengikisan tanah oleh air dan angin.

7. SUNGAI
Sungai adalah air tawar dari sumber
alamiah yang mengalir dari tempat lebih
tinggi ke tempat lebih rendah dan
bermuara ke laut,

8. PANTAI
Pantai adalah daratan yang berada di
tepi laut, dengan karakter hawa yang
serupa dengan dataran rendah.

PEKERJAAN YANG DIPENGARUHI


BENTANG ALAM ANTARA LAIN :
1) Pertanian: Di daerah pegunungan, masyarakat memanfaatkan
lahan besar untuk menanam kentang atau tanaman lainnya.
2) Perkebunan: Di dataran tinggi, masyarakat memanfaatkan lahan
untuk menanam teh dan kopi.
3) Peternakan: Di dataran rendah, udara yang sejuk dan tidak terlalu
dingin cocok untuk beternak domba, kambing, ayam, dan sapi.
4) Nelayan: Di daerah pantai, penduduk memanfaatkan sumber daya
laut untuk mencari ikan, udang, gurita, kerang, dan hewan laut
lainnya.
5) Pengrajin kerajinan laut: Di daerah pantai, penduduk
memanfaatkan sumber daya laut untuk membuat kerajinan laut.
6) Pembudidaya hasil laut: Di daerah pantai, penduduk
memanfaatkan sumber daya laut untuk membudidayakan hasil laut.
7) Pengolah makanan laut: Di daerah pantai, penduduk
memanfaatkan sumber daya laut untuk mengolah makanan laut.
8) Pemandu wisata: Di daerah dataran tinggi, masyarakat bekerja
sebagai pemandu wisata.
9) Pengrajin: Di daerah wisata, penduduk bekerja sebagai pengrajin.
10) Pedagang pernak-pernik souvenir: Di daerah wisata,
penduduk bekerja sebagai pedagang pernak-pernik souvenir.
11) Pedagang makanan khas daerah: Di daerah wisata, penduduk
bekerja sebagai pedagang makanan khas daerah.

3.7.2 Mengenal karakter tempat tinggal dengan bentang alam


yang berbeda

ADAPTASI KITA DI DAERAH DENGAN BENTANG ALAM


BERBEDA
Setiap makhluk hidup yang berada di permukaan Bumi akan selalu
beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi artinya penyesuaian diri
setiap makhluk hidup terhadap suatu keadaan. Tentunya hal ini menjadi
salah satu strategi bagi setiap makhluk hidup untuk tetap bertahan
hidup. Karakteristik Bentang Alam yang Ada di Indonesia Wilayah
Daratan. Orang lama atau orang yang terbiasa tinggal di tempat yang
panas, pasti perlu penyesuaian jika berada di tempat yang dingin.
Orang yang tinggal di pesisir, pasti terbiasa dengan makanan laut dan
udara yang lembab. Namun, saat berada di pegunungan, ia perlu
beradaptasi dengan makanan dan kondisi udara di sana. Lalu, alam hal
apa saja manusia perlu menyesuaikan dirinya? Mari kita pelajari besama
!
3.7.3 Mendeskripsikan bentuk adaptasi kita di lingkungan
TINDAKAN BIJAKSANA DALAM MEMANFAATKAN
BENTANG ALAM
Bentang alam atau kenampakan alam menyediakan berbagai sumber
daya alam, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari. Walaupun demikian, kita harus memanfaatkan sumber daya
alam dengan bijak. Sikap bijak dalam memanfaatkan bentang alam
dapat ditunjukkan dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Membuat sengkedan atau terasering
Daerah dataran tinggi dan pegunungan
rawan mengalami longsor. Untuk mencegah
terjadinya longsor, para petani banyak
membuat terasering. Terasering adalah lahan
miring yang dibuat bertingkat-tingkat.

2. Membatasi pembangunan perumahan di dataran tinggi


Membatasi pembangunan perumahan di dataran tinggi penting
untuk menjaga alam tetap aman. Salah satu
penyebabnya adalah jika terlalu banyak rumah
dibangun di daerah yang tinggi dan berbukit,
tanah bisa menjadi gundul karena pohon-
pohon ditebang. Tanpa pohon, tanah jadi
mudah longsor, terutama saat hujan deras.
Selain itu, dataran tinggi juga penting untuk
menjaga udara tetap segar dan menyediakan air bersih. Jadi, dengan
membatasi pembangunan di tempat tinggi, kita bisa melindungi alam
dan mencegah kerusakan yang berbahaya.

3. Mendirikan ruang terbuka hijau, seperti taman kota


Mendirikan ruang terbuka hijau, seperti
taman kota, sangat penting untuk menjaga
lingkungan tetap sehat. Taman kota memberikan udara yang segar
karena banyak pohon dan tanaman yang bisa menyerap polusi udara.
Di dataran tinggi, taman bisa membantu
mencegah tanah erosi (terkikis), sementara di
dataran rendah, taman membantu menyerap
air hujan agar tidak menyebabkan banjir.
Dengan adanya taman kota, kita bisa menjaga
kebersihan, kesehatan, dan keindahan alam di
sekitar kita.

4. Mengurangi reklamasi pantai


Reklamasi pantai adalah kegiatan membuat
daratan baru di laut dengan menimbun pasir
atau material lainnya. Namun, kegiatan ini bisa
merusak alam, seperti menghancurkan habitat
ikan dan hewan laut lainnya yang hidup di
pantai. Selain itu, reklamasi juga bisa
menyebabkan abrasi atau erosi pantai, yang
membuat pantai menjadi lebih cepat terkikis. Jika kita mengurangi
reklamasi pantai, kita bisa melindungi alam dan makhluk hidup yang
ada di laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pantai agar tetap
sehat dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

5. Melaksanakan reboisasi pantai


Reboisasi pantai adalah kegiatan menanam
pohon di sekitar pantai untuk melindungi alam.
Pohon-pohon yang ditanam bisa membantu
menahan pasir pantai agar tidak terbawa ombak
dan mengurangi erosi. Selain itu, pohon-pohon
juga memberikan tempat tinggal bagi banyak
hewan dan membuat udara lebih segar. Dengan
melakukan reboisasi pantai, kita bisa menjaga
pantai tetap indah dan aman untuk semua makhluk hidup.

6. Menerapkan sistem tebang pilih tanaman


Sistem tebang pilih adalah cara menebang
pohon dengan hati-hati, hanya memilih pohon
yang sudah tua atau sakit untuk ditebang,
sementara pohon yang masih sehat dan muda
dibiarkan tumbuh. Tujuan dari sistem ini adalah
agar hutan tetap bisa tumbuh dengan baik dan
tidak rusak. Dengan tebang pilih, kita tetap bisa
mendapatkan kayu yang diperlukan tanpa merusak lingkungan dan
memastikan hutan tetap ada untuk tempat tinggal banyak hewan dan
menjaga udara tetap bersih.

7. Membersihkan sampah dan lumpur di sungai


Membersihkan sampah dan lumpur di sungai
sangat penting agar air di sungai tetap bersih
dan sehat. Sampah yang menumpuk bisa
membuat air tercemar, sehingga bisa membahayakan ikan dan hewan
lainnya yang hidup di sungai. Selain itu, lumpur yang banyak bisa
membuat sungai meluap dan banjir. Dengan membersihkan sungai, kita
juga membantu menjaga agar air yang kita gunakan sehari-hari tetap
bersih dan aman untuk diminum serta membantu menjaga alam tetap
seimbang.

8. Melarang penggunaan bom atau pukat harimau untuk


menangkap ikan
Menggunakan bom atau pukat harimau untuk menangkap ikan
sangat berbahaya bagi laut. Bom bisa meledak dan merusak terumbu
karang yang menjadi rumah bagi banyak ikan dan hewan laut lainnya.
Selain itu, bom juga bisa membunuh ikan-ikan kecil yang belum
dewasa, sehingga jumlah ikan di laut berkurang. Pukat harimau juga
menangkap semua jenis ikan, termasuk yang belum besar dan yang
tidak boleh ditangkap, sehingga bisa merusak habitat laut. Jika ini terus
dilakukan, laut menjadi lebih kotor dan kita akan kesulitan
mendapatkan ikan di masa depan.

Anda mungkin juga menyukai