Paradigma bidang administrasi yang dikemukakan Nicholas Henry terdapat 5 Paradigma, jelaskan oleh
anda ke lima paradigma tersebut!
Petunjuk dalam melakukan diskusi : Silahkan anda kemukakan pendapat anda dengan berdasar pada
teori, bersumber dari BMP, data sebagai studi kasus, dan juga dasar hukum yang berlaku saat ini. Jangan
lupa cantumkan sumber referensi
Selamat sore, izin menanggapi diskusi diatas.
Teori organisasi dikembangkan berdasarkan berbagai cabang (disiplin) ilmu pengetahuan seperti sosiologi,
ilmu ekonomi,ilmu hukum, ilmu teknik dan ilmu administrasi. Perkembangan administrasi dalam suatu
bidang ilmu mengalami perubahan melalui fase-fase pandangan dan asumsi orang melalui 5 paradigma
yang tumpang tindih. Dan kelima paradigma bidang administrasi ini dikemukakan oleh Nicholas Henry
dalam bukunya “Public Administration and Public Affair” , sebagai berikut :
1. PARADIGMA I : DIKOTOMI POLITIK-ADMINISTRASI (1900-1926)
Frank J Goodnow dan Leonard D White dalam bukunya Politics and Administration menyatakan
dua fungsi pokok dari pemerintah yang berbeda:
1) Fungsi politik yang melahirkan kebijaksanaan atau keinginan negara,
2) Fungsi Administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan negara.
Penekanan pada Paradigma ini terletak pada Locusnya, menurut Goodnow Locusnya berpusat
pada government Bureucracy birokrasi Pemerintahan. Sedangkan Focusnya yaitu metode atau
kajian apa yang akan dibahas dalam Administrasi Publik kurang dibahas secara jelas masalah
pemerintahan, politik dan kebijakan.
Administrasi negara memperoleh legitimasi akademiknya lewat lahirnya Introduction To the study
of Public Administration oleh Leonard D White yang menyatakan dengan tegas bahwa politik
seharusnya tidak ikut mencampuri administrasi, dan administrasi negara harus bersifat studi
ilimiah yang bersifat bebas nilai. Paradigma ini muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap
trikotomi ala trias politika, dan kemudian menggantinya dengan dua fungsi yaitu politik dan
administrasi. Politik sebagai penetapan kebijaksanaan, sedangkan administrasi sebagai
pelaksanaan kebijakan.
Periode Paradigma I ini dipelopori oleh Frank J. Goognow dan Leonard D. White. Menurut
Goodnow, Politik harus berhubungan dengan kebijaksanaan atau berbagai masalah yang
berhubungan dengan tujuan negara, sedangkan administrasi harus berkaitan dengan
pelaksanaan kebijaksanaan tersebut. Jadi yang menjadi dasar pembeda antara politik dan
adminitrasi adalah pemisahan kekuasaan. Lembaga legislatif yang kemampuan interpretasinya
dibantu oleh lembaga Yudikatif dalam mengekspresikan tujuan negara dan membuat
kebijaksanaan, sedangkan lembaga eksekutif melaksanakan kebijaksanaan itu secara apolitis dan
tidak memihak.
2. PARADIGMA II : PRINSIP-PRINSIP ADMINISTRASI (1927-1937)
Pada tahun 1927, TW. Willoughby dalam bukunya Principle of Public Administration membawa
angin baru dalam perkembangan ilmu administrasi. Ia mengemukakan beberapa prinsip
administrasi yang bersifat ilmiah yang dapat diterapkan oleh seorang administrator. Yang penting
bagi administrator yang telah mempelajari prinsip tersebut adalah bagaiman menerapkan prinsip
tersebut dalam prakteknya.
3. PARADIGMA III ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ILMU POLITIK (1950-1970)
Menurut HERBERT SIMON The Poverb Administration Prinsip Managemen ilmiah POSDCORB
tidak menjelaskan makna Public dari public Administration menurut Simon bahwa POSDCORB
tidak menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh administrator publik terutama dalam
decision making. Kemudian muncullah pendapat Morstein-Mark ( element Of Public Administration
yang kemudian kembali mempertanyakan pemisahan politik san ekonomi sebagai suatu hal yang
tidak realistik dan tidak mungkin.
Kesimpulannya Secara singkat dapat dipahami bahwa fase Paradigma ini menerapkan suatu
usaha untuk menetapkan kembali hubungan konseptual antara administrasi saat itu, karena hal
itulah administrasi pulang kembali menemui induk ilmunya yaitu Ilmu Politik, akibatnya terjadilah
perubahan dan pembaruan Locusnya yakni birokrasi pemerintahan akan tetapi konsekuensi dari
usaha ini adalah keharusan untuk merumuskan bidang ini dalam hubungannya dengan focus
keahliannya yang esensial.
Dengan adanya berbagai kritik konseptual, maka administrasi negara melompat ke belakang
dengan merta ke dalam induk disiplin ilmu politik. Sebagai hasilnya adalah dengan
diperbaharuinya kembali penentuan locus birokrasi pemerintah tetapi kehilangan focusnya. Pada
tahun 1962 administrasi negara tidak lagi termasuk dalam sub bidang ilmu politik di dalam laporan
Komite Ilmu Politik sebaga disiplin Asosiasi Ilmu Politik Amerika.
Pada tahun 1967 administrasi negara tidak muncul dalam pertemuan tahunan Asosiasi Ilmu Politik
Amerika, pada tahun 1968 waldo menulis banyak ilmuwan politik yang tidak memihak administrasi
negara tidak tertarik, dan bahkan bermusuhan dengan ilmu politik mereka akan segera
membebaskan diri dari masalah ini dan menambahkan bahwa administrasi negara tidak
menyenangkan dan warga negara kelas dua.
4. PARADIGMA IV: ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ADMINISTRASI (1956-1970)
Istilah Administrative Science digunakan dalam paradigma IV ini untuk menunjukkan isi dan focus
pembicaraan, sebagai suatu paradigma pada fase ini Ilmu Administrasi hanya menekankan pada
focus tetapi tidak pada locusnya. Ia menawarkan teknik-teknik yang memerlukan keahlian dan
spesialisasi, pengembangan paradigma ke-4 ini bukannya tanpa hambatan, banyak persoalan
yang harus dijawab seperti misal adalah apakah jika fokus tunggal telah dipilih oleh administrasi
negara yakni ilmu administrasi, apakah ia berhak bicara tentang public (negara) dalam administrasi
tersebut dan banyak persoalan lainnya.
Istilah ilmu administrasi disini digunakan sebagai penangkap semua frasa bagi kajian di dalam
teori organisasi dan ilmu manajemen. Teori organisasi terutama menggambarkan berbagai
pekerjaan para ahli psikologi sosial, administrasi niaga, sosiologi, serta hli administrasi negara
untuk lebih memahami perilaku [Link] ilmu manajemen terutama menekankan
pada penggambaran pekerjaan para ahli riset statistik, analisa sistem, ilmu komputer, ekonomi,
serta ahli administrasi negara untuk mengukur efektifitas program supaya lebih cermat dan
meningkatkan efisiensi manajemen.
Pada tahun 1956 terbit sebuah jurnal penting oleh seorang ahli administrasi negara atas premis
adanya pemisahan yang salah antara administrasi negara, niaga dan kelembagaan. Pada awal
tahun 1960-an pengembangan organisasi makin banyak mendapat perhatian sebagai bidang
khusus ilmu administrasi. Pengembangan organsiasi sebagai sebuah bidang ilmu, berakar pada
psikologi sosial dan nilai domokratisasi birokrasi baik negara maupun swasta dan swa-aktualisasi
para anggota perorangan dari organisasi.
5. PARADIGMA V: ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI ADMINISTRASI NEGARA (1970)
Dalam paradigma ini terdapat sedikit kemajuan dalam menggambarkan lokus dari bidang
administrasi atau dalam menentukan apa relevansi kepentingan umum, urusan umum, dan
penentuan kebijakan umum bagi para ahli administrasi negara. Bidang ini telah menemukan faktor-
faktor sosial fundamental tertentu yang khas bagi negara-negara terkebelakang sebagi lokusnya.
Para ahli administrasi negara bebas menentukan pilihannya atas segenap fenomena tersebut,
namun ada ketentuan-ketentuan yang harus mereka patuhi dalam menumbuhkan minat
multidisipliner, yang menuntut sintesa kapasitas intelektual dan mengarah pada tema-tema yang
mencerminkan kehidupan perkotaan, hubungan administratif antara organisasi-organisasi negara
dan swasta, dan mempertemukan sisi teknologi dan sisi masyarakat.
Sumber referensi :
- ADPU4217/Modul1 1.33-1.40
- [Link]
paradigma-administrasi-negara-henry-fayol/
Pertumbuhan birokrasi di Prussia dipelopori oleh……..
Raja Frederick II
C o r r e c t a n s w e r .
benar
raja Ramses III
raja Julius Caesar
Hendry Jacoby
Ciri-ciri dari birokrat adalah…….
Orang yang bekerja untuk organisasi yang berskala luas
Dipekerjakan secara penuh oleh organisasi dan sebagian besar pendapatannya
berasal dari pekerjaannya
Hasil pekerjaannya tidak dapat dinilai dengan uang atau pasar baik secara langsung
maupun tidak langsung
C o r r e c t a n s w e r .
benar
raja Ramses III
Didalam birokrasi modern, imbalan jasa (gaji) ditentukan
berdasarkan…………..
Jumlah jam kerja
Prestasi kerja
Kedudukan fungsinya dalam hirarki organisasi
C o r r e c t a n s w e r .
benar
Hasil (output) pekerjaan
Keunggulan dari birokrasi Weber adalah…………..
Prestasi kerja
Berdasarkan the rule of law
C o r r e c t a n s w e r .
benar
Mengarah kepada tindakan yang konsisten
Kalau birokrasi telah berkembang, maka akan bersifat demokratis
Prinsip manajemen ilmiah sebagaimana dikemukakan oleh Charles Babbage
adalah………………
Pinsip yang paling penting dalam manajemen ialah prinsip pembagian kerja di antara
orang-orang yang melakukan kerja berdasarkan keterampilan yang mempunyai nilai
ekonomis
C o r r e c t a n s w e r .
benar
Peranan manajemen pada tingkat organisasi yang paling rendah adalah sangat
penting karena para pekerja pada tingkat bawah ini langsung berhadapan dengan
proses produksi
Waktu dan tenaga dapat dihemat kalau prinsip pembagian kerja ini diterapkan dalam
proses produksi
Waktu dan tenaga dapat dihemat kalau prinsip pembagian kerja ini diterapkan dalam
proses produksi