0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan69 halaman

Dampak Content Marketing pada Brand Awareness Scarlett

Diunggah oleh

Muhammad Anca
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan69 halaman

Dampak Content Marketing pada Brand Awareness Scarlett

Diunggah oleh

Muhammad Anca
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH CONTENT MARKETING TERHADAP BRAND

AWARENESS PRODUK SCARLETT WHITENING DI


KALANGAN MILENIAL DI KOTA
TANJUNGPINANG

SKRIPSI

LENY SANTIKA
NIM : 18612206

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PEMBANGUNAN


TANJUNGPINANG
2022
PENGARUH CONTENT MARKETING TERHADAP BRAND
AWARENESS PRODUK SCARLETT WHITENING DI
KALANGAN MILENIAL DI KOTA
TANJUNGPINANG

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi


Syarat-Syarat guna Memperoleh Gelar
Sarjana Ekonomi

OLEH :

Nama : LENY SANTIKA


NIM : 18612206

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PEMBANGUNAN


TANJUNGPINANG
2022
HALAMAN PERSEMBAHAN
Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih
sayang-Mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku
dengan ilmu serta memperkenalkanku
dengan cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan
akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselasaikan.
Shalawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan
Rasullah Muhammad SAW.
Kupersembahkan karya sederhana ini kepada orang yang sangat kukasihi dan
kusayangi.

Ibunda dan Ayahanda Tercinta


Sebagai tanda bakti, hormat dan rasa terima kasih yang tiada terhingga
kupersembahkan karya kecil ini kepada Ibu (Nazirah) dan Ayah (Rakhmad
Syafriadi) yang telah memberikan kasih sayang, secara dukungan, ridho, dan
cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya
dengan selembar kertas yang bertuliskan kata persembahan. Semoga ini
menjadi langkah awal untuk membuat Ibu dan Ayah bahagia karena
kusadar, selama ini belum bisa berbuat lebih. Untuk Ibu dan ayah yang selalu
membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu
mendoakanku, selalu menasehatiku serta selalu meridhoiku melakukan hal
yang lebih baik, Terima kasih Ibu... Terima kasih Ayah...

Dosen Pembimbing Tugas Akhir


Ibu Selvi Fauzar, S.E., M.M. selaku dosen pembimbing 1 saya
dan Bapak Yuritanto, S.E., M.M selaku dosen pembimbing 2 saya .
Terima kasih banyak Ibu da Bapak sudah membantu selama ini, sudah
menasehati, sudah diajari, dan mengarahkan saya sampai skripsi ini selesai.
Tanpa mereka, karya ini tidak akan pernah tercipta.
HALAMAN MOTTO

“Tidak ada kesuksesan melainkan dengan pertolongan Allah SWT”

(Q.S Huud:88)

“Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu saat muda”

(Dahlan Iskan)

“Rahasia untuk maju adalah memulai."

(Mark Twain)

“Hiduplah seakan kamu mati besok, belajarlah seakan kamu hidup

selamanya”

(Mahatma Gandhi)

“Tiada awan dilangit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-

menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa

keindahan. Kehidupan manusia serupa alam”

(R.A KARTINI)
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya

sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Content

Marketing Terhadap Brand Awareness Produk Scarlett Whitening di

Kalangan Milenial di Kota Tanjungpinang” yang merupakan salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Strata 1 (S1) Program studi Manajemen pada Sekolah

Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Tanjungpinang.

Dalam hal ini penulis menyada ri bahwa masih terdapat kekurangan dalam

penyusunan skripsi ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan-

kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Dalam

penyusunan skripsi ini, banyak pihak-pihak yang turut serta membangun mulai

dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. Oleh sebab itu, penulis ingin

menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu Charly Marlinda, S.E., M.Ak., Ak., CA. selaku Ketua Sekolah Tinggi

Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

2. Ibu Ranti Utami, S.E., M.Si.Ak.CA. selaku Wakil Ketua I Sekolah Tinggi

Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

3. Ibu Sri Kurnia, S.E., M.Si.Ak.CA. selaku Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

4. Bapak Ir. Imran Ilyas, M.M selaku Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

v
5. Ibu Dwi Septi Handayani, S.T., M.M Selaku Ketua Program Studi SI

Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan

Tanjungpinang.

6. Ibu Selvi Fauzar, S.E., M.M selaku dosen pembimbing I yang telah bersedia

meluangkan waktu dan tempat, dan tidak pernah lelah memberikan saran,

arahan, dan perbaikan dalam penyusunan skripsi ini sehingga skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik.

7. Bapak Yuritanto, S.E., M.M selaku dosen pembimbing II yang telah bersedia

meluangkan waktu dan tempat, dan tidak pernah lelah memberikan saran,

arahan, dan perbaikan dalam penyusunan skripsi ini sehingga skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik.

8. Seluruh dosen pengajar dan staf sekretariat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

(STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

9. Seluruh anggota keluarga terutama ibu dan ayah saya yang terus memberi

dukungan kepada saya.

10. Teman-teman terdekat saya Niki Aisya,Ervan Ardian,Nurvadillah,Arinnanda

Yul Yaertha,Suniyarti,Desty Aulia,Sinta Juni Warman,Rahma dan Andika

Jaya Putra. Tidak lupa juga orang baik yang selalu siap sedia menemani saya

bimbingan setiap saat yaitu Muhammad Kasim (Abib).

11. Teman-teman seperjuangan angkatan 2018, yang terus menemani dan

memotivasi penulis dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini.

12. Semua pihak yang terkait dalam penyusunan skripsi, yang tak dapat dituliskan

satu-persatu, terimakasih atas semuanya.

vi
vii
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSEMBAHAN
HALAMAN MOTTO
KATA PENGANTAR............................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................. ...........viii
DAFTAR TABEL................................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... xiii
ABSTRAK............................................................................................................. xiv
ABSTRACT............................................................................................................. xv

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 9
1.3 Batasan Masalah .................................................................................... 9
1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................... 9
1.5 Kegunaan Penelitian ............................................................................ 10
1.5.1 Kegunaan Ilmiah ........................................................................ 10
1.5.2 Kegunaan Praktis........................................................................ 10
1.6 Sitematika Penulisan ............................................................................ 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................13


2.1 Tinjauan Teori ...................................................................................... 13
2.1.1 Pengertian Manajemen ............................................................... 13
2.1.2 Fungsi Manajemen ..................................................................... 14
2.1.3 Pengertian Pemasaran................................................................. 15
2.1.4 Tujuan Pemasaran ...................................................................... 17
2.1.5 Fungsi Pemasaran ....................................................................... 18
2.1.6 Pengertian Manajemen Pemasaran ............................................. 19
2.1.7 Content Marketing ...................................................................... 21
2.1.8 Brand Awareness ........................................................................ 25

viii
2.2 Hubungan antara Variabel ................................................................... 29
2.3 Kerangka Pemikiran ............................................................................ 30
2.3 Hipotesis .............................................................................................. 30
2.5 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 30
2.5.1 Jurnal Nasional ........................................................................... 30
2.5.2 Jurnal Internasional .................................................................... 33

BAB III METODE PENELITIAN........................................................................36


3.1 Jenis Penelitian..................................................................................... 36
3.2 Jenis Data ............................................................................................. 36
3.2.1 Data Primer ................................................................................ 37
3.2.2 Data Sekunder ............................................................................ 37
3.3 Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 38
3.4 Populasi dan Sampel ............................................................................ 39
3.4.1 Populasi ...................................................................................... 39
3.4.2 Sampel ........................................................................................ 39
3.5 Definisi Operasional Variabel .............................................................. 40
3.6 Teknik Pengolahan Data ...................................................................... 42
3.7 Teknik Analisis Data ............................................................................ 43
3.7.1 Uji Kualitas Data ........................................................................ 44
3.7.2 Uji Asumsi Klasik ...................................................................... 45
3.7.3 Uji Regresi Sederhana ................................................................ 46
3.7.4 Uji Hipotesis ............................................................................... 46

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .....................................49


4.1 Hasil Penelitian .................................................................................... 49
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ........................................... 49
4.1.2 Analisis Deskriptif...................................................................... 52
4.1.3 Analisis Dekriptif Variabel ........................................................ 54
4.1.4 Uji Kualitas Data ........................................................................ 66
4.1.5 Uji Asumsi Klasik ...................................................................... 68
4.1.6 Uji Hipotesis............................................................................... 72

ix
4.1.7 Uji Koefisien Determinasi (R2) .................................................. 73
4.2 Pembahasan ......................................................................................... 74

BAB V PENUTUP ...............................................................................................75


5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 75
5.2 Saran .................................................................................................... 78

DAFTAR PUSTAKA
KUESIONER
PENELITIAN SKRIPSI
TABULASI
CURRICULUM VITAE

x
DAFTAR TABEL

No Tabel Judul Tabel Halaman

Tabel 1.1 BPS Kota Tanjungpinang..............................................…..…... 4


Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel..………………......…………...... 42
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.......…..… 52
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia.....................…..… 52
Tabel 4.3 Penilaian Kuesioner................………………......…………...... 54
Tabel 4.4 Penilaian Kuesioner................………………......…………...... 60
Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas..................………………......…………....... 65
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Reliabilitas.....………………......…………...... 67
Tabel 4.7 Analisis Regresi Linier Sederhana.....………........…………...... 70
Tabel 4.8 Hasil Uji t Coefficients.......................................…………....... 72
Tabel 4.9 Uji Determinasi (R2)..........................................…………........ 73

xi
DAFTAR GAMBAR

No Gambar Judul Gambar Halaman

Gambar 1.1 Hasil Pra Penelitian.............................................…………..... 3


Gambar 1.2 Hasil Pra Penelitian.............................................…………..... 7
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran.......……………….........……………..... 29
Gambar 4.1 Logo Scarlett Whitening.........................................…………..51
Gambar 4.2 Produk Scarlett Whitening.......….......….........…………….... 52
Gambar 4.3 Hasil Pengujian Normalitas dengan Histogram...………….... 68
Gambar 4.4 Hasil Pengujian Normalitas dengan Histogram...………….... 68
Gambar 4.5 Pengujian Heterokedasitisitas............................…………….. 69

xii
DAFTAR LAMPIRAN

No Judul Lampiran

Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian Skripsi

Lampiran 2 : Tabulasi Data

Lampiran 3 : Haasil Uji SPSS

Lampiran 4 : Persentase Plagiat

Lampiran 5 : Riwayat Hidup / Curriculum Vitae

xiii
ABSTRAK

PENGARUH CONTENT MARKETING TERHADAP BRAND


AWARENESS PRODUK SCARLETT WHITENING
DI KALANGAN MILENIAL DI KOTA
TANJUNGPINANG

Leny Santika. 18612206. Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)


Pembangunan Tanjungpinang.

Email: [email protected]

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Content Marketing


berpengaruh terhadap Brand Awareness produk Scarlett Whitening dikalangan
milenial dikota Tanjungpinang. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik analisa data yang
digunakan adalah dengan analisis kuantitatif menggunakan SPSS. Selanjutnya
dilakukan tahap analisa data dengan pengujian instrumen penelitian, analisis
asumsi klasik, analisi regresi linier sederhana, pengujian hipotesis, koefisien
determinasi serta uji t.
Bentuk penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
menggunakan tipe kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini adalah Masyarakat milenial di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini
menggunakan 382 responden sebagai sampel dengan menggunakan purposive
sampling sebagai teknik pengambilan sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing berpengaruh
signifikan terhadap brand awareness. Berdasarkan hasil uji determinasi diperoleh
hasil koefisien korelasi (R) sebesar 0,742 Nilai tersebut menunjukkan R Square
sebesar 74,2%. Artinya variabel bebas yaitu content marketing berpengaruh
sebesar 74,2% terhadap variabel terikat yaitu brand awareness, sedangkan 25,8%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Content Marketing dan Brand Awareness

Dosen Pembimbing: 1. Selvi Fauzar, S.E., M.M.


2. Yuritanto, S.E., M.M.

xiv
ABSTRACT

INFLUENCE OF CONTENT MARKETING ON BRAND


SCARLETT WHITENING PRODUCT AWARENESS
IN THE CITY MILLENIALS
TANJUNG PINANG
Leny Santika. 18612206. Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)
Pembangunan Tanjungpinang.
Email: [email protected]

This study aims to determine whether Content Marketing has an effect on


Brand Awareness of Scarlett Whitening products among millennials in the city of
Tanjungpinang. The research method used in this study is a quantitative research
method. The data analysis technique used is quantitative analysis using SPSS. The
next step is data analysis by testing research instruments, classical assumption
analysis, simple linear regression analysis, hypothesis testing, coefficient of
determination and t test.
The form of research conducted in this study is to use a quantitative type
with a descriptive approach. The population in this study is the Millennial
Community in Tanjungpinang City. This study used 382 respondents as a sample
using purposive sampling as a sampling technique.
The results showed that content marketing had a significant effect on
brand awareness. Based on the determination test, the correlation coefficient (R)
is 0.742. This value shows an R Square of 74.2%. That is, content marketing has
an effect of 74.2% on the variable, namely brand awareness, while 25.8% is
influenced by other variables not included in this study.
Keywords: Content Marketing and Brand Awareness.

Dosen Pembimbing: 1. Selvi Fauzar, S.E., M.M.


2. Yuritanto, S.E., M.M.

xv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini perkembangan produk kecantikan semakin pesat dimana

setiap wanita tentu ingin tampil cantik dan harum agar menarik perhatian publik.

Produk kecantikan memiliki peran penting pada saat ini bagi kaum perempuan

khususnya masyarakat milenial. Tentu dengan adanya kebutuhan seperti ini para

perusahaan akan selalu meningkatkan dan memperbanyak jenis produk kecantikan

tidak hanya untuk wajah tetapi seluruh tubuh. Dengan semakin banyak peminat

produk kecantikan pada saat ini maka perusahaan berlomba-lomba menciptakan

produk unggulan mereka dan bersaing tidak hanya didalam daerah tetapi sampai

keluar daerah dan juga penjualan bisa mencapai nasional bahkan sampai

internasional.

Pada saat ini produsen perusahaan produk kecantikan menciptakan

berbagai jenis produk mulai dari khusus rambut, wajah, dan seluruh tubuh.

Dengan adanya berbagi macam produk kecantikan yang diciptakan ada sebuah

produk kecantikan khususnya untuk seluruh tubuh yang banyak sekali peminatnya

untuk saat ini. Produk yang dimaksud yaitu Scarlett Whitening, dimana produk

perawatan kecantikan milik artis bernama Felicya Angelista yang baru saja berdiri

pada tahun 2017. Scarlett Whitening diproduksi oleh PT. Motto Beringin Abadi,

Bogor, Indonesia. Semua produk Scarlett Whitening sudah diuji oleh Badan

Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOMRI). Scarlett Whitening

1
2

menawarkan berbagai macam produk yang terbagi menjadi tiga kategori yaitu

produk perawatan tubuh, perawatan wajah dan rambut. Scarlett Whitening

memiliki fokus terhadap rangkaian produk perawatan untuk mencerahkan dan

memutihkan kulit tubuh juga wajah karena mengandung Glutathione dan Vitamin

E yang sangat bagus untuk membuat kulit lebih cerah dan sehat. Produk

unggulannya yaitu rangkaian perawatan tubuh yang dapat memberikan hasil putih

seketika (instant whitening) yang hasilnya terlihat dalam pemakaian pertama.

Tetapi beberapa para konsumen diantara mereka sangat selektif dalam

memilih dan membeli produk-produk kecantikan yang cocok untuk kebutuhan

mereka. Ada dari beberapa para konsumen yang tidak puas dengan hasil dari

produk scarlat whitening tersebut, seperti salah satu bodylotion dari scarlet tidak

bertahan lama harumnya. Berdasarkan dari hasil Pra-Penelitian yang saya

lakukan bahwasannya ada beberapa para pengguna bodylotion produk Sacarlett

Whitening ini berpendapat salah satu kekurangan dari bodylotion produk tersebut

iyalah mengenai kurangnya ketahanan wangi yang dimiliki bodylotion produk

Scarlett Whitening. Sedangkan ada beberapa merek bodylotion yang murah

dibandingkan Scarlet Whitening yang harumnya bisa bertahan berjam-jam.

Mungkin hal ini adalah salah satu kekurangan atau masalah yang ada pada

produk kecantikan Scarlet Whitening. Tetapi dengan masalah yang ada pada

produk tersebut peminat produk Scarlett Whitening tidak berhenti, bahkan

dikalangan milenial banyaksekali yang membeli produk tersebut.


3

Gambar 1. 1
Hasil Pra Penelitian

Sumber : Hasil Pra Penelitian (2021)

Banyaknya peminat Produk Scarlett Whitening dikalangan Masyarakat

milenial Kota Tanjngpinang dapat dibuktikan dengan Pra-Penelitian yang telah

dilakukan. Untuk hasil Pra-Penelitian bahwasannya peminat Produk Scarlett

Whitening dikalangan Masyarakat milenial Kota Tanjungpinang dari 49

Responden, 30 diantaranya telah memenuhi syarat sampel yaitu masyarakat yang

berusia dari 24-39 tahun. Dari responden tersebut dapat dikatakan bahwa peminat

Scarlett Whitening sebanyak 30:49x100% dari jumlah responden yang didapat

jika dipersenkan menjadi 87,8%.


4

Tabel 1. 1
BPS kota Tanjungpinang

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang (2021)

Usia masyarakat milenial yaitu dari usia 24 tahun sampai dengan usia 39

tahun. Untuk hasil yang telah didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kota

Tanjungpinang (BPS-Statistics of Tanjungpinang Municipality) jumlah

masyarakat Milenial kota Tanjungpinang berjumlah 52,340 orang. laki-laki

berjumlah 26,127 dan perempuan berjumlah 26,213.

Dalam pemasaran produk Scarlett Whitening ini tentu saja produsen

menggunakan strategi yang berbeda dan menarik perhatian para konsumen.

Pemasaran yang tepat digunakan untuk memasarkan produk Sacrlett Whitening

ini yaitu menggunakan teknologi. Dapat diketahui dari tahun ketahun kemajuan

teknologi terus berkembang dari era teknologi pertanian, era teknologi industri,

era teknologi informasi, dan era teknologi komunikasi dan informasi. Dalam

menjalankan kehidupan sehari – hari dengan kemampuan sederhana hingga

sampai pada tingkat kepuasan sebagai individu dan masyarakat sosial tentunya

menggunakan berbagai macam alat untuk mencapai efisiensi setiap tindakan yang
5

dilakukannya. Salah satu alat untuk mencapai efesiensi tersebut adalah komputer.

Munculnya sebuah perangkat keras komputer yang diserati dengan

kelengkapan software yang sangat membantu pekerjaan manusia dengan lebih

fleksibel dan efesien. Perkembangan internet yang sangat pesat juga memberi

perubahan teknologi dengan munculnya smartphone perkembangan

yang menjadikan perangkat ini semakin cerdas (smart), semua aktivitas dapat

dikelola melalui telepon cerdas (smartphone), seperti komunikasi yang dapat

dilakukan digital melalui media sosial, aktivitas jual beli secara online serta

banyak lagi aplikasi pendukung pada smartphone yang dapat dimanfaatkan untuk

kepentingan sehari-hari.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan mengikuti

perkembangan trend tentu membuat individu dapat bertukar informasi dengan

jangkauan sangat luas dan tidak terbatas, akses kegiatan dan aktivitas dapat

dilakukan secara online atau virtual. Menurut Kotler (Waoma & Dwihartono,

2020) Internet adalah jaringan publik luas yang berasal dari komputer dan

menghubungkan ke segala jenis pengguna di seluruh dunia satu sama lain dan

menghubungkan mereka dengan penyimpanan informasi yang sangat besar.

Oleh sebab itu, karena perkembangan teknologi maka mempengaruhi pada

strategi bisnis sehingga trend pemasaran juga beralih ke dunia digital. Dalam

perkembangan teknologi segala kegiatan sangat mudah dijalanan seperti

kemudahan yang ditawarkan mulai dari komunikasi, informasi, transaksi, edukasi,

hiburan sampai urusan pribadi juga dapat menggunakan teknologi.

Sehubungan dengan perkembangan teknologi ini beberapa negara Eropa telah


6

menyebut ini dengan konsep “Industri 4.0”. Konsep transformasi digital ini

memanfaatkan teknologi digital baru sebagai model aktivitas dan transaksi

sehingga muncul industri bidang internet dan teknologi informasi lainnya.

Gelombang transformasi system digital adalah elemen umum yang mendorong

setiap kegiatan untuk memanfatkan media digital sebagai sarana utamanya

sehingga transformasi digital menjadi pilar kebijakan industri pada beberapa

negara. Dengan adanya konsep transformasi digital ini akhirnya industripun

berlomba – lomba untuk berinovasi atau menciptakan sebuah cara atau strategi

untuk melakukan peningkatan penjualan mereka melalui digital marketing.

Strategi yang digunakan para pebisnis untuk meningkatkan penjualan

mereka melalui digital marketing yaitu strategi Content marketing. Isi didalam

sebuah konten tentu ada sebuah pesan penting dan pesan yang disampaikan harus

benar-benar menarik perhatin calon customer, karena dengan isi pesan menarik

dalam sebuah konten maka akan menarik calon customer untuk segera menjadi

customer. Content yang disebarkan melalui media sosial seperti instagram,

facebook, whatsapp dan lain-lain dengan pesan yang menarik, relevan, unik dan

dengan segala kelebihan yang dipaparkan adalah salah satu strategi pemasaran

digital yang wajib dilakukan seorang pengusaha.

Menurut Kotler et al (Abiyyuansyah et al., 2019) adalah strategi

pemasaran dimana pemasar merencanakan, membuat, dan mendistribusikan

konten yang mampu menarik audiens secara tepat sasaran, kemudian mendorong

mereka menjadi pelanggan. Secara singkat content marketing adalah strategi

pemasaran yang menggunakan sebuah konten dengan tujuan untuk memberikan


7

informasi kepada target atau konsumen yang bersifat ajakan atas produk yang

dipasarkan. Dalam hal ini content yang dimaksud seperti gambar, video, audio,

tulisan, e-book, tool, infografis, post di sosial media. Dan didalam content harus

memiliki unsur emosional agar content yang dibuat mempunyai suatu personality

yang tidak kaku dan mudah dipahami. Dalam pembuatan content wajib

memiliki 3 tahapan di yaitu awareness, evalution, dan purchase. Tidak hanya itu,

content juga terbagi lagi atas 3 jenis, yaitu content pengenalan, branding, dan

penjualan.

Salah satu cara yang digunakan dalam memasarkan produk melalui media

digital adalah dengan menciptakan sebuah konten yang menarik. Konten yang

menarik adalah kunci untuk menarik pelanggan ke situs web dan menjaga

ketertarikan mereka atau menciptakan adanya pembelian berulang. Salah satu

produk yang menggunakan strategi content marketing adalah produk Scarlett

Whitening.

Gambar 1. 2
Hasil Pra Penelitian

Sumber : Hasil Pra Penelitian (2021)


8

Pada gambar 1.1 dan gambar 1.2 dapat disimpulkan bahwasannya dari

hasil pra-penelitian yang dilakukan terdapat 49 responden, 30 diantaranya telah

memenuhi syarat sampel yaitu masyarakat milenial yang berusia 24 tahun sampai

dengan 39 tahun .Dari hasil yang didapatkan yaitu 30 responden mengakui telah

menggunakan Scarlett Whitening dan mengetahui adanya sebuah produk Scarlett

Whitening dari konten yang ada di media sosial, maka dari itu masyarakat

milenial mengakui bahwa konten yang menarik dimedia sosial dapat membuat

masyarakat milenial sadar akan sebuah produk Scarlett Whitening.

Karena strategi content marketing yang digunakan scarlet whitening, para

konsumen menjadi lebih aware terhadap produk tersebut. Sebuah perusahaan

yang berkembang menimbulkan sebuah isu baru disetiap aktivitasnya dan bisa

menimbulkan fenomena baru dalam dunia pemasaran. Tentu dalam menciptakan

sebuah produk perusahaan memberikan ciri khas atau karakteristik dari produk

yang mereka ciptakan (brand awaress). Brand Awareness merupakan sejauh

mana pelanggan diberi tahu mengenai karakteristik produk, diyakinkan untuk

mencobanya, dan diingatkan untuk membeli kembali dan memiliki dua dimensi

yaitu kesadaran merek dan pengetahuan produk Kotler dan Keller (Maulani &

Sanawiri, 2019) sehingga hal tersebut mempengaruhi persepsi dan sikap yang

mendorong pilihan merek serta loyalitas merek.

Content Marketing menjadi salah satu strategi yang penting dalam

pemasaran digital. Bentuk content marketing yang digunakan dalam memasarkan

produk Scarlett Whitening yaitu dengan melakukan pembuatan konten yang

menarik, unik dan relevan bagi calon customer dalam bentuk teks, video, foto dan
9

-lain yang didistribusikan melalui situs media sosial seperti Instagram, TikTok dan

lainnya.

Untuk itu berdasarkan uraian sebelumnya peneliti tertarik untuk meneliti

tentang Pengaruh Content Markerting Terhadap Brand awareness produk

kecantikan Scarlett Whitening (Studi Kasus Pada Generasi Milenial diKota

Tanjungpinang)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat di identifikasikan rumusan

masalah yaitu apakah Content Marketing dapat mempengaruhi Brand Awarenss

produk Scarlett Whitening pada masyarakat milenial kota Tanjungpinang?.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini dilakukan agar penelitian lebih fokus

dan tidak meluas, maka dalam penelitian ini penulis memberikan batasan masalah

untuk objek penelitian, objek yang ditentukan untuk melakukan penelitian ini

adalah masyarakat milenial berdomisili di kota Tanjungpinang yang berumur 24

hingga 39 tahun per tahun 2021.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang diatas dan rumusan masalah yang ada, maka

tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui strategi Content Marketing dapat

mempengaruhi Brand Awarenss produk Scarlett Whitening pada masyarakat

milenial kota Tanjungpinang.


10

1.5 Kegunaan Penelitian

1.5.1 Kegunaan Ilmiah

Hasil Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan

kepustakaan untuk peneliti selanjutnya, dan juga dapat menjadi salah satu

informasi bagi pembaca yang akan membahas topik serupa khususnya dibidang

manajemen pemasaran.

1.5.2 Kegunaan Praktis

a. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan untuk memperluas pengetahuan dalam bidang

yang diteliti bagi peneliti itu sendiri selain itu juga sabagai bahan penulisan

proposal.

b. Bagi pelaku usaha

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman

tentang seberapa berpengaruhnya content marketing terhadap brand aweress

produk kecantikan Scarlett Whitening pada masyarakat milenial kota

Tanjungpinang dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan strategi

pemasaran.
11

c. Bagi STIE pembangunan Tanjungpinang

kepada mahasiswa/mahasiswi STIE pembangunan Tanjungpinang

diharapkan agar penelitian ini dapat dijadikan referensi dan dapat dijadikan

sebagai bahan saat akan membuat tugas yang sejenis.

1.6 Sitematika Penulisan

Dalam penyusunan hasil penelitian ini agar mudah dimengerti dan

dipahami, maka dalam penyusunan hasil penelitian ini menggunakan sistematika

penulisan yang terdiri dari lima bab yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian

dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab kedua penulis menjelaskan beberapa teori yang

berhubungan dengan penelitian ini.

BAB III METODELOGI PENELITIAN

Dalam bab ketiga penulis membahas mengenai jenis penelitian

yang digunakan, lokasi penelitian, definisi oprasional, populasi

dan sampel, jenis data, metode pengumpulan data dan teknik

pengolahan data.
12

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini menjelaskan mengenai hasil dari analisis data

untuk membuktikan bauran pemasaran yang telah diajukan

dalam pembahasan atas hasil analisis data.

BAB V PENUTUP

Dalam bab terakhir ini berisikan tentang kesimpulan yang

diperoleh dari hasil penelitian, keterbatasan dan saran-saran

yang perlu untuk diajukan penulis sebagai bahan pertimbangan

untuk penelitian selanjutnya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teori

2.1.1 Pengertian Manajemen

Menurut Susan (2019) manajemen adalah kegiatan seseorang dalam

mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non

manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara

efektif dan efisien. Manajemen sacara umum dapat diartikaan proses mengatur

atau mengelola sesuatu yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang.

Proses manajemen ini termasuk menyusun rencana, pengorganisasian,

pelaksanaan, serta pengendalian atau pengawasan. Manajemen adalah proses

perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating),

pengarahan (directing), dan pengawasan (controlling).

Menurut Gesi et al (2019) Manajemen adalah sebuah proses untuk

mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk

mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan

sumber daya yang dimiliki. Secara etimologi, kata manajemen diambil dari

bahasa prancis kuno, yakni “management” yang artinya adalah seni dalam

mengatur dan melaksanakan. Manajemen dapat juga didefenisikan sebagai upaya

perencanaan, pengkoordinasian, pengoraganisasian, dan pengontrolan sumber

daya untuk mencapai sasran secara efisien dan efektif. Dapat disebut juga

manajemen sebuah seni untuk meyelesaikan pekerjaan orang lain.

Menurut Kristiawan dkk (Husaini & Fitria, 2019) manajemen merupakan

13
14

ilmu dan seni dalam mengatur, mengendalikan, mengkomunikasikan dan

memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam organisasi dengan

memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen (Planing, Organizing, Actuating,

Controling) agar organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Menurut George R. Terry (Gesi et al., 2019) manajemen sebuah proses yang khas

yang terdiri dari beberapa tindakan, perencanaan, pengorganisasian,

menggerakan, dan pengawasan. Menurut Terry(Maspeke et al., 2017) Manajemen

merupakan suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau

pengarahan suatu kelompok orang- orang kearah tujuan-tujuan organisasional

atau maksud yang nyata. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang

harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami

bagaimana mereka harus melakukannya dan mengukur efektivitas dari usaha-

usaha yang telah dilakukan.

2.1.2 Fungsi Manajemen

Menurut Nashar (2013) fungsi Manajemen adalah serangkaian kegiatan

Yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan

mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi

manajemen, sebagaimana diterangkan oleh Nickles, McHoughand Hough

(Nashar, 2013) terdiri dari empat fungsi, yaitu:

a) Perencanaan atau planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang

dilakukan untuk mengantisipasi kecendrungan di masa yang akan datangan

penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan

organisasi. Di antara kecenderungan dunia bisnis sekarang misalnya, bagaimana


15

merencanakan bisnis yang ramah lingkungan, bagiamana merancang organisasi

bisnis yang mampu bersaingdalam persaingan global, dan lain sebagainya.

b) Pengorganisasian atau organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana

strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam

sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan

organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam

organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan

organisasi.

c) Pengimplementasian atau direction, yaitu proses implementasi rogram agar

bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar

semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh

kesadaran dan produktivitas yang tinggi.

d) Pengendalian atau pengawasan atau controlling, yaitu proses yang dilakukan

untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,

diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan 13 sesuai dengan target

yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia

bisnis yang dihadapiPengertian Pemasaran

Menurut Rahmawati (2016) Pemasaran merupakan aktifitas yang memiliki

tujuan untuk mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan manusia. Singkatnya

pemasaran dapat diartikan sebagai “meeting needs profitably” dimana bagaimana

bisa melayani kebutuhan konsumen dengan cara yang menguntungkan bagi

konsumen maupun perusahaan. Seperti, banyak orang yang karena

kesibukanmenjadi tidak punya waktu untuk melakukan pemilihan dan pembelian


16

barang dengan mendatangi satu per satu toko, maka perdagangan online akan

berkembang untuk melayani jenis konsumen seperti ini. Selain itu manusia

modern semakin sadar dengan kesehatan dan butuh produk makanan organik,

sehingga banyak usaha katering makanan organik dan supplier produk makanan

organik.

Menurut Widyaastuti (2017) Pemasaran merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari sistem ekonomi pada masyarakat modern. Pemasaran dengan

menggunakan komunikasi pemasaran sudah berkembang dewasa ini menjadi

sistem komunikasi yang sangat penting tidak saja bagi produsen barang/jasa,

tetapi juga bagi para konsumennya. Kemampuan dan metode promosi dalam

menyampaikan informasi kepada konsumen merupakan hal yang penting dan

berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran dan pembentukan merek suatu

perusahaan.

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang

dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan

kelangsungan hidup usahanya dan untuk mengembangkan perusahaan serta

untuk mendapatkan keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya. Berhasil atau

tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian para pengusaha

tersebut dibidang pemasaran, produksi , keuangan maupun bidang lain

(Zainurossalamia, 2020). Menurut Assauri (Sitorus & Utami, 2017)

mendefinisikan bahwa pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk

memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

Definisi pemasaran melalui perspektif sosial dan manajerial. Definisi


17

pemasaran secara sosial menunjukkan peran pemasaran dalam masyarakat sosial

dengan definisi bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dimana individu dan

kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui

penciptaan, penawaran, dan secara bebas bertukar nilai produk dan layanan

dengan orang lain.

2.1.3 Tujuan Pemasaran

Tujuan pemasaran adalah mengarahkan barang-barang dan jasa-jasa ke

tangan konsumen. Untuk ini diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu. Berbagai jenis

kegiatan dan proses yang diperlukan karena spesialisasinya di dalam pemasaran.

Menurut Zainurossalamia (2020) ada beberapa tujuan dari pemasaran lainya,

diantaranya:

a) Memberi informasi (promosi), promosi adalah upaya untuk memberitahukan

atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk

membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau

distributor mengharapkan kenaikan pada angka penjualan.

b) Menciptakan pembelian.

c) Menciptakan pembelian ulang, jika konsumen puas maka akan tercipta

pembelian ulang yang akan menjadikan konsumen sebagai pelanggan setia.

d) Menciptakan tenaga kerja tidak langsung, dalam memasarkan harga atau jasa

secara tidak langsung pun akan tercipta tenaga kerja.

e) Menciptakan produk megabrand, produk yang sudah memiliki pelanggan setia

akan menciptakan megabrand sehingga tidak mungkin produk tidak dilirik oleh

knsumen.
18

2.1.5 Fungsi Pemasaran

Menurut Zainurossalamia (2020) fungsi pemasaran merupakan kegiatan

yang dilakukan dalam bisnis yang terlibat dalam menggerakkan barang dan jasa

dari produsen sampai ke tangan konsumen. Adapun fungsi-fungsi pemasaran

terdiri dari :

a) Pembelian (Buying) yaitu fungsi yang mengikuti aktivitas-aktivitas mencari

dan mengumpulkan barang-barang yang di perlukan sebagai dasarnya merupakan

proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan tibal balik dari kegiatan

penjualan (Selling). Untuk itu maka, sangat perlu dipahami kegiatan apa saja

yang dapat mengakibatkan orang melakukan pembelian.

b) Penjualan (Selling) Mencakup aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencari

calon pembeli produk yang ditawarkan dengan harapan dapat menguntungkan.

Kegiatan penjualan merupakan lawan dari pembelian. Buying tidak akan terjadi

tanpa selling demikian pun sebaliknya.

c) Transportasi Adalah proses pendistribusian atau pemindahan barang

ari suatu tempat ke tempat yang lain.

d) Penggudangan/penyimpanan ialah fungsi penyimpanan produk yang dibeli

sebagai persediaan agar terhindar dari resiko kerusakan maupun resiko lainnya.

e) Informasi Pasar Poin ini merupakan fungsi pemasaran yang luas dan penting,

karena fungsi ini memberikan informasi tentang situasi perdagangan pada

umumnya yang berhubungan dengan produk, harga yang inginkan konsumen dan

situasi pasar secara menyeluruh.


19

2.1.6 Pengertian Manajemen Pemasaran

Menurut Yulia et al (2019) Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis,

perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk

menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang

menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan –

tujuan organisasi. Jika suatu perusahaan memasukkan kegiatan manajemen

pemasaran, maka perusahaan akan berjalan dengan baik. Manajemen pemasaran

mempengaruhi aktivitas pemasaran yang dilakukan dan juga menjadi kriteria bagi

kelangsungan hidup perusahaan, yang merupakan peran yang tidak dapat

dipisahkan dari awal proses produksi hingga tahap dimana barang sampai ke

konsumen.

Menurut Tanama (2017) Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk

merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan

mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau

mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan

organisasi secara efesien dan efektif yang dikenal dengan istilah fungs

manajemen. Tugas manajemen pemasaran ialah merencanakan bagaimana

menemukan peluang pasar untuk menukar barang dan jasa konsumen.Kemudian,

rencana implementasi manajemen pemasaran menjalin dan memelihara

komunikasi yang bermanfaat dengan konsumen untuk mencapai tujuan

perusahaan. Untuk definisi lebih detailnya, penulis merangkum beberapa

pengertian manajemen pemasaran dari beberapa ahli. Manajemen pemasaran

berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran, menurut Kotler dan
20

Armstrong (Yulia et al., 2019) pemasaran adalah analisis, perencanaan,

implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk

menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan

dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan

manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing)

penggerakan (Actuating) dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen

Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian

program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan

pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk

mencapai tujuan –tujuan organisasi.

Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan,

dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran

dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan

Kotler (Priangani, 2013). Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa

pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan

mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan

falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

Menurut Zainurossalamia (2020) manajemen pemasaran merupakan suatu

proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan dari pemberian harga,

promosi, dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan

pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelayanan

organisasi. Dengan kemampuan menguasai suatu pasar yang ada, dapat

memungkinkan suatu perusahaan memperoleh dana untuk membiayai kegiatan


21

operasinya, pengembangan dan faktor lainnya. Untuk hal itu, perusahaan harus

melakukan suatu konsolidasi yang mengarah ke dalam maupun keluar agar

dapat mengetahui kelemahan, kekuatan, peluang serta hambatan yang

mungkin diketahui apabila perusahaan dapat memutuskan tugas manajemen

yang berkompetisi di pasar.

2.1.7 Content Marketing


2.1.7.1 Pengertian Content Marketing

Menurut Kotler (2017) adalah strategi pemasaran di mana pemasar

merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik

audiens secara tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi pelanggan.

Menurut Heidi Cohen (yusuf, R., Hendrayati, H., dan Wibowo, 2020) Content Marketing

merupakan strategi pemasaran dengan cara membuat konten yang tujuannya untuk

memberi informasi kepada konsumen atas produk yang dipasarkan. Penggunaan content

marketing mendorong perusahaan dalam untuk mencapai tujuan seperti kesadaran merek,

menarik calon pelanggan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, loyalitas

pelanggan Elisa dan Gordini (Abiyyuansyah et al., 2019). Fungsi dan tujuan dari

terciptanya sebuah konten yaitu sebagai alat penghubung antara produsen dan konsumen.

Konten yang berisi suguhan yang menarik dan menyenangkan dapat menarik perhatian

konsumen untuk melirik produk yang ditawarkan. Sebuah konten bukan hanya strategi

memasarkan produk tetapi juga sebagai usaha penciptaan konten yang tujunnya untuk

mempengaruhi konsumen agar melakukan pembelian.

Untuk menciptakan sebuah content marketing yang baik, unik, dan

menarik ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, seperti :


22

1. Design

Untuk menarik perhatian para konsumen, perusahaan harus bisa membuat

design semenarik mungkin agar saat mereka melakukan pengunjungnya

dibeberapa situs media sosial, mereka melihat sebuah design produk yang

menonjol dan unik berbeda dengan produk yang lain. Maka mereka akan kembali

lagi ke media sosial yang sama untuk melihat produk tersebut. Konsumen sudah

terlalu sering melihat desain menarik dan juga estetika, hal

itu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi konsumen untuk melirik produk

dengan design yang menarik dan unik . tentu juga termasuk ukuran dan bobot

font, mengatur konten dalam kesatuan frame yang dapat dicerna secara visual dan

terhubung dengan artikel terkait, adalah hal yang penting dan perlu diperhatikan.

Maka dari itu konten yang menarik tidak akan berpengaruh besar apabila tidak

diseimbangkan dengan desain yang unik dan menarik tentunya beda dari design

produk yang lain.

2. Current Event

Sebuah konten yang baik maka didalam nya menyajikan berita seputar

fenomena yang sedang terjadi.Dengan menyajikan berita yang fenomena yang

sedang berlangsung maka otomatis juga akan terbaca oleh google, dan juga

kemungkinan dengan konten yang ada membuat pengguna internet untuk

mengunjungi situs maupun media sosial yang di miliki.

3. The Reading Experience

Tidak hanya current event, dalam membuat sebuah konten tidak hanya

design yang unik tetapi harus mudah dipahami oleh pembaca. Desain yang
23

menarik tidak semua harus tentang warna-warna dan gambar yang eye catchy,

tetapi tata letak dan font yang digunakan harus bisa terbaca dengan baik dan

mudah dimengerti.

4. Timming

Selanjutnya yaitu timming, yaitu kapan dan berapa kali konten yang

telah dibuat akan di unggah. Dalam mengunggah sebuah konten harus

adanyakonsisten waktu, karena tidak semua para pengguna media sosial langsung

melihat postingan konten yang telah diunggah. Dan untuk saat ini Facebook dan

Instagram memiliki algoritma tersendiri dalam menampilkan postingan terbaru

pada beranda home dan newsfeed sehingga unggahan-unggahan yang muncul

bukan lagi berdasarkan postingan terbaru, namun seberapa besar engagement dari

account user terhadap official account yang dimiliki. Oleh karena itu, perlu

adanya frekuensi dan waktu-waktu tertentu dimana waktu tersebut adalah saat

prime time pada social media.

5. Tone

Kesesuaian sebuah konten antara perusahaan dan target penjualan. Konsep

dasar yaitu kualitas dan penataannya yang bersifat universal, namun beberapa

Produk yang disediakan oleh perusahaan baiknya diterjemahkan dalam

komunikasi yang baik dan sesuai dengan target pasar dan audience yang telah

ditentukan. Scarlett Whitening sebagai produk kecantikan yang harus dimiliki

para masyarakat milenial, Maka dari itu produsen harus menciptakan konten-

konten yang unik dan menarik juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh

masyarakat milenial saat ini.


24

2.1.7.2 Indikator – Indikator Content Marketing

Menurut Milhinhos (Amalia, 2020) indikator-indikator wajib dimiliki

sebuah content marketing dalam rangka mengukur konten yaitu :

1. Relevansi, produsen dapat menyediakan konten dengan menggunakan

informasi yang relevan. Dan Informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan

yang berhubungan dengan fenomena yang dihadapi konsumen.

2. Akurasi, produsen juga dapat menyediakan konten yang berisi informasiyang

up to date dan akurat. Informasi yang diberikan adalah fakta, sesuai dengan

kenyataan yang terjadi saat itu.

3. Bernilai, Produsen harus menyediakan konten yang berguna dan bermanfaat

bagi para konsumen. Membuat konten unik serta menarik dan juga yang

mempunyai nilai jual salah satu persyaratan dasar dari perilaku konsumen.

4. Mudah Dipahami, Produsen menyediakan konten yang mudah dipahami dan

dimengerti oleh konsumen.

5. Mudah Ditemukan, Produsen bisa mengunggah sebuah konten menggunakan

media sosial yang mudah dijangkau oleh para konsumen.

6. Konsisten, Seorang produsen harus bisa mempertahankan kuantitas dari konten

yang disajikan kepada para konsumen. Selalu konsisten terhadap waktu (update)

dalam memperbaharui atau mengunggh informasi secara berkala.

Menurut As’ad dan Alhadid (Zulfikar & Mikhriani, 2017) indikator-

indikator Content Marketing terdiri dari :

a) Online Communities, Sebuah perusahaan atau sejenis usaha dapat

menggunakan media social untuk membangun sebuah komunitas disekitar minat


25

pada produk atau bisnisnya. Semangat komunitas untuk membangun kesetiaan,

mendorong diskusi-diskusi, dan menyumbangkan informasi, sangat berguna

untuk pengembangan dan kemajuan bisnis tersebut.

b) Interaction, Di dalam media sosial memungkinkan terjadinya interaksi yang

lebih besar dengan online communities, melalui informasi yang selalu up-to-date

serta relevan dari pelanggan.

c) Sharing of content, berbicara mengenai lingkup dalam pertukaran individual,

distribusi dan menerima konten dalam aturan media sosial.

d) Accessibility, mengacu pada kemudahan untuk mengakses dan biaya minimal

untuk menggunakan media sosial. Media sosial juga mudah untukdigunakan dan

tidak memerlukan keahlian kusus.

e) Credibility, digambarkan sebagai pengiriman pesan yang jelas untuk

membangun kredibilitas atas apa yang dikatakan atau dilakukan yang

berhubungan secara emosional dengan target audien.

2.1.8 Brand Awareness

2.1.8.1 Pengertian Brand Awareness

Kesadaran merek (Brand Awareness) kesadaran calon pelanggan untuk

mengetahui dan mengingat ciri - ciri dari produk seperti bentuk, warna, simbol

atau logo yang digunakan produk tersebut. Brand awareness adalah kemampuan

calon customer untuk mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan

bagian dari kategori produk tertentu menurut (Humdiana; Chamid dkk,

2015).Semakin banyak calon pelanggan mengingat ciri – ciri dari produk maka
26

semakin baik Brand Awareness produk tersebut. Brand awareness sangat

penting bagi produsen, dimana konsumen akan cenderung membeli produk yang

sudah dikenal atau diingat oleh mereka menurut Severi & Ling (Sander & Riza,

n.d.). Maka dapat disimpulkan bahwasannya dalam menciptakan kesadaran suatu

merek (brand awareness) merupakan langkah penting bagi suatu perusahaan

untuk mempromosikan produk dan jasanya.

Kesadaran merek (brand awareness) terdiri dari brand recognition dan

brand recall performance. Brand Recognition yaitu kemampuan seorang calon

pembeli untuk mengenali merek yang ditawarkan perusahaan kepada calon

pembeli, dan Brand Recall yaitu kesanggupan seorang calon pembeli untuk

kembali memberi merek saat mengingat kategori produk yang di tawarkan

perusahaan. Menurut Aaker (Aji & Semuel, n.d.) Brand awareness adalah

kemampuan calon pembeli untuk mengenali, mengingat merek bahwa merek

terdiferensiasi dari merek lain melalui di-mensinya.

Brand Awareness adaalah kemampuan calon pembeli untuk mengenali

atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan bagian dari kategori produk

tertentu menurut Humdiana Chamid dkk (Harijono et al., 2021). Brand Awareness

mempunyai tingkatan level, yaitu level tinggi hingga level terendah (tidak

menyadari merek), berikut penjelasannya:

1. Top of Mind adalah merek yang pertama kali disebutkan oleh konsumen atau

yang pertama kali muncul di benak konsumen.

2. Brand Recall adalah mengingat kembali merek tanpa terganggu.

3. Pengakuan Merek adalah tingkat kesadaran merek minimum, di mana


pengenalan merek muncul lagi setelah dipanggil kembali dengan bantuan.
27

4. Unaware of Brand adalah level terendah dalam piramida brand awareness di


mana konsumen tidak menyadari merek.

Kesadaran merek dapat menghubungkan merek dengan asosiasi yang

diharapkan oleh perusahaan, familiarity diciptakan oleh pelanggan untuk

mengenali merek tersebut. Tingkat kesadaran merek berkisar dari tingkat

recognize the brand artinya pelanggan bisa mengenal sebuah merek sampai

dimana mereka menjadi dominant brand recalled. Sebuah merek adalah sesuatu

yang ada dibenak konsumen dan diingat untuk menjadi identitas kategori produk

tersebut. Merek menjadi salah satu bagian dari consideration set hingga dapat

mempengaruhi pelanggan atau konsumen untuk membeli produk tersebut. Dari

sekian banyak pelanggan mereka akan kembali membeli produk yang sudah

dikenal. Menurut Hasbun dan Endang (Pranata & Pramudana 2018) kesadaran

merek (brand awareness) adalah kemampuan merek yang munculdi benak

konsumen ketika mereka berpikir tentang produk tertentu dan seberapamudah

bahwa produk muncul.

2.1.8.2 Indikator – Indikator Brand Awareness

Menurut Keller (Sari et al., 2021) ada empat indikator yang dapat

digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen mengenal Brand

Awareness terhadap sebuah merek yaitu:

1. Recall, yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat nama merek yang

sederhana, mudah diucapkan, dan memiliki arti yang jelas membuat suatu merek

mudah muncul dalam ingatan konsumen.


28

2. Recognition, yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut

termasuk ke dalam kategori tertentu.

3. Purchase, yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke

dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

4. Consumption, yaitu seberapa jauh konsumen konsumen dapat mengenali

suatu merek ketika sedang menggunakan merek pesaing.

Menurut Graciola (2020) indikator Brand Awarenes dapat dilihat dari

beberapa ketentuan yaitu sebagai berikut :

1. Merek yang terkait dengan desain kemasan Atribut merek membantu

meningkatkan nilai yang dipersepsikan, yang memengaruhi keputusan pembelian

antara lain yang terdiri dari warna, simbol, tata letak, desain kemasan, periklanan,

dan layanan pelanggan.

2. Merek yang terkait dengan kebiasaan konsumen menentukan merek produk.

Ketika pelanggan tidak terbiasa dengan suatu merek, mereka diarahkan pada

pengambilan keputusan; Dengan kata lain, menentukan apakah konsumen akan

melakukan pembelian dalam suatu perusahaan atau tidak.

3. Merek yang terkait dengan nilai yang dirasakan Merek bertanggung jawab

untuk menciptakan skenario yang meningkatkan persepsi pelanggan tentang

kualitas, meningkatkan persepsi mereka tentang layanan pelanggan yang

disediakan dan fungsi produk, mempengaruhi preferensi konsumen, dan

meningkatkan nilai yang dirasakan yang dibayarkan untuk produk atau layanan.
29

Untuk itu menurut Tjiptono (Muthiah & Setiawan 2019) mengemukan

pendapatnya bahwa Brand Awareness merupakan kemampuan konsumen untuk

mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari kategori

produk tertentu dan Kesadaran merek adalah sejauh mana pelanggan mampu

mengingat atau mengenali merek dalam kondisi yang berbeda. Kesadaran merek

adalah salah satu dari dua dimensi dari pengetahuan merek, model memori

jaringan asosiatif.

2.2 Hubungan antara Variabel

Content Marketing dan Brand Awareness

Menurut Pertiwi & Gusfa (2018) hubungan antara Content Marketing

terhadap Brand Awareness memiliki pengaruh positif dan signifikan. Hal ini

menunjukkan bahwa semakin menarik Content Marketing yang diciptakan maka

semakin tinggi tinggat pencapaian sebuah Brand Awareness suatu produk. Hasil

pengujian Social Media terhadap Brand sebuah produk mempunyai pengaruh

positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan semakin banyak interaksi di Social

Media, maka semakin tinggi pengaruh Brand Awareness yang dimiliki produk

tersebut.

Hasil pengujian Content Marketing terhadap brand awareness mempunyai

pengaruh positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan semakin menarik Content

Marketing, maka semakin tinggi interaksi di Social Media.


30

2.3 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah:

Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran Penelitian
Content Brand
Marketing(x) Awareness(y)
Sumber: Konsep yang disesuaikan untuk penelitian 2021

2.4 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian

yang diajukan menurut (Sugiyono, 2013). Dengan mengacu pada rumusan

masalah, landasan teori, dan kerangka pemikiran tersebut maka hipotesis yang di

ajukan penelitian ini adalah ”diduga content marketing berpengaruh secara

signifikan terhadap brand awareness pada Produk Scarlett Whitening pada

masyarakat Milenial Kota Tanjungpinang”

2.5 Penelitian Terdahulu

2.5.1 Jurnal Nasional

1. Menurut Pertiwi & Gusfa (2018) dengan judul Pengaruh Content

Marketing terhadap pembentukan Brand Awareness pada Kalbis Institute.

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur sejauh mana content

marketing pada sosial media Instagram Kalbis Institute dapat berpengaruh

terhadap pembentukan brand awareness. Penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini yaitu followers pada

Instagram @kalbisinstitute untuk jumlah responden sebanyak 104

responden. Pengumpulan data menggunakan teknik metode Survei dengan


31

cara menyebarkan kuesioner secara acara kepada responden. Dari hasil

yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa content marketing

berpengaruh pada instagram kalbis institute terhadap brand awareness

Kalbis Institute. Dalam uji regresi yang dilakukan, hasil yang diperoleh

dari nilai R square sebesar 0.866. Maka dapat disimpulkan bahwa content

marketing Instagram berpengaruh terhadap brand awareness sebesar

86,6% sementara 13,4% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar

penelitian ini.

2. Menurut Lokito (2018) dengan judul Perencanaan strategi pemasaran

content marketing Buleleng Bali Coffe. Tujuan dari penelitian ini yaitu

untuk merencanakan strategi pemasaran content marketing Buleleng Bali

Coffee. Content marketing yang digunakan dalam penelitian ini melalu

media sosial yaitu Instagram. Dimana instagram adalah bagian untuk

mengomunikasikan promosi dan pemasaran produk di era digital saat ini.

Elemen-elemen yang ada di dalam content marketing dapat dianalisa

pergerakannya melalui interaction, impressions,reach, dan engagements.

metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode

primer dan metode skunder. Dimana metode primer didaptkan dari

narasumber atau responden, yaitu dari Buleleng Bali Coffee, wisman dan

wisnus, serta toko oleh-oleh setempat. Dan metode skunder dari data

Badan Pusat Statistik (BPS), studi literatur dengan menganalisa artikel-

artikel yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti, dokumentasi, teori , dan

juga berita yang dimuat di internet, buku, surat kabar dan lainnya. Metode
32

yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deduktif dengan

menggunakan metode analisis data berupa SWOT. Hasil dari penelitian

membuktikan bahwa content marketing dan teknik bercerita (storytelling)

di dalamnya menjadi salah satu cara promosi yang tepat digunakan untuk

memasarkan produkproduk UMKM seperti Buleleng Bali Coffee.

3. Menurut Waoma & Dwihartono (2020) dengan judul Brand Awareness

Properti : Analisis ContentMarketing Dan Social Media ( Kasus : Citra

Garden City Jakarta) dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat

pengaruh Content Marketing dan Social Media dalam rangka membangun

product awareness masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian

ini adalah metode kuantitatif untuk menentukan pengaruh antar variabel

dalam sebuah populasi dengan melakukan pengukuran antar variabel

untuk melihat hubungan sebab-akibat dari fenomena yang diteliti melalui

penyebaran kuesioner kepada konsumen Citra Graden City

Jakarta.Penelitian ini bersifat terbatas. Populasi dalam penelitian ini adalah

konsumen Citra Garden City Jakarta berjumlah 140 dengan jumlah sampel

sebanyak 107 konsumen. Analisis data dalam penelitian ini melalui tiga

tahapan, yaitu analisis deskriptif; uji validitas dan realibilitas; uji asumsi

klasik serta pengujian hipotesis melalui analisis korelasi dan analisis jalur

(path analysis). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa product

Awareness adalah salah satu tolak ukur keberhasilan dalam membangun

kesadaran merek atau product awareness sebuah perusahaan, dimana

semakin bagus kualitas suatu content, semakin tinggi pula product


33

awareness yang tentu berpengaruh pada keberhasilan perusahaan. Social

media menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari

produk, untuk itu social media penting untukdiperhatikan dan dianalisa.

2.5.2 Jurnal Internasional

1. Menurut Wang (2017) dengan judul B2B content marketing for

professionalservices: In-person versus digital contacts. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui apakah pemasaran dapat memiliki peran baru,

peran yang lebih searah dengan tenaga penjualan, dengan beradaptasi

pemasaran konten (CM) diorganisasi layanan profesional B2B. Dari

penelitin ini membuktikan bahwa jumlah prospek penjualan dan peluang

yang dimenangkan dari akun utamanya dipengaruhi secara positif oleh

frekuensi karyawan akun menghadiri acara digital dan mengonsumsi

konten digital, tetapi tidak secara langsung acara. Variabel independen

utama dalam penelitian ini adalah keterlibatan dengan perbedaan jenis

kegiatan CM. Penelitian ini memiliki tiga variabel untuk menangkap

keterlibatan dengan masing-masing jenis kegiatan CM. Analisis yang

digunakan yaitu binomial negatif efek acak random model regresi. Model

regresi binomial negatif cocok untuk menangani data hitungan seperti

jumlah prospek penjualan atau peluang yang dimenangkan dari rekening

per tahun anggaran. Untuk sampel dari penelitian ini yaitu perusahaan

pembeli yang besar dan beragam. Masalah dalam pengambilan sampel

terbatas karena peneliti hanya memiliki data dari layanan yang ditawarkan

oleh konsultan industri, di mana reputasi sangat penting. Maka penelitian


34

mengenai tentang CM mungkin tidak berlaku untuk industri jasa lainnya.

Hasil dari pemaparan tersebut menyatakan bahwa CM digital aktivitas

lebih efektif daripada aktivitas CM secara langsung menyarankan cara,

yang melengkap tenaga penjualan, untuk mempraktikkan pemasaran

practice dalam organisasi layanan B2B.

2. Menurut Bilgin (2018) dengan judul The Effect Of Social Media

Marketing Activities On Brand Awareness, Brand Image and Brand

Loyalty. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh

aktivitas pemasaran media sosial terhadap kesadaran merek, citra merek

dan loyalitas merek. Dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis

pengaruh kesadaran merek dan citra merek terhadap loyalitas merek.

Populasi terdiri dari konsumen yang aktif mengikuti lima merek dengan

skor sosial tertinggi menurut data kinerja merek media sosial Marketing

Turkey pada saluran komunikasi media sosial seperti Facebook, Twitter

dan Instagram. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dan data

penelitian diperoleh melalui kuesioner online yang dibagikan di media

sosial dari 547 pengikut merek dengan menerapkan metode convenience

sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan structural equation

modeling (SEM). Sebagai hasil dari analisis, aktivitas pemasaran media

sosial ditemukan sebagai faktor yang efektif terhadap citra merek dan

loyalitas merek, selain itu telah ditentukan bahwa efek yang paling jelas

terlihat pada kesadaran merek. Selain itu, telah ditemukan bahwa

kesadaran merek dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap


35

loyalitas merek. Selanjutnya, dalam penelitian telah dicapai bahwa

kesadaran merek memiliki efek terbatas pada citra merek.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk

mengetahui gambaran Content Marketing terhadap Brand Awareness di

Masyarakat milenial kota Tanjungpinang. Metode penelitian digunakan untuk

meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada

umumnya dilakukan secara random (acak) sehingga kesimpulan penelitian dapat

digenneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil. Menurut

Sugiyono (2013) dalam penelitian ini, riset kuantitatif digunakan untuk

mengetahui jawaban dari rumusan masalah penelitian, jawaban terhadap masalah

yang ingin diteliti menggunakan teori tersebut yang dinamakan dengan hipotesis.

3.2 Jenis Data

Jenis data terbagi menjadi dua yaitu, data kualitatif dan data kuantitatif.

Sumber data dibedakan menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder. Dalam

penelitian ini, jenis data yang digunakan yaitu jenis data kuantitatif yang dimana

data dicatat dengan menggunakan angka klasifikasi atau keterangan yang

diperoleh setelah menyebarkan kuesioner melalui google form. Sumber data yang

digunakan adalah:

36
37

3.2.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari subjek

penelitian, dalam melakukan penelitian dengan menggunakan data primer

peneiliti mendapatkan data atau informasi langsung dengan menggunakan

pertanyaan yang sudah ditetapkan. Data primer dikumpulkan oleh peneliti untuk

mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan didalam kuesioner yang

disebarkan ke masyarakat milenial kota Tanjng Pinang. Menurut Sugiyono (2013)

Data primer adalah sumber data yang dihasilkan secara langsung dengan

memberikan data kepada pengumpul data. Untuk mendapatkan data

menggunakan data primer bisa melalui kegiatan wawancara dengan subjek

penelitian dan dengan observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan.

3.2.2 Data Sekunder

Data skunder adalah data yang digunakan untuk mendukung informasi

dari data primer yang telah diperoleh sebelumnya. Data skunder bisa didapatkan

melalui bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya.

Menurut (Sugiyono 2013) data sekunder adalah sumber data yang didapatan

secara tidak langsung yang diberikan kepada pengumpul data, misalnya melalui

perantara atau lewat sebuah dokumen. Sumber data sekunder adalah sumber data

pelengkap yang fungsinya melengkapi data yang diperlukan oleh data primer.
38

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan pengumpulan

data menggunakan beberapa teknik metode pengumpulan sumber data. Teknik

dalam melakukan penelitian ini yaitu:

1. Kuesioner

Dalam melakukan penelitian ini penulis melakukan sebuah survei dengan

cara menyebarkan kuesioner melalui google form kepada masyarakat milenial

kota Tanjung Pinang. Google form adalah teknik mengumpulkan data yang

dilakukan dengan cara memberikan link yang berupa kuesioner online dan

didalamnya berisikan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh responden.

2. Studi pustaka

Studi pustaka merupakan sebuah acuan untuk membuat analisis teori.

Studi pustaka perlu dilakukan untuk pertimbangan agar dapat dijadikan panduan

ketika seorang peneliti berada di lapangan sehingga dapat membantu penulis

ketika mendalami sebuah objek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2013) studi

pustaka merupakan metode yang dilakukan penulis untuk mendapatkan informasi

dari textbook serta mencari beberapa artikel dan kutipan dari berbagai sumber

yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dalam penelitian ini, penulis

mendapatkan informasi data melalu beberapa artikel dan jurnal yang telah ditulis

oleh peneliti sebelumnya, yang berhubungan dengan variabel content marketing

terhadap brand awareness pada masyarakat milenial kota Tanjungpinang dimana

data ini menjadi landasan teori.


39

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Populasi dalam sebuah penelitian merupakan kumpulan individu atau

objek yang bersifat umum. Menurut Sugiyono (2013) Populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan

karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasinya yaitu seluruh masyarakat

Milenial kota Tanjungpinang yang pernah menggunakan produk scarlett

whitening.

3.4.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2013) sampel merupakan bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh sejumlah populasi. Bila populasi besar, dan

peneliti tidak mungkin memahami semua yang ada pada populasi, misalnya

karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan

sampel yang diambil dari populasi itu. Sampel pada penelitian ini adalah

responden yang memiliki karakteristik seperti masyarakat Milenial Tanjugpinang

yang berusia 24 tahun sampai dengan 39 tahun dan juga telah melakukan

pembelian Produk Scarlett Whitening (setidaknya satu kali) dalam rentang waktu

6 bulan.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik

probability sampling dengan cara purposive sampling. probability sampling

adalah teknik yang memberikan kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota

populasi untuk dipilih menjadi sampel. Menurut Arikunto, Suharsimi (Husain,


40

2018) Sampel merupakan wakil atau sebagian dari subjek populasi yang akan

diteliti. Mengenai banyak sampel yang akan diambil, peneliti menggunakan

teknik probability sampling dimana teknik pengambilan sampel yang memberikan

kesempatan yang sama kepada seluruh pelanggan sebagai populasi menjadi

sampel. Sampel yang diambil berdasarkan jumlah populasi masyarakat Milenial

Kota Tanjungpinang yaitu sebanyak 52,340 jiwa.

Untuk menentukan ukuran sampel pada penelitian ini, penulis

menggunakan rumus Issac dan Michael. Cara menentukan sampel dalam

penelitian ini dengan menggunakan penentuan sampel dari Isaac dan Michael,

dengan tingkat kesalahan 5% diperoleh sampel sebanyak 382 jiwa.

Gambar : Rumus Sampel Isaac dan Michael


S = 382
Perhitungan Sampel Isaac dan Michael :

3,841 × 52.340 × 0,5 × 0,5


S=
0,0025 × 52,339 + 3,841 × 0,5 × 0,5
50.259,485
S=
131,80775

S= 382
41

Dari jumlah sampel pada penelitian yang saya dapatkan setelah menggunakan

rumus Isaac dan Michael dengan tingkat eror sebesar 5% maka sampel yang saya

dapatkan sebesar 382 sampel.

3.5 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel merupakan penjelasan dari masing-masing

variabel secara operasional dalam lingkup sebuah objek penelitian. Variabel yang

digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (X) dan variabel terkait (Y) :

a. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi, yang dapat

menyebabkan timbulnya atau berubahnya variabel terkait. Variabel bebas yang

digunakan dalam penelitian ini adalah content marketing

b. Variabel Terkait (Dependent Variable)

Variabel terkait adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel

bebas. Variabel terkait yang digunakan dalam penelitian ini adalah Brand

Awareness.

Menurut Djollong (2014) Defenisi Operasional adalah mendefinisikan

variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati yang

memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara

cermat terhadap suatu objek atau fenomena. Defenisi operasional ditentukan

berdasarkan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara

pengukuran adalah cara di mana variable dapat diukur dan ditentukan

karakteristiknya.
42

Definisi operasional variabel penelitian adalah penjelasan dari masing-

masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada table

berikut ini:

Tabel 3. 1
Definisi Operasional Penelitian
Variabel Definisi Indikator Butir Skala
pernyataan
Content Menurut Kotler 1. Relevansi2.Akurasi 1, 2, 3 Sakala
Marketing(X1) (2017)adalah strategi 3. Bernilai 4, 5, 6 Likert
pemasaran di mana 4. Mudah Dipahami 7, 8, 9
pemasar 5. Mudah Ditemukan 10, 11, 12
merencanakan, 6. Konsisten Sumber : 13, 14, 15
membuat, dan Amalia(2020) 16, 17, 18
mendistribusikan
konten yang mampu
menarik audiens
secaratepat sasaran,
kemudian mendorong
mereka menjadi
pelanggan.
Brand Brand awareness 1. Recall 1, 2, 3 Skala
Awareness(Y) adalah kemampuan 2. Recognition 4, 5, 6 Likert
calon customer untuk 3. Purchase 7, 8, 9
mengenali atau 4. Consumption 10, 11, 12
mengingat bahwa Sumber : Sari et al
sebuah merek (2021)
merupakan bagian dari
kategori produk
tertentu menurut
(Humdiana; Chamid
dkk, 2015).
Sumber : Data yang diolah (2021)

3.6 Teknik Pengolahan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu

berdasarkan Variabel X (content marketing) terhadap Variabel Y (Brand

Awareness) dengan menggunakan teknik pengolahan data. Tahap dalam


43

penelitian ini pengolahan data yang akan digunakan adalah data setelah data

enelitian diproses secara manual ataupun dengan bantuan komputer Sunyoto

dalam (Mariah, 2020) dengan kata lain deskriptif kuantitatif berkaitan langsung

dengan angka yaitu :

1. Editing (pengeditan) merupkan sebuah proses pengkoreksian data yang telah

terkumpul.

2. Coding (pemberian kode) yaitu sebuah isyarat atau tanda yang dibuat dalam

bentuk huruf atau angka untuk sebagai petunjuk atau identitas pada suatu data

yang dianalisis

3. Scoring (pemberian nilai) dimana saat pemberian nilai, skala likert merupakan

salah satu cara menentukan nilai.

4. Tabulating (Proses pembeberan) dimana tahapan lanjutan dalam rangkaian

proses analisis data, melalui tabulasi maka ringkasan dan susunan dalam bentuk

tabel. Sehingga variabel bebas dan variabel terikat yang telah dijawab oleh

responden melalui kuisioner dapat diperoleh kemudian data ini siap dianalisis.

3.7 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yaitu untuk

mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan

cara melakukan analisis data sampel. Menurut Sugiyono (2013) mengatakan

dalam statistik deskriptif juga dapat mencari kuatnya hubungan antara variabel

melalui analisis korelasi, melakukan peramalan dengan analisis regeresi, dan

membuat perbandingan antara rata-rata data sampel atau populasi.


44

3.7.1 Uji Kualitas Data

3.7.1.1 Uji Validasi

Menurut Sugiyono (2013) uji validitas merupakan petunjuk sebuah

ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang

dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item, kita

mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Jika koefisien antara

item dengan total item sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid,

tetapi jika nilai korelasinya dibawah 0,3 maka item terebut dinyatakan tidak

valid.

Agar mendapatkan data yang valid nilai indeks valid adalah nilai indeks

validitasnya ≥ 0,3 (Sugiyono, 2013). Oleh karena itu, semua pernyataan

yang memiliki tingkat korelasi dibawah 0,3 harus diperbaiki karena dianggap

tidak valid.

3.7.1.2 Uji Reliabilitas

` Uji Reliabilitas adalah sebagai alat ukur untuk mengukur kuesioner yang

menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2013). realianilitas kuesioner dalam

penelitian merupakan indikator dari variabel. Kuesioner dinyatakan benar jika

jawaban seseorang terhadap pertanyaan dalam kuesioner adalah konsisten atau

stabil setiap waktu. Uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan

menggunakan objek yang sama akan digunakan metode split half item tersebut

dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelimpok item ganjil dan kelompok item

genap. Kemudian masing-masing kelompok skor tiap itemnya dijumlahkan

sehinga menghasilkan skor total. Apabila korelasi 0,5 maka dikatakan item
45

tersebut memberikan tingkat reliabel yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi

dibawah 0,5 maka dikatakan item tersebut kurang reliabel.

3.7.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik memiliki fungsi yaitu untuk meyakini persamaan garis

regresi yang didapat adalah linier dan bisa digunakan untuk mencari peramalan,

maksudnya adalah akan dilakukan pengujian asumsi uji normalitas, uji

multikolinearitas, dan uji heterokdiditas.

3.7.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas menurut Ghozali (Ernawatiningsih, 2019) tujuannya untuk

menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki

distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai

residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik

menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi

apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan cara analisis grafik

dan uji statistik. Distribusi data normal atau mendekati normal merupakan syarat

model regresi agar dapat dikatakan baik.

3.7.2.2 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas memiliki tujuan untuk menguji apakah model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda

disebut Heteroskedastisitas. Uji heterokdiditas berfungsi untuk menguji


46

apakah model regresi memiliki ketidaksamaan variance dari residual satu

pengamatan ke pengamatan lainnya Ghozali (Ernawatiningsih, 2019). Jika

variance dari pengamatan memiliki perbedaan maka disebut Heteroskedastisitas

dan apabila variance dari pengamatan lain tetap disebut Homoskedastisitas.

3.7.3 Uji Regresi Sederhana

Menurut Sugiyono (2013) Analisis regresi linear sederhana yang

didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal pada satu variabel

independen dengan satu variabel dependen”. Analisis regresi sederhana

digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur pengaruh antara variabel

independen X (content mereketing) dengan variabel Y (brand awareness).

Persamaan Umum regresi linier sederhana adalah:

Y = a + BX
Keterangan:

Y = Subjek dalam Variabel dependen yang diprediksikan

a = Harga Y bila X = 0 (harga kontan)

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan

ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.

Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.

X = Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu

3.7.4 Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk

menjelaskan suatu hal yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya.

Menurut Sugiyono (2013) mendefinisikan hipotesis statistik yaitu, dalam


47

perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif

(Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima

sehingga keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak Ha diterima. Hipotesis

statistik dinyatakan melalui simbol-simbol. Rancangan pengujian hipotesis

digunakan untuk mengetahui korelasi dari kedua variabel yang diteliti. Uji

signifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara

stimultan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji t. Beberapa

tahap pengujian hipotesis yaitu :

3.7.4.1 Uji (t)

Uji Parsial (test) digunakan untuk mengetahui secara parsial pengaruh

variabel independen dengan variabel dependen dengan membandingkan t- hitung

dengan t- table.

a) Penentuan nilai kritis (t- table)

Berfungsi untuk menguji hipotesis menggunakan uji – t dengan tingkat signifikan

(X) 5% dengan sampel (n).

b) Kriteria Hipotesis

Ho: tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap

variabel dependen.

Ha: ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel

dependen.

Apabila nilai t-hitung > t-tabel, Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya

bahwa ada hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen

begitu juga sebaliknya.


48

3.7.4.2 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi merupakan suatu ukuran yang memberikan

informasi baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi, atau dapat mengukur

seberapa dekat garis regresi yang terestimasi dengan data yang sesungguhnya.

Menurut Imam Ghazali (Ernawatiningsih, 2019) Koefisien determinasi (R²) pada

intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi

variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah 0 dan 1. Nilai R² yang

kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi

variabel dependen amat terbataas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-

variabel independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk

memprediksi variasi variabel dependen. Intinya yaitu, nilai R² yang kecil berarti

kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel

dependen amat terbataas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel

independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk

memprediksi variasi variabel dependen.


DAFTAR PUSTAKA

Abiyyuansyah, F., Kusumawati, A., & Irawan, A. (2019). Analisis Implementasi


Strategi Cntent Marketing Dalam Meningkatkan Customer Engangement (
Studi pada Strategi Content Marketing Amstirdam Coffee Malang ).
Administrasi Bisnis (JAB), 73(1), 78–87.
Aji, F. H., & Semuel, P. D. H. (n.d.). Analisa Pengaruh Brand Identity Terhadap
Brand Awareness dan Brand Satisfaction Brotherwood Decoration
Surabaya. 1–10. https://media.neliti.com/media/publications/140369-ID-
analisa-pengaruh-brand-identity-terhadap.pdf
Amalia, C. D. (2020). Pengaruh Content Marketing di Instagram Stories
@lcheesefactory terhadap Minat Beli Konsumen. Jom Fisip, 7, 1–11.
Djollong, A. F. (2014). Tehnik Pelaksanaan Penelitian Kuantitatif. Istiqra`:
Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 2(1), 86–100.
http://jurnal.umpar.ac.id/index.php/istiqra/article/view/224
Bilgin, Y. (2018). Business & management studies: an international journal. 1,
128–148.
Ernawatiningsih, N. P. L. (2019). Analisis Determinan Minat Mahasiswa
Akuntansi Dalam Berwirausaha. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 4(1),
34–47. https://doi.org/10.38043/jimb.v4i1.2157
Gesi, B., Laan, R., & Lamaya, F. (2019). Manajemen dan Eksekutif. Manajemen,
3(2), 51–66.
Harijono, H., Budiarsi, S. Y., & Agung., D. A. (2021). Pengaruh Service , Brand
Awareness , dan Trust Ter- hadap Customer Loyalty Pada Band Starbucks
Citraland Surabay. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen (JUMMA), 10(1),
1–7.
Husain, B. A. (2018). Pengaruh Disiplin Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt.
Bank Danamon, Tbk. Cabang Bandung. Jurnal Disrupsi Bisnis, 1(1), 1–16.
https://doi.org/10.32493/jee.v1i4.10709
Lokito, S., Hartanto, D. D., & S, M. A. (2018). Perencanaan Strategi Pemasaran
Content Marketing Buleleng Bali Coffee.
Mariah, J. C. (2020). Pengaruh Price Perception , Social Media Marketing dan
Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kertas Titik
Koma. Jurnal Bisnis Dan Komunikasi, 7(2), 59–66.
Maulani, L. S., & Sanawiri, B. (2019). Pengaruh Social Media Marketing
Terhadap Brand Awareness Serta Dampaknya Pada Purchase Decision
(Survei Online pada Followers Aktif Instagram dan Facebook Vauza Tamma
Hijab). Jurnal Administrasi Bisnis, 72(2), 148–156.
Muthiah, F., & Setiawan, B. (2019). Pengaruh Brand Awareness, Brand
Characteristic, dan Emotional Branding terhadap Keputusan Pembelian.
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 7(2), 259–267.
https://doi.org/10.37641/jimkes.v7i2.228
Nashar, H. (2013). Dasar Dasar Manajemen.
https://doi.org/10.31227/osf.io/uk5yp
Pertiwi, D., & Gusfa, H. (2018). Pengaruh content marketing terhadap
pembentukan brand awareness pada kalbis institute. Jurnal Media Kom,
VII(2), 45–57.
Pranata, I. W. D. R., & Pramudana, K. A. S. (2018). Peran Kesadaran Merek
(Brand Awareness) Dalam Memediasi Hubungan Iklan Oppo Dengan Niat
Beli Konsumen. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 7(10), 5230.
https://doi.org/10.24843/ejmunud.2018.v07.i10.p02
Rahmawati. (2016). Manajemen Pemasaran. University Mulawarman, 4–5.
Sander, O. A., & Riza, F. (n.d.). Pengaruh Kesadaran Merek Ritel, Asosiasi
Merek Ritel, Kualitas Yang diterima Merek Ritel, Kesetiaan Merek Ritel
Terhadap Ekuitas Merek Ritel (Studi Empiris pada Kartika Sari). 243–259.
https://doi.org/10.30813/bmj.v12i2.431
Sari, S., Syamsuddin, & Syahrul. (2021). Analisis Brand Awareness Dan
Pengaruhnya Terhadap Buying Decision Mobil Toyota Calya di Makasar.
1(1), 37–48.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan.
Alfabeta.
Susan, E. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jurnal Manajemen
Pendidikan, 9(2), 952–962.
Wang, W., Carl, E., Calder, B., & Uzunoglu, E. (2017). B2B Content Marketing
For Professional Services : In-Person Versus Digital Contacts. Industrial
Marketing Management, November, 2–9.
https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2017.11.006
Waoma, G., & Dwihartono, B. (2020). Pengaruh Brand Awareness Properti :
Analisis Content Marketing Dan Social Media (Kasus : Citra Garden City
Jakarta). Jurnal Manajemen Bisnis Dan Publik, 1(1), 41–47.
Yulia, F., Lamsah, & Periyadi. (2019). BUKU MANAJEMEN
PEMASARAN_compressed.pdf (Issue April, p. 79).
yusuf, R., Hendrayati, H., dan Wibowo, L. . (2020). Pengaruh Konten Pemasaran
Shoppe Terhadap Pembelian Pelanggan. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan
IImu Sosial, 1(2), 506–515. https://doi.org/10.38035/JMPIS
Zainurossalamia, D. S. (2020). Manajemen Pemasaran Teory dan Strategi.
Zulfikar, A. R., & Mikhriani. (2017). Pengaruh Sosial Media Marketing
Terhadap Brand Trust Pada Followers Instagram Dompet Cabang Yogyakarta.
1(2), 279–294.
CURRICULUM VITAE

A. PERSONAL INFORMATION
Full Name : Leny Santika
Gender : Perempuan
Place and Date of Birth : Tanjungpinang, 21 Januari 2000
Citizen : Indonesia
Age : 22 years old
Religion : Islam
Email : [email protected]
Present Addres : Perumahan Griya Mawaddah Blok B.12,
RT05/RW05, Kelurahan Kawal, Kecamatan
Gunung Kijang, Kabupaten Bintan Kepulauan
Riau Indonesia
Nama Ayah & Ibu : Rakmad Syafriadi & Nazirah
Phone Number / WA : 083186255005
B. EDUCATION BAGROUND
NO. OF YEARS
TYPE OF SCHOOL NAME OF SCHOOL & LOCATION
COMPLETED

Primary School SDN Negeri 007 Karang Rejo 2012 year

Junior High School SMPN 5 Bintan 2015 year

Senior High School SMAN 1 Toapaya 2018 year

Anda mungkin juga menyukai