Abad Renaisans
Zaman Renaisans adalah zaman kelahiran-kembali (Renaissance, bahasa Perancis) kebudayaan
Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 M.
Sesudah mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh ajaran kristiani. [1]
Namun, orang-orang kini mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai alternatif bagi kebudayaan
Yunani-Romawi sebagai satu-satunya kebudayaan lain yang mereka kenal dengan baik.[1]
Kebudayaan klasik ini juga dipuja dan dijadikan model serta dasar bagi seluruh peradaban manusia.
Latar Belakang
Kebudayaan Yunanni-Romawi adalah kebudayaan yang menempatkan manusia sebagai
subjek utama.[1][4] Filsafat Yunani, misalnya menampilkan manusia sebagai makhluk yang
berpikir terus-menerus memahami lingkungan alamnya dan juga menentukan prinsip-prinsip
bagi tindakannya sendiri demi mencapai kebahagiaan hidup (eudaimonia).[1][5] Kesustraan
Yunani, misalnya kisah tentang Odisei karya penyair Yunani Kuno, Homerus, menceritakan
tentang keberanian manusia menjelajahi suatu dunia yang penuh dengan tantangan dan
pengalaman baru.[1] Arsitektur ala Yunani-Romawi mencerminkan kemampuan manusia
dalam menciptakan harmoni dari aturan hukum, kekuatan, dan keindahan.[1][6]
Selain itu, kemampuan bangsa Romawi dalam bidang tehnik dan
kemampuan berorganisasi pantas mendapatkan acungan jempol.[1] Semua
ini jelas menunjukkan bahwa kebudayaan Yunani-Romawi memberikan
tempat utama bagi manusia dalam kosmos.[1] Suatu pandangan yang biasa
disebut dengan ''Humanisme Klasik''. Latar Belakang
Humanisme Klasik
Kebudayaan Raissans ditujukan untuk menghidupkan kembali Humanisme Klasik yang
sempat terhambat oleh gaya berpikir sejumlah tokoh Abad Pertengahan.[1] Hal ini memiliki
kaitan dengan hal yang tadi dijelaskan.[1] Apabila dibandingkan dengan zaman Klasik yang
lebih menekankan manusia sebagai bagian dari alam atau polis (negara-negara kota atau
masyarakat Yunani Kuno).[1] Humanisme Renaissans jauh lebih dikenal karena penekanannya
pada individualisme.[1] Individualisme yang menganggap bahwa manusia sebagai pribadi
perlu diperhatikan.[1] Kita bukan hanya umat manusia, tetapi kita juga adalah individu-
individu unik yang bebas untuk berbuat sesuatu dan menganut keyakinan tertentu.[1]
Kemuliaan manusia sendiri terletak dalam kebebasannya untuk menentukan pilihan sendiri
dan dalam posisinya sebagai penguasa atas alam (Pico Della Mirandola).[1] Gagasan ini
mendorong munculnya sikap pemujaan tindakan terbatas pada kecerdasan dan kemampuan
individu dalam segala hal.[1] Gambaran manusia di sini adalah manusia yang dicita-citakan
Humanisme Renaissans adalah manusia universal (Uomo Universale).
Berikut adalah daftar tokoh besar Renaisans:[7][8]
Bidang seni dan budaya
Albrecht Dührer (1471-1528)
Desiserius Eramus (1466-1536)
Donatello
Ghirlandaio
Hans Holbein (1465-1506)
Hans Memling (1430-1495)
Hieronymus Bosch (1450-1516)
Josquin de Pres (1445-1521)
Leonardo da Vinci (1452-1519)
Lucas Cranach (1472-1553)
Michaelangelo (1475-1564)
Perugino (1446-1526)
Raphael (1483-1520)
Sandro Botticelli (1444-1510)
Tiziano Vecelli (1477-1526)
Zaman Reinaisans
Crew :
- ADN Aulia Xena
- Alivia Khoirunisa
- Anita Putri Aulia
- M.Hersa Saputra
- Ryma Nurul Apriyanti
- Yunia Indriati