Pengertian dan Faktor Kesulitan Belajar
Pengertian dan Faktor Kesulitan Belajar
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoritis
1. Pengertian analisis
Analisis adalah menyelidiki suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan
yang sebenarnya.
Menurut Wiradi dalam Makinuddin dan Tri Hadiyanto (2009:40) “Analisis
adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan,
memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria
tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsir maknanya. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), (2008:58) “Pengertian analisis adalah penyelidikan
terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui
keadaan sebenarnya”. Lovin W. Anderson dan David R. Krathwohi(2010:120)
menyatakan ”Analisis sebagai perluasan dan memahami atau sebagai pembuka
untuk mengevaluasi atau mencipta. Menganalisis mencakup belajar untuk
menentukan potongan-potongan informasi yang relevan atau penting
(membedakan), menentukan cara-cara untuk menata potongan-potongan informasi
tersebut (mengorganisasikan), dan menentukan tujuan dibalik informasi itu
(mengintribusikan)”.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah
suatu kegiatan untuk menemukan pemahaman yang baru terhadap suatu objek
yang ingin diteliti ataupun yang ingin diamati oleh peneliti, dengan menemukan
bukti-bukti yang akurat terhadap suatu objek tersebut.
2. Pengertian Belajar
Pandangan seseorang belajar akan mempengaruhi tindakan-tindakan yang
berhubungan dengan belajar mengajar, dan setiap orang mempunyai pandangan
yang berbeda tentang belajar misalnyakita mengartikan belajar sebagai kegiatan
menghafalkan fakta ataupun sebuah proses, untuk memperoleh pengertian yang
Lebih objektif tentang belajar para ahli telah mengemukakan beberapa arti dari
belajar seperti.
8
Menurut E.R.Hilgard dalam Ahmad Susanto (2016:3) “Belajar adalah suatu perubahan
kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan yang dimaksud mencakup
pengetahuan, kecakapan, tingkah laku, dan ini diperoleh melalui latihan(pengalaman)”.Menurut
Winkel dalam Ihsana (2017:5)“Belajar adalah aktivitas mental yang berlangsung dalam
interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap”.Muhibbinsyah (2017:87) menyatakan “Belajar
adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam
penyelenggaran setiap jenis dan jenjang pendidikan.Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya
pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik
ketika ia berada di sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarga sendiri”.
Menurut Mulyono (2018:19) “Belajar merupakan suatu proses dari seorang individu yang
berupaya mencapai tujuan belajar yang bisa disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan
perilaku yang relatif menetap”.Selanjutnya menurut Makmun Khairani (2017:3) “Belajar adalah
suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan didalam diri seseorang,
mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, dan ilmu pengetahuan keterampilan”
Dari teori diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu usaha perubahan tingkah
laku individu.
Kesulitanbelajar IPA merupakan kesulitan atau ketidakmampuan yang dialami oleh siswa
saat mempelajari IPA, kesulitan yang dialami oleh siswa dapat disebabkan oleh daya ingat siswa
yang masih rendah sehingga siswa mengalami kesulitan belajar IPA.
Menurut Ahmad Susanto (2013:168-169) kesulitan dalam mempelajari IPA yaitu:
1) Ilmu Penbetahuan Alam sebagai produk yaitu kumpulan hasil penelitian yang
telahilmuan lakukan dan sudah membentuk konsep yang telah dikaji sebagai
kegiatan empiris dan kegiatan analitis. Bentuk IPA sebagai produk antara lain:
fakta-fakta, prinsip, hukum, dan teori-teori IPA.
2) Ilmu Pengetahuan sebagai proses yaitu untuk menggali dan memahami pengetahuan
tentang alam. Adapun proses dalam memahami IPA disebut
dengan keterampilan proses sains(Science
proces skills) adalah keterampilan yang dilakukanoleh para ilmuan seperti
mengamati, mengukur, mengklasifikasikan dan meyimpulkan
3) Ilmu pengetahuan alam sebagai sikap. Sikap ilmiah harus dikembangkan dalam
pembelajaran sains. Hal ini dapat sesuai dengan sikap yang harus dimiliki oleh
seorang ilmuan dalam melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasil
penelitiannya.
Menurut Jacobson & Bergman dalam Ahmad Susanto (2013:170) karakteristik kesulitan
belajar IPA adalah sebagai berikut:
1. IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori.
2. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental, serta mencermati fenomena alam
termasuk juga penerapannya.
3. Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam mengungkapkan
rahasia alam.
4. IPA dapat membuktikan semua akan semua tetapi hanya sebagian atau seberapa
saja.
5. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar IPA adalah
siswa belum mengerti bagaimana konsep dasar IPA, sehingga siswa tidak dapat mengikuti
pembelajaran dengan baik.
10
6. Pengertian Pembelajaran
11
Dalam proses pendidikan disekolah pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama
karena keberhasilan mencapai tujuan pendidikan tergantung pada bagaimana proses
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Dalam pembelajaran guru harus memahami
hakikat materi pembelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai metode pembelajaran yang
merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan yang matang.
Menurut Oemar Hamalik dalam Ramayulis(2015:179) “Pembelajaran adalah suatu
kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran”. Selanjutnya
Ihsana(2017:52)menyatakan“Pembelajaran itu adalah segala upaya yang dilakukan oleh pendidik
agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik”.
Menurut Wikipedia dalam Makmun Khairani (2017:6) “Pengertian pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan
pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan
peserta didik”. Selanjutnya menurut Udin S Winataputra dalam
Ngalimun(2017:44)“Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru
dan siswa sehingga terjadi proses belajar dalam arti adanya perubahan perilaku individu siswa itu
sendiri”.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah interaksi
antara peserta didik dengan tenaga pendidik untuk memperoleh dan memproses pengetahuan,
sikap, dan penguasaan kemahiran serta pembentukan sikap percaya diri pada peserta didik.
Pembelajaran IPA yang dikaitkan dengan teknologi dan masyarakat membuat kita
sebagai manusia mempunyai kearifan dalam penerapan konsep IPA yang diaplikasikan menjadi
sebuah teknologi yang berguna bagi masyarakat. Secara khusus, bagi peserta didik akan lebih
mudah dalam hal pemahaman konsep dan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari peserta
didik.Pembelajaran IPA dapat digambarkan sebagai suatu sistem, yaitu sistem pembelajaran IPA.
Sistem pembelajaran IPA terdiri atas komponen masukan pembelajaran, proses pembelajaran,
dan keluaran pembelajaran.Pembelajaran IPA adalah interaksi antara komponen-komponen
pembelajaran untuk mencapai tujuan yang berbentuk kompetensi yang telah ditetapkan. Tugas
utama guru IPA adalah melaksanakan proses pembelajaran IPA. Proses pembelajaran IPA terdiri
atas tiga tahap yaitu perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan
penilaian hasil pembelajaran. Ahmad Susanto (2013:170) menyatakan bahwa “ Pembelajaran
IPA merupakan pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip, proses yang mana dapat
menumbuhkan sikap ilmiah siswa terhadap konsep-konsep IPA”. Menurut Ahmad Susanto
(2013:167) pembelajaran IPA ilmu tentang alam yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan
ilmu pengetahuan alam, dan dapat di klasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu: ilmu pengetahuan
alam sebagai produk, proses, dan sikap. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang alam semesta.
2. Tulang Keras
Tulang keras yang sering disebut sebagai tulang berasal dari tulang rawan.Tulang tersusun
atas sel-sel tulang yang hidup. Ruang antar selnya tersusun atas zat kapur( kalsium), fosfor,
protein, dan zat perekat. Pada tulang anak banyak mengandung zat perekat, sehingga mudah
dilenturkan, sedangkan pada orang dewasa sedikit zat perekatnya.Karena jika patah atau rapuh
maka membutuhkanwaktu yang lama untuk masa penyembuhannya.
3. Susunan Kerangka
Kerangka manusia tersusun atas tulang-tulang yang berjumlah 206 buah. Tulang-tulang ini
dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu tulang tengkorak (kepala), tulang badan, dan
tulang anggota gerak ( kaki dan tangan).
Tulang parietal jumlahnya ada dua, di kedua sisi kepala, serta menyatu di tengah-
tengah.Tulang ini letaknya tepat di belakang tulang frontal.
3) Tulang temporal atau tulang pelipis
Tulang temporal masuk ke dalam tulang yang berbentuk ireguler.Tulang ini berjumlah dua,
masing-masing di sisi sebelah kiri dan kanan tulang tengkorak dan terletak tepat di bawah tulang
parietal.
4) Tulang oksipital atau tulang kepala belakang
Tulang oksipital merupakan tulang berbentuk pipih yang lokasinya terletak di bagian paling
belakang dari tulang tengkorak.Di tulang ini ada sebuah lubang yang menjadi tempat lewatnya
saraf tulang belakang agar bisa terhubung ke otak.
5) Tulang sphenoid atau tulang baji
Tulang sphenoid letaknya ada di bawah tulang frontal dan berperan sebagai dasar tulang
tengkorak.Tulang ini termasuk dalam tulang yang berbentuk ireguler.
6) Tulang etmoid atau tulang tapis
Tulang etmoid terletak di depan tulang sphenoid. Tulang ini juga menjadi bagian dari
kumpulan tulang-tulang yang membentuk struktur rongga hidung.
b. Tulang badan
Tulang badan merupakan tulang yang membentuk rangka badan terdiri atas tulang
punggung, tulang rusuk, tulang dada, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul.Tulang-
tulang tersebut melindungi alat-alat tubuh, seperti paruparu dan jantung.
1. Tulang punggung (columna vertebralis)
Tulang punggung adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang
disebut ruas tulang punggung atau vertebra. Ruas tulang punggung (vertebra) dikelompokkan
dan dinamai sesuai daerah yang ditempatinya, yaitu:
1) Tujuh ruas tulang leher atau vertebra servikal, ruas pertama tulang disebut atlas,
sedangkan ruas kedua disebut tulang pemutar.
2) ruas tulang punggung atau vertebra torakalis pada ruas-ruas tulang punggung ini
melekat 12 pasang tulang rusuk atau tulang iga.
3) 5 ruas tulang pinggang atau vertebra lumbalis; membentuk daerah pinggang atau
lumbal.
4) 5 ruas tulang kelangkang atau vertebra sakralis: membentuk tulang kelangkang atau
sakrum. Kelima ruas tulang ini bersenyawa cukup kuat.
5) 4 ruas tulang ekor membentuk tulang koksigeus. Seperti halnya tulangtulang
kelangkang, ruas-ruas tulang ekor juga bersenyawa.
e. Tulang Bahu
Tulang bahu terdiri atas tulang belikat (skapula) dan tulang selangka
(klavikula). Bagian-bagiannya yaitu 2 buah tulang belikat, bentuknya tipis, dan mempunyai
tonjolan yaitu ujung bahu dan taju paruh gagak.Terdapat pula suatu mangkuk tempat masuk
kepala tulang lengan atas.Di bagian belakang terdapat sisir yang arahnya menuju ke atas luar, 2
buah tulang selangka, bentuknya seperti huruf “S”.Ujung yang satu melekat pada tulang dada
dan ujung lainnya berakhir pada ujung bahu.Tulang ini yang menghubungkan gelang bahu
dengan rangka tubuh.S.
a. Sebagai penegak dan pemberi bentuk tubuh. Tanpa kerangka, tubuh kita tidak dapat berdiri
tegak dan bentuknya mirip tumpukan daging.
b. Tempat melekatnya otot-otot kerangka Bila tidak ada tempat untuk melekat, maka fungsi
otot sebagai alat penggerak tidak akan ada lagi.
c. Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah Terutama pada sumsum merah tulang-tulang
pipih.
B. Kerangka Berpikir
Pada hakikatnya IPA adalah ilmu untuk mencari tahu, memahami alam semesta secara
sistematik dan mengembangkan pemahaman ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang
dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip, dan hokum yang teruji kebenarannya.Pembelajaran
IPA pada sekolah terutama pada sekolah dasar (SD) diharapkan dapat menjadi wahana bagi
peserta didik ubtuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih
lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembelajaran IPA di SD, yaitu mengembangkan rasa ingin tahu, mengembangkan
keterampilan memecahkan masalah, mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya
sains dalam kehidupan sehari-hari, ikut serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan
lingkungan alam, menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini,
memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan
pendidikan ketingkat lebih tinggi.
Namun, kemampuan belajar siswa pada materi kerangka tubuh manusia kelas V SDN
095261 Cingkes cukup rendah.Siswa mengalami banyak kesulitan disebabkan oleh tujuan
pembelajaran IPA yang tidak sampai.Berdasarkan uraian di atas dengan menganalisis kesulitan
belajar siswa pada materi kerangka tubuh manusia kelas V SDN 095261 Cingkes T.A 2020/2021
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan daya serap siswa terhadap materi.
C. Pertanyaan Penelitian
1) Bagaimana kemampuan siswa yang menyebabkan siswa dalam menjawab soal tentang
kerangka tubuh manusia di kelas V SD Negeri 095261 Cingkes Tahun Ajaran 2020/2021?
2) Apa kesulitan belajar siswa pada materi Kerangka Tubuh Manusia di kelas V SD Negeri
095261Cingkes Tahun Ajaran 2020/2021?
20
3) Apa faktor-faktor siswa yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar IPA pada
materi Kerangka Tubuh Manusia di kelas V SD Negeri 095261 Cingkes Tahun Ajaran
2020/2021?
D. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalahan persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan
hal-hal berikut:
1. Analisis adalah suatu kegiatan untuk menemukan pemahaman yang baru terhadap suatu
objek yang ingin diteliti ataupun yang ingin diamati oleh peneliti, dengan menemukan bukti-
bukti yang akurat terhadap suatu objek tersebut.
2. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dialami oleh setiap manusia baik
perubahan yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik manusia.
3. Kesulitan belajar adalah kesulitan atau ketidakmampuan yang dialami oleh siswa dalam
mengikuti proses belajar di kelas.
4. Kesulitan belajar IPA adalah siswa belum mengerti bagaimana konsep dasar IPA, sehingga
siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
5. Penyebab kesulitan belajar adalah faktor dalam diri anak (intern) yaitu faktor mengenai
kepribadian atau sikap anak dan faktor luar dari diri anak (ekstern) yaitu keluarga, teman,
guru, dan lingkungan.
6. Pembelajaran adalah proses belajar mengajar antara guru dan orangtua untuk dapat
mengubah karakter anak agar menjadi manusia yang bermoral, berpendidikan.
7. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang sebab dan akibat ataupun
kejadian-kejadian yang ada di alam.
8. Pembelajaran IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang alam semesta.
9. Pembelajaran IPA bertujuan agar siswa SD dapat lebih aktif lagi untuk memahami konsep
pembelajaran IPA yaitu mengetahui tentang alam sekitar khususnya mengenai materi
kerangka tubuh manusia yang diajarkan oleh guru kepada siswa selama proses pembelajaran
di kelas berlangsung dengan baik.