0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan3 halaman

Sesi 4 Pengantar Ilmu Adminisistrasi Niaga

Diunggah oleh

Erni Hanna Nadeak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan3 halaman

Sesi 4 Pengantar Ilmu Adminisistrasi Niaga

Diunggah oleh

Erni Hanna Nadeak
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dari ketujuh kesalahan yang sering dilakukan dalam

pengelolaan keuangan, pilihlah 4 kesalahan yang paling


sering dilakukan!

Jawaban
1. Tidak memiliki rencana keuangan yang baik untuk
perusahaan
Sebaai seorang pelaku usaha penting untuk memiliki rencana
keuangan bisnis yang baik. Memiliki rencana keuangan yang
baik akan membantu pelaku usaha dalam membuat anggaran
dan memastikan uang yang ada digunakan sepenuhnya untuk
kepentingan bisnis yang dibutuhkan.
Dalam kelola keuangan bisnis, rencana keuangan sebaiknya
tidak hanya berfokus pada operasional bisnis saja tetapi juga
harus memikirkan pengembangan bisnis sekaligus
memastikan bisnis tersebut tetap berjalan dengan baik dalam
kurun waktu tertentu.
2. Kurang memahami arus kas dalam bisnis
Bisnis membutuhkan uang untuk tetap berjalan dalam
Perusahaan/usaha. Misalnya saja untuk membeli bahan baku
untuk produksi barang, membayar tagihan listrik, internet, air
hingga membayar gaji karyawan dalam perusahaan, semua itu
membutuhkan uang tunai. Tidak peduli seberapa besar omset
yang dimiliki perusahaan, jika sebagian besar pemasukan
tersebut berbentuk piutang perusahaan, maka lama-lama
operasional bisnis juga akan terganggu. Di sinilah pentingnya
mengelola arus kas dalam bisnis dengan baik dan matang.
Untuk memastikan arus kas mengalir dengan baik dan lancar,
pelaku bisnis tidak hanya harus ketat dalam mengelola
pengeluarannya tetapi juga harus ketat dalam mengelola
pemasukan. Contohnya dengan melakukan kelola keuangan
bisnis dengan benar dan memberi tenggat waktu yang
mengikat untuk semua piutang. Pemberian tenggat waktu ini
perlu dilakukan untuk menekan kemungkinan munculnya
tagihan yang macet/tidak mampu dibayar di kemudian hari.
3. Tidak memahami akuntansi dengan benar
Dalam Perusahaan prinsip dalam mengelola keuangan bisnis
memang tidak bisa dilepaskan dari akuntansi /manajemen
keuangan. Karena itu, pelaku bisnis juga harus memiliki
pemahaman yang cukup baik dan benar akan ilmu akuntansi.
Setidaknya seorang pelaku bisnis harus bisa membaca laporan
keuangan dan membuat laporan keuangan sederhana tentang
perusahaannya sehingga pelaku usaha dapat bisa melihat dan
menganalisis keadaan keuangan perusahaan.
4. Terlalu banyak pengeluaran yang tidak berhubungan
dengan inti bisnis usaha / perusahaan
Prinsip utama dalam usaha adalah pemasukan harus selalu
lebih besar dari pengeluaran. Namun tidak hanya itu, pelaku
bisnis juga harus cermat dalam memilah mana pengeluaran
yang memang diperlukan dan mana pengeluaran yang
sebenarnya tidak begitu penting untuk dikeluarkan.
Terlalu banyak pengeluaran yang tidak berhubungan dengan
inti bisnis juga bisa menjadi masalah dalam keuangan
perusahaan. Misalnya saja seperti pengeluaran untuk sewa
Gedung kantor. Jika bisa menemukan kantor yang layak
dengan harga yang terjangkau, tentu tidak perlu mencari
kantor yang lebih mewah yang memberi harga terlalu tinggi.
Sumber :
Eko Widodo, Rosdiana Sijabat. (2023). Pengantar Ilmu
Administrasi Niaga (Edisi 2). Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.
[Link]
umum-yang-sering-dilakukan-pengusaha-dalam-mengelola-
keuangan-bisnis-247

Anda mungkin juga menyukai