Struktur Teks Negosiasi dalam Pembelajaran
Struktur Teks Negosiasi dalam Pembelajaran
1. INFORMASI UMUM
Penyusun Erna Nurjanah
Jenjang Sekolah Menengah Atas
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas X Fase E
Alokasi Waktu 2JPx45 menit(5 pertemuan)
Profil Pelajar Pancasila Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berkebhinekaan global, bernalar
kritis, mandiri, bergotong royong, dan
kreatif.
Sarana dan Prasarana Komputer/Laptop, Jaringan Internet,
Telepon Pintar, Buku teks Pelajaran Bahasa
Indonesia kelas X (Kemendikbud), KBBI,
KBBI Daring
Target Peserta Didik Reguler
Moda Pembelajaran Tatap Muka
Model Pembelajaran Problem Based Learning
(pertemuan 1,2, 3)
Projek Based Learning
(pertemuan 4, 5)
Metode Diskusi, tanya jawab, dan presentasi
2. KOMPONEN INTI
Pertemuan 1
Elemen: Menyimak
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu mengevaluasi
informasi berupa gagasan, pikiran,
pandangan, atau pesan dalam teks/video
negosiasi berbentuk dialog secara akurat,
kritis, dan reflektif.
Pertemuan 2
Elemen: Membaca dan Memirsa.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menilai akurasi dan
kualitas data dalam teks negosiasi dengan
menggunakan informasi pada teks eksplanasi
sebagai pembanding
Pertemuan 3
Elemen: Membaca dan Memirsa
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu Peserta didik
menggunakan sumber pendukung lain untuk
menemukan informasi berupa penjelasan
makna kata.
Pertemuan 4
Elemen: Menulis
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengalihwahanakan teks
negosiasi berbentuk dialog ke bentuk naratif
secara logis, kreatif dan menggunakan alur
yang runtut
Pertemuan 5
Elemen: Berbicara dan Mempresentasikan
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menyajikan gagasan,
pikiran, pandangan, atau pesan dalam bentuk
dialog secara runtut, kreatif, dan dengan
menggunakan metode yang tepat.
Asesmen formatif dan sumatif
Pemahaman Bermakna 1. Negosiasi pada dasarnya kegiatan
berunding atau tawar menawar untuk
mencapai kesepakatan bersama antara
beberapa pihak.
2. Terjadinya kesepakatan antara kedua
belah pihak merupakan tujuan negosiasi.
Pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang kegiatan
negosiasi?
2. Apa saja hal yang perlu diperhatikan
dalam bernegosiasi?
3. Apa ciri-ciri atau karakteristik negosiasi?
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Guru menyampaikan salam dan menanyakan kabar 10 menit
dilanjutkan dengan berdoa bersama dan mengecek
kehadiran peserta didik.
2. Membangun apersepsi dengan menggali pengetahuan
awal siswa terkait kegiatan bernegosiasi pada kehidupan
nyata.
3. Memberi ice breaking/motivasi kepada siswa.
4. Menjelaskan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti Pertemuan 1 70 menit
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode
Diskusi Kelompok melalui langkah-langkah sebagai
berikut.
a. Siswa menyimak penjelasan materi dan langkah-
langkah kegiatan pembelajaran sesuai dengan
metode Diskusi Kelompok dari guru.
b. Siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5
anggota. Setiap anggota kelompok melakukan
pembagian tugas.
c. Siswa menyimak teks negosiasi melalui
pembacaan teks oleh salah seorang siswa atau
melalui video yang diberikan guru.
d. Siswa menyimak secara berkelompok.
e. Setelah menyimak teks/video, siswa berdiskusi
menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
f. Guru memantau dan membimbing pelaksanaan
diskusi kelompok siswa.
g. Guru mengevaluasi efektivitas diskusi dan
keaktifan setiap anggota kelompok.
h. Siswa secara bergantian mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya.
i. Siswa dari kelompok lain dapat memberikan
tanggapan, kritik, dan masukan saran.
j. Guru memberikan apresiasi pada hasil kerja
kelompok siswa.
k. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran.
l. Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan 2
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode
Grup Investigasi melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Siswa menyimak penjelasan guru terkait tujuan
dan rencana pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
langkah- langkah pembelajaran sesuai dengan
metode Grup Investigasi.
c. Siswa menyimak penjelasan guru tentang
mekanisme diskusi kelompok dan tugas yang
harus diselesaikan selama proses pembelajaran.
d. Siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5
siswa melalui permainan bagi kelompok.
e. Siswa menerima lembar kerja terkait tugas yang
akan dikerjakan.
f. Siswa mencermati tugas yang diberikan guru dan
membagi tugas mencari informasi atau jawaban
pertanyaan yang diberikan dalam lembar kerja.
g. Siswa dapat mencari berbagai informasi yang
mendukung dari berbagai sumber, baik cetak,
maupun menggali informasi dari narasumber
terdekat.
h. Siswa berkumpul kembali untuk saling
menyampaikan hasil investigasi, mengumpulkan
informasi yang didapatkan, saling menyampaikan
pendapat atau tanggapan terhadap jawaban lembar
kerja tersebut.
i. Guru memantau dan membimbing pelaksanaan
diskusi kelompok siswa.
j. Siswa mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya secara bergantian melalui
pengundian.
k. Siswa dari kelompok lain dapat memberikan
tanggapan, kritik, dan masukan atau saran.
l. Guru memberikan apresiasi pada hasil kerja
kelompok siswa.
m. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran.
n. Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan 3
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode
Tebak Kata melalui langkah-langkah sebagai berikut.
Pertemuan 4
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode
Pembelajaran Berbasis Proyek melalui langkah-langkah
sebagai berikut.
a. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
langkah- langkah pembelajaran sesuai dengan
metode Pembelajaran Berbasis Proyek.
b. Siswa menyimak penjelasan guru terkait dengan
arahan dan penjelasan tentang proyek penyusunan
teks negosiasi.
c. Guru dan siswa bersama-sama menyusun
perencanaan untuk penyelesaian penulisan teks
negosiasi.
d. Siswa membuat jadwal dan tahapan penyelesaian
serta sumber/media yang diperlukan.
e. Guru membimbing siswa dalam penyusunan
rencana menulis teks negosiasi.
f. Guru memantau siswa dalam proses penyelesaian
dan kemajuan proyek menulis teks negosiasi.
g. Siswa menyelesaikan tahapan-tahapan sesuai
dengan yang direncanakan.
h. Guru menilai produk teks negosiasi hasil kerja
siswa.
i. Siswa diminta melaporkan pengalaman berupa
proses, kesan, atau kendala selama penyelesaian
proyek dan bagaimana solusinya.
j. Siswa dari kelompok lain dapat memberikan
masukan, saran, dan tanggapan.
k. Guru memberikan apresiasi pada hasil kerja siswa.
l. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran.
m. Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan 5
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode
Bermain Peran melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Guru melakukan apersepsi, memberikan motivasi,
dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
b. Siswa menyimak penjelasan guru terkait rencana
dan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan
metode Bermain Peran.
c. Siswa membentuk kelompok minimal 2 dan
maksimal 4 siswa.
d. Siswa memilih teks negosiasi dari berbagai
sumber yang cocok digunakan sebagai naskah
bermain peran.
e. Siswa membagi dan menentukan peran anggota
kelompoknya masing-masing.
f. Siswa menyusun tahap-tahap pemeranan dan
melakukan latihan.
g. Siswa melakukan pemeranan teks negosiasi di
depan teman-temannya.
h. Siswa dapat melakukan penilaian antarteman dan
memberikan apresiasi, saran, atau masukan.
i. Guru dan siswa berdiskusi terkait kegiatan
negosiasi yang diperankan siswa.
j. Guru mengevaluasi hasil pemeranan siswa.
k. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran.
l. Guru menutup pembelajaran.
Asesmes Asesmenformatif dan asesmensumatif (tertulis)
Penutup 1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap 5 menit
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Peserta didik menyimak intruksi guru
bahwa untuk pertemuan selanjutnya peserta
didik diminta untuk membuat progress
proyek yang dilakukan.
3. Doa Penutup
Ayah: “Wah, kamu ini memang bisa saja, tapi kan ayah baru mem- belikan
ponsel untuk adikmu. Uang ayah nanti habis, Rud.”
Rudi: “Pembelian laptop baru tidak harus hari ini kok. Tetapi, Ayah bisa mulai
buat rencana anggarannya dari sekarang. Ayah bisa mulai sisihkan dari
pengeluaran per bulan.”
Ayah: “Wah, kamu pintar juga ya.”
Rudi: “Iya dong. Oh, ya, untuk membantu, Ayah juga bisa memakai tabungan
Rudi kok.”
Ayah: “Oh ya? Ayah coba pikir-pikir dulu ya.”
Rudi: “Coba Ayah pertimbangkan, suatu nanti mungkin Wati juga akan
meminta laptop baru pelajaran TIK. Kebutuhan laptop untuk pelajaran
TIK tidak seberat belajar desain. Jadi, kalau Ayah membelikan laptop
baru untuk Rudi, laptop yang
ini bisa diberikan ke Wati kan, Yah. Jadi, Ayah tidak usah membelikan Wati
laptop lagi untuk pelajaran TIK.”
Ayah: “Ya, sudah kalau begitu. Ayah akan belikan, tapi…”
Rudi: “Janji, Yah. Rudi akan belajar dengan sungguh-sungguh,” jawab Rudi
memotong perkataan Ayah.
Ayah: “Kamu itu… bukan itu maksud Ayah. Kamu kan sudah duduk di
perguruan tinggi. Itu sih sudah menjadi kewajiban kamu sendiri untuk
sadar akan pentingnya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.”
Rudi: “Oh, iya, Yah. Hehe.. kalau begitu apa, Yah?”
Ayah: “Tapi nanti ya, Ayah anggarkan untuk me- nabung dulu mulai gajian
bulan depan dan kamu harus tepati janji mau mengajari Wati untuk
menggunakan laptop.”
Rudi: “Siap Pak!” jawab . Rudi
sambil sedikit bercanda.
(Sumber: https://serupa.id/contoh-teks-negosiasi-beserta-strukturnya-
berbagai-topik/ dengan pengubahan)
b. Asesmen/Penilaian
a. Jenis: Tes
b. Bentuk: Tes tulis
c. Instrumen: Soal uraian dan rubrik penilaian
1) Soal uraian
Beberapa pertanyaan berikut ini didasarkan pada isi teks di atas. Bentuklah kelompok
yang terdiri atas 4-5 siswa. Kemudian berdiskusilah untuk menjawab beberapa
pertanyaan di bawah ini.
1. Siapakah pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut?
2. Apa kepentingan masing-masing pihak?
3. Siapa yang mengajukan permintaan dalam negosiasi tersebut? Apa alasannya?
4. Apa saja upaya yang dilakukan agar permintaannya disetujui?
5. Apakah permintaan tersebut dikabulkan? Apa alasannya?
6. Apakah ada persyaratan tertentu agar permintaan tersebut dikalbulkan? Jelaskan!
7. Apakah pada akhirnya terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak? Jelaskan apa
saja kesepakatannya!
8. Menurut kalian, apakah kesepakatan yang terjadi menguntungkan kedua pihak?
Jelaskan apa saja keuntungan untuk keduanya!
9. Menurut kalian, hal apa saja yang mendukung agar pengajuan atau penawaran salah
satu pihak disetujui oleh pihak lain?
10. Menurut pendapat kalian, apa saja yang perlu diperhatikan agar kedua belah pihak
dapat mencapai kesepakatan.
2) Rubrik penilaian asesmen formatif: menyimak teks negosiasi
Penilaian Aspek yang dinilai Skor
1. Siswa dapat menjawab dengan benar dan tepat 4
sesuai kunci jawaban.
Soal nomor 1, 2, 6, 7, 8 2. Siswa dapat menjawab dengan bebar dan tepat 2
tetapi tidak lengkap sesuai kunci jawaban.
3. Siswa tidak menjawab atau salah 0
1. Siswa dapat menjawab dengan benar disertai 4
alasan, bukti, penjelasan, pendapat yang tepat,
dan lengkap.
Soal nomor 3, 4, 5, 9, 7 2. Siswa tidak dapat menjawab disertai alasan, 2
bukti, penjelasan, pendapat yang tidak tepat,
dan lengkap.
3. Siswa menjawab salah. 0
Nilai = (jumlah nilai yang didapat/nilai maksimal: 25 x 100)
Kunci Jawaban
1) Rudi dan ayah, Rudi ingin dibelikan laptop baru oleh ayah. Ayah ingin Rudi
belajar sungguh-sungguh dan mengajari Wati menggunakan laptop.
2) Rudi meminta dibelikan laptop baru karena tugas kuliahnya semakin banyak
dan membutuhkan banyak aplikasi untuk menyelesaikannya, sementara
laptop Rudi lambat. Selain itu, laptop Rudi sudah cukup berumur. Karena
itu, laptopnya tidak lagi mendukung untuk belajar desain 3D.
3) Jawaban alternatif: Ya. Alasan-alasan yang diajukan sudah cukup tepat
karena didasarkan atas situasi dan kondisi yang terjadi, tidak dibuat- buat,
serta dapat diterima secara logis.
4) Jawaban alternatif: Spesifikasi laptop sudah tidak mendukung untuk
keperluan tugas-tugas kuliah
5) Jawaban alternatif: Ya, bahasa yang digunakan sudah cukup baik dan santun
sebagaimana percakapan akrab antara ayah dan anak dalam situasi yang
santai di lingkungan keluarga.
6) Ya, Ayah mengabulkan permintaan Rudi karena Rudi menyetujui per-
syaratan yang diajukan ayah.
7) Ada, ayah mengajukan persyaratan agar Rudi belajar sungguh- sungguh dan
janji akan mengajari Rani menggunakan laptop. Selain itu, ayah baru akan
membelikan laptop nanti setelah gajian bulan depan.
8) Ya. Kesepakatannya adalah ayah akan membelikan laptop baru untuk Rudi
setelah gajian, tetapi dengan syarat agar Rudi belajar sungguh- sungguh dan
janji akan mengajari Wati menggunakan laptop.
9) Ya, saling menguntungkan. Rudi mendapatkan laptop baru dan ayah merasa
terbantu karena Rudi berjanji akan mengajari Wati menggunakan laptop.
10) Jawaban alternatif: Adanya penjelasan atau alasan yang mendukung
permintaan, menitikberatkan pada kepentingan bersama, dan memiliki
tujuan praktis. Selain itu, adanya penyelesaian atau kesepakatan yang
menguntungkan kedua belah pihak.
Pertemuan 2
a. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Teks negosiasi dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Kalian dapat
menemukan negosiasi dalam bentuk dialog berupa percakapan dengan kalimat
langsung antara kedua belah pihak. Ada pula teks narasi yang merupakan
penggabungan antara dialog dan narasi. Selain itu, kalian juga dapat
menemukan teks negosiasi yang berbentuk surat, misalnya surat penawaran.
Untuk lebih memahami teks negosiasi berbentuk surat penawaran, cermatilah
dengan saksama contoh deskripsi perusahaan dan surat penawaran di bawah ini!
Bandingkan informasi di dalamnya! Selanjutnya, lakukan diskusi kelompok
untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawahnya!
Teks 1: Deskripsi Perusahaan
Kebutuhan masyarakat akan produk alat tulis kantor yang berkualitas,
terjamin, dan memiliki harga yang kompetitif menjadi latar belakang
hadirnya perusahaan kami, PT Rajin Sukses Kreatif, yang bergerak
dalam bidang pengadaan alat tulis kantor. Tepatnya pada 20 April tahun
2000, PT Rajin Sukses Kreatif didirikan di Bandung. Kantor pusat kami
berada di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat. Pada awalnya,
kami hanya memiliki dua pabrik produksi dan tiga cabang pemasaran di
Bandung dan Jakarta. Kini, setelah berkiprah selama lebih dari 20 tahun,
perusahaan kami telah berkembang menjadi lima pabrik produksi dan
lebih dari 20 cabang pemasaran di hampir setiap kota besar di Indonesia.
Saat ini, perusahaan kami didukung oleh peralatan produksi canggih,
tenaga kerja profesional, manajemen yang kuat, dan pengawasan
kualitas produk yang terjaga.
Kepuasan konsumen menjadi prioritas kami. Produk alat tulis kantor
yang kami hasilkan memiliki jaminan kualitas yang terpercaya dengan
standar mutu internasional, aman, dan harga yang bersaing. Sebagai
bukti kepuasan konsumen, telah cukup banyak lembaga, instansi,
perusahaan, dan konsumen swasta lainnya yang bekerja sama dan
menjadi pelanggan produk kami. Selain itu, perusahaan kami juga selalu
berinovasi menghadirkan produk-produk terbaru dan dengan melalui
hasil riset dan survei mengenai produk-produk yang diinginkan
konsumen. Hal ini didukung juga dengan visi dan misi perusahaan, yaitu
menjadi perusahaan yang maju di tingkat nasional dan internasional
dengan berorientasi pada kepuasan konsumen.
Teks 2: Surat Penawaran Perusahaan
PT RAJIN SUKSES KREATIF
Jalan Selamat Sentosa, Bandung, Jawa Barat Telepon:
RSK 022-1234567, Fax: 022-234567
Email: [email protected] Website:
www.rajinsukseskreatif.com
Dengan hormat,
Kami ingin memperkenalkan perusahaan kami PT Rajin Sukses Kreatif
yang bergerak dalam bidang distributor peralatan kantor. Perlu diketahui
bahwa perusahaan kami telah melakukan kerja sama pengadaan alat-alat
kantor dengan beberapa perusahaan, lembaga, dan institusi terkemuka.
Oleh karena itu, kami bermaksud menyampaikan tawaran kerja sama
dengan PT Tekun Sabar Mandiri dalam hal penyediaan alat- alat
kelengkapan kantor dengan harga yang bersaing. Untuk lebih jelasnya,
berikut kami lampirkan brosur produk alat-alat kantor kami yang telah
memenuhi standar kualitas internasional untuk dijadikan bahan
pertimbangannya. Kami sangat bangga sekiranya PT Lintang Utama
dapat menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan kami. Demikian
surat penawaran ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama
yang baik, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami, Sales PT
Rajin Sukses Kreatif
Cipto Wibisono
b. Asesmen/Penilaian
a. Jenis: Tes
b. Bentuk: Tes tulis
c. Instrumen: Soal uraian dan rubrik penilaian
1) Soal
1.Menurut kalian, apa saja perbedaan kedua teks di atas berdasarkan bentuk
dan jenisnya!
2. Menurut kalian, apakah perbedaan kedua teks di atas berdasarkan tujuan
penulisannya? Jelaskan apa yang dimaksud dengan harga yang bersaing
dalam surat?
3.Pada teks satu dan dua terdapat frase harga kompetitif dan harga bersaing.
Jelaskan apa maksud dari kedua frase tersebut!
4.Apa saja perbedaan informasi tentang perusahaan yang terdapat dalam teks
satu dan teks dua? Jelaskan!
5.Apa saja persamaan informasi tentang perusahaan yang terdapat dalam teks
satu dan dua? Jelaskan!
6.Sebagai sebuah deskripsi perusahaan, apakah teks tersebut telah cukup
sesuai dan lengkap? Apabila belum lengkap, tuliskan saran perbaikannya!
7.Sebagai sebuah deskripsi perusahaan, apakah kalimat-kalimat dalam teks
tersebut telah cukup efektif, jelas, dan mudah dipahami? Apabila belum,
tuliskan saran perbaikannya!
8.Sebagai sebuah surat penawaran, apakah bahasa surat tersebut sudah cukup
baik dan santun? Apabila belum baik dan santun, tuliskan saran
perbaikannya!
9.Sebagai sebuah surat penawaran, apakah isi dan alasan dalam surat tersebut
sudah tepat dan menarik? Apabila belum tepat dan menarik, tuliskan saran
perbaikannya!
10. Setujukah kalian jika surat penawaran tersebut termasuk teks negosiasi?
Jelaskan alasannya!
2) Rubrik penilaian asesmen formatif: mengidentifikasi informasi
Penilaian Aspek yang dinilai Skor
4. Siswa dapat menjawab dengan benar dan tepat 4
sesuai kunci jawaban.
Soal nomor 1, 2, 3, 4, 5 5. Siswa dapat menjawab dengan bebar dan tepat 2
tetapi tidak lengkap sesuai kunci jawaban.
6. Siswa tidak menjawab atau salah 0
4. Siswa dapat menjawab dengan benar disertai 4
alasan, bukti, penjelasan, pendapat yang tepat,
dan lengkap.
Soal nomor 6, 7, 8, 9, 5. Siswa tidak dapat menjawab disertai alasan, 2
10 bukti, penjelasan, pendapat yang tidak tepat,
dan lengkap.
6. Siswa menjawab salah. 0
Nilai=(jumlah nilai yang didapat/nilai maksimal 40x100)
Kunci Jawaban
1) Alternatif jawaban: Teks satu berjenis teks deskripsi berbentuk
penggambaran sebuah perusahaan. Teks kedua merupakan jenis teks
negosiasi berbentuk surat penawaran.
2) Alternatif jawaban: Teks satu bertujuan untuk memberikan gambaran
mengenai suatu perusahaan tertentu. Teks kedua bertujuan menawarkan
kerjasama pengadaan alat-alat kelengkapan kantor.
3) Alternatif jawaban: Kedua frase tersebut mengandung maksud bahwa harga
ditawarkan dijamin lebih murah dibandingkan dengan penawaran
perusahaan lain.
4) Alternatif jawaban: Teks satu mengandung informasi yang lengkap dan
rinci mengenai perusahaan. Teks dua tidak menjelaskan dengan lengkap dan
rinci perihal perusahaan dan hanya berisi informasi penawaran kerjasama
pengadaan alat-alat kelengkapan kantor.
5) Alternatif jawaban: Kedua teks berisi informasi tentang perusahaan yang
sama dan bergerak dalam bidang pengadaan kelengkapan alat-alat kantor.
6) Disesuaikan dengan jawaban siswa. Alternatif: Sudah cukup sesuai dan
lengkap. Alasannya karena sudah berisi berbagai informasi yang
menggambarkan profil perusahaan tersebut.
7) Disesuaikan dengan jawaban siswa. Alternatif: Sudah cukup efektif, jelas,
dan mudah dipahami. Alasannya karena tidak ada kata atau kalimat yang
rancu,multitafsir, atau tidak efektif.
8) Disesuaikan dengan jawaban siswa. Alternatif: Bahasa yang digunakan
sudah cukup santun dan baik. Alasannya karena tidak ditemukan adanya
kata-kata bermuatan negatif atau tidak sopan yang sekira dapat
menyinggung perasaan, melecehkan, dan menghina penerima surat.
9) Disesuaikan jawaban siswa. Alternatif: Sudah cukup tepat dan menarik.
Alasannya karena telah mencakup informasi penting yang diperlukan.
10) Disesuaikan jawaban siswa. Alternatif: Setuju. Alasan karena di dalamnya
terkandung unsur penawaran dan alasan-alasan yang penguat sebagai upaya
negosiasi.
Pertemuan 3
a. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Membeli Laptop Baru
Rudi: “Yah, Rudi dengar Ayah baru membelikan ponsel baru ya untuk Wati,”
tanya Rudi.
Ayah: “Iya Rud, kenapa? Jangan bilang kamu juga mau, ponsel kamu kan masih
bagus,” jawab Ayah sembari menaikkan alisnya.
Rudi: “Nggak kok, Yah. Iya, ponsel Rudi masih bagus kok, tapi …” Ayah: “Wah, gawat
nih kalau ada tapinya,” potong Ayah.
Rudi: “Lebih gawat Rudi, Yah. Belakangan, tugas kuliah semakin banyak dan
membutuhkan banyak aplikasi untuk menyelesaikannya, sementara laptop
Rudi lambat, Yah.” Rudi meneruskan pembicaraannya.
Ayah: “Jangan bilang kamu mau minta dibelikan laptop baru.”
Rudi: “Iya, Yah. Karena tugas Rudi selalu terhambat. Lagi pula, laptop ini memang
sudah cukup berumur, dari Rudi kelas 10 SMA. Padahal, program studi Rudi
juga memang membutuhkan laptop yang lebih cepat, Yah. Rudi kan belajar
desain. Aplikasi 3D itu membutuhkan daya komputasi tinggi, Yah”
Ayah: “Wah, kamu ini memang bisa saja, tapi kan ayah baru mem- belikan ponsel
untuk adikmu. Uang ayah nanti habis, Rud.”
Rudi: “Pembelian laptop baru tidak harus hari ini kok. Tetapi, Ayah bisa mulai buat
rencana anggarannya dari sekarang. Ayah bisa mulai sisihkan dari pengeluaran
per bulan.”
Ayah: “Wah, kamu pintar juga ya.”
Rudi: “Iya dong. Oh, ya, untuk membantu, Ayah juga bisa memakai tabungan Rudi
kok.”
Ayah: “Oh ya? Ayah coba pikir-pikir dulu ya.”
(Sumber: https://serupa.id/contoh-teks-negosiasi-beserta-strukturnya-berbagai-topik/
dengan pengubahan)
b. Asesmen/Penilaian
a. Jenis: Tes
b. Bentuk: Tes tulis
c. Instrumen: Tugas dan rubrik penilaian
1) Tugas
a. Silakan baca kembali teks negosiasi "Membeli Laptop Baru" pada pembelajaran
sebelumnya. Kemudian, tulis lima kata sulit yang kalian temukan dalam teks tersebut
dan tabel yang disediakan! Lalu, telusuri makna kata tersebut menggunakan KBBI
Daring dan tulislah makna hasil penelusurannya!
b. Silakan baca kembali teks negosiasi "Latihan Pentas Musik" padapembelajaran
sebelumnya. Kemudian, tulis lima kata sulit yang kalian temukan dalam teks tersebut
ke isian tabel yang disediakan! Lalu, telusuri makna kata tersebut menggunakan
Tesaurus Tematis dan tulislah makna hasil penelusurannya!
c. Silakan baca kembali teks negosiasi surat penawaran pada pembelajaran sebelumnya.
Kemudian, tulis lima kata sulit yang kalian temukan dalam teks tersebut ke isian tabel
yang disediakan! Lalu, telusuri makna kata tersebut menggunakan ensiklopedia
Wikipedia dan tulislah makna hasil penelusurannya!
2) Rubrik penilaian asesmen formatif: menemukan informasi dari sumber
pendukung
No Aspek Penilaian Kriteria Nilai
1 Kemampuan siswa Siswa mampu menemukan kata pada kamus serta 2
dalam menemukan mampu mengungkapkan maknanya dengan tepat
dan mengungkapkan dan benar
makna kata sesuai Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 1
dengan kamus tetapi kurang tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar.
Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 0
tetapi tidak tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar
2 Kemampuan siswa Siswa mampu menemukan kata pada kamus serta 2
dalam menemukan mampu mengungkapkan maknanya dengan tepat
dan mengungkapkan dan benar
makna kata sesuai Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 1
dengan thesaurus tetapi kurang tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar.
Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 0
tetapi tidak tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar
3 Kemampuan siswa Siswa mampu menemukan kata pada kamus serta 2
dalam menemukan mampu mengungkapkan maknanya dengan tepat
dan mengungkapkan dan benar
makna kata sesuai Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 1
dengan ensiklopedia tetapi kurang tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar.
Siswa mampu menemukan kata dalam kamus, 0
tetapi tidak tepat dalam mengungkapkan
maknanya dengan tepat dan benar
Nilai=(jumlah nilai yang didapat/nilai maksimal: 12)x100
Kunci Jawaban
Kreatifitas siswa
Pertemuan 4
a. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Asesmen/Penilaian
Jenis: Tes
Bentuk: Penilaian Produk
Instrumen: Tugas dan rubrik penilaian
Tugas
Tulislah sebuah teks negosiasi berbentuk naratif (cerita)! Tulislah dengan
memperhatikan kelengkapan struktur teks, ketepatan penu- lisan ejaan, keruntutan isi
cerita, dan ketepatan aspek bahasa!
b. Rubrik penilaian asesmen formatif: menulis teks negosiasi naratif
Aspek
Penilaian
No. Kriteria Nilai
a. Memiliki struktur teks negosiasi yang 4
lengkap
b. Ada satu bagian struktur teks negosiasi yang
hilang
3
Kelengkapan c. Ada dua bagian struktur teks negosiasi yang
bagian hilang
1 struktur teks 2
d. Ada tiga bagian struktur teks yang hilang 1
a. Tidak ada kesalahan penulisan ejaan pada
seluruh bagian teks
4
b. Terdapat kesalahan penulisan ejaan pada 25%
bagian teks
3
Ketepatan c. Terdapat kesalahan penulisan ejaan pada 50%
penulisan bagian teks
2 ejaan 2
d. Terdapat kesalahan penulisan ejaan pada 75%
bagian teks
1
a. Isi seluruh teks disusun secara runtut,
berkaitan secara kronologis dan sistematis
4
b. Isi 72% teks disusun secara runtut, berkaitan
secara kronologis dan sistematis
3
Keruntutan c. Isi 50% teks disusun secara runtut, berkaitan
isi teks secara kronologis dan sistematis
3 2
d. Isi 25% teks disusun secara runtut, berkaitan
secara kronologis dan sistematis
1
a. Isi seluruh kalimat dalam teks tersusun
dengan tepat, logis, dan mudah dipahami
4
b. Isi 75% kalimat dalam teks tersusun dengan
tepat, logis, dan mudah dipahami
3
Ketepatan c. Isi 50% kalimat dalam teks tersusun dengan
aspek bahasa tepat, logis, dan mudah dipahami
4 2
d. Isi 25% kalimat dalam teks tersusun dengan
tepat, logis, dan mudah dipahami
1
Beberapa unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks negosiasi adalah sebagai
berikut.
1) Pronomina/kata ganti
Pronomina adalah kata ganti orang. Hal ini sering digunakan dalam teks negosiasi
berbentuk dialog. Berikut contohnya.
Penjual : “Selamat pagi. Mau cari pakaian jenis apa, Bu?”
Pembeli: “Saya mencari pakaian seragam untuk anak sekolah. Apakah ada?”
2) Kalimat langsung
Dalam teks berbentuk dialog, hampir seluruh teks negosiasi berbentuk kalimat
langsung. Kalimat langsung ialah kalimat yang langsung disampaikan penutur
melalui dialog. Umumnya ditandai dengan tanda kutip. Contohnya sebagai berikut.
Pembeli: “Permisi, di sini jual tas juga?” Penjual: “Iya, silakan bisa dipilih-pilih dulu.”
Pembeli: “Untuk tas ransel yang ini berapa ya?”
3) Kalimat deklaratif dan interogatif
Kalimat pernyataan yang menyatakan suatu informasi atau berita dikenal dengan
kalimat deklaratif. Adapun kalimat interogatif merupakan kalimat yang
menanyakan sesuatu. Contoh kalimat deklaratif dan interogatif dalam teks negosiasi
adalah sebagai berikut.
Pembeli : “Pak, saya mau mencari sayur bayam ada?”
Penjual : “Tentu ada Bu, silakan. Bayamnya baru datang dari Bandung, Bu.”
4) Kalimat persuasif
Kalimat persuasif merupakan kalimat yang bertujuan membujuk, menarik perhatian, atau
memengaruhi. Berikut contoh dalam teks negosiasi.
Pembeli: “Harga mangga ini kok mahal sekali, Bang?”
Penjual: “Ini mangga kualitas terbaik, Bu. Harganya jadi sedikit mahal. Mangga ini baunya
harum, rasanya sangat manis, dagingnya tebal dan lembut. Saya jamin Ibu tidak akan kecewa
jika membelinya.”
5) Tuturan pasangan
Tuturan pasangan merupakan bentuk tanya jawab antara pembicara dan lawan
bicara. Dalam hal ini, tuturan pasangan merupakan bentuk respons atau tanggapan
dari tuturan yang disampaikan pembicara. Adapun tuturan pasangan yang sering
ditemui dalam teks negosiasi adalah sebagai berikut.
a. mengucapkan salam - membalas salam;
b. bertanya - menjawab atau tidak menjawab;
c. meminta tolong - memenuhi atau menolak permintaan tolong;
d. meminta - memenuhi atau menolak permintaan;
e. menawarkan - menerima atau menolak tawaran; dan
f. mengusulkan - menerima atau menolak usulan.
Dapat diketahui bahwa bagian-bagian struktur teks negosiasi terdiri atas:
1) Orientasi berisi tujuan yang ingin disampaikan oleh salah satu pihak. Pada umumnya,
bagian orientasi juga berisi pembuka percakapan, seperti salam, sapaan, dan sejenisnya.
2) Pengajuan/permintaan berisi awal tawaran atau permintaan dari salah satu pihak kepada
pihak lain.
3) Penawaran berisi argumentasi dari pihak yang mengajukan kepada pihak lain untuk
mempertahankan tujuannya agar disetujui. Pada kesempatan ini, terjadi proses tawar-
menawar antara kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang saling
menguntungkan.
4) Persetujuan berisi penolakan atau penerimaan dari salah satu pihak dengan alasan
tertentu. Dalam hal ini terjadi kesepakatan atau ketidak- sepakatan atas hasil penawaran
antara kedua belah pihak.
Lembar penilaian diskusi dan presentasi
Aspek Penilaian
Nama Peserta
No Didik Individu Kelompok Nilai LK Nilai Akhir Diskusi
A B C D a b c
Kelompok 1
Kelompok 2,
dst
1
Indikator Penilaian :
Individu : Kelompok :
4 : Sering 4 : Memuaskan
3 : Kadang-kadang 3 : Baik
2 : Jarang 2 : Cukup
1 : Tidak pernah 1 : Kurang
Keterangan Aspek Penilaian :
A : Mengemukakan ide/gagasan A: Penyelesaian tugas kelompok
B : Menjawab pertanyaan B : Ketepatan hasil diskusi
C : Ketelitian C : Kerjasama kelompok
D : Keterlibatan dalam diskusi
Nilai Akhir Diskusi =
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Nilai = Peserta didik memperoleh nilai :
total skor x 4
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠i𝑚𝑎𝑙
Nilai Score
Glosarium
daring: akronim atau kependekan dari kata dalam jaringan sebagai padanan kata online;
terhubung dengan jaringan komputer atau internet.
dialog: bentuk percakapan antara dua orang atau lebih
diskusi: kegiatan bertukar pikiran, pendapat, atau gagasan antara dua orang atau lebih tentang
suatu hal atau masalah tertentu dengan harapan mendapatkan solusi, kejelasan, atau jalan keluar
terbaik.
efektif: upaya yang berdampak; membawa hasil, memiliki efek tertentu, atau tepat guna.
efisien: melakukan sesuatu hal dengan sesuai, tepat, dan cermat tidak membuang waktu, tenaga,
dan biaya.
kalimat definisi: kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktivitas,
dan lain-lain. kalimat deklaratif: kalimat pernyataan atau kalimat yang menyatakan suatu
informasi atau berita.
kalimat deskripsi: kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus dari suatu
benda. Sifat-sifat tersebut merujuk pada hal khusus yang dapat ditangkap oleh pancaindra
misalnya berupa ukuran, seperti besar kecil, tinggi rendah.
kalimat introgatif: kalimat yang menanyakan sesuatu atau kalimat yang berbentuk pertanyaan.
kalimat langsung: bentuk kalimat yang diapit tanda petik (“...”) sebagai kalimat yang diucapkan
secara langsung dalam suatu dialog atau percakapan.
kalimat persuasif: kalimat yang berisi bujukan, imbauan, atau rayuan agar mengikuti sesuatu
yang sampaikan.
kamus: buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta
penjelasan tentang makna dan pemakaiannya.
kesimpulan: pemaknaan kembali terhadap uraian yang telah dibuatnya pada bagian pembahasan.
kreatif: mempunyai atau memiliki kemampuan untuk berkreasi menciptakan sesuatu.
logis: sejalan dengan logika berpikir akal sehat atau sesuai dengan nalar pikiran.
luring: akronim atau kependekan dari kata luar jaringan sebagai padanan kata offline; lawan kata
dari daring; tidak terhubung ke jaringan komputer atau internet.
mimik wajah: bentuk dan pengaturan tampilan wajah.
motivasi: kekuatan yang muncul pada diri, baik disadari maupun tidak, untuk melakukan suatu
tindakan atau perbuatan dengan tujuan tertentu.
naratif: berbentuk narasi atau berisi paparan suatu cerita, kisah, atau rangkaian kejadian.
negosiasi: kegiatan atau proses penyelesaian suatu masalah, persoalan, atau jual beli dengan jalan
perundingan atau kesepakatan antara kedua belah pihak untuk mencapai persetujuan atau
penyelesaian yang saling menguntungkan.
negosiator: penegosiasi atau pihak yang melakukan kegiatan negosiasi.
pronomina: kata ganti atau kata yang umumnya digunakan untuk menggantikan orang atau
benda, misalnya aku, kau, dia, beliau, dll.
struktur: cara penyusunan berdasarkan pola tertentu; pengaturan unsur- unsur atau bagian-
bagian sesuatu.
surat: suatu hal berisi pesan, informasi, atau hal penting lainnya yang ditulis oleh seseorang,
organisasi, atau lembaga dan ditujukan kepada pihak lain.
tautan: padanan kata link; bisa berarti berhubungan dengan yang lain.
tesaurus: kumpulan daftar kata atau ungkapan yang bertalian makna.
tuturan pasangan: tuturan yang berbentuk tanya jawab antara pembicara dan lawan bicara atau
bentuk saling respons antara pembicara dan lawan bicara
Daftar Pustaka
Indra Gumilar, Sefi dan Fadilah Tri Aulia. 2021. Buku Panduan Guru. Cerdas Cergas Berbahasa
dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Puskurbuk.
Tri Aulia, Fadillah dan Sefi Indra Gumilar 2021. Buku Siswa. Cerdas Cergas Berbahasa dan
Bersastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Puskurbuk.