Materi Basic English
Materi Basic English
Part of speech adalah kategori kata dalam bahasa Inggris yang menentukan fungsinya
dalam kalimat. Terdapat 9 jenis part of speech, yaitu:
1. Noun (kata benda) — kata yang menyatakan orang, tempat, benda atau ide. Semua
yang ada di kehidupan kita itu disebut kata benda. Contohnya: cat, water, land, tree,
book, love, bag, hospital, Suzie, tiger, democracy, dan lain-lain.
Proper Merujuk pada noun yang lebih spesifik (menyebutkan nama/fokus
pada satu individu)
Contoh : Miss Istik, Bob, Bali, Antartica, My shoes, etc
Common Merujuk pada noun yang masih umum (tidak spesifik)
Contoh : Teacher, Island, Ocean, Station, Bag, etc
Singular Noun yang berjumlah satu (tunggal)
Contoh : A book, An appke, etc
Plural Noun yang memiliki jumlah lebih dari satu (jamak)
Contoh : Many books, two pens, etc
Countable Noun yang dapat dihitung
Contoh : Book, pencil, chair, etc
Uncountable Noun ynag tidak dapat dihitung
Contoh : Money, oil, water, oxygen, etc
Contoh kalimat:
2. Pronoun (kata ganti) — kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda)
guna untuk membuat kalimat lebih efisien dan menhindari pengulangan kata.
Contohnya: he, she, they.
Subject Object Possessive Possessive Reflexive
Pronoun Pronoun Adjective Pronoun Pronoun
1st person I me My mine Myself
2nd person You your Your yours Yourself
3rd person He him His his Himself
(male)
3rd person She her Her hers Herself
(female)
3rd thing It it Its its Itself
1st person We us Our ours Ourselves
(plural)
2nd person You you Your Yours Yourselves
(plural)
3rd person They them Their Theirs themselves
& thing
(plural)
Contoh kalimat:
Aturan Penggunaan: Pronoun digunakan untuk menggantikan kata benda atau kata ganti
lainnya.
3. Verb (kata kerja) — kata yang menyatakan tindakan atau keadaan dalam kalimat dan
semua bentuk kegiatan. Contohnya: run, eat, sleep, study, watch, look, go.
Contoh kalimat:
4. Adjective (kata sifat) — kata yang digunakan untuk mendeskripsikan noun (kata
benda) dan pronoun (kata ganti). Contohnya: beautiful, tall, happy, expensive,
awesome, spectacular,etc.
Contoh kalimat:
5. Adverb (kata keterangan) — kata yang digunakan untuk menjelaskan verb (kata
kerja). Kata keterangan merupakan suatu kata yang dapat menerangkan tentang
keadaan, tempat, waktu, dan cara dalam suatu ide atau kalimat . Contohnya: quickly,
very, carefully.
Time Adverb (Kata keterangan waktu) Already, lately, still, tomorrow, early,
now, soon, yesterday, etc
Place Adverb (Kata keterangan tempat) Nearby, there, upstairs, etc
Manner Adverb (Kata keterangan cara) Carefully, quickly, quietly, loudly, etc
Degree Adverb (Kata keterangan Absolutely, enough, pretty, rather, too,
tingkatan atau menerangkan seberapa very, lots, etc
banyak, sejauh mana, atau pada tingkat
apa sesuatu terjadi)
Focusing Adverb (Kata keterangan Generally, simply, also, only, just,
dipakai untuk menunjukkan bahwa apa especially, etc
atau sesuatu yang dibahas terbatas pada
yang sudah difokuskan di dalam
kalimat)
Contoh kalimat:
Contoh kalimat:
8. Interjection (kata seru) — kata yang digunakan untuk menyatakan perasaan atau
emosi. Selain itu, juga digunakan untuk melambangkan tiruan. Contohnya: wow, oh,
oops, oh no!, never!, fantastic, ah!
Contoh kalimat:
Aturan Penggunaan: Interjection digunakan untuk menyatakan emosi atau perasaan yang
kuat.
9. Determiner (kata sandang) adalah kata imbuhan yang terletak sebelum kata benda
untuk memperjelas kata benda.
B. Types of Verbs
Types of Verbs atau jenis-jenis kata kerja dapat dibagi menjadi tiga yaitu action verbs,
verbs of being, dan verb phrases.
Contoh Kata: write, eat, sleep, run, jump, sit, stand, study, drink, get, take, put, push, pull,
play, ride, drive, etc.
Contoh:
Pada contoh di atas, “menulis” dan “write” adalah action verbs karena menggambarkan
sebuah tindakan.
Contoh lainnya:
Contoh:
Pada contoh di atas, “sedang” dan “am” adalah verbs of being karena menggambarkan
keadaan atau kondisi. Verbs of being digunakan untuk menggambarkan keberadaan atau
keadaan suatu benda atau orang.
Contoh lainnya:
Contoh:
Pada contoh di atas, “ingin” dan “want to” adalah verb phrases karena merupakan
gabungan dari dua kata kerja yang menggambarkan sebuah tindakan.
Aturan Penggunaan:
- Verb phrases adalah gabungan dari dua atau lebih kata kerja untuk membentuk arti yang
lebih spesifik.
Contoh lainnya:
C. Types of Nouns
Nomina atau kata benda dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya,
yaitu:
Contoh:
- Table (meja)
- Cat (kucing)
- House (rumah)
- Fruit (buah)
- Car (mobil)
- Aunt (Tante)
- Teacher (Guru)
- Beach (Pantai)
Contoh kalimat:
a. I have a book. (Saya memiliki sebuah buku.)
b. The dog chased the cat. (Anjing mengejar kucing.)
c. She is eating an apple. (Dia sedang makan apel.)
d. We need to buy some milk. (Kita perlu membeli susu.)
e. The car is parked outside. (Mobilnya diparkir di luar.)
f. Every child has a dictionary. (Setiap anak memiliki kamu)
2. Proper Nouns (Nomina Khusus)
Nomina khusus merujuk pada benda atau makhluk yang spesifik atau unik dan merujuk
pada sesuatu yang detil. Biasanya untuk emngatakan kata-kata untuk orang, binatang,
tempat, dan benda secara spesifik.
Contoh:
- Indonesia
- Bali
- Agus
- Mona Lisa
- Patrick
- January
- Monday
- Mount Fuji
- Halloween
Contoh kalimat:
a. I am from Indonesia. (Saya berasal dari Indonesia.)
b. Let’s visit the Eiffel Tower. (Mari kita mengunjungi Menara Eiffel.)
c. Her name is Mary. (Namanya Mary.)
d. They went to see the Mona Lisa. (Mereka pergi melihat Mona Lisa.)
e. He is studying at Harvard University. (Dia belajar di Universitas Harvard.)
Contoh:
- Love (cinta)
- Happiness (kebahagiaan)
- Wisdom (kebijaksanaan)
- Success (kesuksesan)
Contoh kalimat:
Contoh:
Penggunaan A/An:
- “A” digunakan untuk mendahului kata benda yang cara bacanya (pronounciation) di
awali dengan konsonan. Contoh: a book, a university, a uniform
- “An” digunakan untuk mendahului kata benda yang cara bacanya diawali dengan huruf
vocal. Contoh: An apple, an hour, an honor, an heir.
Ada beberapa kata benda yang tidak mengikuti aturan penggunaan -s/-es
Singular Plural
Man Men
Woman Women
Child Children
Person People
Mouse Mice
Tooth Teeth
Foot Feet
Goose Geese
Sheep Sheep
Deer Deer
Fish Fish
Aircraft Aircraft
Salmon Salmon
Contoh kalimat:
Singular Nouns (Nomina Tunggal):
a. The cat is sleeping. (Kucing itu sedang tidur.)
b. He has a car. (Dia memiliki mobil.)
c. She is wearing a hat. (Dia memakai topi.)
d. The tree is tall. (Pohon itu tinggi.)
e. The computer is new. (Komputernya baru.)
Contoh kalimat:
Types of articles adalah kata depan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang
sebuah noun (kata benda) pada suatu kalimat. Artikel digunakan untuk menentukan
identitas dari noun yang digunakan pada suatu kalimat.
Contoh kalimat:
Artikel “a” dan “an” adalah artikel tak tentu dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menunjukkan objek yang belum dikenal atau spesifik. Artikel “a” digunakan sebelum
kata benda yang diawali dengan konsonan, sementara “an” digunakan sebelum kata
benda yang diawali dengan vokal.
Contoh:
He is an honorable man. (Dia seorang pria yang terhormat.)
Definite article “the” digunakan untuk mengidentifikasi suatu noun yang spesifik atau
sudah pernah disebutkan sebelumnya. Definite article merujuk pada penggunaan “the”
yang berfungsi untuk menunjukkan suatu benda atau seseorang yang unik atau sudah
jelas (sudah disebutkan sebelumnya).
Contoh kalimat:
a. The cat that I saw in the garden was black. (Kucing yang saya lihat di taman itu
berwarna hitam.)
b. He wants to buy the new car that was advertised on TV. (Dia ingin membeli mobil
baru yang diiklankan di TV.)
c. She gave me the book that she borrowed from the library. (Dia memberi saya buku
yang dipinjamnya dari perpustakaan.)
d. The pencil on the table is mine. (Pensil di atas meja itu milik saya.)
e. I want to eat the sandwich that I made yesterday. (Saya ingin makan sandwich yang
saya buat kemarin.)
Zero articles digunakan ketika noun yang digunakan pada suatu kalimat tidak
memerlukan kata depan. Zero article (tidak menggunakan artikel) digunakan untuk:
a. Kata benda yang tidak bisa dihitung dan kata benda jamak ketika digunakan untuk
menunjukkan ke-umuman (ketidak-khususan). Contoh: children
b. Kata benda yang menyebutkan nama (proper nouns).
c. Orang-orang, tempat, institusi seperti lakes, mountains, islands, streetss, parks,
universities, hospital, dll.
d. Nama hari, nama bulan, nama liburan, bahasa, agama dan waktu tertentu.
Contoh kalimat:
E. Types of Adjectives
Types of adjectives adalah kata sifat yang digunakan untuk menjelaskan noun (kata
benda) dalam suatu kalimat. Ada beberapa jenis kata sifat yang digunakan dalam bahasa
Inggris, antara lain comparative dan superlative adjectives.
1. Comparative Adjectives:
Contoh kalimat:
a. My car is faster than your car. (Mobil saya lebih cepat dari mobilmu.)
b. Your book is more interesting than my book. (Bukumu lebih menarik dari bukuku.)
c. This cake is sweeter than that cake. (Kue ini lebih manis dari kue itu.)
d. My phone is newer than your phone. (Telepon saya lebih baru dari teleponmu.)
e. Her dress is more expensive than my dress. (Gaunnya lebih mahal dari gaunku.)
2. Superlative Adjectives:
Contoh kalimat:
a. My car is the fastest in the town. (Mobil saya yang paling cepat di kota ini.)
b. Your book is the most interesting book I’ve ever read. (Bukumu yang paling menarik
yang pernah saya baca.)
c. This cake is the sweetest cake I’ve ever tasted. (Kue ini adalah kue yang paling manis
yang pernah saya cicipi.)
d. My phone is the newest model in the market. (Telepon saya adalah model terbaru di
pasaran.)
e. Her dress is the most expensive dress in the boutique. (Gaunnya adalah gaun yang
paling mahal di butik.)
f. She is the most beautiful ladi I have ever seen. (Dia adalah perempuan tercantik yang
pernah aku lihat)
Ada beberapa aturan dalam pembentukan comparative dan superlative adjectives. Untuk
adjective dengan satu suku kata, tambahkan -er untuk comparative dan -est untuk
superlative.
a. Kata sifat yang mengandung satu suku kata dan berakhiran huruf -e maka ditambah -r
dan -st
Comparative Superlative
close closer closest
large larger largest
Safe safer safest
wide wider widest
b. Kata sifat yang mengandung satu suku kata, diakhiri huruf konsonan dan mempunya
huruf vokal sebelum konsonan, maka gandakan huruf terakhir lalu ditambah -er atau -
est.
Comparative Superlative
big bigger biggest
dim dimmer dimmest
mad madder maddest
sad sadder saddest
c. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -er, -le, -ow, maka
ditambah -er atau -est
Comparative Superlative
clever cleverer cleverest
simple simpler simplest
shallow shallower Shallowest
d. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -y dan sebelum huruf
akhirnya adalah huruf konsonan, maka akhiran tersebut diganti -i lalu ditambah -er
atau -est.
Comparative Superlative
happy happier happiest
busy busier Busiest
tidy tidier tidiest
pretty prettier Prettiest
e. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -ly, -ful, -less, -ing, -ed, -
ous, maka ditambah more atau most sebelum kata sifat.
Comparative Superlative
calmly More calmly Most calmly
awful More awful Most awful
boring More boring Most boring
tired More tired Most tired
famous More famous Most famous
f. Kata sifat yang mengandung tiga suku kata atu lebih, maka ditambah more atau most
sebelum kata sifat.
Comparative Superlative
beautiful More beautiful Most beautiful
interesting More interesting Most interesting
awesome More awesome Moest awesome
spectacular More spectacular Most spectacular
Contoh kalimat:
1) My house is bigger than yours. (Rumah saya lebih besar dari milikmu.)
2) She is taller than her sister. (Dia lebih tinggi dari adik perempuannya.)
3) The book is more interesting than the movie. (Buku itu lebih menarik daripada
filmnya.)
4) This is the most delicious pizza I’ve ever had. (Ini adalah pizza paling lezat yang
pernah saya makan.)
5) He is stronger than his brother. (Dia lebih kuat dari saudaranya.)
6) This movie is better than the one we saw last week. (Film ini lebih baik dari yang kita
tonton minggu lalu.)
7) She is more intelligent than her classmates. (Dia lebih pintar dari teman sekelasnya.)
8) The restaurant we went to yesterday was the most expensive. (Restoran yang kami
kunjungi kemarin adalah yang paling mahal.)
9) The weather today is hotter than yesterday. (Cuaca hari ini lebih panas dari kemarin.)
10) The exam was easier than I expected. (Ujian itu lebih mudah dari yang saya
perkirakan.)
11) She is the prettiest girl in the room. (Dia adalah gadis paling cantik di ruangan ini.)
12) He is the fastest runner in the school. (Dia adalah pelari tercepat di sekolah.)
13) This hotel is the most luxurious one in town. (Hotel ini adalah yang paling mewah di
kota ini.)
14) The car is newer than my old one. (Mobil ini lebih baru dari mobil lama saya.)
15) The test was more difficult than I thought. (Tes itu lebih sulit dari yang saya kira.)
16) This dress is more expensive than the one I saw yesterday. (Gaun ini lebih mahal
daripada yang saya lihat kemarin.)
17) The building is taller than the trees around it. (Bangunan itu lebih tinggi dari pohon-
pohon di sekitarnya.)
18) He is the happiest person I know. (Dia adalah orang yang paling bahagia yang saya
kenal.)
19) This city is more crowded than the one I visited last month. (Kota ini lebih ramai
daripada yang saya kunjungi bulan lalu.)
20) The beach we went to last summer was the most beautiful. (Pantai yang kami kunjungi
musim panas lalu adalah yang paling indah.)
21) This pizza looks delicious, but the one we had yesterday was even better. (Pizza ini
terlihat lezat, tapi yang kita makan kemarin lebih enak lagi.)
22) She is a talented musician, but her sister is even more talented. (Dia adalah musisi
berbakat, tapi adik perempuannya bahkan lebih berbakat.)
23) The car is faster than mine, but it’s also more expensive. (Mobil ini lebih cepat dari
milik saya, tapi juga lebih mahal.)
24) She is a great actress, but her co-star is even better. (Dia adalah aktris hebat, tapi
rekannya di film itu bahkan lebih baik.)
25) The hotel we stayed in was luxurious, but the service could have been better. (Hotel
tempat kita menginap mewah, tapi pelayanannya bisa lebih baik.)
26) He is a good student, but he could have studied harder for the exam. (Dia adalah siswa
yang baik, tapi bisa lebih rajin belajar untuk ujian.)
27) The weather is sunny, but it’s also very hot. (Cuaca cerah, tapi juga sangat panas.)
F. Irregular Adverb
Adverb (kata kerja) adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan kata kerja, kata sifat,
atau adverb lain dalam suatu kalimat. Adverb dapat digunakan untuk memberikan
informasi tentang bagaimana, di mana, kapan, seberapa sering, atau seberapa banyak
suatu tindakan dilakukan.
Types of Adverb:
1. Adverb of manner: menggambarkan bagaimana sesuatu dilakukan atau cara
melakukan tindakan, misalnya slowly (perlahan), happily (senang), loudly (keras),
safely (hati-hati) atau carefully (hati-hati).
Contoh kalimat:
Contoh kalimat:
3. Adverb of place: menggambarkan di mana suatu tindakan terjadi, misalnya here (di
sini), there (di sana), atau everywhere (di mana-mana).
Contoh kalimat:
- The cat is hiding under the bed. (Kucing itu bersembunyi di bawah tempat tidur.)
- I left my bag over there. (Saya meninggalkan tas saya di sana.)
- They searched everywhere for the lost key. (Mereka mencari ke mana-mana untuk
kunci yang hilang.)
Contoh kalimat:
5. Adverb of degree: menggambarkan seberapa banyak atau seberapa kuat suatu tindakan
dilakukan, misalnya very (sangat), quite (cukup), atau extremely (sangat sekali),
absolutely (sama sekali), enough (cukup), pretty, rather, too, lots, etc.
Contoh kalimat:
6. Focusing adverb: digunakan untuk menunjukkan bahwa apa yang dibicarakan terbatas
pada bagian yang difokuskan, misalnya generally, simply, only, just, especially, also,
as well, even, in addition, mainly, etc
Contoh kalimat:
- She only eat the chocolate.
- They just come here once in a while.
- I love dress, especially the blue one.
Irregular adverb adalah jenis kata keterangan dalam bahasa Inggris yang bentuknya tidak
mengikuti aturan umum dalam pembentukan kata keterangan, baik dari kata sifat
(adjective) atau kata kerja (verb). Sedangkan regular adverb adalah kata keterangan yang
dibentuk dengan menambahkan akhiran -ly pada kata sifat.
Irregular Adverb
Adjective Adverb
good well
fast fast
Hard hard
late late
early early
daily daily
straight straight
wrong Wrong/wrongly
lively lively
Berikut adalah beberapa contoh kata irregular adverb dan regular adverb, beserta kalimat
contohnya dalam bahasa Inggris dan Indonesia:
Irregular Adverb:
1. Good — well
Contoh: She sings well. (Dia menyanyi dengan baik.)
2. Hard — hard
Contoh: He works hard. (Dia bekerja keras.)
3. Fast — fast
Contoh: She runs fast. (Dia berlari cepat.)
4. Late — late
Contoh: He arrived late. (Dia tiba terlambat.)
5. Far — far
Contoh: They can see the mountain far away. (Mereka bisa melihat gunung yang
jauh di kejauhan.)
Regular Adverb:
1. Quick — quickly
Contoh: He speaks quickly. (Dia berbicara dengan cepat.)
2. Beautiful — beautifully
Contoh: She dances beautifully. (Dia menari dengan indah.)
3. Happy — happily
Contoh: They smiled happily. (Mereka tersenyum dengan bahagia.)
4. Loud — loudly
Contoh: She laughed loudly. (Dia tertawa dengan keras.)
5. Easy — easily
Contoh: He finished the test easily. (Dia menyelesaikan tes dengan mudah.)
Gerund, infinitive, dan participle adalah bentuk kata kerja yang berbeda dalam bahasa
Inggris. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masing jenis kata kerja tersebut
beserta contohnya:
Nah, infinitive verb tidak terkonjugasi seperti bentuk kata kerja lainnya, sehingga akan
tetap berbentuk infinitive dalam sebuah kalimat.
Bentuk infinitive dapat berfungsi sebagai nouns (kata benda) ketika mengikuti kata kerja
tertentu. Fungsi dari infinitive verb dapat sebagai objek langsung atau objek tidak
langsung.
Contoh:
Ketika infinitive verbs bertindak sebagai adjectives (kata sifat) akan menggambarkan
kata benda yang diikuti. Adjectives adalah kata yang memodifikasi (menambah atau
menjelaskan) kata benda. Jadi, infinitive verbs berfungsi sebagai kata sifat ketika
memodifikasi atau menjelaskan kata benda dalam sebuah kalimat.
Contoh:
The food I like to make is fried noodles. (Makanan favorit saya untuk dimasak adalah
mie goreng)
Jesslyn wants a movie to watch. (Jesslyn menginginkan film untuk ditonton)
Infinitives verbs berfungsi sebagai kata keterangan ketika digunakan untuk memberikan
informasi lebih lanjut tentang kata sifat, kata kerja, atau kata keterangan lainnya dalam
kalimat.
Contoh:
Dad is going to the supermarket to buy an apple (Ayah akan pergi ke swalayan untuk
membeli apel)
I went to college to become an architect (Saya pergi berkuliah untuk menjadi seorang
arsitek).
d. Bare Infinitives
Kamu telah melihat beberapa contoh kata kerja infinitif yang menyertakan kata "to"
tetapi tidak semua infinitive ternyata menggunakan kata “to”. Ini dikenal sebagai bare
infinitives, yang berfungsi dengan cara yang persis sama seperti infinitives verb. Mereka
mengikuti modal auxiliary verbs (can, should, shall, would, will, could, may, might, dan
sebagainya) dalam sebuah kalimat.
Bare infinitives berfungsi sebagai objek dari modal verbs dalam kalimat. Mereka
berfungsi dengan cara yang sama dalam kalimat dengan kata kerja persepsi (hear, see,
feel, sense) dan kata kerja izin (bid, let, need, know, help, had better, sooner than, would
rather, dan sebagainya).
Contoh:
1) Kata Kerja yang Diikuti oleh To-Infinitive dan Tidak Memerlukan Obyek
Agree: Menyetujui
Aim: Bertujuan
Appear: Menampakkan
Arrange: Mengatur
Attempt: Berusaha
Be able: Dapat
Claim: Mengklaim
Decide: Memutuskan
Deserve: Pantas Mendapatkan
Fail: Gagal
Hope: Berharap
Learn: Belajar
Manage: Mengatur
Offer: Menawarkan
Plan: Merencanakan
Promise: Berjanji
Refuse: Menolak
Seem: Terlihat atau Nampak
Tend: Cenderung
Try: Mencoba
Contoh:
You deserve to be happy.
My father offers to pick me up at school.
Advise: Menyarankan
Allow: Mengizinkan
Encourage: Mendorong
Force: Memaksa
Get: Mendapatkan
Persuade: Merayu
Remind: Mengingatkan
Teach: Mengajarkan
Tell: Mengatakan
Warn: Memperingatkan
Contoh:
You told me to talk to my teacher as soon as possible!
She reminds her brother to watch the movie
3) Kata Kerja yang Diikuti oleh To-Infinitive, namun Bisa Diikuti oleh Obyek atau Tidak
Diikuti oleh Obyek
Ask: Bertanya
Choose: Memilih
Dare: Menantang
Expect: Mengharapkan
Help: Membantu
Intend: Berniat
Need: Membutuhkan
Prefer: Lebih Memilih
Prepare: Menyiapkan
Want: Menginginkan
Contoh:
I want to smell the flowers
He wants me to smell the flowers
Participle adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata sifat (adjective) atau kata kerja
(verb) dalam sebuah kalimat. Ada dua jenis participle, yaitu present participle (kata kerja
bentuk -ing) dan past participle (kata kerja bentuk -ed). Contoh:
- Saya melihat anak-anak bermain di taman: I saw the children playing in the park.
- Buku yang saya baca sangat menarik: The book I read is very interesting.
- Pria yang mengemudi mobil itu sedang memperbaiki mesinnya: The man driving the car
is fixing his engine.
- Sayuran yang dimasak oleh ibu saya selalu enak: The vegetables cooked by my mom are
always delicious.
- Anak yang jatuh dari sepeda itu tidak terluka serius: The child who fell from the bike is
not seriously injured.
a. Past participle
Past participle adalah kata kerja yang bisa kamu gunakan saat ingin membuat kalimat
pasif atau passive voice atau saat membuat kalimat dalam perfect tenses. Dalam bahasa
Inggris, untuk mengubah kata kerja dasar atau infinitive verb menjadi past participle,
kamu perlu memberi imbuhan -ed pada regular verbs. Sementara itu, bentuk past
participle untuk irregular verbs biasanya berakhiran -en, -t, dan lain sebagainya. Nah,
seperti yang telah disebutkan sebelumnya, past participle tidak hanya bisa kamu gunakan
sebagai kata kerja, tetapi juga kata sifat, dan berbagai fungsi lainnya. Agar lebih mudah
memahami bagaimana cara penggunaan past participle yang tepat di dalam kalimat, kamu
bisa memperhatikan beberapa contoh berikut ini.
1) Sebagai kata kerja dalam perfect tenses
Dalam perfect tenses, termasuk present perfect, past perfect, future perfect, dan past
future perfect, kata kerja yang digunakan adalah bentuk ketiga, yaitu V3 atau dikenal juga
sebagai past participle. Oleh sebab itu, salah satu penggunaan past participle adalah saat
kamu hendak membuat kalimat dalam jenis-jenis tenses tersebut. Berikut adalah contoh
penggunaan past participle dalam masing-masing tenses:
Future perfect:
Kamu juga bisa menggunakan past participle dalam passive voice atau kalimat pasif.
Pada jenis kalimat ini, alih-alih melakukan sebuah tindakan, subjek justru menerima
tindakan dari kata kerja. Nah, kata kerja yang digunakan dalam jenis kalimat ini adalah
past participle. Berikut adalah contoh penggunaan past participle dalam passive voice:
Pada beberapa contoh tersebut, “a movie”, “a pair of shoes”, dan “he” adalah subjek yang
mendapat perlakukan dari kata kerja yang digunakan pada masing-masing kalimat
tersebut.
3) Sebagai kata sifat
Past participle tak selalu berfungsi sebagai kata kerja, tetapi juga bisa kamu gunakan
sebagai kata sifat. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan past participle
sebagai kata sifat:
Pada kedua contoh kalimat tersebut, kata “used” dan “washed” melekat pada kata benda
“car” dan “shirt” untuk memberikan sifat kepada kata benda tersebut.
Present participle
Jika kamu sudah memahami fungsi dan contoh dari penggunaan past participle, kini
saatnya kamu mempelajari tentang fungsi dan contoh penggunaan present participle.
Present participle kamu gunakan saat ingin menjelaskan suatu kegiatan yang sedang
kamu lakukan secara aktif. Jenis participle yang satu ini adalah kata kerja dasar yang
kamu beri imbuhan -ing (v+ing). Berikut adalah contoh penggunaan present participle
dalam kalimat:
Dalam tenses progresif seperti past progressive, present progressive, present perfect
progressive, past perfect progressive, future progressive, future perfect progressive, past
future progressive, dan past future perfect progressive, kamu akan menggunakan present
participle sebagai kata kerja.
Past progressive:
Present progressive:
I am eating lunch.
5) Sebagai gerund:
Gerund adalah kata kerja berimbuhan -ing yang berfungsi sebagai kata benda dalam
sebuah kalimat. Contohnya:
- My hobby is swimming.
- Watching movies is fun.
Sama halnya dengan past participle, kamu juga bisa menggunakan present participle
sebagai kata sifat. Contohnya:
Gerund adalah bentuk kata kerja yang berupa kata benda (noun) yang berasal dari kata
kerja dengan menambahkan akhiran “-ing”.
Contoh:
Infinitive adalah bentuk kata kerja yang diawali dengan kata “to” dan dapat berfungsi
sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan dalam kalimat.
Contoh:
- Saya suka memasak makanan: I like to cook food.
Participle adalah bentuk kata kerja yang berfungsi sebagai kata sifat atau kata keterangan
dalam kalimat. Participle terbagi menjadi dua jenis, yaitu present participle dan past
participle.
Contoh:
- Buku yang saya baca menarik: The book I’m reading is interesting.
Berikut ini adalah contoh kata dan kalimat masing-masing untuk gerund, infinitive,
dan participle beserta penjelasan dan artinya:
1. Gerund: swimming
2. Gerund: running
3. Gerund: singing
4. Gerund: dancing
5. Gerund: cooking
7. Gerund: writing
8. Gerund: painting
9. Gerund: playing
Example: The kids were running around the playground, having fun.
Penjelasan: Present participle “running” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan anak-anak yang sedang berlari. Artinya adalah “Anak-anak sedang
berlari-lari di taman bermain, bersenang-senang”.
Example: The delicious aroma of the cooking food made my mouth water.
Penjelasan: Present participle “cooking” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan makanan yang sedang dimasak. Artinya adalah “Aroma yang lezat
dari makanan yang sedang dimasak membuat mulut saya berair”.
Example: The driver of the car that hit me was texting on their phone.
Penjelasan: Present participle “texting” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan pengemudi mobil yang sedang mengirim pesan. Artinya adalah
“Pengemudi mobil yang menabrak saya sedang mengirim pesan singkat di
ponselnya”.
Example: The children were swimming in the lake, enjoying the cool water.
Penjelasan: Present participle “swimming” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan anak-anak yang sedang berenang. Artinya adalah “Anak-anak sedang
berenang di danau, menikmati air yang sejuk”.
Example: The author was writing her next novel at her desk.
Penjelasan: Present participle “writing” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan penulis yang sedang menulis novel berikutnya. Artinya adalah
“Penulis sedang menulis novel berikutnya di mejanya”.
Example: The cooked chicken was left on the kitchen counter for too long.
Penjelasan: Past participle “cooked” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan ayam yang sudah dimasak. Artinya adalah “Ayam yang sudah
dimasak ditinggalkan terlalu lama di atas meja dapur”.
Example: The broken vase was a family heirloom and couldn’t be replaced.
Penjelasan: Past participle “broken” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan vas yang pecah. Artinya adalah “Vas yang pecah adalah warisan
keluarga dan tidak bisa diganti”.
Example: The tickets for the concert were already gone by the time we got there.
Penjelasan: Past participle “gone” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan tiket konser yang telah habis terjual. Artinya adalah “Tiket konser
sudah habis terjual pada saat kita tiba di sana”.
Example: The car I bought was driven by the previous owner for only six months.
Penjelasan: Past participle “driven” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan mobil yang saya beli yang dikemudikan oleh pemilik sebelumnya
selama enam bulan saja. Artinya adalah “Mobil yang saya beli dikemudikan oleh
pemilik sebelumnya selama hanya enam bulan”.
Example: The loud music could be heard from several blocks away.
Penjelasan: Past participle “heard” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan musik yang terdengar dari beberapa blok jauhnya. Artinya adalah
“Musik yang keras terdengar dari beberapa blok jauhnya”.
Commas dan period adalah dua tanda baca penting dalam bahasa Inggris yang memiliki
aturan penggunaan yang berbeda. Commas (koma) digunakan untuk memisahkan elemen
dalam sebuah kalimat.
Subject-verb agreement adalah aturan dalam bahasa Inggris yang mengharuskan kata
kerja dalam sebuah kalimat untuk sesuai dengan subjeknya. Dalam aturan ini, subjek
tunggal membutuhkan kata kerja tunggal, sementara subjek jamak membutuhkan kata
kerja jamak.
Every + … Every child needs love. Every dan each selalu
Each + … Each book and magazine diikuti kata benda tunggal
is listed in the bibliography. 9singular nouns).
Meskipun ada dua kata
benda atau lebih lalu
diikuti kata and, maka
kata kerjanya tetap
tunggal.
Subject + The book that on political Terkadang ada frasa dan
prepositional phrase + parties is interesting. klausa yang memisahkan
… The ideas in that book are antara subjek dan kata
boring. kerjanya. Nah, frasa atau
klausa pengganggu ini
tidak bisa mempengaruhi
aturan subject-verb
Gerund + .. Watching old movies is Gerund yang digunakan
fun. sebagai subjek kalimat
membutuhkan kata kerja
tunggal.
Some of + .. Some of the book is good Untuk kata kerja yang
A lot of + … A lot of my friends are mengandung kata tersebut,
Two-thirds of + .. here. maka kata kerjanya
Most of + … Tho-thirds of the money is ditentukan oleh kata benda
mine. atau kata ganti setelah of.
Most of our assignments
are easy.
One of + … One of my friends is here. One of /Each of . Every
Each of + … Each of my friends is here. one of + plural noun =
Every one of + .. Every one of my friends is singular ver (kata kerja
here. tunggal)
None of + … None of the boys is here. Untuk bahasa inggris yang
Nonen of the boys are here sangat formal penggunaan
subjek none of akan
diikuti kata kerja tunggal.
Sedangkan kata kerja
jamak sering digunakan
pada bahasa inggris
informal dan kadang-
kadang juga dalam
penulisan formal.
The number The number of children in The number of merupakan
A number of the yard is happy subjek tunggal sehingga
A number of children were harus diikuti kata kerja
playing together tunggal.
Sedangngkan a number of
merupakan ungkapan
quantity yang berarti sama
dengan a lot of sehingga
kata kerjanya jamak
karena harus diikuti
subjek jamak.
There + be There is a dog next to you. There be menunjukkan
There are five doors in this keberadaan sesuatu.
room There + be + subject+ …
Subjek mengikuti be. Jika
tunggal, maka kata kerja
harus tunggal. Jika be
jamak, maka kata kerja
harus jamak.
The United Stated is big country Proper nouns yang berakhiran -s termasuk
The Philippines consists of many islands dalam kata benda 9subjek) tunggal yang
The United Nations has many people membutuhkan kata kerja tunggal.
The news is boring News juga termasuk tunggal yang
membutuhkan kata kerja tunggal.
Mathematics is my favorite subject. Mata pelajaran yang berakhiran -ics
Physics is interesting. termasuk tunggal dan membutuhkan kata
kerja tunggal.
Diabetes is dangerous. Nama penyakit tertentu yang berakhiran
(measles, mumps, rabies, rickets, dengan -s juga termasuk tunggal
shingles)
Seven hours is too long for waiting you. Waktu, uang dan jarak termasuk dalam
Ten dollars is enough to buy snacks. tunggal dan membutuhkan kata kerja
One miles is too far. tunggal.
Four and four is eight Aritmatika dalam bahasa
Six times six is sixteen inggris membutuhkan kata
kerja tunggal
Those people are from People, police, cattle dan
Indonesia fish adalah bentuk jamak
The police have been yang tidak berakhiran -s.
called. Oleh karena itu,
Cattle are domestic menggunakan kata kerja
animals. jamak.
English is spoken in many The English eat hotdog. English = languange
countries The Chinese have an The English = people from
Chinese is her language interesting history. England
Beberapa kebangsaan yang
berakhiran -sh, -ese, -ch
dapat berfungsi ganda
sebagai bahasa dan orang-
orangnya (bangsa dari
negara tersebut)
The poor has many Sebagian kecil kata sifat
problems. daapat didahului dengan
The rich get richer. the dan digunakan sebagai
(the young, the elderly, the kata benda jamak yang
living, the dead, the blind) merujuk pada orang-orang
yang sesuai dengan kata
sifat tersebut.
Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata kerja dengan penambahan akhiran -s
atau -es pada subjek he, she, dan it:
1. She walks to school every day. (Dia berjalan ke sekolah setiap hari)
2. He eats breakfast at 7 AM. (Dia makan sarapan pukul 7 pagi)
3. The dog barks loudly. (Anjing itu menggonggong keras)
4. The car needs a new battery. (Mobil itu membutuhkan baterai baru)
5. The bird flies high in the sky. (Burung itu terbang tinggi di langit)
Sedangkan, berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata kerja tanpa penambahan
akhiran -s atau -es pada subjek I, you, we, dan they:
J. Parallel Structure
Parallel structure adalah suatu teknik penggunaan kata, frasa, atau klausa yang memiliki
pola yang sama dalam susunan kalimat. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek yang
harmonis dan teratur dalam kalimat.
2. Not only…but also — kata penghubung yang menunjukkan adanya dua hal yang
memiliki nilai atau tingkat penting yang sama
Contoh: The company not only increased profits but also improved customer service.
(Perusahaan tidak hanya meningkatkan keuntungan, tetapi juga meningkatkan layanan
pelanggan)
3. Such as — frasa penghubung yang digunakan untuk memberikan contoh atau ilustrasi
dari hal yang sedang dibicarakan
Contoh: We offer various outdoor activities, such as hiking, camping, and fishing. (Kami
menawarkan berbagai kegiatan di luar ruangan, seperti mendaki, berkemah, dan
memancing)
6. Neither…nor — kata penghubung yang menunjukkan bahwa tidak ada dari dua hal yang
dihubungkan yang benar atau cocok
Contoh: Neither John nor Peter likes to eat vegetables. (Tidak satupun dari John atau
Peter yang suka makan sayuran)
7. Either…or — kata penghubung yang menunjukkan bahwa salah satu dari dua hal yang
dihubungkan dapat dipilih
Contoh: You can either take the bus or walk to the office. (Anda bisa naik bus atau
berjalan kaki ke kantor)
8. Every…and — kata penghubung yang menunjukkan bahwa setiap hal yang dihubungkan
sama pentingnya
Contoh: The team needs every player and every strategy to win. (Tim membutuhkan
setiap pemain dan setiap strategi untuk menang)
10. So…that — frasa penghubung yang menunjukkan hasil atau konsekuensi dari suatu
tindakan atau peristiwa
Contoh: She studied so hard that she got an A on the exam. (Dia belajar sangat keras
sehingga mendapat A pada ujian)
11. Too…to — frasa penghubung yang menunjukkan suatu keadaan atau kondisi yang
menyebabkan seseorang atau sesuatu tidak dapat melakukan suatu tindakan
Contoh: The bag was too heavy for her to carry. (Tasnya terlalu berat untuk dibawanya)
12. Just as…so too — frasa penghubung yang menunjukkan adanya kesamaan atau paralel
antara dua hal
Contoh: Just as music can bring people together, so too can sports. (Sama seperti musik
bisa mempersatukan orang-orang, olahraga juga bisa melakukannya)
13. The more…the more — frasa penghubung yang menunjukkan adanya hubungan sebab-
akibat antara dua hal
Contoh: The more you practice, the better you become. (Semakin banyak Anda berlatih,
semakin baik Anda menjadi)
14. Whether…or — kata penghubung yang menunjukkan adanya pilihan antara dua hal atau
lebih
Contoh: Whether you like it or not, you have to take the exam. (Apakah Anda suka atau
tidak, Anda harus mengikuti ujian)
15. As…as — frasa penghubung yang menunjukkan perbandingan antara dua hal
Contoh: She is as tall as her sister. (Dia se tinggi saudara perempuannya)
16. No only…but…as well — frasa penghubung yang menunjukkan bahwa ada lebih dari
satu hal yang penting
Contoh: Not only did she win the championship, but she also broke the record as well.
(Dia tidak hanya memenangkan kejuaraan, tetapi dia juga memecahkan rekor)
17. More…than — frasa penghubung yang menunjukkan perbandingan antara dua hal atau
lebih
Contoh: She is more intelligent than her brother. (Dia lebih pintar daripada adiknya)
18. If…then — kata penghubung yang menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara
dua hal
Contoh: If you study hard, then you will pass the exam. (Jika Anda belajar dengan giat,
maka Anda akan lulus ujian)
19. Whether…or not — frasa penghubung yang menunjukkan adanya pilihan antara dua hal
atau lebih
Contoh: Whether or not you come to the party is up to you. (Apakah Anda datang ke
pesta atau tidak, terserah Anda)
20. Just like…so too — frasa penghubung yang menunjukkan adanya kesamaan atau paralel
antara dua hal
Contoh: Just like a doctor needs a stethoscope, so too does a musician need an
instrument. (Sama seperti seorang dokter membutuhkan stetoskop, seorang musisi juga
membutuhkan alat musik)
Present Simple Tense adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris yang digunakan
untuk menyatakan kegiatan, kebiasaan, atau fakta yang berlangsung di masa sekarang
secara teratur atau tidak teratur. Present Simple Tense juga digunakan untuk menyatakan
kebenaran umum, jadwal yang berulang, dan keadaan yang tidak berubah.
They
We
Tidak menggunakan tanbahan s/es
I
Memakai DO
You
Lebih dari 1
She
He Menggunakan tambahan s/es
It Memakai DOES
1 (tunggal)
Contoh:
a. She reads books every day. (Dia membaca buku setiap hari.)
b. I listen to music while I work. (Saya mendengarkan musik saat bekerja.)
c. They play soccer on the weekend. (Mereka bermain sepak bola di akhir pekan.)
d. He speaks four languages fluently. (Dia bisa berbicara empat bahasa dengan lancar.)
e. We walk to school every morning. (Kami berjalan kaki ke sekolah setiap pagi.)
f. You write emails to your friends. (Kamu menulis email kepada temanmu.)
g. The sun rises in the east. (Matahari terbit di timur.)
h. The dog barks at strangers. (Anjing menggonggong pada orang asing.)
i. The flowers bloom in the spring. (Bunga mekar pada musim semi.)
j. The birds sing in the morning. (Burung-burung bernyanyi di pagi hari.)
- Nominal Sentence
Nominal sentence adalah jenis kalimat yang tidak menggunakan kata kerja. Biasanya
ditandai dengan penggunaan “be” sebagai verb. Nominal sentence digunakan untuk
menyatakan keadaan atau kondisi yang berlaku secara umum atau terus-menerus.
Pola:
+) Subject + is/am/are +adjective/adverb/noun
-) Subject + is/am/are + not + adjective/adverb/noun
?) Is/am/are + subject + adjective/adverb/noun?
She
He
is
It
1 (tunggal)
I am
They
We
are
You
Lebih dari 1
Contoh:
Pembentukan Kalimat
1. Kalimat Positive (affirmative) pada Present Simple Tense
Untuk membentuk kalimat positive pada present simple tense, kita hanya perlu
menggunakan kata kerja dasar (verb) pada bentuk present tanpa menambahkan -s atau -es
pada akhir kata bila subjek kalimat adalah I, you, we, atau they. Namun, jika subjek
kalimat adalah he, she, atau it maka kata kerja harus ditambahkan akhiran -s atau -es.
Pembentukan Kalimat
Untuk membentuk kalimat present continuous tense, kita membutuhkan auxiliary verb
“to be” (is, am, are) diikuti dengan verb dalam bentuk -ing.
Berikut adalah cara membentuk kalimat present continuous tense dan contohnya:
1. Positive
Untuk membentuk kalimat positive dalam present continuous tense, kita menggunakan
subjek, to be (am/is/are), dan kata kerja dalam bentuk present participle.
Contoh kalimat:
- I am eating breakfast. (Saya sedang sarapan.)
- She is playing with her toys. (Dia sedang bermain dengan mainannya.)
- They are watching a movie. (Mereka sedang menonton film.)
- He is studying for his exam. (Dia sedang belajar untuk ujian.)
- We are traveling to Europe next week. (Kami akan melakukan perjalanan ke Eropa
minggu depan.)
- He is cooking dinner. (Dia sedang memasak makan malam.)
- She is dancing in the living room. (Dia sedang menari di ruang tamu.)
- They are studying English grammar. (Mereka sedang belajar tata bahasa Inggris.)
- We are taking a break from work. (Kami sedang istirahat dari pekerjaan.)
- The dog is barking loudly. (Anjing itu sedang menggonggong dengan keras.)
2. Negative
Untuk membentuk kalimat negative dalam present continuous tense, kita menggunakan
subjek, to be (am/is/are), dan kata kerja negatif (not) sebelum kata kerja dalam bentuk
present participle.
Contoh kalimat:
3. Interrogative
Untuk membentuk kalimat interogative dalam present continuous tense, kita
menggunakan kata bantu to be (am/is/are) sebelum subjek, kemudian diikuti kata kerja
dalam bentuk present participle dan tanda tanya pada akhir kalimat.
Contoh kalimat:
Penjelasan Tambahan:
- Kalimat positif present continuous tense menggambarkan kejadian yang sedang
berlangsung pada saat ini.
- Kalimat negatif present continuous tense membantah bahwa kejadian tersebut sedang
terjadi pada saat ini.
- Kalimat interogative present continuous tense digunakan untuk menanyakan kejadian
yang sedang berlangsung pada saat ini.
- I am (saya)
- You are (kamu)
- He/She/It is (dia/itu)
- We are (kami)
- They are (mereka)
Past Simple Tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan suatu
kejadian yang terjadi pada waktu lampau, biasanya terjadi satu kali atau dalam waktu
yang singkat. Bentuk dasar dari Past Simple Tense adalah Verb 2.
Berikut ini adalah contoh kalimat Past Simple Tense beserta artinya:
1. I went to the beach last weekend. (Saya pergi ke pantai akhir pekan lalu.)
2. She played piano when she was a child. (Dia bermain piano saat masih kecil.)
3. He walked home from the office yesterday. (Dia berjalan pulang dari kantor kemarin.)
4. They visited their grandparents last summer. (Mereka mengunjungi kakek-nenek mereka
musim panas lalu.)
5. She didn’t study for the test. (Dia tidak belajar untuk ujian.)
6. He didn’t eat breakfast this morning. (Dia tidak sarapan pagi ini.)
7. Did you watch the movie last night? (Apakah kamu menonton film tadi malam?)
8. We finished the project on time. (Kami menyelesaikan proyek tepat waktu.)
9. He sang a song at the party. (Dia menyanyikan sebuah lagu di pesta.)
10. They didn’t like the food at the restaurant. (Mereka tidak suka makanan di restoran.)
Pembentukan Kalimat
Berikut ini adalah cara pembentukan kalimat positive, negative, dan interrogative pada
past simple tense:
1. Kalimat Positive
Subject + Verb2 (past form) + Object -> Verbal Sentence
Subject + was/were + adjective/adverb/noun -> Noun Sentence
Contoh:
a. I studied English for three years in high school. (Saya belajar bahasa Inggris selama tiga
tahun di SMA.)
b. She traveled to Japan last summer. (Dia pergi ke Jepang musim panas lalu.)
c. I finished my homework early last night. (Saya menyelesaikan pekerjaan rumah saya
dengan cepat semalam.)
d. She traveled to Europe last summer. (Dia pergi ke Eropa musim panas lalu.)
e. We went to the park and played frisbee. (Kami pergi ke taman dan bermain frisbee.)
f. The sun shone brightly all day yesterday. (Matahari bersinar terang sepanjang hari
kemarin.)
g. He won the race by a few seconds. (Dia memenangkan perlombaan itu dengan selisih
beberapa detik.)
h. I was a student of Monash University. (Saya adalah seorang mahasiswa Universitas
Monash.)
i. My mother was young and energetic. (ibu saya masih muda dan energik.)
j. Student were in the classroom. (Siswa berada di dalam kelas.)
k. They were still teachers last year. (Mereka masih menjadi guru tahun lalu.)
2. Kalimat Negative
Subject + did not + Verb1 (base form) + Object -> Verbal Sentence
Subject + was/were + not + adjective/adverb/noun -> Noun Sentence
Contoh:
a. I did not watch TV last night. (Saya tidak menonton TV tadi malam.)
b. He did not finish his homework yesterday. (Dia tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya
kemarin.)
c. I didn’t eat breakfast this morning. (Saya tidak sarapan pagi ini.)
d. She didn’t watch the movie because she was too tired. (Dia tidak menonton film itu
karena terlalu lelah.)
e. We didn’t go to the party because we had to study. (Kami tidak pergi ke pesta karena
harus belajar.)
f. The restaurant didn’t serve any vegetarian options. (Restoran itu tidak menyajikan opsi
vegetarian.)
g. He didn’t pass the test despite studying for hours. (Dia tidak lulus ujian meskipun telah
belajar selama berjam-jam.)
h. I was not a student of Monash University. (Saya bukan mahasiswa Universitas Monash.)
i. My mother was not young and energetic. ( Ibu saya tidak muda dan energik.)
j. Student were not in the classroom. (Siswa tidak berada di dalam kelas.)
k. They were not teachers last year. (Mereka bukan menjadi guru tahun lalu.)
3. Kalimat Interrogative
Did + Subject + Verb1 (base form) + Object + ? -> Verbal Sentence
Was/were + subject + adjective/adverb/noun? -> Noun Sentence
Contoh:
1) Did you go to the concert last weekend? (Apakah kamu pergi ke konser akhir pekan
lalu?)
2) Did they play football yesterday afternoon? (Apakah mereka bermain sepak bola kemarin
sore?)
3) Did you have a good weekend? (Apakah kamu memiliki akhir pekan yang
menyenangkan?)
4) Did she finish her project on time? (Apakah dia menyelesaikan proyeknya tepat waktu?)
5) Did they enjoy the concert last night? (Apakah mereka menikmati konser semalam?
6) Did the train arrive on time? (Apakah kereta datang tepat waktu?)
7) Did he call you yesterday? (Apakah dia meneleponmu kemarin?)
8) Contoh lain dari kalimat past simple tense:
9) I watched a movie last night. (Saya menonton film semalam.) — Kalimat positive
menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “watch”.
10) We played tennis yesterday. (Kami bermain tenis kemarin.) — Kalimat positive
menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “play”.
11) She cooked dinner for us last night. (Dia memasak makan malam untuk kami semalam.)
— Kalimat positive menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “cook”.
12) He played the guitar at the party last night. (Dia memainkan gitar di pesta semalam.) —
Kalimat positive menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “play”.
13) She didn’t eat breakfast this morning. (Dia tidak sarapan pagi ini.) — Kalimat negative
menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata kerja “eat”.
14) They didn’t study for the exam last night. (Mereka tidak belajar untuk ujian semalam.) —
Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata
kerja “study”.
15) I didn’t see the movie that you recommended. (Saya tidak menonton film yang kamu
rekomendasikan.) — Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja
bentuk pertama dari kata kerja “see”.
16) We didn’t go to the beach last weekend. (Kami tidak pergi ke pantai akhir pekan lalu.) —
Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata
kerja “go”.
17) Did they visit their grandparents last weekend? (Apakah mereka mengunjungi kakek-
nenek mereka akhir pekan lalu?) — Kalimat interogative dengan membalikkan urutan
subjek dan kata kerja serta menambahkan kata tanya di depan kalimat.
18) Did she buy a new car last month? (Apakah dia membeli mobil baru bulan lalu?) —
Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata kerja serta
menambahkan kata tanya di depan kalimat.
19) Did you go to the party last weekend? (Apakah kamu pergi ke pesta akhir pekan lalu?) —
Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata kerja serta
menambahkan kata tanya di depan kalimat.
20) Did you have a good time at the party last night? (Apakah kamu bersenang-senang di
pesta semalam?) — Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata
kerja serta menambahkan kata tanya di depan kalimat.
21) Was I a student of Monash University? (Apakah saya seorang mahasiswa Universitas
Monash?)
22) Was your mother young and energetic? (Apakah ibumu masih muda dan energik?)
23) Were students in the classroom? (Apakah siswa ada di dalam kelas?)
24) Were they still teachers last year? (apakah mereka masih menjadi guru tahun lalu?)
1. Kalimat Positive
Kalimat Positive Past Continuous Tense dibentuk dengan menggunakan kata kerja “to
be” dalam bentuk past (was/were) dan kata kerja utama dalam bentuk -ing. Fungsi
kalimat ini adalah untuk menyatakan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung di masa
lampau.
Contoh:
- She was playing tennis with her friends when I arrived. (Dia sedang bermain tenis dengan
teman-temannya saat saya datang.)
- They were dancing happily at the party last night. (Mereka sedang menari dengan bahagia
di pesta semalam.)
- He was watching TV when the phone rang. (Dia sedang menonton TV saat telepon
berdering.)
- The workers were repairing the road when it started to rain. (Para pekerja sedang
memperbaiki jalan saat hujan mulai turun.)
- I was cooking dinner when my friend came over. (Saya sedang memasak makan malam
ketika teman saya datang.)
2. Kalimat Negative
Kalimat Negative Past Continuous Tense dibentuk dengan menambahkan “not” di antara
kata kerja “to be” dalam bentuk past (was/were) dan kata kerja utama dalam bentuk -ing.
Fungsi kalimat ini adalah untuk menyatakan bahwa suatu tindakan tidak sedang
berlangsung di masa lampau.
Contoh:
- She was not working at the office yesterday. (Dia tidak sedang bekerja di kantor
kemarin.)
- They were not studying for the exam last night. (Mereka tidak sedang belajar untuk ujian
semalam.)
- He was not listening to the music when I entered the room. (Dia tidak sedang
mendengarkan musik saat saya masuk ke dalam ruangan.)
- The dog was not barking when the postman arrived. (Anjing itu tidak sedang
menggonggong ketika tukang pos datang.)
- We were not driving too fast on the highway. (Kami tidak sedang mengemudi terlalu
cepat di jalan tol.)
3. Kalimat Interrogative
Kalimat Interrogative Past Continuous Tense dibentuk dengan membalikkan posisi kata
kerja “to be” dalam bentuk past (was/were) dan subjek, kemudian menambahkan kata
kerja utama dalam bentuk -ing pada akhir kalimat. Fungsi kalimat ini adalah untuk
membuat pertanyaan tentang tindakan yang sedang berlangsung di masa lampau.
Contoh:
- Was she cooking dinner when you called her? (Apakah dia sedang memasak makan
malam ketika kamu meneleponnya?)
- Were they watching TV when the storm started? (Apakah mereka sedang menonton TV
ketika badai mulai?)
- Was he working on the project at that time? (Apakah dia sedang mengerjakan proyek
pada saat itu?)
- Were the children playing outside when their parents came home? (Apakah anak-anak
sedang bermain di luar rumah ketika orang tua mereka pulang?)
- Was the teacher giving a lecture when you entered the classroom? (Apakah guru sedang
memberikan kuliah ketika kamu masuk ke dalam kelas?)
Penggunaan was dan were tergantung pada subjek kalimatnya. Was digunakan untuk
subjek tunggal, seperti “I”, “he”, “she”, atau “it”. Sedangkan were digunakan untuk
subjek jamak, seperti “we”, “you”, atau “they”.
- I was studying for my exam all night long. (Saya sedang belajar untuk ujian sepanjang
malam.)
- He was playing basketball with his friends yesterday afternoon. (Dia sedang bermain bola
basket dengan teman-temannya kemarin siang.)
- She was cooking dinner when her friend arrived. (Dia sedang memasak makan malam
ketika temannya datang.)
- We were watching a movie when the power went out. (Kami sedang menonton film
ketika listrik padam.)
- They were walking along the beach at sunset. (Mereka sedang berjalan-jalan di pantai
saat matahari terbenam.)
- You were not paying attention during the meeting. (Kamu tidak sedang memperhatikan
selama rapat.)
- We were not driving too fast on the highway. (Kami tidak sedang mengemudi terlalu
cepat di jalan tol.)
- They were not playing music too loud last night. (Mereka tidak sedang memainkan musik
terlalu keras semalam.)
- Were you studying for the exam when I called you? (Apakah kamu sedang belajar untuk
ujian ketika saya meneleponmu?)
- Were they playing basketball when it started to rain? (Apakah mereka sedang bermain
bola basket ketika hujan mulai turun?)
Present Perfect Tense adalah bentuk tense dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menunjukkan bahwa suatu tindakan telah terjadi di masa lalu dan berhubungan dengan
situasi saat ini atau masa kini.
Rumus present perfect tense adalah have/has + past participle. Have digunakan untuk
subjek I, you, we, dan they, sedangkan has digunakan untuk subjek he, she, dan it. Past
participle sendiri bisa berupa kata kerja bentuk ketiga atau kata benda yang dibentuk
dengan menambahkan -ed pada kata kerja.
Pembentukan Kalimat
1. Kalimat Present Perfect Tense Positive:
Rumusnya:
Subjek + have/has + past participle/Verb 3 -> Verbal Sentence
Subjek + have/has + been + adj/adv/noun -> Nominal sentence
Contoh:
- I have studied English for two years. (Saya telah belajar bahasa Inggris selama dua
tahun.)
- She has cooked dinner for her family. (Dia telah memasak makan malam untuk
keluarganya.)
- They have traveled to many countries. (Mereka telah melakukan perjalanan ke banyak
negara.)
- We have watched that movie before. (Kami telah menonton film itu sebelumnya.)
- He has read three books this week. (Dia telah membaca tiga buku minggu ini.)
- The company has hired many new employees. (Perusahaan telah merekrut banyak
karyawan baru.)
- My sister has graduated from college. (Saudara perempuan saya telah lulus kuliah.)
- We have seen that movie five times. (Kami telah menonton film itu lima kali.)
- The students have finished their exams. (Siswa telah menyelesaikan ujian mereka.)
- The sun has set over the mountains. (Matahari telah terbenam di atas pegunungan.)
- I have cleaned the house this morning. (Saya telah membersihkan rumah pagi ini.)
- He has won several awards for his work. (Dia telah memenangkan beberapa penghargaan
untuk pekerjaannya.)
- They have received the package from the post office. (Mereka telah menerima paket dari
kantor pos.)
- The restaurant has served delicious food. (Restoran telah menyajikan makanan yang
lezat.)
- We have had a great time at the beach. (Kami telah menghabiskan waktu yang
menyenangkan di pantai.)
Contoh:
- I have not studied for the exam yet. (Saya belum belajar untuk ujian.)
- She has not eaten breakfast yet. (Dia belum sarapan.)
- They have not arrived at the airport. (Mereka belum sampai di bandara.)
- We have not decided where to go for vacation. (Kami belum memutuskan tempat untuk
berlibur.)
- He has not finished his work yet. (Dia belum menyelesaikan pekerjaannya.)
- My brother has not visited me for a long time. (Saudara laki-laki saya belum
mengunjungi saya untuk waktu yang lama.)
- They have not learned how to play the guitar. (Mereka belum belajar cara bermain gitar.)
- We have not seen that movie yet. (Kami belum menonton film itu.)
- The company has not announced the results yet. (Perusahaan belum mengumumkan
hasilnya.)
- She has not read the book I recommended. (Dia belum membaca buku yang saya
rekomendasikan.)
- They have not finished their project on time. (Mereka belum menyelesaikan proyek
mereka tepat waktu.)
- He has not called his parents for a week. (Dia belum menelepon orang tuanya selama
seminggu.)
- We have not found the key to the door. (Kami belum menemukan kunci pintu.)
- The students have not submitted their assignments. (- Siswa belum mengumpulkan tugas
mereka.)
- The car has not been repaired yet. (Mobil belum diperbaiki.)
Contoh:
- Have you studied for the exam? (Apakah kamu sudah belajar untuk ujian?)
- Has she eaten breakfast yet? (Apakah dia sudah sarapan?)
- Have they arrived at the airport? (Apakah mereka sudah sampai di bandara?)
- Have we decided where to go for vacation? (Apakah kita sudah memutuskan tempat
untuk berlibur?)
- Has he finished his work yet? (Apakah dia sudah menyelesaikan pekerjaannya?)
- Have you visited your grandparents recently? (Apakah kamu telah mengunjungi kakek-
nenekmu baru-baru ini?)
- Have they learned how to play the guitar? (Apakah mereka telah belajar cara bermain
gitar?)
- Have we seen that movie before? (Apakah kita pernah menonton film itu sebelumnya?)
- Has the company announced the results yet? (Apakah perusahaan sudah mengumumkan
hasilnya?)
- Has she read the book I recommended? (Apakah dia sudah membaca buku yang saya
rekomendasikan?)
- Have they finished their project on time? (Apakah mereka telah menyelesaikan proyek
mereka tepat waktu?)
- Has he called his parents recently? (Apakah dia telah menelepon orang tuanya baru-baru
ini?)
- Have we found the key to the door? (Apakah kita telah menemukan kunci pintu?)
- Have the students submitted their assignments? (Apakah siswa telah mengumpulkan
tugas mereka?)
- Has the car been repaired yet? (Apakah mobil sudah diperbaiki?)
Catatan: Bentuk present perfect tense menggunakan “have” jika subjek yang digunakan
adalah I, You, We, atau They. Sedangkan jika subjek yang digunakan adalah He, She,
atau It, maka digunakanlah “has”.
1. Have
Kata “have” digunakan pada subjek yang berupa “I,” “you,” “we,” atau “they” dan subjek
jamak lainnya.
Contoh:
2. Has
Kata “has” digunakan pada subjek yang berupa “he,” “she,” “it,” atau subjek tunggal
lainnya.
Contoh:
Contoh kalimat present perfect tense dengan penggunaan “have” dan “has”:
- I have lived in this city for ten years.
- You have seen that movie before.
- We have already finished our dinner.
- They have visited that museum many times.
- He has written three novels.
- She has traveled to many countries.
- It has been a great day.
- The dog has eaten his food.
Dalam penggunaan sehari-hari, kita juga bisa menggunakan “have” dan “has” sebagai
kata kerja utama (main verb) dalam kalimat. Contohnya:
Past perfect tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu
peristiwa terjadi sebelum peristiwa lain di masa lalu. Bentuk dari past perfect tense
adalah had + past participle.
- I had already eaten breakfast before I left for work. (Saya sudah sarapan sebelum saya
pergi bekerja.)
- She had finished her homework by the time her parents came home. (Dia telah
menyelesaikan pekerjaan rumahnya pada saat orang tuanya pulang.)
- They had visited several cities before they came to New York. (Mereka telah
mengunjungi beberapa kota sebelum mereka datang ke New York.)
- He had studied Spanish for two years before he went to Spain. (Dia telah belajar bahasa
Spanyol selama dua tahun sebelum dia pergi ke Spanyol.)
- We had watched that movie before, so we didn’t want to see it again. (Kami sudah
menonton film itu sebelumnya, jadi kami tidak ingin melihatnya lagi.)
- The train had already left by the time we arrived at the station. (Kereta api sudah
berangkat pada saat kami tiba di stasiun.)
- She had lost her keys, so she couldn’t get into her apartment. (Dia telah kehilangan kunci-
kuncinya, sehingga dia tidak bisa masuk ke apartemennya.)
- He had played football for two hours before he injured his leg. (Dia telah bermain sepak
bola selama dua jam sebelum dia mengalami cedera pada kakinya.)
- They had been married for 10 years before they decided to have children. (Mereka telah
menikah selama 10 tahun sebelum mereka memutuskan untuk memiliki anak.)
- The restaurant had run out of food by the time we arrived. (Restoran tersebut sudah
kehabisan makanan pada saat kami tiba.)
- She had never been to Paris before she went there last year. (Dia belum pernah ke Paris
sebelum dia pergi ke sana tahun lalu.)
- He had read all the books in the library by the time he graduated from college. (Dia telah
membaca semua buku di perpustakaan pada saat dia lulus kuliah.)
- We had lived in that house for 5 years before we moved to a new city. (Kami telah tinggal
di rumah itu selama 5 tahun sebelum kami pindah ke kota baru.)
- The team had won the championship before they lost their star player. (Tim tersebut telah
memenangkan kejuaraan sebelum mereka kehilangan pemain bintang mereka.)
- She had never tasted sushi before she went to Japan. (Dia belum pernah mencicipi sushi
sebelum dia pergi ke Jepang.)
Contoh:
- She had finished her homework before she watched TV. (Dia telah menyelesaikan
pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV.)
- They had eaten breakfast before they went to school. (Mereka telah sarapan sebelum
pergi ke sekolah.)
- He had visited his grandparents before he moved to another city. (Dia telah mengunjungi
kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain.)
- I had studied English for two years before I moved to an English-speaking country. (Saya
telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara berbahasa
Inggris.)
- She had written the report before the deadline. (Dia telah menulis laporan sebelum batas
waktu.)
- They had met each other before they started working together. (Mereka telah saling
bertemu sebelum mulai bekerja bersama.)
- He had learned how to cook before he got married. (Dia telah belajar memasak sebelum
menikah.)
- She had finished the book before the movie was released. (Dia telah menyelesaikan buku
sebelum filmnya dirilis.)
- They had visited the museum before it closed. (Mereka telah mengunjungi museum
sebelum ditutup.)
- He had repaired the car before he went on a trip. (Dia telah memperbaiki mobil sebelum
pergi berlibur.)
- She had graduated from university before she started her career. (Dia telah lulus dari
universitas sebelum memulai karirnya.)
- They had saved enough money before they bought a house. (Mereka telah menghemat
cukup uang sebelum membeli rumah.)
- He had finished his project before the deadline. (Dia telah menyelesaikan proyeknya
sebelum batas waktu.)
- She had learned how to play the piano before the concert. (Dia telah belajar bermain
piano sebelum konser.)
- They had watched the movie before the reviews came out. (Mereka telah menonton film
sebelum ulasannya keluar.)
- I had been a teacher at highschool before I moved here (Saya telah menjadi guru sebelum
saya pindah ke sini)
Contoh:
- She had not finished her homework before she watched TV. (Dia belum menyelesaikan
pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV.)
- They had not eaten breakfast before they went to school. (Mereka belum sarapan sebelum
pergi ke sekolah.)
- He had not visited his grandparents before he moved to another city. (Dia belum
mengunjungi kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain.)
- I had not studied English for two years before I moved to an English-speaking country.
(Saya tidak telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara
berbahasa Inggris.)
- She had not written the report before the deadline. (Dia belum menulis laporan sebelum
batas waktu.)
- They had not met each other before they started working together. (Mereka belum saling
bertemu sebelum mulai bekerja bersama.)
- He had not learned how to cook before he got married. (Dia belum belajar memasak
sebelum menikah.)
- She had not finished the book before the movie was released. (Dia belum menyelesaikan
buku sebelum filmnya dirilis.)
- They had not visited the museum before it closed. (Mereka belum mengunjungi museum
sebelum ditutup.)
- He had not repaired the car before he went on a trip. (Dia belum memperbaiki mobil
sebelum pergi berlibur.)
- She had not graduated from university before she started her career. (Dia belum lulus dari
universitas sebelum memulai karirnya.)
- They had not saved enough money before they bought a house. (Mereka belum
menghemat cukup uang sebelum membeli rumah.)
- He had not finished his project before the deadline. (Dia belum menyelesaikan proyeknya
sebelum batas waktu.)
- She had not learned how to play the piano before the concert. (Dia belum belajar bermain
piano sebelum konser.)
- They had not watched the movie before the reviews came out. (Mereka belum menonton
film sebelum ulasannya keluar.)
- I had not been a teacher at highschool before I moved here (Saya belum menjadi guru
sebelum saya pindah kesini)
Contoh:
- Had she finished her homework before she watched TV? (Apakah dia telah
menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV?)
- Had they eaten breakfast before they went to school? (Apakah mereka telah sarapan
sebelum pergi ke sekolah?)
- Had he visited his grandparents before he moved to another city? (Apakah dia telah
mengunjungi kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain?)
- Had I studied English for two years before I moved to an English-speaking country?
(Apakah saya telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara
berbahasa Inggris?)
- Had she written the report before the deadline? (Apakah dia telah menulis laporan
sebelum batas waktu?)
- Had they met each other before they started working together? (Apakah mereka telah
saling bertemu sebelum mulai bekerja bersama?)
- Had he learned how to cook before he got married? (Apakah dia telah belajar memasak
sebelum menikah?)
- Had she finished the book before the movie was released? (Apakah dia telah
menyelesaikan buku sebelum filmnya dirilis?)
- Had they visited the museum before it closed? (Apakah mereka telah mengunjungi
museum sebelum ditutup?)
- Had he repaired the car before he went on a trip? (Apakah dia telah memperbaiki mobil
sebelum pergi berlibur?)
- Had she graduated from university before she started her career? (Apakah dia telah lulus
dari universitas sebelum memulai karirnya?)
- Had they saved enough money before they bought a house? (Apakah mereka telah
menghemat cukup uang sebelum membeli rumah?)
- Had he finished his project before the deadline? (Apakah dia telah menyelesaikan
proyeknya sebelum batas waktu?)
- Had she learned how to play the piano before the concert? (Apakah dia telah belajar
bermain piano sebelum konser?)
- Had they watched the movie before the reviews came out? (Apakah mereka telah
menonton film sebelum ulasannya keluar?)
- Had I been a teacher at high school before I moved here? (Apakah saya telah menjadi
guru sebelum saya pindah kesini?)
1. Have
“Have” adalah bentuk present tense dari kata kerja bantu “to have”. “Have” digunakan
dalam kalimat positif dan negatif dengan subjek “I”, “you”, “we”, dan “they”, sedangkan
“has” digunakan dengan subjek “he”, “she”, dan “it”. “Have” juga digunakan dalam
bentuk present perfect tense dan present perfect continuous tense.
2. Has
“Has” adalah bentuk present tense dari kata kerja bantu “to have”. “Has” digunakan
dalam kalimat positif dan negatif dengan subjek “he”, “she”, dan “it”. “Has” juga
digunakan dalam bentuk present perfect tense dan present perfect continuous tense.
Contoh penggunaan “has”:
3. Had
“Had” adalah bentuk past tense dari kata kerja bantu “to have”. “Had” digunakan dalam
kalimat positif dan negatif untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi sebelum
kejadian lain di masa lalu. “Had” juga digunakan dalam bentuk past perfect tense.
Dalam rangka membentuk kalimat, “have” dan “has” juga dapat digunakan sebagai kata
kerja utama untuk menunjukkan kepemilikan atau tindakan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, “had” digunakan untuk menunjukkan kejadian yang terjadi di masa lalu
sebelum kejadian lain di masa lalu.
Q. Future Tense
Future tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan kejadian atau
peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Terdapat beberapa bentuk future tense, yaitu:
Pola tenses:
Be going to Will
Subjek + be + going + to + verb 1 + … Subject + will + verb 1 + …
Subject + be not + going + to + verb 1 + … Subject + will not + verb 1 + …
Be + subject + going + to + verb 1 + …? Will + subject + verb 1 + …?
Contoh penggunaan Simple Future Tense:
Be going to vs Will
Be going to dan will - According to the weather report, it
Mempunyai arti yang sama untuk will rain tomorrow.
membuat prediksi tentang masa depan - According to the weather report, it is
going to rain tomorrow.
Be going to X : “ Why did you buy this paint?”
Digunakan untuk mengekspresikan Y : “ I’m going to paint my bedroom
rencana yang sudah dibuat sebelumnya. tomorrow.”
Will X : “The phone is ringing.”
Digunakan untuk mengekspresikan Y : “ I’ll get it”
keputusan yang dibuat saat itu juga
(spontan)
Be going to Will
Subjek + be (is/am/are) + going + to + be + Subject + will + be + verb-ing + …
verb-ing + … Subject + will + not + be + verb-ing
Subject + be (is/am/are) + not + going + to + +…
be + verb-ing + … Will + subject + be + verb-ing + …?
Be (is/am/are) + subject + going + to + be +
verb-ing + …?
- They will have finished their project by the end of the week. (Mereka akan telah
menyelesaikan proyek mereka pada akhir minggu.)
- He will have lived in Jakarta for 10 years next month. (Dia akan telah tinggal di Jakarta
selama 10 tahun bulan depan.)
- She will have graduated from college by the time she turns 25. (Dia akan lulus dari
perguruan tinggi pada saat usianya 25 tahun.)
- She is seeing dr. Edward next Friday (Dia akan menemui dr. Edward jumat depan)
- Classes begin next week (Kelas dimulai minggu depan)
Perlu diingat bahwa dalam kalimat-kalimat future tense, seringkali kata kerja bantu “will”
atau “shall” dapat dipertukarkan tergantung pada konteks dan preferensi penutur.
Pembentukan Kalimat
Berikut adalah contoh penggunaan future tense dalam kalimat positif, negatif, dan
interrogatif:
R. Sentence Structure
Sentence structure (struktur kalimat) adalah cara di mana kata-kata dalam suatu kalimat
diatur dan dihubungkan untuk membentuk makna yang jelas dan terstruktur. Terdapat dua
jenis kalimat utama dalam bahasa Inggris, yaitu simple sentence (kalimat sederhana),
compound sentence dan complex sentence (kalimat kompleks).
1. Simple Sentence
Kalimat sederhana terdiri dari satu klausa dan memiliki struktur dasar yang sederhana,
yaitu subject-predicate-object. Subject adalah subjek kalimat yang menerima tindakan
dari kata kerja (predicate), sedangkan object adalah objek yang menerima tindakan dari
kata kerja.
2. Compound Sentence
Compound sentence dapat diartikan sebagai kalimat majemuk. Compound sentence
merupakan kalimat yang tersusun dari dua independent clause (induk kalimat) yang
dihubungkan oleh conjunction (kata hubung).
Independent Clause
Independent clause adalah susunan kata-kata paling sedikit mengandung subjek dan kata
kerja, dapat dimengerti serta dapat berdiri sendiri.
- Julia sleeps (Julia tidur)
- Students go to school (Murid-murid pergi ke sekolah)
- She is driving a car (Dia (perempuan) sedang menyetir sebuah mobil)
- My mom bought new skirts (Ibuku membeli rok-rok baru)
- My brother borrowed my laptop (Saudara laki-lakiku meminjam laptopku)
Dalam compound sentence, antara satu independent clause dengan yang lain terhubung
oleh conjunction (kata hubung). Selain itu, apa yang disampaikan dalam tiap independent
clause juga harus menunjukkan keterkaitan).
Conjunction
Salah satu kunci dalam compound sentence adalah conjunction. Conjunction terletak di
antara independent clause, yakni setelah independent clause pertama dan sebelum
independent clause kedua. Berikut beberapa conjunction yang bisa digunakan dalam
compound sentence:
a. For
Secara harfiah, for berarti “untuk”. Namun, dalam konteks compound sentences, for
dapat memiliki makna yang sama dengan because, atau alasan. Ketika for digunakan,
independent clause yang kedua dalam kalimat gabungan ini akan menjadi alasan dari
klausa yang pertama. Contoh kalimatnya sebagai berikut:
- She felt cold, for it was raining. (Perempuan itu merasa dingin, karena cuaca sedang
hujan.)
- He brings an umbrella, for it is rainy season (dia (laki-laki) membawa payung, karena ini
musim penghujan)
b. And
Konjungsi and adalah konjungsi yang paling sering digunakan di dalam kalimat. Fungsi
dari konjungsi ini beragam. Yaitu dapat menjadi penghubung klausa yang nilainya setara,
menjadi penanda bahwa klausa yang kedua terjadi setelah klausa yang pertama, dan
klausa yang kedua menjadi hasil dari klausa pertama. Perhatikan contoh-contoh di bawah
ini:
- Penghubung klausa nilai setara: Yogyakarta is in Central Java, and Bandung is in West
Java. (Yogyakarta ada di Jawa Tengah dan Bandung ada di Jawa Barat.)
- Penanda klausa kedua terjadi setelah klausa pertama: There was an earthquake, and the
houses were destroyed. (Terjadi sebuah gempa bumi, dan rumah-rumah telah hancur.)
- Klausa kedua hasil dari klausa pertama: He slept after midnight, and the following day he
felt sick. (Dia tidur setelah tengah malam, dan keesokan harinya dia merasa sakit.)
c. Nor
Kata hubung nor digunakan dalam compound sentences ketika klausa pertamanya
menggunakan kata negatif neither atau never. Dalam konteks ini, kedua klausa pada
sebuah compound sentence adalah tidak benar atau tidak terjadi. Contoh kalimatnya
adalah sebagai berikut:
She can’t wistle, nor can she sing. (Perempuan itu tidak bisa bersiul atau juga tidak bisa
bernyanyi.)
Pada klausa kedua, terdapat inversion atau pergantian posisi antara subject dengan
auxiliary verb (kata kerja bantu): can ditulis sebelum she.
d. But
Penggunaan konjungsi but dalam sebuah compound sentence harus disesuaikan dengan
keadaan klausa pertama sifatnya kontras dengan klausa kedua. Misalnya seperti pada
kalimat berikut:
- John ran fast, but he couldn’t catch the bus. (John berlari cepat, tapi ia tidak dapat
mengejar bus itu.)
- They don’t want a bad score, but they don’t study (Mereka tidak ingin mendapatkan nilai
yang buruk, tetapi mereka tidak belajar)
e. Or
Konjungsi or digunakan ketika menggabungkan dua klausa alternatif. Contohnya sebagai
berikut:
- Will Andrew swim, or will Henry swim? (Akankah Andrew berenang, atau Henry
berenang?)
- You can watch a movie, or you can listen to a song (Kamu bisa menonton film, atau
kamu bisa mendengarkan lagu)
f. Yet
This conjunction has the similar meaning as the conjunction ‘but’. Jika diartikan, yet
memiliki makna sebagai “tapi di waktu yang bersamaan”, “namun demikian”, dan “tapi
terlepas dari ini.” Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
I have lived in Bandung my entire life, yet I never knew all the places in this city. (Aku
telah hidup di Bandung seumur hidupku, tapi aku tidak pernah hapal semua tempat di
kota ini.)
g. So
Meskipun secara harfiah konjungsi so berarti “juga”, dalam konteks compound sentences,
so dapat bermakna sebagai “karena itu” atau “dan untuk alasan ini.” Berikut adalah
contohnya:
- Jack was feeling sick, so he was absent today. (Jack merasa sakit, karena itu ia tidak hadir
hari ini.)
- James works very hard, so James wins the competition (James bekerja sangat keras, jadi
James memenangkan kompetisi)
3. Complex Sentence
Kalimat kompleks terdiri dari dua atau lebih klausa, yang berarti terdiri dari dua atau
lebih subjek dan predikat. Terdapat dua jenis klausa dalam kalimat kompleks, yaitu
independent clause (klausa independen) yang bisa berdiri sendiri sebagai kalimat
terpisah, dan dependent clause (klausa dependen) yang tidak bisa berdiri sendiri sebagai
kalimat terpisah. Dependent clause selalu diikuti oleh independent clause yang menjadi
induknya.
- Although it was raining, we decided to go out. (Meskipun hujan, kami memutuskan untuk
keluar.)
Penjelasan: Although it was raining adalah dependent clause, sedangkan we decided to go
out adalah independent clause. Dependent clause tidak bisa berdiri sendiri sebagai
kalimat terpisah, sehingga harus diikuti oleh independent clause.
- She is studying hard because she wants to get a scholarship. (Dia belajar keras karena
ingin mendapatkan beasiswa.)
Penjelasan: She is studying hard adalah independent clause, sedangkan because she wants
to get a scholarship adalah dependent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.
- After we finished the movie, we went to get some food. (Setelah menonton film, kami
pergi untuk membeli makanan.)
Penjelasan: After we finished the movie adalah dependent clause, sedangkan we went to
get some food adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.
- While I was cooking, he was watching TV. (Saat saya memasak, dia sedang menonton
TV.)
Penjelasan: While I was cooking adalah dependent clause, sedangkan he was watching
TV adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- The book that I read last night was really interesting. (Buku yang saya baca tadi malam
sangat menarik.)
Penjelasan: The book that I read last night adalah dependent clause, sedangkan was really
interesting adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- Because he missed the train, he was late for the meeting. (Karena dia ketinggalan kereta,
dia terlambat untuk rapat.)
Penjelasan: Because he missed the train adalah dependent clause, sedangkan he was late
for the meeting adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.
- He can’t come to the party because he has a prior engagement. (Dia tidak bisa datang ke
pesta karena dia memiliki janji terlebih dahulu.)
Penjelasan: because he has a prior engagement adalah dependent clause, sedangkan He
can’t come to the party adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh
independent clause.
- I will go to the store after I finish my work. (Saya akan pergi ke toko setelah selesai
bekerja.)
Penjelasan: after I finish my work adalah dependent clause, sedangkan I will go to the
store adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- She didn’t buy the dress even though she liked it. (Dia tidak membeli gaun meskipun dia
menyukainya.)
Penjelasan: even though she liked it adalah dependent clause, sedangkan She didn’t buy
the dress adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- The teacher, who is very strict, gave us a lot of homework. (Guru yang sangat ketat
memberi kami banyak PR.)
Penjelasan: who is very strict adalah dependent clause yang digunakan sebagai relative
clause (klausa relatif) yang menjelaskan tentang subjek kalimat, yaitu The teacher.
Kalimat ini juga termasuk dalam kategori kalimat kompleks karena memiliki dua klausa
atau lebih.
- Because of the heavy rain, the road was flooded. (Karena hujan lebat, jalan tergenang air.)
Penjelasan: Because of the heavy rain adalah dependent clause, sedangkan the road was
flooded adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- While she was sleeping, her phone rang several times. (Saat dia sedang tidur, ponselnya
berdering beberapa kali.)
Penjelasan: While she was sleeping adalah dependent clause, sedangkan her phone rang
several times adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.
- If you study hard, you will pass the exam. (Jika kamu belajar keras, kamu akan lulus
ujian.)
Penjelasan: If you study hard adalah dependent clause, sedangkan you will pass the exam
adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- I couldn’t find my keys because I misplaced them. (Saya tidak bisa menemukan kunci-
kunci saya karena saya meletakkannya di tempat yang salah.)
Penjelasan: because I misplaced them adalah dependent clause, sedangkan I couldn’t find
my keys adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- Mary, who is my best friend, is coming over for dinner. (Mary, yang merupakan sahabat
saya, akan datang untuk makan malam.)
Penjelasan: who is my best friend adalah dependent clause yang digunakan sebagai
relative clause yang menjelaskan tentang subjek kalimat, yaitu Mary. Kalimat ini juga
termasuk dalam kategori kalimat kompleks karena memiliki dua klausa atau lebih.
- We will go to the beach if the weather is good. (Kami akan pergi ke pantai jika cuaca
bagus.)
Penjelasan: if the weather is good adalah dependent clause, sedangkan We will go to the
beach adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
1. Although — meskipun
2. Because — karena
3. Since — karena
4. Even though — meskipun
5. While — sementara
6. After — setelah
7. Before — sebelum
8. Unless — kecuali jika
9. If — jika
10. Whether — apakah
11. However — namun
12. Moreover — selain itu
13. Furthermore — selanjutnya
14. Nevertheless — meskipun demikian
15. In addition — sebagai tambahan
16. Consequently — akibatnya
17. Therefore — oleh karena itu
18. Thus — demikian
19. Hence — oleh karena itu
20. Nonetheless — bagaimanapun juga
Kata-kata penghubung ini digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih klausa dalam
kalimat kompleks, sehingga membentuk hubungan sebab-akibat, kontras, tambahan, dan
sebagainya.
Compound sentence terdiri dari 2 kalimat yang masing-masing adalah independent clause
artinya meskipun di pisah masing-masing memiliki makna.
Complex sentence terdiri dari 2 kalimat yang masing-masing adalah independent clause
dan dependent clause. independent akan tetap memiliki makna jika di pisah, sedangkan
dependent tidak.
Active voice dan passive voice adalah dua bentuk konstruksi kalimat yang digunakan
dalam bahasa Inggris. Dalam active voice, subjek melakukan tindakan pada objek,
sementara dalam passive voice, objek menerima tindakan dari subjek. Active voice
(kalimat aktif) adalah kalimat yang menggunakan kata kerja berarti melakukan (me-..).
sedangkan passive voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang menggunakan kata kerja
berarti dikenai tindakan atau pekerjaan (di-/ter-…).
Modal
Contoh kalimat dalam active voice:
I ate the pizza. (Saya makan pizza)
She sings a song. (Dia menyanyikan sebuah lagu)
He writes a letter. (Dia menulis surat)
They built a house. (Mereka membangun sebuah rumah)
The dog chased the cat. (Anjing mengejar kucing)
My mother made a cake. (Ibu saya membuat kue)
The teacher explains the lesson. (Guru menjelaskan pelajaran)
The children are playing in the park. (Anak-anak bermain di taman)
The company produces new products. (Perusahaan menghasilkan produk-produk baru)
The student reads the book. (Siswa membaca buku)
The mechanic fixed the car. (Mekanik memperbaiki mobil)
She teaches English. (Dia mengajar bahasa Inggris)
He loves his job. (Dia menyukai pekerjaannya)
The students completed the assignment. (Siswa menyelesaikan tugas)
The chef cooked the meal. (Koki memasak hidangan)
The company launched a new campaign. (Perusahaan meluncurkan kampanye baru)
They designed a new logo. (Mereka mendesain logo baru)
The teacher gave a quiz. (Guru memberikan kuis)
The artist painted a beautiful picture. (Seniman melukis gambar yang indah)
The doctor examined the patient. (Dokter memeriksa pasien)
Perlu dicatat bahwa penggunaan active atau passive voice tergantung pada konteks dan
tujuan penulisan. Active voice lebih sering digunakan karena lebih langsung dan mudah
dipahami, sedangkan passive voice sering digunakan ketika objek lebih penting daripada
subjek atau ketika penulis ingin meminimalkan peran subjek dalam kalimat.
T. Sentence Fragments
Sentence fragment adalah sebuah rangkaian kata-kata atau frasa yang tidak membentuk
sebuah kalimat lengkap. Sentence fragment tidak mengandung subjek dan predikat yang
lengkap dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat yang bermakna. Cara
mengidentifikasi sentence fragments biasanya berupa frasa atau hanya memiliki satu
dependent clause (subordinate clause). Dependent clause/subordinate clause = kumpulan
kata yang terdiri dari subjek dan predikat tetapu tidak bisa menjadi kalimat utuh.
Seringnya dependent clause ditandai denan subordinating conjuction.
Expressing Complete Thought
Jika sentence When I went to Bali last month to do research (Ketika saya
fragment adalah pergi ke Bali bulan lalu untuk melakukan penelitian) =
dependent clause Sentence Fragment
I went to Bali last mont to do research (Saya pergi ke Bali
bulan lalu untuk melakukan penelitian)
When I went to Bali last month, I did research (Ketika saya
pergi ke Bali bulan lalu, saya melakukan penelitian)
Sentence fragmet A story with deep thoughts and emotions (Sebuah cerita dengan
yang tidak pemikiran dan emosi yang mendalam) = Statement Fragment
mempunyai predikat He told a story with deep thoughts and emotions (Dia
(verb) menceritakan sebuah kisah dengan pemikiran dan emosi
yang dalam)
A story with deep thoughts and emotions is interesting
(Sebuah cerita dengan pemikiran dan emosi yang dalam
memang menarik)
Sentence fragment My sister cooked a birthday cake. Made that cake delicious. =
yang tidak Sentence Fragment
mempunyai pelaku My sister cooked a birthday cake. She made that cake
(subject) delicious
Untuk membuat sebuah kalimat yang lengkap dan bermakna, diperlukan subjek dan
predikat yang lengkap serta klausa utama yang memadai.
Transitional Devices
Traditional sentence adalah kata atau frasa yang berfungsi untuk menghubungkan
kalimat-kalimat dan paragraf. Selain itu, dapat mengurangi kesalapahaman ketika
membaca sebuah teks.
Contoh:
The first step, we should pour the water into the glass. Next, we pour the sugar into it.
Finally we can stir them together. (Langkah pertama, kita harus menuangkan air ke dalam
gelas. Selanjutnya, kita tuangkan gula ke dalamnya. Akhirnya kita bisa menyatukan
mereka bersams.)
Contoh :
The Counselor has agreed about the decision, on the other hand, the governor hasn’t.
(Konselor telah menyetujui keputusan tersebut, di sisi lain gubernur belum.)
3. Transitional devices: to prove (untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu)
Because For Since For the same reason
Obviously Evidently Furthermore Moreover
Besides Indeed In fact In addition
In any case That is
Contoh :
She told me that she can’t attend the party because she is sick, but in fact she is just too
lazy to get out of bed. (Dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak dapat menghadiri
pesta karena dia sakit, tetapi sebenarnya dia terlalu malas untuk bangun dari tempat
tidur.)
Contoh :
Sometimes he came here, but only once in a while. He still works at the office until 7PM.
(Terkadang dia datang ke sini, tapi hanya sesekali. Dia masih bekerja di kantor sampai
jam 7 malam.)
Contoh:
The nurse immediately takes care of his wound, but soon after that he passed way.
(Perawat segera merawat lukanya, tetapi segera setelah itu dia meninggal.)
Contoh:
As I have said in the previous meeting, we haven’t seen the detective since October, but
as has been noted, we surely will find him soon. (Seperti yang telah saya katakan di
pertemuan sebelumnya, kami belum melihat detektif itu sejak Oktober, tetapi seperti yang
telah dicatat, kami pasti akan segera menemukannya.)
Contoh:
A : “ She definitely will be the prom queen, as we see her extremely gorgeous gown in
the ball.” ("Dia pasti akan menjadi ratu pesta prom, seperti yang kita lihat gaunnya yang
sangat cantik di pesta dansa.”)
B: “ Obviously, she is always been so stunning.” (“Jelas, dia selalu sangat memukau.”)
Contoh :
Soon as she arrives, we will serve her with the finest dinner. After that, we will watch
movie together in the living room, next we go to bed, and finally we will go to the park
tomorrow morning. (Segera setelah dia tiba, kami akan menyajikannya dengan makan
malam terbaik. Setelah itu, kita akan menonton film bersama di ruang tamu, selanjutnya
kita tidur, dan terakhir kita akan pergi ke taman besok pagi.)
Contoh:
In this situation, we can only hope to God that He will guide your missing brother come.
(Dalam situasi ini, kita hanya bisa berharap kepada Tuhan bahwa Dia akan membimbing
saudaramu yang hilang datang.)
Contoh:
As a result of the experiment, we can conclude that by watching movie without any
subtitle can increase the ability to listening native speaker better. (Sebagai hasil dari
percobaan, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan menonton film tanpa subtitle apapun
dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan native speaker dengan lebih baik.)
11. Transitional devices: to show cause & effect (untuk menunjukkan penyebab dan efek)
Because Therefore
For that reason Consequently
On account of Accordingly
Since Thus
Hence
As a result
Contoh :
Anne is sick, and for that reason, she cannot be here today to attend the competition she’d
been prepared for three months. (Anne sakit, dan karena alasan itu, dia tidak bisa berada
di sini hari ini untuk menghadiri kompetisi yang telah dia persiapkan selama tiga bulan.)
U. Writing Strategies
Writing strategies adalah teknik dan pendekatan yang digunakan untuk membantu
seseorang mengembangkan keterampilan menulis dan meningkatkan kualitas tulisannya.
Writing strategies mencakup berbagai taktik yang dapat digunakan untuk merencanakan,
menulis, dan merevisi sebuah tulisan.
Writing strategies untuk artikel atau essay dalam bahasa Inggris dapat mencakup
beberapa tahap, yaitu persiapan sebelum menulis, proses menulis, dan proses editing.
3. Proses editing:
- Proofread: Mengecek ejaan, tata bahasa, dan kesalahan-kesalahan kecil lainnya.
- Coherence: Mengecek konsistensi tulisan dan memastikan tulisan memiliki alur yang
logis dan jelas.
- Revise: Merevisi tulisan secara keseluruhan untuk memperbaiki bagian-bagian yang
tidak jelas atau kurang sesuai.
Breakdown:
- Topik: Global warming.
- Main point: Global warming is a serious issue that affects the entire planet.
- Supporting point 2: This increase in greenhouse gases is mainly due to human activities
such as burning fossil fuels and deforestation.
- Supporting point 3: The effects of global warming are becoming more apparent every
year, with rising temperatures, melting ice caps, and more frequent natural disasters.
Dalam contoh di atas, terlihat bahwa paragraf tersebut memiliki satu topik utama yaitu
global warming, yang dijelaskan dengan tiga poin pendukung. Setiap poin pendukung
tersebut dijelaskan dengan lebih detail, sehingga membantu membentuk sebuah paragraf
yang koheren dan jelas. Proses editing juga dapat dilakukan untuk memperbaiki
kesalahan tata bahasa dan memastikan alur tulisan yang logis dan mudah dipahami oleh
pembaca.
Contoh 2:
Paragraf:
Obesity is a growing problem in many countries, and it has a negative impact on people’s
health. The main cause of obesity is a sedentary lifestyle and poor dietary choices. People
who lead sedentary lifestyles tend to have slower metabolisms, which means that their
bodies burn fewer calories. Additionally, many people consume too many high-calorie
foods, such as fast food and sugary drinks, which can contribute to weight gain. In order
to address the issue of obesity, individuals need to adopt healthier habits, such as regular
exercise and a balanced diet.
Breakdown:
Topik: Obesity
Main point: Obesity has a negative impact on people’s health.
Supporting points:
1. The main cause of obesity is a sedentary lifestyle and poor dietary choices.
2. Sedentary lifestyles lead to slower metabolisms and fewer calories burned.
3. Consuming too many high-calorie foods contributes to weight gain.
4. To address the issue of obesity, individuals need to adopt healthier habits, such as regular
exercise and a balanced diet.
Topik dari paragraf tersebut adalah obesitas, dan main point dari paragraf tersebut
adalah bahwa obesitas memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia. Supporting
points dari paragraf tersebut mencakup beberapa faktor penyebab obesitas, seperti gaya
hidup yang kurang aktif, pilihan makanan yang tidak sehat, dan pola makan yang tidak
seimbang. Selain itu, paragraf tersebut juga memberikan solusi untuk mengatasi
masalah obesitas, yaitu dengan mengadopsi kebiasaan hidup sehat seperti berolahraga
secara teratur dan pola makan yang seimbang. Dengan demikian, paragraf tersebut
terstruktur dengan baik dan memiliki fokus yang jelas pada topik dan main point yang
dijelaskan.
Contoh 3:
Paragraf:
I love spending time in the park. The fresh air and greenery help me to relax and
recharge. In addition, I enjoy watching the people and pets in the park. I especially like
observing the dogs playing fetch or running around with their owners. Overall, the park is
a wonderful place to spend a few hours.
Breakdown:
Topik: Kegemaran saya menghabiskan waktu di taman (My love of spending time in the
park)
Main point: Taman membantu saya untuk bersantai dan mengisi ulang energi (The park
helps me to relax and recharge)
Supporting points:
1. Udara segar dan hijaunya taman membantu saya untuk bersantai (The fresh air and
greenery help me to relax)
2. Menonton orang dan hewan peliharaan di taman menjadi kegiatan yang saya nikmati (I
enjoy watching the people and pets in the park)
3. Saya sangat menyukai melihat anjing bermain atau berlari dengan pemiliknya (I
especially like observing the dogs playing fetch or running around with their owners)
Paragraf tersebut memiliki topik tentang kegemaran penulis yaitu menghabiskan waktu
di taman. Main point dari paragraf tersebut adalah bahwa taman membantu penulis
untuk bersantai dan mengisi ulang energi. Supporting points-nya adalah udara segar
dan hijaunya taman yang membantu penulis untuk bersantai, kegiatan menonton orang
dan hewan peliharaan yang menjadi kegemaran penulis, dan melihat anjing bermain
atau berlari dengan pemiliknya yang menjadi aktivitas yang disukai penulis di taman.
Dari contoh paragraf di atas, dapat dilihat bahwa sebuah paragraf biasanya terdiri dari
topik, main point, dan beberapa supporting points yang dapat membantu membuktikan
atau menjelaskan main point. Topik paragraf memberikan gambaran tentang apa yang
akan dibahas dalam paragraf tersebut, sedangkan main point adalah ide pokok dari
paragraf yang akan disupport oleh supporting points. Supporting points dapat berupa
contoh, ilustrasi, atau penjelasan yang dapat membantu pembaca untuk memahami ide
yang dijelaskan dalam paragraf.
V. Professional Writing
Professional writing adalah gaya penulisan yang digunakan dalam lingkungan kerja, yang
mencakup email, surat bisnis, laporan, proposal, dan dokumen-dokumen resmi lainnya.
Berikut adalah beberapa strategi, tips, do dan dont yang dapat membantu dalam menulis
professional writing:
1. Strategi:
- Tentukan tujuan dan target pembaca: Sebelum menulis, pastikan bahwa Anda memiliki
pemahaman yang jelas tentang tujuan tulisan dan siapa yang akan membacanya.
- Rencanakan tulisan dengan baik: Lakukan riset dan buatlah outline untuk memastikan
tulisan memiliki struktur yang jelas dan mudah diikuti.
- Gunakan gaya penulisan yang sesuai: Sesuaikan gaya penulisan Anda dengan jenis
dokumen dan pembaca yang akan menerimanya.
- Periksa dan edit tulisan: Lakukan proses revisi dan editing untuk memastikan tulisan
bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan.
2. Tips dan Do’s:
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami: Hindari penggunaan kata-kata yang
terlalu formal atau sulit dipahami oleh pembaca.
- Gunakan bahasa yang profesional: Hindari penggunaan bahasa yang terlalu informal
atau terlalu santai.
- Gunakan format dan struktur yang sesuai: Sesuaikan format dan struktur tulisan dengan
jenis dokumen yang dibuat.
- Sertakan informasi yang relevan: Pastikan setiap informasi yang disertakan relevan
dengan topik dan tujuan tulisan.
3. Don’ts:
- Hindari penggunaan kata-kata slang atau kata-kata kasar.
- Hindari penggunaan kata-kata atau frasa yang ambigu atau tidak jelas artinya.
- Hindari penggunaan terlalu banyak kata-kata yang merujuk pada diri sendiri.
Beberapa diksi yang sebaiknya diganti atau dihindari dalam menulis professional writing
adalah kata-kata slang, kata-kata kasar, kata-kata yang ambigu atau tidak jelas artinya,
dan kata-kata atau frasa yang terlalu informal. Diksi yang sebaiknya digunakan dalam
menulis professional writing adalah kata-kata yang jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh
pembaca.
Contoh kata yang harus diganti atau dihindari dalam menulis professional writing:
1. Slang atau bahasa gaul, seperti “gonna” (going to), “wanna” (want to), dan “ain’t” (am
not, is not, are not).
2. Kata-kata yang tidak spesifik atau ambigu, seperti “thing”, “stuff”, atau “kind of”.
3. Kata-kata yang berlebihan atau tidak perlu, seperti “very” atau “really”.
4. Kata-kata atau frasa yang terlalu informal, seperti “Hey!” atau “Bye-bye!”.
5. Istilah atau frasa teknis yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu, kecuali jika itu
memang sangat relevan untuk konteks tulisan.
Contoh kata-kata lain yang perlu dihindari atau diganti dalam menulis professional
writing adalah:
1. Gonna (going to)
6. Thing
7. Stuff
8. Very
9. Really
10. Hey!
11. Bye-bye!
12. Yup
13. Nope
14. Gosh
15. Crap
I hope this email finds you well. I am writing to request a meeting with you to discuss the
upcoming project. I am available on Wednesday or Thursday next week. Would it be
possible to schedule a meeting at your convenience?
Thank you for your time and I look forward to hearing from you.
Penjelasan: Email di atas memiliki subject yang jelas dan singkat, dimulai dengan salam
yang sopan, dan dilanjutkan dengan pengenalan topik email. Penggunaan bahasa yang
sopan dan jelas membuat email ini mudah dimengerti dan menghindari kesalahpahaman.
Jane Doe juga memperlihatkan kesediaannya untuk menyesuaikan jadwalnya dengan
kebutuhan Mr. Johnson, sehingga membuat email ini terdengar ramah dan sopan.
Contoh 2:
I hope this email finds you well. I am writing to follow up on our previous conversation
regarding the project deadline. As per our agreement, the deadline is set for next Friday,
June 4th. I wanted to confirm that we are still on track to meet this deadline, and if there
are any concerns or issues that have come up, please let me know as soon as possible so
that we can address them promptly.
Thank you for your attention to this matter. I look forward to hearing back from you.
Penjelasan: Contoh email di atas mengikuti format standar email profesional yang
dimulai dengan salam pembuka, isi pesan, dan salam penutup. Isi pesan jelas dan
langsung terkait dengan topik pembicaraan. Kalimat-kalimatnya singkat dan jelas, serta
menggunakan bahasa yang sopan dan profesional.
Subject: Meeting
Hey,
Regards, Jane
Penjelasan: Email ini memiliki subject yang terlalu singkat dan tidak jelas, tidak diawali
dengan salam yang sopan, dan isi pesannya juga terlalu langsung tanpa memberikan
pengenalan topik yang jelas. Selain itu, bahasa yang digunakan terlalu informal dan tidak
sesuai dengan konteks email yang bersifat professional. Kekurangan-kekurangan ini
dapat membuat email terkesan tidak sopan dan kurang profesional, sehingga dapat
mempengaruhi respon yang akan diterima dari penerima email.
Contoh 2:
Hey dude,
What’s up? Just wanted to check in about the project. We need to get it done ASAP, so
make sure you get on it. And let me know when it’s done.
Penjelasan: Contoh email di atas tidak mengikuti format standar email profesional dan
terkesan terlalu informal. Bahasa yang digunakan juga tidak sopan dan tidak sesuai
dengan lingkungan kerja. Isi pesan tidak jelas dan tidak langsung terkait dengan topik
pembicaraan, serta tidak memberikan detail yang cukup tentang apa yang perlu
dilakukan. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman antara
penerima email dengan pengirimnya.