0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan91 halaman

Materi Basic English

Materi basic english
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan91 halaman

Materi Basic English

Materi basic english
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC ENGLISH

A. Part of Speech Introduction

Part of speech adalah kategori kata dalam bahasa Inggris yang menentukan fungsinya
dalam kalimat. Terdapat 9 jenis part of speech, yaitu:

1. Noun (kata benda) — kata yang menyatakan orang, tempat, benda atau ide. Semua
yang ada di kehidupan kita itu disebut kata benda. Contohnya: cat, water, land, tree,
book, love, bag, hospital, Suzie, tiger, democracy, dan lain-lain.
Proper Merujuk pada noun yang lebih spesifik (menyebutkan nama/fokus
pada satu individu)
Contoh : Miss Istik, Bob, Bali, Antartica, My shoes, etc
Common Merujuk pada noun yang masih umum (tidak spesifik)
Contoh : Teacher, Island, Ocean, Station, Bag, etc
Singular Noun yang berjumlah satu (tunggal)
Contoh : A book, An appke, etc
Plural Noun yang memiliki jumlah lebih dari satu (jamak)
Contoh : Many books, two pens, etc
Countable Noun yang dapat dihitung
Contoh : Book, pencil, chair, etc
Uncountable Noun ynag tidak dapat dihitung
Contoh : Money, oil, water, oxygen, etc

Contoh kalimat:

- Saya membeli sebuah kucing.


(I bought a cat)

2. Pronoun (kata ganti) — kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda)
guna untuk membuat kalimat lebih efisien dan menhindari pengulangan kata.
Contohnya: he, she, they.
Subject Object Possessive Possessive Reflexive
Pronoun Pronoun Adjective Pronoun Pronoun
1st person I me My mine Myself
2nd person You your Your yours Yourself
3rd person He him His his Himself
(male)
3rd person She her Her hers Herself
(female)
3rd thing It it Its its Itself
1st person We us Our ours Ourselves
(plural)
2nd person You you Your Yours Yourselves
(plural)
3rd person They them Their Theirs themselves
& thing
(plural)

Contoh kalimat:

- Dia sedang bermain bola.


(He is playing soccer)

Aturan Penggunaan: Pronoun digunakan untuk menggantikan kata benda atau kata ganti
lainnya.

3. Verb (kata kerja) — kata yang menyatakan tindakan atau keadaan dalam kalimat dan
semua bentuk kegiatan. Contohnya: run, eat, sleep, study, watch, look, go.

Contoh kalimat:

- Saya menyapu lantai.


(I sweep the floor)

Aturan Penggunaan: Verb menggambarkan tindakan atau keadaan.

4. Adjective (kata sifat) — kata yang digunakan untuk mendeskripsikan noun (kata
benda) dan pronoun (kata ganti). Contohnya: beautiful, tall, happy, expensive,
awesome, spectacular,etc.

Contoh kalimat:

- Bunga itu sangat cantik.


(The flower is very beautiful).

Aturan Penggunaan: Adjective digunakan untuk menggambarkan sifat atau karakteristik


suatu benda atau konsep.

5. Adverb (kata keterangan) — kata yang digunakan untuk menjelaskan verb (kata
kerja). Kata keterangan merupakan suatu kata yang dapat menerangkan tentang
keadaan, tempat, waktu, dan cara dalam suatu ide atau kalimat . Contohnya: quickly,
very, carefully.
Time Adverb (Kata keterangan waktu) Already, lately, still, tomorrow, early,
now, soon, yesterday, etc
Place Adverb (Kata keterangan tempat) Nearby, there, upstairs, etc
Manner Adverb (Kata keterangan cara) Carefully, quickly, quietly, loudly, etc
Degree Adverb (Kata keterangan Absolutely, enough, pretty, rather, too,
tingkatan atau menerangkan seberapa very, lots, etc
banyak, sejauh mana, atau pada tingkat
apa sesuatu terjadi)
Focusing Adverb (Kata keterangan Generally, simply, also, only, just,
dipakai untuk menunjukkan bahwa apa especially, etc
atau sesuatu yang dibahas terbatas pada
yang sudah difokuskan di dalam
kalimat)

Contoh kalimat:

- Dia berlari dengan cepat.


(He runs quickly).

Aturan Penggunaan: Adverb digunakan untuk menggambarkan bagaimana, kapan, atau


seberapa sering suatu tindakan dilakukan.

6. Preposition (kata depan) — kata yang digunakan untuk menunjukkan


hubungan/posisi antara noun (kata benda) dengan kata lain dalam kalimat. Biasanya
preposition (kata depan) ini diikuti oleh noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).
Contohnya: in, on, at, about, before, after, between, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

- Buku itu ada di atas meja.


(The book is on the table).

Aturan Penggunaan: Preposition digunakan untuk menghubungkan kata-kata dalam


kalimat dan menunjukkan hubungan/posisi antara kata-kata tersebut.

7. Conjunction (kata hubung) — kata yang digunakan untuk menghubungkan kata,


frasa, atau klausa dalam kalimat. Contohnya: and, but, or.
Coordinating Conjuction For, and, nor, but, or, so, yet
Subordinating Conjuction After, although, unless, because, if, as,
as if, before, even if, even though, in
order to, since, though, until, whatever,
when, whenever, whether, while.
Correlative Conjuction Not only…but also, neither …. Nor,
either… or, both ….. and
Contoh kalimat:

- Saya suka makan ayam dan nasi.


(I like to eat chicken and rice).

Aturan Penggunaan: Conjunction digunakan untuk menghubungkan frasa atau kata.

8. Interjection (kata seru) — kata yang digunakan untuk menyatakan perasaan atau
emosi. Selain itu, juga digunakan untuk melambangkan tiruan. Contohnya: wow, oh,
oops, oh no!, never!, fantastic, ah!

Contoh kalimat:

- Aduh, sakit sekali!


(Ow, that hurts!)

Aturan Penggunaan: Interjection digunakan untuk menyatakan emosi atau perasaan yang
kuat.

9. Determiner (kata sandang) adalah kata imbuhan yang terletak sebelum kata benda
untuk memperjelas kata benda.

Article Indefinite article/artikel pasti = a,an


Definite article/artikel tidak pasti = the
Quantifier (kata Kata sandang yang menentukan jumlah
pembilang) Contoh : much, a little, a bit (of), a great
deal of, a few, many, a lot of, most, some,
any, enough.
Demonstrative (kata Kata sandang yang mendeskripsikan posisi
tunjuk) dari sebuah benda.
Contoh : this, that, these, and, those
Number Cardinal : one, two, three, etc
Ordinal : first, second, third, etc

Penggunaan Part of Speech

1. The airplane is containing two hundred and seventy passengers.


2. Each employee was given a raise in salary.
3. After the rain was over the sun came out again.
4. The time is passing quickly, yet I have not completed the assignment.
5. It is mixture of sugar and salt.
6. The state of Colorado claims forty-eight of these tall mountains

B. Types of Verbs

Types of Verbs atau jenis-jenis kata kerja dapat dibagi menjadi tiga yaitu action verbs,
verbs of being, dan verb phrases.

1. Action Verbs (Kata Kerja Tindakan)


Action verbs atau kata kerja tindakan adalah jenis kata kerja yang menggambarkan
sebuah tindakan atau kegiatan yang kita lakukan seperti belajar, makan dan tidur.

Contoh Kata: write, eat, sleep, run, jump, sit, stand, study, drink, get, take, put, push, pull,
play, ride, drive, etc.

Contoh:

- Saya menulis di buku. (Indonesia)


- I write in the book. (Inggris)

Pada contoh di atas, “menulis” dan “write” adalah action verbs karena menggambarkan
sebuah tindakan.

Aturan Penggunaan: Action verbs digunakan untuk menggambarkan tindakan atau


aktivitas yang dilakukan.

Contoh lainnya:

- Dia bermain gitar dengan baik: She plays guitar well.


- Anjing itu menggonggong keras: The dog barks loudly.
- Ayah memasak makanan enak di dapur: Dad cooks delicious food in the kitchen.
- Saya menulis surat untuk sahabat saya: I write a letter to my friend.
- Anak-anak itu melompat-lompat dengan gembira: The children jump happily.
- Robert menyanyikan lagu ketika dia mandi kemarin. Robert sang song when he took
a shower yesterday.

2. Verbs of Being (Kata Kerja Kondisi)


Verbs of being atau kata kerja kondisi adalah jenis kata kerja yang menggambarkan
keadaan atau kondisi dari suatu benda atau orang. Kata kerja yang mendefinisikan
tentang siapa atau apa terhadap suatu benda (noun). Selain itu, juga bisa digunakan untuk
menyatakan waktu atau tempat. Kata kerja ini tidak merujuk pada sebuah tindakan
(action)
Contoh Kata: am, is, are, was, were, will be, being, been, become, seem, appear, feel,
look, became.

Contoh:

- Saya sedang lapar. (Indonesia)


- I am hungry. (Inggris)

Pada contoh di atas, “sedang” dan “am” adalah verbs of being karena menggambarkan
keadaan atau kondisi. Verbs of being digunakan untuk menggambarkan keberadaan atau
keadaan suatu benda atau orang.

Contoh lainnya:

- Dia adalah teman saya: She is my friend.


- Ayah saya merasa senang hari ini: My dad feels happy today.
- Mereka sudah tiba di rumah: They have arrived at home.
- Kamu terlihat cantik hari ini: You look beautiful today.
- Pamanku dan istrinya akan menjadi orang tua untuk bayinya minggu depan: My
uncle and his wife will be parent for their baby next week.
- Kamu dan aku masih anak-anak dulu: You and I were kids.
- Guru matematikaku terlihat ramah: My math teacher looks friendly.
- Lumba-lumba muncul di atas air: The dolphins appear on the water

3. Verb Phrases (Frasa Kata Kerja)


Verb phrases atau frasa kata kerja adalah gabungan dari dua atau lebih kata kerja yang
digunakan untuk menggambarkan sebuah tindakan atau kejadian. Kata kerja yang terdiri
dari helping verb (auxiliary verb) dan main verb atau modal dan main verb. Contoh
helping verb yaitu is, am, are, do, does, did, have, has, had. Modal verb terdiri dari can,
could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to.

Contoh:

- Saya ingin makan pizza. (Indonesia)


- I want to eat pizza. (Inggris)

Pada contoh di atas, “ingin” dan “want to” adalah verb phrases karena merupakan
gabungan dari dua kata kerja yang menggambarkan sebuah tindakan.

Aturan Penggunaan:
- Verb phrases adalah gabungan dari dua atau lebih kata kerja untuk membentuk arti yang
lebih spesifik.

Contoh lainnya:

- Dia mulai belajar bahasa Inggris: She starts to learn English.


- Kami harus menyelesaikan tugas ini malam ini: We have to finish this task tonight.
- Saya sedang mencoba untuk mengatur jadwal belajar: I am trying to schedule my
study time.
- Ibu sedang memasak makanan untuk kita: Mom is cooking food for us.
- Dia sedang mencari kunci mobilnya yang hilang: She is searching for her lost car
key.
- Aku sedang mengemudi kemarin malam: I was driving last night.

C. Types of Nouns

Nomina atau kata benda dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya,
yaitu:

1. Common Nouns (Nomina Umum)


Nomina umum atau umumnya disebut dengan kata benda biasa, merujuk pada benda atau
makhluk yang umum dan tidak spesifik. Biasanya untuk mengatakan kata-kata seperti
macam-macam jenis orang (people), macam-macam binatang (animals), macam-macam
tempat (places), macam-macam benda (things).

Contoh:

- Table (meja)
- Cat (kucing)
- House (rumah)
- Fruit (buah)
- Car (mobil)
- Aunt (Tante)
- Teacher (Guru)
- Beach (Pantai)

Contoh kalimat:
a. I have a book. (Saya memiliki sebuah buku.)
b. The dog chased the cat. (Anjing mengejar kucing.)
c. She is eating an apple. (Dia sedang makan apel.)
d. We need to buy some milk. (Kita perlu membeli susu.)
e. The car is parked outside. (Mobilnya diparkir di luar.)
f. Every child has a dictionary. (Setiap anak memiliki kamu)
2. Proper Nouns (Nomina Khusus)
Nomina khusus merujuk pada benda atau makhluk yang spesifik atau unik dan merujuk
pada sesuatu yang detil. Biasanya untuk emngatakan kata-kata untuk orang, binatang,
tempat, dan benda secara spesifik.
Contoh:

- Indonesia
- Bali
- Agus
- Mona Lisa
- Patrick
- January
- Monday
- Mount Fuji
- Halloween

Contoh kalimat:
a. I am from Indonesia. (Saya berasal dari Indonesia.)
b. Let’s visit the Eiffel Tower. (Mari kita mengunjungi Menara Eiffel.)
c. Her name is Mary. (Namanya Mary.)
d. They went to see the Mona Lisa. (Mereka pergi melihat Mona Lisa.)
e. He is studying at Harvard University. (Dia belajar di Universitas Harvard.)

3. Abstract Nouns (Nomina Abstrak)


Nomina abstrak merujuk pada konsep atau ide yang tidak dapat dilihat atau diraba.

Contoh:

- Love (cinta)
- Happiness (kebahagiaan)
- Wisdom (kebijaksanaan)
- Success (kesuksesan)

Contoh kalimat:

a. Love is a beautiful thing. (Cinta adalah hal yang indah.)


b. The idea of success motivates me. (Pemikiran tentang kesuksesan memotivasi saya.)
c. His wisdom helped us make the right decision. (Kebijaksanaannya membantu kami
membuat keputusan yang tepat.)
d. The happiness on her face was priceless. (Kebahagiaan di wajahnya sangat berharga.
e. Our teamwork resulted in great achievements. (Kerja tim kami menghasilkan pencapaian
yang besar.)

4. Singular dan Plural


Singular merujuk pada satu objek sedangkan plural merujuk pada lebih dari satu objek.
Biasanya, untuk membuat kata benda menjadi plural, ditambahkan “s” pada akhir kata
benda. Namun, ada juga beberapa peraturan khusus yang perlu diikuti.

Contoh:

- Singular: apple (apel)


- Plural: apples (apel-apel)

Penggunaan A/An:
- “A” digunakan untuk mendahului kata benda yang cara bacanya (pronounciation) di
awali dengan konsonan. Contoh: a book, a university, a uniform
- “An” digunakan untuk mendahului kata benda yang cara bacanya diawali dengan huruf
vocal. Contoh: An apple, an hour, an honor, an heir.

Kata pembentuk plural


Diakhiri ch, sh, s, ss, dan x -es Sandwiches, dishes,buses, dresses,
boxes
Diakhiri huruf konsonan -ies Story -> stories
dan y Family -> families
Diakhiri huruf vokal dan y -s Key -> keys
Toy -> toys
Sebagian besar yang Change f to v Leaf -> leaves
diakhiri dengan f Add -es Wolf -> wolves
Beberapa yang diakhiri -s Chef -> chefs
dengan f Roof -> roofs
Beberapa yang diakhiri -s atau -es Scarfs or scarves
dengan f Dwarfs or dwarves
Diakhiri dengan -fe Change f to v Knife -> knives
Add -s Wife -> wives
Sebagian besar yang -s Video -> videos
diakhiri dengan o Zoo-> zoos
Beberapa yang diakhiri -es Tomato -> tomatoes
dengan o Hero -> heroes

Ada beberapa kata benda yang tidak mengikuti aturan penggunaan -s/-es
Singular Plural
Man Men
Woman Women
Child Children
Person People
Mouse Mice
Tooth Teeth
Foot Feet
Goose Geese
Sheep Sheep
Deer Deer
Fish Fish
Aircraft Aircraft
Salmon Salmon

Some nouns are always plural


Trousers Glasses
Shorts Spectacles
Jeans Goggles
Pants Scissors
Tights Binoculars
Pajamas Pliers
Shoes Chopsticks
Sandals Gloves
Slippers Clogs
Boots Socks

Contoh kalimat:
Singular Nouns (Nomina Tunggal):
a. The cat is sleeping. (Kucing itu sedang tidur.)
b. He has a car. (Dia memiliki mobil.)
c. She is wearing a hat. (Dia memakai topi.)
d. The tree is tall. (Pohon itu tinggi.)
e. The computer is new. (Komputernya baru.)

Plural Nouns (Nomina Jamak):


a. The boys are playing soccer. (Anak laki-laki itu bermain sepak bola.)
b. They have two dogs. (Mereka memiliki dua anjing.)
c. We need to buy some chairs. (Kita perlu membeli beberapa kursi.)
d. The houses on this street are all beautiful. (Rumah-rumah di jalan ini semuanya indah.)
e. The cars in the parking lot are all black. (Mobil-mobil di tempat parkir semuanya hitam.)

5. Countable dan Uncountable Nouns


Countable nouns (nomina yang dapat dihitung) merujuk pada benda atau makhluk yang
dapat dihitung dalam jumlah. Sedangkan, uncountable nouns (nomina yang tidak dapat
dihitung) merujuk pada benda atau konsep yang tidak dapat dihitung dalam jumlah.

Contoh Countable Nouns:

- One house (satu rumah)


- Two books (dua buku)
- Three shoes (tiga sepatu)

Contoh Uncountable Nouns:


- One glass of milk
- Two bottles of oils
- Three boils of water

Determiner yang bisa digunakan dengan countable dan uncountable noun


Countable Uncountable
A, an, the, some, any The, some, any
This, that, these, those This, that
None, one, two, three, …. None
Many Much (usually in negatives or questions)
A lot of A lot of
A Large number of, a great number of A large amount of
Few, a few Little, a little
Fewer …. than Less … than
More ….than More …. Than

Contoh kalimat:

Countable Nouns (Nomina yang Dapat Dihitung):


a. He ate three bananas. (Dia makan tiga buah pisang.)
b. She has five friends. (Dia memiliki lima teman.)
c. They bought six tickets. (Mereka membeli enam tiket.)
d. We saw two movies. (Kami menonton dua film.)
e. The store sells different kinds of flowers. (Toko itu menjual berbagai jenis bunga.)

Uncountable Nouns (Nomina yang Tidak Dapat Dihitung):


a. I need some water. (Saya butuh air.)
b. She cooked some rice. (Dia memasak nasi.)
c. He added sugar to his coffee. (Dia menambahkan gula ke kopinya.)
d. We need some air in this room. (Kita butuh udara di ruangan ini.)
e. The beauty of life is indescribable. (Keindahan kehidupan tidak terlukiskan.)
D. Types of Articles

Types of articles adalah kata depan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang
sebuah noun (kata benda) pada suatu kalimat. Artikel digunakan untuk menentukan
identitas dari noun yang digunakan pada suatu kalimat.

1. Indefinite Articles (Kata Depan Tak Tentu):


Indefinite article “a” digunakan untuk mengidentifikasi suatu noun yang tidak spesifik
atau belum pernah disebutkan sebelumnya. Indefinite article merujuk pada pengunaan
a/an untuk tunggal atau some untuk jamak yang berfungsi untuk menunjukkan benda atau
orang yang belum jelas (belum teridentifikasi/belum terspesifikasi/belum disebutkan
sebelumnya). Singkatnya, indefinite article digunakan untuk menunjukkan kata beda
secara umum.

Contoh kalimat:

a. I saw a cat in the garden. (Saya melihat seekor kucing di taman.)


b. He wants to buy a new car. (Dia ingin membeli mobil baru.)
c. She gave me a book to read. (Dia memberi saya sebuah buku untuk dibaca.)
d. He needs a pencil to write. (Dia butuh pensil untuk menulis.)
e. I want to eat a sandwich for lunch. (Saya ingin makan sepotong sandwich untuk
makan siang.)
f. I have some books. (Saya mempunyai beberapa buku)

Kita tidak menggunakan indefinite article untuk:


 Kata benda jamak (books)
 Kata benda yang tidak bisa dihitung (some sugar, some water)
 Sebelum kata sifat yang tidak diikuti kata benda (she is old)

Catatan: Penggunaan A dan An

Artikel “a” dan “an” adalah artikel tak tentu dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menunjukkan objek yang belum dikenal atau spesifik. Artikel “a” digunakan sebelum
kata benda yang diawali dengan konsonan, sementara “an” digunakan sebelum kata
benda yang diawali dengan vokal.

Contoh penggunaan artikel “a”:

I need to buy a new phone. (Saya perlu membeli ponsel baru.)


She is a doctor. (Dia seorang dokter.)
He is eating a sandwich. (Dia sedang makan sandwich.)
Contoh penggunaan artikel “an”:
I need to buy an apple. (Saya perlu membeli apel.)
She is an actress. (Dia seorang aktris.)
He is drinking an iced tea. (Dia sedang minum teh dingin.)
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan artikel “a” dan “an” juga dipengaruhi oleh suara
awal pada kata tersebut. Misalnya, jika kata benda diawali dengan huruf “h” yang tidak
terdengar, maka artikel “an” dapat digunakan.

Contoh:
He is an honorable man. (Dia seorang pria yang terhormat.)

2. Definite Articles (Kata Depan Tertentu):

Definite article “the” digunakan untuk mengidentifikasi suatu noun yang spesifik atau
sudah pernah disebutkan sebelumnya. Definite article merujuk pada penggunaan “the”
yang berfungsi untuk menunjukkan suatu benda atau seseorang yang unik atau sudah
jelas (sudah disebutkan sebelumnya).

Contoh kalimat:

a. The cat that I saw in the garden was black. (Kucing yang saya lihat di taman itu
berwarna hitam.)
b. He wants to buy the new car that was advertised on TV. (Dia ingin membeli mobil
baru yang diiklankan di TV.)
c. She gave me the book that she borrowed from the library. (Dia memberi saya buku
yang dipinjamnya dari perpustakaan.)
d. The pencil on the table is mine. (Pensil di atas meja itu milik saya.)
e. I want to eat the sandwich that I made yesterday. (Saya ingin makan sandwich yang
saya buat kemarin.)

Kapan menggunakan “the”?

Use with “the” Don’t use with “the”


Oceans, rivers, seas, gulfs, plural lakes Singular lakes
(the Red Sea, the Atlantic Ocean, the (Lake Geneva, Lake Erie)
Persian gulf, The Great Lakes)
Mountains (Pegunungan) Mounts (Gunung)
(the Rocky Mountains, the Andes) (Mount Vesuvius, Mount McKinley)
Earth, moon Planets, constellations
(the earth, the moon) (venus, mars, orion)
Schools, colleges, universities yang Schools, colleges, universities yang
diawali dengan kata yang merujuk pada diawali dengan nama instansi
instansi pendidikan pendidikannya.
(The University of Florida, the College (Santa Fe Community College, Stetson
of Arts and sciences) University)
Ordinal numbers sebelum kata benda Cardinal number setelah kata benda
(the First World War, The Third Chapter) (World War One, Chapter Three)
Wars selain perang dunia Negara yang diawali dengan New atau
(the Crimean War, the Korean War) kata sifat berupa petunjuk arah
(New Zealand, South Africa, North
Korea)
Negara-negara tertentu atau kumpulan Negara yang hanya terdiri dari satu kata
negara yang lebih dari satu kata kecuali (Indonesia, France, Sweden)
Great Britain
(the United States, the United Kingdom,
the Central African Republic)
Historical document Negara baggian
(the Constitution, the Magna Carta) (Ohio, California, Florida)
Kumpulan suku Olahraga
(the Indians, the Aztecs) (baseball, basketball)
Kata benda abstrak
(freedom, happiness)
Mata pelajaran
(mathematics, sociology)
Liburan
(Christmas, Thanksgiving)

3. Zero Articles (Tanpa Kata Depan):

Zero articles digunakan ketika noun yang digunakan pada suatu kalimat tidak
memerlukan kata depan. Zero article (tidak menggunakan artikel) digunakan untuk:
a. Kata benda yang tidak bisa dihitung dan kata benda jamak ketika digunakan untuk
menunjukkan ke-umuman (ketidak-khususan). Contoh: children
b. Kata benda yang menyebutkan nama (proper nouns).
c. Orang-orang, tempat, institusi seperti lakes, mountains, islands, streetss, parks,
universities, hospital, dll.
d. Nama hari, nama bulan, nama liburan, bahasa, agama dan waktu tertentu.

Contoh kalimat:

a. Cats are cute animals. (Kucing adalah hewan yang lucu.)


b. She likes to drink coffee in the morning. (Dia suka minum kopi di pagi hari.)
c. Children love to play games. (Anak-anak suka bermain game.)
d. Cars need fuel to run. (Mobil memerlukan bahan bakar untuk berjalan.)
e. Water is important for our health. (Air penting untuk kesehatan kita.)
f. I live in north-west Egypt. (Aku tinggal di north-west Egypt)
g. I am from Indonesia (Saya berasal dari Indonesia)
h. She will go to Mount Bromo next month (Dia akan pergi ke Gunung Bromo bulan
depan)
i. Our class begin on Monday at 7 o’clock (Kelas kita akan dimulai pada hari Senin
pukul 7 pagi)

E. Types of Adjectives

Types of adjectives adalah kata sifat yang digunakan untuk menjelaskan noun (kata
benda) dalam suatu kalimat. Ada beberapa jenis kata sifat yang digunakan dalam bahasa
Inggris, antara lain comparative dan superlative adjectives.

1. Comparative Adjectives:

Comparative adjectives digunakan untuk membandingkan dua noun (kata benda).


Umumnya, kata sifat ini ditambahkan akhiran -er untuk adjective dengan 1 atau 2 suku
kata, dan kata more untuk adjective dengan 3 suku kata atau lebih.

Contoh kalimat:

a. My car is faster than your car. (Mobil saya lebih cepat dari mobilmu.)
b. Your book is more interesting than my book. (Bukumu lebih menarik dari bukuku.)
c. This cake is sweeter than that cake. (Kue ini lebih manis dari kue itu.)
d. My phone is newer than your phone. (Telepon saya lebih baru dari teleponmu.)
e. Her dress is more expensive than my dress. (Gaunnya lebih mahal dari gaunku.)

2. Superlative Adjectives:

Superlative adjectives digunakan untuk membandingkan tiga benda atau lebih.


Umumnya, kata sifat ini ditambahkan akhiran “-est” untuk adjective dengan 1 atau 2 suku
kata, dan kata “most” sebelum adjective dengan 3 suku kata atau lebih.

Contoh kalimat:

a. My car is the fastest in the town. (Mobil saya yang paling cepat di kota ini.)
b. Your book is the most interesting book I’ve ever read. (Bukumu yang paling menarik
yang pernah saya baca.)
c. This cake is the sweetest cake I’ve ever tasted. (Kue ini adalah kue yang paling manis
yang pernah saya cicipi.)
d. My phone is the newest model in the market. (Telepon saya adalah model terbaru di
pasaran.)
e. Her dress is the most expensive dress in the boutique. (Gaunnya adalah gaun yang
paling mahal di butik.)
f. She is the most beautiful ladi I have ever seen. (Dia adalah perempuan tercantik yang
pernah aku lihat)

3. Formation of Comparative and Superlative:

Ada beberapa aturan dalam pembentukan comparative dan superlative adjectives. Untuk
adjective dengan satu suku kata, tambahkan -er untuk comparative dan -est untuk
superlative.

a. Kata sifat yang mengandung satu suku kata dan berakhiran huruf -e maka ditambah -r
dan -st
Comparative Superlative
close closer closest
large larger largest
Safe safer safest
wide wider widest

b. Kata sifat yang mengandung satu suku kata, diakhiri huruf konsonan dan mempunya
huruf vokal sebelum konsonan, maka gandakan huruf terakhir lalu ditambah -er atau -
est.
Comparative Superlative
big bigger biggest
dim dimmer dimmest
mad madder maddest
sad sadder saddest

c. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -er, -le, -ow, maka
ditambah -er atau -est
Comparative Superlative
clever cleverer cleverest
simple simpler simplest
shallow shallower Shallowest

d. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -y dan sebelum huruf
akhirnya adalah huruf konsonan, maka akhiran tersebut diganti -i lalu ditambah -er
atau -est.
Comparative Superlative
happy happier happiest
busy busier Busiest
tidy tidier tidiest
pretty prettier Prettiest
e. Kata sifat yang mengandung dua suku kata, berakhiran huruf -ly, -ful, -less, -ing, -ed, -
ous, maka ditambah more atau most sebelum kata sifat.
Comparative Superlative
calmly More calmly Most calmly
awful More awful Most awful
boring More boring Most boring
tired More tired Most tired
famous More famous Most famous

f. Kata sifat yang mengandung tiga suku kata atu lebih, maka ditambah more atau most
sebelum kata sifat.
Comparative Superlative
beautiful More beautiful Most beautiful
interesting More interesting Most interesting
awesome More awesome Moest awesome
spectacular More spectacular Most spectacular

g. Irregular adjective (Kata sifat yang tidak beraturan)


Comparative Superlative
good better best
far further furthest
bad worse worst
well better best
little lest least
many more Most

Contoh kalimat:

1) My house is bigger than yours. (Rumah saya lebih besar dari milikmu.)
2) She is taller than her sister. (Dia lebih tinggi dari adik perempuannya.)
3) The book is more interesting than the movie. (Buku itu lebih menarik daripada
filmnya.)
4) This is the most delicious pizza I’ve ever had. (Ini adalah pizza paling lezat yang
pernah saya makan.)
5) He is stronger than his brother. (Dia lebih kuat dari saudaranya.)
6) This movie is better than the one we saw last week. (Film ini lebih baik dari yang kita
tonton minggu lalu.)
7) She is more intelligent than her classmates. (Dia lebih pintar dari teman sekelasnya.)
8) The restaurant we went to yesterday was the most expensive. (Restoran yang kami
kunjungi kemarin adalah yang paling mahal.)
9) The weather today is hotter than yesterday. (Cuaca hari ini lebih panas dari kemarin.)
10) The exam was easier than I expected. (Ujian itu lebih mudah dari yang saya
perkirakan.)
11) She is the prettiest girl in the room. (Dia adalah gadis paling cantik di ruangan ini.)
12) He is the fastest runner in the school. (Dia adalah pelari tercepat di sekolah.)
13) This hotel is the most luxurious one in town. (Hotel ini adalah yang paling mewah di
kota ini.)
14) The car is newer than my old one. (Mobil ini lebih baru dari mobil lama saya.)
15) The test was more difficult than I thought. (Tes itu lebih sulit dari yang saya kira.)
16) This dress is more expensive than the one I saw yesterday. (Gaun ini lebih mahal
daripada yang saya lihat kemarin.)
17) The building is taller than the trees around it. (Bangunan itu lebih tinggi dari pohon-
pohon di sekitarnya.)
18) He is the happiest person I know. (Dia adalah orang yang paling bahagia yang saya
kenal.)
19) This city is more crowded than the one I visited last month. (Kota ini lebih ramai
daripada yang saya kunjungi bulan lalu.)
20) The beach we went to last summer was the most beautiful. (Pantai yang kami kunjungi
musim panas lalu adalah yang paling indah.)
21) This pizza looks delicious, but the one we had yesterday was even better. (Pizza ini
terlihat lezat, tapi yang kita makan kemarin lebih enak lagi.)
22) She is a talented musician, but her sister is even more talented. (Dia adalah musisi
berbakat, tapi adik perempuannya bahkan lebih berbakat.)
23) The car is faster than mine, but it’s also more expensive. (Mobil ini lebih cepat dari
milik saya, tapi juga lebih mahal.)
24) She is a great actress, but her co-star is even better. (Dia adalah aktris hebat, tapi
rekannya di film itu bahkan lebih baik.)
25) The hotel we stayed in was luxurious, but the service could have been better. (Hotel
tempat kita menginap mewah, tapi pelayanannya bisa lebih baik.)
26) He is a good student, but he could have studied harder for the exam. (Dia adalah siswa
yang baik, tapi bisa lebih rajin belajar untuk ujian.)
27) The weather is sunny, but it’s also very hot. (Cuaca cerah, tapi juga sangat panas.)

F. Irregular Adverb

Adverb (kata kerja) adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan kata kerja, kata sifat,
atau adverb lain dalam suatu kalimat. Adverb dapat digunakan untuk memberikan
informasi tentang bagaimana, di mana, kapan, seberapa sering, atau seberapa banyak
suatu tindakan dilakukan.

Types of Adverb:
1. Adverb of manner: menggambarkan bagaimana sesuatu dilakukan atau cara
melakukan tindakan, misalnya slowly (perlahan), happily (senang), loudly (keras),
safely (hati-hati) atau carefully (hati-hati).

Contoh kalimat:

- She sings beautifully. (Dia menyanyi dengan indah.)


- He runs quickly. (Dia berlari dengan cepat.)
- They spoke softly. (Mereka berbicara dengan pelan.)

2. Adverb of time: menggambarkan kapan suatu tindakan terjadi atau dilakukan,


misalnya yesterday (kemarin), now (sekarang), atau always (selalu).

Contoh kalimat:

- I will meet him tomorrow. (Saya akan bertemu dengannya besok.)


- She is sleeping now. (Dia sedang tidur sekarang.)
- We always have lunch together. (Kami selalu makan siang bersama.)
- David arrived late. (David datang terlambat)

3. Adverb of place: menggambarkan di mana suatu tindakan terjadi, misalnya here (di
sini), there (di sana), atau everywhere (di mana-mana).

Contoh kalimat:

- The cat is hiding under the bed. (Kucing itu bersembunyi di bawah tempat tidur.)
- I left my bag over there. (Saya meninggalkan tas saya di sana.)
- They searched everywhere for the lost key. (Mereka mencari ke mana-mana untuk
kunci yang hilang.)

4. Adverb of frequency: menggambarkan seberapa sering suatu tindakan dilakukan,


misalnya always (selalu), never (tidak pernah), atau sometimes (kadang-kadang).

Contoh kalimat:

- She always arrives on time. (Dia selalu tiba tepat waktu.)


- He never forgets his keys. (Dia tidak pernah lupa kuncinya.)
- We sometimes go to the movies together. (Kami kadang-kadang pergi ke bioskop
bersama.)

5. Adverb of degree: menggambarkan seberapa banyak atau seberapa kuat suatu tindakan
dilakukan, misalnya very (sangat), quite (cukup), atau extremely (sangat sekali),
absolutely (sama sekali), enough (cukup), pretty, rather, too, lots, etc.
Contoh kalimat:

- The soup is very hot. (Supnya sangat panas.)


- She is quite tall. (Dia cukup tinggi.)
- The storm was extremely strong. (Badai itu sangat kuat.)

6. Focusing adverb: digunakan untuk menunjukkan bahwa apa yang dibicarakan terbatas
pada bagian yang difokuskan, misalnya generally, simply, only, just, especially, also,
as well, even, in addition, mainly, etc

Contoh kalimat:
- She only eat the chocolate.
- They just come here once in a while.
- I love dress, especially the blue one.

Regular dan Irregular Adverb

Irregular adverb adalah jenis kata keterangan dalam bahasa Inggris yang bentuknya tidak
mengikuti aturan umum dalam pembentukan kata keterangan, baik dari kata sifat
(adjective) atau kata kerja (verb). Sedangkan regular adverb adalah kata keterangan yang
dibentuk dengan menambahkan akhiran -ly pada kata sifat.

Irregular Adverb
Adjective Adverb
good well
fast fast
Hard hard
late late
early early
daily daily
straight straight
wrong Wrong/wrongly
lively lively

Berikut adalah beberapa contoh kata irregular adverb dan regular adverb, beserta kalimat
contohnya dalam bahasa Inggris dan Indonesia:

Irregular Adverb:
1. Good — well
Contoh: She sings well. (Dia menyanyi dengan baik.)
2. Hard — hard
Contoh: He works hard. (Dia bekerja keras.)
3. Fast — fast
Contoh: She runs fast. (Dia berlari cepat.)
4. Late — late
Contoh: He arrived late. (Dia tiba terlambat.)
5. Far — far
Contoh: They can see the mountain far away. (Mereka bisa melihat gunung yang
jauh di kejauhan.)

Regular Adverb:
1. Quick — quickly
Contoh: He speaks quickly. (Dia berbicara dengan cepat.)
2. Beautiful — beautifully
Contoh: She dances beautifully. (Dia menari dengan indah.)
3. Happy — happily
Contoh: They smiled happily. (Mereka tersenyum dengan bahagia.)
4. Loud — loudly
Contoh: She laughed loudly. (Dia tertawa dengan keras.)
5. Easy — easily
Contoh: He finished the test easily. (Dia menyelesaikan tes dengan mudah.)

G. Gerund, Infinitive, and Participle

Gerund, infinitive, dan participle adalah bentuk kata kerja yang berbeda dalam bahasa
Inggris. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masing jenis kata kerja tersebut
beserta contohnya:

1. Gerund (kata benda verbal)


Gerund adalah kata kerja yang digunakan sebagai kata benda (noun). Bentuk gerund
adalah kata kerja yang ditambahkan akhiran “-ing”. Contoh:

- Playing tennis is fun. (as subject)


S V
- We enjoy playing tennis. (as object of the verb)
V O
- He is excited about playing tennis. (as object of the preposition)
P O
- She is used to getting up late (Dia terbiasa bangun terlambat)
- Ben likes reading and writing in class. While I like to playing tennis in the field (Ben
suka membaca dan menulis di kelas. Sementara saya suka bermain tenis di lapangan)
- Excuse me for coming late, Sir! (Maaf saya datang terlambat, Pak!)
- Wow! The book is very cute. Maybe we should consider buying it one set (Waw!
Bukunya lucu banget. Mungkin kita harus mempertimbangkan untuk membelinya satu
set)
- I remember giving the book to Ben (Saya ingat bahwa saya sudah memberikan buku itu
kepada Ben)
- Berlari adalah hobi saya: Running is my hobby.
- Saya suka memasak makanan lezat: I enjoy cooking delicious food.
- Bernyanyi dapat membuat hati kita senang: Singing can make our hearts happy.
- Berenang adalah olahraga yang menyenangkan: Swimming is a fun sport.
- Menonton film seru adalah hiburan yang menyenangkan: Watching exciting movies is a
fun entertainment.

Beberapa kata kerja yang biasanya diikuti dengan gerund


2. Infinitive (kata kerja tak beraturan)
Infinitive adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda, kata sifat, atau kata
keterangan. Fungsi dari infinitive verb adalah untuk menyatakan pendapat, tujuan suatu
objek, tindakan, serta menjawab pertanyaan siapa, apa, atau mengapa. Rumus dasar dari
infinitive biasanya dimulai dengan kata “to” dan diikuti oleh bentuk dasar dari sebuah
verb.

Nah, infinitive verb tidak terkonjugasi seperti bentuk kata kerja lainnya, sehingga akan
tetap berbentuk infinitive dalam sebuah kalimat.

a. Infinitive Verbs sebagai Nouns

Bentuk infinitive dapat berfungsi sebagai nouns (kata benda) ketika mengikuti kata kerja
tertentu. Fungsi dari infinitive verb dapat sebagai objek langsung atau objek tidak
langsung.

Contoh:

I want to swim in the beach. (Saya ingin berenang di pantai)


To dance in the stage is her greatest dream. (Menari di atas panggung adalah impian
terbesarnya)

b. Infinitive Verbs sebagai Adjectives

Ketika infinitive verbs bertindak sebagai adjectives (kata sifat) akan menggambarkan
kata benda yang diikuti. Adjectives adalah kata yang memodifikasi (menambah atau
menjelaskan) kata benda. Jadi, infinitive verbs berfungsi sebagai kata sifat ketika
memodifikasi atau menjelaskan kata benda dalam sebuah kalimat.

Contoh:

The food I like to make is fried noodles. (Makanan favorit saya untuk dimasak adalah
mie goreng)
Jesslyn wants a movie to watch. (Jesslyn menginginkan film untuk ditonton)

c. Infinitives Verbs sebagai Adverbs


Kata keterangan (adverbs) memodifikasi atau menjelaskan kata sifat, kata kerja, atau kata
keterangan lainnya. Mereka memberikan informasi tambahan tentang apa, di mana,
bagaimana, dan sejauh mana. Terkadang kata keterangan juga menjawab pertanyaan,
“Mengapa?”

Infinitives verbs berfungsi sebagai kata keterangan ketika digunakan untuk memberikan
informasi lebih lanjut tentang kata sifat, kata kerja, atau kata keterangan lainnya dalam
kalimat.

Contoh:

Dad is going to the supermarket to buy an apple (Ayah akan pergi ke swalayan untuk
membeli apel)
I went to college to become an architect (Saya pergi berkuliah untuk menjadi seorang
arsitek).

d. Bare Infinitives

Kamu telah melihat beberapa contoh kata kerja infinitif yang menyertakan kata "to"
tetapi tidak semua infinitive ternyata menggunakan kata “to”. Ini dikenal sebagai bare
infinitives, yang berfungsi dengan cara yang persis sama seperti infinitives verb. Mereka
mengikuti modal auxiliary verbs (can, should, shall, would, will, could, may, might, dan
sebagainya) dalam sebuah kalimat.

Bare infinitives berfungsi sebagai objek dari modal verbs dalam kalimat. Mereka
berfungsi dengan cara yang sama dalam kalimat dengan kata kerja persepsi (hear, see,
feel, sense) dan kata kerja izin (bid, let, need, know, help, had better, sooner than, would
rather, dan sebagainya).

Contoh:

Robert might lend us his book.


(Robert mungkin akan meminjamkan bukunya.)
I saw her run 5 laps.
(Saya melihat dia berlari 5 putaran.)
My brother helps me do my homework.
(Kakak saya membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah.)

Beberapa kata kerja yang sering diikuti dengan infinitive

1) Kata Kerja yang Diikuti oleh To-Infinitive dan Tidak Memerlukan Obyek

Agree: Menyetujui
Aim: Bertujuan
Appear: Menampakkan
Arrange: Mengatur
Attempt: Berusaha
Be able: Dapat
Claim: Mengklaim
Decide: Memutuskan
Deserve: Pantas Mendapatkan
Fail: Gagal
Hope: Berharap
Learn: Belajar
Manage: Mengatur
Offer: Menawarkan
Plan: Merencanakan
Promise: Berjanji
Refuse: Menolak
Seem: Terlihat atau Nampak
Tend: Cenderung
Try: Mencoba

Contoh:
You deserve to be happy.
My father offers to pick me up at school.

2) Kata Kerja yang Diikuti oleh To-Infinitive dan Obyek

Advise: Menyarankan
Allow: Mengizinkan
Encourage: Mendorong
Force: Memaksa
Get: Mendapatkan
Persuade: Merayu
Remind: Mengingatkan
Teach: Mengajarkan
Tell: Mengatakan
Warn: Memperingatkan

Contoh:
You told me to talk to my teacher as soon as possible!
She reminds her brother to watch the movie

3) Kata Kerja yang Diikuti oleh To-Infinitive, namun Bisa Diikuti oleh Obyek atau Tidak
Diikuti oleh Obyek
Ask: Bertanya
Choose: Memilih
Dare: Menantang
Expect: Mengharapkan
Help: Membantu
Intend: Berniat
Need: Membutuhkan
Prefer: Lebih Memilih
Prepare: Menyiapkan
Want: Menginginkan

Contoh:
I want to smell the flowers
He wants me to smell the flowers

3. Participle (kata sifat dan kata kerja)

Participle adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata sifat (adjective) atau kata kerja
(verb) dalam sebuah kalimat. Ada dua jenis participle, yaitu present participle (kata kerja
bentuk -ing) dan past participle (kata kerja bentuk -ed). Contoh:

- Saya melihat anak-anak bermain di taman: I saw the children playing in the park.
- Buku yang saya baca sangat menarik: The book I read is very interesting.
- Pria yang mengemudi mobil itu sedang memperbaiki mesinnya: The man driving the car
is fixing his engine.
- Sayuran yang dimasak oleh ibu saya selalu enak: The vegetables cooked by my mom are
always delicious.
- Anak yang jatuh dari sepeda itu tidak terluka serius: The child who fell from the bike is
not seriously injured.

a. Past participle

Past participle adalah kata kerja yang bisa kamu gunakan saat ingin membuat kalimat
pasif atau passive voice atau saat membuat kalimat dalam perfect tenses. Dalam bahasa
Inggris, untuk mengubah kata kerja dasar atau infinitive verb menjadi past participle,
kamu perlu memberi imbuhan -ed pada regular verbs. Sementara itu, bentuk past
participle untuk irregular verbs biasanya berakhiran -en, -t, dan lain sebagainya. Nah,
seperti yang telah disebutkan sebelumnya, past participle tidak hanya bisa kamu gunakan
sebagai kata kerja, tetapi juga kata sifat, dan berbagai fungsi lainnya. Agar lebih mudah
memahami bagaimana cara penggunaan past participle yang tepat di dalam kalimat, kamu
bisa memperhatikan beberapa contoh berikut ini.
1) Sebagai kata kerja dalam perfect tenses

Dalam perfect tenses, termasuk present perfect, past perfect, future perfect, dan past
future perfect, kata kerja yang digunakan adalah bentuk ketiga, yaitu V3 atau dikenal juga
sebagai past participle. Oleh sebab itu, salah satu penggunaan past participle adalah saat
kamu hendak membuat kalimat dalam jenis-jenis tenses tersebut. Berikut adalah contoh
penggunaan past participle dalam masing-masing tenses:

Present perfect tense:

- He has played badminton.


- She has eaten breakfast.

Past perfect tense:

- I had watched a football match before you came.


- Karina had slept when mother stepped into her room.

Future perfect:

- I will have eaten lunch by that time tomorrow.


- Mom will have slept when you come home tomorrow.

Past future perfect tense:

- I should have taken a bath this morning.


- You should have slept earlier last night.

2) Sebagai kata kerja dalam passive voice

Kamu juga bisa menggunakan past participle dalam passive voice atau kalimat pasif.
Pada jenis kalimat ini, alih-alih melakukan sebuah tindakan, subjek justru menerima
tindakan dari kata kerja. Nah, kata kerja yang digunakan dalam jenis kalimat ini adalah
past participle. Berikut adalah contoh penggunaan past participle dalam passive voice:

- A movie is being watched.


- A pair of shoes was worn by me.
- He is kicked by his friend.

Pada beberapa contoh tersebut, “a movie”, “a pair of shoes”, dan “he” adalah subjek yang
mendapat perlakukan dari kata kerja yang digunakan pada masing-masing kalimat
tersebut.
3) Sebagai kata sifat

Past participle tak selalu berfungsi sebagai kata kerja, tetapi juga bisa kamu gunakan
sebagai kata sifat. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan past participle
sebagai kata sifat:

- He bought a used car yesterday.


- I am wearing a washed shirt today.

Pada kedua contoh kalimat tersebut, kata “used” dan “washed” melekat pada kata benda
“car” dan “shirt” untuk memberikan sifat kepada kata benda tersebut.

Present participle

Jika kamu sudah memahami fungsi dan contoh dari penggunaan past participle, kini
saatnya kamu mempelajari tentang fungsi dan contoh penggunaan present participle.

Present participle kamu gunakan saat ingin menjelaskan suatu kegiatan yang sedang
kamu lakukan secara aktif. Jenis participle yang satu ini adalah kata kerja dasar yang
kamu beri imbuhan -ing (v+ing). Berikut adalah contoh penggunaan present participle
dalam kalimat:

4) Sebagai kata kerja pada progressive tenses

Dalam tenses progresif seperti past progressive, present progressive, present perfect
progressive, past perfect progressive, future progressive, future perfect progressive, past
future progressive, dan past future perfect progressive, kamu akan menggunakan present
participle sebagai kata kerja.

Past progressive:

- I was eating lunch when you called.


- Past perfect progressive:
- I had been eating lunch when you called.

Present progressive:

I am eating lunch.

Present perfect progressive:

I have been eating lunch.


Future progressive:

- I will be eating lunch tomorrow.


- Future perfect progressive:
- I will have been eating lunch for a while tomorrow.

Past future progressive:


I should be eating lunch.
Past future perfect progressive:
I should have been eating lunch for a while tomorrow.

5) Sebagai gerund:

Gerund adalah kata kerja berimbuhan -ing yang berfungsi sebagai kata benda dalam
sebuah kalimat. Contohnya:

- My hobby is swimming.
- Watching movies is fun.

6) Sebagai kata sifat:

Sama halnya dengan past participle, kamu juga bisa menggunakan present participle
sebagai kata sifat. Contohnya:

- He decided to join the swimming team.


- She has to use her walking cane everywhere she goes.

Perbedaan utama antara Gerund, Infinitive, dan Participle:

Gerund adalah bentuk kata kerja yang berupa kata benda (noun) yang berasal dari kata
kerja dengan menambahkan akhiran “-ing”.

Contoh:

- Berlari adalah olahraga yang baik: Running is a good exercise.

Infinitive adalah bentuk kata kerja yang diawali dengan kata “to” dan dapat berfungsi
sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan dalam kalimat.

Contoh:
- Saya suka memasak makanan: I like to cook food.

Participle adalah bentuk kata kerja yang berfungsi sebagai kata sifat atau kata keterangan
dalam kalimat. Participle terbagi menjadi dua jenis, yaitu present participle dan past
participle.

Contoh:

- Buku yang saya baca menarik: The book I’m reading is interesting.

Berikut ini adalah contoh kata dan kalimat masing-masing untuk gerund, infinitive,
dan participle beserta penjelasan dan artinya:

1. Gerund: swimming

Example: Swimming is good exercise.


Penjelasan: Gerund “swimming” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya
adalah “Berrenang adalah olahraga yang baik”.

2. Gerund: running

Example: Running can improve your cardiovascular health.


Penjelasan: Gerund “running” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Berlari dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular Anda”.

3. Gerund: singing

Example: Singing is one of my favorite hobbies.


Penjelasan: Gerund “singing” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Bernyanyi adalah salah satu hobi favorit saya”.

4. Gerund: dancing

Example: Dancing is a great way to express yourself.


Penjelasan: Gerund “dancing” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Menari adalah cara yang bagus untuk mengekspresikan diri”.

5. Gerund: cooking

Example: Cooking is a skill that takes practice.


Penjelasan: Gerund “cooking” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Memasak adalah keterampilan yang membutuhkan latihan”.
6. Gerund: studying

Example: Studying can help you achieve your goals.


Penjelasan: Gerund “studying” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Mempelajari dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda”.

7. Gerund: writing

Example: Writing is a creative outlet for many people.


Penjelasan: Gerund “writing” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Menulis adalah pelampiasan kreatif bagi banyak orang”.

8. Gerund: painting

Example: Painting is a form of art that requires patience.


Penjelasan: Gerund “painting” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Melukis adalah bentuk seni yang membutuhkan kesabaran”.

9. Gerund: playing

Example: Playing sports is a great way to stay active.


Penjelasan: Gerund “playing” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Bermain olahraga adalah cara yang bagus untuk tetap aktif”.

10. Gerund: traveling

Example: Traveling is a great way to learn about different cultures.


Penjelasan: Gerund “traveling” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya adalah
“Mengembara adalah cara yang bagus untuk belajar tentang budaya yang
berbeda”.

11. Infinitive: to read

Example: I love to read books on a lazy afternoon.


Penjelasan: Infinitive “to read” digunakan sebagai objek kata kerja “love”.
Artinya adalah “Saya suka membaca buku di sore yang santai”.

12. Infinitive: to write

Example: My dream is to write a bestselling novel someday.


Penjelasan: Infinitive “to write” digunakan sebagai objek kata benda “dream”.
Artinya adalah “Impian saya adalah menulis novel laris suatu hari nanti”.
13. Infinitive: to sing

Example: I need to sing in front of the audience to overcome my stage fright.


Penjelasan: Infinitive “to sing” digunakan sebagai objek kata kerja “need”.
Artinya adalah “Saya perlu bernyanyi di depan audiens untuk mengatasi
ketakutan panggung saya”.

14. Infinitive: to dance

Example: She loves to dance to all types of music.


Penjelasan: Infinitive “to dance” digunakan sebagai objek kata kerja “loves”.
Artinya adalah “Dia suka menari dengan segala jenis musik”.

15. Infinitive: to cook

Example: I want to learn how to cook authentic Italian cuisine.


Penjelasan: Infinitive “to cook” digunakan sebagai objek kata kerja “want”.
Artinya adalah “Saya ingin belajar memasak masakan Italia asli”.

16. Infinitive: to study

Example: He needs to study more to pass his exams.


Penjelasan: Infinitive “to study” digunakan sebagai objek kata kerja “needs”.
Artinya adalah “Dia perlu belajar lebih banyak untuk lulus ujian-nya”.

17. Infinitive: to paint

Example: She decided to paint her bedroom walls pink.


Penjelasan: Infinitive “to paint” digunakan sebagai objek kata kerja “decided”.
Artinya adalah “Dia memutuskan untuk melukis dinding kamar tidurnya warna
merah muda”.

18. Infinitive: to play

Example: We like to play board games on family game nights.


Penjelasan: Infinitive “to play” digunakan sebagai objek kata kerja “like”.
Artinya adalah “Kami suka bermain game papan pada malam game keluarga”.

19. Infinitive: to travel

Example: My goal is to travel to every continent in the world.


Penjelasan: Infinitive “to travel” digunakan sebagai objek kata benda “goal”.
Artinya adalah “Tujuan saya adalah bepergian ke setiap benua di dunia”.

20. Infinitive: to learn

Example: It’s never too late to learn a new language.


Penjelasan: Infinitive “to learn” digunakan sebagai subjek kalimat. Artinya
adalah “Tidak pernah terlambat untuk belajar bahasa baru”.

21. Present participle: singing

Example: The singing bird woke me up early in the morning.


Penjelasan: Present participle “singing” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan burung yang sedang bernyanyi. Artinya adalah “Burung yang sedang
bernyanyi membangunkan saya pagi-pagi sekali”.

22. Present participle: running

Example: The kids were running around the playground, having fun.
Penjelasan: Present participle “running” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan anak-anak yang sedang berlari. Artinya adalah “Anak-anak sedang
berlari-lari di taman bermain, bersenang-senang”.

23. Present participle: cooking

Example: The delicious aroma of the cooking food made my mouth water.
Penjelasan: Present participle “cooking” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan makanan yang sedang dimasak. Artinya adalah “Aroma yang lezat
dari makanan yang sedang dimasak membuat mulut saya berair”.

24. Present participle: driving

Example: The driver of the car that hit me was texting on their phone.
Penjelasan: Present participle “texting” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan pengemudi mobil yang sedang mengirim pesan. Artinya adalah
“Pengemudi mobil yang menabrak saya sedang mengirim pesan singkat di
ponselnya”.

25. Present participle: swimming

Example: The children were swimming in the lake, enjoying the cool water.
Penjelasan: Present participle “swimming” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan anak-anak yang sedang berenang. Artinya adalah “Anak-anak sedang
berenang di danau, menikmati air yang sejuk”.

26. Present participle: reading

Example: The woman was reading a book on the park bench.


Penjelasan: Present participle “reading” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan wanita yang sedang membaca buku. Artinya adalah “Wanita tersebut
sedang membaca buku di bangku taman”.

27. Present participle: writing

Example: The author was writing her next novel at her desk.
Penjelasan: Present participle “writing” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan penulis yang sedang menulis novel berikutnya. Artinya adalah
“Penulis sedang menulis novel berikutnya di mejanya”.

28. Present participle: cooking

Example: The cooking class was learning how to make sushi.


Penjelasan: Present participle “cooking” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan kelas memasak yang sedang belajar membuat sushi. Artinya adalah
“Kelas memasak sedang belajar cara membuat sushi”.

29. Past participle: cooked

Example: The cooked chicken was left on the kitchen counter for too long.
Penjelasan: Past participle “cooked” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan ayam yang sudah dimasak. Artinya adalah “Ayam yang sudah
dimasak ditinggalkan terlalu lama di atas meja dapur”.

30. Past participle: broken

Example: The broken vase was a family heirloom and couldn’t be replaced.
Penjelasan: Past participle “broken” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan vas yang pecah. Artinya adalah “Vas yang pecah adalah warisan
keluarga dan tidak bisa diganti”.

31. Past participle: seen

Example: The movie we saw last night was really good.


Penjelasan: `Past participle “seen” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan film yang telah ditonton. Artinya adalah “Film yang kita tonton
semalam sangat bagus”.

32. Past participle: gone

Example: The tickets for the concert were already gone by the time we got there.
Penjelasan: Past participle “gone” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan tiket konser yang telah habis terjual. Artinya adalah “Tiket konser
sudah habis terjual pada saat kita tiba di sana”.

33. Past participle: written

Example: The letter I received was written in a language I couldn’t understand.

Penjelasan: Past participle “written” digunakan sebagai kata sifat untuk


menjelaskan surat yang diterima yang ditulis dalam bahasa yang tidak bisa
dimengerti. Artinya adalah “Surat yang saya terima ditulis dalam bahasa yang
tidak bisa saya mengerti”.

34. Past participle: stolen

Example: The stolen jewelry was worth a lot of money.


Penjelasan: Past participle “stolen” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan perhiasan yang dicuri. Artinya adalah “Perhiasan yang dicuri tersebut
bernilai banyak uang”.

35. Past participle: given

Example: The gift I received was given to me by my best friend.


Penjelasan: Past participle “given” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan hadiah yang diterima yang diberikan oleh sahabat saya. Artinya
adalah “Hadiah yang saya terima diberikan oleh sahabat saya”.

36. Past participle: driven

Example: The car I bought was driven by the previous owner for only six months.
Penjelasan: Past participle “driven” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan mobil yang saya beli yang dikemudikan oleh pemilik sebelumnya
selama enam bulan saja. Artinya adalah “Mobil yang saya beli dikemudikan oleh
pemilik sebelumnya selama hanya enam bulan”.

37. Past participle: known


Example: The famous actor was known for his amazing talent.
Penjelasan: Past participle “known” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan aktor terkenal yang dikenal karena bakatnya yang luar biasa. Artinya
adalah “Aktor terkenal dikenal karena bakatnya yang luar biasa”.

38. Past participle: heard

Example: The loud music could be heard from several blocks away.
Penjelasan: Past participle “heard” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan musik yang terdengar dari beberapa blok jauhnya. Artinya adalah
“Musik yang keras terdengar dari beberapa blok jauhnya”.

39. Past participle: built

Example: The skyscraper was built in record time.


Penjelasan: Past participle “built” digunakan sebagai kata sifat untuk
menjelaskan pencakar langit yang dibangun dalam waktu yang singkat. Artinya
adalah “Pencakar langit dibangun dalam waktu yang singkat”.

40. Past participle: read


Example: The book I just finished reading was really interesting.

H. Commas and Periods

Commas dan period adalah dua tanda baca penting dalam bahasa Inggris yang memiliki
aturan penggunaan yang berbeda. Commas (koma) digunakan untuk memisahkan elemen
dalam sebuah kalimat.

Jenis aturan penggunaan koma:


1. Memisahkan dua kalimat dalam satu paragraf. Contoh: I have a lot of work to do today, I
don’t think I’ll be able to go out.
2. Memisahkan frasa deskriptif. Contoh: My best friend, who lives in New York, is coming
to visit me next week.
3. Memisahkan kata sifat. Contoh: The big, black dog barked at the mailman.
4. Memisahkan kata keterangan waktu, tempat, atau cara. Contoh: Yesterday, I went to the
grocery store. She sings beautifully.
5. Memisahkan daftar. Contoh: I need to buy milk, bread, and eggs.

Jenis aturan penggunaan titik antara lain:


Period (titik) digunakan untuk menandai akhir sebuah kalimat.

1. Mengakhiri sebuah kalimat afirmatif. Contoh: I like to read books.


2. Mengakhiri sebuah kalimat imperatif. Contoh: Please send me an email.
3. Mengakhiri sebuah kalimat interogatif. Contoh: What time is it?
4. Mengakhiri sebuah kalimat perintah. Contoh: Turn off the lights.

Contoh kalimat yang menggambarkan penggunaan commas dan period:


1. I have a lot of homework tonight, so I won’t be able to go to the party. (Saya memiliki
banyak tugas malam ini, jadi saya tidak bisa pergi ke pesta
menggunakan commas untuk memisahkan dua kalimat dalam satu paragraf
2. My favorite colors are blue, green, and purple.(Warna favorit saya adalah biru, hijau, dan
ungu.)
menggunakan commas untuk memisahkan daftar
3. The restaurant was very busy, so we had to wait for a table. (Restoran sangat ramai, jadi
kami harus menunggu meja.)
menggunakan commas untuk memisahkan kalimat yang memuat keterangan
4. He asked me if I had seen the movie, but I hadn’t. (Dia bertanya apakah saya sudah
menonton film itu, tapi saya belum.)
menggunakan commas untuk memisahkan dua kalimat dalam satu paragraf
5. My sister, who is a doctor, gave me some medical advice. (Kakak perempuan saya, yang
adalah seorang dokter, memberikan saya beberapa saran medis.)
menggunakan commas untuk memisahkan frasa deskriptif
6. I’m not sure if I should buy the red dress or the blue one. (Saya tidak yakin apakah saya
harus membeli gaun merah atau yang biru.)
menggunakan commas untuk memisahkan dua opsi
7. The party was so much fun that we didn’t leave until midnight. (Pesta sangat
menyenangkan sehingga kami tidak pergi sampai tengah malam.)
menggunakan period untuk mengakhiri kalimat afirmatif
8. Please give me a call when you get a chance. (Tolong hubungi saya ketika kamu memiliki
kesempatan.)
menggunakan period untuk mengakhiri kalimat imperatif
9. My mom always tells me to eat my vegetables. (Ibuku selalu mengatakan kepada saya
untuk makan sayuran saya.)
menggunakan period untuk mengakhiri kalimat imperatif
10. She was very nervous during the interview, but she did a great job. (Dia sangat gugup
selama wawancara, tapi dia melakukan pekerjaan yang sangat baik.)
menggunakan commas untuk memisahkan kalimat yang memuat keterangan
11. My favorite hobbies are reading, writing, and painting. (Hobi favorit saya adalah
membaca, menulis, dan melukis.)
menggunakan commas untuk memisahkan daftar
12. Would you like to go to the movies with me tonight? (Apakah kamu ingin pergi ke
bioskop dengan saya malam ini?)
menggunakan period untuk mengakhiri kalimat interogatif
13. The teacher, who was very strict, gave us a lot of homework. (Guru, yang sangat ketat,
memberi kami banyak tugas.)
menggunakan commas untuk memisahkan frasa deskriptif
14. I love listening to music, but I don’t like rap or heavy metal. (Saya suka mendengarkan
musik, tapi saya tidak suka rap atau heavy metal.)
menggunakan commas untuk memisahkan dua kalimat dalam satu paragraf
15. He always forgets to call me back, which is frustrating. (Dia selalu lupa untuk
menghubungi saya kembali, yang sangat menjengkelkan.)
menggunakan commas untuk memisahkan frasa deskriptif

I. Subject – Verb Agreement

Subject-verb agreement adalah aturan dalam bahasa Inggris yang mengharuskan kata
kerja dalam sebuah kalimat untuk sesuai dengan subjeknya. Dalam aturan ini, subjek
tunggal membutuhkan kata kerja tunggal, sementara subjek jamak membutuhkan kata
kerja jamak.
 Every + …  Every child needs love. Every dan each selalu
 Each + …  Each book and magazine diikuti kata benda tunggal
is listed in the bibliography. 9singular nouns).
Meskipun ada dua kata
benda atau lebih lalu
diikuti kata and, maka
kata kerjanya tetap
tunggal.
Subject +  The book that on political Terkadang ada frasa dan
prepositional phrase + parties is interesting. klausa yang memisahkan
…  The ideas in that book are antara subjek dan kata
boring. kerjanya. Nah, frasa atau
klausa pengganggu ini
tidak bisa mempengaruhi
aturan subject-verb
Gerund + ..  Watching old movies is Gerund yang digunakan
fun. sebagai subjek kalimat
membutuhkan kata kerja
tunggal.
 Some of + ..  Some of the book is good Untuk kata kerja yang
 A lot of + …  A lot of my friends are mengandung kata tersebut,
 Two-thirds of + .. here. maka kata kerjanya
 Most of + …  Tho-thirds of the money is ditentukan oleh kata benda
mine. atau kata ganti setelah of.
 Most of our assignments
are easy.
 One of + …  One of my friends is here. One of /Each of . Every
 Each of + …  Each of my friends is here. one of + plural noun =
 Every one of + ..  Every one of my friends is singular ver (kata kerja
here. tunggal)
None of + …  None of the boys is here. Untuk bahasa inggris yang
 Nonen of the boys are here sangat formal penggunaan
subjek none of akan
diikuti kata kerja tunggal.
Sedangkan kata kerja
jamak sering digunakan
pada bahasa inggris
informal dan kadang-
kadang juga dalam
penulisan formal.
 The number  The number of children in The number of merupakan
 A number of the yard is happy subjek tunggal sehingga
 A number of children were harus diikuti kata kerja
playing together tunggal.
Sedangngkan a number of
merupakan ungkapan
quantity yang berarti sama
dengan a lot of sehingga
kata kerjanya jamak
karena harus diikuti
subjek jamak.
There + be  There is a dog next to you. There be menunjukkan
 There are five doors in this keberadaan sesuatu.
room There + be + subject+ …
Subjek mengikuti be. Jika
tunggal, maka kata kerja
harus tunggal. Jika be
jamak, maka kata kerja
harus jamak.

Subject-Verb Agreement: Some Irregularities

The United Stated is big country Proper nouns yang berakhiran -s termasuk
The Philippines consists of many islands dalam kata benda 9subjek) tunggal yang
The United Nations has many people membutuhkan kata kerja tunggal.
The news is boring News juga termasuk tunggal yang
membutuhkan kata kerja tunggal.
Mathematics is my favorite subject. Mata pelajaran yang berakhiran -ics
Physics is interesting. termasuk tunggal dan membutuhkan kata
kerja tunggal.
Diabetes is dangerous. Nama penyakit tertentu yang berakhiran
(measles, mumps, rabies, rickets, dengan -s juga termasuk tunggal
shingles)
Seven hours is too long for waiting you. Waktu, uang dan jarak termasuk dalam
Ten dollars is enough to buy snacks. tunggal dan membutuhkan kata kerja
One miles is too far. tunggal.
Four and four is eight Aritmatika dalam bahasa
Six times six is sixteen inggris membutuhkan kata
kerja tunggal
Those people are from People, police, cattle dan
Indonesia fish adalah bentuk jamak
The police have been yang tidak berakhiran -s.
called. Oleh karena itu,
Cattle are domestic menggunakan kata kerja
animals. jamak.
English is spoken in many The English eat hotdog. English = languange
countries The Chinese have an The English = people from
Chinese is her language interesting history. England
Beberapa kebangsaan yang
berakhiran -sh, -ese, -ch
dapat berfungsi ganda
sebagai bahasa dan orang-
orangnya (bangsa dari
negara tersebut)
The poor has many Sebagian kecil kata sifat
problems. daapat didahului dengan
The rich get richer. the dan digunakan sebagai
(the young, the elderly, the kata benda jamak yang
living, the dead, the blind) merujuk pada orang-orang
yang sesuai dengan kata
sifat tersebut.

Pengunaan -S dan -ES


Kata kerja dalam bentuk present tense (waktu sekarang) dalam bahasa Inggris
memerlukan penambahan akhiran -s atau -es pada kata kerja tunggal ketika subjeknya
adalah he, she, it, atau subjek jamak seperti they. Sedangkan, kata kerja tidak perlu
ditambahkan akhiran -s atau -es ketika subjeknya adalah I, you, we, atau orang kedua
tunggal (you).

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata kerja dengan penambahan akhiran -s
atau -es pada subjek he, she, dan it:

1. She walks to school every day. (Dia berjalan ke sekolah setiap hari)
2. He eats breakfast at 7 AM. (Dia makan sarapan pukul 7 pagi)
3. The dog barks loudly. (Anjing itu menggonggong keras)
4. The car needs a new battery. (Mobil itu membutuhkan baterai baru)
5. The bird flies high in the sky. (Burung itu terbang tinggi di langit)
Sedangkan, berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata kerja tanpa penambahan
akhiran -s atau -es pada subjek I, you, we, dan they:

1. I like to read books. (Saya suka membaca buku)


2. You walk to school every day. (Kamu berjalan ke sekolah setiap hari)
3. We eat dinner together every night. (Kami makan malam bersama setiap malam)
4. They play soccer on the weekends. (Mereka bermain sepak bola di akhir pekan)
5. You need to study harder. (Anda perlu belajar lebih keras)
6. The dogs bark loudly. (Anjing-anjing menggonggong keras)

J. Parallel Structure

Parallel structure adalah suatu teknik penggunaan kata, frasa, atau klausa yang memiliki
pola yang sama dalam susunan kalimat. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek yang
harmonis dan teratur dalam kalimat.

Berikut adalah 20 kata atau frasa pada Parallel Structure:


1. Both…and — kata penghubung yang menunjukkan adanya dua hal yang dihubungkan
Contoh: She is both intelligent and hardworking. (Dia pintar dan rajin)

2. Not only…but also — kata penghubung yang menunjukkan adanya dua hal yang
memiliki nilai atau tingkat penting yang sama
Contoh: The company not only increased profits but also improved customer service.
(Perusahaan tidak hanya meningkatkan keuntungan, tetapi juga meningkatkan layanan
pelanggan)

3. Such as — frasa penghubung yang digunakan untuk memberikan contoh atau ilustrasi
dari hal yang sedang dibicarakan
Contoh: We offer various outdoor activities, such as hiking, camping, and fishing. (Kami
menawarkan berbagai kegiatan di luar ruangan, seperti mendaki, berkemah, dan
memancing)

4. Likes — kata kerja yang menunjukkan suka atau hobi seseorang


Contoh: She likes to read, write, and draw. (Dia suka membaca, menulis, dan
menggambar)

5. As well as — frasa penghubung yang digunakan untuk menambahkan informasi atau


memberikan alternatif
Contoh: He is good at math as well as science. (Dia pandai matematika dan sains)

6. Neither…nor — kata penghubung yang menunjukkan bahwa tidak ada dari dua hal yang
dihubungkan yang benar atau cocok
Contoh: Neither John nor Peter likes to eat vegetables. (Tidak satupun dari John atau
Peter yang suka makan sayuran)

7. Either…or — kata penghubung yang menunjukkan bahwa salah satu dari dua hal yang
dihubungkan dapat dipilih
Contoh: You can either take the bus or walk to the office. (Anda bisa naik bus atau
berjalan kaki ke kantor)

8. Every…and — kata penghubung yang menunjukkan bahwa setiap hal yang dihubungkan
sama pentingnya
Contoh: The team needs every player and every strategy to win. (Tim membutuhkan
setiap pemain dan setiap strategi untuk menang)

9. From…to — frasa penghubung yang menunjukkan kisaran atau rentang


Contoh: The price of the product ranges from $10 to $20. (Harga produk berkisar dari
$10 hingga $20)

10. So…that — frasa penghubung yang menunjukkan hasil atau konsekuensi dari suatu
tindakan atau peristiwa
Contoh: She studied so hard that she got an A on the exam. (Dia belajar sangat keras
sehingga mendapat A pada ujian)

11. Too…to — frasa penghubung yang menunjukkan suatu keadaan atau kondisi yang
menyebabkan seseorang atau sesuatu tidak dapat melakukan suatu tindakan
Contoh: The bag was too heavy for her to carry. (Tasnya terlalu berat untuk dibawanya)

12. Just as…so too — frasa penghubung yang menunjukkan adanya kesamaan atau paralel
antara dua hal
Contoh: Just as music can bring people together, so too can sports. (Sama seperti musik
bisa mempersatukan orang-orang, olahraga juga bisa melakukannya)

13. The more…the more — frasa penghubung yang menunjukkan adanya hubungan sebab-
akibat antara dua hal
Contoh: The more you practice, the better you become. (Semakin banyak Anda berlatih,
semakin baik Anda menjadi)

14. Whether…or — kata penghubung yang menunjukkan adanya pilihan antara dua hal atau
lebih
Contoh: Whether you like it or not, you have to take the exam. (Apakah Anda suka atau
tidak, Anda harus mengikuti ujian)

15. As…as — frasa penghubung yang menunjukkan perbandingan antara dua hal
Contoh: She is as tall as her sister. (Dia se tinggi saudara perempuannya)
16. No only…but…as well — frasa penghubung yang menunjukkan bahwa ada lebih dari
satu hal yang penting
Contoh: Not only did she win the championship, but she also broke the record as well.
(Dia tidak hanya memenangkan kejuaraan, tetapi dia juga memecahkan rekor)

17. More…than — frasa penghubung yang menunjukkan perbandingan antara dua hal atau
lebih
Contoh: She is more intelligent than her brother. (Dia lebih pintar daripada adiknya)

18. If…then — kata penghubung yang menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara
dua hal
Contoh: If you study hard, then you will pass the exam. (Jika Anda belajar dengan giat,
maka Anda akan lulus ujian)

19. Whether…or not — frasa penghubung yang menunjukkan adanya pilihan antara dua hal
atau lebih
Contoh: Whether or not you come to the party is up to you. (Apakah Anda datang ke
pesta atau tidak, terserah Anda)

20. Just like…so too — frasa penghubung yang menunjukkan adanya kesamaan atau paralel
antara dua hal
Contoh: Just like a doctor needs a stethoscope, so too does a musician need an
instrument. (Sama seperti seorang dokter membutuhkan stetoskop, seorang musisi juga
membutuhkan alat musik)

Contoh kalimat dengan Parallel Structure:


1. Not only did he study hard, but he also joined many extracurricular activities. (Tidak
hanya dia belajar dengan giat, tetapi dia juga mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler.)
2. She likes both classical music and jazz. (Dia suka baik musik klasik maupun jazz.)
3. I not only went to the store, but I also picked up some groceries. (Saya tidak hanya pergi
ke toko, tetapi juga membeli beberapa barang kebutuhan.)
4. We both enjoy hiking and camping. (Kami berdua menikmati pendakian dan berkemah.)
5. He not only plays guitar but also sings. (Dia tidak hanya bermain gitar tetapi juga
bernyanyi.)
6. The company needs employees who are not only skilled but also passionate. (Perusahaan
membutuhkan karyawan yang tidak hanya terampil tetapi juga bersemangat.)
7. The chef prepares dishes with ingredients such as garlic, onions, and tomatoes. (Sang
koki menyiapkan hidangan dengan bahan seperti bawang putih, bawang merah, dan
tomat.)
8. She as well as her brother plays basketball. (Dia dan juga saudara lelakinya bermain bola
basket.)
9. Not only the teacher but also the students were surprised by the sudden fire alarm. (Tidak
hanya guru tetapi juga murid-murid kaget dengan alarm kebakaran tiba-tiba.)
10. The store sells various items, such as clothing, accessories, and home decor. (Toko
menjual berbagai barang, seperti pakaian, aksesoris, dan dekorasi rumah.)
11. He is not only an excellent athlete but also a top student. (Dia tidak hanya atlet yang
sangat baik tetapi juga siswa teratas.)
12. The new employee is skilled in computer programming as well as web development.
(Karyawan baru tersebut terampil dalam pemrograman komputer serta pengembangan
web.)
13. The company offers both part-time and full-time positions. (Perusahaan menawarkan
posisi paruh waktu dan penuh waktu.)
14. The project requires teamwork, communication, and time management skills. (Proyek
membutuhkan keterampilan kerja tim, komunikasi, dan manajemen waktu.)
15. The vacation spot offers activities such as snorkeling, scuba diving, and surfing. (Tempat
liburan menawarkan aktivitas seperti snorkeling, menyelam, dan selancar.)
16. She is not only a talented writer but also a great public speaker. (Dia tidak hanya penulis
yang berbakat tetapi juga pembicara publik yang hebat.)
17. Both the teacher and the student were happy with the test results. (Baik guru maupun
murid senang dengan hasil tes.)
18. The company provides benefits such as health insurance, paid time off, and retirement
plans. (Perusahaan memberikan manfaat seperti asuransi kesehatan, cuti dibayar, dan
rencana pensiun.)
19. The organization needs volunteers who are committed, dedicated, and passionate.
(Organisasi membutuhkan relawan yang berkomitmen, berdedikasi, dan bersemangat.)
20. The course teaches skills such as critical thinking, problem-solving, and effective
communication. (Kursus mengajarkan keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan
masalah, dan komunikasi yang efektif.)

K. Present Simple Tense

Present Simple Tense adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris yang digunakan
untuk menyatakan kegiatan, kebiasaan, atau fakta yang berlangsung di masa sekarang
secara teratur atau tidak teratur. Present Simple Tense juga digunakan untuk menyatakan
kebenaran umum, jadwal yang berulang, dan keadaan yang tidak berubah.

Contoh kalimat dalam Present Simple Tense:


1. I eat breakfast every day. (Saya sarapan setiap hari.)
2. She goes to the gym three times a week. (Dia pergi ke gym tiga kali seminggu.)
3. He studies English at school. (Dia belajar bahasa Inggris di sekolah.)
4. They play soccer on the weekend. (Mereka bermain sepak bola di akhir pekan.)
6. The sun rises in the east. (Matahari terbit di timur.)
7. Water boils at 100 degrees Celsius. (Air mendidih pada 100 derajat Celsius.)
8. I love to watch movies on the weekends. (Saya suka menonton film di akhir pekan.)
9. She always wears a hat when it’s sunny. (Dia selalu memakai topi saat cuaca cerah.)
10. He listens to music while he works. (Dia mendengarkan musik saat bekerja.)
11. They don’t like spicy food. (Mereka tidak suka makanan pedas.)
12. I speak three languages. (Saya bisa berbicara tiga bahasa.)
13. She teaches math at the university. (Dia mengajar matematika di universitas.)
14. He doesn’t drink coffee in the evening. (Dia tidak minum kopi di malam hari.)
15. They live in a small town near the beach. (Mereka tinggal di sebuah kota kecil dekat
pantai.)
16. The earth revolves around the sun. (Bumi berputar mengelilingi matahari.)
17. I work from 9 to 5. (Saya bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.)
18. She volunteers at the local animal shelter. (Dia menjadi relawan di tempat penampungan
hewan setempat.)
19. He brushes his teeth twice a day. (Dia menyikat giginya dua kali sehari.)
20. They usually have dinner at 7 pm. (Mereka biasanya makan malam pada pukul 7 sore.)
21. The store closes at 9 pm. (Toko tutup pada pukul 9 malam.)

Terdapat dua jenis kalimat dalam Present Simple Tense:


A. Verbal Sentence
Verbal Sentence dalam Present Simple Tense adalah kalimat yang subjeknya diterangkan
dengan kata kerja (verb) dalam bentuk Present Simple.
Pola:

+) Subject + verb 1 + s/es (jika dibutuhkan)+ ….


-) Subject +do/does + not + verb 1 + ….
?) Do/does + subject + verb 1 + ….?

They
We
Tidak menggunakan tanbahan s/es
I
Memakai DO
You
Lebih dari 1
She
He Menggunakan tambahan s/es
It Memakai DOES
1 (tunggal)

Pembentukan kata kerja yang ditambahkan s/es


 Sebagian besar kata kerja tunggal (kata kerja yang didahului subjek tunggal), maka
ditambah akhiran -s. Contoh: read -> reads
 Untuk kata kerja yang berakhiran sh, ch, ss, x, zz dan o, ditambha -es. Contoh: teach ->
teaches.
 Untuk kata kerja yang diakhiri dengan huruf y da didahului konsonan, maka huruf y
diubah ke I lalu ditambah -es. Contoh: cry -> cries.
 Untuk kata kerja yang diakhiri huruf y dan didahului huruf vocal, maka langsung
ditambah -s. Contoh: buy -> buys.

Contoh:

a. She reads books every day. (Dia membaca buku setiap hari.)
b. I listen to music while I work. (Saya mendengarkan musik saat bekerja.)
c. They play soccer on the weekend. (Mereka bermain sepak bola di akhir pekan.)
d. He speaks four languages fluently. (Dia bisa berbicara empat bahasa dengan lancar.)
e. We walk to school every morning. (Kami berjalan kaki ke sekolah setiap pagi.)
f. You write emails to your friends. (Kamu menulis email kepada temanmu.)
g. The sun rises in the east. (Matahari terbit di timur.)
h. The dog barks at strangers. (Anjing menggonggong pada orang asing.)
i. The flowers bloom in the spring. (Bunga mekar pada musim semi.)
j. The birds sing in the morning. (Burung-burung bernyanyi di pagi hari.)

- Nominal Sentence
Nominal sentence adalah jenis kalimat yang tidak menggunakan kata kerja. Biasanya
ditandai dengan penggunaan “be” sebagai verb. Nominal sentence digunakan untuk
menyatakan keadaan atau kondisi yang berlaku secara umum atau terus-menerus.
Pola:
+) Subject + is/am/are +adjective/adverb/noun
-) Subject + is/am/are + not + adjective/adverb/noun
?) Is/am/are + subject + adjective/adverb/noun?

She
He
is
It
1 (tunggal)
I am
They
We
are
You
Lebih dari 1

Contoh:

1. My favorite color is blue. (Warna favorit saya adalah biru.)


2. Her job is to teach English. (Tugasnya adalah mengajar bahasa Inggris.)
3. The weather today is sunny. (Cuaca hari ini cerah.)
4. His hobby is playing guitar. (Hobinya adalah bermain gitar.)
5. Our school is located in the city center. (Sekolah kami terletak di pusat kota.)
6. The population of this town is around 50,000. (Populasi kota ini sekitar 50.000.)
7. The price of the book is $10. (Harga buku itu adalah $10.)
8. My sister’s name is Jane. (Nama adik perempuan saya adalah Jane.)
9. The capital city of Indonesia is Jakarta. (Ibu kota Indonesia adalah Jakarta.)
10. The restaurant’s specialty is seafood. (Keahlian restoran ini adalah makanan laut.)

Pembentukan Kalimat
1. Kalimat Positive (affirmative) pada Present Simple Tense
Untuk membentuk kalimat positive pada present simple tense, kita hanya perlu
menggunakan kata kerja dasar (verb) pada bentuk present tanpa menambahkan -s atau -es
pada akhir kata bila subjek kalimat adalah I, you, we, atau they. Namun, jika subjek
kalimat adalah he, she, atau it maka kata kerja harus ditambahkan akhiran -s atau -es.

Contoh kalimat positive pada Present Simple Tense:

a. I wake up early every morning. (Saya bangun pagi setiap hari.)


b. You love to travel to new places. (Kamu suka melakukan perjalanan ke tempat-tempat
baru.)
c. We often go to the cinema on weekends. (Kami sering pergi ke bioskop pada akhir
pekan.)
d. They play soccer every Saturday. (Mereka bermain sepak bola setiap hari Sabtu.)
e. He works as a teacher in a school. (Dia bekerja sebagai guru di sebuah sekolah.)
f. She speaks Spanish fluently. (Dia berbicara bahasa Spanyol dengan lancar.)
g. It rains a lot in this city. (Hujan sering turun di kota ini.)
h. The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan terbenam di
barat.)
i. The train arrives at the station at 7am. (Kereta tiba di stasiun pada pukul 7 pagi.)
j. My sister studies at the university. (Adik perempuan saya belajar di universitas.)
k. We eat breakfast together every day. (Kami sarapan bersama setiap hari.)
l. You listen to music while you exercise. (Kamu mendengarkan musik sambil
berolahraga.)
m. The birds sing in the morning. (Burung-burung berkicau di pagi hari.)
n. My parents live in the countryside. (Orang tua saya tinggal di pedesaan.)
o. The cat sleeps on the sofa. (Kucing tidur di sofa.)

2. Kalimat Negative pada Present Simple Tense


Untuk membentuk kalimat negative pada present simple tense, kita perlu menambahkan
kata bantu “do not” atau “does not” di depan kata kerja dasar (verb). “Do not” digunakan
untuk subjek I, you, we, atau they, sedangkan “does not” digunakan untuk subjek he, she,
atau it. Akhiran -s atau -es pada kata kerja juga dihilangkan.

Contoh kalimat negative pada Present Simple Tense:

a. I do not like coffee. (Saya tidak suka kopi.)


b. You do not play video games all day. (Kamu tidak bermain video game sepanjang hari.)
c. We do not watch TV in the morning. (Kami tidak menonton TV di pagi hari.)
d. They do not eat meat. (Mereka tidak makan daging.)
e. He does not smoke. (Dia tidak merokok.)
f. She does not work on weekends. (Dia tidak bekerja pada akhir pekan.)
g. It does not rain in the desert. (Tidak hujan di padang pasir.)
h. The car does not start because the battery is dead. (Mobil tidak dapat dinyalakan karena
baterai sudah habis.)
i. The students do not speak English fluently. (Siswa-siswa tidak berbicara bahasa Inggris
dengan lancar.)
j. My sister does not like spicy food. (Adik perempuan saya tidak suka makanan pedas.)
k. We do not drive to work. (Kami tidak berkendara ke tempat kerja.)
l. You do not study enough for the exam. (Kamu tidak belajar cukup untuk ujian.)
m. The dog does not bark at strangers. (Anjing tidak menggonggong pada orang asing.)
n. The flowers do not bloom in winter. (Bunga-bunga tidak mekar di musim dingin.)
o. The sun does not shine at night. (Matahari tidak bersinar pada malam hari.)

3. Kalimat Interogative pada Present Simple Tense


Untuk membentuk kalimat interogative pada present simple tense, kita perlu
menempatkan kata bantu “do” atau “does” di depan subjek kalimat. “Do” digunakan
untuk subjek I, you, we, atau they, sedangkan “does” digunakan untuk subjek he, she,
atau it. Kata kerja dasar (verb) juga digunakan tanpa akhiran -s atau -es.

Contoh kalimat interogative pada Present Simple Tense:

a. Do you speak French? (Apakah kamu berbicara bahasa Prancis?)


b. Does she live in New York? (Apakah dia tinggal di New York?)
c. Do we have a meeting today? (Apakah kita memiliki pertemuan hari ini?)
d. Do they like sushi? (Apakah mereka suka sushi?)
e. Does he play the guitar? (Apakah dia bermain gitar?)
f. Do you go to the gym every day? (Apakah kamu pergi ke gym setiap hari?)
g. Does it snow in this city? (Apakah salju turun di kota ini?)
h. Do your parents live in another country? (Apakah orang tua kamu tinggal di negara lain?)
i. Does your brother work in a bank? (Apakah saudara laki-laki kamu bekerja di bank?)
j. Do we need to bring our passports? (Apakah kita perlu membawa paspor kita?)
k. Does the restaurant serve vegetarian food? (Apakah restoran menyajikan makanan
vegetarian?)
l. Do you have any questions? (Apakah kamu memiliki pertanyaan?)
m. Does the bus stop at this station? (Apakah bus berhenti di stasiun ini?)
n. Do your friends like the movie? (Apakah teman-teman kamu suka film itu?)
o. Does the hotel provide breakfast? (Apakah hotel menyediakan sarapan?)

L. Present Continuous Tense


Present continuous tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan aksi
yang sedang terjadi pada saat ini. Selain itu, juga digunakan untuk membicarakan suatu
hal yang sudah direncanakan sebelumnya termasuk juga cita-cita yang sudah
direncanakan dengan matang sebelumnya. Bentuk present continuous terdiri dari to be
(am, is, are) dan kata kerja dengan tambahan -ing.
Pola:
+) Subject + is/am/are + ver-ing + …..
-) Subject + is/am/are + not + ver-ing + …..
?) Is/am/are + subject + ver-ing + …..?

Pola pembentukan Verb-ing

- Sebagian besar kata kerja, bisa langsung ditambah -ing.


Contoh: show -> showing
- Untuk kata kerja yang terdiri dari satu kata, diakiri dengan konsonan b,d,g,m,p,t dan
terdapat satu huruf vokal sebelum konsonan tersebut, maka konsonannya digandakan lalu
ditambah -ing.
Contoh: get – getting, nod – nodding, jog – jogging
- Untuk kata kerja yang berakhiran dengan huruf e, maka huruf e tersebut kita hilangkan
dan langsung ditambah -ing.
Contoh: close – closing, ride – riding, smile – smiling

Berikut adalah 20 contoh kalimat present continuous tense:


1. I am studying for my exam. (Saya sedang belajar untuk ujian saya.)
2. They are playing soccer in the park. (Mereka sedang bermain sepak bola di taman.)
3. She is cooking dinner for us. (Dia sedang memasak makan malam untuk kita.)
4. He is reading a book in the library. (Dia sedang membaca buku di perpustakaan.)
5. We are watching a movie right now. (Kami sedang menonton film sekarang.)
6. The baby is sleeping in the crib. (Bayi sedang tidur di tempat tidurnya.)
7. The teacher is explaining the lesson to the students. (Guru sedang menjelaskan pelajaran
kepada murid-murid.)
8. My sister is practicing piano in her room. (Adik perempuan saya sedang berlatih piano di
kamarnya.)
9. They are planning to go on vacation next week. (Mereka berencana pergi berlibur minggu
depan.)
10. The company is launching a new product next month. (Perusahaan akan meluncurkan
produk baru bulan depan.)
11. The sun is shining brightly in the sky. (Matahari sedang bersinar terang di langit.)
12. The children are playing with their toys on the floor. (Anak-anak sedang bermain dengan
mainan mereka di lantai.)
13. The artist is painting a beautiful landscape. (Seniman sedang melukis pemandangan yang
indah.)
14. I am not feeling well today. (Saya tidak merasa baik-baik saja hari ini.)
15. The waiter is serving the customers at the table. (Pelayan sedang melayani pelanggan di
meja.)
16. My friend is learning to drive a car. (Teman saya sedang belajar mengemudi mobil.)
17. The dog is barking loudly in the backyard. (Anjing sedang menggonggong keras di
halaman belakang.)
18. The students are taking a break from their class. (Murid-murid sedang istirahat dari kelas
mereka.)
19. She is typing an email on her computer. (Dia sedang mengetik email di komputernya.)
20. We are waiting for the bus to arrive. (Kami sedang menunggu bus tiba.)

Pembentukan Kalimat
Untuk membentuk kalimat present continuous tense, kita membutuhkan auxiliary verb
“to be” (is, am, are) diikuti dengan verb dalam bentuk -ing.

Berikut adalah cara membentuk kalimat present continuous tense dan contohnya:

1. Positive
Untuk membentuk kalimat positive dalam present continuous tense, kita menggunakan
subjek, to be (am/is/are), dan kata kerja dalam bentuk present participle.

Contoh kalimat:
- I am eating breakfast. (Saya sedang sarapan.)
- She is playing with her toys. (Dia sedang bermain dengan mainannya.)
- They are watching a movie. (Mereka sedang menonton film.)
- He is studying for his exam. (Dia sedang belajar untuk ujian.)
- We are traveling to Europe next week. (Kami akan melakukan perjalanan ke Eropa
minggu depan.)
- He is cooking dinner. (Dia sedang memasak makan malam.)
- She is dancing in the living room. (Dia sedang menari di ruang tamu.)
- They are studying English grammar. (Mereka sedang belajar tata bahasa Inggris.)
- We are taking a break from work. (Kami sedang istirahat dari pekerjaan.)
- The dog is barking loudly. (Anjing itu sedang menggonggong dengan keras.)

2. Negative
Untuk membentuk kalimat negative dalam present continuous tense, kita menggunakan
subjek, to be (am/is/are), dan kata kerja negatif (not) sebelum kata kerja dalam bentuk
present participle.

Contoh kalimat:

- I am not eating breakfast. (Saya tidak sedang sarapan.)


- She is not playing with her toys. (Dia tidak sedang bermain dengan mainannya.)
- They are not watching a movie. (Mereka tidak sedang menonton film.)
- He is not studying for his exam. (Dia tidak sedang belajar untuk ujian.)
- We are not traveling to Europe next week. (Kami tidak akan melakukan perjalanan ke
Eropa minggu depan.)
- He is not watching TV. (Dia tidak sedang menonton TV.)
- She is not eating pizza. (Dia tidak sedang makan pizza.)
- They are not playing soccer. (Mereka tidak sedang bermain sepak bola.)
- We are not drinking coffee. (Kami tidak sedang minum kopi.)
- The baby is not sleeping. (Dia tidak sedang tidur.)

3. Interrogative
Untuk membentuk kalimat interogative dalam present continuous tense, kita
menggunakan kata bantu to be (am/is/are) sebelum subjek, kemudian diikuti kata kerja
dalam bentuk present participle dan tanda tanya pada akhir kalimat.

Contoh kalimat:

- Am I eating breakfast? (Apakah saya sedang sarapan?)


- Is she playing with her toys? (Apakah dia sedang bermain dengan mainannya?)
- Are they watching a movie? (Apakah mereka sedang menonton film?)
- Is he studying for his exam? (Apakah dia sedang belajar untuk ujian?)
- Are we traveling to Europe next week? (Apakah kami akan melakukan perjalanan ke
Eropa minggu depan?)
- Is he playing basketball? (Apakah dia sedang bermain bola basket?)
- Are they swimming in the pool? (Apakah mereka sedang berenang di kolam renang?)
- Am I speaking too fast? (Apakah saya berbicara terlalu cepat?)
- Is the train leaving at 7 PM? (Apakah kereta berangkat jam 7 malam?)
- Are we going to the concert tonight? (Apakah kami akan pergi ke konser malam ini?)

Penjelasan Tambahan:
- Kalimat positif present continuous tense menggambarkan kejadian yang sedang
berlangsung pada saat ini.
- Kalimat negatif present continuous tense membantah bahwa kejadian tersebut sedang
terjadi pada saat ini.
- Kalimat interogative present continuous tense digunakan untuk menanyakan kejadian
yang sedang berlangsung pada saat ini.

Penggunaan I, You, She, We, They pada Is Am Are:


Perlu diingat bahwa dalam present continuous tense, kata kerja selalu berakhir dengan -
ing dan to be (am/is/are) harus disesuaikan dengan subjek dalam kalimat.

- I am (saya)
- You are (kamu)
- He/She/It is (dia/itu)
- We are (kami)
- They are (mereka)

M. Past Simple Tense

Past Simple Tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan suatu
kejadian yang terjadi pada waktu lampau, biasanya terjadi satu kali atau dalam waktu
yang singkat. Bentuk dasar dari Past Simple Tense adalah Verb 2.

Berikut ini adalah contoh kalimat Past Simple Tense beserta artinya:
1. I went to the beach last weekend. (Saya pergi ke pantai akhir pekan lalu.)
2. She played piano when she was a child. (Dia bermain piano saat masih kecil.)
3. He walked home from the office yesterday. (Dia berjalan pulang dari kantor kemarin.)
4. They visited their grandparents last summer. (Mereka mengunjungi kakek-nenek mereka
musim panas lalu.)
5. She didn’t study for the test. (Dia tidak belajar untuk ujian.)
6. He didn’t eat breakfast this morning. (Dia tidak sarapan pagi ini.)
7. Did you watch the movie last night? (Apakah kamu menonton film tadi malam?)
8. We finished the project on time. (Kami menyelesaikan proyek tepat waktu.)
9. He sang a song at the party. (Dia menyanyikan sebuah lagu di pesta.)
10. They didn’t like the food at the restaurant. (Mereka tidak suka makanan di restoran.)

Pembentukan Kalimat
Berikut ini adalah cara pembentukan kalimat positive, negative, dan interrogative pada
past simple tense:

1. Kalimat Positive
Subject + Verb2 (past form) + Object -> Verbal Sentence
Subject + was/were + adjective/adverb/noun -> Noun Sentence

Contoh:

a. I studied English for three years in high school. (Saya belajar bahasa Inggris selama tiga
tahun di SMA.)
b. She traveled to Japan last summer. (Dia pergi ke Jepang musim panas lalu.)
c. I finished my homework early last night. (Saya menyelesaikan pekerjaan rumah saya
dengan cepat semalam.)
d. She traveled to Europe last summer. (Dia pergi ke Eropa musim panas lalu.)
e. We went to the park and played frisbee. (Kami pergi ke taman dan bermain frisbee.)
f. The sun shone brightly all day yesterday. (Matahari bersinar terang sepanjang hari
kemarin.)
g. He won the race by a few seconds. (Dia memenangkan perlombaan itu dengan selisih
beberapa detik.)
h. I was a student of Monash University. (Saya adalah seorang mahasiswa Universitas
Monash.)
i. My mother was young and energetic. (ibu saya masih muda dan energik.)
j. Student were in the classroom. (Siswa berada di dalam kelas.)
k. They were still teachers last year. (Mereka masih menjadi guru tahun lalu.)

2. Kalimat Negative
Subject + did not + Verb1 (base form) + Object -> Verbal Sentence
Subject + was/were + not + adjective/adverb/noun -> Noun Sentence

Contoh:

a. I did not watch TV last night. (Saya tidak menonton TV tadi malam.)
b. He did not finish his homework yesterday. (Dia tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya
kemarin.)
c. I didn’t eat breakfast this morning. (Saya tidak sarapan pagi ini.)
d. She didn’t watch the movie because she was too tired. (Dia tidak menonton film itu
karena terlalu lelah.)
e. We didn’t go to the party because we had to study. (Kami tidak pergi ke pesta karena
harus belajar.)
f. The restaurant didn’t serve any vegetarian options. (Restoran itu tidak menyajikan opsi
vegetarian.)
g. He didn’t pass the test despite studying for hours. (Dia tidak lulus ujian meskipun telah
belajar selama berjam-jam.)
h. I was not a student of Monash University. (Saya bukan mahasiswa Universitas Monash.)
i. My mother was not young and energetic. ( Ibu saya tidak muda dan energik.)
j. Student were not in the classroom. (Siswa tidak berada di dalam kelas.)
k. They were not teachers last year. (Mereka bukan menjadi guru tahun lalu.)

3. Kalimat Interrogative
Did + Subject + Verb1 (base form) + Object + ? -> Verbal Sentence
Was/were + subject + adjective/adverb/noun? -> Noun Sentence

Contoh:

1) Did you go to the concert last weekend? (Apakah kamu pergi ke konser akhir pekan
lalu?)
2) Did they play football yesterday afternoon? (Apakah mereka bermain sepak bola kemarin
sore?)
3) Did you have a good weekend? (Apakah kamu memiliki akhir pekan yang
menyenangkan?)
4) Did she finish her project on time? (Apakah dia menyelesaikan proyeknya tepat waktu?)
5) Did they enjoy the concert last night? (Apakah mereka menikmati konser semalam?
6) Did the train arrive on time? (Apakah kereta datang tepat waktu?)
7) Did he call you yesterday? (Apakah dia meneleponmu kemarin?)
8) Contoh lain dari kalimat past simple tense:
9) I watched a movie last night. (Saya menonton film semalam.) — Kalimat positive
menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “watch”.
10) We played tennis yesterday. (Kami bermain tenis kemarin.) — Kalimat positive
menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “play”.
11) She cooked dinner for us last night. (Dia memasak makan malam untuk kami semalam.)
— Kalimat positive menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “cook”.
12) He played the guitar at the party last night. (Dia memainkan gitar di pesta semalam.) —
Kalimat positive menggunakan kata kerja bentuk kedua dari kata kerja “play”.
13) She didn’t eat breakfast this morning. (Dia tidak sarapan pagi ini.) — Kalimat negative
menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata kerja “eat”.
14) They didn’t study for the exam last night. (Mereka tidak belajar untuk ujian semalam.) —
Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata
kerja “study”.
15) I didn’t see the movie that you recommended. (Saya tidak menonton film yang kamu
rekomendasikan.) — Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja
bentuk pertama dari kata kerja “see”.
16) We didn’t go to the beach last weekend. (Kami tidak pergi ke pantai akhir pekan lalu.) —
Kalimat negative menggunakan “did not” di depan kata kerja bentuk pertama dari kata
kerja “go”.
17) Did they visit their grandparents last weekend? (Apakah mereka mengunjungi kakek-
nenek mereka akhir pekan lalu?) — Kalimat interogative dengan membalikkan urutan
subjek dan kata kerja serta menambahkan kata tanya di depan kalimat.
18) Did she buy a new car last month? (Apakah dia membeli mobil baru bulan lalu?) —
Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata kerja serta
menambahkan kata tanya di depan kalimat.
19) Did you go to the party last weekend? (Apakah kamu pergi ke pesta akhir pekan lalu?) —
Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata kerja serta
menambahkan kata tanya di depan kalimat.
20) Did you have a good time at the party last night? (Apakah kamu bersenang-senang di
pesta semalam?) — Kalimat interogative dengan membalikkan urutan subjek dan kata
kerja serta menambahkan kata tanya di depan kalimat.
21) Was I a student of Monash University? (Apakah saya seorang mahasiswa Universitas
Monash?)
22) Was your mother young and energetic? (Apakah ibumu masih muda dan energik?)
23) Were students in the classroom? (Apakah siswa ada di dalam kelas?)
24) Were they still teachers last year? (apakah mereka masih menjadi guru tahun lalu?)

N. Past Continuous Tense


Past Continuous Tense adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan
bahwa suatu tindakan yang di masa lampau sedang dilakukan. Tense ini terdiri dari dua
bagian: kata kerja “to be” dalam bentuk lampau dan kata kerja utama dalam bentuk “-
ing”. Bentuk ini juga dapat digunakan untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi pada
saat waktu tertentu di masa lampau.
Pola
+) Subject + was/were + ver-ing + …..
-) Subject + was/were + not + ver-ing + …..
?) Was/were + subject + ver-ing + …..?

Contoh kalimat Past Continuous Tense:


a. I was studying when my friend called me. (Saya sedang belajar ketika teman saya
menelepon saya.)
b. They were cooking dinner when the power went out. (Mereka sedang memasak makan
malam ketika listrik padam.)
c. She was watching TV when her mother came home. (Dia sedang menonton TV ketika
ibunya pulang.)
d. He was playing guitar while his sister was singing. (Dia sedang bermain gitar sementara
saudara perempuannya sedang bernyanyi.)
e. The kids were playing in the park when it started to rain. (Anak-anak sedang bermain di
taman ketika mulai hujan.)
f. The teacher was explaining the lesson when the bell rang. (Guru sedang menjelaskan
pelajaran ketika bel berbunyi.)
g. We were walking home when we saw a shooting star. (Kami sedang berjalan pulang
ketika melihat bintang jatuh.)
h. They were sleeping when the earthquake happened. (Mereka sedang tidur ketika gempa
terjadi.)
i. She was reading a book while her friend was studying. (Dia sedang membaca buku
sementara temannya sedang belajar.)
j. He was waiting for his girlfriend when she arrived. (Dia sedang menunggu pacarnya
ketika dia tiba.)
k. They were talking on the phone when the battery died. (Mereka sedang berbicara di
telepon ketika baterai habis.)
l. The dog was barking loudly while the cat was sleeping. (Anjing sedang menggonggong
keras sementara kucing sedang tidur.)
m. He was driving to work when he got a flat tire. (Dia sedang mengemudi ke tempat kerja
ketika ban mobilnya bocor.)
n. The children were playing games while their parents were having a conversation. (Anak-
anak sedang bermain game sementara orang tua mereka sedang berbincang-bincang.)
o. She was cooking dinner when her friends arrived. (Dia sedang memasak makan malam
ketika teman-temannya tiba.)
Pembentukan Kalimat
Past Continuous Tense dalam kalimat positive, negative dan interrogative mempunyai
bentuk dan aturan yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan serta contoh kalimat
untuk setiap bentuk tersebut beserta terjemahannya:

1. Kalimat Positive
Kalimat Positive Past Continuous Tense dibentuk dengan menggunakan kata kerja “to
be” dalam bentuk past (was/were) dan kata kerja utama dalam bentuk -ing. Fungsi
kalimat ini adalah untuk menyatakan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung di masa
lampau.

Contoh:

- She was playing tennis with her friends when I arrived. (Dia sedang bermain tenis dengan
teman-temannya saat saya datang.)
- They were dancing happily at the party last night. (Mereka sedang menari dengan bahagia
di pesta semalam.)
- He was watching TV when the phone rang. (Dia sedang menonton TV saat telepon
berdering.)
- The workers were repairing the road when it started to rain. (Para pekerja sedang
memperbaiki jalan saat hujan mulai turun.)
- I was cooking dinner when my friend came over. (Saya sedang memasak makan malam
ketika teman saya datang.)

2. Kalimat Negative
Kalimat Negative Past Continuous Tense dibentuk dengan menambahkan “not” di antara
kata kerja “to be” dalam bentuk past (was/were) dan kata kerja utama dalam bentuk -ing.
Fungsi kalimat ini adalah untuk menyatakan bahwa suatu tindakan tidak sedang
berlangsung di masa lampau.

Contoh:

- She was not working at the office yesterday. (Dia tidak sedang bekerja di kantor
kemarin.)
- They were not studying for the exam last night. (Mereka tidak sedang belajar untuk ujian
semalam.)
- He was not listening to the music when I entered the room. (Dia tidak sedang
mendengarkan musik saat saya masuk ke dalam ruangan.)
- The dog was not barking when the postman arrived. (Anjing itu tidak sedang
menggonggong ketika tukang pos datang.)
- We were not driving too fast on the highway. (Kami tidak sedang mengemudi terlalu
cepat di jalan tol.)
3. Kalimat Interrogative
Kalimat Interrogative Past Continuous Tense dibentuk dengan membalikkan posisi kata
kerja “to be” dalam bentuk past (was/were) dan subjek, kemudian menambahkan kata
kerja utama dalam bentuk -ing pada akhir kalimat. Fungsi kalimat ini adalah untuk
membuat pertanyaan tentang tindakan yang sedang berlangsung di masa lampau.

Contoh:

- Was she cooking dinner when you called her? (Apakah dia sedang memasak makan
malam ketika kamu meneleponnya?)
- Were they watching TV when the storm started? (Apakah mereka sedang menonton TV
ketika badai mulai?)
- Was he working on the project at that time? (Apakah dia sedang mengerjakan proyek
pada saat itu?)
- Were the children playing outside when their parents came home? (Apakah anak-anak
sedang bermain di luar rumah ketika orang tua mereka pulang?)
- Was the teacher giving a lecture when you entered the classroom? (Apakah guru sedang
memberikan kuliah ketika kamu masuk ke dalam kelas?)

Penggunaan Was dan Were


Was dan were adalah kata kerja “to be” dalam bentuk past (lampau). Kedua kata ini
digunakan untuk membentuk kalimat Past Continuous Tense, yang menunjukkan bahwa
suatu tindakan sedang berlangsung di masa lampau.

Penggunaan was dan were tergantung pada subjek kalimatnya. Was digunakan untuk
subjek tunggal, seperti “I”, “he”, “she”, atau “it”. Sedangkan were digunakan untuk
subjek jamak, seperti “we”, “you”, atau “they”.

Contoh penggunaan was dan were:

- I was studying for my exam all night long. (Saya sedang belajar untuk ujian sepanjang
malam.)
- He was playing basketball with his friends yesterday afternoon. (Dia sedang bermain bola
basket dengan teman-temannya kemarin siang.)
- She was cooking dinner when her friend arrived. (Dia sedang memasak makan malam
ketika temannya datang.)
- We were watching a movie when the power went out. (Kami sedang menonton film
ketika listrik padam.)
- They were walking along the beach at sunset. (Mereka sedang berjalan-jalan di pantai
saat matahari terbenam.)
- You were not paying attention during the meeting. (Kamu tidak sedang memperhatikan
selama rapat.)
- We were not driving too fast on the highway. (Kami tidak sedang mengemudi terlalu
cepat di jalan tol.)
- They were not playing music too loud last night. (Mereka tidak sedang memainkan musik
terlalu keras semalam.)
- Were you studying for the exam when I called you? (Apakah kamu sedang belajar untuk
ujian ketika saya meneleponmu?)
- Were they playing basketball when it started to rain? (Apakah mereka sedang bermain
bola basket ketika hujan mulai turun?)

O. Present Perfect Tense

Present Perfect Tense adalah bentuk tense dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menunjukkan bahwa suatu tindakan telah terjadi di masa lalu dan berhubungan dengan
situasi saat ini atau masa kini.

Rumus present perfect tense adalah have/has + past participle. Have digunakan untuk
subjek I, you, we, dan they, sedangkan has digunakan untuk subjek he, she, dan it. Past
participle sendiri bisa berupa kata kerja bentuk ketiga atau kata benda yang dibentuk
dengan menambahkan -ed pada kata kerja.

Contoh kalimat present perfect tense:


- I have finished my homework. (Saya telah menyelesaikan pekerjaan rumah saya.)
- She has eaten breakfast already. (Dia sudah sarapan.)
- They have traveled to many countries. (Mereka sudah melakukan perjalanan ke banyak
negara.)
- We have watched that movie before. (Kami sudah menonton film itu sebelumnya.)
- He has read three books this week. (Dia telah membaca tiga buku minggu ini.)
- She has not studied for the exam yet. (Dia belum belajar untuk ujian.)
- They have not arrived at the airport. (Mereka belum sampai di bandara.)
- I have not seen that movie. (Saya belum menonton film itu.)
- He has not finished his work yet. (Dia belum menyelesaikan pekerjaannya.)
- We have not decided where to go for vacation. (Kami belum memutuskan tempat untuk
berlibur.)
- Have you visited that museum before? (Apakah kamu pernah mengunjungi museum itu
sebelumnya?)
- Has he talked to his boss about the project? (Apakah dia sudah berbicara dengan bosnya
tentang proyek?)
- Have they eaten at that restaurant? (Apakah mereka sudah makan di restoran itu?)
- Have we met before? (Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?)
- Has she lived in this city for a long time? (Apakah dia sudah tinggal di kota ini untuk
waktu yang lama?)
Present Perfect Tense adalah bentuk tense dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menunjukkan bahwa suatu tindakan telah terjadi di masa lalu dan berhubungan dengan
situasi saat ini atau masa kini.

Pembentukan Kalimat
1. Kalimat Present Perfect Tense Positive:
Rumusnya:
Subjek + have/has + past participle/Verb 3 -> Verbal Sentence
Subjek + have/has + been + adj/adv/noun -> Nominal sentence

Contoh:

- I have studied English for two years. (Saya telah belajar bahasa Inggris selama dua
tahun.)
- She has cooked dinner for her family. (Dia telah memasak makan malam untuk
keluarganya.)
- They have traveled to many countries. (Mereka telah melakukan perjalanan ke banyak
negara.)
- We have watched that movie before. (Kami telah menonton film itu sebelumnya.)
- He has read three books this week. (Dia telah membaca tiga buku minggu ini.)
- The company has hired many new employees. (Perusahaan telah merekrut banyak
karyawan baru.)
- My sister has graduated from college. (Saudara perempuan saya telah lulus kuliah.)
- We have seen that movie five times. (Kami telah menonton film itu lima kali.)
- The students have finished their exams. (Siswa telah menyelesaikan ujian mereka.)
- The sun has set over the mountains. (Matahari telah terbenam di atas pegunungan.)
- I have cleaned the house this morning. (Saya telah membersihkan rumah pagi ini.)
- He has won several awards for his work. (Dia telah memenangkan beberapa penghargaan
untuk pekerjaannya.)
- They have received the package from the post office. (Mereka telah menerima paket dari
kantor pos.)
- The restaurant has served delicious food. (Restoran telah menyajikan makanan yang
lezat.)
- We have had a great time at the beach. (Kami telah menghabiskan waktu yang
menyenangkan di pantai.)

2. Kalimat Present Perfect Tense Negative:


Rumusnya:
Subjek + have/has + not + past participle/verb3 -> verbal sentence
Subjek + have/has + not + been + adj/adv/noun -> noun sentence

Contoh:
- I have not studied for the exam yet. (Saya belum belajar untuk ujian.)
- She has not eaten breakfast yet. (Dia belum sarapan.)
- They have not arrived at the airport. (Mereka belum sampai di bandara.)
- We have not decided where to go for vacation. (Kami belum memutuskan tempat untuk
berlibur.)
- He has not finished his work yet. (Dia belum menyelesaikan pekerjaannya.)
- My brother has not visited me for a long time. (Saudara laki-laki saya belum
mengunjungi saya untuk waktu yang lama.)
- They have not learned how to play the guitar. (Mereka belum belajar cara bermain gitar.)
- We have not seen that movie yet. (Kami belum menonton film itu.)
- The company has not announced the results yet. (Perusahaan belum mengumumkan
hasilnya.)
- She has not read the book I recommended. (Dia belum membaca buku yang saya
rekomendasikan.)
- They have not finished their project on time. (Mereka belum menyelesaikan proyek
mereka tepat waktu.)
- He has not called his parents for a week. (Dia belum menelepon orang tuanya selama
seminggu.)
- We have not found the key to the door. (Kami belum menemukan kunci pintu.)
- The students have not submitted their assignments. (- Siswa belum mengumpulkan tugas
mereka.)
- The car has not been repaired yet. (Mobil belum diperbaiki.)

3. Kalimat Present Perfect Tense Interrogative:


Rumusnya:
Have/has + subjek + past participle/verb3 + ? -> verbal sentences
Have/has + subject + been + adj/adv/noun+? -> noun sentence

Contoh:

- Have you studied for the exam? (Apakah kamu sudah belajar untuk ujian?)
- Has she eaten breakfast yet? (Apakah dia sudah sarapan?)
- Have they arrived at the airport? (Apakah mereka sudah sampai di bandara?)
- Have we decided where to go for vacation? (Apakah kita sudah memutuskan tempat
untuk berlibur?)
- Has he finished his work yet? (Apakah dia sudah menyelesaikan pekerjaannya?)
- Have you visited your grandparents recently? (Apakah kamu telah mengunjungi kakek-
nenekmu baru-baru ini?)
- Have they learned how to play the guitar? (Apakah mereka telah belajar cara bermain
gitar?)
- Have we seen that movie before? (Apakah kita pernah menonton film itu sebelumnya?)
- Has the company announced the results yet? (Apakah perusahaan sudah mengumumkan
hasilnya?)
- Has she read the book I recommended? (Apakah dia sudah membaca buku yang saya
rekomendasikan?)
- Have they finished their project on time? (Apakah mereka telah menyelesaikan proyek
mereka tepat waktu?)
- Has he called his parents recently? (Apakah dia telah menelepon orang tuanya baru-baru
ini?)
- Have we found the key to the door? (Apakah kita telah menemukan kunci pintu?)
- Have the students submitted their assignments? (Apakah siswa telah mengumpulkan
tugas mereka?)
- Has the car been repaired yet? (Apakah mobil sudah diperbaiki?)

Catatan: Bentuk present perfect tense menggunakan “have” jika subjek yang digunakan
adalah I, You, We, atau They. Sedangkan jika subjek yang digunakan adalah He, She,
atau It, maka digunakanlah “has”.

Penggunaan Has dan Have


Kata “have” dan “has” digunakan sebagai kata kerja bantu (auxiliary verb) dalam bahasa
Inggris untuk membentuk berbagai tenses, seperti present perfect, past perfect, dan future
perfect. Perbedaan penggunaan kata “have” dan “has” terletak pada subjek kalimat.

1. Have
Kata “have” digunakan pada subjek yang berupa “I,” “you,” “we,” atau “they” dan subjek
jamak lainnya.

Contoh:

- I have a new car.


- You have a beautiful house.
- We have finished our work.
- They have a lot of money.

2. Has
Kata “has” digunakan pada subjek yang berupa “he,” “she,” “it,” atau subjek tunggal
lainnya.

Contoh:

- He has a new job.


- She has a lovely smile.
- It has been a long day.
- The dog has a red collar.
Perhatikan juga bahwa kata “have” dan “has” digunakan dalam bentuk present perfect
tense. Dalam bentuk ini, “have” digunakan pada subjek yang berupa “I,” “you,” “we,”
atau “they”, sedangkan “has” digunakan pada subjek yang berupa “he,” “she,” “it,” atau
subjek tunggal lainnya.

Contoh kalimat present perfect tense dengan penggunaan “have” dan “has”:
- I have lived in this city for ten years.
- You have seen that movie before.
- We have already finished our dinner.
- They have visited that museum many times.
- He has written three novels.
- She has traveled to many countries.
- It has been a great day.
- The dog has eaten his food.

Dalam penggunaan sehari-hari, kita juga bisa menggunakan “have” dan “has” sebagai
kata kerja utama (main verb) dalam kalimat. Contohnya:

- I have a headache. (Saya sakit kepala.)


- She has a big family. (Dia memiliki keluarga besar.)
- They have a lot of work to do. (Mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus
dikerjakan.)

P. Past Perfect Tense

Past perfect tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu
peristiwa terjadi sebelum peristiwa lain di masa lalu. Bentuk dari past perfect tense
adalah had + past participle.

Contoh kalimat past perfect tense:

- I had already eaten breakfast before I left for work. (Saya sudah sarapan sebelum saya
pergi bekerja.)
- She had finished her homework by the time her parents came home. (Dia telah
menyelesaikan pekerjaan rumahnya pada saat orang tuanya pulang.)
- They had visited several cities before they came to New York. (Mereka telah
mengunjungi beberapa kota sebelum mereka datang ke New York.)
- He had studied Spanish for two years before he went to Spain. (Dia telah belajar bahasa
Spanyol selama dua tahun sebelum dia pergi ke Spanyol.)
- We had watched that movie before, so we didn’t want to see it again. (Kami sudah
menonton film itu sebelumnya, jadi kami tidak ingin melihatnya lagi.)
- The train had already left by the time we arrived at the station. (Kereta api sudah
berangkat pada saat kami tiba di stasiun.)
- She had lost her keys, so she couldn’t get into her apartment. (Dia telah kehilangan kunci-
kuncinya, sehingga dia tidak bisa masuk ke apartemennya.)
- He had played football for two hours before he injured his leg. (Dia telah bermain sepak
bola selama dua jam sebelum dia mengalami cedera pada kakinya.)
- They had been married for 10 years before they decided to have children. (Mereka telah
menikah selama 10 tahun sebelum mereka memutuskan untuk memiliki anak.)
- The restaurant had run out of food by the time we arrived. (Restoran tersebut sudah
kehabisan makanan pada saat kami tiba.)
- She had never been to Paris before she went there last year. (Dia belum pernah ke Paris
sebelum dia pergi ke sana tahun lalu.)
- He had read all the books in the library by the time he graduated from college. (Dia telah
membaca semua buku di perpustakaan pada saat dia lulus kuliah.)
- We had lived in that house for 5 years before we moved to a new city. (Kami telah tinggal
di rumah itu selama 5 tahun sebelum kami pindah ke kota baru.)
- The team had won the championship before they lost their star player. (Tim tersebut telah
memenangkan kejuaraan sebelum mereka kehilangan pemain bintang mereka.)
- She had never tasted sushi before she went to Japan. (Dia belum pernah mencicipi sushi
sebelum dia pergi ke Jepang.)

Penggunaan kalimat Positive, Negative dan Interogative


Past Perfect Tense adalah bentuk tense dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk
menyatakan suatu tindakan atau kejadian yang telah terjadi sebelum suatu waktu di masa
lalu tertentu. Berikut ini adalah contoh kalimat pembentuk Past Perfect Tense positive,
negative, dan interrogative beserta terjemahannya:

1. Kalimat Past Perfect Tense Positive:


Rumusnya:
Subjek + had + past participle/verb3 – verbal sentence
Subjek + had + been + adj/adv/noun – nominal sentence

Contoh:

- She had finished her homework before she watched TV. (Dia telah menyelesaikan
pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV.)
- They had eaten breakfast before they went to school. (Mereka telah sarapan sebelum
pergi ke sekolah.)
- He had visited his grandparents before he moved to another city. (Dia telah mengunjungi
kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain.)
- I had studied English for two years before I moved to an English-speaking country. (Saya
telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara berbahasa
Inggris.)
- She had written the report before the deadline. (Dia telah menulis laporan sebelum batas
waktu.)
- They had met each other before they started working together. (Mereka telah saling
bertemu sebelum mulai bekerja bersama.)
- He had learned how to cook before he got married. (Dia telah belajar memasak sebelum
menikah.)
- She had finished the book before the movie was released. (Dia telah menyelesaikan buku
sebelum filmnya dirilis.)
- They had visited the museum before it closed. (Mereka telah mengunjungi museum
sebelum ditutup.)
- He had repaired the car before he went on a trip. (Dia telah memperbaiki mobil sebelum
pergi berlibur.)
- She had graduated from university before she started her career. (Dia telah lulus dari
universitas sebelum memulai karirnya.)
- They had saved enough money before they bought a house. (Mereka telah menghemat
cukup uang sebelum membeli rumah.)
- He had finished his project before the deadline. (Dia telah menyelesaikan proyeknya
sebelum batas waktu.)
- She had learned how to play the piano before the concert. (Dia telah belajar bermain
piano sebelum konser.)
- They had watched the movie before the reviews came out. (Mereka telah menonton film
sebelum ulasannya keluar.)
- I had been a teacher at highschool before I moved here (Saya telah menjadi guru sebelum
saya pindah ke sini)

2. Kalimat Past Perfect Tense Negative:


Rumusnya:
Subjek + had + not + past participle/verb3 – verbal sentence
Subjek + had + not + been + adj/adv/noun – nominal sentence

Contoh:

- She had not finished her homework before she watched TV. (Dia belum menyelesaikan
pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV.)
- They had not eaten breakfast before they went to school. (Mereka belum sarapan sebelum
pergi ke sekolah.)
- He had not visited his grandparents before he moved to another city. (Dia belum
mengunjungi kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain.)
- I had not studied English for two years before I moved to an English-speaking country.
(Saya tidak telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara
berbahasa Inggris.)
- She had not written the report before the deadline. (Dia belum menulis laporan sebelum
batas waktu.)
- They had not met each other before they started working together. (Mereka belum saling
bertemu sebelum mulai bekerja bersama.)
- He had not learned how to cook before he got married. (Dia belum belajar memasak
sebelum menikah.)
- She had not finished the book before the movie was released. (Dia belum menyelesaikan
buku sebelum filmnya dirilis.)
- They had not visited the museum before it closed. (Mereka belum mengunjungi museum
sebelum ditutup.)
- He had not repaired the car before he went on a trip. (Dia belum memperbaiki mobil
sebelum pergi berlibur.)
- She had not graduated from university before she started her career. (Dia belum lulus dari
universitas sebelum memulai karirnya.)
- They had not saved enough money before they bought a house. (Mereka belum
menghemat cukup uang sebelum membeli rumah.)
- He had not finished his project before the deadline. (Dia belum menyelesaikan proyeknya
sebelum batas waktu.)
- She had not learned how to play the piano before the concert. (Dia belum belajar bermain
piano sebelum konser.)
- They had not watched the movie before the reviews came out. (Mereka belum menonton
film sebelum ulasannya keluar.)
- I had not been a teacher at highschool before I moved here (Saya belum menjadi guru
sebelum saya pindah kesini)

3. Kalimat Past Perfect Tense Interrogative:


Rumusnya:
Had + Subjek + past participle/verb3? – verbal sentence
Had + subjek + been + adj/adv/noun? – nominal sentence

Contoh:

- Had she finished her homework before she watched TV? (Apakah dia telah
menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum menonton TV?)
- Had they eaten breakfast before they went to school? (Apakah mereka telah sarapan
sebelum pergi ke sekolah?)
- Had he visited his grandparents before he moved to another city? (Apakah dia telah
mengunjungi kakek neneknya sebelum pindah ke kota lain?)
- Had I studied English for two years before I moved to an English-speaking country?
(Apakah saya telah belajar bahasa Inggris selama dua tahun sebelum pindah ke negara
berbahasa Inggris?)
- Had she written the report before the deadline? (Apakah dia telah menulis laporan
sebelum batas waktu?)
- Had they met each other before they started working together? (Apakah mereka telah
saling bertemu sebelum mulai bekerja bersama?)
- Had he learned how to cook before he got married? (Apakah dia telah belajar memasak
sebelum menikah?)
- Had she finished the book before the movie was released? (Apakah dia telah
menyelesaikan buku sebelum filmnya dirilis?)
- Had they visited the museum before it closed? (Apakah mereka telah mengunjungi
museum sebelum ditutup?)
- Had he repaired the car before he went on a trip? (Apakah dia telah memperbaiki mobil
sebelum pergi berlibur?)
- Had she graduated from university before she started her career? (Apakah dia telah lulus
dari universitas sebelum memulai karirnya?)
- Had they saved enough money before they bought a house? (Apakah mereka telah
menghemat cukup uang sebelum membeli rumah?)
- Had he finished his project before the deadline? (Apakah dia telah menyelesaikan
proyeknya sebelum batas waktu?)
- Had she learned how to play the piano before the concert? (Apakah dia telah belajar
bermain piano sebelum konser?)
- Had they watched the movie before the reviews came out? (Apakah mereka telah
menonton film sebelum ulasannya keluar?)
- Had I been a teacher at high school before I moved here? (Apakah saya telah menjadi
guru sebelum saya pindah kesini?)

Perbedaan Have, Has dan Had


“Have,” “has,” dan “had” adalah kata kerja bantu dalam bahasa Inggris. Meskipun
semuanya terkait dengan membentuk tenses, tapi ketiganya memiliki perbedaan dalam
penggunaan dan fungsinya.

1. Have
“Have” adalah bentuk present tense dari kata kerja bantu “to have”. “Have” digunakan
dalam kalimat positif dan negatif dengan subjek “I”, “you”, “we”, dan “they”, sedangkan
“has” digunakan dengan subjek “he”, “she”, dan “it”. “Have” juga digunakan dalam
bentuk present perfect tense dan present perfect continuous tense.

Contoh penggunaan “have”:

- I have a car. (Saya memiliki mobil.)


- You have a beautiful house. (Kamu memiliki rumah yang indah.)
- We have been studying English for two years. (Kami telah belajar bahasa Inggris selama
dua tahun.)
- They have not finished their homework yet. (Mereka belum menyelesaikan pekerjaan
rumah mereka.)

2. Has
“Has” adalah bentuk present tense dari kata kerja bantu “to have”. “Has” digunakan
dalam kalimat positif dan negatif dengan subjek “he”, “she”, dan “it”. “Has” juga
digunakan dalam bentuk present perfect tense dan present perfect continuous tense.
Contoh penggunaan “has”:

- He has a cat. (Dia memiliki kucing.)


- She has a new job. (Dia memiliki pekerjaan baru.)
- It has been raining all day. (Hujan terus-menerus sepanjang hari.)
- He has not finished his work yet. (Dia belum menyelesaikan pekerjaannya.)

3. Had
“Had” adalah bentuk past tense dari kata kerja bantu “to have”. “Had” digunakan dalam
kalimat positif dan negatif untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi sebelum
kejadian lain di masa lalu. “Had” juga digunakan dalam bentuk past perfect tense.

Contoh penggunaan “had”:

- I had a headache yesterday. (Saya sakit kepala kemarin.)


- She had breakfast before leaving home. (Dia sarapan sebelum meninggalkan rumah.)
- They had already left when we arrived. (Mereka sudah pergi ketika kita tiba.)
- He had not seen the movie before. (Dia belum pernah menonton film itu sebelumnya.)

Dalam rangka membentuk kalimat, “have” dan “has” juga dapat digunakan sebagai kata
kerja utama untuk menunjukkan kepemilikan atau tindakan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, “had” digunakan untuk menunjukkan kejadian yang terjadi di masa lalu
sebelum kejadian lain di masa lalu.

Q. Future Tense

Future tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan kejadian atau
peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Terdapat beberapa bentuk future tense, yaitu:

1. Simple Future Tense


Simple Future Tense merupakan bentuk paling sederhana dari future tense.
Penggunaannya adalah dengan menambahkan kata kerja bantu “will” atau “shall” atau
“be going to” sebelum kata kerja utama dalam bentuk dasar (verb 1). Going to sering
disebut dengan “gonna”.

Pola tenses:

Be going to Will
Subjek + be + going + to + verb 1 + … Subject + will + verb 1 + …
Subject + be not + going + to + verb 1 + … Subject + will not + verb 1 + …
Be + subject + going + to + verb 1 + …? Will + subject + verb 1 + …?
Contoh penggunaan Simple Future Tense:

- I will go to the gym tomorrow. (Saya akan pergi ke gym besok.)


- They will visit their grandparents next weekend. (Mereka akan mengunjungi kakek-nenek
mereka akhir pekan depan.)
- She will finish her homework tonight. (Dia akan menyelesaikan pekerjaan rumahnya
malam ini.)
- I am going to work in London next week (Saya akan bekerja di London minggu depan)

Be going to vs Will
Be going to dan will - According to the weather report, it
Mempunyai arti yang sama untuk will rain tomorrow.
membuat prediksi tentang masa depan - According to the weather report, it is
going to rain tomorrow.
Be going to X : “ Why did you buy this paint?”
Digunakan untuk mengekspresikan Y : “ I’m going to paint my bedroom
rencana yang sudah dibuat sebelumnya. tomorrow.”
Will X : “The phone is ringing.”
Digunakan untuk mengekspresikan Y : “ I’ll get it”
keputusan yang dibuat saat itu juga
(spontan)

2. Future Continuous Tense


Future Continuous Tense digunakan untuk menyatakan tindakan yang akan sedang
berlangsung pada waktu tertentu di masa depan. Bentuk ini dibentuk dengan
menggunakan “will” atau “shall” atau “be going to” dan “be” diikuti dengan kata kerja
utama dalam bentuk present participle (verb + “-ing”).

Pola future continuous tense:

Be going to Will
Subjek + be (is/am/are) + going + to + be + Subject + will + be + verb-ing + …
verb-ing + … Subject + will + not + be + verb-ing
Subject + be (is/am/are) + not + going + to + +…
be + verb-ing + … Will + subject + be + verb-ing + …?
Be (is/am/are) + subject + going + to + be +
verb-ing + …?

Contoh penggunaan Future Continuous Tense:

- I will be working on my project at 10 p.m. tomorrow. (Saya akan sedang mengerjakan


proyek saya jam 10 malam besok.)
- She will be watching a movie when we arrive at her house. (Dia akan sedang menonton
film ketika kami tiba di rumahnya.)
- They will be studying for their exam next week. (Mereka akan belajar untuk ujian mereka
minggu depan.)
- She is going to be studying in London next semester. (Dia akan belajar di London
semester depan)

3. Future Perfect Tense


Future Perfect Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang akan selesai pada waktu
tertentu di masa depan. Bentuk ini dibentuk dengan menggunakan “will” atau “shall” dan
“have” diikuti dengan kata kerja utama dalam bentuk past participle (verb + “-ed”). Atau
bisa juga menggunakan present continuous. Present continuous dapat digunakan untuk
mengekspresikan tentang masa depan ketika sudah direncanakan dengan matang
sebelumnya.

Pola Future Perfect Tense

Present Continuous Present Simple


Subjek + be (is/am/are) + verb-ing + … Subject + verb + s/es (jika dibutuhkan) +
Subject + be (is/am/are) + not + verb-ing …
+… Subject + do/does + not + verb 1 + …
Be (is/am/are) + subject + verb-ing + …? Do/does + subject + verb 1 + …?

Contoh penggunaan Future Perfect Tense:

- They will have finished their project by the end of the week. (Mereka akan telah
menyelesaikan proyek mereka pada akhir minggu.)
- He will have lived in Jakarta for 10 years next month. (Dia akan telah tinggal di Jakarta
selama 10 tahun bulan depan.)
- She will have graduated from college by the time she turns 25. (Dia akan lulus dari
perguruan tinggi pada saat usianya 25 tahun.)
- She is seeing dr. Edward next Friday (Dia akan menemui dr. Edward jumat depan)
- Classes begin next week (Kelas dimulai minggu depan)

4. Future Perfect Continuous Tense


Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan tindakan yang akan
berlangsung dalam jangka waktu tertentu di masa depan dan akan selesai pada titik
tertentu di masa depan. Bentuk ini dibentuk dengan menggunakan “will” atau “shall”,
“have been”, dan kata kerja utama dalam bentuk present participle (verb + “-ing”).

Contoh penggunaan Future Perfect Continuous Tense:


- I will have been studying for 3 hours by the time you arrive. (Saya akan telah sedang
belajar selama 3 jam pada saat kamu tiba.)
- They will have been playing soccer for 2 hours by the end of the game. (Mereka akan
telah sedang bermain sepak bola selama 2 jam pada akhir pertandingan.)
- She will have been working at the company for 5 years next month. (Dia akan sudah
bekerja di perusahaannya selama 5 tahun di bulan depan.)

Perlu diingat bahwa dalam kalimat-kalimat future tense, seringkali kata kerja bantu “will”
atau “shall” dapat dipertukarkan tergantung pada konteks dan preferensi penutur.

Pembentukan Kalimat
Berikut adalah contoh penggunaan future tense dalam kalimat positif, negatif, dan
interrogatif:

1. Simple Future Tense


- Positive: We will have dinner together tonight. (Kita akan makan malam bersama malam
ini.)
- Negative: He will not attend the meeting tomorrow. (Dia tidak akan menghadiri
pertemuan besok.)
- Interrogative: Will they come to the party on Saturday? (Apakah mereka akan datang ke
pesta Sabtu nanti?)

2. Future Continuous Tense


- Positive: They will be traveling to Bali this time next week. (Mereka akan sedang
bepergian ke Bali pada waktu ini minggu depan.)
- Negative: I will not be attending the concert tomorrow night. (Saya tidak akan
menghadiri konser besok malam.)
- Interrogative: Will she be staying at the hotel when we arrive? (Apakah dia sudah
menginap di hotel ketika kita tiba?)

3. Future Perfect Tense


- Positive: By next month, he will have graduated from university. (Di bulan depan, dia
akan telah lulus dari universitas.)
- Negative: They will not have finished the project by the end of the month. (Mereka tidak
akan menyelesaikan proyek pada akhir bulan.)
- Interrogative: Will you have completed the task by the deadline? (Apakah kamu akan
sudah menyelesaikan tugas sebelum batas waktu?)

4. Future Perfect Continuous Tense


- Positive: By the time we arrive, they will have been waiting for us for two hours. (Pada
saat kita tiba, mereka akan sudah menunggu kita selama dua jam.)
- Negative: He will not have been working at the company for a year next month. (Dia
tidak akan telah bekerja di perusahaan selama satu tahun di bulan depan.)
- Interrogative: Will they have been practicing for the competition for three months by the
time it starts? (Apakah mereka akan sudah berlatih untuk kompetisi selama tiga bulan
sejak mereka mulai?)

R. Sentence Structure

Sentence structure (struktur kalimat) adalah cara di mana kata-kata dalam suatu kalimat
diatur dan dihubungkan untuk membentuk makna yang jelas dan terstruktur. Terdapat dua
jenis kalimat utama dalam bahasa Inggris, yaitu simple sentence (kalimat sederhana),
compound sentence dan complex sentence (kalimat kompleks).

1. Simple Sentence
Kalimat sederhana terdiri dari satu klausa dan memiliki struktur dasar yang sederhana,
yaitu subject-predicate-object. Subject adalah subjek kalimat yang menerima tindakan
dari kata kerja (predicate), sedangkan object adalah objek yang menerima tindakan dari
kata kerja.

Contoh kalimat sederhana:

1. I like coffee. (Saya suka kopi.)


2. She sings beautifully. (Dia menyanyi dengan indah.)
3. He is a doctor. (Dia adalah seorang dokter.)
4. The sun sets in the west. (Matahari terbenam di barat.)
5. They are happy. (Mereka bahagia.)
6. We live in a small town. (Kami tinggal di kota kecil.)
7. The dog barks loudly. (Anjing itu menggonggong dengan keras.)
8. She reads a book every night. (Dia membaca buku setiap malam.)
9. He plays basketball well. (Dia bermain bola basket dengan baik.)
10. The bird flies in the sky. (Burung terbang di langit.)
11. We went to the beach. (Kami pergi ke pantai.)
12. The flowers bloom in the spring. (Bunga mekar di musim semi.)
13. She speaks English fluently. (Dia berbicara bahasa Inggris dengan lancar.)
14. He enjoys playing video games. (Dia menikmati bermain game video.)
15. The baby cries when he is hungry. (Bayi menangis ketika lapar.)

2. Compound Sentence
Compound sentence dapat diartikan sebagai kalimat majemuk. Compound sentence
merupakan kalimat yang tersusun dari dua independent clause (induk kalimat) yang
dihubungkan oleh conjunction (kata hubung).

Independent Clause
Independent clause adalah susunan kata-kata paling sedikit mengandung subjek dan kata
kerja, dapat dimengerti serta dapat berdiri sendiri.
- Julia sleeps (Julia tidur)
- Students go to school (Murid-murid pergi ke sekolah)
- She is driving a car (Dia (perempuan) sedang menyetir sebuah mobil)
- My mom bought new skirts (Ibuku membeli rok-rok baru)
- My brother borrowed my laptop (Saudara laki-lakiku meminjam laptopku)
Dalam compound sentence, antara satu independent clause dengan yang lain terhubung
oleh conjunction (kata hubung). Selain itu, apa yang disampaikan dalam tiap independent
clause juga harus menunjukkan keterkaitan).

Conjunction
Salah satu kunci dalam compound sentence adalah conjunction. Conjunction terletak di
antara independent clause, yakni setelah independent clause pertama dan sebelum
independent clause kedua. Berikut beberapa conjunction yang bisa digunakan dalam
compound sentence:

a. For
Secara harfiah, for berarti “untuk”. Namun, dalam konteks compound sentences, for
dapat memiliki makna yang sama dengan because, atau alasan. Ketika for digunakan,
independent clause yang kedua dalam kalimat gabungan ini akan menjadi alasan dari
klausa yang pertama. Contoh kalimatnya sebagai berikut:
- She felt cold, for it was raining. (Perempuan itu merasa dingin, karena cuaca sedang
hujan.)
- He brings an umbrella, for it is rainy season (dia (laki-laki) membawa payung, karena ini
musim penghujan)

b. And
Konjungsi and adalah konjungsi yang paling sering digunakan di dalam kalimat. Fungsi
dari konjungsi ini beragam. Yaitu dapat menjadi penghubung klausa yang nilainya setara,
menjadi penanda bahwa klausa yang kedua terjadi setelah klausa yang pertama, dan
klausa yang kedua menjadi hasil dari klausa pertama. Perhatikan contoh-contoh di bawah
ini:
- Penghubung klausa nilai setara: Yogyakarta is in Central Java, and Bandung is in West
Java. (Yogyakarta ada di Jawa Tengah dan Bandung ada di Jawa Barat.)
- Penanda klausa kedua terjadi setelah klausa pertama: There was an earthquake, and the
houses were destroyed. (Terjadi sebuah gempa bumi, dan rumah-rumah telah hancur.)
- Klausa kedua hasil dari klausa pertama: He slept after midnight, and the following day he
felt sick. (Dia tidur setelah tengah malam, dan keesokan harinya dia merasa sakit.)

c. Nor
Kata hubung nor digunakan dalam compound sentences ketika klausa pertamanya
menggunakan kata negatif neither atau never. Dalam konteks ini, kedua klausa pada
sebuah compound sentence adalah tidak benar atau tidak terjadi. Contoh kalimatnya
adalah sebagai berikut:
She can’t wistle, nor can she sing. (Perempuan itu tidak bisa bersiul atau juga tidak bisa
bernyanyi.)
Pada klausa kedua, terdapat inversion atau pergantian posisi antara subject dengan
auxiliary verb (kata kerja bantu): can ditulis sebelum she.

d. But
Penggunaan konjungsi but dalam sebuah compound sentence harus disesuaikan dengan
keadaan klausa pertama sifatnya kontras dengan klausa kedua. Misalnya seperti pada
kalimat berikut:
- John ran fast, but he couldn’t catch the bus. (John berlari cepat, tapi ia tidak dapat
mengejar bus itu.)
- They don’t want a bad score, but they don’t study (Mereka tidak ingin mendapatkan nilai
yang buruk, tetapi mereka tidak belajar)

e. Or
Konjungsi or digunakan ketika menggabungkan dua klausa alternatif. Contohnya sebagai
berikut:
- Will Andrew swim, or will Henry swim? (Akankah Andrew berenang, atau Henry
berenang?)
- You can watch a movie, or you can listen to a song (Kamu bisa menonton film, atau
kamu bisa mendengarkan lagu)

f. Yet
This conjunction has the similar meaning as the conjunction ‘but’. Jika diartikan, yet
memiliki makna sebagai “tapi di waktu yang bersamaan”, “namun demikian”, dan “tapi
terlepas dari ini.” Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
I have lived in Bandung my entire life, yet I never knew all the places in this city. (Aku
telah hidup di Bandung seumur hidupku, tapi aku tidak pernah hapal semua tempat di
kota ini.)

g. So
Meskipun secara harfiah konjungsi so berarti “juga”, dalam konteks compound sentences,
so dapat bermakna sebagai “karena itu” atau “dan untuk alasan ini.” Berikut adalah
contohnya:
- Jack was feeling sick, so he was absent today. (Jack merasa sakit, karena itu ia tidak hadir
hari ini.)
- James works very hard, so James wins the competition (James bekerja sangat keras, jadi
James memenangkan kompetisi)

3. Complex Sentence
Kalimat kompleks terdiri dari dua atau lebih klausa, yang berarti terdiri dari dua atau
lebih subjek dan predikat. Terdapat dua jenis klausa dalam kalimat kompleks, yaitu
independent clause (klausa independen) yang bisa berdiri sendiri sebagai kalimat
terpisah, dan dependent clause (klausa dependen) yang tidak bisa berdiri sendiri sebagai
kalimat terpisah. Dependent clause selalu diikuti oleh independent clause yang menjadi
induknya.

Contoh kalimat kompleks:

- Although it was raining, we decided to go out. (Meskipun hujan, kami memutuskan untuk
keluar.)
Penjelasan: Although it was raining adalah dependent clause, sedangkan we decided to go
out adalah independent clause. Dependent clause tidak bisa berdiri sendiri sebagai
kalimat terpisah, sehingga harus diikuti oleh independent clause.

- She is studying hard because she wants to get a scholarship. (Dia belajar keras karena
ingin mendapatkan beasiswa.)
Penjelasan: She is studying hard adalah independent clause, sedangkan because she wants
to get a scholarship adalah dependent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.

- After we finished the movie, we went to get some food. (Setelah menonton film, kami
pergi untuk membeli makanan.)
Penjelasan: After we finished the movie adalah dependent clause, sedangkan we went to
get some food adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.

- While I was cooking, he was watching TV. (Saat saya memasak, dia sedang menonton
TV.)
Penjelasan: While I was cooking adalah dependent clause, sedangkan he was watching
TV adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- The book that I read last night was really interesting. (Buku yang saya baca tadi malam
sangat menarik.)
Penjelasan: The book that I read last night adalah dependent clause, sedangkan was really
interesting adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- Because he missed the train, he was late for the meeting. (Karena dia ketinggalan kereta,
dia terlambat untuk rapat.)
Penjelasan: Because he missed the train adalah dependent clause, sedangkan he was late
for the meeting adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.
- He can’t come to the party because he has a prior engagement. (Dia tidak bisa datang ke
pesta karena dia memiliki janji terlebih dahulu.)
Penjelasan: because he has a prior engagement adalah dependent clause, sedangkan He
can’t come to the party adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh
independent clause.

- I will go to the store after I finish my work. (Saya akan pergi ke toko setelah selesai
bekerja.)
Penjelasan: after I finish my work adalah dependent clause, sedangkan I will go to the
store adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- She didn’t buy the dress even though she liked it. (Dia tidak membeli gaun meskipun dia
menyukainya.)
Penjelasan: even though she liked it adalah dependent clause, sedangkan She didn’t buy
the dress adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- The teacher, who is very strict, gave us a lot of homework. (Guru yang sangat ketat
memberi kami banyak PR.)
Penjelasan: who is very strict adalah dependent clause yang digunakan sebagai relative
clause (klausa relatif) yang menjelaskan tentang subjek kalimat, yaitu The teacher.
Kalimat ini juga termasuk dalam kategori kalimat kompleks karena memiliki dua klausa
atau lebih.

- Because of the heavy rain, the road was flooded. (Karena hujan lebat, jalan tergenang air.)
Penjelasan: Because of the heavy rain adalah dependent clause, sedangkan the road was
flooded adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- While she was sleeping, her phone rang several times. (Saat dia sedang tidur, ponselnya
berdering beberapa kali.)
Penjelasan: While she was sleeping adalah dependent clause, sedangkan her phone rang
several times adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent
clause.

- If you study hard, you will pass the exam. (Jika kamu belajar keras, kamu akan lulus
ujian.)
Penjelasan: If you study hard adalah dependent clause, sedangkan you will pass the exam
adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

- I couldn’t find my keys because I misplaced them. (Saya tidak bisa menemukan kunci-
kunci saya karena saya meletakkannya di tempat yang salah.)
Penjelasan: because I misplaced them adalah dependent clause, sedangkan I couldn’t find
my keys adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.
- Mary, who is my best friend, is coming over for dinner. (Mary, yang merupakan sahabat
saya, akan datang untuk makan malam.)
Penjelasan: who is my best friend adalah dependent clause yang digunakan sebagai
relative clause yang menjelaskan tentang subjek kalimat, yaitu Mary. Kalimat ini juga
termasuk dalam kategori kalimat kompleks karena memiliki dua klausa atau lebih.

- We will go to the beach if the weather is good. (Kami akan pergi ke pantai jika cuaca
bagus.)
Penjelasan: if the weather is good adalah dependent clause, sedangkan We will go to the
beach adalah independent clause. Dependent clause diikuti oleh independent clause.

Berbagai kata Penghubung untuk Complex Sentence


Berikut adalah 20 kata penghubung untuk complex sentence beserta artinya:

1. Although — meskipun
2. Because — karena
3. Since — karena
4. Even though — meskipun
5. While — sementara
6. After — setelah
7. Before — sebelum
8. Unless — kecuali jika
9. If — jika
10. Whether — apakah
11. However — namun
12. Moreover — selain itu
13. Furthermore — selanjutnya
14. Nevertheless — meskipun demikian
15. In addition — sebagai tambahan
16. Consequently — akibatnya
17. Therefore — oleh karena itu
18. Thus — demikian
19. Hence — oleh karena itu
20. Nonetheless — bagaimanapun juga

Kata-kata penghubung ini digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih klausa dalam
kalimat kompleks, sehingga membentuk hubungan sebab-akibat, kontras, tambahan, dan
sebagainya.

Perbedaan Compound dan Complex Sentence

 Compound sentence terdiri dari 2 kalimat yang masing-masing adalah independent clause
artinya meskipun di pisah masing-masing memiliki makna.
 Complex sentence terdiri dari 2 kalimat yang masing-masing adalah independent clause
dan dependent clause. independent akan tetap memiliki makna jika di pisah, sedangkan
dependent tidak.

S. Active and Passive Voice

Active voice dan passive voice adalah dua bentuk konstruksi kalimat yang digunakan
dalam bahasa Inggris. Dalam active voice, subjek melakukan tindakan pada objek,
sementara dalam passive voice, objek menerima tindakan dari subjek. Active voice
(kalimat aktif) adalah kalimat yang menggunakan kata kerja berarti melakukan (me-..).
sedangkan passive voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang menggunakan kata kerja
berarti dikenai tindakan atau pekerjaan (di-/ter-…).

Pola kalimat Active dan Passive Voice


Active Voice Passive Voice
S + verb 1 (s/es untuk subjek tunggal) + S + is/am/are + verb 3 + ….
….
S + is/am/are + verb-ing + …. S + is/am/are + being + verb 3 + ….
S + verb 2 + … S + was/were + verb 3 + …
S + was/were + verb 2 + …. S + was/were + being + verb 3 + ….
S + have/has + verb 3 + … S + have/has + been + verb 3 + …
S + had + verb 3 + … S + had + been + verb 3 + …
S + will + verb 1 + … S + will + be + verb 3 + …
S + be (is/am/are) + going to + verb 1 + S + be (is/am/are) + going to + be + verb 3
… +…
S + modal + be + verb 3 + …
S + modal + have been + verb 3 + …

Modal
Contoh kalimat dalam active voice:
 I ate the pizza. (Saya makan pizza)
 She sings a song. (Dia menyanyikan sebuah lagu)
 He writes a letter. (Dia menulis surat)
 They built a house. (Mereka membangun sebuah rumah)
 The dog chased the cat. (Anjing mengejar kucing)
 My mother made a cake. (Ibu saya membuat kue)
 The teacher explains the lesson. (Guru menjelaskan pelajaran)
 The children are playing in the park. (Anak-anak bermain di taman)
 The company produces new products. (Perusahaan menghasilkan produk-produk baru)
 The student reads the book. (Siswa membaca buku)
 The mechanic fixed the car. (Mekanik memperbaiki mobil)
 She teaches English. (Dia mengajar bahasa Inggris)
 He loves his job. (Dia menyukai pekerjaannya)
 The students completed the assignment. (Siswa menyelesaikan tugas)
 The chef cooked the meal. (Koki memasak hidangan)
 The company launched a new campaign. (Perusahaan meluncurkan kampanye baru)
 They designed a new logo. (Mereka mendesain logo baru)
 The teacher gave a quiz. (Guru memberikan kuis)
 The artist painted a beautiful picture. (Seniman melukis gambar yang indah)
 The doctor examined the patient. (Dokter memeriksa pasien)

Contoh kalimat dalam passive voice:


 The pizza was eaten by me. (Pizza dimakan oleh saya)
 A song is sung by her. (Sebuah lagu dinyanyikan olehnya)
 A letter was written by him. (Surat ditulis olehnya)
 A house was built by them. (Rumah dibangun oleh mereka)
 The cat was chased by the dog. (Kucing dikejar oleh anjing)
 A cake was made by my mother. (Kue dibuat oleh ibu saya)
 The lesson is explained by the teacher. (Pelajaran dijelaskan oleh guru)
 The park is being played in by the children. (Taman sedang dimainkan oleh anak-anak)
 New products are produced by the company. (Produk-produk baru dihasilkan oleh
perusahaan)
 The book is being read by the student. (Buku sedang dibaca oleh siswa)
 The car was fixed by the mechanic. (Mobil diperbaiki oleh mekanik)
 English is taught by her. (Bahasa Inggris diajarkan olehnya)
 His job is loved by him. (Pekerjaannya dicintai olehnya)
 The assignment was completed by the students. (Tugas diselesaikan oleh siswa)
 The meal was cooked by the chef. (Hidangan dimasak oleh koki)
 A new campaign was launched by the company. (Kampanye baru diluncurkan oleh
perusahaan)
 A new logo was designed by them. (Sebuah logo sudah didesain oleh mereka)
 The quiz was given by the teacher. (Kuis diberikan oleh guru)
 A beautiful picture was painted by the artist. (Gambar yang indah dilukis oleh seniman)
 The patient was examined by the doctor. (Pasien diperiksa oleh dokter)

Perlu dicatat bahwa penggunaan active atau passive voice tergantung pada konteks dan
tujuan penulisan. Active voice lebih sering digunakan karena lebih langsung dan mudah
dipahami, sedangkan passive voice sering digunakan ketika objek lebih penting daripada
subjek atau ketika penulis ingin meminimalkan peran subjek dalam kalimat.

T. Sentence Fragments

Sentence fragment adalah sebuah rangkaian kata-kata atau frasa yang tidak membentuk
sebuah kalimat lengkap. Sentence fragment tidak mengandung subjek dan predikat yang
lengkap dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat yang bermakna. Cara
mengidentifikasi sentence fragments biasanya berupa frasa atau hanya memiliki satu
dependent clause (subordinate clause). Dependent clause/subordinate clause = kumpulan
kata yang terdiri dari subjek dan predikat tetapu tidak bisa menjadi kalimat utuh.
Seringnya dependent clause ditandai denan subordinating conjuction.
Expressing Complete Thought
Jika sentence When I went to Bali last month to do research (Ketika saya
fragment adalah pergi ke Bali bulan lalu untuk melakukan penelitian) =
dependent clause Sentence Fragment
 I went to Bali last mont to do research (Saya pergi ke Bali
bulan lalu untuk melakukan penelitian)
 When I went to Bali last month, I did research (Ketika saya
pergi ke Bali bulan lalu, saya melakukan penelitian)
Sentence fragmet A story with deep thoughts and emotions (Sebuah cerita dengan
yang tidak pemikiran dan emosi yang mendalam) = Statement Fragment
mempunyai predikat  He told a story with deep thoughts and emotions (Dia
(verb) menceritakan sebuah kisah dengan pemikiran dan emosi
yang dalam)
 A story with deep thoughts and emotions is interesting
(Sebuah cerita dengan pemikiran dan emosi yang dalam
memang menarik)
Sentence fragment My sister cooked a birthday cake. Made that cake delicious. =
yang tidak Sentence Fragment
mempunyai pelaku  My sister cooked a birthday cake. She made that cake
(subject) delicious

Contoh dari sentence fragment beserta penjelasannya:


1. Running in the park. (Frasa “Running in the park” tidak mengandung subjek dan predikat
yang lengkap, sehingga tidak membentuk kalimat yang lengkap)
2. Eating breakfast. (Frasa “Eating breakfast” tidak memiliki subjek yang jelas, sehingga
tidak membentuk kalimat yang lengkap)
3. In the morning. (Frasa “In the morning” tidak memiliki subjek dan predikat yang
lengkap, sehingga tidak membentuk kalimat yang lengkap)
4. Without a doubt. (Frasa “Without a doubt” tidak memiliki subjek dan predikat yang
lengkap, sehingga tidak membentuk kalimat yang lengkap)
5. When I arrived. (Frasa “When I arrived” tidak memiliki predikat yang lengkap, sehingga
tidak membentuk kalimat yang lengkap)

Untuk membuat sebuah kalimat yang lengkap dan bermakna, diperlukan subjek dan
predikat yang lengkap serta klausa utama yang memadai.

Transitional Devices
Traditional sentence adalah kata atau frasa yang berfungsi untuk menghubungkan
kalimat-kalimat dan paragraf. Selain itu, dapat mengurangi kesalapahaman ketika
membaca sebuah teks.

1. Transitional devices: to add (untuk menambahkan)


And Equally important Nor What’s more
Again Finally Too Moreover
And then Further Next In addition
Besides Furthermore Lastly First (second, etc)

Contoh:
The first step, we should pour the water into the glass. Next, we pour the sugar into it.
Finally we can stir them together. (Langkah pertama, kita harus menuangkan air ke dalam
gelas. Selanjutnya, kita tuangkan gula ke dalamnya. Akhirnya kita bisa menyatukan
mereka bersams.)

2. Transitional devices: to compare (untuk membandingkan)


Whereas Nevertheless Meanwhile Up against
But On the contrary After all Balanced against
Yet By comparison In contrast Vis a vis (in relation
to)
On the other hand Where Although this may Although
However Compared to Be true Conversely

Contoh :
The Counselor has agreed about the decision, on the other hand, the governor hasn’t.
(Konselor telah menyetujui keputusan tersebut, di sisi lain gubernur belum.)
3. Transitional devices: to prove (untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu)
Because For Since For the same reason
Obviously Evidently Furthermore Moreover
Besides Indeed In fact In addition
In any case That is

Contoh :
She told me that she can’t attend the party because she is sick, but in fact she is just too
lazy to get out of bed. (Dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak dapat menghadiri
pesta karena dia sakit, tetapi sebenarnya dia terlalu malas untuk bangun dari tempat
tidur.)

4. Transitional devices: to show exeption (untuk menunjukkan pengecualian)


Yet Still However Nevertheless
In spite of Despite Of course Once in a while
Sometimes

Contoh :
Sometimes he came here, but only once in a while. He still works at the office until 7PM.
(Terkadang dia datang ke sini, tapi hanya sesekali. Dia masih bekerja di kantor sampai
jam 7 malam.)

5. Transitional devices: to show time (untuk menunjukkan waktu)


Immediately Thereafter Soon After a few hours
Finally Then Later Previously
Formerly First (second,etc) Next And then

Contoh:
The nurse immediately takes care of his wound, but soon after that he passed way.
(Perawat segera merawat lukanya, tetapi segera setelah itu dia meninggal.)

6. Transitional devices: to repeat (untuk mengulangi sebuah informasi)


In brief As I have said As I have noted As has been noted

Contoh:
As I have said in the previous meeting, we haven’t seen the detective since October, but
as has been noted, we surely will find him soon. (Seperti yang telah saya katakan di
pertemuan sebelumnya, kami belum melihat detektif itu sejak Oktober, tetapi seperti yang
telah dicatat, kami pasti akan segera menemukannya.)

7. Transitional devices: to emphasize (untuk menekankan sesuatu)


Definitely Extremely Obviously In fact
Indeed In any case Absolutely Positively
Naturally Surprisingly Always Forever
Perennially Eternally Never Emphatically
Unquestionably Without a doubt Certainly Undeniably
Without Reservation

Contoh:
A : “ She definitely will be the prom queen, as we see her extremely gorgeous gown in
the ball.” ("Dia pasti akan menjadi ratu pesta prom, seperti yang kita lihat gaunnya yang
sangat cantik di pesta dansa.”)
B: “ Obviously, she is always been so stunning.” (“Jelas, dia selalu sangat memukau.”)

8. Transitional devices: to show sequence (untuk menampilkan urutan waktu)


First, second, etc A, B, C, etc Next Following this
At this time Now A this point After
Afterward Subsequently Finally Consequently
Previously Before this Simultaneously Concurrently
Thus Therefore Hence Next
And then Soon

Contoh :
Soon as she arrives, we will serve her with the finest dinner. After that, we will watch
movie together in the living room, next we go to bed, and finally we will go to the park
tomorrow morning. (Segera setelah dia tiba, kami akan menyajikannya dengan makan
malam terbaik. Setelah itu, kita akan menonton film bersama di ruang tamu, selanjutnya
kita tidur, dan terakhir kita akan pergi ke taman besok pagi.)

9. Transitional devices: to give an example (untuk memberikan contoh)


For example For instance In this case In another case
On this occasion In this situation Take the case of To demonstrate
To illustrate As an illustration

Contoh:
In this situation, we can only hope to God that He will guide your missing brother come.
(Dalam situasi ini, kita hanya bisa berharap kepada Tuhan bahwa Dia akan membimbing
saudaramu yang hilang datang.)

10. Transitional devices: to summarize/conclude (untuk menyimpulkan)


In brief On the whole Summing up To conclude
In conclusion As I have showed As I have said Hence
Therefore Accordingly Thus As a result
Consequently

Contoh:
As a result of the experiment, we can conclude that by watching movie without any
subtitle can increase the ability to listening native speaker better. (Sebagai hasil dari
percobaan, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan menonton film tanpa subtitle apapun
dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan native speaker dengan lebih baik.)

11. Transitional devices: to show cause & effect (untuk menunjukkan penyebab dan efek)
Because Therefore
For that reason Consequently
On account of Accordingly
Since Thus
Hence
As a result

Contoh :
Anne is sick, and for that reason, she cannot be here today to attend the competition she’d
been prepared for three months. (Anne sakit, dan karena alasan itu, dia tidak bisa berada
di sini hari ini untuk menghadiri kompetisi yang telah dia persiapkan selama tiga bulan.)

12. Transitional devices: to show purpose (untuk menunjukkan tujuan)


In order that So that
To that end To this end
For this purpose

13. Transitional devices: to qualify (untuk memenuhi syarat)


Almost Nearly
Probably Perhaps
Maybe Although
Never Always
Frequently

14. Transitional devices: to concede (untuk mengakui)


To be sure Granted
Of course It is true that

U. Writing Strategies

Writing strategies adalah teknik dan pendekatan yang digunakan untuk membantu
seseorang mengembangkan keterampilan menulis dan meningkatkan kualitas tulisannya.
Writing strategies mencakup berbagai taktik yang dapat digunakan untuk merencanakan,
menulis, dan merevisi sebuah tulisan.

Dengan menggunakan writing strategies, seseorang dapat mengatasi kesulitan dalam


menulis dan meningkatkan kemampuannya dalam mengekspresikan ide-ide dan gagasan
secara jelas dan efektif.

Writing strategies untuk artikel atau essay dalam bahasa Inggris dapat mencakup
beberapa tahap, yaitu persiapan sebelum menulis, proses menulis, dan proses editing.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing tahapan tersebut:

1. Persiapan sebelum menulis:


- Outline: Menyusun rencana tulisan berdasarkan topik yang akan dibahas.
- Research: Mencari dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan topik.
- Brainstorming: Menulis ide-ide terkait topik secara acak untuk membantu menciptakan
arah dan fokus yang lebih jelas.
2. Proses menulis
- Focus: Menjaga fokus pada topik dan menghindari menyimpang ke topik lain yang tidak
terkait.
- Organize: Mengatur informasi yang telah dikumpulkan untuk membantu pembaca
memahami struktur tulisan.
- Elaborate: Menjelaskan dengan detail dan mendalam tentang topik yang dibahas.

3. Proses editing:
- Proofread: Mengecek ejaan, tata bahasa, dan kesalahan-kesalahan kecil lainnya.
- Coherence: Mengecek konsistensi tulisan dan memastikan tulisan memiliki alur yang
logis dan jelas.
- Revise: Merevisi tulisan secara keseluruhan untuk memperbaiki bagian-bagian yang
tidak jelas atau kurang sesuai.

Contoh singkat Paragraf & Breakdown:


Contoh 1:
Paragraf:
Global warming is a serious issue that affects the entire planet. It is caused by increased
levels of greenhouse gases, primarily carbon dioxide, in the atmosphere. This increase in
greenhouse gases is mainly due to human activities such as burning fossil fuels and
deforestation. The effects of global warming are becoming more apparent every year,
with rising temperatures, melting ice caps, and more frequent natural disasters.

Breakdown:
- Topik: Global warming.

- Main point: Global warming is a serious issue that affects the entire planet.

- Supporting point 1: It is caused by increased levels of greenhouse gases, primarily


carbon dioxide, in the atmosphere.

- Supporting point 2: This increase in greenhouse gases is mainly due to human activities
such as burning fossil fuels and deforestation.

- Supporting point 3: The effects of global warming are becoming more apparent every
year, with rising temperatures, melting ice caps, and more frequent natural disasters.

Dalam contoh di atas, terlihat bahwa paragraf tersebut memiliki satu topik utama yaitu
global warming, yang dijelaskan dengan tiga poin pendukung. Setiap poin pendukung
tersebut dijelaskan dengan lebih detail, sehingga membantu membentuk sebuah paragraf
yang koheren dan jelas. Proses editing juga dapat dilakukan untuk memperbaiki
kesalahan tata bahasa dan memastikan alur tulisan yang logis dan mudah dipahami oleh
pembaca.
Contoh 2:
Paragraf:
Obesity is a growing problem in many countries, and it has a negative impact on people’s
health. The main cause of obesity is a sedentary lifestyle and poor dietary choices. People
who lead sedentary lifestyles tend to have slower metabolisms, which means that their
bodies burn fewer calories. Additionally, many people consume too many high-calorie
foods, such as fast food and sugary drinks, which can contribute to weight gain. In order
to address the issue of obesity, individuals need to adopt healthier habits, such as regular
exercise and a balanced diet.

Breakdown:
 Topik: Obesity
 Main point: Obesity has a negative impact on people’s health.
 Supporting points:
1. The main cause of obesity is a sedentary lifestyle and poor dietary choices.
2. Sedentary lifestyles lead to slower metabolisms and fewer calories burned.
3. Consuming too many high-calorie foods contributes to weight gain.
4. To address the issue of obesity, individuals need to adopt healthier habits, such as regular
exercise and a balanced diet.

Topik dari paragraf tersebut adalah obesitas, dan main point dari paragraf tersebut
adalah bahwa obesitas memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia. Supporting
points dari paragraf tersebut mencakup beberapa faktor penyebab obesitas, seperti gaya
hidup yang kurang aktif, pilihan makanan yang tidak sehat, dan pola makan yang tidak
seimbang. Selain itu, paragraf tersebut juga memberikan solusi untuk mengatasi
masalah obesitas, yaitu dengan mengadopsi kebiasaan hidup sehat seperti berolahraga
secara teratur dan pola makan yang seimbang. Dengan demikian, paragraf tersebut
terstruktur dengan baik dan memiliki fokus yang jelas pada topik dan main point yang
dijelaskan.

Contoh 3:
Paragraf:
I love spending time in the park. The fresh air and greenery help me to relax and
recharge. In addition, I enjoy watching the people and pets in the park. I especially like
observing the dogs playing fetch or running around with their owners. Overall, the park is
a wonderful place to spend a few hours.

Breakdown:
 Topik: Kegemaran saya menghabiskan waktu di taman (My love of spending time in the
park)
 Main point: Taman membantu saya untuk bersantai dan mengisi ulang energi (The park
helps me to relax and recharge)
 Supporting points:
1. Udara segar dan hijaunya taman membantu saya untuk bersantai (The fresh air and
greenery help me to relax)
2. Menonton orang dan hewan peliharaan di taman menjadi kegiatan yang saya nikmati (I
enjoy watching the people and pets in the park)
3. Saya sangat menyukai melihat anjing bermain atau berlari dengan pemiliknya (I
especially like observing the dogs playing fetch or running around with their owners)

Paragraf tersebut memiliki topik tentang kegemaran penulis yaitu menghabiskan waktu
di taman. Main point dari paragraf tersebut adalah bahwa taman membantu penulis
untuk bersantai dan mengisi ulang energi. Supporting points-nya adalah udara segar
dan hijaunya taman yang membantu penulis untuk bersantai, kegiatan menonton orang
dan hewan peliharaan yang menjadi kegemaran penulis, dan melihat anjing bermain
atau berlari dengan pemiliknya yang menjadi aktivitas yang disukai penulis di taman.

Dari contoh paragraf di atas, dapat dilihat bahwa sebuah paragraf biasanya terdiri dari
topik, main point, dan beberapa supporting points yang dapat membantu membuktikan
atau menjelaskan main point. Topik paragraf memberikan gambaran tentang apa yang
akan dibahas dalam paragraf tersebut, sedangkan main point adalah ide pokok dari
paragraf yang akan disupport oleh supporting points. Supporting points dapat berupa
contoh, ilustrasi, atau penjelasan yang dapat membantu pembaca untuk memahami ide
yang dijelaskan dalam paragraf.

V. Professional Writing

Professional writing adalah gaya penulisan yang digunakan dalam lingkungan kerja, yang
mencakup email, surat bisnis, laporan, proposal, dan dokumen-dokumen resmi lainnya.
Berikut adalah beberapa strategi, tips, do dan dont yang dapat membantu dalam menulis
professional writing:

1. Strategi:
- Tentukan tujuan dan target pembaca: Sebelum menulis, pastikan bahwa Anda memiliki
pemahaman yang jelas tentang tujuan tulisan dan siapa yang akan membacanya.

- Rencanakan tulisan dengan baik: Lakukan riset dan buatlah outline untuk memastikan
tulisan memiliki struktur yang jelas dan mudah diikuti.

- Gunakan gaya penulisan yang sesuai: Sesuaikan gaya penulisan Anda dengan jenis
dokumen dan pembaca yang akan menerimanya.

- Periksa dan edit tulisan: Lakukan proses revisi dan editing untuk memastikan tulisan
bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan.
2. Tips dan Do’s:
- Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami: Hindari penggunaan kata-kata yang
terlalu formal atau sulit dipahami oleh pembaca.

- Gunakan bahasa yang profesional: Hindari penggunaan bahasa yang terlalu informal
atau terlalu santai.

- Gunakan format dan struktur yang sesuai: Sesuaikan format dan struktur tulisan dengan
jenis dokumen yang dibuat.

- Sertakan informasi yang relevan: Pastikan setiap informasi yang disertakan relevan
dengan topik dan tujuan tulisan.

3. Don’ts:
- Hindari penggunaan kata-kata slang atau kata-kata kasar.

- Hindari penggunaan kata-kata atau frasa yang ambigu atau tidak jelas artinya.

- Hindari penggunaan bahasa yang terlalu formal atau terlalu kaku.

- Hindari penggunaan terlalu banyak kata-kata yang merujuk pada diri sendiri.

Beberapa diksi yang sebaiknya diganti atau dihindari dalam menulis professional writing
adalah kata-kata slang, kata-kata kasar, kata-kata yang ambigu atau tidak jelas artinya,
dan kata-kata atau frasa yang terlalu informal. Diksi yang sebaiknya digunakan dalam
menulis professional writing adalah kata-kata yang jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh
pembaca.

Contoh kata yang harus diganti atau dihindari dalam menulis professional writing:
1. Slang atau bahasa gaul, seperti “gonna” (going to), “wanna” (want to), dan “ain’t” (am
not, is not, are not).

2. Kata-kata yang tidak spesifik atau ambigu, seperti “thing”, “stuff”, atau “kind of”.

3. Kata-kata yang berlebihan atau tidak perlu, seperti “very” atau “really”.

4. Kata-kata atau frasa yang terlalu informal, seperti “Hey!” atau “Bye-bye!”.

5. Istilah atau frasa teknis yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu, kecuali jika itu
memang sangat relevan untuk konteks tulisan.

Contoh kata-kata lain yang perlu dihindari atau diganti dalam menulis professional
writing adalah:
1. Gonna (going to)

2. Wanna (want to)

3. Ain’t (am not, is not, are not)

4. Kinda (kind of)

5. Sorta (sort of)

6. Thing

7. Stuff

8. Very

9. Really

10. Hey!

11. Bye-bye!

12. Yup

13. Nope

14. Gosh

15. Crap

Professional Writing untuk Email


Menulis Email yang Baik
Contoh 1:

Subject: Request for Meeting

Dear Mr. Johnson,

I hope this email finds you well. I am writing to request a meeting with you to discuss the
upcoming project. I am available on Wednesday or Thursday next week. Would it be
possible to schedule a meeting at your convenience?
Thank you for your time and I look forward to hearing from you.

Best regards, Jane Doe

Penjelasan: Email di atas memiliki subject yang jelas dan singkat, dimulai dengan salam
yang sopan, dan dilanjutkan dengan pengenalan topik email. Penggunaan bahasa yang
sopan dan jelas membuat email ini mudah dimengerti dan menghindari kesalahpahaman.
Jane Doe juga memperlihatkan kesediaannya untuk menyesuaikan jadwalnya dengan
kebutuhan Mr. Johnson, sehingga membuat email ini terdengar ramah dan sopan.

Contoh 2:

Dear Mr. Johnson,

I hope this email finds you well. I am writing to follow up on our previous conversation
regarding the project deadline. As per our agreement, the deadline is set for next Friday,
June 4th. I wanted to confirm that we are still on track to meet this deadline, and if there
are any concerns or issues that have come up, please let me know as soon as possible so
that we can address them promptly.

Thank you for your attention to this matter. I look forward to hearing back from you.

Best regards, [Your Name]

Penjelasan: Contoh email di atas mengikuti format standar email profesional yang
dimulai dengan salam pembuka, isi pesan, dan salam penutup. Isi pesan jelas dan
langsung terkait dengan topik pembicaraan. Kalimat-kalimatnya singkat dan jelas, serta
menggunakan bahasa yang sopan dan profesional.

Menulis Email yang Buruk


Contoh 1:

Subject: Meeting

Hey,

We need to talk about the project. When are you free?

Regards, Jane

Penjelasan: Email ini memiliki subject yang terlalu singkat dan tidak jelas, tidak diawali
dengan salam yang sopan, dan isi pesannya juga terlalu langsung tanpa memberikan
pengenalan topik yang jelas. Selain itu, bahasa yang digunakan terlalu informal dan tidak
sesuai dengan konteks email yang bersifat professional. Kekurangan-kekurangan ini
dapat membuat email terkesan tidak sopan dan kurang profesional, sehingga dapat
mempengaruhi respon yang akan diterima dari penerima email.

Contoh 2:

Hey dude,

What’s up? Just wanted to check in about the project. We need to get it done ASAP, so
make sure you get on it. And let me know when it’s done.

Later, [Your Name]

Penjelasan: Contoh email di atas tidak mengikuti format standar email profesional dan
terkesan terlalu informal. Bahasa yang digunakan juga tidak sopan dan tidak sesuai
dengan lingkungan kerja. Isi pesan tidak jelas dan tidak langsung terkait dengan topik
pembicaraan, serta tidak memberikan detail yang cukup tentang apa yang perlu
dilakukan. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman antara
penerima email dengan pengirimnya.

Anda mungkin juga menyukai