0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan2 halaman

Bedah Alam

Diunggah oleh

bandarapesona
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan2 halaman

Bedah Alam

Diunggah oleh

bandarapesona
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BEDAH ALAM

PART 1

Alam semesta menyimpan berjuta misteri yang wajib kita bedah satu persatu secara perlahan.
Kelimpahan yang terdapat di dalam nya merupakan sumber kehidupan seluruh makhluk. Para
leluhur kita sudah mempelajari segala cara untuk menyelaraskan diri dengan alam semesta
dengan tujuan agar mampu mewujudkan segala harapan nya bersama restu atau berkah seluruh
alam.

Keyakinan leluhur kita tentang semesta menyimpan rasa dan semesta penyampai pesan harapan
kita sudah terpatri dalam diri pribadi nya,maka beliau mempunyai metode-metode dalam
menyampaikan harapan nya kepada Sang Pencipta melalui perantara unsur-unsur alam yang ada.

Pada Part 1 ini kita awali dari unsur angin/udara. Leluhur kita menggunakan unsur angin untuk
menyampaikan pesan doa nya melalui cara melatih pernafasan dengan benar,masuk keluar nya
nafas di dalam diri secara lembut serta menahan nya sejenak untuk merekam hajat di dalam
diri,lalu di hembuskan perlahan keluar agar di terima oleh semesta yang luas,sehingga rekaman
hajat yang menyebar ke segala arah akan mampu mengundang perantara-perantara untuk
mewujudkan hajat yang di hempaskan tersebut. Contoh misal : kita ingin Si A menjadi pasangan
kita,maka tarik nafas secara benar,lalu tahan sebentar di dalam,sambil dawam kan secara batin
hajat kita " Ya Tuhan semesta raya,saya mohon jadikan lah si A menjadi pasangan saya" lalu
hembuskan keluar secara perlahan dan biarkan semesta menerima pesan kita,dan biarkan semesta
bekerja untuk kita.

Masuk keluar nya nafas harus kita sadari benar,masuk lewat lubang hidung kanan lalu keluar kan
lewat lubang hidung kiri. Jangan lupa bahwa kita berlatih pernafasan,maka bagian dari diri kita
yang kita gunakan adalah hidung bukan mulut. Karena hakikat nya bernafas adalah lewat
hidung,kalau mulut hakikat nya untuk makan,jadi jelas dan benar. Dan yang terpenting secara
istiqomah atau teeus menerus rutin di waktu dan tempat yang sama kalau bisa.

Leluhur kita telah melakukan banyak eksperimen dalam melatih olah nafas ini,selain untuk
mewujudkan harapan dari doa juga bertujuan untuk mengenal Sang Pencipta melalui Dzat-Nya.
Beberapa hal yang di lakukan adalah bertapa di dalam goa,mendaki gunung dan juga di tepi laut.
Bukan berarti tempat selain goa,gunung dan laut tidak bagus,akan tetapi leluhur kita tau bahwa
tempat-tempat tersebut mempunyai daya energi yang mampu menyelasaskan jasmani rohani nya
dengan semesta lebih cepat di bandingkan hanya di rumah.

Wewangian juga menjadi faktor pendukung untuk mengheningkan cipta kita,karena unsur
semesta sangat dominan dengan wangi-wangian. Seperti yang leluhur kita dulu lakukan,mereka
memakai minyak dari tumbuhan yang berbau wangi atau media bakar seperti dupa dan
kemenyan. Jangan berlebihan apabila kita di dalam ruangan atau goa,tetapi jika kita di outdoor
menyesuaikan saja,yang penting harum nya udara yang akan kita masukan kedalam diri bersama
doa harapan kita menjadi wangi,hal itu juga di yakini leluhur kita dapat mempercepat doa hajat
mewujud.
Ruang dan waktu sebagai sarana dalam melakukan munajat sangat lah harus di
perhatikan,semakin kita nyaman dan hening makan semakin kita mampu menyelaras dengan
alam semesta.

Rahmatan lil alamin kami berharap sedikit tulisan kami dapat bermanfaat .

Jayeng
01.21 Laweyan

Anda mungkin juga menyukai