Titrasi Oksidasi Reduksi Oksalat KMnO4
Titrasi Oksidasi Reduksi Oksalat KMnO4
Kelas : Kimia NK F
Kelompok :2
Anggota : 1. Adelia Putri (23036002)
2. Angelyne Asyrof (23036008)
3. Diny Clarisa Amri (23036138)
4. Habib Arifin (23036019)
Waktu Praktikum : Jum’at, 25 Oktober 2024/ 09.41-12.20
Dosen : 1. Dra. Syamsi Aini, [Link]. Ph.D
2. Romy Dwipa Y.A, [Link]., [Link]., Ph.D
Asisten : 1. Nadila Safitri, [Link]
2. Mila Lusy Tri Nandi
3. Armayanti Akhiriyah Parinduri
1.1 Tujuan
1. Untuk mengenal penentuan anion dalam senyawa kompleks secara
kuantitatif
2. Mengetahui cara titrasi redoks untuk penentuan anion secara kuantitatif
3. Mengetahui kimia redoks
PROSEDUR KERJA
No Alat Kegunaan
1 Gelas piala 400 ml Untuk mencampurkan atau
memanaskan larutan.
\
BAB III
3.1 Data
a. Standarisasi KMnO4
Volume KMnO4 Rata-rata Pengamatan
I II
7,5 ml 7,7 ml 7,6 ml Warna pink seulas
3.2 Perhitungan
a. Standarisasi KMnO4
𝐺 0,04 𝑔𝑟𝑎𝑚
[Na2S2O4] = n = 𝑀𝑟 = 134 𝑔/𝑚𝑜𝑙 =0,0002 mol
2
n KMnO4 = 5 𝑥 0,0002 = 0, 00008 mol
𝑚𝑜𝑙 0,00008 𝑚𝑜𝑙
Molaritas = = = 0,01 M
𝑉 0,0076𝐿
[KMnO4]
V1 . M1 . e = M2 . V2 . e
S 0,0104mmol - -
𝑛 0,0104mmol
[C2O4] = 𝑣 = = 0,104 mol
0,1
gram = n C2O4 × Mr
= 0,104 mol × 88 g/mol
= 9,152 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶2𝑂4
% C2O42- sampel = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 ×100%
9,152 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100%
0,04 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 22,88 %
S 0,0104mmol - -
𝑛 0,0104mmol
[C2O4] = 𝑣 = = 0,104 mol
0,1
gram = n C2O4 × Mr
= 0,104 mol × 88 g/mol
= 9,152 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶2𝑂4
% C2O42- sampel = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 ×100%
9,152 𝑔𝑟𝑎𝑚
= × 100%
0,04 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 22,88 %
3.3 Pengamatan
2. 0,04 gram Na2C2O4 Warna larutan bening dan Penambahan asam sulfat
dilarutkan dengan 250 mL terbentuknya uap gas. bertujuan untuk memberikan
Asam sulfat 0,1 M suasana asam agar titik akhir
titrasi mudah teramati
3. Panaskan larutan sampai Saat pemanasan terbentuknya uap Pemanasan bertujuan untuk
Na2C2O4 larut dan suhu gas. mempercepat terjadinya reaksi
antara 80-90°c atau mempercepat terlarutnya
natrium oksalat.
4. Titrasi larutan oksalat Titrasi dilakukan saat keadaan Titrasi dilakukan saat keadaan
dengan KMnO4 masih panas dan sampai bewarna panas untuk mempercepat laju
pink seulas. reaksi antara asam oksalat
dengan kaium permanganat.
5. Melakukan titrasi duplo dan Volume KMnO4 terpakai Titrasi duplo dilakukan untuk
menentukan konsentrasi 1. 7,5 ml mendapatkan hasil yang lebih
kalium permanganat 2. 7,7 ml akurat.
Volume rata-rata = 7,6 ml
B. Penentuan oksalat dalam sampel kompleks oksalat
2. Menambahkan H2SO4 0,1 Sampel terlarut dalam asam sulfat Penambahan asam sulfat
M 50 mL bertujuan untuk menyediakan
suasana asam agar titik akhir
titrasi mudah teramati.
Pada percobaan ini didapatkan kadar oksalat dalam sampel cis- dan trans-
sama yaitu 22,88 %. Hal ini sesuai secara teoritis isomer cis dan trans dari oksalat
kalium dikromat tidak akan memberikan perbedaan yang signifikan dalam titrasi
dengan KMnO₄. Hal ini karena reaksi oksidasi yang terjadi hanya melibatkan ion
oksalat (C₂O₄²⁻) sebagai spesies yang bereaksi. Kompleks cis dan trans memiliki
perbedaan stereokimia, tetapi dalam analisis ini, keduanya memberikan hasil yang
sama karena reaksi redoks melibatkan ion oksalat bebas yang dilepaskan dari
kompleks. Isomer cis yang lebih reaktif cenderung melepaskan ion oksalat lebih
cepat, sedangkan isomer trans membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai
kondisi yang sama. Namun, setelah proses reaksi selesai, total ion oksalat yang
terlibat dalam kedua isomer adalah identik, sehingga volume KMnO, yang
dibutuhkan sama. Perbedaan sifat kinetik antara kedua isomer tidak mempengaruhi
hasil akhir, karena analisis ini berfokus pada jumlah ion oksalat, bukan pada laju
reaksi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Untuk menentukan anion oksalat,dapat dilakukan dengan titrasi
menggunakan kalium permanganat, dimana sebelumnya kristal cis dan trans
dikompleks dengan oksalat
4.2 Saran
1. Seharusnya menggunakan buret coklat karena titran yang digunakan adalah
KMnO4 yang tidak boleh terkena cahaya matahari langsung karena jika
terkena matahari langsung akan mengalami dekomposisi.
TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM
1. Jika 0,5468 g natrium oksalat, Na2C2O4 memerlukan 35,43 ml larutan
KMnO4 untuk mencapai titik akhir titrasi, berapa molaritas larutan
KMnO4?
Jawab :
2 MnO4 + 5 C2O42- + 16 H+ → 2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O
Massa molar Na2C2O4 = 134 g /mol
0,5468 𝑔
n Na2C2O4 = = 0,00408 mol
134 𝑔/𝑚𝑜𝑙
2 2
n KMnO4 = 5
𝑥 n Na2C2O4 = 5
𝑥 0,00408 mol = 0,01632 mol
Molaritas KMnO4
0,00632 𝑚𝑜𝑙
n KMnO4 = = 0,40605 mol /L
0,03543 𝐿
4. Kenapa larutan KMnO4 harus disaring dan kenapa tidak boleh disimpan
dalam botol ditutup dengan sumbat karet ?
Jawab :
KMnO4 harus disaring karena permanganat sering mengandung partikel
ini dapat mempengaruhi akurasi titrasi, sehingga perlu disaring sebelum
digunakan tidak boleh disimpan kerena KMnO4 pengoksidasi yang kuat
dan dapat bereaksi dengan karet, menyebabkan degderasi sumbat dan
kontaminan larutan.
0,001266 L
V KMnO4 0,1 M = = = 0,01266 L = 12,66 ml
0,1 𝑀
Jawab :
88,02 g /mol
= x 100 % = 97,78 %
90 g /mol
88,02 g /mol
x 100 % = 65,67 %
134 g /mol
massa molar K3 Al (C2O4)3.3 H2O
Persentase K3 Al (C2O4)3.3 H2O = x 100 %
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑚𝑜𝑙𝑎𝑟 𝑠𝑒𝑛𝑦𝑎𝑤𝑎
264 g /mol
x 100 % = 53,723 %
498 g /mol
massa C2O42−
C2O42- = x 100 %
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
0,1276 g
x 100 % = 53,04 %
0,250 g
269,06 g /mol
x 100 % = 49,65 %
591,39 g /mol
51,09 %
Kemurnian = x 100 % = 114,30 %
49,65 %
KUIS PRAKTIKUM
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
a. titran adalah larutan yang berada dalam buret
b. titrat adalah larutan yang akan dicari konsentrasinya
c. titik akhir titrasi adalah telah terjadinya perubahan warna pada titrasi
2. Apa yang dimaksud dengan larutan standar primer dan larutan standar
sekunder besrta contohnya ?
Standar primer adalah larutan yang telah diketahui konsentrasinya
sedangkan larutan standar sekunder adalah larutan yang konsentrasinya
diketahui dengan cara distandarisasi dulu dengan larutan standar primer.
3. Apa warna dari ion permanganat dari warna apa yang menandakan
bahwa ion oksalat telah habis bereaksi dalam titrasi ?
Warna ion permanganat adalah merah
Warna ion oksalat telah habis bereaksi adalah warna pink seulas