0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Audit Internal Berbasis Risiko di PT X

Diunggah oleh

sarahsinaga24
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan3 halaman

Audit Internal Berbasis Risiko di PT X

Diunggah oleh

sarahsinaga24
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Pendahuluan
Audit internal berbasis risiko memegang peranan krusial dalam mendukung keberhasilan
organisasi. Prinsip dasar audit internal yang mengedepankan pendekatan risiko melibatkan tiga
unsur utama: identifikasi risiko, penilaian risiko, dan pemilihan strategi audit. Pertama, auditor
internal harus memahami dengan cermat risiko-risiko yang mungkin dihadapi oleh organisasi.
Proses identifikasi ini membuka pintu bagi penyelidikan lebih lanjut terhadap area yang paling
rentan. Kedua, penilaian risiko memungkinkan auditor untuk menentukan tingkat risiko yang
dapat diterima dan mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus. Akhirnya,
pemilihan strategi audit memastikan bahwa sumber daya ditempatkan secara efisien dan fokus
pada aspek-aspek yang paling kritis. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ini, audit internal dapat
memberikan wawasan yang signifikan tentang risiko-risiko yang dihadapi oleh organisasi dan
membantu dalam pengembangan strategi pengendalian yang efektif.
Peran dan tanggung jawab auditor internal berbasis risiko sangat penting dalam
memastikan bahwa organisasi beroperasi dengan efisien, efektif, dan sesuai dengan aturan dan
regulasi yang berlaku. Auditor internal yang efektif berbasis risiko memegang peran krusial
sebagai mitra strategis dalam upaya organisasi untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola
risiko. Mereka tidak hanya mengevaluasi kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur, tetapi juga
fokus pada pemahaman mendalam terhadap risiko- risiko yang dapat mempengaruhi tujuan
organisasi. Dengan memanfaatkan pendekatan berbasis risiko, auditor internal dapat membantu
organisasi mengidentifikasi titik lemah dalam sistem kontrol internal, mengukur dampak
potensial dari risiko tersebut, dan memberikan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola dan
manajemen risiko. Dengan demikian, auditor internal yang berfokus pada risiko tidak hanya
bertindak sebagai penjaga kepatuhan, tetapi juga sebagai penasihat strategis yang mendukung
pengambilan keputusan yang lebih baik dan berkelanjutan di tingkat organisasi.
PT X merupakan distributor bahan bangunan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di
Indonesia. Beroperasi di pasar yang begitu dinamis dan terus berkembang, PT X senantiasa
memberikan kontribusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan
produk berkualitas tinggi untuk proyek konstruksi dan renovasi. Unit Audit Internal merupakan
unit kerja di dalam Perseroan yang berfokus pada konsultasi yang bersifat independen dan
objektif. Tujuannya adalah membantu Perseroan mencapai tujuan dengan memberikan
pendekatan objektif dan disiplin dalam mengevaluasi serta meningkatkan efektivitas manajemen
risiko, pengendalian internal, dan tata kelola perusahaan.
Unit internal audit pada PT X secara fungsional melapor kepada Dewan Komisaris
melalui Komite Audit, memiliki akses langsung ke Komite Audit dan Dewan Komisaris, serta
dapat berkomunikasi dan bertemu langsung dengan keduanya, baik dengan atau tanpa kehadiran
Direksi. Unit Audit Internal dapat terdiri dari satu (1) orang auditor atau lebih yang diketuai oleh
kepala Unit Audit Internal. Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Unit Audit Internal
memerlukan sikap integritas, profesional, independen, jujur, dan objektif dan memiliki
kapabilitas dan kemampuan teknis di bidang audit dan ilmu-ilmu relevan lainnya. Kepala Unit
Audit Internal dapat diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan
Komisaris.
Berikut uraian singkat tugas dan tanggung jawab Unit Audit Internal pada PT X:
1. Menilai kecukupan mekanisme pengendalian internal Perseroan, sistem tata kelola
Perseroan serta kebijakan manajemen risiko untuk membantu Perseroan mencapai
tujuannya.
2. Menilai keefektifan prosedur sistem pengendalian internal dan kontrol Perseroan
berdasarkan Standar Prosedur Operasional Perseroan.
3. Menilai efisiensi operasional Perseroan berdasarkan pendekatan proses bisnis.
4. Menilai kecakapan proses pengendalian internal keuangan dan proses pembuatan
laporan keuangan.
5. Menilai kepatuhan Perseroan terhadap Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.
6. Memberi saran kepada manajemen untuk meningkatkan kualitas pengendalian
internal dan Standar Prosedur Operasional Perseroan.
7. Menyusun rencana untuk mengawasi, menindaklanjuti, serta menilai apakah tindak
lanjut manajemen terkait rekomendasi Unit Audit Internal telah dilaksanakan
sepenuhnya.
8. Memberikan saran kepada Direksi dan Komite Audit sehubungan dengan temuan
audit yang berpotensi mempengaruhi pencapaian tujuan Perseroan

2. Sistem Pengendalian Internal


Sistem Pengendalian Intern (SPI) atau Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
adalah sebuah pendekatan sistematis yang digunakan oleh organisasi, termasuk pemerintah, untuk
mengelola risiko, memastikan akuntabilitas, dan mencapai tujuan mereka. Salah satu elemen
kunci dari SPIP adalah pengawasan internal, yang melibatkan pemantauan dan penilaian
berkelanjutan terhadap berbagai aktivitas organisasi. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
mengatasi masalah yang mungkin muncul, serta memastikan bahwa sumber daya digunakan
secara optimal. Selain itu, SPIP juga menekankan transparansi dalam pelaporan dan akuntabilitas,
yang penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pihak berkepentingan terhadap organisasi.
PT X berkomitmen sepenuhnya untuk menerapkan praktik governansi korporat yang
terintegrasi dengan sistem pengendalian internal, manajemen risiko, dan sistem manajemen
kepatuhan yang efektif. Tujuannya adalah mendukung pencapaian sasaran, visi, misi, dan target
kinerja korporat dalam menjalankan bisnis secara berintegritas. PT X juga terus mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku agar dapat menjaga konsistensi dan kepatuhan
dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Dewan Komisaris dan Direksi pada PT X merancang dan menjalankan Sistem
Pengendalian Internal (SPI) sebagai prosedur untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan
pengendalian operasional. Dengan SPI yang sistematis dan efektif, PT X mampu memenuhi
kepatuhan terhadap ketentuan hukum, mencegah, dan meminimalkan risiko-risiko operasional.
Perseroan memandang perlu pembentukan pedoman mengenai Sistem Pengendalian
Internal (SPI). Pedoman ini bertujuan memastikan bahwa setiap pelaksanaan tugas dan fungsi
operasional Perseroan sesuai dengan standar dan peraturan yang telah ditetapkan. Hal ini
dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan langkah-langkah yang efektif dan efisien.
Dengan penerapan SPI, Perseroan dapat melindungi aset keuangan, mengurangi risiko kerugian,
dan meningkatkan kapasitas Perseroan untuk mematuhi peraturan dan perundangundangan yang
berlaku.
PT X menerapkan dua jenis aktivitas pengendalian, yaitu pengendalian keuangan dan
operasional. Pengendalian keuangan berfokus pada penyediaan informasi keuangan sebagai dasar
pengambilan keputusan untuk manajemen, Pemegang Saham, dan Pemangku Kepentingan dalam
menjalankan operasional. Sementara itu, pengendalian operasional merupakan sistem
pengendalian bisnis melalui penerapan kebijakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku, seperti penjagaan aset, pengurangan dampak kerugian, dan memastikan kepatuhan
berlaku untuk mencapai tujuan Perseroan secara efektif dan efisien. Penerapan kedua jenis
pengendalian tersebut mencakup seluruh aspek bisnis yang terkait dengan Perseroan.
Perseroan menetapkan Departemen Audit Internal sebagai Satuan Pengawasan Internal
sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik.
Departemen ini bertugas melakukan penilaian dan pemantauan Sistem Pengendalian Internal
secara rutin dan berkesinambungan. Evaluasi efektivitas Sistem Pengendalian Internal dilakukan
melalui prosedur yang mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan. Hasil
evaluasi ini menjadi panduan bagi manajemen dalam meningkatkan Sistem Pengendalian Internal
di masa mendatang.

Anda mungkin juga menyukai