Bagian 1: Ketentuan Umum
1. Apa singkatan dari ASN?
A. Aparatur Sipil Nasional
B. Aparatur Sipil Negara
C. Aparatur Sipil Nasionalis
D. Aparatur Sipil Nusantara
E. Aparatur Sipil Negeri
Jawaban: B
2. Siapakah yang dapat menjadi Pegawai ASN?
A. Warga negara asing yang berdomisili di Indonesia
B. Warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu
C. Semua penduduk Indonesia tanpa syarat
D. Pegawai kontrak swasta
E. Pegawai honorer
Jawaban: B
3. Apa tujuan utama dari Undang-Undang ASN?
A. Meningkatkan lapangan kerja
B. Membentuk ASN yang bebas intervensi politik dan bersih dari korupsi
C. Mengurangi jumlah pegawai pemerintah
D. Meningkatkan kekuasaan pejabat negara
E. Meningkatkan hubungan internasional
Jawaban: B
4. Jabatan ASN dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
A. Jabatan politik dan jabatan struktural
B. Jabatan manajerial dan nonmanajerial
C. Jabatan teknis dan jabatan administrasi
D. Jabatan publik dan jabatan internal
E. Jabatan sementara dan tetap
Jawaban: B
5. Apa yang dimaksud dengan PPPK?
A. Pegawai Pemerintah dan Perwakilan Kantor
B. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
C. Pegawai Perjanjian Kerja Khusus
D. Pegawai Pelayanan Kerja Kantor
E. Pegawai Penunjang Kerja Komunal
Jawaban: B
Bagian 2: Nilai Dasar ASN
6. Nilai dasar ASN terdiri atas, kecuali:
A. Berorientasi pelayanan
B. Akuntabel
C. Kompeten
D. Loyal kepada partai politik
E. Kolaboratif
Jawaban: D
7. Apa arti dari nilai “adaptif” dalam konteks ASN?
A. Berani mengambil risiko dalam politik
B. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
C. Menolak perubahan untuk mempertahankan budaya lama
D. Mematuhi semua perintah atasan tanpa diskusi
E. Mengandalkan tradisi sebagai solusi utama
Jawaban: B
8. ASN yang kompeten harus melakukan apa?
A. Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas
B. Fokus pada satu bidang tanpa inovasi
C. Menolak perubahan kerja
D. Menghindari pelatihan untuk menghemat waktu
E. Hanya bekerja sesuai panduan lama
Jawaban: A
Bagian 3: Manajemen ASN
9. Apa itu Sistem Merit?
A. Sistem pengelolaan ASN berdasarkan loyalitas
B. Sistem pengelolaan ASN berdasarkan kinerja dan kompetensi
C. Sistem rotasi ASN secara berkala
D. Sistem pemberian jabatan melalui rekomendasi
E. Sistem penilaian ASN berdasarkan masa kerja
Jawaban: B
10. Digitalisasi Manajemen ASN bertujuan untuk:
A. Mengurangi jumlah ASN
B. Memudahkan pengelolaan dan pelayanan ASN
C. Menghapuskan jabatan manajerial
D. Mengganti ASN dengan teknologi otomatis
E. Memperkuat sistem manual ASN
Jawaban: B
Bagian 4: Hak dan Kewajiban Pegawai ASN
11. Salah satu hak yang dimiliki oleh Pegawai ASN adalah:
A. Hak untuk mengatur kebijakan negara
B. Hak untuk memperoleh penghargaan dan pengakuan
C. Hak untuk memilih jabatan sesuai keinginan
D. Hak untuk menentukan gaji pegawai lain
E. Hak untuk bertindak atas nama negara tanpa izin
Jawaban: B
12. Jaminan sosial yang termasuk dalam hak Pegawai ASN adalah:
A. Jaminan politik
B. Jaminan sosial meliputi jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, dan pensiun
C. Jaminan kegiatan sosial di luar kerja
D. Jaminan masa depan politik
E. Jaminan kesejahteraan keluarga pegawai
Jawaban: B
13. Salah satu kewajiban Pegawai ASN adalah:
A. Menjaga netralitas dalam menjalankan tugas
B. Menyebarkan pengaruh politik dalam tugas
C. Mencalonkan diri dalam pemilu
D. Menaati ketentuan perundang-undangan hanya jika sesuai keinginan
E. Menjaga informasi pribadi pegawai lain
Jawaban: A
14. Apakah Pegawai ASN diperbolehkan terlibat dalam politik praktis?
A. Ya, sepanjang sesuai dengan visi pribadi
B. Tidak, harus bebas dari pengaruh dan intervensi politik
C. Ya, jika sesuai dengan kebijakan instansi
D. Hanya untuk pejabat tertentu
E. Ya, dengan izin dari pemerintah
Jawaban: B
15. Salah satu kewajiban ASN yang tercantum dalam Undang-Undang adalah:
A. Mengikuti semua pemilu dengan aktif
B. Menaati ketentuan perundang-undangan dan melaksanakan nilai dasar ASN
C. Mengambil cuti tahunan tanpa batas
D. Menyalahgunakan kekayaan negara untuk pribadi
E. Menjaga kerahasiaan politik
Jawaban: B
Bagian 5: Jenis dan Kedudukan Pegawai ASN
16. Pegawai ASN dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
A. PNS dan PPPK
B. PNS dan pegawai non-ASN
C. Pegawai kontrak dan pegawai tetap
D. PNS dan pegawai honorer
E. Pegawai sementara dan tetap
Jawaban: A
17. Dalam konteks Undang-Undang ASN, jabatan manajerial bertanggung jawab untuk:
A. Mengelola, memotivasi, dan mendukung pengembangan Pegawai ASN
B. Membuat peraturan pemerintah
C. Menyusun kebijakan politik
D. Menjaga hubungan internasional
E. Mengatur anggaran negara
Jawaban: A
18. Apa yang dimaksud dengan jabatan nonmanajerial?
A. Jabatan yang memiliki kewenangan penuh dalam organisasi
B. Jabatan yang mengutamakan kompetensi teknis dan tidak mengelola kinerja pegawai
C. Jabatan yang berhubungan dengan kebijakan luar negeri
D. Jabatan yang bersifat politis
E. Jabatan yang tidak membutuhkan kualifikasi khusus
Jawaban: B
19. Apa yang dimaksud dengan jabatan pengawas?
A. Jabatan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengawasan kinerja ASN
B. Jabatan yang tidak memiliki kewenangan
C. Jabatan yang mengatur kebijakan ekonomi negara
D. Jabatan yang berada di luar instansi pemerintah
E. Jabatan yang mengatur hubungan internasional
Jawaban: A
20. Instansi Pemerintah yang dimaksud dalam Undang-Undang ini terdiri atas:
A. Kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian
B. Instansi swasta
C. Organisasi non-pemerintah
D. Perusahaan milik negara
E. Lembaga pendidikan swasta
Jawaban: A
Bagian 6: Pengembangan Kompetensi dan Talenta ASN
21. Pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi melalui:
A. Pendidikan formal saja
B. Pembelajaran berkelanjutan yang terintegrasi dengan pekerjaan
C. Pengembangan pribadi tanpa melibatkan instansi
D. Pengembangan karir melalui jalur politik
E. Pembelajaran dari luar negeri tanpa aturan pemerintah
Jawaban: B
22. Apa tujuan dari mobilitas talenta dalam manajemen ASN?
A. Untuk mempermudah pegawai pindah tempat kerja
B. Untuk meningkatkan kesejahteraan ASN
C. Untuk mengatasi kesenjangan talenta dan mendukung prioritas nasional
D. Untuk mengurangi jumlah pegawai ASN
E. Untuk mengelola dana pensiun ASN
Jawaban: C
23. Salah satu cara pengembangan karier ASN adalah:
A. Mengabaikan kompetensi dalam proses promosi
B. Melakukan mobilitas talenta antar instansi dan lintas sektor
C. Menggunakan pengalaman pribadi tanpa pendidikan tambahan
D. Menunda kenaikan pangkat
E. Menggunakan pengaruh politik dalam karier
Jawaban: B
Bagian 7: Pengelolaan Kinerja ASN
24. Pengelolaan kinerja Pegawai ASN dilaksanakan untuk:
A. Meningkatkan pengaruh politik
B. Pencapaian tujuan dan sasaran organisasi
C. Menentukan gaji ASN secara langsung
D. Memilih pejabat negara
E. Mempromosikan ASN ke jabatan politik
Jawaban: B
25. Salah satu tujuan pengelolaan kinerja Pegawai ASN adalah:
A. Menilai kemampuan pribadi setiap pegawai dalam politik
B. Peningkatan hasil kerja dan perilaku secara terkontrol
C. Mengurangi biaya operasional pegawai
D. Meningkatkan hubungan internasional
E. Memperkuat posisi partai politik
Jawaban: B
26. Apa yang dimaksud dengan “dialog kinerja” dalam pengelolaan kinerja ASN?
A. Pembicaraan bebas antara ASN dan masyarakat
B. Pembicaraan antara pimpinan dan ASN untuk mengevaluasi kinerja
C. Pembicaraan antara ASN dengan rekan kerja tanpa pengawasan
D. Proses memilih pimpinan berdasarkan suara ASN
E. Pembicaraan untuk menetapkan anggaran
Jawaban: B
27. Pengelolaan kinerja ASN dilakukan dengan cara:
A. Penilaian secara acak tanpa sistem yang jelas
B. Mengandalkan penilaian luar instansi pemerintah
C. Fleksibel dan kolaboratif dengan penguatan peran pimpinan
D. Menggunakan standar yang sudah ketinggalan zaman
E. Mengabaikan masukan dari pimpinan
Jawaban: C
28. Hasil pengelolaan kinerja Pegawai ASN digunakan untuk:
A. Menentukan anggaran untuk promosi politik
B. Menjamin efektivitas dalam pengembangan Pegawai ASN
C. Membayar tunjangan politik
D. Menentukan keputusan pemerintah tanpa pertimbangan kinerja
E. Menghentikan pengembangan karier ASN
Jawaban: B
Bagian 8: Pemberhentian Pegawai ASN
29. Pemberhentian Pegawai ASN dapat dilakukan karena:
A. Tidak mengikuti pelatihan
B. Melakukan pelanggaran disiplin tingkat berat atau tindak pidana
C. Menolak pekerjaan yang diberikan oleh atasan
D. Tidak mengembangkan karier
E. Menghadapi persaingan politik
Jawaban: B
30. Pemberhentian Pegawai ASN dapat terjadi jika:
A. Pegawai ASN mencapai batas usia pensiun jabatan
B. Pegawai ASN memutuskan untuk pindah ke sektor swasta
C. Pegawai ASN melanggar kode etik internal
D. Pegawai ASN mengajukan permohonan cuti
E. Pegawai ASN tidak ingin bekerja lagi
Jawaban: A
31. Pemberhentian ASN karena pelanggaran berat atau tindak pidana akan berdampak:
A. Pemberhentian dengan hormat
B. Pemberhentian tidak dengan hormat
C. Pemberhentian sementara
D. Penghentian sementara dengan hak yang tetap
E. Penghentian tanpa proses hukum
Jawaban: B
32. Pemberhentian Pegawai ASN yang tidak berkinerja dilakukan berdasarkan:
A. Prosedur seleksi internal instansi
B. Penilaian kinerja yang berkelanjutan
C. Usulan dari pejabat luar instansi pemerintah
D. Pemilihan oleh masyarakat
E. Penunjukan langsung oleh presiden
Jawaban: B
33. Apa yang terjadi jika Pegawai ASN yang sudah mencapai usia pensiun dan tidak
dapat mengisi jabatan lainnya?
A. Diberhentikan dengan hormat
B. Diberikan jabatan politik sementara
C. Diberikan cuti tanpa gaji
D. Diberhentikan tidak dengan hormat
E. Diberhentikan setelah 5 tahun jika tidak ada lowongan jabatan ASN
Jawaban: A
Bagian 9: Organisasi Profesi ASN
34. Pegawai ASN dapat berhimpun dalam:
A. Partai politik
B. Organisasi profesi ASN
C. Organisasi non-pemerintah
D. Organisasi internasional
E. Organisasi pendidikan tinggi
Jawaban: B
35. Tujuan utama dari organisasi profesi ASN adalah:
A. Meningkatkan daya saing politik antar-pegawai
B. Meningkatkan motivasi kerja dan keterikatan Pegawai ASN
C. Mengembangkan kekuatan organisasi politik
D. Menurunkan standar etika ASN
E. Meningkatkan pengaruh ASN dalam pemerintahan
Jawaban: B
36. Salah satu fungsi dari organisasi profesi ASN adalah:
A. Menyusun undang-undang baru untuk ASN
B. Memberikan rekomendasi kepada majelis kode etik
C. Mengatur partisipasi ASN dalam pemilu
D. Menyebarkan kebijakan luar negeri
E. Membuat keputusan final untuk pemberhentian ASN
Jawaban: B
37. Organisasi profesi ASN juga bertujuan untuk:
A. Menyediakan perlindungan hukum dan advokasi untuk anggotanya
B. Meningkatkan kepemimpinan politik ASN
C. Menyusun peraturan baru untuk administrasi negara
D. Menetapkan ketentuan kerja untuk swasta
E. Mengorganisir partisipasi masyarakat dalam pemerintahan
Jawaban: A
38. Organisasi profesi ASN dapat meningkatkan:
A. Kesejahteraan politik
B. Keterikatan pegawai pada partai politik
C. Produktivitas dan inovasi kerja Pegawai ASN
D. Hanya hubungan sosial antar pegawai
E. Pengaruh eksternal dalam pemerintahan
Jawaban: C
Bagian 10: Digitalisasi Manajemen ASN
39. Digitalisasi Manajemen ASN bertujuan untuk:
A. Mengurangi jumlah Pegawai ASN
B. Memastikan efisiensi, efektivitas, dan akurasi pengambilan keputusan
C. Memudahkan ASN melakukan pekerjaan sampingan
D. Mengubah kebijakan terkait pendidikan ASN
E. Menghapuskan sistem merit dalam pengelolaan ASN
Jawaban: B
40. Dalam digitalisasi manajemen ASN, apa yang harus diperhatikan?
A. Keberlangsungan, kerahasiaan, dan keamanan siber
B. Biaya teknologi
C. Pengaruh dari teknologi luar negeri
D. Peningkatan anggaran instansi
E. Penurunan jumlah pegawai ASN
Jawaban: A
41. Digitalisasi Manajemen ASN dilaksanakan untuk:
A. Menurunkan jumlah pengeluaran negara
B. Mewujudkan ekosistem manajemen ASN secara menyeluruh
C. Mengubah seluruh tugas ASN menjadi otomatis
D. Menarik lebih banyak pegawai dari luar negeri
E. Mengurangi tanggung jawab pegawai ASN
Jawaban: B
42. Apa yang dimaksud dengan “ekosistem penyelenggaraan Manajemen ASN secara
menyeluruh”?
A. Sistem yang hanya berlaku untuk instansi pusat
B. Proses yang mengintegrasikan semua elemen manajemen ASN secara nasional
C. Proses yang hanya mencakup jabatan tertentu
D. Sistem yang mengabaikan partisipasi instansi daerah
E. Program untuk menggantikan semua pegawai dengan teknologi
Jawaban: B
Bagian 11: Penyelesaian Sengketa
43. Penyelesaian sengketa Pegawai ASN dilakukan melalui:
A. Proses pengadilan umum
B. Proses administrasi melalui keberatan dan banding administratif
C. Penyelesaian oleh instansi luar negeri
D. Pemilihan umum ASN
E. Pemecatan langsung tanpa proses hukum
Jawaban: B
44. Upaya administratif yang digunakan dalam penyelesaian sengketa ASN adalah:
A. Keberatan dan banding administratif
B. Pembicaraan langsung antara pegawai dan pimpinan
C. Penyelesaian melalui komunikasi internasional
D. Proses penyelesaian dengan sanksi hukum langsung
E. Penyelesaian dengan keputusan menteri
Jawaban: A
45. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelesaian sengketa ASN diatur dalam:
A. Peraturan Presiden
B. Peraturan Pemerintah
C. Undang-Undang tentang Partai Politik
D. Peraturan Kementerian Keuangan
E. Peraturan Kementerian Dalam Negeri
Jawaban: B
Bagian 12: Larangan dalam Manajemen ASN
46. Pejabat Pembina Kepegawaian dilarang untuk:
A. Mengangkat pegawai non-ASN untuk mengisi jabatan ASN
B. Mengangkat pejabat negara dalam jabatan ASN
C. Menetapkan gaji ASN secara sewenang-wenang
D. Membuat kebijakan yang bertentangan dengan Sistem Merit
E. Mengabaikan sistem pengelolaan ASN yang transparan
Jawaban: A
47. Larangan terhadap pengangkatan pegawai non-ASN berlaku untuk:
A. Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di Instansi Pemerintah
B. Hanya pejabat di tingkat kementerian
C. Semua pegawai ASN
D. Instansi pemerintah yang tidak memiliki anggaran
E. Pemerintah daerah yang tidak memiliki pegawai ASN
Jawaban: A
48. Apa sanksi yang diterima oleh pejabat yang melanggar larangan mengangkat
pegawai non-ASN?
A. Penurunan pangkat sementara
B. Sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
C. Diberhentikan dari jabatan sementara
D. Sanksi sosial
E. Tidak ada sanksi
Jawaban: B
Bagian 13: Ketentuan Penutupan
49. Pegawai non-ASN atau nama lainnya wajib diselesaikan penataannya paling lambat
pada:
A. 31 Desember 2024
B. 31 Oktober 2023
C. 31 Januari 2025
D. 31 Desember 2023
E. 31 Maret 2024
Jawaban: A
50. Kebijakan dan Manajemen ASN yang diatur dalam Undang-Undang ini harus
dilaksanakan dengan memperhatikan:
A. Kekhususan daerah tertentu dan warga negara dengan kebutuhan khusus
B. Kebutuhan politik lokal
C. Proses seleksi melalui partai politik
D. Pembiayaan dari pihak swasta
E. Pengaturan sumber daya manusia dari luar negeri
Jawaban: A
51. Peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang ini harus ditetapkan paling lama dalam
waktu:
A. 6 bulan terhitung sejak diundangkannya Undang-Undang
B. 3 bulan setelah pemberlakuan undang-undang
C. 1 tahun setelah diberlakukan
D. 6 bulan setelah pemilu
E. 5 tahun setelah diundangkan
Jawaban: A
52. Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal:
A. 31 Oktober 2023
B. 1 Januari 2024
C. 30 Oktober 2023
D. 1 Desember 2024
E. 31 Desember 2024
Jawaban: A
Bagian 14: Lain-lain
53. Siapa yang memiliki kewenangan tertinggi dalam kebijakan dan pembinaan profesi
Manajemen ASN?
A. Menteri Dalam Negeri
B. Menteri Keuangan
C. Presiden Republik Indonesia
D. Gubernur
E. Pejabat Pembina Kepegawaian
Jawaban: C
54. Dalam sistem Merit, pengelolaan ASN harus berdasarkan:
A. Kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja
B. Kecakapan politik dan pengaruh
C. Status sosial pegawai
D. Keberpihakan politik
E. Masa kerja pegawai
Jawaban: A
55. Jabatan manajerial tingkat tinggi terdiri atas:
A. Pejabat fungsional
B. Pejabat pimpinan tinggi utama, madya, dan pratama
C. Jabatan administrasi
D. Jabatan pengawas
E. Jabatan pelaksana
Jawaban: B
56. Apa tujuan dari Sistem Merit dalam pengelolaan ASN?
A. Menilai pegawai berdasarkan kesetiaan politik
B. Mengelola pegawai berdasarkan potensi dan kompetensi secara adil
C. Meningkatkan partisipasi dalam pemilu
D. Mengurangi jumlah ASN yang terlibat dalam pelayanan publik
E. Menghasilkan pegawai yang loyal terhadap pejabat politik
Jawaban: B
57. ASN yang ingin mencalonkan diri sebagai pejabat negara wajib:
A. Mengajukan pengunduran diri dari jabatan ASN
B. Mempertahankan jabatan ASN selama proses pencalonan
C. Mendapatkan izin dari pimpinan instansi
D. Tidak diizinkan untuk mencalonkan diri
E. Mendapatkan persetujuan dari partai politik
Jawaban: A
58. ASN yang berakhir masa kerjanya dapat diberhentikan sementara apabila:
A. Diangkat menjadi pejabat negara
B. Mengundurkan diri dari jabatan
C. Terlibat dalam kegiatan politik
D. Tidak memenuhi standar kinerja
E. Terlibat dalam konflik internasional
Jawaban: A
59. Pemberhentian ASN dilakukan berdasarkan:
A. Proses evaluasi kinerja dan pelanggaran disiplin
B. Keputusan politik
C. Permintaan dari masyarakat
D. Pilihan pribadi pegawai
E. Penilaian dari partai politik
Jawaban: A
Bagian 15: Digitalisasi Manajemen ASN
60. Digitalisasi Manajemen ASN harus memperhatikan prinsip:
A. Keberlanjutan, kerahasiaan, dan keamanan siber
B. Kecepatan dan biaya yang rendah
C. Penggunaan teknologi terbaru tanpa batas
D. Pengurangan pegawai ASN
E. Kebijakan yang terdesentralisasi
Jawaban: A
61. Proses digitalisasi Manajemen ASN bertujuan untuk:
A. Meningkatkan kontrol politik terhadap ASN
B. Mengurangi beban administrasi pemerintah
C. Mewujudkan ekosistem penyelenggaraan Manajemen ASN secara menyeluruh
D. Menggantikan semua ASN dengan sistem otomatis
E. Meningkatkan keterlibatan ASN dalam dunia bisnis
Jawaban: C
62. Salah satu keuntungan dari digitalisasi Manajemen ASN adalah:
A. Mempercepat proses pengambilan keputusan dalam Manajemen ASN
B. Menurunkan transparansi dalam pengelolaan ASN
C. Mengurangi kualitas pelayanan publik
D. Menghapus sistem merit
E. Membatasi akses publik terhadap data ASN
Jawaban: A
63. Digitalisasi dalam Manajemen ASN mendukung:
A. Transformasi organisasi dan sistem kerja ASN
B. Penurunan kualitas kinerja ASN
C. Penghapusan peran pejabat pembina kepegawaian
D. Penggantian seluruh ASN dengan pegawai swasta
E. Kegiatan politik dalam instansi pemerintah
Jawaban: A
64. Bagaimana digitalisasi dapat mempercepat transformasi Manajemen ASN?
A. Dengan mengurangi kualitas pelatihan untuk pegawai
B. Dengan mengintegrasikan sistem pengelolaan dan data ASN secara nasional
C. Dengan mengurangi anggaran untuk pengembangan ASN
D. Dengan menggantikan ASN dengan teknologi otomatis
E. Dengan memperlambat proses pengambilan keputusan
Jawaban: B
Bagian 16: Pengembangan Talenta dan Karier ASN
65. Pengembangan talenta ASN dilakukan dengan mempertimbangkan:
A. Hanya jumlah masa kerja pegawai
B. Kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan instansi pemerintah
C. Status sosial pegawai
D. Hubungan politik pegawai dengan pimpinan
E. Kemampuan untuk menarik dukungan dari luar negeri
Jawaban: B
66. Mobilitas talenta dalam pengelolaan ASN dapat dilakukan:
A. Hanya dalam satu instansi pemerintah
B. Antar instansi pemerintah, antar sektor, atau ke luar instansi pemerintah
C. Hanya ke luar negeri
D. Hanya antar pegawai dengan jabatan tinggi
E. Tanpa memandang latar belakang pegawai
Jawaban: B
67. Mobilitas talenta dilakukan untuk:
A. Meningkatkan kesejahteraan pegawai di luar negeri
B. Mengatasi kesenjangan talenta dan mendukung prioritas nasional
C. Mengurangi beban administrasi pegawai
D. Mengurangi jumlah pegawai ASN
E. Menggantikan seluruh jabatan di sektor pemerintah
Jawaban: B
68. Pengembangan karier ASN dilaksanakan melalui:
A. Peningkatan gaji semata
B. Mobilitas talenta dalam 1 instansi pemerintah atau antar instansi
C. Menurunkan kompetensi pegawai untuk menghemat biaya
D. Penempatan ASN di luar negeri tanpa kualifikasi yang tepat
E. Pembatasan ruang lingkup karier pegawai
Jawaban: B
69. Salah satu tujuan dari pengembangan talenta ASN adalah:
A. Meningkatkan jumlah ASN yang tidak produktif
B. Memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas di instansi pemerintah
C. Mengurangi anggaran negara
D. Meningkatkan pengaruh politik dalam pemerintahan
E. Mengubah peran ASN menjadi jabatan politik
Jawaban: B
Bagian 17: Sistem Merit dalam Manajemen ASN
70. Apa yang dimaksud dengan prinsip meritokrasi dalam Sistem Merit ASN?
A. Pengelolaan ASN berdasarkan hubungan politik
B. Pengelolaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas,
dan moralitas secara adil
C. Pengelolaan ASN berdasarkan usia dan masa kerja
D. Pengelolaan ASN berdasarkan kedekatan dengan pejabat politik
E. Pengelolaan ASN berdasarkan hubungan keluarga
Jawaban: B
71. Sistem Merit memastikan bahwa pegawai ASN diangkat, dipromosikan, dan
diberhentikan berdasarkan:
A. Politik pribadi dan hubungan keluarga
B. Kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja yang baik
C. Dukungan finansial dari sektor swasta
D. Pengaruh politik dalam pemerintahan
E. Kedekatan dengan pejabat politik
Jawaban: B
72. Tujuan utama penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN adalah:
A. Untuk memastikan pegawai yang diangkat berdasarkan afiliasi politik
B. Untuk mencapai efisiensi dengan mengurangi jumlah pegawai
C. Untuk memastikan pengelolaan ASN secara adil dan transparan berdasarkan
kompetensi
D. Untuk meningkatkan kekuasaan pejabat negara
E. Untuk menghapuskan jabatan fungsional
Jawaban: C
73. Sistem Merit juga berfungsi untuk:
A. Mengabaikan kompetensi dan kinerja pegawai
B. Mengutamakan loyalitas politik pegawai
C. Mewujudkan pengelolaan ASN yang adil dan bebas diskriminasi
D. Memilih pegawai berdasarkan umur dan senioritas
E. Menurunkan standar kinerja ASN
Jawaban: C
74. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan ASN berdasarkan Sistem Merit?
A. Pengelolaan ASN dengan mengutamakan kepentingan pribadi pejabat
B. Pengelolaan ASN dengan mengutamakan pengaruh politik
C. Pengelolaan ASN dengan dasar kualifikasi, kompetensi, dan kinerja pegawai
D. Pengelolaan ASN yang berdasarkan masa kerja saja
E. Pengelolaan ASN yang tidak memperhatikan keahlian teknis
Jawaban: C
Bagian 18: Pejabat Pembina Kepegawaian dan Pejabat yang Berwenang
75. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang memiliki kewenangan untuk:
A. Mengatur gaji ASN
B. Menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN
C. Menentukan politik partai
D. Menetapkan kebijakan sosial pemerintah
E. Mengelola anggaran negara
Jawaban: B
76. Pejabat yang Berwenang dalam Manajemen ASN bertanggung jawab untuk:
A. Membuat peraturan baru di bidang politik
B. Menyusun anggaran negara
C. Melaksanakan kewenangan dalam pengelolaan ASN berdasarkan Sistem Merit
D. Mengganti pejabat pemerintah tanpa prosedur
E. Membatasi jumlah Pegawai ASN di daerah
Jawaban: C
77. Dalam menjalankan kewenangannya, Pejabat Pembina Kepegawaian harus:
A. Menyembunyikan hasil evaluasi kinerja pegawai
B. Melaksanakan Sistem Merit dalam pengelolaan ASN
C. Mengabaikan prinsip transparansi
D. Fokus pada tujuan politik pribadi
E. Menghindari penilaian terhadap kinerja pegawai
Jawaban: B
Bagian 19: Pengadaan Pegawai ASN
78. Setiap instansi pemerintah wajib merencanakan:
A. Proses pemilu secara nasional
B. Pelaksanaan pengadaan Pegawai ASN
C. Proses pengangkatan pejabat politik
D. Penggunaan teknologi dalam pengelolaan ASN
E. Pemindahan pegawai antar instansi
Jawaban: B
79. Pengadaan Pegawai ASN dilakukan secara terbuka untuk:
A. Semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat
B. Pegawai yang memiliki hubungan politik
C. Pegawai yang memiliki pengalaman internasional
D. Pegawai dari sektor swasta
E. Pegawai yang direkomendasikan oleh partai politik
Jawaban: A
80. Proses pengadaan Pegawai ASN mencakup:
A. Penyaringan berdasarkan usia
B. Seleksi berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan
C. Pengangkatan langsung tanpa seleksi
D. Pemilihan berdasarkan hubungan pribadi
E. Pengangkatan hanya berdasarkan rekomendasi atasan
Jawaban: B
81. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengadaan Pegawai ASN diatur dalam:
A. Peraturan Pemerintah
B. Keputusan Menteri Keuangan
C. Undang-Undang tentang Pemilu
D. Peraturan Partai Politik
E. Peraturan Internasional
Jawaban: A
82. Pengadaan Pegawai ASN dilakukan untuk mengisi:
A. Jabatan manajerial dan fungsional saja
B. Semua jenis jabatan ASN di instansi pemerintah
C. Jabatan fungsional tertentu tanpa syarat
D. Hanya jabatan yang kosong di daerah
E. Jabatan khusus yang terkait dengan kebijakan politik
Jawaban: B
Bagian 20: Perencanaan Kebutuhan Pegawai ASN
83. Menteri menetapkan kebijakan perencanaan kebutuhan Pegawai ASN secara
nasional berdasarkan:
A. Kemampuan instansi pemerintah
B. Prioritas nasional sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah
C. Jumlah pegawai yang pensiun
D. Kebutuhan politik setiap daerah
E. Keinginan masing-masing instansi
Jawaban: B
84. Setiap instansi pemerintah wajib menyusun:
A. Rencana kebutuhan pegawai ASN yang disesuaikan dengan kebijakan nasional
B. Laporan keuangan tahunan
C. Anggaran belanja untuk pembangunan
D. Kebutuhan politik dalam instansi
E. Kebijakan luar negeri
Jawaban: A
85. Ketentuan lebih lanjut mengenai perencanaan kebutuhan Pegawai ASN diatur
dalam:
A. Peraturan Presiden
B. Peraturan Pemerintah
C. Keputusan Menteri Pendidikan
D. Undang-Undang Pemilu
E. Keputusan Menteri Keuangan
Jawaban: B
86. Perencanaan kebutuhan Pegawai ASN harus memperhatikan:
A. Kemampuan keuangan negara dan kebutuhan pembangunan nasional
B. Pengaruh partai politik
C. Jumlah pegawai yang mengundurkan diri
D. Status sosial pegawai
E. Proyek internasional yang dijalankan
Jawaban: A
87. Kebijakan perencanaan kebutuhan Pegawai ASN mencakup:
A. Hanya jabatan administrasi
B. Semua jenis jabatan sesuai dengan prioritas nasional
C. Jabatan fungsional tertentu tanpa mempertimbangkan kebutuhan
D. Peningkatan jumlah pegawai secara drastis
E. Pembatasan jumlah pegawai di instansi daerah
Jawaban: B
Bagian 21: Pemberian Penghargaan dan Pengakuan
88. Penghargaan dan pengakuan yang diberikan kepada Pegawai ASN terdiri atas:
A. Penghasilan dan penghargaan finansial
B. Penghargaan yang bersifat materi dan nonmateri
C. Penghargaan hanya berupa uang
D. Pemberian penghargaan berdasarkan usia pegawai
E. Penghargaan tanpa syarat yang jelas
Jawaban: B
89. Komponen penghargaan dan pengakuan bagi Pegawai ASN dapat berupa:
A. Penghargaan berupa promosi jabatan tanpa syarat
B. Tunjangan dan fasilitas jabatan serta individu
C. Penghargaan berupa pengurangan tugas
D. Penghargaan politik
E. Penghargaan berdasarkan hubungan pribadi dengan atasan
Jawaban: B
90. Penghargaan yang bersifat motivasi dapat berupa:
A. Hadiah uang tanpa kriteria yang jelas
B. Penghargaan finansial dan nonfinansial
C. Pemberian liburan tanpa pertimbangan
D. Penurunan beban kerja pegawai
E. Penghargaan politik
Jawaban: B
91. Penghargaan kepada Pegawai ASN dapat diberikan sebagai:
A. Penghargaan hanya untuk pegawai dengan jabatan tinggi
B. Penghargaan yang bersifat finansial dan nonfinansial
C. Penghargaan untuk pegawai yang tidak pernah terlambat
D. Penghargaan berdasarkan afiliasi politik pegawai
E. Penghargaan berdasarkan durasi kerja
Jawaban: B
92. Penghasilan Pegawai ASN dapat berupa:
A. Gaji atau upah sesuai dengan peraturan perundang-undangan
B. Komisi berdasarkan kinerja
C. Gaji yang ditentukan oleh partai politik
D. Penghasilan berdasarkan jabatan politik
E. Upah per jam tanpa sistem tetap
Jawaban: A
Bagian 22: Penataan Pegawai Non-ASN
93. Pegawai non-ASN atau nama lainnya wajib diselesaikan penataannya paling lambat
pada:
A. 31 Desember 2024
B. 31 Oktober 2023
C. 31 Januari 2025
D. 31 Desember 2023
E. 30 Juni 2024
Jawaban: A
94. Setelah Undang-Undang ini mulai berlaku, instansi pemerintah dilarang untuk:
A. Mengangkat pegawai non-ASN atau nama lainnya
B. Mengurangi jumlah pegawai ASN
C. Mengurangi anggaran pemerintah
D. Membuat kebijakan tanpa persetujuan pemerintah
E. Mengambil keputusan berdasarkan mayoritas politik
Jawaban: A
95. Ketentuan mengenai penataan pegawai non-ASN yang diatur dalam Undang-
Undang ini harus diselesaikan paling lambat pada:
A. 31 Desember 2024
B. 31 Maret 2024
C. 31 Desember 2023
D. 31 Juli 2024
E. 30 Juni 2024
Jawaban: A
Bagian 23: Ketentuan Penutupan
96. Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal:
A. 31 Oktober 2023
B. 1 Januari 2024
C. 1 Desember 2023
D. 1 November 2023
E. 31 Desember 2023
Jawaban: A
97. Semua peraturan pelaksanaan yang terkait dengan Undang-Undang ini harus
ditetapkan dalam waktu:
A. 6 bulan setelah diundangkan
B. 1 tahun setelah diundangkan
C. 3 bulan setelah pengundangan
D. 5 bulan setelah diundangkan
E. 12 bulan setelah diundangkan
Jawaban: A
98. Apa yang terjadi jika kebijakan dan manajemen ASN tidak dijalankan sesuai dengan
Undang-Undang ini?
A. Tidak ada akibat yang signifikan
B. Pegawai yang melanggar dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-
undangan
C. Pemerintah akan menurunkan jumlah pegawai ASN
D. Kebijakan pemerintah akan diubah secara otomatis
E. Semua pegawai akan diberhentikan
Jawaban: B
99. Pemerintah daerah dapat menyesuaikan kebijakan manajemen ASN dengan:
A. Kebutuhan politik daerah
B. Kekhususan daerah tertentu dan kebutuhan khusus
C. Kebutuhan sektor swasta
D. Kebijakan luar negeri
E. Anggaran dari lembaga internasional
Jawaban: B
100. Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan pelaksanaan dari
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dinyatakan:
A. Masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-
Undang ini
B. Dibatalkan sepenuhnya
C. Dihapuskan dalam waktu 1 tahun
D. Diganti dengan peraturan baru
E. Tidak lagi relevan
Jawaban: A