Nama : Resta Aulia
Kelas : A2 / Semester 7
Npm : 41151010210104
Mata Kuliah : Kemahiran Penanganan Perkara Pidana
KASUS POSISI
1. Identitas Terdakwa
Nama Lengkap : Saeful Ali Muiz Bin Utar Muhtar (Alm)
Tempat Lahir : Bandung
Umur/Tanggal Lahir : 35 tahun/08 April 1986
Jenis Kelamin. : Laki-Laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Kp,Cicukang RT.02 RW.01 Desa Mekarrahayu Kec.Margaasih Kab.
Bandung
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan Swasta (Teknisi Mekanik Mesin Kompayer)
Pendidikan : STM / Sederajat
2. Duduk Perkara Dalam Perkara Tindak Pidana “Pencurian dengan Pemberatan”
Kronologi :
Terdakwa SAEFUL ALI MUIZ Bin UTAR MUHTAR (Alm), ditangkap karena
diduga telah melakukan pencurian sejak bulan Januari 2021 dan baru diketahui pada hari
Rabu tanggal 10 Maret 2021 sekira pukul 11.40 Wib yaitu di PT.SEMUT MERAH SQUAD
(J&T Express) bergerak dalam bidang usaha jasa ekspedisi pengiriman barang, yang
beralamat di Jalan Soekarno Hatta No.408 RT. 05 RW. 02 Kelurahan Karasak Kecamatan
Astanaanyar Kota Bandung.
Terdakwa melakukan pencurian tersebut seorang diri, bekerja sebagai karyawan di
PT.SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express) yaitu sebagai teknisi mekanik mesin kompayer
(mesin penyortir barang), dimana tugas dan tanggung jawab terdakwa sebagai teknik
mekanik mesin kompayer yaitu perbaikan dan perawatan mesin kompayer di lantai II dan
lantai I.
Bahwa Teknisi mekanik di PT.SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express) semuanya
sebanyak 5 orang, dibagi 2 shift (12 jam kerja), dalam bekerja 1 shift nya sebanyak 2 orang,
sedangkan 1 orang lagi libur, apabila minggu sekarang setelah 6 hari bekerja maka minggu
depan mendapat libur selama 2 hari, setiap libur bergantian hanya 1 orang. Bahwa Barang-
barang yang diambil oleh terdakwa, yaitu :
1. 1 (satu) buah liontin pesanan Selli seharga Rp1.508.000,- (satu juta lima ratus delapan
ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp12.000,- (dua belas ribu rupiah);
2. 1 (satu) buah emas antam seharga Rp1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah)
ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu rupiah);
3. 1 (satu) buah gelang dan 1 (satu) buah cincin dengan ongkos kirim Rp.28.000,- (dua
puluh delapan ribu rupiah);
4. 3 (tiga) buah emas fine gold 0,1 gram seharga Rp.335.994,- (tiga ratus tiga puluh lima
ribu sembilan ratus sembilan puluh empat rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,-
(empat belas ribu rupiah);
5. 2 (dua) buah emas fine gold 0,1 gram seharga Rp.220.000,- (dua ratus dua puluh ribu
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu rupiah);
6. 2 (dua) buah emas fine gold love 0,1 gram seharga Rp.220.000,- (dua ratus dua puluh
ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu rupiah);
7. 2 (dua) buah asesoris xiuping senilai Rp.20,000,- (dua puluh ribu rupiah) ditambah
ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu rupiah);
8. 2 (dua) buah uang kuno Rp.10,- (sepuluh rupiah) seharga Rp.8.000,- (delapan ribu
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
9. 50 (lima puluh) buah voucher tri pulsa 2 Rb seharga Rp.118.750,- (seratus delapan
belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat
belas ribu rupiah);
10. 40 (empat puluh) buah voucher Axis Aigo seharga Rp.294.000,- (dua ratus sembilan
puluh empat ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu
rupiah);
11. 10 (sepuluh) buah voucher data smartfren 4 GB seharga Rp.95.000,- (sembilan puluh
lima ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
12. 10 (sepuluh) buah voucher data smartfren 2,5 GB seharga Rp.50.000,- (lima puluh
ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
13. 10 (sepuluh) buah voucher XL 1,5 GB seharga Rp.80.000,- (delapan puluh ribu
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah); dan
14. 4 (empat) buah voucher XL 2,5 GB seharga Rp.48.000,- (empat puiuh delapan ribu
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah).
Total semuanya yaitu Rp.4.405,744,- (empat juta empat ratus lima ribu tujuh ratus empat
puluh empat rupiah).
Terdakwa mengambil barang-barang tersebut dengan cara ketika barang-barang yang
akan dikirim masuk/berada di mesin kompayer yaitu untuk di sortir, dan ketika mesin sedang
tidak jalan dikarenakan rusak atau karena beban terlalu banyak otomatis barang-barang diam
di mesin (tidak bergerak) lalu tersangka naik atau manjat ke mesin kompayer, lalu terdakwa
memilih-milih barang-barang yang kecil namun berharga, selanjutnya oleh terdakwa
dijatuhkan ke lantai/bawah setelah di bawah lalu dibuka dari bungkus/dusnya dengan cara
dibuka paksa menggunakan pisau dan setelah itu diambil barangnya sedangkan untuk
bungkus/dusnya oleh terdakwa dibuang kadang-kadang disembunyikan di bawah mesin
kompayer agar tidak ketahuan. terdakwa menjatuhkan barang-barang terlebih dahulu ke
bawah/lantai, apabila terdakwa langsung mengambil barang tersebut ketika berada di atas
mesin kompayer, maka akan kelihatan oleh CCTV, sebaliknya jika sudah dibawah/dilantai
diambil dengan cara membuka paksa dari dusnya tidak akan terlihat oleh CCTV karena di
bawah tidak ada CCTV. Pencurian ini dilakukan tanpa izin dan sepengetahuan dari PT
SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express).
Bahwa terdakwa mengambil barang-barang dari tempat bekerjanya lebih dari 10
(sepuluh) kali, yaitu sejak bulan Januari sampai bulan Maret 2021. setelah barang-barang
tersebut diambil oleh terdakwa, barang-barang tersebut sebagian banyak masih ada pada
terdakwa, barang tersebut dengan perincian sebagai berikut :
1. Untuk 40 (empat puluh) buah voucher Axis Aigo telah dijual 18 (delapan belas) buah
seharga Rp.132.300,- (seratus tiga puluh dua ribu tiga ratus rupiah) kepada orang
yang tidak dikenal dan 20 (dua puluh) buah telah digunakan sendiri oleh terdakwa
sehingga sisanya tinggal 2 (dua) buah;
2. Untuk 1 (satu) buah emas antam sebesar 1 (satu) gram telah dijual seharga
Rp.820.000,- (delapan ratus dua puluh ribu rupiah) kepada orang yang tidak dikenal
di daerah Kopo Kota Bandung;
3. Untuk 50 (lima puluh) buah voucher tri pulsa telah dijual 18 (delapan belas) buah
seharga Rp.132.300,- (seratus tiga puluh dua ribu tiga ratus rupiah) kepada orang
yang tidak dikenal dan 30 (tiga puluh) buah telah digunakan sendiri oleh terdakwa
sehingga sisanya tinggal 2 (dua) buah.
uang hasil penjualan emas antam maupun voucher digunakan untuk menambah-
nambah resiko biaya hidup terdakwa sehari-hari, Bahwa setiap terdakwa melakukan
perbuatan mengambil barang-barang tersebut, melakukannya pada siang hari apabila
terdakwa sedang bekerja.
Pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 sekira pukul 11.40 Wib saksi Ari Sumaryanto,
sdr. Asep Sopandi sama-sama menjabat supervisor wore house (sortir barang), dan sdr. Pitri
Martamin (satpam) di PT.SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express) karena sebelum-
sebelumnya sering kejadian hilang barang yang akan dikirim maka dilakukan pemeriksaan di
ruangan teknik mekanik yaitu tempat istirahat/menyimpan barang/tas petugas teknik mekanik
dan hasilnya pada tas milik terdakwa ditemukan barang-barang yang diambil tersebut, kecuali
untuk emas antam tidak ditemukan dan voucer tri pulsa tinggal sisa 2 buah dan voucer axis
aigo tinggal sisa 2 buah.
Berdasarkan rekaman cctv dan pengakuan terdakwa, ketika diintrogasi di ruang head
office bahwa dirinya melakukan pencurian barang bukti dan data bukti yang diperlihatkan ;
1. Bahwa benar 1 (satu) buah pisau cutter gagangya dibungkus/dililit lakban adaiah alat
yang digunakan oleh terdakwa untuk membuka dus/bungkus barang-barang yang
diambil tersebut.
2. Bahwa benar 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merek POLO STAR tersebut adalah
tas yang digunakan oleh terdakwa untuk menyimpan sekaligus membawa barang-
barang yang telah diambil oleh terdakwa.
Bahwa terdakwa secara sadar dan mengetahui bahwa barang-barang yang diambilnya
tersebut adalah milik orang lain yang mengirimkan barangnya meialui jasa ekspedisi
PT.SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express), serta terdakwa juga tidak berhak atas barang-
barang tersebut.