0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
718 tayangan3 halaman

Tugas 3 Perilaku Organisasi Rizky

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
718 tayangan3 halaman

Tugas 3 Perilaku Organisasi Rizky

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama :

NIM :

Analisis Siklus Proses Motivasi Pegawai dan Pimpinan

1. Siklus Proses Motivasi Pegawai dan Pimpinan di Organisasi Sosial dan Organisasi Swasta

Proses motivasi pegawai di organisasi sosial dan organisasi swasta dapat dianalisis melalui beberapa
tahap, yaitu:

 Identifikasi Kebutuhan: Di tahap ini, baik pegawai maupun pimpinan mengidentifikasi


kebutuhan yang ingin dipenuhi. Dalam organisasi sosial, kebutuhan sering kali berfokus pada
kontribusi sosial dan kepuasan batin, sedangkan di organisasi swasta, kebutuhan lebih
berorientasi pada pencapaian target dan imbalan finansial.

 Proses Motivasi: Setelah kebutuhan teridentifikasi, pegawai akan termotivasi untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan. Dalam organisasi sosial, motivasi bisa muncul dari rasa tanggung jawab
sosial dan kepuasan membantu orang lain. Di sisi lain, di organisasi swasta, motivasi sering kali
berasal dari insentif finansial, promosi, dan pengakuan.

 Tindakan: Pegawai melakukan tindakan berdasarkan motivasi yang ada. Dalam organisasi sosial,
tindakan ini mungkin berupa program-program pengabdian masyarakat, sedangkan di organisasi
swasta, tindakan tersebut bisa berupa upaya mencapai target penjualan atau efisiensi
operasional.

 Evaluasi dan Umpan Balik: Setelah tindakan dilakukan, penting untuk mengevaluasi hasilnya. Di
organisasi sosial, evaluasi bisa berupa dampak sosial yang dihasilkan. Di organisasi swasta,
evaluasi lebih terfokus pada pencapaian target kinerja dan profitabilitas.

Analisis Berdasarkan Teori Kebutuhan dan Motivasi

Teori kebutuhan Maslow dapat digunakan untuk menganalisis motivasi pegawai. Dalam konteks
organisasi sosial, pegawai mungkin lebih mementingkan kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial.
Sebaliknya, di organisasi swasta, pegawai mungkin lebih mementingkan kebutuhan fisiologis dan
kebutuhan keamanan, terutama dalam konteks gaji dan stabilitas pekerjaan.

2. Perubahan Kebutuhan Pegawai Saat Ini dengan Pegawai Tahun 2000an

Kebutuhan pegawai saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan tahun
2000an. Beberapa perubahan tersebut meliputi:

 Keseimbangan Kerja dan Kehidupan: Pegawai saat ini lebih menekankan pentingnya
keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, sedangkan pada tahun 2000an, fokus
lebih banyak pada pekerjaan dan jam kerja yang panjang.

 Kepuasan Kerja: Saat ini, pegawai lebih menghargai kepuasan kerja dan lingkungan kerja yang
positif. Pada tahun 2000an, banyak pegawai yang lebih fokus pada gaji dan tunjangan.
 Pengembangan Karir: Pegawai saat ini lebih menginginkan kesempatan untuk belajar dan
berkembang, sedangkan pada tahun 2000an, banyak pegawai yang lebih puas dengan posisi
yang ada tanpa banyak mempertimbangkan pengembangan diri.

3. Menangani Konflik Akibat Perbedaan Budaya Pegawai, Motivasi, dan Tujuan Pegawai

Untuk menangani konflik yang muncul akibat perbedaan budaya pegawai, motivasi, dan tujuan,
beberapa langkah yang dapat diambil adalah:

 Komunikasi Terbuka: Mendorong komunikasi yang jujur dan terbuka antara pegawai untuk
memahami perspektif masing-masing. Ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman.

 Pelatihan Sensitivitas Budaya: Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran tentang


perbedaan budaya dan cara untuk bekerja sama dengan efektif.

 Mediating: Jika konflik tidak dapat diselesaikan secara langsung, menggunakan pihak ketiga
sebagai mediator untuk membantu menyelesaikan perbedaan.

 Menetapkan Tujuan Bersama: Menciptakan tujuan bersama yang dapat meningkatkan


kolaborasi dan mengurangi perbedaan individual.

4. Mengendalikan Organisasi dan Mengukur Kinerja Bawahan

Untuk mengendalikan organisasi dan mengukur kinerja bawahan, beberapa metode yang dapat
diterapkan adalah:

 Penetapan KPI (Key Performance Indicators): Menetapkan indikator kinerja yang jelas untuk
mengukur pencapaian pegawai. KPI harus relevan dengan tujuan organisasi dan dapat diukur
secara objektif.

 Evaluasi Berkala: Melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk memberikan umpan balik
kepada pegawai. Ini juga dapat membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

 Sistem Reward dan Punishment: Menerapkan sistem penghargaan bagi pegawai yang mencapai
kinerja yang baik, serta memberikan konsekuensi bagi yang tidak memenuhi ekspektasi.

 Pelatihan dan Pengembangan: Menyediakan pelatihan dan pengembangan untuk membantu


pegawai mencapai kinerja yang lebih baik.

Referensi

1. Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370-396.


doi:10.1037/h0054346.

2. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson.

3. Luthans, F. (2011). Organizational Behavior (13th ed.). McGraw-Hill.

4. Goleman, D. (1998). Working with Emotional Intelligence. Bantam Books. ## Analisis Siklus
Proses Motivasi Pegawai dan Pimpinan

Anda mungkin juga menyukai