Nama : Anugrah Wendy Fratama
Nim : 044455457
Matkul : Administrasi Pemerintahan Daerah
Hari/Tanggal : Senin, 28 Oktober 2024
TUGAS 1
Tugas tutorial 1 memiliki ruang lingkup pada modul 4 tentang pengelolaan keuangan daerah.
Dalam menjawab soal ini, silahkan pergunakan BMP ADPU 4440 Administrasi Pemerintahan
Daerah dan UU No 23/2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang terbaru.
1. Bagaimanakah proses penyusunan APBD pada pemerintah daerah kabupaten/kota
2. Buatlah tulisan mengenai pelaksanaan APBD pada pemerintah daerah, dengan memilih
kasus pada daerah tertentu.
3. Jelaskan mekanisme pengawasan penggunaan keuangan daerah dan bagaimanakah
faktanya di lapangan
Selamat mengerjakan tugas, perhatikan batas waktu pengiriman tugas, pastikan bahwa tugas
anda sudah tersubmitted, dan file tugas dalam bentuk doc/docx hanya diunggah pada tempat
unggah tugas pada Tuton ini.
JAWABAN
1. Proses Penyusunan APBD di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada
tingkat kabupaten/kota melibatkan beberapa tahapan penting:
- Perencanaan: Pemerintah daerah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD) sebagai dasar penyusunan APBD.
- Pembahasan: Setelah penyusunan RKPD, Rancangan Kebijakan Umum Anggaran
(KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dibahas bersama antara
eksekutif (pemerintah daerah) dan legislatif (DPRD).
- Penyusunan Rancangan APBD: Berdasarkan KUA dan PPAS yang telah
disepakati, pemerintah daerah menyusun Rancangan APBD.
- Pengajuan Rancangan APBD: Rancangan APBD disampaikan kepada DPRD
untuk mendapatkan persetujuan.
- Pengesahan dan Penetapan: Setelah pembahasan dengan DPRD dan apabila
terdapat persetujuan, APBD ditetapkan dalam bentuk peraturan daerah.
2. Pelaksanaan APBD di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Sebagai contoh, kita bisa menggunakan studi kasus pada salah satu daerah,
misalnya Kota Surabaya atau Kabupaten Sleman. Dalam pelaksanaan APBD di
daerah ini, biasanya terdapat fokus pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan,
kesehatan, dan infrastruktur. Penjabaran anggaran tersebut akan mencakup detail
mengenai alokasi, pengelolaan, hingga evaluasi pelaksanaannya. Implementasi APBD
ini sering kali berhubungan dengan realisasi anggaran dan efektivitas dalam
pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah direncanakan.
3. Mekanisme Pengawasan Penggunaan Keuangan Daerah Kapubaten/Kota.
Pengawasan keuangan daerah dilakukan melalui beberapa mekanisme, di
antaranya:
- Pengawasan Internal: Dilakukan oleh Inspektorat Daerah yang bertugas
memonitor dan mengevaluasi penggunaan anggaran. Inspektorat Daerah adalah
lembaga pengawasan internal di lingkungan pemerintah daerah yang berperan
dalam mengawasi pelaksanaan anggaran, program, dan kegiatan yang dilakukan
oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berdasarkan pedoman teknis, fungsi
utama Inspektorat Daerah meliputi:
A. Audit Kinerja: Inspektorat Daerah melakukan audit kinerja terhadap OPD
untuk memastikan bahwa program-program yang dibiayai oleh anggaran
daerah dijalankan dengan efisien dan efektif.
B. Audit Keuangan: Inspektorat melakukan audit terhadap laporan keuangan
daerah untuk memastikan bahwa laporan tersebut telah disusun sesuai dengan
standar akuntansi pemerintahan dan tidak terdapat penyimpangan dalam
pengelolaan anggaran.
C. Audit Kepatuhan: Audit ini dilakukan untuk menilai sejauh mana OPD
mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan
keuangan daerah.
Melalui pengawasan internal ini, Inspektorat Daerah dapat
memberikan rekomendasi perbaikan terhadap proses pengelolaan anggaran
yang kurang optimal, serta memberikan masukan terkait potensi risiko yang
perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.
- Pengawasan Eksternal: Dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang
bertugas mengaudit laporan keuangan pemerintah daerah untuk memastikan
akuntabilitas. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah lembaga yang
berwenang melakukan audit eksternal terhadap pengelolaan keuangan daerah.
BPK melakukan audit secara berkala terhadap laporan keuangan pemerintah
daerah untuk memastikan bahwa laporan tersebut telah disusun secara wajar dan
sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Terdapat beberapa jenis audit yang
dilakukan oleh BPK, antara lain:
A. Audit Laporan Keuangan: BPK memeriksa laporan keuangan daerah untuk
menilai kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, serta
memberikan opini terkait kewajaran laporan tersebut.
B. Audit Kinerja: BPK juga menilai kinerja pemerintah daerah dalam
pengelolaan keuangan, terutama terkait efisiensi, efektivitas, dan ekonomis
penggunaan anggaran.
C. Audit Kepatuhan: BPK melakukan audit untuk menilai kepatuhan
pemerintah daerah terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan
anggaran dan pelaksanaan program.
Hasil audit yang dilakukan oleh BPK kemudian disampaikan dalam
bentuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Jika terdapat temuan dalam
audit, BPK dapat merekomendasikan tindakan korektif kepada pemerintah
daerah dan menindaklanjuti laporan tersebut.
- DPRD: Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD berperan dalam mengawasi
penggunaan anggaran, mulai dari proses penganggaran hingga laporan
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) memiliki peran strategis dalam pengawasan keuangan daerah.
Berdasarkan pedoman teknis, DPRD memiliki hak dan kewenangan untuk
mengawasi seluruh proses pengelolaan keuangan daerah, mulai dari penyusunan
hingga pelaksanaan APBD. Beberapa bentuk pengawasan yang dilakukan oleh
DPRD meliputi:
A. Pengawasan terhadap Penyusunan APBD: DPRD berperan dalam
memberikan persetujuan terhadap Rancangan APBD (RAPBD) yang diajukan
oleh pemerintah daerah. DPRD akan membahas dan mengevaluasi usulan
anggaran untuk memastikan bahwa anggaran tersebut realistis dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
B. Pengawasan terhadap Pelaksanaan APBD: DPRD juga melakukan
pengawasan atas pelaksanaan APBD, termasuk memantau penggunaan
anggaran oleh OPD dan memastikan bahwa anggaran digunakan sesuai
dengan alokasi yang telah disepakati.
C. Pengawasan melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ):
Pemerintah daerah wajib menyampaikan LKPJ kepada DPRD sebagai bentuk
pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD. DPRD kemudian memberikan
evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah.
Melalui fungsi pengawasan ini, DPRD dapat mengajukan rekomendasi
kepada pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan jika terdapat temuan
atau indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran.
Dalam kenyataannya, mekanisme ini sering dihadapkan pada tantangan, seperti
kurangnya transparansi atau keterbatasan dalam pelaporan dan akses informasi, yang
dapat mempengaruhi efektivitas pengawasan penggunaan keuangan daerah.
Sumber Referensi:
BMP ADPU4440 / ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DAERAH