0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Pengkajian Kasus Demam Anak 10 Tahun

Diunggah oleh

siti zamruda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Pengkajian Kasus Demam Anak 10 Tahun

Diunggah oleh

siti zamruda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Mahasiswa : Denmas Candha Julika

Tempat Praktik : RS PKU Muhammadiyah Cepu

Tanggal Praktik : Jum’at, 25 November 2022

A. PENGKAJIAN
1. Biodata
Nama : An.N
Umur/ tanggal lahir : 10 tahun/16 Februari 2012
Pekerjaan : belum bekerja
Pendidikan : SD ( pelajar )
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status mental :-
Alamat : Ds.Kutukan, RT.03/RW.01, Kec.Randublatung
Tanggal masuk Rs : 24 November 2022, Jam 20.05 WIB
Tanggal pengkajian : 25 November 2022, Jam 15.35 WIB
No. register :
Diagnose medis : Demam Nyeri Perut
Penanggung Jawab Pasien
Nama : Tn.I
Umur : 52 tahun
Pekerjaan : Karyawan
Alamat : Ds.Kutukan, RT.03/RW.01, Kec.Randublatung
Hubungan dengan klien : Ayah Pasien
2. Keluhan utama
Ayah klien mengatakan anaknya demam selama lima hari. Sebelumnya sudah
dibawa berobat namun kondisinya belum membaik. Ayah klien juga mengatakan
pasien mengalami nyeri perut, tidak nafsu makan, lemes dan pegal-pegal
3. Riwayat keluhan sekarang
Ayah klien mengatakan bahwa klien sudah mengalami demam tinggi sejak lima
hari yang lalu atau tepatnya demam mulai muncul pada hari Jum’at 18 november
2022. Sebelumnya klien sempat dibawa berobat namun demamnya belum
sembuh, sehingga klien langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Cepu dan
klien masuk IGD pada hari rabu pada tanggal 23 November 2022 pukul 20.05
WIB. Hasil pemeriksaan IGD yaitu TD: 91/79 mmHg, N: 142x/mnt, RR: 21x/mnt,
S: 39,3℃. Klien tampak lemah lesu, akral hangat dan trombosit 103 sehingga
dokter memberikan infus Assaring 20 tpm, injeksi cefotaxime 2x500 mg melalui
IV,dan menganjurkan klien untuk dirawat diruang marwah dengan tujuan menurunkan
demam.
4. Riwayat Kesehatan Masa lalu
Keluarga klien (Ayahnya) mengatakan bahwa klien sebelumnya tidak pernah
dirawat di rumah sakit dan sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit apapun
.
5. Pemeriksaan Fisik
- Keadaan umum : Klien tampak lemah dan lesu
- Penampilan : badan klien ideal
- Kesadaran : Composmentis (GCS: E=4, V=5, M=6)
- Tinggi badan : 145 cm
- Berat badan
Sebelum sakit : 35,5 kg
Sesudah sakit : 35 kg
- Tanda -tanda vital
 Tekanan darah: 91/79 mmHg
 Suhu : 39,3℃
 Nadi : 142x/mnt
 Spo2 : 99%
 Pernafasan : 21x/mnt
- Kepala : bentuk kepala normal,rambut hitam berminyak
- Mata : mata tidak ada secret,seklera tidak anemis
- Hidung : tidak ada polip, ada banyak lendir dihidung
- Telinga : pendengaran normal
- Mulut : bibir pucat,mukosa kering dan bau mulut
- Leher : tidak ada kaku kuduk
- Dada : I : simetris
P : teraba tidak ada benjolan
P : suara sonor
A : suara nafas vesikuler
- Jantung : I : bentuk tonjolan normal
P : tidak teraba benjolan
P : redup pada daerah jantung
A:-
- Abdomen : nyeri tekanan, kembung dan tidak ada benjolan
- Musculoskeletal : kekuatan pada otot masih lemas
- Kulit : teraba panas, akral hangat
6. Pola kehidupan sehari-hari
a. Makan/minum
- Sebelum sakit : Ayah klien mengatakan makan 3x sehari, dengan porsi
sedang dan habis. Klien juga mau memakan sayuran
- Setelah sakit : Ayah klien mengatakan klien tidak nafsu makan (nafsu
makan menurun) saat sedang sakit klien makan 3x sehari sesuai jatah makanan
yang diberikan RS, dan klien hanya makan 1/2 dari porsi biasanya.
b. Istirahat/tidur
- Sebelum sakit : keluarga klien (ayahnya) mengatakan bahwa sebelum
sakit klien biasa tidur malam sekitar 7-8 jam
- Selama sakit : keluarga klien mengatakn bahwa tidur malam sama
seperti biasanya. Tetapi selama sakit lebih sering tidur siang
c. Eliminasi BAB/BAK
- Sebelum sakit : Ayah klien mengatakan 1 xsehari BAB dengan fases
padat dan BAK ≤ 6 kali dengan bau khas urine
- Selama sakit : Ayah klien mengatakan belum BAB sama sekali
selama dirumah sakit, dan BAK normal
d. Personal hyegine
- Sebelum sakit : Ayah klien mengatakan anak bisa mandi sendiri,gosok
gigi tanpa bantuan dan berpakaian tanpa bantuan
- Setelah sakit : Ayah klien mengatakn pasien belum mandi sama
sekali selama dirawat di RS
7. Therapi
- Infus Assering 20 tpm
- Injeksi cefotaxime 2x500 mg (IV)
- Sucralfate 3x1 gr
- Curculua 2x1
- Paracetamol/Apetic 3x2
8. Hasil pemeriksaan penunjang dari labolatorium

Nama pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Metode Keterangan


rujukan
HEMATOLOGI
Hemoglobin (HGB) 11,8 g/dl 10-16 Colorimetric
Leukosit (WBC) 5,6 10^3/µL 4-10 Impedance
Eritrosit (RBC) 4,59 x10^6/µL 3,5-4,5 Impedance
Trombosit (platelet) 116 10^3/µL 150-400 Impedance
Hematrokit (HCT) 36,6 % 33-38 Analyser
HITUNG JENIS
- Basofil 1,1 %
- Eosinofil 0,4 %
- Neutrofil 78,5 % 55-80
- Limfosit 14,0 % Impedance
- Monosit 6,0 %
MCV 79,7 fL 81-99 Analyser
MCH 25,7 pg 28-33 Analyser
MCHC 32,2 g/dl 32-36 Analyser
RDW 42,4 % Analyser

B. ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


.
1. Ds : Peningkatan laju Hipertermia
Ayah klien mengatakan metabolisme
anaknya demam selama lima
hari
Do :
- Klien tampak lemah dan
lesu
- Kesadaran CM
- N : 142x/mnt
- S : 39,3℃
- RR : 21x/mnt
- Akral hangat
- Kulit teraba panas
2. Ds : Faktor Ketidakseimbangan
Ibu klien mengatakan klien biologis,ketidakmamp nutrisi kurang dari
tidak nafsu makan. Porsi uan makan dan kebutuhan tubuh
makan kurang asupan
- Sebelum sakit : makanan
makan 3x sehari, dengan porsi
sedang dan habis. Klien juga
mau memakan sayuran
- - Setelah sakit :
- makan 1/2 dari porsi biasanya.
Do :
- Klien tampak lemah dan
lesu
- Mukosa bibir kering
- Turgor kulit jelek
(menurun)
- Bb klien
Sebelum sakit : 35,5 kg
Setelah sakit : 35 kg

C. PRIORITAS MASALAH

No. Diagnosa Keperawatan Tanggal ditemukan Tanggal teratasi


1. Hipertermia b/d peningkatan 23 November 2022 -
laju metabolisme
2. Ketidakseimbangan nutrisi 23 November 2022 -
kurang dari kebutuhan tubuh
b/d faktor biologis karena
menurunya nafsu makan,
ketidakmampauan makan dan
kurang asupan makanan
D. RENCANA KEPERAWATAN

No. Tanggal No Tujuan intervensi TTD


dx
1. Kamis, 24 1 Setelah dilakukaan 1. Monitor tanda-tanda
Novembe tindakan keperawatan vital
r 2022 2x24 jam diharapkan 2. Monitor warna kulit
hipertermia berhubungan dan suhu tubuh
dengan laju metabolisme 3. Kompres pasien pada
dapat teratasi dengan lipat paha dan aksila
kriteria hasil : 4. Selimuti pasien untuk
- Ttv normal mencegah hilangnya
- Warna dan turgor kehangatan tubuh
kulit normal 5. Berikan pengobatan
- Klien tampak segar untuk mengatasi
bugar penyebab demam
- Tidak ada lendir
dihidung
- Suhu tubuh normal
2. Kamis, 24 2 Setelah dilakukaan 1. Monitor status nutrisi
Novembe tindakan keperawatan jaga intake asupan
r 2022 2x24 jam diharapkan 2. Monitor tanda-tanda
ketidakseimbangan vital
nutrisi kurang dari 3. Moniter turgor kulit
kebutuhan tubuh dapat 4. Monitor adanya mual
teratasi dengan kriteria muntah
hasil : 5. Anjurkan keluarga
- Keadaan klien baik untuk memberikan
- Mukosa bibir makanan kepada
menjadi lembab klien dalam porsi
- Berat badan sedikit tapi sering
meningkat
- Turgor kulit
meningkat
(membaik)
E. IMPLEMENTASI

No Tanggal No Implementasi Respon Ttd


. dx
1. Senin,14 1 Mengkrompes pasien S : ibu klien mengatakan
November pada lipat paha dan anaknya panas
2022 aksila O:
14.15 S : 37̊C
WIB
14.30 1 Menyelimuti pasien S : ibu klien mengatakan
WIB untuk mencegah anaknya panas
hilangnya kehangatan O:
tubuh S : 37̊C

15.00 1 Kolaborasi pemberian S : Ibu klien mengatakan


WIB obat terapi anaknya panas
O : klien mendapatkan
terapi obat :
 Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1
16.00 1,2 Memonitor Tanda-tanda S : Ibu klien mengatakan
WIB vital anaknya panas
O:
 Kesadaran CM
 S : 36,9̊c
 N : 100x/mnt
 RR: 25x/mnt
16.30 1 Memonitor warna dan S : Ibu klien mengatakan
WIB suhu tubuh anaknya panas
O:
 36,9̊c
 Akral hangat
 Kulit teraba panas
 Kulit kemerahan

S : Ibu klien mengatakan


18.30 2 Memonitor adanya mual anaknya masih mual
WIB muntah O:
 Klien tampak
lemah lesu
 Mukosa bibir
kering
S : Ibu klien mengatakan
19.00 2 Menganjurkan keluarga anaknya tidak nafsu
WIB untuk memberikan makan
makanan kepada klien O:
dalam porsi sedikit tapi Porsi makan
sering  Sebelum sakit
makan 3x sehari
dengan porsi
sedang
 Setelah sakit
makan 3x sehari
dari 1/3 porsi
S : Ibu klien mengatakan
19.30 1,2 Memoniter tanda-tanda anaknya panas
WIB vital O:
 Kesadaran CM
 S : 36,9̊ c
 N : 100x/mnt
 RR: 20x/mnt
 Akral hangat
 Kulit teraba panas
 Kulit kemerahan
S : Ibu klien mengatakan
anaknya panas
20.00 1,2 Kolaborasi pemberian O : klien mendapatkan
WIB terapi terapi obat :
 Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1

2. Selasa 15 1,2 Kolaborasi pemberian S : Ibu klien mengatakan


November terapi panas anak mulai turun
2022 O : klien mendapatkan
08.00 terapi obat oral :
WIB  Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1
10.30 1,2 Memonitor Tanda-tanda S : Ibu klien mengatakan
WIB vital panas anak mulai turun
O:
 S : 36,7̊ c
 N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
11.00 1 Memonitor warna kulit S : Ibu klien mengatakan
WIB dan suhu tubuh panas anak mulai turun
O:
 Akral hangat
 Kulit teraba
hangat
 Kulit kemerahan
berkurang
S : ibu klien mengatakan
12.00 2 Memonitor status nutrisi anak sudah mau mulai
WIB jaga intake asupan nafsu makan
O:
 Klien terlihat
hanya makan
snack
 bb sebelum sakit :
23,6 kg
 bb sesudah sakit :
23 kg
S : ibu klien mengatakan
klien mau makan sedikit-
13.00 2 Menganjurkan keluarga sedikit
WIB untuk memberikan O:
makanan klien dalam Porsi makan
porsi sedikit tapi sering  Sebelum sakit
makan 3x sehari
dengan porsi
sedang
 Setelah sakit
makan 3x sehari
dari 1/2 porsi dan
mulai makan snack
S : Ibu klien mengatakan
panas anak mulai turun
15.00 1,2 Kolaborasi pemberian O : klien mendapatkan
WIB terapi terapi obat oral :
 Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1
S : Ibu klien mengatakan
panas anak mulai turun
16.00 1,2 Memoniter tanda tanda O:
WIB vital  S : 36,5̊ c
 N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
S : Ibu klien mengatakan
panas anak mulai turun
O:
16.30 1 Memonitor warna kulit  Akral hangat
dan suhu tubuh  Kulit teraba
hangat
 Kulit kemerahan
berkurang
S : Ibu klien mengatakan
anaknya sudah tidak mual
O:
 Klien tampak
18.30 2 Memonitor adanya mual segar
WIB muntah  Mukosa bibir
mulai lembab
S : Ibu klien mengatakan
anaknya mau makan
sedikit-sedikit
O:
19.00 2 Memoniter turgor kulit  Turgor kulit mulai
WIB meningkat
 Mukosa bibir
mulai lembab
S : ibu klien mengatakan
klien mau makan sedikit-
sedikit
O:
Porsi makan
19.20 2 Menganjurkan keluarga  Sebelum sakit
WIB pasien untuk makan 3x sehari
memberikan dengan porsi
makananklien dalam sedang
porsi sedikit tapi sering  Setelah sakit
makan 3x sehari
dari 1/2 porsi dan
mulai makan snack
S : Ibu klien mengatakan
panas anak sudah mulai
turun
O:
 S : 36,4̊c
19.40 1,2 Memonitor tanda-tanda  N : 95x/mnt
WIB vital  RR: 20x/mnt
 Akral hangat
 Kulit teraba
hangat
 Kulit tak
kemerahan
S : Ibu klien mengatakan
panas anak mulai turun
O : klien mendapatkan
terapi obat oral :
 Infus assaring 20
20.30 1,2 Kolaborasi pemberian tpm
WIB terapi  Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1

3. Rabu 16 1,2 Kolaborasi pemberian S : Ibu klien mengatakan


November terapi panas anak menurun
2022 O : klien mendapatkan
08.00 terapi obat oral :
WIB  Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1

10.00 1,2 Memonitor Tanda-tanda S : Ibu klien mengatakan


WIB vital anak sudah tidak panas
O:
 S : 36 ̊ c
 N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
10.30 1 Memonitor warna kulit S : Ibu klien mengatakan
WIB dan suhu tubuh panas anak mulai turun
O:
 Akral dingin
 Kulit teraba
dingin
 Kulit tak
kemerahan
12.30 2 Memonitor status nutrisi S : ibu klien mengatakan
WIB jaga intake asupan anak sudah nafsu makan
O:
bb sebelum sakit :
23,6 kg
 bb sesudah sakit :
23 kg
13.00 2 Menganjurkan keluarga S : ibu klien mengatakan
WIB untuk memberikan klien sudah mau makan
makanan klien dalam O:
porsi sedikit tapi sering Porsi makan
 Sebelum sakit
makan 3x sehari
dengan porsi
sedang
 Setelah sakit
makan 3x sehari
sesuai porsi dan
mulai makan snack
15.00 1,2 Kolaborasi pemberian S : Ibu klien mengatakan
WIB terapi sudah tidak panas
O : klien mendapatkan
terapi obat oral :
 Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1
16.00 1,2 Memoniter tanda tanda S : Ibu klien mengatakan
WIB vital anak sudah tidak panas
O:
 S : 36 ̊ c
 N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
S : Ibu klien mengatakan
Memonitor warna kulit anak sudah tidak panas
16.30 1 dan suhu tubuh O:
 Akraldingin
 Kulit teraba
dingin
 Kulit tak
kemerahan
S : Ibu klien mengatakan
Memonitor adanya mual anaknya sudah tidak mual
18.30 2 muntah O:
WIB  Klien tampak
segar
 Mukosa bibir
lembab
S : Ibu klien mengatakan
Memoniter turgor kulit anaknya sudah mau
19.00 2 makan
WIB O:
 Turgor kulit
meningkat
 Mukosa bibir
lembab
S : ibu klien mengatakan
Menganjurkan keluarga klien sudah mau makan
19.20 2 pasien untuk O:
WIB memberikan makanan Porsi makan
klien dalam porsi sedikit  Sebelum sakit
tapi sering makan 3x sehari
dengan porsi
sedang
 Setelah sakit
makan 3x sehari
sesuai porsi dan
mulai makan snack
S : Ibu klien mengatakan
panas anak sudah mulai
turun
O:
19.40 Memonitor tanda-tanda  S : 36̊c
WIB 1,2 vital  N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
 Akral dingin
 Kulit teraba
dingin
 Kulit tak
kemerahan
S : Ibu klien mengatakan
anak sudah tidak panas
O : klien mendapatkan
20.30 Kolaborasi pemberian terapi obat oral :
WIB 1,2 terapi  Infus assaring 20
tpm
 Oral : mefinal,
dexanta,drazepam
, heptasan 3x1

F. CATATAN PERKEMBANGAN

No Tanggal No Evaluasi Ttd


. dx
1. Senin,14 1 S : Ibu klien mengatakan anaknya panas
November O:
2022  S : 36,9̊ c
21.00  N : 100x/mnt
WIB  RR: 20x/mnt
 Akral hangat
 Kulit teraba panas
 Kulit kemerahan
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor warna kulit dan suhu tubuh
 Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
 Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya
kehangatan tubuh
 Berikan pengobatan untuk mengtasi
penyebab demam
21.00 2 S : Ibu klien mengatakan anaknya belum nafsu
WIB makan
O:
 Klien tampak lemah lesu
 Mukosa bibir kering
 Turgor kulit (menurun)
Porsi makan klien :
 Sebelum sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang
 Setelah sakit makan 3x sehari dari 1/3 porsi
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
 Monitor status nutrisi jaga intake asupan
 Monitor tanda-tanda vital
 Moniter turgor kulit
 Monitor adanya mual muntah
 Anjurkan keluarga untuk memberikan
makanan kepada klien dalam porsi sedikit
tapi sering
2. Selasa, 15 1 S : Ibu klien mengatakan panas anaknya mulai turun
November O:
2022  S : 36,4̊ c
21.00  N : 95x/mnt
WIB  RR: 20x/mnt
 Akral hangat
 Kulit teraba hangat
 Kulit tak kemerahan
A : Masalah teratasi sebagaian
P : Lanjutkan intervensi
 Monitor tanda-tanda vital
 Monitor warna kulit dan suhu tubuh
 Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
 Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya
kehangatan tubuh
 Berikan pengobatan untuk mengtasi
penyebab demam
21.00 2 S : Ibu klien mengatakan anaknya mau makan
WIB sedikit-sedikit
O:
 Klien tampak masih lemah
 Mukosa bibir agak lembab
 Turgor kulit menurun
Porsi makan klien :
 Sebelum sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang
 Setelah sakit makan 3x sehari dari 1/2 porsi
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
 Monitor status nutrisi jaga intake asupan
 Monitor tanda-tanda vital
 Moniter turgor kulit
 Monitor adanya mual muntah
 Anjurkan keluarga untuk memberikan
makanan kepada klien dalam porsi sedikit
tapi sering
3. Rabu , 16 1 S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak panas
November O:
2022  S : 36̊ c
21.00  N : 92x/mnt
WIB  RR: 20x/mnt
 Akral dingin
 Kulit teraba dingin
 Kulit tidak terlihat kemerahan
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah mulai


21.00 2 makan
WIB O:
 Klien tampak segar
 Mukosa bibir lembab
 Turgor kulit membaik
Porsi makan klien :
 Sebelum sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang
 Setelah sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang habis
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

G. EVALUASI

No Tanggal No Evaluasi Ttd


. dx
3. Rabu , 16 1 S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak
November panas
2022 O:
21.00  S : 36̊ c
WIB  N : 92x/mnt
 RR: 20x/mnt
 Akral dingin
 Kulit teraba dingin
 Kulit tidak terlihat kemerahan
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah mulai
21.00 2 makan
WIB O:
 Klien tampak segar
 Mukosa bibir lembab
 Turgor kulit membaik
Porsi makan klien :
 Sebelum sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang
 Setelah sakit makan 3x sehari dengan porsi
sedang habis
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

Anda mungkin juga menyukai