0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Diunggah oleh

ferdifatkhur4625
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan5 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Diunggah oleh

ferdifatkhur4625
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 3

NAMA : MOCH FERDI FATKHURROHMAN

UPBJJ : PURWOKERTO

FAKULTAS: FHISIP

PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

SOAL:

1. Buatlah masing-masing satu contoh oposisi kontrarik, subkontrarik,


kontradiktorik, subalterna super-implikasi dan subalernasi sub-implikasi!
2. Buatlah masing-masing satu contoh silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre,
Bis-Sub, dan Pre-Sub!
3. Carilah satu contoh penalaran tautologi!

JAWABAN:

1. Berikut contoh dari oposisi kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik, subalterna super-


implikasi dan subalernasi sub-implikasi;

1). Oposisi kontrarik

Oposisi kontrarik adalah pertentangan dua proposisi universal atas dasar trem yang sama,
tetapi berbeda kualitasnya. Oposisi ini meiliki rumus: semua subjek adalah predikat : semua
subjek bukan predikat.

Contohnya : Semua s adalah p:

“Semua anggota penegak hukum jujur”

Semua s bukan p:

“Semua anggota penegak hukum tidak jujur”


2). Oposisi subkontrarik

Oposisi subkontrarik adalah pertentangan dua proposisi partikular atas dasar term yang
sama, tetapi berbeda kualitasnya. Oposisi ini memiliki rumus, Sebagian S adalah P :
Sebagian S bukan P

Contohnya: Sebagian S adalah P:

“Ada sebagain pejabat yang jujur”

Sebagian S bukan P:

“Ada Sebagian pejabat yang tidak jujur”

3). Oposisi kontradiktorik

Oposisi kontradiktorik adalah pertentangan dua pernyataan atas dasar trem yang sama,
tetapi berbeda kuantitas dan kualitasnya.

Contoh: S adalah P :

“Semua pejabat melakukan korupsi”

S bukan P:

“Ada pejabat yang tidak melakukan korupsi”

4). Subalterna super-implikasi

Subalterna super-implikasi adalah hubungan logika pernyataan universal terhadap


pernyataan partikular tas dasar term yang sama serta kualitas sama, dirumuskan:

Semua S adalah P : Ada S yang P


Semua S bukan P : Ada S yang bukan P

Contoh: Semua S adalah P : Ada S yang P

Semua mahasiswa UT Mengikuti Tuton : Sebagian Mahasiswa UT Mengikuti Tuton

5).Subalternasi Sub-implikasi

Subalternasi Sub-implikasi adalah hubungan logika pernyataan partikular terhadap


pernyataan universal atas dasar term yang sama serta kualitas sama, dirumuskan dengan:

Ada S yang P : Semua S adalah P

Ada S yang bukan P : Semua S bukan P

Contoh : Ada S yang P : Semua S adalah P

Sebagian Mahasiswa UT Mengikuti Tuton : Semua mahasiswa UT Mengikuti Tuton

2. Berikut contoh dari silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre, Bis-Sub, dan Pre-Sub:

1. Silogisme Sub-pre

Silogisme Sub-pre memiliki pola

M=P

S=M

S=P

Contoh: Semua makhluk hidup pasti bernapas

Manusia adalah makhluk hidup


Jadi manusia pasti bernapas

2. Silogisme Bis-Pre

Silogisme-Pre memiliki pola:

P=M

S=M

S=P

Contoh: Semua manusia memiliki akal

Saya memiliki akal

Jadi, Saya adalah manusia yang memiliki akal

3. Silogisme Bis-Sub

Silogisme Bis-Sub memiliki pola:

M=P

M=S

S=P

Contoh: Manusia adalah berbudaya

Manusia juga berakal budi

Jadi yang berakal budi adalah berbudaya

3. Tautologi adalah suatu penalarn mesti benar karena bentuk logikanya apa pun nilai yang
diberikan pada tiap bagiannya. Berikut contohnya:

Fulan memiliki sepeda motor atau Fulan tidak memiliki sepeda motor. Pernyataan majemuk
ini bernilai B (benar), untuk setiap nilai kebenaran dari pernyataan tunggalnya, misalnya

a= Fulan memiliki sepeda motor (bernilai b)


~a= Fulan tidak memiliki sepeda motor (bernilai S)

Maka berdasarkan pernyataan tunggalnya, a V ~a = B.

Begitu pula jika a bernilai S maka a bernilai B sehingga a V ~a bernilai B.

SUMBER REFRENSI: BUKU ISIP 4211 MODUL 5, 6, 8

Anda mungkin juga menyukai